Category: LOMBOK BARAT

  • Dr. Kurtubi Desak Kasus Tambang Sekotong Diusut Tuntas, Semua yang Terlibat Harus Dihukum Berat

    Dr. Kurtubi Desak Kasus Tambang Sekotong Diusut Tuntas, Semua yang Terlibat Harus Dihukum Berat

    JAKARTA (LE.ID)— Mantan anggota DPR RI Komisi VII periode 2009–2014, Dr. Kurtubi, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pertambangan emas ilegal di Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Putra daerah Lombok tersebut menilai seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal, termasuk pihak yang diduga menerima suap atau membiarkan kegiatan tersebut berlangsung, harus diproses secara hukum dan mendapatkan hukuman berat.

    Dalam rilis yang disampaikan pada Selasa, 19 Agustus 2025, Kurtubi menyebut wilayah Lombok memiliki kekayaan sumber daya alam berupa mineral emas dan tembaga yang sangat potensial. Namun, potensi tersebut dinilai harus dikelola dengan tata kelola yang baik dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

    Kurtubi juga menyoroti dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Sekotong yang melibatkan warga negara asing asal China. Berdasarkan informasi yang disebutnya berasal dari KPK, aktivitas tersebut diduga telah menghasilkan emas dengan nilai lebih dari Rp1,08 triliun tanpa pembayaran pajak dan royalti kepada negara.

    Selain berpotensi menimbulkan kerugian negara, aktivitas pertambangan ilegal tersebut juga disebut berdampak terhadap lingkungan, terutama kawasan hutan negara di wilayah Sekotong, Lombok Barat.

    Kurtubi mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut oleh aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan.

    “Harus ada pihak yang bertanggung jawab, baik dari pemerintah pusat dalam hal ini ESDM maupun pejabat pemerintah daerah Lombok Barat yang terkesan membiarkan keberlangsungan penambangan liar,” tegas Kurtubi.

    Menurut dia, aktivitas pertambangan tersebut diduga berlangsung selama lebih dari tiga tahun dengan menggunakan berbagai peralatan, termasuk alat berat, terpal serta bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri.

    Kurtubi juga meminta aparat penegak hukum tidak hanya mengejar pelaku di lapangan, tetapi mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung atau menerima keuntungan dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

    “Harus diusut tuntas juga para pejabat yang menerima sogokan dan harus dihukum berat, seperti kasus serupa yang terjadi di Bangka Belitung,” ujarnya.

    Lombok Punya Potensi Pariwisata dan Tambang

    Kurtubi menilai Lombok memiliki dua potensi besar yang dapat menjadi sumber kemakmuran masyarakat, yakni sektor pariwisata dan sumber daya alam.

    Menurutnya, Lombok telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang diminati wisatawan mancanegara. Di sisi lain, pulau ini juga memiliki potensi mineral, khususnya emas dan tembaga.

    Ia meyakini pengelolaan sumber daya alam secara transparan, bebas korupsi, serta berdasarkan aturan yang berlaku dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Bila para pejabatnya jujur dan tidak korupsi, tidak menggunakan jabatannya untuk disogok, bukan mustahil Lombok akan menjadi salah satu daerah yang makmur di Indonesia,” katanya.

    Kurtubi juga menyebut pengelolaan potensi tambang secara profesional dapat mendorong pembangunan berbagai sektor pendukung, mulai dari infrastruktur pelabuhan, jalan raya, sekolah, rumah sakit hingga penyediaan energi.

    Ia turut mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk kemungkinan pemanfaatan energi nuklir melalui pembangunan PLTN untuk mendukung kebutuhan energi industri dan hilirisasi tambang, khususnya komoditas tembaga di Dompu dan Sumbawa Barat.

    Selain sektor pertambangan, menurutnya, peluang pengembangan industri lain seperti perikanan, lobster dan sektor jasa juga dapat diperkuat.

    Kurtubi menegaskan, kekayaan sumber daya alam Lombok harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat, bukan justru menjadi ruang bagi praktik pertambangan ilegal, kerusakan lingkungan dan korupsi. (rls)

    Keterangan Foto:

    Mantan anggota DPR RI Komisi VII periode 2009–2014, Dr. Kurtubi (tiga dari kanan).

  • Kerusakan Infrastruktur Akibat Proyek Pipa PDAM Giri Menang Tuai Protes Warga Gelogor

    Kerusakan Infrastruktur Akibat Proyek Pipa PDAM Giri Menang Tuai Protes Warga Gelogor

    LOBAR (NTBNOW.CO) – Proyek pemasangan pipa besar oleh PDAM Giri Menang pada tahun 2023 menjadi sumber keluhan serius warga Desa Gelogor. Hingga kini, dampak buruk dari proyek tersebut, terutama kerusakan infrastruktur jalan, belum mendapat penanganan memadai dari pihak terkait.

    Kerusakan paling mencolok terjadi di bahu jalan sepanjang jalur antarprovinsi, khususnya di depan kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Barat. Penurunan permukaan tanah yang signifikan mengakibatkan aspal jalan retak dan terkikis, menciptakan kondisi yang berbahaya bagi pengendara. Hingga saat ini, tercatat sudah sebelas kecelakaan terjadi di kawasan tersebut, sebagian besar disebabkan oleh kerusakan jalan yang timbul akibat penggalian pipa.

    Tidak hanya itu, pemasangan pipa di beberapa titik dilakukan dengan metode yang kurang tepat, seperti melintang di dalam gorong-gorong jalan raya. Akibatnya, saluran drainase tersumbat, memicu banjir saat hujan deras. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan mempersulit mobilitas di sekitar Desa Gelogor.

    Tuntutan Warga dan Lambannya Respons PDAM

    Pemerintah Desa Gelogor telah mengajukan dua surat resmi kepada PDAM Giri Menang untuk meminta perbaikan. Namun, respons yang diterima sangat minim. Meski PDAM sempat melakukan survei lapangan dan berjanji melakukan perbaikan sebulan lalu, janji tersebut belum terealisasi.

    Menurut Kepala Desa Gelogor, Arman Iswara, dua titik kerusakan paling parah berada di perempatan Gelogor dan depan kantor Dinas Ketahanan Pangan. Di perempatan Gelogor, lubang besar mengancam keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, di depan Dinas Ketahanan Pangan, kerusakan jalan terus memicu kecelakaan.

    “Sudah lebih dari satu setengah bulan kami menunggu, tetapi hingga kini hanya janji-janji kosong yang diberikan. Warga sangat khawatir dengan dampak kerusakan ini,” ujar Kepala Desa Gelogor.

    Masyarakat Desak Solusi Cepat

    Warga Desa Gelogor mendesak PDAM Giri Menang untuk segera mengambil tindakan perbaikan. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, risiko kecelakaan dan banjir dikhawatirkan akan terus meningkat, merugikan masyarakat secara langsung.

    Dengan meningkatnya jumlah keluhan yang belum direspons, warga berharap PDAM bertanggung jawab atas kerusakan yang telah ditimbulkan. Mereka juga meminta solusi yang cepat dan efektif agar keselamatan dan masyarakat dapat terjamin.

    Semoga tindakan nyata segera dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini demi kepentingan bersama. (nang)

  • Lombok Barat Siap Gelar Pujawali dan Perang Ketupat, Polresta Mataram Siapkan Pengamanan

    Lombok Barat Siap Gelar Pujawali dan Perang Ketupat, Polresta Mataram Siapkan Pengamanan

    MATARAM (NTBNOW.CO) – Tradisi budaya ikonik Pujawali dan Perang Ketupat di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, kembali digelar. Persiapan untuk acara tahunan ini tengah dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata Lombok Barat, dengan mengadakan rapat koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil untuk memastikan acara berjalan lancar dan sukses.

    Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Agus Gunawan, menyampaikan bahwa Pujawali dan Perang Ketupat telah masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata, yang mengukuhkan keunikan tradisi ini di tingkat nasional.

    “Pujawali dan Perang Ketupat adalah warisan budaya yang kita banggakan. Dukungan dari Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya acara ini, sehingga persiapannya harus maksimal untuk memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung,” ujar Agus Gunawan.

    Dalam rapat koordinasi, KabagOps Polresta Mataram, Kompol I Gede Sumadra Khartiawan, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara. Mengingat lokasi Pura Lingsar berada di wilayah hukum Polresta Mataram, ia memberikan sejumlah masukan strategis, seperti pengaturan parkir dan arus lalu lintas.

    “Kami mengusulkan agar Dishub menyiapkan lokasi parkir khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung seperti tahun lalu. Selain itu, stiker khusus untuk kendaraan yang dapat melintas di jalur menuju lokasi acara juga penting untuk kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.

    Kompol Gede juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, seperti Dinas Pariwisata, Dishub, dan pihak terkait lainnya, guna menciptakan pengalaman yang nyaman dan aman bagi pengunjung.

    Pujawali dan Perang Ketupat bukan sekadar tradisi lokal, tetapi juga telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Tradisi ini menggabungkan ritual sakral dengan keunikan Perang Ketupat yang melambangkan harmoni antara masyarakat Hindu dan Muslim, menjadikannya simbol kerukunan di Lombok Barat.

    Dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas instansi, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

    Rapat koordinasi turut dihadiri oleh Pj. Bupati Lombok Barat, Sekda Lombok Barat, Danramil Lingsar, Kapolsek Lingsar, Sekcam Lingsar, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

    Lombok Barat siap menyambut dunia dengan tradisi budaya yang sarat nilai dan pesona! (nang)

  • KPU Tetapkan LazAdha Pemenang Pilkada Lombok Barat

    KPU Tetapkan LazAdha Pemenang Pilkada Lombok Barat

    LOBAR (LOMBOKEXPRESS.ID)– Rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pilkada Lombok Barat tingkat kabupaten usai, Senin malam (02/12/2024) sekitar pukul 23.30 wita. KPU Lombok Barat pun langsung menetapkan perolehan suara masing-masing Paslon. Hasilnya, Paslon H. Lalu Ahmad Zaini – Hj. Nurul Adha (LazAdha) dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Lombok Barat.

    Di mana Paslon LazAdha memperoleh 107.340 suara (28,05 persen), selanjutnya peraih suara kedua adalah Paslon Hj. Sumiatun-Ibnu Salim meraih 98.281 suara (25,68 persen). Peraih suara ketiga Paslon Nauvar F. Farinduan – Hj. Khairatun dengan 92.658 suara (24,21 persen). Peraih suara paling sedikit adalah paslon Hj. Nurhidayah-Imam Kafali dengan 84.453 suara (22.07 persen). Dalam pleno ini hanya saksi Paslon Hj. Nurhidayah-Imam Kafali yang tidak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi. Hasil rekapitulasi dibacakan oleh Ketua KPU Lombok Barat, Lalu Rudi Iskandar bersama komisioner lainnya.

    Hasil rekapitulasi suara di tingkat kabupaten tidak berbeda dengan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan yang digelar sebelumnya. Saat pleno sore hari sempat ada interupsi dari saksi Paslon 02. Mereka menyampaikan adanya sejumlah pelanggaran Pilkada. Namun pihak Bawaslu menyampaikan bahwa Paslon bisa melaporkan pelanggaran yang ada melalui jalur yang sudah ditentukan.

    Calon Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersyukur atas proses rekapitulasi suara tuntas dengan lancar. Ia berterima kasih kepada warga Lombok Barat yang telah menciptakan situasi yang akan dan kondusif sejak awal tahapan Pilkada hingga akhir.

    “Saya menyampaikan terima kasih kepada semua relawan, simpatisan dan masyarakat, termasuk penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu, serta TNI dan Polri,” kata LAZ usai Pleno berlangsung.

    Ungkapan yang sama disampaikan oleh calon Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha.

    “Insya Allah ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Lombok Barat,” ungkapnya. (*)

    Keterangan Foto:

    Rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pilkada Lombok Barat tingkat kabupaten usai, Senin malam (02/12/2024). Foto: abi