JAKARTA (LE.ID) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat agar lebih cermat mengenali dokumen resmi kepegawaian, termasuk Surat Keputusan (SK). Langkah ini penting untuk mencegah penipuan, pemalsuan, serta penyalahgunaan dokumen oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara dokumen yang diterbitkan BKN dan dokumen kepegawaian yang diterbitkan oleh instansi lain sesuai kewenangannya.
Pengenalan dokumen tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa identitas penerbit, mencermati informasi administrasi, serta memanfaatkan fitur identifikasi kategori produk BKN melalui portal Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).
“BKN mengimbau ASN dan masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan keaslian suatu dokumen hanya berdasarkan tampilan atau nomor yang tercantum. Apabila terdapat keraguan mengenai status suatu SK, lakukan konfirmasi melalui unit pengelola kepegawaian instansi terkait atau kanal resmi BKN sesuai dengan kewenangannya,” pesan Wisudo di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Enam Cara Memeriksa Dokumen Kepegawaian Resmi BKN
Untuk membantu ASN dan masyarakat menghindari dokumen palsu, berikut enam langkah yang dapat dilakukan.
1. Periksa identitas penerbit dokumen
Cermati nama instansi penerbit, identitas pejabat yang berwenang, serta informasi administrasi yang tercantum. Pastikan instansi tersebut memiliki kewenangan menerbitkan keputusan atau dokumen kepegawaian yang dimaksud.
2. Pindai QR Code menggunakan smartphone
Dokumen tertentu menyediakan QR Code yang dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi. Pindai kode tersebut dan periksa tujuan tautan serta informasi yang ditampilkan. Pastikan tautan mengarah ke layanan resmi, bukan situs mencurigakan.
3. Cermati nomor dan informasi dalam SK
Periksa nomor surat keputusan, tanggal penerbitan, identitas pihak yang tercantum, serta isi keputusan. Namun, nomor surat dan tampilan dokumen saja tidak cukup untuk memastikan keasliannya.
4. Manfaatkan portal resmi SIASN
ASN dan masyarakat dapat memanfaatkan informasi serta fitur identifikasi kategori produk BKN melalui portal SIASN. Fitur ini membantu mengenali dokumen yang termasuk produk BKN dan membedakannya dari dokumen yang diterbitkan instansi lain.
Gunakan portal resmi dan hindari memasukkan data pribadi melalui tautan yang tidak jelas sumbernya.
5. Pastikan kewenangan penerbitan dokumen
Tidak semua dokumen kepegawaian diterbitkan oleh BKN. Sejumlah keputusan atau dokumen administrasi kepegawaian menjadi kewenangan instansi pemerintah lainnya.
Karena itu, penting untuk memastikan instansi yang berwenang menerbitkan dokumen sesuai jenis layanan dan keputusan yang dimaksud.
6. Lakukan konfirmasi jika masih ragu
Jika menemukan ketidaksesuaian informasi atau belum dapat memastikan status suatu dokumen, hubungi unit pengelola kepegawaian instansi terkait atau kanal resmi BKN sesuai kewenangannya.
Hindari mempercayai, meneruskan, atau menyebarluaskan dokumen yang belum terverifikasi.
BKN Ingatkan Pentingnya Verifikasi Dokumen
Melalui langkah-langkah tersebut, BKN berharap ASN dan masyarakat semakin memahami cara mengenali produk resmi kepegawaian serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pemalsuan dan penyalahgunaan dokumen.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu melakukan verifikasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai informasi atau mengambil tindakan berdasarkan dokumen kepegawaian.
Kewaspadaan ini menjadi penting agar ASN tidak mudah terjebak penipuan yang mengatasnamakan BKN maupun instansi pemerintah lainnya. Dengan memastikan identitas penerbit, memeriksa informasi dokumen, dan melakukan konfirmasi melalui jalur resmi, risiko penyalahgunaan dokumen kepegawaian dapat diminimalkan. (rls)

