Author: expressadm

  • TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki Luluskan 53 Siswa

    TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki Luluskan 53 Siswa

    MANSEL — TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki, Manokwari Selatan, menggelar pelepasan bagi 53 siswa Taman Kanak-kanak (TK) B, Senin (14/6/2021) di Gedung Serbaguna Masjid An’Nur Ransiki.

    Ketua Penasehat Kemala Bhayangkari 08 Manokwari Selatan, AKBP Slamet Haryono Termahud, SH mengapresiasi pengembangan kemandirian, bakal dan disiplin yang dilakukan oleh para guru TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki bersama orangtua terhadap siswa/i di sekolah itu.

    “Tidak gampang pengembangkan kemandirian, bakat dan disiplin. Ini merupakan suara kebanggan yang patut kita syukuri. Oleh karena itu, saya mengajak semua memberikan aplous kepada guru-guru kita yang begitu antusias mengajar anak-anak kita,” kata Kapolres Mansel ini.

    Slamet juga berpesan kepada para guru dan orangtua untuk terus maju, mengembangkan kemampuan siswa, agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

    Kapolres juga menyerahkan ijazah dan buku raport secara simbolis kepada dua siswa, yakni Naila Salsabila dan Muhammad Ahdan Zaky.

    Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari yang diwakili Wakil Ketua, Ny.Kompol Suroto berterima kasih kepada para guru, yang telah berupaya,dengan sabar dan kasih sayang mendidik para siswa.

    Kepada orangtua, pihak yayasan menyampaikan terima, karena telah mempercayakan TK Kemala Bhayangkari untuk mendidik anak-anaknya.

    “TK Kemala Bhayangkari dibawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Tahun ini orangtua dan anak-anak boleh berbangga diri, karena bersama TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki bisa mamakai toga (wisuda). Hal ini untuk memacu anak-anak untuk lebih giat lagi belajar, hingga ke jenjang lebih tinggi. Teruslah belajar, raih prestasi,tetap menjaga nama baik TK Kemala Bhayangkari 08, di mana pun anak-anakku melanjutkan pendidikan,” harapnya.

    Sebelumnnya, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 08 Ransiki, Syamsiar, SPd melaporkan, bahwa tahun ajaran 2020-2021, TK tersebut berhasil menamatkan 53 siswa/i.

    Syamsiar menyampaikan terima kasih kepada para pengajar yang telah berupaya mendidikan siswa secara maksimal, ditengah pandemi Covid-19. Dan kepada orangtua yang sudah ikut membantu, dirinya pun mengucapkan terima kasih.

    “Mohon maaf apabila selama setahun ini, ada pembelajaran yang kurang maksimal. Semoga anak-anak kita bisa lebih baik lagi saat berada di jenjang berikutnya,” harapnya.

    Dalam pelepasan, para siswa/i menampilkan pentas seni dari hasil pembelajaran. Meliputi Tari Pangkur Sagu, yang merupakan tarian asli masyarakat Papua dan Tari Saman asal Aceh, fashion show, baca puisi, baca syair, pembacaan teks pancasila, pembacaan huruf abjad, menghitung dan juga mewarna. Manarik lagi, dirigen, pembacaan doa, juga dilakukan oleh para siswa. (rls)

  • Wagub NTB Minta Dukungan Akademisi Sukseskan Revitalisasi Posyandu

    Wagub NTB Minta Dukungan Akademisi Sukseskan Revitalisasi Posyandu

    PROGRAM unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Revitalisasi Posyandu, adalah misi bersama. Komitmen semua pihak dalam memperluas akses kesehatan, termasuk akademisi, sangat dibutuhkan.

    “Universitas Mataram yang kita banggakan harus dapat mendorong pembangunan kesehatan dan pendidikan di NTB,” sebut Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd dalam visitasi daring untuk pembukaan program studi Obstetri (bedah) dan Ginekologi (kebidanan) Fakultas Kesehatan Unram, Senin (14/06) di Pendopo Wagub.

    Wagub menjelaskan, sinergi tersebut karena revitalisasi posyandu yang kini berubah menjadi Posyandu Keluarga tidak lagi melayani kesehatan ibu dan anak. Sebagai pusat edukasi, Posyandu juga memperluas pelayanan dalam kesehatan lansia, remaja dan masalah sosial masyarakat melalui keluarga berkualitas dengan sumber daya manusia yang bermutu.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unram, dr. Hamsu Kadriyan mengatakan, semua pengembangan yang dilakukan Unram terutama FK Unram sebagai sumbangsih kepada masyarakat dan negara.

    “Visitasi dalam rangka persiapan prodi Obstetri dan Ginekologi ini selesai sampai Jumat besok. Hasil rekomendasi akan diserahkan ke Konsul Kedokteran Indonesia untuk dan ke Kemendikbud untuk izin pembukaan prodi,” jelas Hamsu. (diskominfotikntb)

  • Buka Prodi Dokter Spesialis, Wagub NTB Apresiasi FK UNRAM

    Buka Prodi Dokter Spesialis, Wagub NTB Apresiasi FK UNRAM

    MATARAM–Rencana Fakultas Kedokteran Universitas Mataram membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis sangat diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah M.Pd mengatakan, pembangunan kesehatan dan pendidikan NTB tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Salah satunya, kebutuhan dokter spesialis yang belum sebanding dengan jumlah penduduk.

    “Semoga di masa depan, FK Unram dapat melahirkan dokter dokter spesialis yang berkualitas terutama dalam mendukung program unggulan Revitalisasi Posyandu,” ujar Wagub Ummi Rohmi dalam sambutan kegiatan visitasi Konsul Kedokteran Indonesia secara daring, Senin (14/06) bersama Rektor Unram, Direktur RSUP dan lainnya di Pendopo Wagub.

    Dikatakan Wagub, dengan akan dibukanya program studi Ginekologi (kebidanan) dan Obstetri (bedah) merupakan kontribusi Unram dalam pembangunan masyarakat seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia) juga masalah kesehatan lain seperti stunting, gizi buruk dan lain lain.

    Menurut data, jumlah dokter bedah di NTB baru 38 orang. Hal ini mendorong Fakultas Kedokteran Unram yang telah terakreditasi A menyiapkan persyaratan maksimal agar kedua prodi tersebut segera dibuka. Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan mengatakan, pihaknya optimis, penyelenggaraan kedua prodi tersebut selain menjadi visi pengembangan lembaga pendidikan, kontribusinya bagi pembangunan kesehatan terutama pendidikan NTB sangat besar. Saat ini, fakultas yang didirikan 18 tahun silam dan terbilang muda sudah masuk 18 besar fakultas kedokteran terbaik Indonesia sesuai rilis badan akreditasi nasional perguruan tinggi atau BAN PT.

    “FK Unram sangat mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dalam pembukaan kedua program studi ini untuk kemajuan daerah”, pungkas Hamsu. (diskominfotikntb)

  • Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf.   Bang Sandi: Kami Siap Support

    Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf.  Bang Sandi: Kami Siap Support

    Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengajukan program pengembangan Geopark Tambora Pulau Sumbawa langsung kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Dr. H. Sandiaga S. Uno, BBA, M.BA, saat kunjungan ke Bima, Minggu (14/06/2021).

    “Alhamdulillah, kita sudah langsung ajukan pengembangan kawasan Geopark Tambora Pulau Sumbawa pada Pak Menteri Pariwisata. Sehingga, kedepannya kita harapkan Geopark Tambora bisa lebih optimal memberi manfaat pada  masyarakat Bima-Dompu serta Pulau Sumbawa,” ujar Gubernur NTB, yang akrab disapa Bang Zul ini.

    Menurut Bang Zul, amanah pengembangan Geopark telah tertuang dalam Perpres Nomor 9 tahun 2019 tentang Geopark dan Permenparekraf Nomor 2 tahun 2020 tentang pengembanga Geopark sebagai Destinasi Wisata.

    “Dan, karena Geopark Tambora saat ini telah berstatus Geopark Nasional, maka kita memang punya peluang untuk meminta support-support dari kementrian terkait. Termasuk Kemenparekraf. Do’a kan agar program yang kita ajukan dapat segera direalisasikan oleh Kementrian terkait,” imbuh Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa UI.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr.  Dr. H. Sandiaga S. Uno, BBA, M.BA, menyambut baik proposal program yang diajukan oleh Gubernur NTB tersebut. Dan akan memberikan dukungan pada Geopark Tambora.

    “Kami siap support Geopark Tambora. Semoga kedepannya bisa jadi UNESCO Global Geopark. Serta menjadi daya tarik pariwisata yang berkelanjutan. Bisa membuka peluang usaha ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sandiaga.

    Sementara itu, General Manager Geopark Tambora, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM, menjelaskan bahwa program yang disampaikan oleh Pak Gubernur NTB, dirumuskan oleh Dewan Pelaksana Geopark Tambora dari masukan formal/informal berbagai stakeholder terkait, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima, Balai Taman Nasional Tambora, Balai KSDA, Dinas lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Perguruan Tinggi, NGO, Masyarakat adat, dll.

    “Insya Allah, proposal program yang diajukan oleh Pak Gubernur NTB, sudah sangat komprehensif. Dari mulai permintaan pembangunan Bandara Perintis kawasan Geopark Tambora di bagian Dompu. Perbaikan akses, fasilitas/amenitas di kawasan wisata. Pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat pelaku wisata. Termasuk bantuan peralatan bagi UMKM di lingkar Tambora, dll,” andas Hadi. (diskominfontb)

  • Rajut Relasi, Humas-Pewarta Diskusi hingga Bersihkan Area Pantai

    Rajut Relasi, Humas-Pewarta Diskusi hingga Bersihkan Area Pantai

    Pemenang, Humaspro Setda KLU -Dalam rangka memajukan daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyadari peran penting media sebagai kanal informasi yang menghubungkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Disamping itu, media berperan sebagai pilar demokrasi. Demikian disampaikan Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH saat membuka kegiatan Pertemuan Forum Pewarta bertajuk “Merajut Relationship Pewarta-Kehumasan”, berlangsung di Hotel Pesona Bulan Baru Desa Malaka Pemenang. Hadir pula Pewarta Senior HM Amin dan Kongso Sukoco (11/6/2021).

    “Masyarakat sekarang cepat sekali mendapatkan berbagai macam informasi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian informasi program pelaksanaan pembangunan, pemerintah maupun pelayanan yang diberikan pemerintah dapat diakses masyarakat, baik melalui media online, elektronik maupun cetak,” tuturnya.

    Menurutnya, wartawan harus betul-betul mengedepankan profesionalisme, mesti bersandar dengan peraturan yang ada, terutama UU Pers. Media massa sebagai salah satu pilar pembangunan memberikan informasi tepat yang konstruktif dan tidak menyebarkan fitnah dengan tujuan tertentu.

    “Pemda KLU memandang penting peran pers yang bisa berkonstribusi positif dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Pentingnya meningkatkan relasi dengan media massa sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tepat, akurat dan tepercaya,” urainya.

    Dikatakannya, dampak positif yang didapatkan dari peran media selama ini, sebagai pengontrol jalannya pemerintahan yang bersifat independen. Kegiatan Forum Pewarta itu, tandasnya, menjadi penting. Bagaimana relationship mesti elegan dan egaliter, dengan merajut relasi yang terbuka, saling mendukung, saling menginspirasi, saling memotivasi, dan memberdayakan satu dengan lainnya.

    “Saya mengajak para wartawan bermitra untuk membangun daerah, melalui karya-karya jurnalis yang menyejukkan. Para pewarta menjadi salah satu penentu terciptanya persatuan dan kesatuan di KLU. Adanya kontrol dan kritik yang membangun sebagai penyeimbang untuk perbaikan dan indikator kemajuan sebuah daerah,” imbuhnya.

    Selain itu, kegiatan Forum Pewarta dan Kehumasan tersebut diisi pula dengan diskusi menarik, dengan narasumber Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB Boy Mashudi. Dalam paparannya, memantik spirit para wartawan seraya mengajak semua pemilik media, khususnya media online agar betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan para pewarta.

    “Untuk menciptakan hasil yang baik maka jangan sampai ada kata putus asa untuk menjalin komunikasi dengan pihak manapun. Selama ini saya harus bertemu dengan berbagai unsur, baik pemerintahan maupun swasta sampai 17 kali. Hal ini bertujuan memberikan keyakinan agar dapat menjalin kerja sama dengan pihak kita,” urainya.

    Oleh karena itu, lanjutnya, keberadaan JMSI sebagai kumpulan pimpinan perusahaan pers yang mengarahkan para anggota medianya lebih berpikir kesejahteraan dan kolaborasi.

    “Sebagai Ketua, jangan memikirkan keuntungan sendiri tetapi sejahterakanlah anggotanya, sehingga ini menjadi sebuah kekuatan besar untuk melaksanakan berbagai program yang diinginkan pada masa yang akan datang,” jelasnya.

    Dalam pada itu, Kabag Humas dan Protokol KLU Mujaddid Muhas mengatakan kegiatan Forum Pewarta menjadi agenda rutin yang diantaranya bertujuan merekatkan relasi silaturahmi antara para pewarta dengan kehumasan. Banyak hal yang dapat didiskusikan ketika semua pewarta berkumpul baik konten jurnalistik maupun dari sisi pemberdayaannya.

    “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi perekat dan menumbuhkan empati lingkungan melalui kegiatan sosial seperti bersih-bersih area pantai maupun gotong royong yang mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam,” tuturnya.

    Sementara keesokan harinya, (12/6/2021), kegiatan diisi dengan gotong-royong membersihkan sampah di sepanjang pantai Live is Good (LG) di Dusun Lendang Luar, Malaka. Tampak puluhan awak media yang tergabung yang dalam Forum Pewarta liputan KLU bersama kru Humaspro Setda KLU membersihkan area pantai tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan futsalan pada area yang telah dibersihkan.

    Pada kesempatan bersih-bersih pantai itu, dirinya menyatakan rangkaian kegiatan tersebut, salah satu progam kerja Humas dan Protokol Setda KLU dengan segenap wartawan yang bertugas di Lombok Utara. Setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, diharapkan adanya kesadaran bersama terhadap bahaya sampah plastik, apalagi kalau membuang sampahnya sembarangan.

    “Kita sering melihat banyak sampah plastik dan lainnya yang tercecer di sepanjang pesisir. Padahal pantai ini punya potensi debur gelombang ombak yang bagus untuk para peselancar (surfing). Kami berterima kasih atas kerja sama dengan para awak media yang respek dan peduli dengan alam. Saat bersih-bersih pantai juga dibantu oleh orang yang sering di pantai ini,” tandasnya.

    Usai aksi bersih-bersih area Pantai LG, perwakilan pewarta dan kehumasan menyerahkan kelengkapan kebersihan seperti sapu lidi, kantong sampah serta sekop diserahkan kepada penjaga pantai Harsono dan keluarganya, dengan harapan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (djn)

  • Sandiaga Uno: Pacoa Jara, Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

    Sandiaga Uno: Pacoa Jara, Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno, didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, menyaksikan pacuan kuda atau dalam bahasa lokal Bima pacoa jara yang sudah menjadi tradisi masyarakat Bima.

    Perhelatan pacuan kuda yang digelar di Arena Pacuan Kuda desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima ini merupakan tradisi masyarakat Bima yang dapat menarik wisatawan di NTB.

    “Tradisi ini merupakan event daerah yang dapat menjadi magnet pariwisata di Indonesia bahkan dunia,” kata Sandi, Minggu (13/6/2021) saat kunjungan kerjanya untuk melauncing lomba desa wisata Nasional di Desa Maria Kec. Wawo Kabupaten Bima NTB.

    Bahkan menurut Sandi, pacuan kuda ini dapat dikembangkan menjadi satu kegiatan pariwisata berskala nasional.

    Ia berharap lomba pacuan kuda, yang melibatkan ribuan penonton, dapat menggerakan dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

    Sementara itu, Bang Zul sapaan akrab Gubernur menyatakan, dukungan kebangkitan pariwisata untuk NTB oleh Menparekraf RI sangat luar biasa.

    “Sudah beberapa kali Pak Menteri berkunjung ke NTB, untuk support pariwisata kita,” jelasnya.

    Kunjungan Menparekraf kali ini mengajak youteber Atta Halilintar beserta isteri Aurel Hermansyah, dan Rigen sebagai Youtuber lokal, untuk mendongkrak pariwisata NTB. (Diskominfotikntb)

  • Sandiaga Uno: Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

    Sandiaga Uno: Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

    BIMA- Bima, Nusa Tenggara Barat, terus berbenah agar tak tertinggal dari daerah lain dalam industri pariwisata nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

    Penegasan ini disampaikan Sandiaga Uno dalam kunjungan ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat usai mengunjungi situs bersejarah yang masih lestari hingga kini yakni Uma Lengge.

    Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku Mbojo yang mendiami wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.Uma Lengge berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sebagian digunakan juga sebagai lumbung padi.

    “Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegasnya.

    Pendampingan itu menurut Sandiaga Uno meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunan desa wisata dilanjutkan dengan pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa wisata, kemudian pendampingan institusi desa wisata, serta pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

    “Bagi kami kebangkitan pariwisata ini dimulai dari desa wisata yang nantinya kita harapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi. Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran,” katanya.

    Sandiaga mengungkapkan dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kemenparekraf telah memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. “Kami mendapat laporan, Desa Wisata Pujon Kidul
    kabupaten Malang setelah disentuh dengan kunjungan oleh Kemenparekraf dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 kunjungannya meningkat. Nah, ini adalah dukungan konkret yang telah kami lakukan,” ujarnya.

    Ia pun berharap desa-desa wisata yang sudah mendapat kunjungan oleh Kemenparekraf mampu tumbuh dengan baik. “Saya juga berharap Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” tegasnya. (rls/kominfo)

  • Saudi Batasi Haji Hanya untuk Domestik, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H

    Saudi Batasi Haji Hanya untuk Domestik, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H

    MATARAM-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana.

    “Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

    “Jumlah kuota ditetapkan 60 ribu, ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” sambungnya.

    Menag mengapresiasi Kerajaan Saudi Arabia yang akhirnya menyampaikan keputusan resmi terkait penyelenggaraan haji 2021. Keputusan ini menjadi pedoman yang jelas bagi umat muslim seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, dalam konteks penyelenggaraan haji 1442 H.

    “Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif,” jelas Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

    Menag berharap, keputusan ini juga mengakhiri polemik atau munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu.

    “Keputusan Saudi senapas dengan semangat Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jemaah. Diharapkan masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar Covid segera tertangani sehingga jika tahun depan haji bisa dilaksanakan lagi kita sudah siap,” ujarnya.

    Menag mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini. Calon jemaah haji diharapkan tetap bersabar dan tawakal.

    “Mari sama-sama berdoa semoga pandemi segera berlalu. Ibadah haji tahun depan bisa berjalan dengan normal dan tenang kembali. _Innallaha ma’ana_,” harap Menag.

    “Kita sekarang akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H. Pemerintah Indonesia akan secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali,” tandasnya. (hmskemenag)

  • Posyandu Keluarga, Target 100 Persen 2021 dan Apresiasi Wagub Bagi Kades dan Kader

    Posyandu Keluarga, Target 100 Persen 2021 dan Apresiasi Wagub Bagi Kades dan Kader

    Mataram – Pemprov NTB menargetkan Posyandu Keluarga berbasis Dusun dalam tahun 2021 ini bisa mencapai 100 persen. Karena itu diperlukan kerjasama dan kerja keras bagi seluruh masyarakat NTB terutama para Kepala desa dan para Kader Posyandu di NTB untuk bisa mencapai target tersebut.

    “Dari 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga itu sebanyak 4.100 lebih. Jadi sudah lebih dari 50 persen Posyandu di NTB sudah menjadi Posyandu keluarga. Dan Insya Alloh dalam tahun 2021 ini kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” kata Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Jumat (11/6/2021) dalam acara Bincang Gemilang di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

    Dikatakan Wagub, Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun yang dihajatkan untuk bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial.

    Dengan penanganan berbasis dusun, diyakni Wagub penanganannya akan lebih tepat tepat sasaran karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif. Dengan begitu permasalahan-permasalahan itu bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

    Wagub juga mengapresiasi para Kades dan kader Posyandu se NTB yang memiliki respon yang luar biasa cepat sehingga sampai saat ini pelaksanaan kegiatan Posyandu tetap berjalan dengan baik. Baginya tanpa Kader Posyandu, kerja-kerja Keposyanduan tidak bisa berfungsi dengan baik.

    “Karena itu kita harapkan kader-kader kita di NTB untuk lebih bersemangat untuk bersama-sama untuk bagaimana tetap menggairahkan Posyandu Keluarga ini bisa menjadi Posyandu Berbasis Dusun,” demikian Ummi Rohmi, Wagub NTB ini akrab disapa. (Diskominfotikntb).

  • NTB Care Wujud Keterbukaan Informasi Publik

    NTB Care Wujud Keterbukaan Informasi Publik

    Mataram – – Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, melalui Ketua Bidang Kelembagaan, Cecep Suryadi, mengapresiasi aplikasi NTB Care yang telah digagas oleh Pemerintah Provinsi NTB.

    Cecep mengaku bahwa hadirnya kanal aduan NTB Care telah memudahkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Demikian juga dari sisi pemerintah, berbagai aduan terkait persoalan-persoalan yang terjadi dan menghambat pertumbuhan pembangunan akan bisa dengan cepat dikelola dan direspon untuk segera ditindaklanjuti. Inilah bentuk dan manfaat dari keterbukaan informasi publik.

    “Kami mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dihadirkan Pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya NTB Care yang mampu memberikan kesempatan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan secara cepat dan tepat,” kata Cecep saat menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan kapasitas Komisi Informasi Provinsi NTB kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah., M.Pd., yang berlangsung di Pendopo Wagub, Jumat (11/06).

    Sementara itu, Wagub NTB mengungkapkan bahwa kehadiran NTB Care merupakan bentuk keterbukaan akses informasi kepada masyarakat.

    “Kita ingin agar masyarakat dan pemerintah tidak tersekat. Artinya ketika masyarakat menyampaikan segala sesuatu, baik itu informasi, masukan, keluh kesah, dapat dilakukan dengan mudah. Begitu juga dengan pemerintah terus berupaya untuk dapat hadir ditengah masyarakat dengan cepat dan mudah, sehingga diusung aplikasi NTB Care,” kata Ummi Rohmi.

    Ummi Rohmi mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergitas dengan berbagai stakeholders termasuk masyarakat. Dilain sisi, masyarakat juga harus memahami berbagai program kerja yang dilakukan pemerintah, agar dapat ikut serta dalam membantu pemerintah.

    Oleh karena itu, penting bagi setiap badan publik untuk bisa menghadirkan akses informasi yang seluas luasnya bagi masyarakat melalui berbagai macam kanal informasi, termasuk salah satunya melalui media sosial.

    “Membuat masyarakat untuk paham terhadap apa yang sedang kita lakukan, dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi secara cepat dan tepat dengan berbagai cara inovatif melalui berbagai sosial media yang tersedia,” tegas Ummi Rohmi. (Diskominfotikntb)