Category: Giat SMSI

  • Bangun Ketahanan Masyarakat, BNPT RI Jalin Kerja Sama dengan BKKBN dan Pelindo

    Bangun Ketahanan Masyarakat, BNPT RI Jalin Kerja Sama dengan BKKBN dan Pelindo

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melihat pentingnya membangun ketahanan masyarakat dari ideologi kekerasan yang berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Kita membangun kesadaran dengan para pihak untuk mencegah masuknya ideologi itu di sendi-sendi kehidupan, bagaimana kita membangun ketahanan masayarakat,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si saat Penandatanganan Nota Kesepahaman bersama BKKBN dan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pelindo (Persero) pada hari Selasa (11/4).

    Kepala BNPT RI menyampaikan jika kerja sama dengan BKKBN akan difokuskan pada membangun ketahanan anak muda dari paham radikalisme.

    Selaras dengan yang dikatakan Prof. Rycko, Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjelaskan kerja sama ini sangat strategis karena bertujuan memperbaiki kualitas generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

    “Kerja sama ini sangat strategis karena memperbaiki kualitas generasi muda kita yang jumlahnya lebih banyak, kita harus bisa keluar dari jebakan itu (terorisme),” kata Hasto.

    Dalam hal kerja sama dengan PT Pelindo (Persero), asesmen terhadap aset perusahaan pelat merah tersebut akan dilakukan dalam rangka perlindungan terhadap tindak pidana terorisme. Selain itu, sosialisasi pencegahan juga akan diberikan kepada pegawai PT Pelindo (Persero) serta anak perusahaan dan afiliasinya.

    “Kami berharap Pelindo dijaga, edukasi bagi kami semua pegawai Pelindo, juga melakukan asesmen agar aset kami dapat berguna untuk Indonesia,” tutup Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono. (bnpt/red)

  • Pengurus Harian SMSI Pusat Buka Puasa Bersama

    Pengurus Harian SMSI Pusat Buka Puasa Bersama

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID) – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat melakukan Buka Puasa bersama Kamis (06/04/2023) di Hotel Millenium, Jakarta Pusat.

    Buka puasa yang dilaksanakan secara terbatas pengurus harian SMSI Pusat, Dewan Pakar dan Dewan Penasehat tersebut dihadiri Ketua Umum SMSI Firdaus, Sekretaris Jenderal M Nasir, Wakil Ketua Umum Yono Hartono, Ketua Bid. Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Syarif, Dewan Pakar Hersubeno Arif, penasihat Ervik Ari Susanto dan Hendry Ch Bangun dan beberapa staf Departemen.

    Pada kesempatan buka puasa bersama tersebut, ketua Umum menyampaikan perlunya melakukan kajian tentang rencana perubahan UU ITE secara cermat.

    Ketua umum juga menyampaikan pentingnya SMSI turut serta memperingati hari kemerdekaan Pers Dunia yang jatuh pada Mei.

    Pada kesempatan tersebut, H. M. Nasir, menyampaikan, SMSI sejak tahun 2020 telah menetapkan kebijakan prioritas program, antara lain mewajibkan seluruh lapisan pengurus SMSI dari pusat hingga kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan anggota. “Hasil pendataan tersebut kita sampaikan kepada Dewan Pers,” ujar Nasir.

    Pada kesempatan itu, Yono Hartono, menambahkan jika ada Pergub, Perbub atau Perwal yang mensyaratkan verifikasi sebagai syarat untuk kerjasama, peraturan tersebut patut dicermati dan kami minta pengurus SMSI memberikan arahan kepada anggota yang keberatan untuk dapat menempuh jalur hukum.

    Pernyataan Yono Hartono tersebut diamini oleh Hendry Ch Bangun dan Hersubeno Arif. (red)

  • SMSI NTB Semarakkan Ramadhan dengan Berbagi Takjil Berbuka Puasa

    SMSI NTB Semarakkan Ramadhan dengan Berbagi Takjil Berbuka Puasa

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)- Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (SMSI NTB), Senin (3/4/2024) sore, menyemarakkan suasana bulan Ramadhan dengan berbagi ratusan takjil untuk buka puasa. Tim Semarak Ramadhan SMSI NTB membagikan takjil gratis, dengan menyisir beberapa ruas jalan raya di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

    Ketua SMSI NTB HM Syukur, S.H. mengungkapkan, pembagian ratusan paket takjil itu adalah wujud kebersamaan SMSI NTB dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan 1444 H penuh berkah.

    “Alhamdulillah, ini sebagai bentuk rasa syukur dan kekompakan teman-teman SMSI NTB. Hari ini kami dapat berbagi menu berbuka puasa di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.

    Ketua SMSI NTB menyebutkan, ratusan paket takjil dibagikan kepada mayarakat di beberapa titik keramaian, seperti lampu merah pertigaan Jalan TGH. Faisal-Jalan Brawijaya (depan Anang Cell) Sweta-Mandalika, perempatan lampu merah (Bundaran Metro) Sweta-Mandalika dan perempatan lampu merah Selagalas, dengan menyasar para pengendara, pejalan kaki, pekerja kebersihan dan lainnya.

    “Kami sengaja memilih lokasi di seputar Mandalika-Sandubaya, karena kemarin teman-teman SMSI Cabang Kota Mataram sudah melakukan kegiatan yang sama di Mataram. Jadi, kita bagi-bagi lokasinya,” katanya. Syukur mengatakan, kegiatan berbagi takjil gratis akan menjadi agenda rutin SMSI NTB di saat bulan Ramadhan.

    “Insya Allah, teman-teman SMSI Cabang di kabupaten/kota se-NTB juga melakukan kegiatan seperti ini (berbagi takjil, red),” tuturnya.

    Sementara Bendahara SMSI NTB I Made Anang Sanakumara ditemani anggota LBH SMSI Ni Putu Desi Novitawati, S.H., M.H., tampak sangat antusias dengan kegiatan berbagi takjil tersebut.

    “Ini sisi humanis dan toleransi kita, jangan karena perbedaan keyakinan atau agama, kemudian kita menjadi lain, sepanjang untuk hal-hal positif kita harus bersama,” ujar sapaan Anang itu.

    “Mari terus kita pupuk semangat toleransi dan kebersamaan. Kita berjuang bersama mengabdi tanpa batas,” timpal sapaan Desi.

    Untuk diketahui, kegiatan berbagi takjil SMSI NTB diakhiri dengan buka bersama di Lesehan Green Asri Sayang-sayang, dimana Lesehan Green Asri yang menawarkan berbagai menu masakan dan minuman, selalu padat pengunjung di setiap bulan Ramadhan.

    Lesehan Green Asri Sayang-sayang menjadi salah satu tujuan para keluarga muslim/muslimah, untuk buka puasa bersama keluarga dan handai taulan serta rekan sejawat. (red)

  • Manfaatkan Momentum Puasa Ramadhan 1444 H/ 2023 M, SMSI Cabang Mataram Berbagi

    Manfaatkan Momentum Puasa Ramadhan 1444 H/ 2023 M, SMSI Cabang Mataram Berbagi

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Dengan menyasar sudut jalan Kota Mataram kegiatan berbagi ala SMSI Cabang Mataram dilaksanakan, Minggu 02/04/2023.

    Dipimpin langsung Ketua SMSI Cabang Mataram Sofie Mufidah, setidaknya puluhan paket menu berbuka puasa Ramadhan dibagikan kepada warga yang layak menerima seperti petugas kebersihan, orang tua jompo dan anak yatim piatu.

    “Alhamdulillah ada sedikit rezeki kami kumpulkan bersama anggota SMSI Cabang Mataram untuk kita bagi-bagikan kepada warga yang berhak menerima semoga bisa bermanfaat meski berupa menu berbuka bersama,” ujar Sofie.

    Kegiatan berbagi ala SMSI Cabang Mataram dalam bulan puasa Ramadhan tahun ini mendapatkan apresiasi dan pujian dari warga, “Alhamdulillah ya bapak ibu paketnya semoga Allah memberkahi dan memberikan balasan kepada Bapak Ibu,” ucap salah satu warga.

    Kegiatan berbagi bersama ini menjadi agenda rutin SMSI Cabang Mataram selama berlangsungnya Puasa Ramadhan tahun ini.

    “Dana bantuan yang terkumpul, baik dari anggota SMSI sendiri dan para donatur akan disalurkan kembali kepada warga,” pungkas Sofie.

  • SMSI Kalteng Berbagi Takjil dan Makanan Berbuka Puasa

    SMSI Kalteng Berbagi Takjil dan Makanan Berbuka Puasa

    KALTENG (LOMBOKEXPRESS.ID)–Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalteng, Sabtu (25/3/2022) sore melakukan aksi sosial pembagian takjil dan makanan.

    Pembagian santapan berbuka puasa tersebut dilakukan langsung Ketua SMSI Kalteng H Sutransyah, didampingi sejumlah pengurus.

    Takjil dan makanan ini antara lain diserahkan ke pengurus Masjid Ramadhan Jalan RTA Milono, anak-anak Panti Asuhan Al-Ma’un PWM Kalteng di Jalan Melati, dan warga prasejahtera di Jalan Temanggung Usin, Palangka Raya.

    Ketua SMSI H Sutransyah mengatakan, pembagian takjil dan makanan berbuka puasa ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan SMSI yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

    “Melalui kegiatan ini, kita mencoba berbagi berkah kepada sesama,” ujar Sutransyah.

    Dia melanjutkan, dalam rangkaian Safari Ramadan SMSI Kalteng tahun 1444 H/2023 ini, pihaknya juga akan menggelar buka puasa bersama mitra, silaturahmi ke pengurus kabupaten se-Kalteng, dan pemberian bingkisan lebaran untuk para pengurus serta karyawan media massa anggota SMSI Kalteng.

    “Silaturahmi ke daerah, Insya Allah kita laksanakan di Katingan dan Barito Selatan. Untuk kabupaten lain masih menunggu konfirmasi,” jelasnya.

    Ditambahkan Sutransyah, menyemarakkan Ramadan ini pengurus SMSI mengimbau agar para insan pers dan perusahaan media massa anggota SMSI untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    “Mari kita isi Bulan Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah serta beramal membantu masyarakat,” imbau Sutransyah, yang juga Wakil Ketua ICMi Orwil Kalteng itu.

    Sementara memasuki hari ke tiga ramadhan, berjalan baik buka puasa, sholat isya, tarawih dan tadarus Al-Qur’an berlangsung lancar. namun hujan sore hingga malam hari hujan cukup deras mengguyur di ibukota Kalteng Palangka Raya. (red)

  • Ketua Umum SMSI Firdaus: Saatnya Kode Etik Jurnalistik Diperkenalkan pada Masyarakat

    Ketua Umum SMSI Firdaus: Saatnya Kode Etik Jurnalistik Diperkenalkan pada Masyarakat

    BENGKULU (LOMBOKEXPRESS.ID)— Melihat perkembangan kegiatan pembuatan konten media sosial dan media pers yang begitu marak di tengah masyarakat, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang biasanya hanya dibaca oleh kalangan wartawan atau jurnalis, sebaiknya diperkenalkan kepada masyarakat secara intensif dan meluas.

    Pengenalan KEJ bisa dilakukan lewat sekolah-sekolah. Ketika perayaan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari, sebaiknya diadakan upacara HPN di sekolah-sekolah. Saat itulah dibacakan KEJ, didengar oleh semua pelajar dan para guru. Pelajar adalah bagian dari masyarakat yang tumbuh di tengah keluarga. Merekalah generasi baru yang diharapkan mampu menerima informasi dengan kritis dan paham tentang pers.

    Demikian butir pemikiran Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus yang disampaikan dalam acara pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) mandiri yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji UKW Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, Sabtu (18/3/2023).

    “Tujuan memperkenalkan KEJ kepada masyarakat supaya masyarakat dapat membedakan informasi hasil kerja jurnalistik dan informasi media sosial yang kadang-kadang semua dianggap benar. Selain itu masyarakat supaya mampu mengontrol dan mengawasi cara kerja wartawan,” kata Firdaus di depan peserta UKW mulai jenjang wartawan muda sampai utama.

    Pelaksanaan UKW mandiri angkatan 2 dan 3 di Bengkulu tersebut bekerja sama dengan SMSI Provinsi Bengkulu, diikuti oleh 86 wartawan yang sebagian besar bekerja pada perusahaan pers siber, anggota SMSI.

    Menurut Ketua SMSI Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo, para peserta UKW ini hasil seleksi dari lembaga uji. Dari 125 calon peserta tersaring 86 peserta UKW. Mereka berasal dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

    “Program ini merupakan program tahunan SMSI Bengkulu dalam rangka meningkatkan kualitas wartawan media siber. UKW ini juga diikuti wartawan dari berbagai media, tidak hanya dari media anggota SMSI, tapi juga dari berbagai asosiasi organisasi pers lainnya,” jelas Wibowo Susilo.

    Hadir dalam UKW ini antara lain Dekan FIKOM Universitas Prof Dr Moestopo (Bergama) HM Saifullah, MSi, dan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fahriza Razie yang mewakili gubernur membuka UKW, Ketua SMSI Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu Marsal Abadi.

    Dekan FIKOM Saifullah dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya penyelenggaraan UKW yang di dalamnya terdapat mata uji KEJ dan hukum terkait pers, serta pedoman-pedoman pemberitaan yang harus dipatuhi oleh wartawan.

    “Bagi kami penyelenggaraan UKW adalah wajib. Kami bekerja sama dengan SMSI sejak 2019, sudah banyak yang kami uji,” ujar Saifullah yang juga ketua lembaga Uji UKW Fikom Universitas Prof Dr Moestopo.

    Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fahriza Razie dalam sambutannya mengatakan, dalam mewujudkan Bengkulu Maju, Sejahtera dan Hebat kata Fahriza Razie, dibutuhkan sumber daya manusia yang handal, berdaya saing tinggi dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

    “Terutama yang dibutuhkan saat ini, yaitu kritis, komunikatif maupun kreatif. Sehingga sertifikat kompetensi wartawan merupakan keharusan untuk dimiliki bagi para jurnalis,” kata Fahriza.

    UKW di Bengkulu menghadirkan penguji-penguji yang handal dan mempunyai reputasi baik di bidang masing-masing.

    Mereka berasal dari kalangan akademisi yang berpengalaman sebagai wartawan baik media dalam negeri maupun luar negeri, serta penguji dari praktisi wartawan.

    Mereka antara lain Mohammad Nasir (praktisi, wartawan Kompas 1989-2018), Ismet Rauf (praktisi, wartawan LKBN Antara (1967- 2002), Drs Lestantya R Baskoro, SH, MH (akademisi dan praktisi wartawan Tempo 2001- 2017), Dr Wahyudi M. Pratopo, MSi (akademisi yang pernah bekerja di media The Jakarta Post dan Asahi Shimbun), Dr Retno Intani ZA, MSc (akademisi dan praktisi), Firdaus (praktisi), Jon Heri (praktisi), dan Dwi Ajeng Widyarini, MSi (akademisi). (red)

  • Kepala BNPT Harapkan Mahasiswa-Mahasiswa Semarang Jadi Agen Perdamaian

    Kepala BNPT Harapkan Mahasiswa-Mahasiswa Semarang Jadi Agen Perdamaian

    Ketika Resmikan Warung NKRI Ke-22 di Semarang

    SEMARANG (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak para anak muda khsusnya mahasiswa di Semarang dapat berperan aktif menyebarkan narasi-narasi perdamaian dan menyebarkan wawasan kebangsaan dengan ideologi Pancasila dan meningkatkan rasa cinta kepada Indonesia.

    “Terima kasih kepada warga kota Semarang, termasuk dari adik-adik mahasiswa. Kita berharap para mahasiswa bisa menjadi agen-agen perdamaian, agen-agen narasi kebangsaan, karena mereka adalah calon-calon pimpinan Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. saat meresmikan warung nkri ke 22 di Burwow, Jl. Mulawarman Raya Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (7/3)

    Sebagai agen perdamaian mahasiswa diharapkan memiliki literasi digital agar tidak mudah dipengaruhi berita hoaks dan narasi-narasi kebencian. Seperti kita ketahui, generasi muda saat ini adalah generasi digital yang terakses secara luas ke berbagai sumber informasi melalui media sosial media yang seringkali disalahgunakan oleh segelintir oknum dalam menyebarkan narasi berbasis kepada ideologi intoleransi radikal terorisme yang banyak menggunakan narasi-narasi yang bersifat menyalahgunakan nilai agama, anti keberagaman, anti kepada kemanusiaan dan menghalalkan kekerasan.

    “Literasi digital terus dijalankan oleh semua pihak, tentu bukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi dari masyarakat untuk membangun kekuatan masyarakat. Agar kita tidak rentan, agar kita tidak mudah dipengaruhi oleh informasi-informasi yang bersifat hoaks, bernada kebencian terhadap kelompok, agama, entitas tertentu dan negara” ungkap Boy Rafli Amar.

    Pria peraih gelar doktoral ilmu komunikasi ini mengingatkan jika generasi muda harus selalu waspada karena kelompok-kelompok pengusung ideologi terorisme ingin memecah belah anak bangsa dan menciptakan disintegrasi sosial.

    Dengan Hadirnya Warung NKRI ke-22 ini, menjadi salah satu upaya BNPT RI dalam meningkatkan narasi-narasi kebangsaan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda akan bahayanya ideologi intoleran radikal terorisme.

    “Dengan adanya program-program Warung NKRI dapat mengangkat narasi-narasi kebangsaan dengan menghadirkan para tokoh-tokoh yang relevan, yang memiliki pemahaman kebangsaan yang dapat menjadi masukan dan inspirasi anak-anak muda kita, karena kita tidak ingin inspirasi anak-anak muda kita berdasarkan narasi-narasi yang berbasis kebencian, yaitu ideologi intoleran radikal terorisme,” tutur Boy Rafli.

    Mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan BNPT RI, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, S.H, M.H. menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah siap nmendukung semua kegiatan program-progam deradikalisasi dan kontra radikalisme yang ada di Jawa Tengah sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 35 Tahun 2022 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada Terorisme.

    “Kami Mendukung dan selalu bekerja sama dengan BNPT RI yang memiliki kegiatan di Jawa Tengah. Di Kesbangpol Kami juga punya Call Center pencegahan dan penanggulangan terorisme. Sekaligus saya sampaikan kepada adik-adik mahasiswa yang hadir, yang terkait dengan permasalahan radikalisme maupun terorisme, kami siap untuk bekerja sama,”

    Sebagai informasi, 22 Warung NKRI telah tersebar di 10 provinsi Indonesia. Warung NKRI yang merupakan akronim dari Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI merupakan program BNPT RI yang menjadi bagian dalam edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dini dan meningkatkan kecintaan pada bangsa. Ini merupakan wujud nyata BNPT RI dalam melakukan pencegahan dini tindak pidana terorisme. (bnpt/red)

  • Dewan Pers hanya Melindungi Karya Jurnalistik Berkualitas

    Dewan Pers hanya Melindungi Karya Jurnalistik Berkualitas

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Dewan Pers akan memberikan perlindungan kepada seluruh karya jurnalistik berkualitas yang berpijak pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, memenuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan menaati Pedoman Pemberitaan Siber bagi media online (siber).

    Demikian disampaikan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT ke-6 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (6/3/2023).

    Ninik Rahayu mengatakan, UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memiliki dua semangat. Pertama, mewujudkan kemerdekaan pers, dan kedua, membangun kehidupan pers nasional yang lebih baik.

    “SMSI sampai saat ini terus bekerja mewujudkan pers yang sehat. Hal itu dibuktikan dengan pembentukan sejumlah lembaga seperti Forum Pemred, LBH Pers SMSI, Cyber Millennial dan rapat-rapat kerja nasional yang seluruhnya bertujuan menciptakan iklim usaha dan pemberitaan yang adil dan memenuhi tujuan UU Pers,” ujarnya.

    Ia juga menyebutkan, SMSI dan konstituen lainnya di Indonesia terus mendampingi Dewan Pers, sehingga lembaga tersebut mampu melahirkan peraturan yang berdasarkan harapan konstituen dan tidak bertentangan dengan peraturan.

    Demikian juga presiden, sebagai kepala pemerintahan terus mendorong lahirnya pers yang adil dalam sisi usaha dan pemberitaan.

    “Presiden ingin kita punya kehidupan yang lebih adil antara platform dan perusahaan pers agar ekosistem pers kita menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. Itu yang kita pedomani dalam penyusunan draft Perpres (publisher right),” jelas peraih Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu

    Dalam penyusunan aturan publisher right, ia meminta supaya konstituen turut mengawasi.

    Ninik kembali menegaskan, ia hadir dalam Rakernas SMSI untuk memberikan dukungan penuh agar tujuan bermedia sampai mendorong pers yang lebih baik, menghasilkan keutuhan dalam bernegara, dan memperhatikan kebhinekaan.

    Pada kesempatan itu ia menyatakan Dewan Pers hanya melakukan pendataan bukan pendaftaran.
    “Undang-undang memandatkan pendataan, bukan pendaftaran,” tegasnya,

    “Bila perusahaan pers melakukan pendataan, maka kami wajib memverifikasi. Kalau tidak terdata tetap dilindungi sepanjang koridornya karya jurnalistik berkualitas,” sambung Ketua Dewan Pers perempuan pertama itu.

    Terkait kerja sama dengan pemerintah dan institusi swasta, menurutnya selama bersepakat, tidak bisa dilarang. Kerja sama antar para pihak dilindungi oleh undang-undang.

    “Perjanjian kerja sama itu ranahnya perdata. Tidak bisa diatur di luar aturan yang telah ada. Sepanjang mereka bersepakat, silakan. Tapi kalau kami dimintai pendapat, maka kami anjurkan bekerja sama dengan media yang sudah terverifikasi di Dewan Pers,” ujar Ninik yang pernah menjabat Komisioner Komnas Perempuan itu. (red)

  • Bentuk Lagi Tiga Pengurus Kabupaten/Kota, SMSI NTB Utus Belasan Peserta Rakernas

    Bentuk Lagi Tiga Pengurus Kabupaten/Kota, SMSI NTB Utus Belasan Peserta Rakernas

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melebarkan sayap. Setelah sebelumnya membentuk empat pengurus kabupaten (SMSI Lombok Timur, SMSI Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan SMSI Kabupaten Dompu).

    Mulai Februari, tiga lagi pengurus Cabang baru terbentuk, SMSI Kota Mataram, SMSI Lombok Barat (Lobar) dan SMSI Persiapan Bima/Kota Bima.

    “Pengurus baru yang sudah difinitif enam, satu masih persiapan dan akan diagendakan pelantikannya pasca Rakernas SMSI. Sekarang kami sudah ada tujuh pengurus kota kabupaten dan satu pengurus provinsi,” kata Ketua SMSI NTB, HM Syukur, SH.

    Di dalam tujuh cabang itu, berhimpun 78 perusahaan media Siber. Semuanya berbadan hukum sesuai yang disyaratkan Dewan Pers. “Semua anggota (perusahan pers) statusnya Perusahaan Terbatas (PT). Dan keberadaannya sudah kami laporkan ke SMSI Pusat dan diteruskan ke Dewan Pers,” kata Pak Syukur, panggilan akrab ketua SMSI NTB itu.

    Dilihat dari komposisi kepengurusan, SMSI NTB juga memerhatikan kesetaraan gender. Buktinya dua SMSI, Kota Mataram dan Kabupaten Bima, ketuanya perempuan.

    “Dengan tampilnya figur pemimpin perempuan kami harap anggota merasa lebih terayaomi, ” kata ketua yang juga wakil ketua PWI Provinsi NTB itu.

    Menurutnya, sama dengan provinsi lain, pengurus SMSI Provinsi NTB juga bertekad mewujudkan perusahaan pers yang bergabung di dalamnya menjadi sehat di tengah kondisi perusahaan pers yang sedang tidak baik baik saja, seperti kata Presiden Jokowi saat Acara Puncak HPN 2023 di Medan 9 Februari.

    Untuk itu, para pengurus berkewajiban meningkatkan kapasitas anggota termasuk dalam pengelolaan bisnis media. Itu selaras dengan tujuan didirikannya SMSI pada 7 Maret 2017 untuk mewujudkan ekosistem industri media siber yang sehat, mandiri, dan bermartabat. Termasuk, mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, cerdas, tertib, adil, makmur, dan sejahtera. Tidak itu saja lanjutnya, organisasi pers (SMSI) juga berperan mengawal peraturan Dewan Pers. “Khususnya Peraturan Dewan Pers Nomor: 03/Peraturan-DP/X/2019 tentang Standar Perusahaan Pers,” kata Ketua SMSI yang juga Pemimpin Umum Radar Mandalika itu.

    Sebagaimana kita ketahui, dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 03 itu, perusahaan pers yang dimaksud adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers. Penanggungjawab redaksi atau pemimpin redaksi wajib memiliki kompetensi wartawan utama.

    “Masalahnya sama dengan daerah lain, sampai saat ini jumlah wartawan utama terbatas. Sehingga sebagian besar perusahaan media Siber termasuk di NTB, belum bisa memenuhi persyaratan itu,” katanya.

    Oleh karena itu Pak Syukur yang akhir tahun (Desember 2022), mendapat predikat kompeten sebagai penguji UKW dari Dewan Pers, berharap ke depan, SMSI bisa menjadi salah satu lembaga penguji UKW. Sehingga bisa memfasilitasi anggotanya untuk ikut UKW,” harapnya.

    Sementara itu Sekretaris SMSI M Tajir menjelaskan, sama dengan daerah lain, pertumbuhan media Siber di NTB juga cukup pesat. Namun hal itu tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas dan profesionalitas, baik dari sisi jurnalistik termasuk juga bisnis. Maka tidak heran kalau kemudian, sebagian belum sehat termasuk juga secara finansial.

    “Maka, sebagai pengurus organisasi perusahaan pers harus berjuang bersama memberi ruang kehidupan kepada anggotanya,” kata Tajir.

    Namun ia yakin dengan rasa kebersamaan, sebagian masalah seperti profesionalitas, integritas dan bisnis bisa diselesaikan.

    “Kita harus yakin bisa menjalani dan mengatasi masalah. Apalagi dunia pers telah menjadi pilihan hidup dan ladang pengabdian kita bersama,” katanya.

    Terkait Rakernas SMSI, Sekretaris menjelaskan, SMSI NTB akan mengikutinya. “Insya Allah kami juga akan mengirim belasan peserta untuk mengikuti Rakernas SMSI yang akan digelar di Jakarta, mulai 6-8 Maret itu,” katanya.  (red)

  • BNPT RI: Kejahatan Terorisme Memiliki Relasi Dengan Kejahatan Narkoba

    BNPT RI: Kejahatan Terorisme Memiliki Relasi Dengan Kejahatan Narkoba

    PALEMBANG (LOMBOKEXPRESS.ID) – Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Nisan Setiadi mengatakan kejahatan terorisme memiliki relasi dengan kejahatan lain salah satunya narkoba karena ada sejumlah narapidana terorisme (napiter) yang juga terlibat dalam narkoba.

    “Jadi napiter itu ada juga yang terlibat narkoba,” ujar Deputi 1 BNPT RI dalam Dialog Publik bersama Kepala BNN, Ketua KPK dan Ketua LPSK pada hari Rabu (1/3/2023).

    Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala BNN Komjen Pol. Dr. Petrus R. Golose bahwa relasi antara kejahatan terorisme dan narkoba sudah terjadi di Indonesia, yang dikenal dengan sebutan narkoterorisme, biasanya praktik yang mereka gunakan untuk mendanai aktivitas jaringan teror.

    “Narkoterorisme ini muncul banyak di Amerika Selatan tapi sudah terjadi juga di Indonesia, uang yang dihasilkan dari perdagangan narkoba begitu besar untuk pendanaan terorisme,” jelas Kepala BNN.

    Menghadapi kejahatan transnasional tersebut, BNPT RI memiliki grand strategy Pentahelix atau pelibatan multi pihak bersama pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Dia mengatakan bahwa terorisme merupakan musuh bersama sehingga seluruh elemen bangsa harus turut terlibat dalam mencegah terorisme.

    “Tugas pencegahan terorisme bukan pemerintah saja, tapi ada unsur akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan juga unsur media, kita tidak bisa sendiri,” tutupnya.

    Selama ini kasus narkoterorisme pernah terjadi sebagai contoh kasus Priyo Hadi Utomo, warga Surabaya yang ditangkap Densus 88 pada Juni 2016 karena terlibat rencana penyerangan terhadap polisi di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu. Priyo yang ditangkap di Kenjeran Surabaya itu adalah residivis kasus penyalahgunaan narkotika. Kemudian ada juga seorang mantan narapidana terorisme di Solo Raya ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Boyolali pada 2021 silam, dia ditangkap karena diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu. (bnpt/red)