Category: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  • PHRI NTB Desak Revisi Pergub Tarif Hotel Jelang MotoGP 2026, BPPD Dorong Single Data Pariwisata

    PHRI NTB Desak Revisi Pergub Tarif Hotel Jelang MotoGP 2026, BPPD Dorong Single Data Pariwisata

    MATARAM (LE.ID) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang pengaturan tarif hotel saat penyelenggaraan event internasional.

    Revisi dinilai penting agar regulasi tersebut tetap relevan dengan kondisi industri perhotelan sekaligus menjaga iklim investasi dan kepercayaan wisatawan menjelang MotoGP Mandalika 2026.

    Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan regulasi yang berlaku saat ini sudah perlu disesuaikan dengan perkembangan biaya operasional hotel dan dinamika industri pariwisata.

    Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan aturan yang lebih adaptif agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha.

    Di sisi lain, pembenahan regulasi juga dinilai harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola informasi pariwisata.

    Sementara itu, Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, H. Abdus Syukur, MH menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki single data atau satu data resmi mengenai sektor akomodasi dan proyeksi kunjungan wisatawan menjelang MotoGP Mandalika.

    Menurut Abdus Syukur, usulan tersebut telah disampaikan dalam salah satu rapat koordinasi bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan MotoGP.

    “Kita memerlukan satu data yang menjadi rujukan bersama. Data mengenai jumlah hotel, jumlah kamar yang tersedia, tingkat hunian, hingga proyeksi jumlah wisatawan harus disampaikan secara terpadu kepada publik sehingga tidak menimbulkan perbedaan informasi,” ujarnya.

    Ia menilai, selama ini data yang beredar sering kali berasal dari berbagai sumber dengan angka yang berbeda. Kondisi tersebut berpotensi membingungkan wisatawan, pelaku industri, maupun pemerintah dalam mengambil kebijakan.

    Menurut Abdus Syukur, sistem single data akan memudahkan pemerintah memetakan kapasitas akomodasi, mengantisipasi lonjakan permintaan kamar, serta mengawasi potensi kenaikan tarif hotel selama penyelenggaraan MotoGP.

    Selain itu, data yang terintegrasi juga dapat membantu penyebaran wisatawan ke berbagai destinasi di Pulau Lombok. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari MotoGP tidak hanya dirasakan di kawasan Mandalika, tetapi juga menyebar ke Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, hingga daerah lainnya.

    “Transparansi data akan memberikan kepastian kepada wisatawan. Mereka dapat mengetahui ketersediaan kamar, memilih lokasi menginap, dan merencanakan perjalanan lebih baik. Di sisi lain, pemerintah juga lebih mudah melakukan pengawasan terhadap tarif hotel,” katanya.

    Abdus Syukur berharap revisi Pergub Nomor 9 Tahun 2022 tidak hanya mengatur mekanisme penyesuaian tarif hotel, tetapi juga menjadi momentum membangun sistem informasi pariwisata yang terintegrasi. Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov NTB, ITDC, PHRI, BPPD, asosiasi pariwisata, dan pelaku industri menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

    “Dengan regulasi yang adaptif dan didukung single data yang akurat, NTB akan semakin siap menyambut wisatawan dari berbagai negara serta memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” pungkasnya. (red)

  • BPPD NTB Gandeng Dispar, Lombok-Sumbawa Dipromosikan ke Buyer Internasional

    BPPD NTB Gandeng Dispar, Lombok-Sumbawa Dipromosikan ke Buyer Internasional

    MATARAM (LE)– Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus memperkuat sinergi dalam upaya mempromosikan daerah sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui sejumlah agenda strategis promosi yang melibatkan industri pariwisata, pelaku usaha, hingga UMKM.

    Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, MH, menyampaikan, koordinasi yang dilakukan bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB bertujuan untuk menyatukan langkah dalam mendorong promosi pariwisata NTB agar semakin dikenal di pasar internasional.

    Salah satu fokus utama promosi tersebut adalah keikutsertaan NTB dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari misi besar promosi pariwisata NTB karena dihadiri peserta dan buyer dari sekitar 40 negara di dunia.

    Dalam ajang bergengsi tersebut, rombongan NTB terdiri dari BPPD NTB, Dinas Pariwisata NTB, pelaku industri pariwisata, serta UMKM yang hadir dalam satu Paviliun Lombok dengan mengusung tema Tera Kota. Delegasi NTB membawa berbagai produk wisata unggulan dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan target transaksi mencapai Rp 25 miliar.

    BPPD NTB juga akan mempresentasikan berbagai potensi destinasi wisata Lombok dan Sumbawa kepada para buyer internasional yang menjadi pasar potensial NTB. Keunggulan pariwisata NTB dinilai sangat lengkap, mulai dari wisata pantai, pegunungan, daratan, budaya, hingga kuliner khas daerah yang memiliki daya tarik kuat di pasar global.

    Kolaborasi promosi ini tidak berhenti di BBTF. BPPD NTB bersama Dinas Pariwisata NTB juga akan melanjutkan agenda dengan Fam Trip Lombok-Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026, dengan mengundang 37 buyer potensial dari kawasan Asia, Eropa, dan Afrika untuk melihat langsung destinasi wisata unggulan di NTB.

    Puncak kegiatan Fam Trip tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Selong Selo pada 1 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan secara langsung keindahan dan potensi pariwisata NTB kepada pasar internasional.

    Kegiatan Fam Trip ini juga melibatkan pelaku industri pariwisata yang terhubung melalui berbagai asosiasi pariwisata di NTB. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat promosi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

    BPPD NTB berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan terhadap rangkaian promosi ini, sehingga upaya memperkenalkan NTB ke pasar dunia dapat berjalan maksimal dan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian daerah. (red)

  • Sehari Keliling Pulau Lombok, Menikmati Keindahan Alam dan Budaya dalam Satu Perjalanan

    Sehari Keliling Pulau Lombok, Menikmati Keindahan Alam dan Budaya dalam Satu Perjalanan

    PULAU Lombok adalah salah satu surga tersembunyi di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Mulai dari pantai berpasir putih hingga pegunungan yang megah. Meskipun Pulau Lombok tidak terlalu besar, hanya butuh sekitar satu hari untuk menjelajahi beberapa destinasi paling ikoniknya. Perjalanan sehari mengelilingi Lombok akan memperkenalkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan keajaiban alam yang dimiliki pulau ini.

    Pagi di Pantai Senggigi

    Perjalanan dimulai dari Pantai Senggigi, salah satu pantai paling terkenal di Lombok yang terletak di bagian barat pulau. Pantai ini adalah tempat yang sempurna untuk memulai hari. Udara segar pagi hari berpadu dengan pemandangan laut yang tenang menjadikan pantai ini destinasi yang ideal untuk menikmati matahari terbit. Suasana yang damai dan ombak yang tenang membuat Senggigi menjadi favorit para wisatawan yang ingin bersantai sebelum memulai petualangan mereka.

    Selain pemandangan yang indah, di sepanjang Pantai Senggigi terdapat banyak kafe dan restoran yang menawarkan sarapan lezat. Mulai dari makanan tradisional seperti nasi balap puyung hingga aneka sajian internasional. Jika memiliki waktu lebih, bisa menyempatkan diri snorkeling atau berenang di perairan jernih yang menawarkan pemandangan bawah laut yang kaya akan terumbu karang dan ikan berwarna-warni.

     

    Mengunjungi Desa Sade, Melihat Tradisi Suku Sasak

    Setelah menikmati keindahan Senggigi, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sade yang terletak di Lombok Tengah. Desa ini merupakan tempat tinggal asli suku Sasak, suku asli Lombok yang masih mempertahankan tradisi leluhur mereka. Mengunjungi Desa Sade akan memberikan pengalaman yang mendalam tentang budaya lokal yang kaya.

    Di desa ini, wisatawan dapat melihat rumah-rumah tradisional berbahan dasar bambu dan beratapkan ilalang yang dibangun dengan teknik khas Sasak. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan tarian tradisional dan mendengar cerita rakyat dari penduduk setempat yang dengan senang hati berbagi cerita tentang sejarah dan keunikan budaya mereka. Tak lupa, desa ini juga menawarkan berbagai kerajinan tangan lokal seperti kain tenun ikat yang dibuat dengan teknik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

    Pantai Kuta Mandalika, Pesona Pantai Selatan Lombok

    Tak jauh dari Desa Sade, destinasi selanjutnya adalah Pantai Kuta Mandalika. Pantai ini berbeda dengan Kuta di Bali; Kuta Mandalika menawarkan keindahan alam yang lebih alami dan belum banyak tersentuh. Hamparan pasir putih yang lembut dan perairan biru yang memukau menjadikan Kuta Mandalika salah satu destinasi utama di Lombok.

    Pantai Kuta tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga cocok bagi wisatawan yang gemar olahraga air seperti surfing. Ombak di sini sangat menantang, terutama bagi peselancar yang ingin menjajal keterampilan mereka. Bagi yang tidak ingin berselancar, menikmati pemandangan dari atas bukit Merese adalah pilihan yang sempurna. Bukit ini menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari seluruh garis pantai Mandalika, terutama saat matahari mulai terbenam.

    Menjelajah Gunung dan Air Terjun di Lombok Utara

    Setelah puas menikmati pantai, perjalanan dilanjutkan ke Lombok Utara untuk merasakan suasana yang berbeda: air terjun dan pegunungan. Salah satu yang paling terkenal adalah **Air Terjun Tiu Kelep di kaki Gunung Rinjani, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.

    Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus melewati jalur setapak yang menyuguhkan pemandangan hutan tropis yang masih asri. Setibanya di Tiu Kelep, gemuruh air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 45 meter akan menyambut dengan indahnya. Airnya yang jernih dan segar sangat menggoda untuk berendam dan merasakan kesejukan alami setelah perjalanan panjang.

    Bagi yang menyukai petualangan, tak jauh dari Tiu Kelep terdapat air terjun lain yang lebih kecil, yaitu Air Terjun Sendang Gile. Kedua air terjun ini sering dijadikan satu paket kunjungan karena jaraknya yang berdekatan. Berada di bawah kaki Gunung Rinjani, kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan air terjun tetapi juga ketenangan yang menenangkan jiwa.

    Menyaksikan Sunset di Gili Trawangan

    Sore hari adalah waktu yang sempurna untuk menuju ke salah satu destinasi paling populer di Lombok, yaitu Gili Trawangan. Pulau kecil ini terletak di sebelah barat laut Lombok dan dapat dicapai dengan menggunakan perahu dari pelabuhan Bangsal dalam waktu sekitar 30 menit.

    Gili Trawangan terkenal dengan kehidupan pantainya yang ramai dan suasana yang santai. Pengunjung dapat berkeliling pulau dengan sepeda atau cidomo (kereta kuda khas Lombok) karena tidak ada kendaraan bermotor di pulau ini. Salah satu kegiatan yang paling populer di Gili Trawangan adalah menikmati sunset dari sisi barat pulau. Saat matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala, pemandangan langit berubah menjadi gradasi warna oranye, merah muda, dan ungu yang begitu memukau.

    Tak hanya itu, Gili Trawangan juga menawarkan kehidupan malam yang semarak dengan berbagai restoran dan kafe yang menyajikan hidangan lezat, mulai dari seafood segar hingga masakan internasional. Bagi yang ingin menikmati suasana lebih santai, ada banyak tempat di tepi pantai yang menawarkan kursi berjemur sambil menikmati koktail atau jus segar.

    Malam di Kota Mataram

    Setelah menikmati sunset di Gili Trawangan, perjalanan kembali ke Lombok diakhiri di Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram adalah tempat yang tepat untuk mengakhiri hari dengan suasana kota yang ramai dan berbagai pilihan kuliner malam. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah kawasan Taman Sangkareang atau Taman Udayana, di mana banyak penjual makanan jalanan menawarkan beragam hidangan tradisional Lombok.

    Mataram juga menawarkan destinasi belanja seperti pusat oleh-oleh khas Lombok, tempat wisatawan dapat membeli mutiara Lombok, kain tenun, dan berbagai kerajinan tangan lainnya sebagai kenang-kenangan dari perjalanan yang tak terlupakan ini.

    Sehari mengelilingi Pulau Lombok adalah pengalaman yang memuaskan meski hanya dalam waktu singkat. Dari pantai-pantai yang indah, budaya yang kaya, hingga petualangan di alam pegunungan, Lombok menawarkan segalanya. Setiap sudut pulau ini menyimpan keindahan dan cerita tersendiri, menjadikan perjalanan sehari mengelilingi Lombok sebagai petualangan yang tak akan terlupakan. (ai/has)

    Keterangan foto:

    Patung legenda Putri Mandalika di Pantai Kuta, suasana malam hari di Pantai dan Kota Mataram. (foto: mustamar)

  • Cerita Minggu Pagi Jalan Udayana, Riuh Aktivitas, Hangat Kebersamaan

    Cerita Minggu Pagi Jalan Udayana, Riuh Aktivitas, Hangat Kebersamaan

    Minggu Pagi di Jalan Udayana, selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh warga sekitar. Ketika matahari baru mulai menampakkan sinarnya, jalanan ini sudah dipenuhi oleh hiruk pikuk aktivitas.

    Deretan pedagang kaki lima membuka lapak mereka di pinggir jalan, menawarkan berbagai macam makanan lezat yang menggugah selera. Mulai dari nasi puyung yang pedasnya membangkitkan semangat pagi, sate rembiga yang empuk, hingga soto ayam dengan kuah gurih yang menghangatkan tubuh.

    Suasana semakin hidup dengan datangnya para pejalan kaki, pelari, dan pesepeda. Banyak warga yang memanfaatkan pagi di Jalan Udayana untuk berolahraga. Mereka menyusuri trotoar yang rindang oleh pohon-pohon besar yang berjajar di sepanjang jalan. Ada juga keluarga yang datang hanya untuk sekadar berjalan santai, menikmati udara segar yang jarang didapat di tengah kota.

    Tak hanya itu, car free day di Jalan Udayana juga menjadi waktu yang tepat untuk bersosialisasi. Para penjual saling menyapa dengan pelanggan mereka, berbincang akrab sambil menyiapkan pesanan.

    Di beberapa sudut, kelompok kecil warga duduk bersama, menikmati kopi dan berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari atau kabar terkini.

    Bagi sebagian orang, momen pagi di hari Minggu adalah cara sempurna untuk mengisi energi sebelum menghadapi kesibukan hari hari berikutnya.

    Jalan Udayana tak sekadar tempat beraktivitas, tetapi juga simbol kebersamaan, di mana setiap orang bisa merasa menjadi bagian dari komunitas.

    Pagi hari yang riuh namun damai ini seolah menjadi awal yang sempurna untuk memulai hari dengan semangat baru. (ai/has)

    Keterangan Foto:

    Suasana Minggu pagi di Jalan Udayana Mataram. (has/lombokexpress.id)

  • Toilet, Fasilitas Kunci Penunjang Pariwisata yang Harus Diperhatikan

    Toilet, Fasilitas Kunci Penunjang Pariwisata yang Harus Diperhatikan

    TOILET sebagai fasilitas umum ternyata memiliki peran vital dalam menunjang industri pariwisata. Ketersediaan, kebersihan, dan kenyamanan toilet di destinasi wisata dapat memengaruhi kesan wisatawan terhadap tempat yang mereka kunjungi.

    Bahkan, kualitas toilet bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah pengunjung akan kembali atau merekomendasikan destinasi tersebut.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno  pernah menyoroti pentingnya fasilitas toilet dalam pariwisata.

    Bahkan  Ia beberapa kali menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas umum, termasuk toilet, di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

    Sandiaga Uno berpendapat bahwa toilet yang bersih dan nyaman sangat berpengaruh terhadap pengalaman wisatawan, dan hal ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia, baik di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Pernyataan serupa juga sering muncul dalam konteks pengembangan destinasi wisata di berbagai negara, terutama ketika berbicara tentang infrastruktur dasar yang mendukung kenyamanan wisatawan.

    Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, HL Fatwir Uzali, MPd juga menyoroti kondisi fasilitas umum di berbagai destinasi wisata di Lombok. Terutama terkait ketersediaan toilet yang layak bagi pengunjung.

    Menurutnya, hampir semua obyek wisata di daerah ini belum memiliki toilet dengan standar yang baik.

    “Di Aik Berik menuju ke Benang Stokel, kondisinya sangat tidak layak. Begitu pula di Suranadi, Lingsar, Loang Balok, Tanjung Luar, dan Pink Beach,” ujar Fatwir.

    Ia juga menambahkan bahwa toilet di Kampung Sade mendekati standar. Namun masih terdapat masalah bau yang menyengat. Sementara di Kampung Ende kondisinya lebih baik karena sering mendapatkan teguran dari pemandu wisata.

    Fatwir juga menyoroti kondisi fasilitas di Gunung Rinjani, di mana hampir tidak ada fasilitas toilet yang memadai bagi pendaki. “Hampir semua restoran di kawasan Tanjung Aan juga memiliki toilet yang sangat tidak layak, bahkan beberapa tamu sampai buang air kecil ke laut,” tuturnya.

    Situasi ini, menurut Fatwir, menjadi perhatian serius karena berdampak pada kenyamanan dan pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Lombok.

    Ada beberapa alasan mengapa toilet dianggap sebagai elemen penting dalam pariwisata:

    Pertama, kenyamanan pengunjung. Toilet yang bersih dan mudah diakses adalah kebutuhan dasar setiap wisatawan. Fasilitas yang memadai akan memberikan kenyamanan selama mereka berwisata. Destinasi yang menyediakan toilet yang baik tentu akan membuat pengunjung merasa lebih betah.

    Kedua, citra destinasi. Kualitas toilet mencerminkan manajemen destinasi itu sendiri. Toilet yang terawat dengan baik menandakan bahwa pengelola peduli terhadap kebersihan dan kepuasan pengunjung. Hal ini berkontribusi pada reputasi positif tempat wisata.

    Ketiga, kesehatan dan kebersihan. Toilet yang higienis berperan penting dalam menjaga kesehatan wisatawan dan mencegah penyebaran penyakit. Kebersihan fasilitas ini sangat memengaruhi rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

    Keempat, meningkatkan pengalaman wisata. Pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau atraksi budaya, tetapi juga fasilitas penunjang seperti toilet. Ketersediaan toilet yang mudah diakses dapat meningkatkan durasi kunjungan dan kenyamanan pengunjung selama berada di lokasi wisata.

    Kelima, aksesibilitas untuk semua. Toilet yang ramah untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, adalah bagian penting dari destinasi yang inklusif. Fasilitas ini memastikan bahwa semua pengunjung, tanpa terkecuali, dapat menikmati destinasi wisata.

    Oleh karena itu, pemerintah dan pengelola tempat wisata diharapkan dapat memperhatikan ketersediaan dan kualitas toilet sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Fasilitas yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan daya tarik destinasi di mata wisatawan. Semoga. (red)

    Keterangan Foto:

    Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, HL Fatwir Uzali, MPd. Foto: internet

  • Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (5)

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (5)

    Jelajahi Tempat-tempat Spiritual dan Mencari Ketenangan Batin

    Setelah menyelami keindahan alam, budaya, dan tradisi Lombok, kita tiba di bagian terakhir dari perjalanan kita: menjelajahi tempat-tempat spiritual dan relaksasi yang cocok bagi mereka yang mencari kedamaian jiwa dan ketenangan batin.

    Pulau Lombok tidak hanya kaya dengan panorama alam yang memikat, tetapi juga menjadi tempat yang ideal bagi wisatawan yang ingin melakukan wisata spiritual atau sekadar meresapi suasana hening.

    Salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam adalah Pura Lingsar, sebuah pura yang dianggap suci oleh dua komunitas keagamaan, yaitu Hindu dan Islam Wetu Telu.

    Pura ini adalah simbol kerukunan antaragama di Lombok, di mana umat Hindu dan penganut Wetu Telu (sebuah bentuk kepercayaan Islam tradisional Sasak) sering berkumpul untuk berdoa dan melaksanakan ritual bersama. Kompleks Pura Lingsar terbagi menjadi dua bagian: Pura Gaduh yang digunakan oleh umat Hindu dan Kemaliq yang digunakan oleh umat Wetu Telu. Di sini, pengunjung bisa merasakan suasana tenang dan damai sembari merenungi nilai-nilai toleransi dan kerukunan yang dipraktikkan oleh masyarakat lokal.

    Tidak jauh dari Pura Lingsar, Anda juga dapat menemukan Pura Batu Bolong. Pura ini terletak di atas tebing karang di tepi pantai di daerah Senggigi, dan menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati matahari terbenam.

    Dari pura ini, Anda bisa melihat Gunung Agung di Bali di kejauhan. Selain menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu, Pura Batu Bolong sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mencari kedamaian sambil menikmati suara deburan ombak yang menghantam karang. Keindahan pemandangan di sekitar pura, terutama saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, menciptakan suasana yang sangat menenangkan dan spiritual.

    Selain pura, Lombok juga memiliki beberapa tempat yang menawarkan pengalaman relaksasi dan penyegaran batin, salah satunya adalah Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Terletak di kaki Gunung Rinjani, kedua air terjun ini dikelilingi oleh hutan tropis yang lebat dan sejuk, menciptakan suasana yang sangat alami dan menenangkan.

    Air Terjun Benang Kelambu terkenal karena aliran airnya yang turun lembut dari tebing, mirip seperti kelambu yang halus. Tempat ini sangat cocok bagi mereka yang ingin bersantai dan merasakan kedamaian di tengah alam yang masih asri. Di sini, Anda bisa merendam kaki di air yang dingin dan jernih, atau sekadar duduk di sekitar air terjun sambil menikmati suara alam yang menenangkan.

    Untuk mereka yang ingin mencari ketenangan dalam bentuk perawatan tubuh, Lombok juga terkenal dengan beberapa spa dan tempat relaksasi yang menawarkan perawatan tradisional Sasak.

    Salah satu perawatan yang populer adalah Lulur Sasak, perawatan tubuh tradisional yang menggunakan ramuan alami seperti kunyit, kemiri, dan daun-daunan untuk membersihkan dan meremajakan kulit. Banyak spa di kawasan Senggigi dan Kuta yang menawarkan paket perawatan ini, lengkap dengan pijat relaksasi yang akan membantu melepas lelah setelah hari yang panjang menjelajahi pulau.

    Bagi yang ingin merasakan ketenangan batin melalui meditasi dan yoga, Lombok memiliki beberapa retret yoga yang tersebar di berbagai lokasi, terutama di daerah pesisir yang tenang seperti Kuta dan Selong Belanak. Retret-retret ini sering mengadakan program harian maupun mingguan yang berfokus pada keseimbangan tubuh dan pikiran, menjadikannya tempat yang ideal bagi mereka yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk dunia dan memfokuskan diri pada kesehatan fisik dan mental.

    Beberapa retret juga menawarkan meditasi di pinggir pantai saat matahari terbit, sebuah pengalaman yang sangat menyegarkan bagi jiwa.

    Tak lengkap rasanya berwisata di Lombok tanpa menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Senggigi, tempat yang populer untuk menikmati suasana santai. Meskipun Pantai Senggigi terkenal sebagai pusat pariwisata Lombok, suasana di sini tetap terasa tenang, terutama di pagi hari ketika pantai belum ramai oleh pengunjung.

    Pantai ini memiliki pemandangan laut yang indah dan cocok untuk berbagai aktivitas relaksasi, seperti berjalan-jalan di tepi pantai, berjemur, atau sekadar duduk sambil menikmati es kelapa muda.

    Dengan berakhirnya perjalanan kita di Pantai Senggigi, ini menjadi penutup yang sempurna untuk petualangan panjang kita di Pulau Lombok. Dari keindahan alam yang memukau, warisan budaya yang kaya, hingga pengalaman spiritual dan relaksasi yang menenangkan, Lombok benar-benar menawarkan sesuatu yang istimewa bagi setiap pengunjung.

    Setiap sudut pulau ini menyimpan cerita dan pengalaman yang unik, dan bagi siapa pun yang datang ke sini, Lombok akan selalu meninggalkan kesan mendalam di hati.

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok bukan hanya sekadar cerita perjalanan, tetapi sebuah undangan untuk mengeksplorasi lebih jauh keindahan yang ditawarkan pulau ini. Lombok bukan hanya destinasi wisata biasa, melainkan tempat di mana alam, budaya, dan spiritualitas menyatu untuk memberikan pengalaman yang luar biasa.

    Sampai jumpa di petualangan berikutnya!  (habis)

    Keterangan Foto:

    Air Terjun Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kab. Lombok Tengah. Foto: mustamar m natsir.

  • Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (4)

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (4)

    Nikmati Keragaman Budaya, di Selatan Bau Nyale, Utara Maulid Adat Bayan

    Di bagian sebelumnya, kita telah menjelajahi keindahan pantai tersembunyi dan mencicipi kuliner khas Lombok. Kali ini, kita akan menyelami tradisi budaya yang kaya dan meriah, yang menjadikan Pulau Lombok bukan hanya surga bagi pecinta alam, tetapi juga bagi mereka yang ingin mengenal warisan leluhur yang unik.

    Salah satu acara budaya terbesar dan paling dinantikan di Lombok adalah Bau Nyale Festival. Festival ini diadakan setiap tahun pada bulan Februari atau Maret, tergantung pada perhitungan kalender Sasak. Bau Nyale adalah tradisi berburu cacing laut (nyale) yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, seorang putri yang mengorbankan dirinya demi menjaga perdamaian di antara kerajaan-kerajaan yang bersaing memperebutkan cintanya. Festival ini tidak hanya berisi kegiatan berburu nyale di pantai, tetapi juga diisi dengan berbagai acara pendukung seperti pertunjukan seni tradisional, lomba perahu, dan parade budaya. Bau Nyale biasanya berlangsung di Pantai Seger dekat kawasan Mandalika, yang menjadi pusat acara utama.

    Selain Bau Nyale, Lombok juga memiliki Peresean, sebuah tradisi adu ketangkasan antara dua pria menggunakan tongkat rotan (penjalin) dan tameng dari kulit kerbau (ende). Peresean awalnya merupakan bagian dari latihan fisik bagi para prajurit, namun kini menjadi salah satu atraksi budaya yang sering ditampilkan pada berbagai upacara adat dan acara budaya. Pertunjukan ini tidak hanya menggambarkan kekuatan fisik, tetapi juga keterampilan dalam menangkis dan menyerang dengan ritme yang harmonis. Meskipun terlihat keras, Peresean memiliki aturan yang ketat untuk melindungi para petarung dari cedera serius.

    Di Desa Bayan, Anda dapat menemukan salah satu tradisi Islam tertua di Lombok, yaitu Maulid Adat Bayan. Tradisi ini merupakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun dengan sentuhan budaya lokal yang unik. Para peserta mengenakan pakaian adat Sasak dan membawa berbagai sesajen sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan rasa syukur. Acara ini diadakan di Masjid Kuno Bayan, yang diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Lombok. Dengan arsitektur sederhana berbahan kayu dan bambu, masjid ini menjadi simbol akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal yang masih terjaga hingga kini.

    Tak hanya festival, Lombok juga dikenal dengan Tarian Tradisional Sasak yang memukau. Salah satu tarian yang populer adalah Tari Gandrunh, sebuah tarian yang awalnya ditarikan sebagai bentuk rasa syukur setelah panen berhasil. Tarian ini ditarikan oleh seorang wanita yang diiringi musik gamelan khas Sasak, dengan gerakan yang anggun dan penuh makna. Tari Gandrung juga sering ditampilkan di berbagai acara penyambutan tamu penting atau wisatawan sebagai lambang keramahan masyarakat Lombok.

    Selain itu, Anda juga bisa menikmati Tari Gendang Beleq, tarian perang yang dilakukan oleh sekelompok pria sambil menabuh gendang besar (beleq). Tarian ini biasanya ditampilkan saat upacara adat atau perayaan besar. Dengan irama yang bersemangat, Tari Gendang Beleq menggambarkan semangat juang dan persatuan masyarakat Sasak, serta memberikan hiburan yang penuh energi bagi penonton.

    Menjelajahi kekayaan budaya Lombok tentu tidak lengkap tanpa membawa pulang cendera mata khas sebagai kenang-kenangan. Salah satu oleh-oleh yang paling dicari adalah Kain Tenun Songket dari Desa Sade atau Desa Sukarara. Setiap kain tenun dibuat dengan tangan dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. Motif dan warnanya yang indah mencerminkan keahlian serta keuletan para wanita Sasak yang mewarisi keterampilan ini dari generasi ke generasi. Kain songket ini tidak hanya digunakan sebagai busana adat, tetapi juga sebagai simbol status sosial dalam masyarakat Sasak.

    Selain kain tenun, Mutiara Lombok juga menjadi salah satu oleh-oleh favorit. Lombok dikenal sebagai penghasil mutiara berkualitas tinggi, baik itu mutiara air tawar maupun air laut. Di sekitar Senggigi dan Mataram, banyak toko perhiasan yang menjual aneka aksesori dari mutiara, mulai dari kalung, cincin, hingga anting dengan berbagai desain modern dan tradisional.

    Dengan kekayaan budaya dan tradisi yang dimilikinya, Lombok tidak hanya menawarkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga sebuah perjalanan yang mendalam ke dalam sejarah dan identitas masyarakat Sasak. Para wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman tak ternilai dengan mengenal lebih dekat kehidupan dan warisan budaya yang dijaga dengan baik oleh masyarakat lokal.

    Di bagian berikutnya dari “Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok”, kita akan menutup perjalanan ini dengan menjelajahi tempat-tempat spiritual dan relaksasi di Lombok yang sangat cocok untuk mereka yang mencari ketenangan batin dan penyegaran jiwa. Nantikan ulasan lengkapnya! (ai/bersambung)

    Keterangan Foto:

    Festival Bau Nyale yang diadakan setiap tahun pada bulan Februari atau Maret. Foto: mustamar

  • Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (3)

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (3)

    Sajikan Perpaduan Alam dan Kenikmatan Kuliner

    DARI Pantai Selong Belanak kita lanjutkan perjalanan ke Pantai yang tidak kalah menarik yakni Pantai Mawi. Garis pantai yang panjang dengan pasir putih bersih dan laut biru jernih membuat pantai ini tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam yang masih perawan.

    Lombok juga menawarkan pesona alam bawah laut yang luar biasa, tidak hanya di Gili, tetapi juga di beberapa spot tersembunyi lainnya seperti Pantai Tangsi yang lebih dikenal sebagai Pantai Pink. Pantai ini mendapat julukan tersebut karena pasirnya yang berwarna merah muda, akibat campuran pasir putih dengan serpihan koral merah. Warna pasir ini semakin terlihat jelas saat matahari bersinar terang. Selain itu, Pantai Pink juga merupakan tempat yang sempurna untuk snorkeling karena airnya yang tenang dan kaya akan terumbu karang. Di sekitar Pantai Pink, Anda juga bisa menemukan gua-gua batu yang menambah eksotisme tempat ini.

    Selain wisata pantai, Lombok juga memiliki Hutan Sesaot, sebuah hutan alami yang cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana hutan tropis. Hutan ini tidak hanya menawarkan pemandangan hijau yang menyejukkan mata, tetapi juga terdapat banyak sumber mata air jernih yang sangat segar. Di tengah hutan, Anda bisa menemukan Pemandian Aik Nyet, sebuah kolam alami yang dikelilingi pepohonan rindang, tempat yang sempurna untuk beristirahat sambil merasakan sejuknya air pegunungan.

    Tak lengkap rasanya menjelajahi Lombok tanpa menikmati kuliner khasnya. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Ayam Taliwang, hidangan ayam panggang yang dibumbui dengan rempah-rempah khas Lombok, memberikan cita rasa pedas dan gurih yang menggugah selera. Ayam Taliwang biasanya disajikan bersama Plecing Kangkung, sayuran kangkung segar yang disiram sambal tomat dengan taburan kacang dan parutan kelapa, menciptakan sensasi rasa yang segar dan pedas di lidah.

    Selain Ayam Taliwang, jangan lewatkan juga mencicipi Sate Rembiga, salah satu makanan favorit masyarakat Lombok. Sate ini terbuat dari daging sapi yang dibumbui dengan rempah-rempah pedas dan manis, lalu dipanggang hingga matang sempurna. Biasanya disajikan dengan lontong atau nasi, sate ini adalah pilihan yang sempurna untuk Anda yang ingin menikmati makanan khas Lombok dengan cita rasa yang kuat.

    Bagi Anda yang lebih suka makanan ringan, cobalah Nasi Balap Puyung, nasi yang disajikan dengan suwiran ayam pedas, kacang goreng, dan serundeng kelapa. Rasa pedas dari ayam suwir dan kriuk dari kacang goreng membuat nasi ini menjadi salah satu pilihan sarapan favorit masyarakat lokal.

    Bagian ketiga ini menyajikan perpaduan keindahan alam tersembunyi dan kenikmatan kuliner khas Lombok. Namun, perjalanan kita belum selesai. Masih banyak sisi menarik Lombok yang belum terungkap, terutama festival-festival budaya yang sering diadakan untuk merayakan kearifan lokal. Di bagian berikutnya, kita akan menggali lebih dalam tentang tradisi dan acara-acara budaya yang membuat Lombok semakin istimewa.

    Jangan lewatkan bagian keempat dari “Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok”, di mana kita akan mengenal lebih jauh tentang kekayaan budaya dan tradisi unik yang dapat dinikmati wisatawan di pulau indah ini! (ai/bersambung)

    Foto: Keindahan Pantai Mawi (internet)

  • Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (2)

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (2)

    Pesona tak Terbatas, Jangan Lupa Mampir di Pulau Pesta

    SETELAH menikmati keindahan Pantai Kuta Mandalika dan Bukit Merese, perjalanan kita berlanjut ke destinasi yang tak kalah menarik, yaitu Pantai Tanjung Aan. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri, pasir pantainya terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasir yang halus di satu sisi dan pasir berbutir seperti merica di sisi lainnya.

    Tak hanya itu, air laut di Pantai Tanjung Aan juga sangat jernih dan tenang, menjadikannya tempat yang ideal untuk berenang atau snorkeling. Jika Anda cukup beruntung, Anda bisa menyaksikan fenomena Nyale, di mana cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika muncul di pantai pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.

    Tak jauh dari Pantai Tanjung Aan, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Gili-Gili Lombok. Gili yang paling terkenal adalah Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiga pulau kecil ini menawarkan berbagai pengalaman yang berbeda. Gili Trawangan dikenal sebagai pulau pesta, dengan banyak restoran, bar, dan kehidupan malam yang meriah. Sementara itu, Gili Meno menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang cocok bagi mereka yang mencari suasana tenang, ideal untuk pasangan atau keluarga. Gili Air menyuguhkan kombinasi antara suasana santai dan fasilitas yang memadai bagi wisatawan.

    Di Gili, aktivitas utama yang tak boleh dilewatkan adalah snorkeling atau diving, karena terumbu karang dan kehidupan bawah laut di sini sangat mempesona, termasuk penyu-penyu laut yang bisa dilihat di sekitar perairan.

    Tak hanya keindahan pantai yang ditawarkan Lombok, pesona pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri. Mari kita menuju Gunung Rinjani, salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia. Mendaki Gunung Rinjani adalah impian banyak pendaki. Selain tantangan fisik, pemandangan yang disajikan sangat memukau.

    Di sepanjang jalur pendakian, kita akan melewati Danau Segara Anak, danau vulkanik yang menakjubkan dengan air biru jernih yang dikelilingi oleh puncak gunung. Tidak hanya itu, di dekat danau ini terdapat sumber air panas yang diyakini memiliki khasiat menyembuhkan, tempat yang sempurna untuk beristirahat setelah pendakian panjang.

    Untuk melengkapi perjalanan wisata alam ini, jangan lupa singgah di Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile yang terletak di kawasan Senaru, kaki Gunung Rinjani. Kedua air terjun ini menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Air terjun Tiu Kelep, dengan ketinggian sekitar 45 meter, memberikan pemandangan air yang jatuh dari tebing curam dan menciptakan kabut halus di sekitarnya. Sendang Gile, dengan aliran air yang lebih lembut, juga menawarkan suasana yang tenang dan asri.

    Selain alamnya yang indah, Lombok juga kaya akan tradisi dan budaya yang bisa dinikmati di berbagai tempat, seperti Desa Sukarara, yang terkenal sebagai pusat kerajinan tenun ikat dan songket Lombok. Wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan kain tradisional ini dan bahkan mencobanya sendiri.

    Para pengrajin di Sukarara menggunakan teknik yang diwariskan turun-temurun, sehingga setiap helai kain yang dihasilkan memiliki nilai seni yang tinggi.

    Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi bagi pencinta budaya adalah Desa Banyumulek, sebuah desa yang terkenal dengan produksi gerabahnya. Di sini, wisatawan bisa belajar membuat gerabah dan membawa pulang hasil karya mereka sebagai oleh-oleh. Seni kerajinan gerabah Banyumulek sudah diakui hingga ke mancanegara, dengan teknik dan motif yang sangat khas.

    Dengan berakhirnya bagian kedua dari perjalanan kita, Lombok semakin menunjukkan pesona tak terbatasnya. Destinasi wisata alam yang memukau, kearifan lokal yang masih terjaga, serta keindahan budaya yang otentik membuat setiap sudut Lombok layak untuk dijelajahi lebih dalam. Nantikan bagian ketiga dari “Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok”, di mana kita akan mengeksplorasi lebih banyak destinasi tersembunyi dan kuliner khas yang menggugah selera.

    Selamat berpetualang! (ai/bersambung)

    Foto: Gili Trawangan (internet)

  • Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (1)

    Menyusuri Obyek Wisata Pulau Lombok (1)

    Alam dan Pantai Menakjubkan, Pengalaman Wisata Tak Terlupakan

    Pulau Lombok, dengan keindahan alam yang memikat, selalu menjadi pilihan tepat bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan Indonesia.

    Dari pantai-pantainya yang menakjubkan, pegunungan yang megah, hingga budaya yang kaya, Lombok menyuguhkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

    Perjalanan kita dimulai dari salah satu tempat paling ikonik di Lombok, Pantai Kuta Mandalika. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus seperti butiran merica dan air lautnya yang jernih biru kehijauan. Di sini, wisatawan dapat berjemur di bawah sinar matahari, berselancar di ombak yang menantang, atau sekadar menikmati keindahan alam yang tenang. Kawasan Mandalika sendiri juga menjadi pusat kegiatan internasional, seperti MotoGP, yang semakin meningkatkan pamor pantai ini.

    Setelah puas menikmati Pantai Kuta Mandalika, perjalanan kita berlanjut ke Bukit Merese. Dari atas bukit ini, panorama lautan lepas yang memukau menyambut para pengunjung. Waktu terbaik untuk datang ke Bukit Merese adalah saat matahari terbenam. Langit yang berwarna oranye keemasan berpadu dengan birunya laut, menciptakan pemandangan yang luar biasa indah.

    Tidak jauh dari sini, ada Desa Sade, sebuah desa tradisional yang masih mempertahankan kebudayaan Sasak asli Lombok. Desa ini memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk lebih mengenal kehidupan masyarakat lokal, dari arsitektur rumah tradisional hingga tarian dan kerajinan tangan khas Sasak.

    Di bagian pertama perjalanan ini, Lombok telah memperlihatkan daya tarik yang luar biasa. Masih banyak keindahan dan kekayaan budaya lainnya yang menunggu untuk dijelajahi. Nantikan kisah perjalanan berikutnya di bagian kedua, di mana kita akan menjelajahi destinasi-destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik di Pulau Lombok. (ai/bersambung)

    Caption foto:

    Bukit Merese. Foto: internet