Category: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  • Pariwisata Indonesia Naik Level, SMSI Apresiasi Menparekraf

    Pariwisata Indonesia Naik Level, SMSI Apresiasi Menparekraf

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat mengapresiasi kinerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan jajaran Kemenparekraf yang berhasil menaikkan peringkat pariwisata Indonesia secara signifikan.

    “Kami mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Menparekraf. Peringkat pariwisata Indonesia kini berada di posisi 32 dari sebelumnya ranking 44. Wisata halal Indonesia juga saat ini berada di peringkat dua dunia, sementara Menparekraf telah mendapat kehormatan berbicara tentang pariwisata berkelanjutan di Majelis Umum PBB,” katanya di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

    Ketua Bidang Luar Negeri SMSI mengemukakan keterangan tersebut dalam perbincangan dengan wartawan terkait naiknya peringkat dan citra pariwisata Indonesia secara signifikan di dunia internasional.

    Sebagaimana dirilis World Economic Forum, Travel Tourism Development Index (TTDI) Indonesia sebelumnya adalah 44. Saat ini naik 12 level sehingga peringkat pariwisata Indonesia berada di posisi 32, melampaui Thailand yang kerap disebut “Traveler’s Paradise” dan Malaysia yang terus mengiklankan diri dengan tagline “Malaysia Truly Asia”.

    Pada posisi ini, di Asia Tenggara, Indonesia hanya kalah dari Singapura, sedangkan di Asia Pasifik, Indonesia menempati ranking delapan.

    Selain itu, Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat dua dunia, suatu peningkatan peringkat yang signifikan setelah tahun sebelumnya berada pada urutan empat.

    Secara akumulatif poin, Indonesia hanya kalah dari Malaysia yang menempati urutan pertama, namun Indonesia mengungguli negara-negara besar lainnya seperti Arab Saudi, Turki, UEA, hingga Qatar yang berturut-turut ada di bawah peringkat Indonesia.

    Sementara itu Menparekraf pada 4 Mei 2022 mendapat kehormatan berbicara di ‘High-level Thematic Debate on Tourism’ yang digelar oleh Majelis Umum PBB New York.

    Menparekraf menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menjadi acuan dunia dalam penanganan COVID-19. Selain dalam penanganan pandemi, Indonesia juga menjadi acuan dunia untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setelah dua tahun dihantam pandemi, dengan tetap memperhatinkan sisi sosial dan lingkungan hidup.

    Menurut Ketua Bidang Luar Negeri SMSI Aat Surya Safaat, naiknya peringkat dan citra pariwisata Indonesia secara signifikan di dunia internasional tidak lepas dari leadership (kepemimpinan) Menparekraf Sandiaga Uno. Sandi juga dinilai memahami dengan baik fungsi manajemen serta mampu berkomunikasi efektif dengan berbagai kalangan terkait.

    “Bagaimanapun, kunci kemajuan suatu institusi adalah faktor leadership yang didukung dengan pemahaman manajemen yang baik serta kemampuan komunikasi yang efektif dari pemimpinnya,” kata Kepala Biro Kantor Berita ANTARA New York periode 1993-1998 dan Pemimpin Redaksi ANTARA 2016 itu.

    Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu juga menyatakan terkesan dengan gebrakan Menparekraf yang dikenal dengan terminologi “Gercep”, “Geber”, dan “Gaspol”. “Gercep” menurut Sandi adalah bergerak cepat dan “Geber” adalah bergerak bersama-sama memanfaatkan semua potensi untuk membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun “Gaspol” adalah menggarap secara optimal semua potensi yang ada.

    Aat juga menyatakan setuju dengan pernyataan Sandi bahwa pariwisata Tanah Air tidak boleh hanya memperhatikan kuantitas, tetapi juga kualitas serta tak hanya mengejar profit, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan.

    Sementara itu National Tourism Strategist, Taufan Rahmadi pada tempat terpisah menyatakan, naiknya peringkat dan citra pariwisata Indonesia secara signifikan di dunia internasional menandakan bahwa pembenahan industri pariwisata dan ekonomi ktreatif yang dilakukan Menparekraf mencapai hasil yang membanggakan.

    “Tapi tentunya masih ada beberapa kekurangan. Ajang dunia semisal MotoGP adalah lahan untuk terus memperbaiki kekurangan. Dari pagelaran besar seperti ini kita bisa lihat apa yang kurang untuk dibenahi,” kata Taufan.

    Menurut dia, ajang lain yang pas untuk menilai dunia pariwisata negeri ini adalah event balap mobil listrik di Jakarta, kemudian G-20 di Bali nanti. Selain itu, seluruh destinasi super prioritas seperti Bali hingga Komodo perlu terus belajar dan berbenah agar menjadi lebih baik lagi.

    Secara khusus dia menyebut ada sejumlah PR yang perlu dibenahi. Mulai dari kualitas sumberdaya manusia (SDM) hingga infrastruktur bandara, pelabuhan, dan jalan yang memberi kemudahan bagi para pelancong.

    Dalam indikator penilaian juga diukur faktor keamanan, lingkungan bisnis, kebersihan, hingga infrastruktur penunjang lain. Poin plus Indonesia, lanjutnya, terletak pada cultural resouces, natural resources, hingga harga yang bersaing. (rls/has)

  • Akunitas Mabar UMKM Terbanyak asal NTT yang Dikirim ke Pameran MotoGP Mandalika

    Akunitas Mabar UMKM Terbanyak asal NTT yang Dikirim ke Pameran MotoGP Mandalika

    LABUAN BAJO (Lombokexpress.id)– Pemerintah memastikan tempat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal NTT menggelar produknya pada ajang MotoGP Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat selama 18-20 Maret 2022 mendatang.

    Melalui Bank Indonesia dan Kopikon salah satu kurator nasional yang ditunjuk pemerintah juga melibatkan pelaku UMKM asal provinsi tetangga Nusa Tenggara Timur.

    Sejumlah pelaku UMKM dari berbagai kelompok dan asosiasi disetiap Kabupaten di NTT pun sangat antusias mengikuti proses seleksi ini.

    Tak terkecuali pelaku UMKM asal Kabupaten Manggarai Barat yang telah tergabung di dalam Asosiasi Kelompok Usaha Unitas (Akunitas)

    “Hasil kurasi yang dilakukan oleh pihak vendor dari tingkat propvinsi sampai ke pusat untuk UMKM yang lolos kurasi ada 20 tetapi setelah diseleksi lagi oleh kurator nasional Kopikon yang terpilih ada 14 pelaku UMKM,” ungkap Ketua Akunitas Mabar Kandy Mayangsari dalam keterangan tertulisnya, Kamis 10 Maret 2022.

    Selanjutnya kata Kandy, dari 14 pelaku UMKM., ada 7 dari Akunitas Mabar dan merupakan peserta UKM terbanyak kali ini.

    “Ke- tujuh pelaku usaha UMKM ini sebelumnya dikurasi lagi oleh pihak ketiga tanpa melibatkan BI dan masing-masing pelaku dikontak secara terpisah dan dikurasi secara online sesuai dengan bidang usaha mereka. Dan puji Tuhan semua lolos,” tambahnya.

    Kandy dalam keterangannya juga menjelaskan bahwa BI KPW NTT belum lama ini telah melakukan kurasi terhadap 35 pelaku UMKM di seluruh wilayah NTT.

    “Para pelaku UKM mendaftarkan produk mereka dalam berbagai macam kategori, di antaranya craft, fashion & accessories, culinary, home decor, furniture, dan coffee & condiments,” ujar Kandy.

    Periode pendaftaran untuk UKM tersebut telah berlangsung hingga 31 Januari 2022 lalu secara daring. Dari UKM yang telah terdaftar di tingkat provinsi, kemudian dilanjutkan ke seleksi tingkat nasional.

    “Yang lolos dari seluruh NTT ada 14 UMKM dan BI menyampaikan proficiat kepada Akunitas karena telah menghasilkan UKM terbanyak dan siap berangkat ke Mandalika. Selain itu ada UKM juga dari Alor, Sikka dan Bajawa,” papar Ketua Akunitas Mabar itu.

    Ketua Akunitas Mabar itu juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dan Perumda Bidadari yang telah banyak membantu mensukseskan proses kurasi melalui e-catalog.

    “Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran pemerintah daerah dan Perumda Bidadari melalui arahan serta bantuan e-catalog yang telah banyak membantu peserta hingga lolos proses kurasi. Sekali lagi terimakasih kepada Pak Bupati Mabar Edistasius Endi dan Dirut Perumda Bidadari Pak Werry Sutanto,” ungkapnya.

    E- catalog ini berisi para pelaku UMKM yang memiliki produk yan g telah dikurasi oleh beberapa Kementerian dan BUMN.

    *Berikut 14 Pelaku UMKM yang lolos kurasi BI dan Kopikon pada pameran UMKM MotoGP Mandalika tahun ini*

    *Dari Manggarai Barat*;

    1. Cuing Bajo : Michael Wyang (Akunitas)
    2. Komodo Gift Shop: Kandy Mayangsari (Akunitas)
    3. Labajo Coffee : Cristine Mayasari (Akunitas)
    4. New Eden : Lieta (Akunitas)
    5. Kompiang Bajo : Nita (Akunitas)
    6. Sibakloang Coffee : Isye Fernandez ( Akunitas)
    7. Bajo Bloom : Ana Fletcher (Akunitas).

    *Dari luar Manggarai Barat*

    1. Arabika Flores : Marselina Walu (Bajawa)
    2. La Moringa : Andrea Hartanto (Kupang)
    3. CV. Belmopu : Mama Ana (Kupang)
    4. Kampung Tenun : Emanuel (Alor)
    5. Asdg : Sonya da Gama. (Sikka)
    6. JB Ethnic : Sherly irawati. (Sikka)
    7. Emanuel All Shop : Emanuel. (Kupang).

    Untuk diketahui, selain BI dan Kopikon, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM (Kemenkop dan UKM) juga melakukan kurasi untuk pelaku usaha lainnya yang juga akan diikutkan dalam pameran MotoGP Mandalika.

    Para pelaku usaha tersebut yakni;

    1. Dapur Dite: Ade Irma (Akunutas)
    2. Galery de Jandi (Olik Jandi (Akunitas)
    3. Mamoy Snacks : Liu Eliana (Akunitas)
    4. Muku Cokkies : Christine Mayasari (Akunitas)

    “Jadi, total keseluruhan pelaku UMKM dari Manggarai Barat yang ikut pameran produk di ajang MotoGP Mandalika berdasarkan hasil seleksi BI, Kopikon dan Kemenkop dan UKM, sebanyak 18 peserta dan 11 diantaranya berasal dari Akunitas,” tutup Kandy. (hms/has)

  • Gubernur NTB dan Bupati Lobar, Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan

    Gubernur NTB dan Bupati Lobar, Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan

    LOBAR (LOMBOKEXPRESS.ID)–Sinergitas, kolaborasi dan koordinasi menjadi bagian penting yang harus tetap diperkuat antara Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar apa yang ditargetkan dan menjadi tujuan bersama bisa terwujud dengan baik.

    Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, M.Sc saat silaturrahmi dengan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, M.Si di Ruang Kerja Bupati, Selasa (18/1/2021).

    “Jadi sinergitas ini sangat penting. Apa yang menjadi prioritas provinsi, Lombok Barat itu masing-masing bisa berjalan seiring dengan satu tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Termasuk dengan digelarnya MotoGP nanti yang secara sederhana apa yang bisa ditata dengan baik dan langsung dilihat oleh para tamu,” terang peraih Doktor termuda di zamannya.

    Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di Bumi Gora ini menginginkan agar berbagai penataan dan perwajahan wilayah Lombok Barat harus segera dimulai saat ini untuk menyambut berbagai event internasional ke depan yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat.

    Bang Zul menghendaki agar event strategis nasional dan internasional yang bakal digelar di NTB dalam waktu dekat seluruh kabupaten/kota se NTB bisa mendapatkan multipliyer efeck dari kegiatan tersebut terutama untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat ditengah upaya pemprov memulihkan industry pariwisata di NTB.

    Gubernur juga menyinggung bundaran Giri Menang Square (GMS) yang menjadi ikonik dan branding Lombok Barat dari berbagai pintu masuk NTB baik dari Pelabuhan Lembar maupun Bandara Internasional Lombok (BIZAM) bisa semakin dipercantik. Dan begitu juga dengan penataan taman sepanjang jalan yang dilintasi oleh para tamu saat berlangsungnya MotoGP Maret 2022 mendatang.

    Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalud, M.Si terpisah dalam wawancaranya tidak menampik pertemuannya dengan Gubernur NTB. Bahwa sinergitas, koordinasi menjelang dihelatnya even internasional di NTB khususnya MotoGP Maret mendatang, pihaknya bersama seluruh perangkat daerah mengaku sudah sangat siap menyambut event dunia dimaksud.

    Bagi Lombok Barat penataan ini termasuk Bundaran GMS sudah jauh hari dilakukan meski tak terlalu banyak, termasuk lampu, pihaknya sudah menyiapkannya. “Focus kita nanti di penataan di Bundaran, sementrara yang lain-lainnya sudah kita siapkan. Istilahnya kita poles poles sedikit-sedikit supaya lebih cantik. Karena untuk penataan menyeluruhnya kita terkendala anggfaran. Untuk Bundaran GMS ini saja sudah dua kali dianggarkan 2020 dan 2021. Tetapi selalu terkena refocusing, mengingat kendala kita di Covid-19nini ,” kata Fauzan Khalid.

    Ditanya soal infeck Lobar dari gelaran MotoGP mendatang, Bupati yang pernah Ketua KPU NTB ini mengakui dampaknya positifnya sudah pasti

    ”Janganlan Lombok Barat, Balipun dapat infeck dan kita juga belajar dari WSBK kemarin. Kita sudah evaluasi apa yang bisa kita isi di mement MotoGP nanti. Kalau penginapan itu otomatis sudah diboking dengan sendirinya. Bahkan informasinya sejak sebulan lalu sudah diboking semuanya. Bahkan pesanan kerabat kami dari luar daerah juga tidak bisa dipenuhi karena kamar hoteldi Lobar sudah terisi penuh,” kata Fauzan.

    Ia juga menyebut tingkat keterisian kamar hotel di kawasan Senggigi sudah full. Para pelaku usaha wisatapun juga sudah siap dengan event ini.

    “Tapi kan jumlah kamar se NTB sangat kurang dibandingkan dengan tamu yang datang. Bahkan para pengusaha travel juga tetap berkomunikasi dengan Pemkab untuk mencari solusinya. Ya polanya tamu nginepnya pakai tenda. Termasuk jika ada rumah warga yang kosong bisa kita berdayakan. Bahkan tamu dari Palembang kita siapkan 1000 tenda di Gili Gde. Macam-macam polanya dan itu semua kita sambut dan layaani dengan baik,” tutupnya.

    Gubernur NTB dalam pertemuan tesebut didampingi Kadis PUPR NTB, H Ridwansyah, MT, Kadis Sosial Ahsanul Khalik, S.Sos, MH dan Dirut RSUP NTB dr. Jack. Dari Lombok Barat hadir sekda Lobar Dr. H. Baihaqi, Kadis Perkim HL. Winengan, Asisten II Rusditah dan Asisten III H. Ilham, Pertemuan tersebut (her/dis)

  • BPOLBF Gandeng 30 Jurnalis Beritakan Ramah Pariwisata

    BPOLBF Gandeng 30 Jurnalis Beritakan Ramah Pariwisata

    LABUAN BAJO–Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengajak 30 jurnalis media lokal, dan nasional, baik online maupun televisi untuk membahas Komunikasi dan Kolaborasi Media dalam pengembangan kawasan pariwisata Floratama di Jayakarta Suites Hotel Labuan Bajo, Minggu, 21 November 2021.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21-22 November 2021 ini, dilakukan BPOLBF dalam rangka mempererat komunikasi dengan 30 media lokal dan nasional dalam mendukungan pengembangan kawasan pariwisata di Flores, Alor, Lembata dan Bima yang sedang gencar dilakukan oleh lembaga besutan Kemenparekraf itu.

    “Dalam rangka mempererat komunikasi antara BPOLBF dan media yang juga merupakan satu dari lima unsur pentahelix yang memiliki kekuatan dalam mendukung pembangunan dan pengembangan pariwisata Flores, Lembata, Alor, dan Bima (Floratama),” kata Dirut BPOLBF Shana Fatina saat membuka kegiatan.

    Adapun tujuan kegiatan ini kata Shana, adalah untuk memperkuat informasi program kerja BPOLBF dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Floratama, baik yang sudah terlaksana pada tahun 2021 serta target capaian program kerja di tahun berikutnya.

    Shana menilai, perkembangan media massa berbasis teknologi digital sebagai arus utama penyebaran informasi publik saat ini, tidak terlepas dari peran insan pers sebagai pewarta perubahan dan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam pertukaran arus informasi global.

    Shana juga meyakini pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi berbagai pihak terutama peran serta para Jurnalis dan pegiat media lainnya melalui pemberitaan yang ramah pariwisata, yang menampilkan wajah bersahabat dari pariwisata Floratama (Flores, Lembata, Alor, dan Bima)

    “Pemberitaan yang ramah pariwisata, yang menampilkan wajah bersahabat dari pariwisata Floratama menjadi salah satu kunci penting yang bisa menjamin rasa aman, serta tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pariwisata Floratama yang tidak hanya menggantungkan diri pada kemapanan infrastruktur, tetapi juga pada kemapanan Sumber Daya Manusianya” pungkasnya.

    Diketahui agenda media gathering antara BPOLBF dan 30 jurnalis media lokal dan nasional antara lain membahas komitmen para jurnalis dalam mengawal pengembangan parekraf berkelanjutan di kawasan floratama dan ditutup dengan deklarasi bersama. (rls/has)

  • Pengukuhan DPD ASITA NTB, Gubernur Bang Zul: Sinyal Baru Bangkitnya Pariwisata

    Pengukuhan DPD ASITA NTB, Gubernur Bang Zul: Sinyal Baru Bangkitnya Pariwisata

    MATARAM–Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berharap kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dapat memberi sinyal baru untuk kebangkitan destinasi pariwisata dan segala potensi yang dimiliki provinsi NTB.

    “Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya pengurus DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB,” harap gubernur saat memberi sambutan pada acara Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 di Grand Legi Hotel Mataram, Jumat (05/11).

    Untuk itu, gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengatakan, untuk memajukan pariwisata di NTB perlu kekompakan, sinergi kerja sama yang baik antar pengurus daerah maupun nasional. Sehingga kontribusi ASITA dalam mengembangkan pariwisata akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

    “Kami atas nama pemerintah merasa bahagia atas pengukuhan pengurus selamat menikmati waktunya di Lombok,” ujar Bang Zul memberikan selamat kepada pengurus ASITA yang baru.

    Ketua Umum DPP ASITA Dr N Rusmiati mengungkapkan, ASITA memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Terutama potensi pariwisata yang dimiliki NTB yang aka siap dipromosikan oleh ASITA NTB.

    “Kami akan selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun pariwisata ke depannya,” ungkapnya. (Ikp/has)

  • Sandiaga Uno Pimpin Minister Talk di Global Tourism Forum 2021

    Sandiaga Uno Pimpin Minister Talk di Global Tourism Forum 2021

    JAKARTA- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan event Global Tourism Forum 2021 tergolong event langka di tengah pandemi COVID-19 ini oleh karena itu dia mengajak President World Tourism Forum Institute Bukut Bagci untuk meningkatkan kolaborasi dengan para pemimpin negara Asean dalam mempersiapkan pembukaan kembali pariwisata.

    Berbicara dalam Minister Talk pada event GTF yang diselenggarakan Indonesia Tourism Forum, World Tourism Forum Institute dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Sandiaga mengatakan ke depan pengembangan pariwisata bukan lagi dalam kerangka kompetisi.

    Hadir secara online pada kesempatan ini adalah H.E.  Dato Ali Apong, Menteri Sumber Daya Primer dan Pariwisata Brunei Darussalam,  Phiphat Ratchakitprakarn, Menteri Pariwisata dan Olahraga Kerajaan Thailand,  Alvin Tan, Menteri Negara untuk Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda, dan
    Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

    Selain itu juga hadir  H.E.  Doan Van Viet, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam serta TITH Chantha, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata, Kerajaan
    Kamboja

    “Kita harus meningkatkan kolaborasi, kerjasama informasi terutama dalam hal kasus harian pandemi global, tingkat vaksinasi dan informasi umum lainnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

    Point kedua yang perlu ditekankan adalah bahwa penerapan prosedur kesehatan di masing-masing negara Asean adalah keharusan dan menjadi isu kritis yang harus terus digaungkan dan diterapkan dengan disiplin tinggi

    “Point ketiga adalah saya menghimbau Bulut Bagci, President WTFI untuk bekerjasama dengan negara-negara Asean, membangkitkan Intra Asian inbound traveler,” tambahnya.

    Apalagi Ministers Talk telah menjadi  bagian dari agenda Forum Pariwisata Global 2021 dan kesempatan di mana para menteri berbagi pemikiran dan pengalaman dalam masalah khusus dari rencana untuk membuka Kembali
    Destinasi Pariwisata ASEAN untuk Turis Internasional.

    Bagi Indonesia sendiri kebijakan dan langkah-langkah utama untuk memulai kembali kegiatan pariwisata dengan cara yang paling aman dan akhirnya buka kembali destinasi wisata dengan penilaian yang teliti dan cermat.

    Pada Ministre Talk tersebut, Menparekraf menekakan kesiapankRI membuka kembali destinasi wisata internasional dan yang terpenting
    komitmen datang dari Presiden Joko Widodo yang menggarisbawahi beberapa strategi pemulihan pariwisata.

    “Kami merencanakan dan mengatur pengaktifan kembali Kalender Acara di seluruh Indonesia dengan
    protokol kesehatan dan keselamatan yang menyeluruh,”

    Pihaknya menekankan pentingnya mengembangkan kembali tempat-tempat wisata di Indonesia
    seperti MICE dan Acara (Festival, Konser Virtual, dll), Kesehatan, Kuliner, Olahraga serta Edutourism. (rls/has)