Category: Giat PWI

  • PWI Lotim Gelar Diklat Jurnalistik dan Konperkab

    SELONG LOMBOKEXPRESS.ID- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabag Lombok Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) jurnalistik yang melibatkan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bertempat di Tete Batu Selatan Kecamatan Sikur. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Konferensi kabupaten (Konperkab) ke V Tahun 2023.

    Pelaksanan kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dimulai dari Jumat (13/10) dan berakhir pada Sabtu (14/10). Acara tersebut dibuka langsung oleh Pj Sekda Lombok Timur Hj. Mifathul Wasli. Termasuk juga dihadiri oleh perwakilan pengurus PWI NTB, PWI Lombok Timur, wartawan dan juga para mahasiswa yang merupakan peserta Diklat.

    ” Pelatihan Jurnalistik tingkat mahasiswa ini melibatkan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi yang ada di Lombok Timur. Melalui kegiatan ini para mahasiswa akan belajar menulis untuk menjadi calon wartawan ” kata Ketua Panitia Hasanah Efendi

    Melalui Diklat ini para peserta diharapkan akan bisa menimba ilmu tentang dunia jurnalistik. Selain menggelar Diklat, dihari berikutnya PWI Lombok Timur juga akan melakukan Konperkab ke V yang akan berlaangsung pada hari Sabtu dengan mengangkat tema “‘ Mewujudkan Profesionalitas Jurnalis Lotim yang Berkemajuan”. Pelaksanaan Konperkab ini akan dilakukan pemilihan pengurus PWI yang baru untuk priode 2023 sampai 2026.

    “Kita harap kegiatan ini sebagai wujud kekompakan para jurnalis yang ada di Lombok Timur” tutup Haspen sapaan akrabnya.

    Sementara itu Pj Sekda Lombok Timur Hj. Miftahul Wasli memberikan apresiasi terhadap dua agenda yang digelar PWI Cabang Lombok Timur. Terutama berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Diklat Jurnalistik tingkat mahasiswa . Ketika saya menjadi mahasiswa kita selalu mencari informasi dan refere.nsi dari media massa. Baik itu dari koran maupun radio. Tapi sekarang berbeda ditengah kemajuan teknologi, berbagai informasi bisa kita akses dengan begitu mudah,” tuturnya.

    Karenanya melalui kegiatan diharapkan para mahasiswa akan memiliki bekal ilmu tentang dunia jurnalistik. Terlebih lagi seorang wartawan itu terikat dengan kode etik jurnalistik. Lebih lanjut disampaikan, wartawan dan pemerintah memang tidak bisa dipisahkan. Keduanya nya memiliki ikatan
    simbosis mutualis. Dalam arti wartawan membutuhkan berita dan pemerintaj juga membutuhkan untuk dipublikasikan terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilakukan.

    ” Makaknya Siapa pun yajg terpilih menjadi Ketua PWI 2023 – 2026 kita berharap akan semakin solid. Dan yang palung utama akan semakin memperkuat kerjasama dengan pemerintahan ” tutupnya. (lie)

  • Atal S Depari Bicara di Forum Belt and Road Journalists Forum (BRJF) 2023 di Beijing

    Atal S Depari Bicara di Forum Belt and Road Journalists Forum (BRJF) 2023 di Beijing

    BEIJING, lombokexpress.id– Kesetaraan dan transparansi merupakan elemen kunci yang sangat penting dalam Inisiatif Jalur Sutera (Belt and Road Initiative) yang digagas oleh Tiongkok. Kesetaraan mengacu pada prinsip bahwa semua peserta dalam inisiatif ini harus mendapatkan manfaat yang seimbang, sementara transparansi menekankan pentingnya informasi terbuka dan jujur dalam pelaksanaan proyek-proyek ini.

    Tiongkok telah berusaha untuk mempromosikan prinsip-prinsip ini dalam pelaksanaan proyek-proyek Belt and Road, dengan menekankan kerjasama yang adil, perlindungan lingkungan, serta pengawasan yang lebih baik terhadap proyek-proyek infrastruktur yang dilakukan. Namun, ada berbagai pandangan dan kontroversi terkait dengan pelaksanaan sebenarnya dari kesetaraan dan transparansi dalam praktek.

    Dalam kegiatan Belt and Road Journalists Forum (BRJF) 2023 di Beijing, Republik Rakyat China (RRC), dari tanggal 12 – 19 Oktober 2023, bertema “Building a Beautiful Silk Road, Jointly Promoting Prosperity and Development” ini, mantan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari berbicara di depan forum yang dihadiri 65 wartawan dari 36 negara.

    Atal S Depari yang juga Presiden Konfederasi Asosiasi Jurnalis ASEAN (CAJ), mengangkat diskusi bertema “Membangun Jalur Sutra yang Indah, Bersama-sama Mendorong Kemakmuran dan Pembangunan,” sebuah topik yang sangat penting dalam konteks global saat ini.

    “Jalur Sutra, dulunya merupakan jaringan jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Timur dan Barat, melambangkan tidak hanya perdagangan bersejarah namun juga pertukaran dan kerja sama budaya.  Saat ini, di abad ke-21, Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok berupaya menghidupkan kembali dan memperluas warisan sejarah ini, membina kerja sama dan konektivitas antar negara.  Jurnalis memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan pemahaman publik terhadap upaya ambisius ini,” kata Atal S Depari, Kamis (12/10).

    Dikatakannya, dalam semangat persatuan dan kolaborasi, PWI dan CAJ sangat yakin bahwa jurnalisme harus menjadi jembatan, bukan penghalang, dalam perjalanan menuju dunia yang lebih saling terhubung.  Profesi kami mengemban tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman, memfasilitasi dialog, dan meminta pertanggungjawaban pihak yang berkuasa.

    “Merupakan tugas kita untuk memberikan cakupan Inisiatif Sabuk dan Jalan yang akurat, seimbang, dan komprehensif, menyoroti peluang, tantangan, dan dampaknya terhadap masyarakat yang terkena dampaknya,” tegas Atal.

    Untuk membangun Jalur Sutra yang indah di era modern, menurut Presiden CAJ ini, kita harus fokus pada beberapa prinsip utama:

    1. Transparansi: Pemerintah, dunia usaha, dan organisasi yang terlibat dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan harus memprioritaskan transparansi dalam operasi mereka.  Keterbukaan ini memungkinkan jurnalis untuk melaporkan secara akurat dan membantu membangun kepercayaan antar negara.

    2. Pertukaran Budaya: Jalur Sutra bukan hanya tentang perdagangan;  itu adalah saluran pertukaran ide, budaya, dan tradisi.  Jurnalis harus menyoroti kekayaan budaya yang dapat dijalin oleh Inisiatif Sabuk dan Jalan, serta memupuk rasa saling menghormati dan menghargai.

    3. Pembangunan Berkelanjutan: Sebagai jurnalis, kita harus memantau dengan cermat dampak lingkungan dan sosial dari proyek-proyek di sepanjang Belt and Road.  Pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang dan keselarasan inisiatif ini.

    4. Inklusivitas: Inisiatif Sabuk dan Jalan harus memberikan manfaat bagi semua negara yang berpartisipasi, bukan hanya segelintir orang saja.  Jurnalis harus memperkuat suara komunitas yang terpinggirkan dan memastikan bahwa peluang dapat diakses oleh semua orang.

    5. Resolusi Konflik: Dalam pemberitaan, kita juga harus memperhatikan potensi konflik yang mungkin timbul akibat perbedaan kepentingan dan cara pandang.  Mempromosikan dialog dan penyelesaian perselisihan secara damai sangat penting bagi keberhasilan inisiatif ini.

    “Kesimpulannya, Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (Belt and Road Initiative) merupakan upaya monumental yang menjanjikan kemakmuran dan pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara yang berpartisipasi.  Namun, untuk benar-benar membangun Jalur Sutra yang indah, kita harus menerapkan transparansi, pertukaran budaya, keberlanjutan, inklusivitas, dan resolusi konflik,” kata Atal Depari.

    Sebagai jurnalis, lanjutnya, merupakan tanggung jawab kita untuk menjunjung prinsip-prinsip ini, memberikan pandangan yang jelas dan tidak memihak kepada dunia mengenai kemajuan inisiatif ini. Dengan melakukan hal ini, kita dapat berkontribusi pada upaya kolektif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua negara yang terlibat dalam Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan.

    “Semoga pekerjaan kita sebagai jurnalis terus menginspirasi kerja sama, pengertian, dan kemajuan di sepanjang Jalur Sutra modern ini,” pungkas Atal Sembiring Depari yang diangkat sebagai anggota Presidium Jariangan Wartawan Belt and Road Network.

    Kegiatan Belt and Road Journalists Forum (BRJF) 2023 di Beijing, diselenggarakan oleh Asosiasi Wartawan Seluruh China atau All China Journalist Association (ACJA) di Hotel Friendship, Beijing. (rls)

  • Muludin Calon Kuat Ketua PWI Lombok Timur

    Muludin Calon Kuat Ketua PWI Lombok Timur

    LOMBOK TIMUR, LOMBOKEXPRESS.ID- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Timur akan memilih Ketua baru dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) yang digelar di Hotel Green Ory Tetebatu, Jumat lusa (13/10).

    Sejumlah calon bermunculan, dua di antaranya calon petahana, Ratna Dewi (Ketua) dan Ustadz Hasfen (Sekretaris PWI) dan penantang baru H Muludin.

    Pemilihan Ketua PWI kali ini diprediksi bakal seru di tengah gonjang ganjing PWI Lombok Timur diterpa isu dan menjadi sorotan publik belakangan ini.

    Pemegang hak suara yang boleh memilih dan dipilih menjadi ketua yakni Anggota PWI yang memiliki kartu PWI (biasa). Untuk PWI Lombok Timur jumlah mereka yang memiliki kartu biasa sebanyak 11 orang wartawan.

    “Kami perkirakan pemilihannya akan berlangsung seru karena masing masing kandidat ketua ada pendukungnya. Bisa juga berlangsung secara aklamasi bila ada musyawarah dan kata sepakat dari peserta Konfercab,” ujar seorang wartawan di Lombok Timur.

    Diharapkan, pengurus yang terpilih nanti bisa membawa PWI Lotim lebih baik lagi dan mengakomodir semua wartawan yang mau bergabung dengan PWI.

    “Keinginan teman teman jurnalis di Lombok Timur simpel saja yakni pengurus dan anggota PWI solid dan bisa bekerjasama dengan semua pihak terutama dengan organisasi wartawan diluar PWI,” harapnya.

    Sementara itu, salah satu kandidat calon ketua PWI Lotim H. Muludin yang dikonfirmasi menyatakan kesiapannya untuk maju.

    “Kalau didukung semua teman-teman, Insyaallah saya siap maju,” tandasnya.

    Muludin tidak banyak berkomentar siapa saja yang akan mendukung dalam konferkab nanti. Saat ditanya berapa kira-kira perolehan suara pendukungnya nanti.

    “Kita lihat saja nanti,” katanya.

    Dikatakan PWI adalah organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia yang sudah berkomitmen bersama mengawal keberlangsungan Indonesia sejak merdeka hingga sekarang menuju arah yang lebih baik.

    Banyak tantangan harus dihadapi di era globalisasi dan tekhnologi informasi yang berkembang sangat pesat. Tugas wartawan terutama yang tergabung dalam PWI harus bekerja profesional dan setiap wartawan disematkan tugas dan tanggung jawabnya sudah diatur dalam UU Pers dan kode etik jurnalistik.

    Dari pusat hingga daerah tugas PWI menjadi garda terdepan menyuarakan kebenaran, tidak menyebarkan berita fitnah atau hoax. Sudah jelas sekali penjelasan apa yang boleh dan larangannya, itu diatur dalam UU Pers. (red)

  • Raker ke-II PWI KSB: Membangun Tradisi Intelektual demi Wartawan Profesional yang Unggul

    Raker ke-II PWI KSB: Membangun Tradisi Intelektual demi Wartawan Profesional yang Unggul

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbawa Barat periode 2023-2026 resmi dilantik oleh Ketua PWI Provinsi NTB, Nasruddin Zain di Aston Inn, Kota Mataram, pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

    Kepengurusan periode ini dipimpin oleh Hairil W Zakariah sebagai Ketua PWI Sumbawa Barat, dengan Abdul Faruk sebagai Sekretaris, dan Heri Andi sebagai Bendahara. Unang Silatang memimpin Komisi Advokasi dan Pembelaan Wartawan, diikuti oleh Abdul Rozak, Dendi, dan Iwan Fardiansyah sebagai anggota.

    Dewi Setyawati memimpin Komisi Pendidikan dan Kompetensi Wartawan, didukung oleh Ibrahim dan Ilham Syahroni. Khairuddin memimpin Bidang Organisasi, dengan dukungan dari Sutan Zaitul Ikhlas, Ishak, dan Joni Ade Pratama. Imam Taufik memimpin Seksi Wartawan Olahraga (Siwo), dibantu oleh Hendra Ardiansyah, Hardoni, dan Ardianto.

    “Selamat kepada pengurus dan anggota PWI Sumbawa Barat yang baru dilantik. Tema utama ‘pers professional, daerah maju’ ini memiliki nilai positif,” kata Ketua PWI NTB, Nasruddin Zain.

    Nasruddin Zain menegaskan pentingnya etika dan kode etik jurnalistik dalam mencapai pers yang profesional. Uji Kompetensi Wartawan dianggapnya sangat penting dalam dunia jurnalistik saat ini.

    “Seorang wartawan harus menjaga sopan santun dan etika, itulah mengapa UKW menjadi penting. Saya mendorong rekan-rekan PWI kabupaten/kota untuk melaksanakan UKW,” kata Nasruddin Zain.

    Dewan Kehormatan PWI NTB, H Agus Talino, mengungkapkan bahwa tema Raker ke-2 PWI KSB, yakni “Pers Professional, Daerah Maju,” sangat menarik. Ia menekankan bahwa menjadi wartawan profesional bukan hanya tentang teori, melainkan juga tentang perilaku.

    “Tradisi diskusi untuk memperkaya pengetahuan kita adalah hal yang penting. Untuk mencapai pers yang profesional, diperlukan banyak terobosan,” tambahnya.

    Agus Talino juga menyampaikan bahwa terdapat 134 kasus pengaduan selama dua bulan terakhir, dengan sebagian besar terkait berita pornografi dan pelanggaran kode etik. Untuk mencegah hal ini, ia mendorong pembangunan tradisi diskusi.

    Ketua PWI Sumbawa Barat, Hairil W Zakariah, menjelaskan sejak terbentuk tahun 2021, PWI Sumbawa Barat terus meningkatkan kapasitas anggota. Selain UKW dan pelatihan, PWI Sumbawa Barat juga mendukung pembangunan dengan program seperti ekspedisi Talonang.

    “Pelantikan di Kota Mataram adalah untuk berinteraksi dengan wartawan senior dan belajar dari pengalaman mereka,” kata Hairil W Zakariah. (red)