Category: Giat PWI

  • UKW PWI Jaya Angkatan ke-65 Lulus 100 Persen, Seluruh Peserta Dinyatakan Kompeten

    UKW PWI Jaya Angkatan ke-65 Lulus 100 Persen, Seluruh Peserta Dinyatakan Kompeten

    JAKARTA (LE)— Sebanyak 32 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-65 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya pada 25–26 Mei 2027 seluruhnya dinyatakan kompeten. Kelulusan 100 persen ini menjadi yang pertama dalam pelaksanaan UKW di era kepengurusan PWI Jaya 2024–2029 di bawah kepemimpinan Kesit Budi Handoyo.

    UKW yang berlangsung di Ruang Serbaguna Besar (RSGB), Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat itu dilaksanakan secara mandiri, di mana seluruh peserta membiayai sendiri keikutsertaan mereka dalam proses uji kompetensi.

    Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan, pelaksanaan UKW mandiri memiliki tekanan yang lebih kuat dibanding UKW fasilitasi. Sebab, peserta datang dengan kesadaran dan tanggung jawab sendiri untuk meningkatkan kualitas serta profesionalisme sebagai wartawan.

    “Ini UKW mandiri. Peserta membayar sendiri biaya UKW-nya. Karena itu tekanannya lebih kuat. Mereka datang dengan keseriusan dan tanggung jawab untuk benar-benar lulus kompetensi,” kata Kesit.

    Pengumuman hasil UKW disampaikan penguji Tb Adhi pada penutupan kegiatan. Dari total 32 peserta, seluruhnya dinyatakan kompeten, terdiri atas 26 peserta kategori Muda, empat peserta kategori Madya, dan dua peserta kategori Utama.

    Sebanyak 32 peserta UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya 2027 ditangani tujuh penguji. Rinciannya, dua peserta kategori Utama diuji Aljufri Alkatiri, empat peserta kategori Madya diuji Diapari Sibatangkayu, serta 26 peserta kategori Muda ditangani lima penguji, yakni Kesit Budi Handoyo, A.R. Loebis, Tb Adhi, Rabiatun Drakel, dan Kadirah.

    Menurut penguji kategori Utama, Aljufri Alkatiri, penilaian pada jenjang utama tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga visi kepemimpinan dan kemampuan manajerial redaksional peserta.

    “Di tingkat utama, penekanannya lebih kepada visi, pemahaman manajerial redaksional, serta kemampuan perencanaan dalam mengelola media dan ruang redaksi,” ujar Aljufri.

    Ketua Pelaksana UKW Angkatan ke-65 Arman Suparman mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan berlangsung lancar sejak pembukaan hingga penutupan.

    “Alhamdulillah seluruh rangkaian UKW berjalan lancar. Terima kasih kepada para penguji, peserta, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan UKW ini,” ujar Arman Suparman.

    Arman Suparman juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat yang telah menyediakan fasilitas tempat pelaksanaan UKW sehingga kegiatan dapat berjalan nyaman dan lancar. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat Helmi yang turut mengupayakan dukungan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Salah satu peserta UKW, Guruh Nara Persada dari PosKota.id, mengaku pelaksanaan UKW kali ini terasa ketat dan cukup melelahkan. Menurutnya, seluruh peserta dituntut fokus dan serius mengikuti setiap tahapan uji kompetensi.

    “UKW kali ini benar-benar ketat dan melelahkan. Semua peserta harus fokus dari awal sampai akhir. Bahkan ada peserta yang sampai minum obat karena kelelahan,” ujar Guruh. (red)

    Selama dua hari, peserta menjalani berbagai materi uji mulai dari wawancara, penulisan berita, penyuntingan naskah, hingga pemahaman Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.

    Kesit menegaskan, UKW bukan sekadar mendapatkan sertifikat, melainkan bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan kualitas insan pers di tengah derasnya arus informasi digital.

    “Kompetensi wartawan harus terus dijaga. Pers yang sehat lahir dari wartawan yang profesional, memahami kode etik, dan bekerja sesuai standar jurnalistik,” ujarnya.

    Keberhasilan seluruh peserta meraih predikat kompeten mendapat apresiasi dari jajaran penguji dan pengurus PWI Jaya. Capaian tersebut dinilai menunjukkan semakin tingginya kesadaran wartawan terhadap pentingnya standar kompetensi dan etika profesi dalam menjalankan tugas jurnalistik. (red)

  • SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    JAKARTA (LE)– Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia(SIWO PWI) dipastikan bakal menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten. SIWO PWI Pusat menyiapkan dua agenda besar yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SIWO se-Indonesia dan Anugerah SIWO Award 2025.

    Ketua SIWO PWI Pusat, Suryansyah, mengatakan kedua kegiatan tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Hotel Le Dian, Serang.

    “Rakernas SIWO dan Anugerah SIWO Award 2025 digelar pada hari yang sama, Sabtu, 7 Februari 2026, di Hotel Le Dian, Serang, Banten,” ujar Suryansyah, Kamis (15/1/2026).

    SIWO Award 2025 Disiarkan Langsung TVRI Sport

    Anugerah SIWO Award 2025 adalah, sebuah penghargaan prestisius bagi insan olahraga Indonesia berprestasi sepanjang tahun 2025.

    Ketua Panitia Pelaksana SIWO Award 2025, Dede Isharudin, menyebutkan acara ini akan disiarkan secara langsung oleh TVRI Sport.

    “Anugerah SIWO Award 2025 akan disiarkan langsung oleh TVRI Sport pada Sabtu malam, 7 Februari 2026,” ujar Dede.

    Proses Seleksi

    Sebanyak 45 atlet putra dan putri masuk tahap penilaian, mencakup prestasi dari Kejuaraan Dunia, Olimpiade, Asian Games, SEA Games, hingga Kejuaraan Nasional. Setelah melalui verifikasi ketat, tim keabsahan menyaring 29 atlet senior dan 16 atlet junior terbaik.

    Tim keabsahan diketuai Syahnan Rangkuti, dengan anggota yakni Femi Diah (detik.com), Putra Tegar (CNN Indonesia), Iwan Kurniawan selaku Ketua Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pullata) serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KONI Pusat, serta Suryo Agung, mantan atlet nasional.

    Sementara dewan juri terdiri dari Gungde Ariwangsa (wartawan senior), Mohamad Kusnaeni (pengamat), dan Gugun Yudinar dari KONI Pusat.

    Penghargaan Baru: Atlet Inspiratif

    Pada gelaran tahun ini, SIWO PWI juga menambahkan kategori penghargaan baru di SIWo AWARD 2025, yakni Atlet Inspiratif.

    “Penghargaan ini diberikan kepada atlet yang perjuangannya mampu memberi motivasi, semangat, dan nilai-nilai luhur dalam meraih prestasi,” ungkap Suryansyah.

    Penghargaan untuk Tokoh Olahraga

    Selain penghargaan pada atlit, pelatih, penghargaan juga diberikan kepada tokoh masyarakat, KONI dan Kepala Daerah yang peduli pada olahraga.

    “Kepedulian itu ditunjukan pada aksi nyata, memajukan olahraga dan membangun infrastruktur olahraga di daerah dan kepedulian mereka pada atlit dan cabor olahraga di daerah,” tambah Suryansyah.

    Rakernas SIWO se Indonesia

    Dalam Rakernas SIWO 2026, sejumlah agenda strategis akan dibahas, mulai dari program kerja SIWO tahun 2026, hingga penentuan calon tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

    Menurut Suryansyah, saat ini telah muncul dua provinsi kandidat tuan rumah Porwanas 2027, yakni Lampung dan Sumatera Utara.

    “Kedua provinsi akan mempresentasikan kesiapan mereka, termasuk kesanggupan membayar uang garansi sebesar Rp100 juta sesuai keputusan Rakornas SIWO se-Indonesia,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Rakernas SIWO juga akan dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SIWO PWI Pusat dan Komite Sepakbola Mini Indonesia.

    Diskusi Nasional Sport Tourism Banten

    Selain rakernas dan Anugerah Siwo Award, SIWO PWI juga menggelar diskusi nasional bertema Sport Tourism Provinsi Banten. Diskusi akan diikuti SIWO se Indonesia.

    Diskusi nasional sport tourism ini adalah kerjasama PWI dengan Pemprov Banten untuk membantu promosi olahraga di Banten.

    Rencananya, Diskusi Nasional tentang Sport Tourism Banten ini akan menampilkan pembicara Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Akademisi (Pengamat) Pariwisata dan Direktur Utama Tanjung Lesung selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.

    Dengan rangkaian agenda nasional, siaran langsung televisi, hingga penentuan masa depan Porwanas 2027, kehadiran SIWO PWI Pusat di HPN 2026 Serang dipastikan menjadi sorotan utama insan pers dan olahraga nasional.

    Unggulan SIWO Award

    Berikut nama-nama unggulan Atlit, Pelatih dan Cabor SIWO Award 2025:

    Lima Unggulan Atlet Putra Terbaik SIWO Award 2025

    (berdasarkan abjad)

    1. Kiromal Katibin – Panjat Tebing

    2. Rashif Amila Yaqin – Triathlon

    3. Rizki Juniansyah – Angkat Besi

    4. Robi Syianturi – Atletik

    5. Seraf Naro Siregar – Wushu

    Unggulan Atlet Putri Terbaik SIWO Award 2025

    (berdasarkan abjad)

    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi – Panjat Tebing

    2. Dina Aulia – Atletik

    3. Janice Tjen – Tenis

    4. Martina Pratiwi – Triathlon

    5. Odekta Naibaho – Atletik

    Unggulan Atlet Harapan Putra SIWO Award 2025

    (berdasarkan abjad)

    1. Ardana Cikal Damarwulan – Panjat Tebing

    2. Basral Graito Hutomo – Skateboard

    3. Evandra Florasta – Sepak Bola

    4. Jason Donovan Yusuf – Renang

    5. Moh. Zaki Ubaidillah – Bulutangkis

    Unggulan Atlet Harapan Putri SIWO Award 2025

    (berdasarkan abjad)

    1. Alma Ariella Tsany – Panjat Tebing

    2. I Gusti Ayu Kristabella – Basket

    3. Kayla Nadia Shafa – Triathlon

    4. Luluk Diana Tri Wijayan – Angkat Besi

    5. Masniari Wolf – Renang

    Unggulan Pelatih Terbaik SIWO Award 2025

    (berdasarkan abjad)

    1. Cali Amaral – Pelatih Triathlon

    2. Dwi Janarto – Pelatih Atletik

    3. Hendra Basir – Pelatih Panjat Tebing

    4. Nova Ariyanto – Pelatih Sepak Bola

    5. Triyatno – Pelatih Angkat Besi

    Unggulan Atlet Putra Difabel (berdasarkan Abjad)

    1. Abdil Majid Rahma (Pararenang)

    2. Hikmat Ramdani (Parabadminton)

    3. I Kadek Dwi Purwana (Paraatletik)

    4. Ken Swagumilang (Parapanahan)

    5. Muhammad Bintang Satria Herlangga (Boccia)

    6. Tifan Abid Alana (Paracycling)

    7. Yayang Gunaya (Paratenismeja)

    Unggulan Atlet Putri Difabel

    1. A Delima Yunia Susanti (Parapowerlifting)

    2. Gischa Zayana (Boccia)

    3. Karisma Evi Tiarani (Paraatletik)

    4. Leli Marlina (Paratenismeja)

    5. Qonitah Ikhtiar Syakuroh (Parabadminton)

    6. Siti Alfiah (Pararenag)

    Unggulan Pelatih Terbaik Difabel

    1. Abdul Azis, Paraatletik

    2. Andrian Margatha Kasih (Boccia)

    3. Bangun Sugito (Paratenis meja)

    4. Dinda Ayu Sekartaji (Pararenang)

    5. Hary Susanto (Parabadminton)

    Unggulan Cabang Olahraga (Cabor) Terbaik

    1. Angkat Besi

    2. Atletik

    3. Dayung

    4. Judo

    5. Panjat Tebing

    6. Triathlon

    7. Wushu

    Unggulan Atlet Inpsiratif

    (berdasarkan abjad)

    1. Basral Graito (skateboard)

    2. Dewi Laila Mubarokah(menembak)

    3. Hendro Yap (atletik)

    4. Janice Tjen (tenis)

    5. Rilus Siko (sepak bola amputasi)

  • Gerbang, Lumbung, dan Ingatan Kolektif

    Gerbang, Lumbung, dan Ingatan Kolektif

    Kadang-kadang, kebudayaan tidak sedang kehilangan bentuk. Ia hanya kehilangan panggung.

    Lumbung itu masih ada. Di Lombok. Di kampung-kampung. Di ingatan orang tua. Tetapi ia perlahan-lahan menghilang dari kesadaran nasional. Tidak lagi hadir sebagai simbol. Tidak lagi dibicarakan sebagai identitas. Ia hanyalah benda—bukan makna.

    Lalu, seorang wali kota datang membawa lumbung itu ke Jakarta.

    Bukan dengan memanggulnya. Bukan dengan memamerkannya sebagai artefak museum. Tetapi menjadikannya dengan gerbang. Gerbang yang dilewati setiap hari. Gerbang yang dilihat ribuan orang. Gerbang yang diperdebatkan, difoto, dipakai sebagai motif, bahkan dijadikan bros. Namanya: Gerbang Sangkareang.

    Di Gedung Dewan Pers, Jumat itu, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana tidak sekadar melakukan presentasi Anugerah Kebudayaan PWI 2026. Ia sedang menguji satu pertanyaan besar. Apakah Kebudayaan masih bisa hidup di kota modern?

    Jawaban para juri nampaknya jelas. Bisa. Bahkan sangat bisa.

    Agus Dermawan T, pengamat seni yang kenyang pengalaman, mengingatkan bagaimana dulu lumbung Lombok pernah menjadi inspirasi pelukis dunia. Nama I Wayang Pengsong disebut. Lumbung, katanya, pernah mendunia lewat kanvas. Kini, ia hidup kembali melalui arsitektur kota.

    Ada pergeseran penting di sini. Dulu, kebudayaan bergerak lewat seniman. Saat ini, ia juga bisa bergerak melalui kebijakan publik.

    Sudjiwo Tejo melihat sisi lain. Ia tidak bicara gerbang. Dia berbicara Perang Ketupat. Tradisi. Upacara. Ingatan kolektif yang tidak bisa ditiru daerah lain. Ia mengingatkan satu hal penting: modernisasi sering kali membuat kita malu pada tradisi sendiri.

    Di Lombok, kata Sudjiwo, itu belum terjadi. Itulah modal kebudayaan yang paling mahal.

    Mohan, dalam presentasinya, tidak mengklaim dirinya sebagai budayawan. Ia hanya wali kota. Tetapi mungkin justru di situlah letak kelemahannya. Ia tidak memosisikan budaya sebagai romantisme masa lalu, melainkan sebagai ekosistem masa depan.

    Gerbang Sangkareang bukan tugu mati. Ia melahirkan Batik Mentaram. Ia mempengaruhi desain kota. Ia membuka lapangan kerja. Ia memberi identitas visual yang konsisten. Ia menjadi city branding—istilah modern untuk sesuatu yang sejatinya sangat tua: jati diri.

    Menariknya, Mohan tidak berhenti pada simbol. Ia berbicara mengenai dampak ekonomi. UMKM. Pekerjaan lokal. Produk yang ditampilkan di Melbourne. Di Bellabric. Budaya yang berjalan bersama pasar, tanpa kehilangan ruhnya.

    Permasalahan kebudayaan sering gagal di banyak daerah.

    Festival Kita Rajin. Kita rajin seremoni. Tapi jangan lupa. Lupa bahwa budaya harus bisa memberi makan, bukan sekadar tepuk tangan.

    Gerbang Sangkareang, dalam konteks itu, adalah eksperimen penting. Ia bukan hanya soal estetika. Ia soal keberanian mengambil identitas lokal di tengah tekanan globalisasi yang seragam.

    Kota-kota hari ini berlomba menjadi “modern”. Gedungnya mirip. Jalannya lebar. Logonya umum. Tetapi Mataram memilih jalan yang berbeda: menjadi modern dengan wajah sendiri.

    Apakah ini cukup untuk Anugerah Kebudayaan PWI 2026? Itu masalah hukum.

    Tetapi satu hal sudah pasti. Ketika seorang kepala daerah bicara kebudayaan bukan sebagai aksesori, melainkan sebagai fondasi pembangunan, maka ia sedang melawan arus zaman yang sering lupa pada akar.

    Gerbang itu kini berdiri di Mataram. Intinya, ia adalah undangan terbuka.

    Undangan untuk mengingat kembali bahwa kebudayaan tidak harus disimpan. Ia harus dilewati. Setiap hari. Dengan sadar. Dengan bangga. Dan mungkin, di situlah makna terdalam dari sebuah gerbang. (*)

  • Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030

    Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030

    9JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari secara resmi mengumumkan susunan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030.

    Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi Pengurus PWI Pusat yang digelar di Aula Dewan Pers, Senin (15/9/2025).

    Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir menyebut kepengurusan kali ini sebagai “kabinet persatuan” yang diharapkan dapat semakin solid dan kompak untuk menggalang peran masyarakat pers di tengah tantangan disrupsi media.

    “Wartawan harus teguh dalam menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu pengurus PWI akan hadir mendampingi seluruh anggota agar menjaga komitmen tersebut.

    Munir menganalogikan informasi yang disajikan wartawan sebagai “makanan bergizi” bagi publik.

    “Dengan informasi yang sehat, masyarakat tentu akan lebih kuat dan cerdas, dibandingkan jika terus-menerus disuguhi hoaks dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital,” tambahnya.

    *Tokoh Pers Nasional Duduki Struktur Strategis*

    Cak Munir, wartawan senior sekaligus Direktur Utama LKBN ANTARA, ini akan didampingi oleh Atal S. Depari sosok wartawan senior yang juga mantan Ketum PWI Pusat periode 2019-2023.

    Lalu Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua Umum PWI versi KLB yang merupakan mantan Ketua PWI Riau dua periode menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Marthen Selamet Susanto, Pemimpin Redaksi Koran Jakarta. Adapun Zulkifli Gani Ottoh, mantan Ketua PWI Bidang Organisasi kembali didaulat di posisi yang sama.

    Dewan Penasihat PWI Pusat akan dipimpin oleh Suryopratomo, mantan Pemimpin Redaksi Kompas dan Metro TV yang kini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura.

    Sementara itu, Ilham Bintang, pendiri Cek & Ricek dan pelopor jurnalisme infotainment serta mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI, menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Penasihat.

    Jabatan Sekretaris Dewan diisi oleh Sasongko Tedjo, mantan Pemred Suara Merdeka, yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

    Jajaran anggota Dewan penasihat terdiri dari tokoh-tokoh besar dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Hadir Karni Ilyas, jurnalis senior sekaligus pendiri Indonesia Lawyers Club. Tribuana Said, putra pendiri Harian Waspada Ani Idrus dan pendiri LPDS. Nama besar lain yang bergabung adalah Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos Group yang juga pernah menjabat sebagai Dirut PLN dan Menteri BUMN.

    Kehadiran jurnalis perempuan senior juga mewarnai Dewan penasihat melalui Retno Pinasti, Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar. Kemal Effendi Gani, Pemimpin Umum dan Pemred Majalah SWA. Asro Kamal Rokan, mantan Pemred Republika yang, kini menjabat Presiden ISWAMI.

    Struktur ini juga diperkuat oleh Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers yang dikenal sebagai pakar regulasi media dan Penerbitan. Sementara itu, Iman Brotoseno, Dirut TVRI sekaligus sutradara film, menambah warna dengan latar belakang pengurus PWI. Lalu ada Hendrasmo, Dirut RRI sekaligus doktor Ilmu Politik yang sebelumnya pernah berkarier di BBC.

    Sementara itu, Dewan Pakar dipimpin oleh Dhimam Abror, mantan Pemred Jawa Pos dan Bola, bersama Nurjaman Mochtar mantan Pemred ANTV, sebagai Sekretaris. Hadir pula jurnalis muda seperti Alfito Deannova Pemred Detik.com mengisi posisi anggota Dewan Pakar serta Aiman ​​​​Witjaksono sebagai Wakil Ketua Departemen Hukum & HAM.

    Dengan struktur yang kokoh dan representatif ini, PWI Pusat periode 2025–2030 diharapkan mampu menjadi penghambat stabilitas sekaligus inovasi motor dalam dunia pers nasional. Sinergi antara pengalaman panjang, keahlian khusus, serta semangat inovasi menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi yang amanah, demi terciptanya ekosistem media yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di era digital.

    *Berikut Susunan Lengkap Pengurus PWI Pusat Masa Bakti 2025-2030*

    DEWAN PENASIHAT

    Ketua : Suryopratomo
    Wakil Ketua : Ilham Bintang
    Sekretaris : Sasongko Tedjo
    Anggota : Karni Ilyas
    : Tribuana Said
    : Dahlan Iskan
    : Retno Pinasti
    : Kemal Effendi Gani
    : Asro Kamal Rokan
    : Agung Dharmajaya
    : Iman Brotoseno
    : Firdaus
    : Hendrasmo
    : Sutrimo
    : M.Noeh Hatumena
    : Imawan Mashuri
    : Basril Basyar
    DEWAN KEHORMATAN
    Ketua : Atal S. Depari
    Wakil Ketua : Herbert Timbo Siahaan
    Sekretaris : Nurcholis MA Basyari
    Anggota : Banjar Chairuddin
    Diapari Sibatangkayu
    Helmi Burman
    Usman Kansong
    Zacky Antony
    Muhammad Syahrir

    DEWAN PAKAR
    Ketua : Dhimam Abror
    Sekretaris : Nurjaman Mochtar
    Anggota : Wahyu Muryadi
    : Heddy Lugito
    : Eduard Depari
    : Effendi Ghazali
    : Sujiwo Tejo
    : Yulian Warman
    : Hidayat Arsani
    : Gories Mere
    : Alfito Deannova
    : Helena Rea
    : Syahdanur
    : Reva Deddy Utama
    : Raldi Doy
    : Muhammad Amru
    : Andrian Tuswandi
    : Rudi Hidayat
    : Edi Saputra Hasibuan

    Ketua Umum : Akhmad Munir

    Bidang Organisasi
    Ketua : Zulkifli Gani Ottoh
    Wakil Ketua : Djoko Tetuko Abdul Latif

    Bidang Pembinaan Daerah
    Ketua : Mirza Zulhadi
    Wakil Ketua I : Novrizon Burman
    Wakil Ketua II : Sarjono

    Bidang Pendidikan
    Ketua : Agus Sudibyo
    Wakil Ketua I : Suprapto
    Wakil Ketua II : Zarman Syah

    Bidang Kerjasama dan Kemitraan
    Ketua : Ariawan
    Wakil Ketua I : Abdullah Sammy
    Wakil Ketua II : Kadirah
    Wakil Ketua III : Amy Atmanto

    Bidang Hubungan Luar Negeri
    Ketua : Irfan Junaidi
    Wakil Ketua : Budhiana Kartawijaya

    Bidang Multimedia dan IT
    Ketua : Hilman Hidayat
    Wakil Ketua I : Agus Salim Alwi Hamu
    Wakil Ketua II : Merdi Sofansyah

    Bidang Media & Penyiaran
    Ketua : Auri Jaya
    Wakil Ketua I : Danang Sanggabuana
    Wakil Ketua II : Dede Apriadi

    Bidang Pembelaan & Pembinaan Hukum
    Ketua : Anrico Pasaribu
    Wakil Ketua : Octap Riadi

    Sekretaris Jenderal : Zulmansyah Sekedang
    Wakil Sekretaris Jenderal I : Haryo Ristamaji
    Wakil Sekretaris Jenderal II : Iskandar Zulkarnain

    Bendahara Umum : Marthen Selamet Susanto
    Wakil Bendahara Umum I : Herlina Anis
    Wakil Bendahara Umum II : Sumber Rajasa Ginting

    KOMISI-KOMISI:

    Komisi Pendidikan & Pelatihan
    Ketua : Jufri Alkatiri
    Wakil I : Anas Syahirul Alim
    Wakil II : Aldi Gultom

    Komisi Kompetensi Wartawan
    Ketua : Firdaus Komar
    Wakil : Ahmad Fauzi Chan

    Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan
    Ketua : Henny Murniati
    Wakil : Ria Dewi

    Komisi Wartawan Olahraga (Siwo)
    Pembina : Mahfudin Nigara
    Wakil Pembina : Gungde Ariwangsa
    Ketua : Suryansyah
    Wakil Ketua I : Dede Isharrudin
    Wakil Ketua II : Erwin Muhammad
    Sekretaris : Wina Setyawatie
    Wakil Sekretaris : Rudi Sahwani
    Anggota : Husnie
    : Syahnan Rangkuti
    : Denni Risman

    DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

    Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya
    Ketua : Ramon Damora
    Wakil Ketua I : Eko Teguh
    Wakil Ketua II : Kunni Masrohanti

    Departemen TNI dan Polri
    Ketua : Jhonny Handjojo
    Wakil Ketua (Khusus Polri) : Musrifah
    Wakil Ketua (Khusus TNI) : Badar Subur

    Departemen Hukum & HAM
    Ketua : Baren Antonius Siagian
    Wakil Ketua I : Aiman ​​​​Witjaksono
    Wakil Ketua II : Ardiansyah MZ Tanjung
    Wakil Ketua III : Eddy Iriawan

    Departemen Parlemen
    Ketua : Ade Chandra

    Departemen EKUIN
    Ketua : Heri Triyanto
    Wakil Ketua I : Yura Syahrul
    Wakil Ketua II : M. Sarwani

    Departemen Pangan dan Energi
    Ketua : Gaib Maruto Sigit
    Wakil Ketua I : M. Arifin Mukendar
    Wakil Ketua II : Rizal Afrizal

    Departemen Kajian & Litbang
    Ketua : Akhmad Sefudin
    Wakil Ketua I : Rukman Nawawi
    Wakil Ketua II : Jimmy Endey

    Departemen Humas
    Ketua : Hengki Lumban Toruan
    Wakil Jaringan Media : Akhmad Dani
    Wakil Jaringan Pewarta Foto : B Hersunu AW
    Wakil Jaringan Media Sosial : Achmad Rizal

    DIREKTORAT

    Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) : Aat Surya Safaat
    Wakil Direktur : Eko Pamuji

    Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) : Marah Sakti Siregar
    Wakil Direktur : Nizwar

    Direktur Anugerah Adinegoro : Maria D. Andriana
    Wakil Direktur : Eko Suprihatno

    Direktur Anugerah Seni & Kebudayaan : Yusuf Susilo Hartono

    Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) : Ahmed Kurnia Soeriawidjaja
    Wakil Direktur : Yono Hartono

    Direktur Anti Kekerasan Wartawan : Edison Siahaan
    Wakil Direktur : Supardi Hardy

    Direktur Satgas Anti Hoax : Insan Kamil
    Wakil Direktur I : Mercys Charles Loho
    Wakil Direktur II : Muhtadi Putra Nusa

    Direktur PWI Peduli : Yoyok Ajar
    Wakil Direktur : Samsir Hamajen

    Direktur Aset : Endang Werdiningsih
    Wakil Direktur : Rabiatun Drakel

    Direktur Pers Pancasila : Sihono HT
    Wakil Direktur : Mochtar Touwe

    #HUMASPWI2025

    Keterangan Foto:

    Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir (empat dari kanan) foto bersama pengurus PWI NTB. (ist)

  • Munir Mantap Maju, 17 Provinsi Beri Dukungan di Kongres PWI

    Munir Mantap Maju, 17 Provinsi Beri Dukungan di Kongres PWI

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Senin malam (25/8), calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030, Akhmad Munir, menyerahkan dokumen pencalonan ke Tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Kongres Persatuan PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta. Hujan yang mengguyur kawasan itu mengiringi proses penyerahan, seolah memberi simbol dukungan alam bagi langkah Munir, yang akrab disapa Cak Munir.

    Hingga malam ini, sebanyak 17 PWI provinsi resmi memberikan rekomendasi tertulis berupa surat asli dengan tanda tangan basah dan stempel resmi dari para ketua PWI provinsi. Dukungan tersebut memastikan dirinya telah mengantongi lebih dari 50 persen suara sah yang akan diperebutkan pada kongres, 29-30 Agustus 2025 mendatang.

    Penyerahan dokumen kelengkapan dilakukan oleh tim sukses Cak Munir, yakni Dar Edi Yoga dan Sumber Rajasa Ginting, karena Munir tidak hadir secara langsung. Baik memastikan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi sesuai aturan kongres. Proses ini menjadi titik penting dalam perjalanan Cak Munir menuju kursi Ketua Umum PWI Pusat.

    Hal serupa juga dilakukan Atal S. Depari yang menyerahkan dokumen pencalonan sebagai calon calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat melalui perwakilan. Kehadiran tim sukses kedua calon diterima secara resmi oleh panitia kongres OC dan SC yang terdiri dari Tubagus Adi, Raja Pane, Firdaus Komar, dan Diapari Sibatangkayu yang kemudian akan melakukan verifikasi berkas sesuai mekanisme yang berlaku.

    “Dukungan 17 provinsi ini adalah amanah yang sangat besar. Saya akan menjaga kepercayaan ini untuk membangun PWI yang bersatu, solid, profesional, dan bermanfaat bagi komunitas dan ekosistem pers serta bangsa Indonesia,” ujar Cak Munir dalam keterangannya.

    Sementara itu, Raja Pane dari Tim SC menegaskan bahwa seluruh dokumen pencalonan telah diterima dengan baik. “Terima kasih, dokumen sudah diterima dan akan dikirimkan oleh tim sembilan orang. Kami juga mengundang calon Ketua Umum PWI dan calon Ketua DK PWI untuk hadir dalam acara pra kongres pada 29 Agustus di BPPTIK Kominfo Digital, Cikarang, Jawa Barat,” ujarnya. ***

  • Panpel Kongres Persatuan PWI 2025 Matangkan Persiapan

    Panpel Kongres Persatuan PWI 2025 Matangkan Persiapan

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)— Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) Kongres Persatuan PWI 2025 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kongres yang akan digelar pada 29–30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi.

    Ketua Panpel Kongres Persatuan PWI 2025, Marthen Selamet Susanto, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan kongres semakin matang. Terkait dengan itu, panpel memaksimalkan dukungan untuk kelancaran di berbagai bidang. OC membutuhkan tambahan tenaga dari anggota PWI di berbagai divisi. Hal ini mencakup dukungan di bidang akomodasi, transportasi, kesehatan, persidangan, serta medis dan keamanan.

    “Keputusan awal panitia kongres persatuan yang diputuskan jumlah SC dan OC hanya melibatkan sekitar 19 orang. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah itu tidak mencukupi. Karena itu, kami meminta tambahan teman-teman anggota PWI untuk membantu di semua lini agar pelayanan terhadap peserta, undangan, pengurus maupun peninjau bisa berjalan maksimal,” jelas M.Selamet Susanto, Jumat (22/8).

    Dari sisi keamanan, panitia memastikan kesiapan lebih matang. OC sudah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri. Personel gabungan dari kedua institusi akan disiagakan untuk mendukung pengamanan selama kongres berlangsung, mulai dari kedatangan peserta, pra kongres, jalannya sidang pleno, hingga penutupan.

    “Intinya, persiapan kami hampir rampung. Tinggal penyempurnaan teknis di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh peserta merasa terlayani dengan baik,” tegas ketua OC.

    Raja Parlindungan Pane, wakil ketua OC, menambahkan bahwa seluruh divisi telah bekerja keras mematangkan detail teknis agar acara berjalan sukses. Menurutnya, dukungan dari anggota PWI dan aparat keamanan menjadi kunci kelancaran kongres.

    “Panitia sudah bekerja secara maksimal dengan persiapan yang hampir tuntas. Kami optimistis kongres ini bisa berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ungkap Raja.

    Panitia juga telah meminta persetujuan dari kedua ketua, baik versi KLB maupun versi Kongres Bandung, agar proses kongres bisa berjalan lebih inklusif dan diterima semua pihak.***

  • Zulmansyah Sekedang Usul Kongres Persatuan Dipercepat, Ada Apa Lagi?

    Zulmansyah Sekedang Usul Kongres Persatuan Dipercepat, Ada Apa Lagi?

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID) — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, mengusulkan percepatan pelaksanaan Kongres Persatuan PWI guna menyelesaikan polemik internal dan mencegah berlarutnya dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi.

    Menurut Zulmansyah, usulan tersebut muncul setelah munculnya kembali pernyataan dari Hendry Ch Bangun yang tetap mengklaim dirinya sebagai ketua umum PWI, kendati telah diberhentikan sebagai anggota.

    “Banyak wartawan di daerah tidak mengetahui bahwa Hendry sudah diberhentikan sebagai anggota PWI. Maka, secara otomatis, dia juga tidak lagi menjabat ketua umum,” kata Zulmansyah, di Jakarta, Ahad, 15 Juni 2025.

    Pemecatan terhadap Hendry, lanjut dia, dilakukan melalui tiga jalur organisasi resmi, yakni Dewan Kehormatan PWI Pusat, PWI Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah keanggotaannya, dan forum Kongres Luar Biasa (KLB).

    Bahkan, Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Maret 2025 memperkuat keputusan DK PWI Pusat, bahwa pemecatan Hendry sebagai anggota PWI sudah final.

    Dasar pemberhentian tersebut, menurut Zulmansyah, terkait dugaan pelanggaran etik yang melibatkan penerimaan dan pemberian insentif atau “cashback” dari dana bantuan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang bersumber dari Forum Humas BUMN.

    Tak hanya itu, Hendry juga disebut menolak keputusan Dewan Kehormatan, melakukan pemecatan terhadap pengurus DK, serta membentuk lembaga tandingan secara sepihak.

    “Tindakan-tindakan tersebut dinilai melanggar konstitusi organisasi,” ujar Zulmansyah, didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Wina Armada Sukardi.

    Zulmansyah menyayangkan pernyataan Hendry yang muncul hanya sehari setelah penandatanganan kesepakatan bersama di Dewan Pers untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan PWI.

    Pernyataan tersebut, menurutnya, bertolak belakang dengan semangat rekonsiliasi yang telah disepakati kedua belah pihak.

    “Kalau begini, lebih baik Kongres dipercepat. Kalau bisa bulan Juli, tidak perlu menunggu Agustus,” katanya.

    Proses Rekonsiliasi

    Sebelumnya, dua kubu yang berselisih di tubuh PWI telah menandatangani Kesepakatan Jakarta di kantor Dewan Pers.

    Dalam kesepakatan itu, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan PWI paling lambat pada 30 Agustus 2025.

    Panitia pelaksana dari Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) telah mulai bekerja menyiapkan kongres.

    Zulmansyah menegaskan, langkah ini merupakan upaya untuk mengembalikan kesatuan organisasi serta menjaga marwah profesi wartawan.

    “PWI adalah milik bersama. Jangan sampai dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

    Status Administratif

    Terkait status hukum, Zulmansyah menjelaskan bahwa Kementerian Hukum dan HAM telah membekukan kepengurusan PWI versi Hendry Ch Bangun.

    Selain itu, Dewan Pers juga tidak lagi mengakui Hendry sebagai ketua umum dan telah melarang penggunaan fasilitas organisasi oleh pihaknya.

    Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai perbedaan antara legalitas administratif dan keabsahan organisasi berdasarkan etik dan konstitusi.

    “Putusan sela dari pengadilan bukanlah putusan akhir. Wartawan perlu memahami konteks hukum organisasi secara utuh,” kata dia.

    Sebagai penutup, Zulmansyah mengimbau seluruh anggota PWI dan insan pers untuk tetap memegang prinsip kehati-hatian dalam menyikapi berbagai klaim yang beredar.

    Ia mengajak seluruh wartawan mendukung upaya rekonsiliasi, bukan memperkeruh suasana dengan narasi yang belum tentu benar.

    “Jangan mudah percaya dengan satu narasi saja. Periksa fakta dan hargai proses yang sedang berjalan. Mari kita jaga marwah PWI bersama-sama,” kata Zulmansyah. ( rls)

  • Zulmansyah Lantik Pengurus PWI Kepri dan Batam: Wartawan Harus Junjung Kode Etik Jurnalistik

    Zulmansyah Lantik Pengurus PWI Kepri dan Batam: Wartawan Harus Junjung Kode Etik Jurnalistik

    BATAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sukedang, secara resmi melantik Pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), PWI Kota Batam, dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kepri untuk masa bakti 2025–2028. Pelantikan berlangsung meriah di Ballroom Hotel Planet Holiday, Batam, Rabu (7/5/2025).

    Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo, Plt Ketua IKWI Pusat Indah Kirana, sejumlah pejabat daerah, serta perwakilan organisasi media. Acara dibuka dengan persembahan tari sekapur sirih sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan.

    Dalam sambutannya, Zulmansyah menegaskan pentingnya menjaga integritas serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik bagi setiap wartawan. Ia menyebutkan bahwa pelantikan kali ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah PWI.

    “Selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Wartawan harus menjadi mitra pembangunan, bukan alat untuk menyerang pribadi atau membunuh karakter. Pegang teguh kode etik jurnalistik dan patuhi aturan organisasi,” tegasnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara PWI dengan sejumlah mitra strategis, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa, termasuk Gubernur Kepri yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hasan.

    Dalam sambutannya, Hasan mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan insan pers, khususnya PWI. “Kami merasa nyaman bermitra dengan PWI. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah,” ujar Hasan.

    Perwakilan BP Batam, Ariastuti Sirait, juga menyampaikan harapan agar PWI Batam bisa menjadi mitra aktif dalam menyosialisasikan program investasi dan pembangunan daerah. “Media memiliki peran besar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami mengajak PWI Batam terus bersinergi,” katanya.

    Sementara itu, Ketua PWI Batam terpilih, Muhammad Kavi Ansari, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih solid dan profesional. “Kami akan menghadirkan program-program yang menyentuh masyarakat serta menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tandasnya. (rls)

  • Jarot Dorong PWI Profesional dan Berintegritas: Pers Bukan Sekadar Menyampaikan Berita

    Jarot Dorong PWI Profesional dan Berintegritas: Pers Bukan Sekadar Menyampaikan Berita

    SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa periode 2024–2027. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PWI menjadi organisasi yang profesional, progresif, dan berintegritas.

    Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan pentingnya empat syarat utama bagi pemimpin, termasuk insan pers yang memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. “Pemimpin, termasuk Bupati dan DPR, harus memiliki moralitas yang kuat, intelektualitas yang mumpuni, integritas yang terjaga, dan popularitas yang baik. Satu syarat tambahan: isi tas, simbol kesiapan bekerja keras dan memberi manfaat nyata,” ujarnya disambut tawa hadirin.

    Jarot juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang akurat dan bertanggung jawab di tengah maraknya informasi simpang siur. “Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers harus terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah,” katanya.

    Menanggapi fenomena citizen journalism yang kian masif, Bupati mengajak insan pers, khususnya anggota PWI, untuk aktif menularkan ilmu jurnalistik yang benar kepada masyarakat. “PWI harus terlibat dalam literasi media, menjaga marwah organisasi, serta memperkuat kapasitas dan integritas anggotanya,” tegasnya.

    Ketua PWI NTB, Nasrudin Zain, juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kapasitas jurnalis di tengah era digital. Ia mendorong kolaborasi dengan pemerintah sekaligus menegaskan fungsi pers sebagai kontrol sosial yang konstruktif. “Saya berpesan kepada para wartawan untuk selalu memedomani kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

    Ketua PWI Sumbawa periode 2024–2027 menambahkan bahwa PWI Sumbawa telah menorehkan berbagai prestasi, termasuk meraih emas terbanyak di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024. “Selain itu, anggota PWI Sumbawa merupakan yang terbanyak di NTB. Sudah saatnya kami memiliki kantor sendiri, bukan sekadar pinjam pakai,” ujarnya.

    Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap etika jurnalistik, PWI Sumbawa diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah melalui informasi yang mencerdaskan dan membangun. (has)

    Keterangan Foto:

    Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P foto bareng pengurus PWI. (ist)

  • PWI Pusat dan Kalbar Konsolidasi untuk Jurnalisme Berkualitas

    PWI Pusat dan Kalbar Konsolidasi untuk Jurnalisme Berkualitas

    PONTIANAK  (LOMBOKEXPRESS.ID)— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar konsolidasi strategis di Tugu Khatulistiwa, Pontianak.

    Kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Novrizon Burman, dan Direktur Komunikasi & Humas PWI, Mercys Charles Loho, disambut antusias oleh jajaran pengurus PWI Kalbar di Bandara Supadio, Kubu Raya.

    Kegiatan yang juga dihadiri senior PWI Kalbar yang juga mantan Ketua DPRD Pontianak, Ali Hanafiah ini, tidak sekadar pertemuan formal, melainkan langkah konkret untuk memperkuat sinergi jurnalistik di Kalbar.

    Hadir pula pengurus PWI dari berbagai kabupaten, seperti Yohanes dan Anita (Sintang), Sopian Koto dan Sanawiah (Melawi), Abang Amrulah (Kapuas Hulu), serta Riduan Isaka (Mempawah), Alantitus, dan Sagala (Sanggau),Saepul mewakili wartawan di perbatasan Malaysia-Indonesia Entikong.

    Wisata Sejarah dan Diskusi Jurnalistik

    Selain konsolidasi, rombongan melakukan kunjungan ke dua ikon bersejarah Pontianak: Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriyah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi, menegaskan acara ini bukan sekadar jumpa muka, melainkan momentum untuk merumuskan strategi pemberitaan yang akurat dan berintegritas.

    “Wartawan bukan sekadar profesi, tapi panggilan jiwa. Mari kita berkarya dengan prinsip kebenaran dan keadilan,” tegas Wawan Suwandi.

    Pilar Utama Jurnalisme di Kalimantan Barat

    Dalam diskusi, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Novrizon Burman menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wartawan di era digital.

    “Kita harus adaptif dengan teknologi, tetapi tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” ujar Novrizon Burman.

    Sementara itu, Direktur Komunikasi & Humas PWI Mercys Charles Loho  menekankan peran media sebagai penjaga demokrasi.

    “Wartawan harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mendidik dan menginspirasi,” kata Mercys Charles Loho.

    Tantangan Wartawan di Era Digital:

    1. Hoaks dan disinformasi itu perlu literasi media yang kuat.

    2. Wartawan harus mampu memanfaatkan tools tanpa mengorbankan akurasi.

    3. Ekonomi Media – Mencari model bisnis berkelanjutan.

    PWI Kalimantan Barat bertekad memperkuat jaringan antar-kabupaten, meningkatkan pelatihan, dan mendorong karya jurnalistik yang mendalam dan berpihak pada publik.

    “Kami akan terus mendorong wartawan di 14 kabupaten/kota untuk menghasilkan karya yang bermutu,” Plt Ketua PWI Kalbar Wawan Suwandi memungkasi. ***