LOMBOK TENGAH (LE.ID) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Iqbal, manfaat ajang balap motor internasional tersebut tidak boleh berhenti ketika rangkaian balapan selesai. MotoGP harus menjadi momentum untuk memperkuat pariwisata, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, serta membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai kelanjutan penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 2027 yang masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
“Jadi, insyaallah PR kita itu nanti mengenai negosiasi, itu levelnya tinggi. Tapi tugas kita bersama adalah bagaimana memastikan supaya event ini memberikan dampak sebesar-besarnya, seluas-luasnya, sepanjang-panjangnya buat NTB,” ujar Iqbal.
Negosiasi dengan Dorna Jadi Pekerjaan Rumah
Kelanjutan MotoGP Mandalika 2027 masih berkaitan dengan negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Dorna Sports, terutama mengenai hosting fee atau biaya penyelenggaraan.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah komponen kerja sama sedang dievaluasi. Pembahasan meliputi besaran biaya, kenaikan hosting fee tahunan sebesar 5 persen, promosi, branding, dan sistem penjualan tiket.
Meskipun kalender MotoGP telah mencantumkan jadwal Mandalika pada 27–29 Oktober 2027, keputusan akhir penyelenggaraan masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Troy menyebut pembicaraan dengan Dorna akan berlanjut setelah MotoGP Mandalika 2026 selesai. Hingga kini, belum ada hasil final dari negosiasi tersebut.
Situasi ini membuat pemerintah perlu mempertimbangkan keberlanjutan ajang internasional tersebut sekaligus memastikan manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya penyelenggaraannya.
UMKM dan Industri Pariwisata Jadi Kunci
Bagi NTB, MotoGP memiliki potensi besar untuk mendorong aktivitas ekonomi lintas sektor. Kehadiran penonton, wisatawan, tim balap, dan tamu internasional dapat menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal.
Sektor perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan, hingga penyedia jasa wisata menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berpotensi memperoleh manfaat dari penyelenggaraan tersebut.
Namun, besarnya dampak ekonomi juga bergantung pada kemampuan daerah menghubungkan kegiatan MotoGP dengan destinasi wisata lain di Lombok dan Sumbawa, memperkuat promosi, serta melibatkan pelaku UMKM secara lebih luas.
Karena itu, keberhasilan MotoGP Mandalika perlu diikuti strategi agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dan membelanjakan uangnya di berbagai destinasi.
MotoGP Harus Menjadi Investasi Pariwisata
Harapan pemerintah daerah adalah menjadikan MotoGP sebagai pengungkit pengembangan pariwisata NTB dalam jangka panjang. Ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat citra daerah di pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.
Di tengah proses negosiasi untuk musim 2027, pemerintah pusat dan daerah memiliki pekerjaan penting untuk memastikan model penyelenggaraan memberikan manfaat optimal.
Bagi NTB, ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya jumlah penonton atau kemeriahan di sirkuit. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari meningkatnya pendapatan masyarakat, tumbuhnya usaha lokal, dan semakin kuatnya sektor pariwisata daerah. (red)
