Blog

  • Kepala BNPT Ungkap Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital Dalam Mereduksi Potensi Radikalisme

    Kepala BNPT Ungkap Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital Dalam Mereduksi Potensi Radikalisme

    Ketika Menghadiri “Inaugural Centinel Counter Terrorism Forum’

    SINGAPURA (NTBNOW.CO— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. menyampaikan pentingnya penanaman kurikulum wawasan kebangsaan dengan menggandeng instansi terkait, meningkatkan pengetahuan literasi digital, dan melakukan monitoring terhadap persebaran konten yang bermuatan negatif termasuk muatan radikalisme.

    “Tiga faktor yang perlu menjadi perhatian serius terhadap isu tersebut, yaitu penceramah, sekolah dan literasi,” ujarnya pada saat menjadi pembicara di “Inaugural Centinel Counter Terrorism Forum” yang diselenggarakan Lembaga Riset Centinel Singapura (16/2).

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT RI juga menyampaikan perlunya memberikan penguatan moderasi agama kepada para penceramah guna mengoptimalkan upaya pencegahan dalam aksi Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Yang Mengarah Terorisme (RAN-PE).

    Mantan Kapolda Papua itu mengungkapkan best practices terkait bagaimana melakukan pencegahan terhadap potensi adanya penceramah dan literasi yang mengandung ajakan radikal terorisme dihadapan pembicara dari sejumlah negara sahabat seperti Head of Special Branch of Police dari Bangladesh, Malaysia, Filipina, juga dari Badan PBB seperti UNOCT dan UNODP serta peserta yang hadir dari mulai pejabat pemerintah, akademisi, dunia bisnis dan lembaga riset lainnya.

    Dalam lawatannya di Singapura, Kepala BNPT RI juga melakukan pertemuan dengan Minister of Home Affairs and Law Singapura, K. Shamungam.

    Di dalam pertemuan ini dibahas terkait pertukaran informasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terorisme baik di dalam negeri maupun di kawasan.

    Pertemuan dilanjutkan dengan sejumlah mitra mitra kerja BNPT di Singapura yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam menjamin keamanan bersama terkait penanggulangan terorisme. (bnpt/has)

  • Pentingnya Vaksin Kebangsaan untuk Cegah Radikalisasi Pada Pekerja Migran Indonesia

    Pentingnya Vaksin Kebangsaan untuk Cegah Radikalisasi Pada Pekerja Migran Indonesia

    TERORISME merupakan kejahatan kemanusiaan yang dapat menyasar siapa saja dan di mana saja, termasuk para pekerja migran Indonesia.

    Pada 22 Januari 2023 lalu, seorang pekerja migran Indonesia dideportasi dari Singapura.

    Ia dideportasi karena kedapatan ingin melakukan jihad dan kerapkali mengunggah konten-konten yang disinyalir bermuatan radikal di sosial media miliknya.

    “Yang bersangkutan dideportasi karena menyatakan diri akan melakukan jihad dan juga ditemukan banyak konten terkait jihad dalam unggahan Facebook-nya.”

    Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia (RI) Komjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H. dalam sebuah lawatannya ke Singapura pada Kamis (16/2).

    Boy Rafli menekankan jika kasus yang terjadi itu menjadi salah satu bukti bahwa terorisme merupakan salah satu virus yang bisa menjangkiti siapa saja tanpa pandang bulu, termasuk kepada pekerja migran yang semestinya menjadi pahlawan devisa bagi Indonesia.

    Karena itu, Kepala BNPT RI mengingatkan semua elemen bangsa wajib memiliki pemahaman tentang ciri dan karakter kelompok radikal, intoleran, dan teroris sebagai langkah awal pencegahan virus yang dapat merusak keharmonisan bumi pertiwi.

    “Kami mengajak seluruh elemen bangsa yang ada di negeri serumpun itu untuk tetap mewaspadai virus terorisme,” kata pria yang yang berasal dari Sumatera Barat ini.

    Boy Rafli menjelaskan pentingnya vaksin kebangsaan yang terdiri dari transformasi wawasan kebangsaan, revitalisasi nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, pelestarian akar budaya bangsa, serta transformasi pembangunan kesejahteraan agar kasus terkait terorisme yang melibatkan pekerja migran tak terulang kembali.

    Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan terorisme baik di dalam negeri, maupun secara internasional tak terkecuali dengan Singapura. (bnpt/red)

  • Kapolresta Mataram Sime Krama ke Pure Dalem Budha Ciwa Wanaprasta Gunungsari

    Kapolresta Mataram Sime Krama ke Pure Dalem Budha Ciwa Wanaprasta Gunungsari

    MATARAM (Lombokexpress.id)- Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH kembali melakukan safari Kamtibmas melalui Sime Krama di tempat ibadah umat Hindu. Kali ini, Kamis (16/02) sasarannya Pure Dalem Ciwa Wanaprasta di Dusun Lilir Barat Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

    Kapolresta Mataram didampingi Kasat Reskrim, Kapolsek Gunungsari, Kasi Humas Polresta. Hadir juga bhabinkamtibmas, Babinsa setempat tokoh Agama Hindu, pengurus Pure serta masyarakat sekitar.

    Usai kegiatan berlangsung, Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH kepada media mengatakan, kunjungan Sime Krama ini dalam rangka menjalankan program Polresta Mataram, yaitu safari Kamtibmas dengan mengunjungi tempat ibadah.

    Kunjungan ini melakukan silaturahmi dengan para tokoh agama Hindu di Pure Dalam Ciwa Wanaprasta di wilayah kecamatan Gunungsari. Karena merupakan wilayah hukum Polresta Mataram, maka tempat ibadah inipun di kunjungi langsung Kapolresta Mataram.

    “Kami beserta rombongan diterima hangat oleh pengurus Pure serta tokoh agama Hindu dan masyarakat setempat. Kunjungan tersebut kita manfaatkan untuk berdiskusi serta mengajak masyarakat bersama-sama memelihara situasi keamanan di wilayah masing-masing,” ungkap Kapolresta Mataram usai kunjungan.

    Dalam diskusi tersebut lanjutnya, Kapolresta mendengar semua keluhan dan masukan yang disampaikan oleh para warga dan tokoh. Cara inilah yang dilakukan Polresta Mataram untuk mendapat informasi dari masyarakat.

    “Apa yang disampaikan pada dialog tadi tentu akan kita tindaklanjuti termasuk jika permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pemerintah,” jelasnya.

    Secara umum kondisi wilayah hukum Polsek Gunungsari masih tergolong sangat kondusif. Namun demikian tidak boleh terlena dengan keadaan tersebut. Polresta bersama Polsek Gunungsari harus tetap melakukan berbagai upaya agar dapat memelihara kamtibmas. Salah satu nya dengan melaksanakan kegiatan silaturahmi.

    “Seluruh Polsek dan bahkan bhabinkamtibmas sudah kami arahkan agar tetap melakukan safari Kamtibmas meskipun skupnya kecil. Ini dapat mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan yang akan terjadi,” tutupnya.

    Di akhir acara, Kapolresta Mataram menyerahkan bantuan berupa 30 sak semen untuk membantu pembangunan Pure yang diterima langsung oleh pengurus Pure setempat.

    Sebelumnya Penasehat Pengurus Pure Nyoman Arsa dalam sambutan penerimaan mengucapkan terimakasih atas berkenannya Kapolresta Mataram berkunjung ke tempat ibadah umat Hindu di Gunungsari. Semoga kunjungan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

    “Atas bantuan bapak Kapolresta, semoga pure ini dapat segera disempurnakan demi kepentingan ibadah umat Hindu yang ada di wilayah ini,” tutupnya. (ang)

  • KASAD Resmikan Nama Gedung di Lingkungan Kodam II/Sriwijaya

    KASAD Resmikan Nama Gedung di Lingkungan Kodam II/Sriwijaya

    PALEMBANG (Lombokexpress.id)— Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Rahma Dudung Abdurachman meresmikan Tiga Nama Gedung di Makodam II/Sriwijaya serta Dua Nama Gedung lainnya yang berada Markas Korem 044/Gapo dan Markas Jasdam II/Sriwijaya.

    Keterangan pers yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta Kamis (16/2/2023) menjelaskan, acara peresmian Nama Gedung tersebut digelar di Lapangan Apel Makodam II/Swj, Jln. Jenderal Sudirman KM. 2,5 Palembang, pada Selasa (14/02/2023).*_

    Peresmian Nama-Nama Gedung tersebut ditandai dengan dibunyikannya sirine dan penandatangan prasasti oleh Kasad didampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Hilman Hadi, S.I.P., M.B.A., M.Han., dan seluruh perwakilan keluarga para Pahlawan Sumbagsel. Selanjutnya, Penyerahan Piagam oleh Pangdam II/Swj kepada masing-masing perwakilan pihak keluarga.

    Adapun nama-nama tersebut diambil dari nama para pahlawan yang berjuang pada masa Kemerdekaan Republik Indonesia dari Sumatera Selatan, antara lain ; Residen Abdul Rozak, Kolonel H. Barlian, dan Kolonel TNI Bambang Utoyo yang berada di lingkungan Makodam II/Swj, selanjutnya Kolonel Inf Haroen Sohar di Jasdam II/Swj dan A.M. Thalib di Makorem 044/Gapo.

    Pangdam II/Sriwijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dipilihnya nama-nama tersebut merupakan penghormatan kepada Pejuang dan Pahlawan Nasional yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan.

    Para pahlawan kemerdekaan tersebut dikenal sebagai tokoh nasional yang gagah berani dalam menghadapi kesewenang-wenangan penjajah Belanda, rela berkorban untuk persatuan dan kesatuan bangsa, arif dan bijaksana dalam berinteraksi melindungi rakyat di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

    “Berdasarkan latar belakang tersebut, saya berharap dengan diabadikannya nama-nama para pejuang asal Sumatera Selatan, sebagai gedung di Makodam II/Swj, Korem 044/Gapo dan Jasdam II/Swj, akan dapat memotivasi para prajurit satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya, khususnya keberanian serta jiwa dan semangat perjuangannya dalam menghadapi penjajah”, jelas Mayjen TNI Hilman Hadi.

    Sementara itu, Kasad Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mengucapkan terima kasih atas kerja nyata yang dilakukan oleh seluruh Prajurit Kodam II/Swj, terutama dalam mengimplementasikan salah satu Perintah Harian Kasad. “Setiap Prajurit TNI AD harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan senantiasa menjadi solusi”, kata Kasad.

    Selanjutnya Kasad juga mengungkapkan bahwa, pemberian nama Pahlawan di gedung sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya terdahulu.

    “Keberadaan Gedung dengan diberi nama para Pahlawan ini diharapkan akan dapat memacu semangat kita sebagai generasi penerus bangsa dalam melanjutkan cita-cita perjuangan para pendahulu”, ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kasad dan Ketua Umum Persit KCK juga memberikan bantuan secara simbolis kepada keluarga stunting dan kurang mampu serta
    anak yatim berupa tali asih dan 100 paket sembako.

    Kegiatan selanjutnya, Penyerahan Cinderamata dari Pangdam II/Swj kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan dari Ibu Ketua Persit KCK Daerah II/Swj kepada Ketua Umum Persit KCK.

    Dalam rangka memeriahkan acara tersebut, dengan tangkas dan trengginas Para Prajurit dan Persit Kodam II/Swj menampilkan atraksi dan demonstrasi serta kesenian diantaranya ; penampilan Drumband dari Prajurit Yonarhanud 12/SBP, Double Stick dari prajurit Yonzipur 2/SG, Tari Piring dari Persit Yonif
    Raider 200/BN, Barongsai dari Prajurit Yonif 147/KGJ, dan Penampilan Rampak Gendang dari Prajurit Yonarmed 15/105 Tarik.

    Turut hadir dalam acara tersebut para Pejabat Mabesad antara lain ; Irjenad, Asintel Kasad dan Aster Kasad.

    Hadir juga, Kasdam II/Swj, Irdam II/Swj, Kapok Sahli Pangdam II/Swj, para Danrem, para Asisten Kasdam II/Swj, para Dan/Kabalakdam II/Swj, para Dandim, dan para Pengurus Persit KCK PD II/Swj serta para tamu undangan lainnya. (red)

  • Melihat dari Dekat Keramahan Taiwan (Catatan Perjalanan ke Taiwan)

    Melihat dari Dekat Keramahan Taiwan (Catatan Perjalanan ke Taiwan)

    Oleh Umi Sjarifah*

    Taipei – Ketika menyebut nama Taiwan, apa yang terbayangkan pertama kali adalah Bahasa Mandarin, Chinese food, dan masyarakatnya yang memegang teguh tradisi leluhur. Pandangan itu ada benarnya, namun lebih dari itu, ternyata Taiwan begitu mengesankan bagi para wisatawan.

    Lima jurnalis dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berkesempatan mengunjungi Taiwan untuk menghadiri undangan dari Biro Pariwisata Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan serta difasilitasi oleh Taiwan Economic and Trade Office (TETO) Jakarta.

    Tim yang terdiri dari para wartawan senior Aat Surya Safaat, Retno Intani, Jon Heri, Umi Syarifah, dan Yono Hartono itu bertolak dari Jakarta pada Sabtu, 4 Februari dan kembali ke Indonesia pada 9 Februari 2023.

    Banyak momen istimewa dan berkesan yang diperoleh di Taiwan untuk dibawa pulang ke Tanah Air sebagai oleh-oleh. Salah satunya adalah keramahtamahan dan budaya tertib masyarakat Taiwan.

    Keramahtamahan Taiwan mulai terasa dari bagaimana pelayanan prima para pramugari Eva Air (salah satu maskapai penerbangan Taiwan) dalam penerbangan kami dari Jakarta menuju Taipei serta keramahtamahan para petugas Imigrasi di Bandara Touyuan International Taipei.

    Kami mendarat di Taoyuan International Airport pada Sabtu, 4 Februari 2023 malam. Bandara yang terletak sekitar 40 km sebelah barat Kota Taipei itu tampak rapi dan bersih.

    Petugas bandara pun begitu cekatan dan ramah. “Welcome to Taiwan”. Sapaan ramah itu melepaskan penat tim usai penerbangan sekitar lima jam dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

    Kami pun mendapatkan layanan berkelas ketika tiba di Howard Plaza Hotel Taipei, tempat menginap pada hari pertama dan kedua kunjungan kami di Taiwan.

    *Festival Lentera*

    Minggu, 5 Februari 2023 menjadi momen istimewa. Kami dapat menyaksikan langsung “Taiwan Lantern Festival 2023” atau Festival Lentera/Lampion yang digelar di Taipei di tahun ini.

    Festival ini hampir sama dengan pesta Cap Go Meh di Indonesia yang dirayakan pada hari ke-15 pasca Tahun Baru Imlek. Meski namanya berbeda, namun memiliki makna dan tujuan yang sama, yakni melestarikan tradisi leluhur masyarakat Tionghoa dan berharap adanya kebaikan di masa depan.

    Festival lentera atau lampion pada tahun ini terasa spesial bagi warga Taipei. Pasalnya, setelah 23 tahun akhirnya salah satu acara budaya terbesar di Taiwan itu kembali diselenggarakan di ibu kota Taiwan tersebut.

    “Biro Pariwisata memutuskan untuk membuat festival lentera terbesar setiap tahun, dimulai dari Taipei. Kemudian, sejak 2001 digelar bergantian di berbagai kota, dan pada tahun ini kembali digelar di Taipei,” ujar Director General Tourism Bureau Taiwan, Chang Shi-Chung dalam keterangan pers di Sun Yat-Sen Memorial Hall, Minggu (5/2/2023).

    Meski hujan mengguyur Taipei, namun tak menyurutkan semangat masyarakat untuk menyaksikan Festival Lentera. Mereka tampak penuh suka cita dan menyampaikan harapan pada tahun Kelinci. Melalui Festival Lentera tersirat juga pesan damai untuk dunia.

    Decak kagum terhadap Taiwan kembali terucap ketika menyaksikan langsung festival luar biasa ini. Perpaduan antara teknologi dengan budaya menjadi daya tarik tersendiri. Pandangan mata pengunjung tertuju kepada satu lentera utama, yaitu robot kelinci bernama “Brilliant Light of Jade Hare”.

    “Robot kelinci memiliki dua roket di bagian belakang. Saat diluncurkan seperti terbang ke angkasa, yang berarti Taiwan sudah siap untuk masa depan yang lebih tinggi,” ungkap Chang Shi-Chung.

    Keramahtamahan Taiwan juga mengemuka pada aktivitas kuliner. Bagi wisatawan Muslim, sangat mudah untuk mendapatkan makanan enak yang dijamin halal di Taiwan. Salah satunya di “Halal Chinese Beef Noodle House”.

    Lebih dari itu, banyak hotel berbintang sudah menyediakan Al-Quran dan informasi arah Kiblat di ruangan hotel, dan di banyak restoran sudah disiapkan ruangan dan sajadah jika ada tamu Muslim yang mampir, bahkan “Taipei 101” pun menyediakan Mushalla di lantai satu gedung pencakar langit itu.

    *Masjid*
    Meski Islam merupakan agama minoritas, namun Taiwan sangat toleran. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah masjid di Taipei dan di beberapa kota lainnya di Taiwan. Salah satu masjid yang kami kunjungi adalah “Taipei Grand Mosque” (Masjid Agung Taipei) yang terletak di jantung Kota Taipei.

    “Pemerintah Taiwan sangat menghargai pemeluk agama, termasuk kami yang beragam Islam,” tutur Novi Irmania, mahasiswi asal Indonesia yang menjadi pengurus Masjid Agung Taipei sambil menambahkan bahwa Taiwan terus berupaya menciptakan lingkungan wisata yang ramah bagi turis Muslim.

    Menurut Novi Irmania, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Taiwan berhasil mempertahankan peringkat kedua dalam hal menyediakan lingkungan wisata yang ramah Muslim di antara destinasi negara-negara non OKI (Organisasi Kerjasama Islam).

    Sementara itu informasi dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) Jakarta menyebutkan, wisata ramah Muslim saat ini menjadi salah satu nilai utama Taiwan.

    TETO juga membenarkan bahwa Taiwan berhasil mempertahankan peringkat kedua dalam penyediaan lingkungan wisata ramah Muslim di antara destinasi wisata non-OKI, berdasarkan Indeks Wisata Halal Dunia MasterCard-Crescent Rating 2022, selain juga dinobatkan sebagai “Destinasi Inklusif pada “Halal in Travel Awards 2022”.

    Sejatinya masih banyak lagi keramahan lainnya dari Taiwan, dan jika ditulis akan menjadi sebuah buku. Tetapi melalui catatan singkat ini, paling tidak dapat digambarkan bagaimana keramahtamahan Taiwan setelah dilihat langsung dari dekat.

    Mengutip petuah bijak Master Cheng Yen, Biksuni asal Taiwan, “Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik, lakukanlah perbuatan yang baik.” Mungkin itu salah satu nilai yang membuat Taiwan sangat ramah terhadap pendatang dari negara manapun. Xie xie Taiwan..!

    *Penulis adalah Pemimpin Redaksi Media Sudut Pandang yang juga Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) DKI Jakarta

  • Upayakan Pemahaman Moderat pada Eks Napiter, Deradikalisasi BNPT RI Tidak Boleh Berhenti

    Upayakan Pemahaman Moderat pada Eks Napiter, Deradikalisasi BNPT RI Tidak Boleh Berhenti

    YOGYAKARTA (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus melaksanakan deradikalisasi terhadap narapidana atau mantan narapidana terorisme (Eks Napiter) yang dilakukan secara berkesinambungan baik di Dalam Lapas maupun di Luar Lapas.

    Deradikalisasi di luar lapas (masyarakat) khususnya, terus diupayakan secara maksimal dan penuh komitmen agar para mitra deradikalisasi ini dapat memanfaatkan program-program yang ada.

    “Kita punya Sinergisitas, membentuk Kawasan Terpadu Nusantara, Warung NKRI, dan lainnya. Kita bekerja sama dengan Pemda, Perhutani, Pelaku Usaha, BUMN dan K/L lainnya intinya adalah bagaimana kita bisa memberdayakan dan mendampingi para mitra derad ini.” ungkap Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nissan Setiadi, S.E., pada saat melakukan kegiatan silaturahmi dengan mitra deradikalisasi di Yogyakarta, pada Rabu (15/2).

    Lebih lanjut jenderal bintang dua TNI AD ini menjelaskan, jika deradikalisasi yang dilakukan BNPT RI memang belum sempurna namun deradikalisasi tidak dapat berhenti karena mengubah pemikiran seseorang menjadi moderat bukanlah prihal sederhana.

    BNPT RI akan terus melakukan upaya maksimal dalam memberikan pemahaman moderat dengan tujuan mengurangi pemahaman ekstrem yang ada.

    “Deradikalisasi adalah upaya untuk mengembalikan mereka yang terpapar paham radikal sehingga menjadi moderat. Ini tentu kewajiban kita”,” ujar Brigjen Pol. R. Akhmad Nurwahid.

    Menurutnya para mitra deradikalisasi mengalami misinterpretasi atau salah memahami terhadap nash-nash maupun Undang – undang yang ada dan berlaku di Indonesia.

    Lebih lanjut pria yang baru saja satu bulan dilantik menjadi Direktur Deradikalisasi BNPT ini menjelaskan bahwa para mitra deradikalisasi apabila dirangkul dan diberdayagunakan serta diperlakukan dengan baik, maka militansi, semangat dan ghirah nasionalismenya pasti tidak akan kalah dengan masyarakat pada umumnya. (bnpt/red)

  • BBNPT RI dan LVRI Bersinergi Tanamkan Nilai Juang 1945

    BBNPT RI dan LVRI Bersinergi Tanamkan Nilai Juang 1945

    JAKARTA (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melihat pentingnya menanamkan jiwa, semangat dan nilai Juang 1945 kepada generasi muda Indonesia.

    Semangat dan nilai-nilai Juang 1945 tersebut yang selama ini telah digaungkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) diharapkan sejalan dengan program transformasi kebangsaan BNPT RI dalam rangka mencegah masuknya paham radikal terorisme kepada generasi muda.

    “Kita dapat menyinergikan program BNPT RI dan LVRI dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme melalui penanaman semangat, jiwa dan nilai-nilai Juang 1945 dengan semangat transformasi kebangsaan kepada generasi muda,” ungkap Sekretaris Utama BNPT RI Bangbang Surono, A.k, M.M, CA., saat menerima Audensi LVRI di Jakarta pada Rabu (15/2).

    Sestama BNPT RI menambahkan generasi muda Indonesia yang kerap menjadi target utama propaganda ideologi radikal terorisme seharusnya dapat memaknai bahwa kemerdekaan yang dinikmati sekarang merupakan hasil jerih payah pengorbanan seluruh pendahulu bangsa.

    “Generasi muda harus dapat memaknai bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini bukanlah sebuah hadiah tapi merupakan hasil jerih payah perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang bersatu. Jangan sampai generasi muda justru malah membenci/melawan bangsanya sendiri karena terpapar paham radikal intoleran dan terorisme,” jelasnya.

    Bangbang Surono mengatakan jika pemaknaan perjuangan kemerdekaan diharapkan menjadi sumber motivasi, semangat dan kemauan generasi muda untuk bersatu padu membangun bangsa Indonesia dan bebas dari ancaman radikalisme terorisme yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

    Sementara itu, Kepala Departemen Pewarisan Nilai Juang 45 Mayjen TNI Marinir (Purn) Nono Sukarno berharap LVRI dapat berkontribusi di dalam program BNPT RI untuk membekali anak-anak muda dengan nilai perjuangan dalam melawan radikalisme.

    “Kami membekali dan menanamkan nilai juang 1945 kepada generasi muda agar mereka dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah bangsa (radikal intoleran dan terorisme),” jelasnya.

    Dalam audensi ini, BNPT RI dan LVRI nantinya akan bekerjasama dalam hal sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai juang 1945 kepada generasi muda dalaam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI).

    Sebelumnya BNPT RI dan LVRI telah meneken Nota Kesepakatan Bersama dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme di Jakarta pada 8 Agustus 2022 lalu. (bnpt/has)

  • dr Susanti Merajut Toleransi di Kota Sapangambei Manoktok Hitei

    dr Susanti Merajut Toleransi di Kota Sapangambei Manoktok Hitei

    Oleh: Rivai Bakkara, Ketua SMSI Kota Pematang Siantar

    Baru setahun dr Susanti Dewayani SpA memimpin Kota Pematang Siantar. Namun penguasaan terhadap wilayah dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya tidak diragukan.

    Hal itu terlihat ketika menjelaskan persoalan kota Pematang Siantar ketika menerima para peserta tim Ekspedisi Geopark Kaldera Toba Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berkunjung ke Kota Pematang Siantar, Senin (6/2/2023) sore.

    Pemimpin pertama perempuan di kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei ini dilantik sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar tanggal 22 Februari 2022.

    Enam bulan kemudian, tepatnya 22 Agustus 2022, wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak itu dilantik kembali sebagai Wali Kota Pematang Siantar.

    Selama memimpin Kota Pematang Siantar, dr Susanti memiliki banyak kegiatan. Setiap hari, jadwal kegiatannya sangat padat. Mulai tugas-tugas birokrasi di Balai Kota hingga yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

    Hal yang paling menonjol adalah hubungan dr Susanti dengan organisasi-organisasi ataupun komunitas masyarakat, termasuk lembaga-lembaga agama.

    Sebagai seorang penganut Islam yang taat, dr Susanti tidak membeda-bedakan agama dalam berhubungan dan memberikan perhatian.

    Ini merupakan salah satu cara dr Susanti merajut toleransi di kota yang pernah meraih predikat toleransi terbaik di Indonesia.

    Sikap toleransi yang ditunjukkan dr Susanti diakui oleh para pemimpin lembaga-lembaga agama yang ada di Kota Pematang Siantar. Mereka mengaku sangat mengapresiasi dr Susanti yang dianggap benar-benar menghargai ke-Bhinekaan di Kota Pematang Siantar.

    “Baru beberapa hari memimpin Kota Pematang Siantar, saat itu beliau masih menjabat wakil wali kota atau Plt wali kota, sudah langsung berkunjung ke sini, Kantor Pusat GKPS,” tutur Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Pdt Dr Deddy Fajar Purba MTh.

    Pdt Deddy yang ditemui di ruang kerjanya di Kantor Pusat GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih Pematang Siantar melanjutkan, pasca berkunjung ke Kantor Pusat GKPS, dr Susanti mengundang seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama untuk bersilaturahmi di rumah dinas wali kota.

    “Ibu wali kota mengajak kita semua untuk bersukacita atas pelantikannya. Saat itu juga ibu wali kota mengajak kita yang hadir agar senantiasa menjaga toleransi di Kota Pematang Siantar,” jelasnya.

    Hal yang tidak dilupakan Pdt Deddy, ketika peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) GKPS. RBM, katanya, merupakan wadah untuk merehabilitasi para penyandang disabilitas yang berada di bawah naungan GKPS.

    Kala itu, dr Susanti menyatakan kesediaannya untuk selalu bersama-sama dengan para penyandang disabilitas, yang juga merupakan bagian dari warga Kota Pematang Siantar.

    “Kami merasa, ibu wali kota sangat dekat dengan pemimpin-pemimpin agama, termasuk pemimpin gereja,” tukasnya.

    Lebih lanjut dikatakan Pdt Deddy, latar belakang dr Susanti yang merupakan dokter spesialis anak menjadi modal baginya dalam memimpin Kota Pematang Siantar. Terutama, telah terbiasa tidak membeda-bedakan pasien yang datang untuk berobat.

    “Seorang dokter, pastinya telah biasa menangani dan melayani pasien dari berbagai kalangan. Nah, setelah menjadi wali kota, sikap seperti itu tentunya tetap terbawa. Bergaul dan berhubungan dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan,” jelasnya lagi.

    Pdt Deddy berharap, Tuhan tetap melindungi dr Susanti dan memberinya kesehatan. Sehingga dapat memimpin Kota Pematang Siantar dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk untuk terus merajut toleransi.

    Apresiasi kepada dr Susanti juga disampaikan Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pematang Siantar-Simalungun, Susanto atau Aleng. Susanto mengakui dr Susanti sangat baik dalam merajut toleransi di Kota Pematang Siantar.

    “Di masa kepemimpinan Ibu dr Susanti, perhatian Pemerintah Kota Pematang Siantar, khususnya ibu wali kota sangat baik. Beliau sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kita, tokoh dari lintas agama, bagaimana kita membuat toleransi di Kota Pematang Siantar yang sudah bagus menjadi lebih bagus,” sebut Susanto.

    Susanto yang didampingi Chandra selaku Sekretaris Walubi Pematang Siantar-Simalungun menambahkan, dalam berbagai kegiatan keagaamaan, dr Susanti senantiasa menyempatkan diri untuk hadir di sela-sela kesibukan serta jadwalnya yang padat.

    “Ibu wali kota sangat welcome dan memberi perhatian penuh terhadap lintas agama di Kota Pematang Siantar. Tidak hanya Buddha, agama lain juga. Bahkan ibu wali kota mendorong kita untuk menggelar berbagai kegiatan keagamaan, dan beliau akan berusaha untuk hadir,” kata Susanto.

    Baik Susanto maupun Chandra berharap ke depannya, Kota Pematang Siantar di bawah kepemimpinan dr Susanti bisa kembali meraih peringkat pertama kota paling toleran di Indonesia.

    “Kita beharap ibu wali kota tetap komitmen menjaga Pematang Siantar lebih baik dalam toleransi inter dan antar umat beragama. Semoga teman-teman yang lain juga mendukung. Mari bekerja sama membangun toleransi di Kota Pematang Siantar ini,” ajak Susanto, yang kemudian menerangkan Walubi merupakan wadah kebersamaan organisasi umat Buddha Indonesia yang terdiri dari Majelis-majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, Dewan Sangha, Badan Kehormatan, dan Wadah Kemasyarakatan yang bernapaskan Agama Buddha. (*)

  • BNPT Serukan Totalitas Melawan Radikalisme Terorisme kepada Seluruh Pihak

    BNPT Serukan Totalitas Melawan Radikalisme Terorisme kepada Seluruh Pihak

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) menyampaikan perkembangan aksi terorisme global maupun di tanah air di hadapan anggota komisi III di Gedung DPR/MPR RI, Senin (13/02).

    Menyinggung keterbatasan yang dihadapi BNPT RI ditengah beragamnya aksi radikalisasi yang berkembang di masyarakat, Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H mengatakan BNPT RI terus merangkul berbagai pihak baik dalam wadah Tim Sinergisitas Kementerian/Lembaga maupun masyarakat luas dengan menerapkan konsep kerjasama multi pihak (Pentahelix) untuk mencegah ideologi yang bertentangan konsepsi bangsa Indonesia.

    “Ini adalah perang totalitas menghadapi ideologi terorisme yang tidak dapat diatasi oleh kelompok tertentu atau instansi tertentu tetapi seluruh masyarakat kami libatkan,” ungkap Kepala BNPT RI.

    Kepala BNPT RI kemudian menyampaikan jika terorisme tidak terkait dengan agama tertentu. Namun jaringan terorisme justru kerap kali menyalahgunakan narasi-narasi dalam istilah agama untuk mendapatkan simpati masyarakat Indonesia.

    Lebih lanjut, Dia mengatakan BNPT RI akan terus berkomitmen dalam menuntaskan segala bentuk terorisme di tanah air, baik yang bermotif politik maupun ideologi.

    Sebagai koordinator dalam penanggulangan terorisme, BNPT RI terus memaksimalkan aspek pencegahan dan mendukung peran penindakan terhadap kasus terorisme yang bermuatan politik seperti yang dilakukan Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) Papua.

    “Kami akan memaksimalkan peran koordinasi di Papua terutama aparat penegak hukum untuk menggunakan pasal-pasal tindak pidana terorisme secara tegas, terukur, juga penuh dengan kewaspadaan karena kondisi geografis dan mereka (kelompok bersenjata) seolah-olah berbaur dengan masyarakat,” katanya.

    Mendengar pernyataan BNPT RI tersebut, anggota komisi III DPR RI menyatakan dukungan kepada BNPT RI untuk meningkatkan kolaborasi dalam upaya bersama menanggulangi terorisme di Indonesia.

    “Oleh karena itu, saya rasa banyak kementerian yang bisa dikerjasamakan karena berkaitan dengan terorisme adalah berkaitan dengan seluruh aspek masyarakat Indonesia,” ujar anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si. (bnpt/red)

  • Ribuan Pengiring Nyongkolan Ivan dan Resty Dapat Pengamanan Ketat dari Polresta Mataram

    Ribuan Pengiring Nyongkolan Ivan dan Resty Dapat Pengamanan Ketat dari Polresta Mataram

    MATARAM (Lombokexpress.id) – Personel gabungan Polresta Mataram melakukan pengamanan kegiatan adat nyongkolan Lalu Ivan Indrayadi (Ivan), Putra dari Bapak H. L. Daryadi (Mamiq Dar) dan Hj. Sumiatun (Wakil Bupati Lombok Barat) dengan mempelai wanita Resty Ramdhaniaty (Risty), Putri dari Bapak H. Muh. Taufik.

    Prosesi penyerahan seserahan dilakukan di Gedung Imperial Ballroom, Kota Mataram, (12/02/2023). Kemudian pengantin dan rombongan peserta iring-iringan dengan berjalan kaki dari depan museum hingga gedung imperial Ballroom.

    Terlihat kegiatan Nyongkolan kali ini yang terbesar di Kota Mataram selama beberapa tahun terakhir dengan undangan yang turut serta dalam prosesi tersebut hingga ribuan orang. Oleh karena acara iring-iringannya memang diselenggarakan di jalanan maka tentu beberapa ruas jalan sepanjang rute yang telah ditentukan tidak bisa di akses oleh para pengendara kendaraan.

    Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK turut memantau jalannya prosesi Nyongkolan tersebut serta memantau langsung proses pengamanan yang dilakukan Polresta Mataram.

    Melalui Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Gede Sumandra Kerthiawan SH.,MH., saat dikonfirmasi media ini usai memimpin Apel Persiapan Pengamanan mengatakan pihaknya menurunkan 146 personel gabungan yang terdiri dari Polresta Mataram, Polsek Ampenan serta BKO Polda NTB.

    “Mengingat mempelai Pria berasal dari Kabupaten Lombok Barat dan rombongan yang datang cukup banyak hingga ribuan dan menggunakan sejumlah bus. Maka rute pengamanan mulai dari Bundaran Jempong – menuju Simpang 4 Tana Aji – Menuju Simpang 4 Seruni – Gedung Imperial Ballroom Tanjung karang,” jelas Gede.

    Lanjutnya ribuan rombongan tersebut tiba di depan museum. Kemudian mempelai beserta seluruh rombongan pengiring bersiap-siap untuk menuju gedung imperial Ballroom dengan berjalan kaki. Setelah beberapa saat sebelumnya utusan telah selesai melakukan acara sorong serah di gedung tersebut.

    Menurut Kabagops ada sekitar 10 group Gendang Beleq yang turut bersama mempelai dan peserta iring-iringan dengan jumlah kurang lebih 4.000 orang berjalan kaki menuju gedung imperial Ballroom.

    “Tentu untuk memperlancar prosesi ini kami melakukan berbagai pola pengamanan. Terlebih ada beberapa ruas jalan yang digunakan tersebut terdapat persimpangan atau pertigaan yang kerap dilalui kendaraan untuk keluar-masuk lokasi tersebut, sehingga perlu ada penjagaan,” jelasnya.

    “Yang jelas pengamanan ini untuk mencegah adanya gangguan yang mungkin dapat memengaruhi Kamtibmas,” tutup Gede.

    Nyongkolan merupakan serangkai prosesi pernikahan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat Sasak (Lombok). Nyongkol adalah kegiatan sejenis pawai yang dilakukan oleh sepasang pengantin serta diikuti iring iringan barisan yang terdiri dari keluarga dan para undangan dari kedua mempelai yang diselenggarakan di jalanan dengan jarak tertentu.

    Disamping itu Nyongkolan juga biasanya diiringi beberapa atraksi hiburan. Seperti gendang beleq, tari-tarian serta musik hiburan. Semuanya dilakukan sambil berjalan sepanjang rute yang sudah ditentukan. (ang)