Blog

  • Buka Balai Harmoni, Gelar Talkshow Berdamai dengan Diri Sendiri 

    Buka Balai Harmoni, Gelar Talkshow Berdamai dengan Diri Sendiri 

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Didorong oleh banyaknya orang tua dari anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ingin menyekolahkan anaknya di Sekolah Quantum Inti (SQI) Indonesia Cibubur, pendiri sekolah tersebut akhirnya serius membuat sekolah inklusi dan melengkapi berbagai fasilitas termasuk mendirikan Balai Harmoni.

    “Jadi awalnya, kami hanya membuat pusat pertumbuhan dan pengembangan anak untuk mendukung sekolah inklusi. Saat itu, kami belum memiliki banyak terapis dan fasilitas yang mendukung,” sebut Dra Evianty Iswan MPd, CHt., CT., CTMR, CPS., CMEHt, direktur pendidikan SQI Indonesia Cibubur di sela soft opening Gedung Balai Harmoni di Jalan Swadaya III, Cimatis-Kalimanggis, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Cibubur, Sabtu (25/2/23) seperti keterangan pers yang disampaikan kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

    Dikatakan, SQI Indonesia didirikan sejak 2007. Meski merupakan sekolah umum, namun ada banyak orang tua ABK yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah ini karena sudah ditolak di banyak tempat.

    Karena niatnya untuk berkontribusi di dunia pendidikan secara maksimal, meski dengan kondisi masih terbatas, murid ABK itu akhirnya diterima.

    “Setelah 2014, setelah ada beberapa terapis dan dukungan fasilitas yang perlahan bertambah, kami secara resmi mengikrarkan dan membuka layanan untuk ABK,” beber Evianty.

    Ia berharap, keberanian lembaga pendidikan itu dalam mendukung proses tumbuh kembang ABK, bisa semakin baik dengan dukungan program yang juga terpola dengan maksimal. Untuk itu pula, pihaknya kemudian membuka Balai Harmoni, agar dukungan untuk ABK, serta kebutuhan lain di dalam pendidikan bisa lebih maksimal.

    “Saat ini, semakin banyak orang tua yang memerlukan pendampingan di Balai Harmoni. Apalagi memang selama ini belum ada sekolah rumah tangga. Semoga Balai Harmoni, bisa menjadi sekolah rumah tangga yang baik, yang tidak hanya mendampingi anak, tapi juga mendampingi orang tua,” bebernya.

    Salah satunya, Balai Harmoni memiliki program Mom Supporting Group alias MSG yang tujuannya, mengajak serta orang tua untuk mendiskusikan permasalahan yang terjadi antara ibu dengan pasangan serta ibu dengan dan putra-putrinya.

    “Dalam forum itu, nantinya satu sama lain akan saling belajar dan saling memberikan pencerahan. Sehingga muncul pola saling mendukung,” ujarnya. Dengan cara itu, orang tua akan selalu mendapatkan pengetahuan baru, dan bisa sama-sama berkembang dengan baik.

    Melalui Balai Harmoni, Evianty berharap, turut membangun bangsa melalui komunitas dan keluarga yang peduli terhadap pendidikan anak. “Sebab masih ada saja orang tua keliru mendidik anak, karena selama ini tidak ada sekolah rumah tangga. Sehingga kita perlu belajar untuk membenahi berbagai kekeliruan yang terjadi,” imbuhnya.

    Ia juga menyebutkan, masih ada pasangan belum paham bagaimana mengurus dan mendampingi anak, terutama anak berkebutuhan khusus. “Ke depan, Indonesia memerlukan pemimpin dengan mental yang baik. Hal itu bisa terjadi kalau anak-anak di masa sekarang tumbuh dengan pola asuh yang baik. Untuk itu, kedua orang tuanya di masa sekarang harus punya mental dan spiritual yang baik. Sehingga mampu mendampingi putra putrinya untuk bisa hidup di Indonesia yang semakin maju, adil, sejahtera.

    Nantinya, secara rutin akan digelar berbagai kegiatan di Balai Harmoni. Baik itu seminar, pelatihan dan berbagai kegiatan positif lainnya.

    Dalam soft opening Balai Harmoni tersebut, digelar dua talkshow sekaligus. Pertama dengan tema Berdamai dengan Diri Sendiri. Talkshow ini menghadirkan psikolog sekaligus hipnoterapis klinis, DR Dra Nilam Widyarini MSi Psikolog CCH yang menyampaikan materi bagaimana caranya agar seseorang bisa berdamai dengan diri sendiri. Nilam yang juga ketua Program Magister Psikologi Sains dari Universitas Gunadarma Jakarta ini juga menyampaikan bagaimana sebaiknya memberikan respons saat menghadapi masalah.

    Tiga pilihan ketika menghadapi masalah itu yakni fight, flight atau freeze. “Kita bisa memiliki melawan, menghindar, atau hanya berdiam diri,” sebut Nilam. Tak hanya itu, Nilam juga menyebutkan cara lain untuk mengendalikan stres menggunakan teori Shelley Taylor yakni Tend and Be Friend.

    Dijelaskan, dalam kondisi stres wanita ada kecenderungan melindungi dan mengasuh anak dan yang lemah, serta kecenderungan menemukan koneksi sosial. Ini dominan pada rata-rata wanita karena, berkaitan dengan sekresi hormon oksitosin yang sangat penting. “Efeknya sangat bagus untuk kesehatan jantung dan kecilnya risiko komorbid,” jelasnya.

    Sementara itu, ustaz Arif Apriansyah S.EI menyampaikan, untuk berdamai dengan diri sendiri, maka salah satu cara adalah dengan mensyukuri musibah. Karena menurutnya, semua yang terjadi dalam kehidupan sejatinya adalah nasihat.

    “Segala sesuatu adalah kebaikan. Baik itu musibah, yang tidak disenangi, atau tidak nyaman. Kalau sudah jadi takdir kita terima. Ikhlaskan, maafkan, pasrahkan pada Allah,” ujarnya.

    Sementara, pada talkshow kedua menghadirkan Direktur Utama Balai Harmoni Amelia Hanifa Iswan MPsi, Psikolog, serta ada pula konselor sekaligus hipnoterapis klinis, Almira Rahma, S.Psi, CPC,. CHt. Keduanya menyampaikan materi tentang Relasi Orang Tua dan Anak.

    “Kita adalah orang tua, dan sejatinya anak juga. Banyak artikel yang menyebutkan bagaimana relasi yang baik. Namun kondisi di lapangan tidak ideal. Itu terjadi dalam kondisi terus menerus,” sebut Amelia.

    Menurutnya, orang tua juga perlu diberikan kasih sayang dan didengarkan keluh kesahnya, walaupun dia juga punya anak. “Kondisi ini perlu diperbaiki agar tercipta relasi yang sehat. Yakni terjalinnya hubungan antara orang tua dan anak, hubungan saling percaya, saling menghargai, dan kebutuhan anak juga terpenuhi, kebutuhan orang tua juga terpenuhi,” bebernya.

    Relasi yang baik, menurutnya bisa dilihat jika kedua pihak baik orang tua maupun anak merasakan dampak dari hubungan tersebut. “Walau ini tidak mudah. Karena kebutuhan anak berbeda-beda. Tergantung usia. Sehingga orang tua harus selalu belajar mengenal anak,” imbuhnya.

    Sedangkan Almira Rahma menyampaikan beberapa contoh kasus klien anak yang ia hadapi. Beberapa hal yang ia garis bawahi adalah, anak penurut dan tidak diberikan kesempatan untuk bicara, menjadikan anak tidak berani berbicara. “Anak juga akan menjadi individu yang tidak mandiri. Padahal masa remaja adalah masa transisi yang seharusnya dijalani dengan baik. Anak harus didorong punya pandangan terhadap hidupnya sendiri,” urainya.

    Almira menambahkan, penting bagi anak untuk belajar dari kegagalannya. “Tidak selamanya hidupnya lancar, itu juga harus dipersiapkan,” sambungnya.

    Ia juga mengajak orang tua, tidak hanya sebagai orang tua, tapi sesekali menjadi teman. “Ini harus diperankan dengan baik,” tambahnya.

    Baik Amelia maupun Almira menegaskan, pentingnya bagaimana berkomunikasi dengan anak. Salah satu cara untuk membuka komunikasi itu salah satunya bisa diawali dengan meminta maaf pada anak dengan tulus. (*)

  • Saint Loco Geber Panggung Executive Lombok

    Saint Loco Geber Panggung Executive Lombok

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)–Group Band papan atas bergenre Hiprock Saint Loco sukses menggeber ratusan penonton di Executive Lombok pada hari Sabtu dini hari (25/2).

    Terlihat para penonton terhipnotis aksi panggung Band tersebut, dikarenakan rasa rindu pecinta musik rock terobati dengan kehadiran Saint Loco di pulau Lombok.

    Diakui Berry Manoch sang Vocalis ganteng yang memiliki karakter khas tersebut, saat ditemui media mengatakan Konser ini kali pertama di Pulau Lombok Lagu-lagu andalan mereka telah disiapkan special untuk para rocker di Lombok “Kami udah nyiapin 13 lagu dengan single terbaru juga, tentunya dengan sound terbaru dan lebih berenergi” ucap Berry

    Berry juga menjelaskan bahwa Album terbaru mereka sedikit berbeda dengan sebelumnya, dimana sound kami update serta mengikuti perkembangan musik-musik modern yang ada.

    Sementara itu saat ditanya kembali oleh awak media, terkait dengan begitu populernya musik-musik bernuansa senja akan tetapi Saint Loco mampu bertahan dengan Genre Rock tersebut mengatakan bahwa Rock merupakan Jatidiri identias Band kami “tetap lah mempertahankan identitas jatidiri lo” sambungnya.

    Seperti diketahui Group Band Saint Loco dulunya bergenre Hiprock kini berubah menjadi Hip Metalcore Yang personilnya terdiri dari Dimas, Berry, Webster, Gilbert, Iwan dan Tius DJ.

    Beberapa lagu terbaru juga ditampilkan diantaranya Nakal dan Nirmala serta lagu lamanya Kedamaian dan Hiprock.

    Terbukti saat konser dimulai para penonton Gempar turut bernyanyi dan Berjinggrak bersama. (ang)

  • BNPT RI Ajak Pesantren Menjadi Agen Kontra Narasi Melalui Dakwah

    BNPT RI Ajak Pesantren Menjadi Agen Kontra Narasi Melalui Dakwah

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak pesantren untuk menjadi agen kontra narasi melalui dakwah yang rahmatan lil alamin dalam mencegah generasi muda dari paparan ideologi yang menyimpang.

    “Jadi keterpaparan hari ini yang paling tinggi adalah melalui sosial media, bahkan dengan media sosial bisa menjadi radikal dengan sendirinya dengan membaca konten-konten menyimpang, untuk itu kami harap pesantren menyebarkan narasi-narasi dan dakwah-dakwah Islam rahmatan lil alamin untuk memagari para santri khususnya dan para pemuda generasi penerus bangsa agar tidak terpropaganda ideologi radikal intoleran,” jelas Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., saat menghadiri kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dengan Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3I) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta pada Jumat (24/02).

    Boy Rafli menyebutkan bahwa Pesantren memiliki peran penting sebagai garda terdepan lembaga pendidikan berbasis agama untuk meluruskan pemahaman dan menghindari penyalahgunaan yang mengatasnamakan agama sebagai alat propaganda pemecah belah persatuan.

    Dalam menciptakan rasa aman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari gangguan paham radikal intoleran, BNPT RI perlu melakukan sinergi dengan banyak pihak tidak terkecuali dengan MP3I.

    “Kolaborasi dalam pencegahan paham radikal dan intoleran dapat berjalan dengan baik serta dapat kita wujudkan dengan aksi nyata dalam rangka melindungi kepentingan negara dan bangsa sehingga tercipta rasa aman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutur Boy Rafli.

    Selama ini BNPT RI telah melakukan banyak aksi nyata dalam melibatkan generasi muda termasuk para santri untuk pencegahan paham radikal Intoleran. BNPT pun telah beberapa kali memberikan pelatihan kepada para santri berupa pengenalan dan pembuatan konten serta narasi positif dalam rangka memperkuat nilai persatuan dan kesatuan. (bnpt/red)

  • BNPT RI bersama ABPEDNAS dan PPM Perkuat Wawasan Kebangsaan dalam Pencegahan Paham Radikal Terorisme

    BNPT RI bersama ABPEDNAS dan PPM Perkuat Wawasan Kebangsaan dalam Pencegahan Paham Radikal Terorisme

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mensukseskan program pencegahan paham Intoleransi, radikal dan terorisme. Program pencegahan tersebut salah satunya dilakukan dengan memperkuat wawasan kebangsaan.

    ”Kami terus mengajak setiap elemen bangsa untuk kita memperkokoh wawasan kebangsaan kita. Terutama adalah 4 konsensus nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penguatan nilai-nilai Pancasila, moderasi dalam beragama, penguatan akar budaya bangsa dan pembangunan kesejahteraan,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., saat menghadiri kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Pemuda Panca Marga (PPM) di Kantor BNPT RI Jakarta pada Jumat (24/02).

    Kepala BNPT mengharapkan kerjasama dengan kedua pihak ini akan semakin memperluas diseminasi wawasan kebangsaan dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme dimana akan semakin banyak masyarakat yang menjadi bagian terdepan dalam upaya bersama pencegahan paham radikal terorisme.

    “Seluruh desa yang disampaikan ABPEDNAS, 80.000 lebih desa di seluruh Indonesia apabila menjadi bagian terdepan di dalam melakukan pencegahan, maka tidak akan ada ruang gerak bagi pihak pihak yang mengedepankan semangat intoleransi radikal terorisme. Jadi ini membangun sebuah sistem nilai merawat, menjaga agar sistem nilai yang diusung oleh kelompok jaringan terorisme ini tidak laku di tengah tengah masyarakat kita,” tambah mantan Kapolda Papua tersebut.

    Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ABPEDNAS, Indra Utama menuturkan bahwa aksi terorisme masih menjadi nasalah serius yang harus dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Dengan perkembangan teknologi, seluruh pihak harus berperan dalam membentengi masuknya paham terorisme ke desa desa.

    “Edukasi kepada masyarakat di pedesaan terhadap ancaman terorisme harus dilakukan secepat mungkin. Keterlibatan pemerintahan desa, dalam hal ini anggota Badan Permusyawaratan Desa harus berperan aktif mendukung program pemerintah melalui BNPT dalam mensosialisasikan literasi informasi tentang pencegahan terorisme di wilayah-wilayah pedesaan,” jelas Indra.

    Dirinya juga menambahkan bahwa wawasan kebangsaan dari aspek akar budaya dan kekeluargaan yang masih kuat menjadi kekuatan dalam menangkal terorisme dan radikalisme di pedesaan. Toleransi yang kuat antar masyarakat desa menjadi modal besar dalam mencegah penyebaran paham paham intoleransi, radikalisme dan terorisme.

    Ketua umum PPM, Berto Izaak Doko menyebutkan pihaknya siap bersinergi agar dapat berperan aktif memberikan pengaruh positif kepada seluruh masyarakat dalam mencegah penyebaran ideologi-ideologi menyimpang.

    “Mengingat kami telah diterima oleh BNPT untuk dapat menjalin kerjasama dalam rangka memberikan kontribusi nyata, kami berupaya membentengi generasi muda bangsa Indonesia terhadap pengaruh pengaruh paham terorisme radikalisme dan intoleransi serta paham lain yang bertentangan dengan Pancasila dan undang undang dasar 1945,” tutur Berto.

    Sebagai informasi, Pemuda Panca Marga (PPM) lahir berdasarkan hasil keputusan Kongres IV 1978 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang menyetujui pendirian sebuah wadah berhimpun para putra- putri Veteran Indonesia beserta keturunannya. Wadah ini kemudian diberi nama Pemuda Panca Marga sesuai dengan sumoah atau kode etik LVRI yang bernama PANCAMARGA. (bnpt/has)

  • Muhammadyah Samakan KSAD Dudung dengan Sosok Jenderal Sudirman, Jenderal Santri yang Tulus dan Ikhlas

    Muhammadyah Samakan KSAD Dudung dengan Sosok Jenderal Sudirman, Jenderal Santri yang Tulus dan Ikhlas

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad menilai kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mencerminkan sosok Jenderal Soedirman.

    Selain sebagai prajurit TNI yang mendapat label jenderal santri, Dudung dikenal sebagai jenderal yang bekerja secara tulus dan ikhlas.

    “ Iya, itu (Jenderal Soedirman) idola. (Yang meneladani termasuk KSAD Dudung) bisa disesuaikan dengan kondisi sakarang,” ujar Prof Dadang saat dihubungi, Kamis (23/2/2023), seperti keterangan pers yang diterima kantor Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jumat (24/2/2023).

    Hal ini disampaikan Prof Dadang terkait kebijakan Jenderal Dudung yang selalu memerintahkan jajarannya membantu dan melindungi masyarakat. Bahkan Jenderal Dudung sendiri langsung menemui rakyat kecil. Misalnya, Dudung menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di sejumlah daerah, teranyar di Cianjur, Jawa Barat. Penyaluran bantuan Dudung dinilai tidak diskriminatif.

    “Jadi humanitasnya tinggi, tidak memandang agama ataupun bangsa atau etnis, kalau perlu dibantu dibantu. Itu sejalan dengan Muhammadiyah yang tidak pernah membeda-bedakan kan etnis, suku, agama dan bangsa,” katanya.

    Prof Dadang mendukung ketulusan dan keikhlasan Jenderal Dudung membantu masyarakat. Menurutnya, penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan terus digalakkan.

    “Saya sangat apresiasi kebijakan yang membantu korban bencana dimana saja karena kita ini punya peri kemanusiaan dan beradab,” katanya.

    Lebih lanjut, Prof Dadang menguraikan empat hal yang dapat diteladani dari Jenderal Soedirman. Misalnya, soal keyakinan dia kepada Tuhannya.

    “Jenderal Soedirman itu sampai tawakal menghadapi belanda dia berzikir,” katanya.

    Kemudian, kata Prof Dadang, Jenderal Soedirman dikenal sebagai sosok yang memiliki ilmu tinggi, menerapkan kemanusiaan dan humanitas. Dengan begitu, Menurutnya, Jenderal Soedirman dicintai dan menjadi sosok inspirasi bagi banyak kalangan.

    “Kebatinan dan spiritulitas (Jenderal Soedirman) juga tinggi,” paparnya. (red)

  • Satika Simamora, Sang Pejuang Kaum Tenun Ulos Tapanuli Utara

    Satika Simamora, Sang Pejuang Kaum Tenun Ulos Tapanuli Utara

    Catatan: Haslan Madli Tambunan, Pengurus SMSI Sumatera Utara Bidang Teknologi Informasi

    Siapa yang tak kenal dengan sosok Satika Simamora di kalangan penenun Ulos Tano Batak bumi Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumatera Utara.

    Di mata ribuan penenun kain Ulos, Satika Simamora adalah seorang Pejuang Kaum Industri Kecil Menengah (IKM), yang berjasa dalam mengangkat, mengembangkan hingga mempromosikan kain Ulos ke penjuru dunia.

    Nama Satika Simamora menjadi terkenal atau viral, baik di dunia nyata maupun maya, sejak prestasinya diakui oleh pemerintah Indonesia.

    Wanita berparas cantik dan pintar ini diberi anugerah penghargaan Upakarti Tahun 2022 kategori Jasa Pengabdian atas inovasi pengembangan IKM (Industri Kecil Menengah) yang diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian Agung Gumiwang.

    Keaktifan Satika dalam program pemberdayaan masyarakat, diakuinya sejak menjadi istri seorang Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan pada tahun 2014 hingga saat ini.

    Secara otomatis posisinya kini menyandang nama Satika Nikson Nababan. Satika bersama suami Nikson Nababan tidak pernah bermimpi ingin menjadi pejabat apalagi menjadi seorang istri kepala daerah Bupati.

    Wanita kelahiran Pematang Bandar ini ketika menerima tim Ekspedisi Geopark Kaldera Toba yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 4-7 Februari 2023, menerangkan dengan penuh semangat tentang ulos, pemberdayaan penenun ulos dan pengabdiannya pada masyarakat Tapanuli Utara.

    Karena tuntutan tanggungjawab menjadi istri Bupati Nikson Nababan, ia pun harus merelakan waktu, tenaga dan pikiran untuk dapat mengabdikan diri kepada masyarakat Tapanuli Utara (Taput).

    Satika Simamora tetap semangat dan tanpa lelah menemani suami tercinta Nikson Nababan dalam memimpin 320 ribu lebih penduduk Tapanuli Utara (Taput).

    Dengan posisinya sebagai istri Bupati, Satika pun diamanahkan jabatan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara.

    Di sini lah, Satika Simamora banyak belajar untuk dapat berbuat lebih banyak lagi mengabdikan diri kepada masyarakat, di mana Satika Simamora harus dapat berbaur, mengayomi dan menjadi contoh yang baik bagi kepada masyarakatnya melalui gebrakan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

    Perjuangan Tanpa Lelah

    Tapanuli Utara merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya beretnis Batak Toba, memiliki ragam budaya dan keindahan alam yang luar biasa. Dari Kota Medan butuh waktu 6 jam lebih perjalanan menuju Kota Tarutung, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara atau sekitar 285 kilometer jarak tempuh dari Medan ke Tarutung.

    Satika Simamora merupakan lulusan Magister Manajemen terbaik dari Universitas HKBP Nommensen mengaku untuk dapat diterima di hati masyarakat Tapanuli Utara membutuhkan perjuang keras dan memakan waktu yang lama. Bahkan, langkah yang dijalankan Satika Simamora berliku-liku penuh perjuangan untuk menyentuh hati masyarakat Batak.

    Waktu terus berputar. Seiring itu, perempuan berusia 49 tahun ini dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat melalui adat dan budaya Batak yang sangat kental melekat di bumi Tapanuli. Dengan kepintarannya, Satika dapat dengan cepat berdialog atau bercakap Bahasa Batak.

    Setahun kepemimpinan sang suami Nikson Nababan menjabat Bupati Tapanuli Utara (Taput) tepatnya tahun 2015, Satika memfokuskan diri untuk lebih banyak berbuat di TP PKK dan Dekranasda, dengan pengalamannya hidup di Jakarta.

    Sebelum menetap di Tapanuli Utara mengikuti jejak suami, Satika Simamora memiliki segudang pengalaman dalam dunia modis dan fashion di ibukota Indonesia. Dan melirik peluang kain Ulos untuk dipromosikan ke pasar nasional.

    Ditolak Penenun Ulos

    Ulos adalah salah satu jenis kain khas masyarakat Batak, Sumatera Utara, yang ditenun secara tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Ulos bagi orang Batak, bukan kain sembarang. Ada makna arti dari corak warna dan bentuk Ulos yang dipakai masyarakat Batak dalam kegiatan adat atau pesta adat, seperti upacara pernikahan, kelahiran dan dukacita.

    Nah mulanya, Satika Simamora dengan perahu Dekranasda Tapanuli Utara melakukan pendekatan secara intens ke masyarakat penenun Ulos di sejumlah kecamatan. Salah satunya Kecamatan Muara tepatnya Desa (Huta) Nagodang yang terkenal dengan Kampung Ulos.

    Kampung Ulos Nagodang telah sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil tenun Ulos dari turun temurun, dengan kualitas tenun Ulos-nya yang tidak diragukan lagi. Bahkan, dari dulu hingga sekarang sumber penghasilan penduduk Huta Nagodang adalah tenun Ulos.

    Sebagai Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Satika Simamora berupaya meyakinkan para penenun Ulos Huta Nagodang untuk menjadikan Ulos sebagai fashion bertaraf nasional yang akan membawa keberkahan dan kesejahteraan hidup. Selama ini, Ulos dianggap sebagai budaya bagi orang Batak.

    Mainset itu harus diubah. Inilah yang menjadi tantangan terberat bagi sosok ibu dua anak ini, untuk mengubah mainset penenun Ulos di Kabupaten Tapanuli Utara. Agar dapat membawa tenun Ulos ke segmen fashion.

    Diakui Satika Simamora, yang juga alumni Sekolah Tinggi Ekonomi Tri Dharma Widya, Jakarta, tantangan terberat adalah pola pikir masyarakat yang masih antipati atau rasa ketidaksukaan kepada pemerintah daerah, di mana setiap kebijakan kepala daerah terpilih selalu berubah-ubah.

    Dengan sikap antipati tersebut, niat baik Satika Simamora pun kandas ditolak oleh penenun-penenun Ulos. Padahal, blusukan yang dilakukan Satika Simamora dari satu kecamatan ke kecamatan lain untuk mengajak penenun Ulos, tujuannya sangat mulia, yakni demi membawa perubahan dan kesejahteraan masyarakat penenun Ulos.

    Penolakan masyarakat penenun Ulos membuat Satika Simamora meneteskan air mata. Masyarakat beranggapan bahwa kehadiran istri Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan hanya untuk mencari uang perjalanan dinas (Surat Perintah Perjalanan Dinas – SPPD). Padahal, Satika Simamora mengaku tidak ada memperoleh sepersen uang akomodasi dari anggaran pemerintah dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara.

    Mendapat perlakuan tersebut, dengan tegarnya Satika Nikson Nababan berucap kepada penenun-penenun Ulos bahwa jika kalian (penenun) tidak makan, jangan salahkan pemerintah. Ketegaran itu terungkap di depan penenun, namun dibalik semua itu sisi sensitif kewanitaannya keluar.

    Tidak dapat membendung rasa kekecewaan dan kesedihannya, tanpa disadari berlinang lah air mata sang istri Bupati Nikson Nababan hingga membasahi pipi. Niat tulusnya untuk mengabdi ke masyarakat sekaligus membantu peran dan tugas Bupati Tapanuli Utara tidak mendapat respon baik dari para penenun.

    Buah Kesabaran

    Beberapa minggu kemudian doa dan harapan didengar Tuhan. Kesabaran yang dibarengi perjuangan tanpa lelah yang dilakukan Satika Simamora membuahkan hasil.

    Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Tapanuli Utara ini kedatangan tamu istimewa ke rumah dinas yang ditempati Satika Simamora bersama keluarga.

    Seorang penenun laki-laki yang juga seorang guru dari Papande, salah satu Desa di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara, membawa beberapa jenis Ulos untuk ditunjukan langsung dengan Satika Simamora.

    Di tengah keputusasaan ternyata ada jalan keluar. Sang pria menunjukan ulos yang telah dibawa. “Ini Ulos yang ibu inginkan, sudah saya buat. Tapi, lihatlah tangan saya bu,” ujar pria tersebut ditirukan Satika Simamora.

    Melihat tangan pria penenun Ulos yang penuh sayatan luka membuat hati Satika Simamora tersentuh. Ternyata membuat sebuah Ulos pada zaman nenek moyangnya tidak lah mudah, butuh pengorbanan waktu dan darah.

    Benang halus yang merupakan dasar material Ulos tanpa disadari menyayat jari jemari dan tapak tangan hingga mencecerkan darah.

    Satika Simamora pun jadi teringat pada masa Opungnya (Atok), warna merah yang mendominasi Ulos ternyata perpaduan darah dan warna putih berasal dari keringat, yang melekat di benang Ulos.

    Begitulah tingkat kesulitannya zaman dahulu membuat Ulos di tengah keterbatasan peralatan, pengetahuan maupun bahan baku benang yang masih sulit didapat.

    Mendengar dan melihat langsung kondisi penenun Ulos tersebut, Satika Simamora pun dengan tegas menjanjikan sesuatu hal yang membuat pria penenun tersebut bernapas lega. “Jangan bilang saya, ibu Bupati, kalau kalian tidak makan,” ungkap Satika Simamora pada penenun pria tersebut.

    Janji yang telah dilontarkan membuat Satika Simamora harus putar otak. Dengan pengalaman fashion (modis) dan banyaknya teman di Jakarta, Satika Simamora menawarkan kerjasama dengan sejumlah desainer.

    Diajaknya desainer-desainer top ibukota untuk melihat hasil karya Ulos yang dihasilkan para penenun Tapanuli Utara.

    Fashion Ulos

    Para desainer yang diajak Satika Simamora melihat langsung produksi Ulos Tapanuli Utara, terkagum menyaksikan perjuangan para penenun yang sanggup berjam-jam duduk seharian mengeyam kain dengan peralatan tradisional menjadikan gulungan kain menjadi Ulos yang bernilai.

    Satika Simamora dengan pedenya menyampaikan tanggapan kepada para desainer Jakarta. “Kira-kira pantas tidak kita angkat untuk Fashion.” Bergumam di hati Satika Simamora, berharap semoga Ulos Tapanuli Utara mendapatkan apresiasi dari teman-teman desainernya!

    “Ini bagus banget. Justru ini temuan terbaru bagi dunia fashion. Karena selama ini fashion yang diangkat hanya bernuansa Batik,” ucap Satika Simamora menirukan komentar teman desainernya.

    Tak ingin kesempatan emas tersebut hilang, Satika Simamora tanpa buang waktu langsung mengkonsep event bertemakan Fashion Ulos.

    Dengan kepiawaan dan kecerdasan Satika Simamora, meminta Fashion Ulos ditampilkan oleh wanita berhijab. Tujuannya adalah agar Ulos dapat diterima oleh masyarakat luas di seluruh penjuru tanah air.

    Terselenggaranya Fashion Ulos di Jakarta seluruhnya disupport oleh Satika Simamora, tanpa melibatkan anggaran pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Begitulah pengorbanan janji sosok Satika Simamora yang ingin mengangkat Ulos hingga mendunia.

    Keberadaan Ulos kini telah diterima dan melekat di hati masyarakat Indonesia. Motif-motif Ulos Batak dipadukan pada baju, tas, jaket, sarung, selendang dan juga pernah-pernik yang dijadikan souvernir khas Batak.

    Janji Terpenuhi

    Kegigihan dan perjuangan Satika Simamora kini dirasakan oleh penenun Ulos di Tapanuli Utara. Janji Satika Simamora membuat penenun makan terwujudkan. Seiring dengan waktu, orderan atau pesanan Ulos telah banyak diterima oleh para penenun dari berbagai daerah.

    “Saya ibu Bupati pun kalau pesan udah tidak diterge lagi,” gurau Satika Simamora seraya membeberkan, pendapatan penenun sekarang ini lebih dari 9 juta per kapita.

    Melimpahnya orderan kain Ulos khas Tapanuli Utara inilah yang sangat diidamkan Satika Simamora. Membuatnya puas dengan hasil kerja kerasnya mempromosikan Ulos ke penjuru dunia telah terealisasikan. Bahkan, kini desa-desa lainnya telah membuka diri mengikuti jejak kesuksesan Huta Nagodang.

    Diakui Satika Simamora, setiap event fashion tingkat nasional, penampilan fashion Ulos selalu memperoleh peringkat pertama, baik dari segi tekstil tenun Ulos. Hal ini membuktikan Ulos telah mendapat pengakuan nasional.

    Martondikan Ulos Mu

    Dalam kunjungan Tim Ekspedisi Geopark Kaldera Toba yang diinisiasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke Kampung Ulos Huta Nagodang, 5 Februari 2023, dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2023, Satika Simamora berpesan kepada masyarakat Tapanuli Utara khususnya penenun-penenun Ulos, untuk bangga memakai hasil olahan kain Ulos.

    Menurut Satika Simamora, lawan terberat bagi penenun Ulos adalah diri kita sendiri sebagai orang Batak, karena tidak mau memakai tenun Ulos untuk kebutuhan sehari-hari. Penenun masih berpikir seribu kali untuk memakainya, karena satu tenunan yang dijual, hasilnya bisa dapat menyekolahkan anaknya.

    Pola pikir ini yang harus diubah oleh penenun-penenun Ulos di Kabupaten Tapanuli Utara. “Mulai dari sekarang pakailah atau setidaknya kita pegang bolak-balik tenun itu. Yang pada akhirnya tenun tersebut bernapas atau Martondi, untuk memanggil orang-orang membelinya. Kalau tenun Ulos hanya disimpan di lemari, ya sudah la tidak akan ada hasilnya,” cetus Satika Simamora.

    Satika Simamora memberikan tips bagi penenun dan UMKM, berikan Martondi (nafas) pada barang dagangan walau hanya sebatas memegang atau menyentuh merapikan barang dagangan tersebut. “Bermartondi itu akan memanggil ‘kau akan laku, kau akan laku’.” Begitu tips dagang yang diperoleh Satika Simamora dari teman-teman Chinese-nya.

    Tidak bosan-bosannya ia terus mengajak penenun-penenun Ulos untuk selalu memakai produk Ulos, agar orang-orang terpanggil untuk membeli produk Ulos. Dengan memakai produk Ulos tersebut, hal itu merupakan salah satu upaya mempromosikan dan mengenalkan betapa indah dan nyamannya produk Ulos dipakai.

    11.000 Penenun Ulos Tapanuli Utara

    Satika Simamora menginginkan produk Ulos asli buatan penenun Tapanuli Utara menghasilkan 11.000 pengerajin Ulos di masa kepemimpinan Bupati Nikson Nababan selama 9 tahun ini.

    Satika Simamora membeberkan, saat ini ada 11.000 penenun handmade yang telah terdaftar di Tapanuli Utara. Dari belasan ribu penenun itu, diantaranya 6000 penenun yang belum ber-KTP alias masih bersekolah. Para anak-anak itu di waktu luang, membantu orangtuanya menenun Ulos, sekaligus belajar membuat produk Ulos.

    Produk-produk Ulos yang dihasilkan telah membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi belasan ribu penenun Ulos. Di pasaran, produk Ulos dengan kualitas premium dibandrol mulai dari 500.000 Rupiah sebagai harga termurah. Dan harga tertingginya bisa mencapai 15 juta Rupiah.

    Bayangkan saja, kalau penenun berhasil memproduksi 11.000 produk Ulos, berapa sudah penghasilan yang diperoleh para penenun. “Saya ambil saja hitungannya 300 ribu saja, dikalikan 11.000 produk Ulos?

    Betapa besarnya hasil perputaran tenun Ulos di Kabupaten Tapanuli Utara yang mencapai triliunan rupiah. Sudah kalah dengan nilai APBD Tapanuli Utara dalam setahun,” ulas Satika Simamora.

    Perputaran transaksional produk Ulos ini yang harus tetap dijaga dan diawasi oleh Satika Simamora, untuk memastikan pasaran produk Ulos tetap meningkat. Butuh kerja keras yang luar biasa untuk menggerakan ini semua. “Tenun bergerak UMKM lainnya pasti akan tumbuh,” sebut Satika Simamora.

    Huhaholongi do Ho
    Dan pengorbanan, perjuangan serta dedikasi Satika Simamora bagi Tapanuli Utara, dimanifestasikannya dalam sepenggal tagline berbahasa Batak Toba “Huhalongi do Ho”, yang artinya “Kucintainya dirimu”.

    Iya, Satika kerap memasyaratkan tagline itu kala ia hadir di tengah-tengah masyarakat, di seluruh pelosok desa juga. Kocakannya yang khas membuat siapa saja yang mendengar tagline itu, terbalut rasa kasih sayang.

    Apa yang Satika lakukan, Satika korbankan, Satika perjuangkan, tergambarkilkan lewat tagline itu, sekaligus simbol bahwa dirinya menyayangi segenap warga Tapanuli Utara.

    Hal yang juga diharapkannya adalah semakin menularnya rasa kasih sayang antar sesama masyarakat. Dengan begitu, Satika pun yakin, apa yang akan dikerjakan, diraih, diimpikan, berbuah manis kelak jika diawali kasih sayang. (red)

  • Kapolresta Mataram Simakrama di Pura Durga Satwa Gunungsari

    Kapolresta Mataram Simakrama di Pura Durga Satwa Gunungsari

    LOMBOK BARAT (Lombokexpress.id) Program peduli tempat ibadah melalui Safari Kamtibmas atau Simakrama kembali dilaksanakan Polresta Mataram. Kali ini, Kamis (23/2) mengunjungi Pura Dalam Durga Stawa Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

    Program itu merupakan inisiasi Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH yang selama hampir 8 bulan terus secara intens dilakukan memberikan bantuan semen sebanyak 30 sak semen untuk pembangunan tempat ibadah di wilayah hukum Polresta Mataram.

    Kapolresta Mataram didampingi Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa ST SIK, Kapolsek Gunungsari AKP Agus Eka Artha Sudjana SH, Personel Si Humas, Sat Binmas dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa.

    Kunjungan disambut hangat Ketua Kerama Pura Dalem Durga Stawa Gunungsari Nengah Sukiada. Nengah mewakili pengurus Pura Dalem Durga Stawa Gunungsari mengucapkan selamat datang dan terimaksih atas kunjungan bapak Kapolres Mataram bersama rombongan beserta seluruh tamu dan pengempon pura Dalem Durga Stawa Gunungsari.

    “Kami ucapkan terimaksih atas bantuan sumbangsih bapak Kapolresta dengan memberikan bantuan berupa semen untuk menunjang pembangunan Pura Dalem Durga Stawa Gnungsari ini,” ucapnya

    Nengah menceritakan keberadaan Pura Dalem Durga Stawa Gunungsari berdiri sekitar tahun 1950 yang didirikan oleh Umat Hindu yg berada di Sekitar Gunungsari. Pura Dalem Durga Stawa Gnungsari dirembe sekitar 400 KK Umat Hindu yang tersebar di 4 Desa yakni Ds Gunungsari, Ds Tamansari, Ds Ranjok dan Ds Midang,” ungkapnya.

    Semenjak berdiri Pura ini telah beberapakali dilakukan renovasi.

    Berikutnya sambutan dari Ketua Parisadha Kec Gunungsari Wayan Langkir menyampaikan selamat datang dan terimakasih atas kesediaan Kapolresta Mataram beserta jajaran serta tamu undangan yang lainnya berkenan hadir di acara simakrama ini.

    “Atas nama Pengurus Pura mengucapkan terimakasih atas bantuannya dan terkait dengan pembangunan pura ini selain swadaya dari Umat juga banyak di bantu dr pemerintah dan organisasi hindu,” ucapnya.

    Sampai saat ini masih ada beberapa kelengkapan pura yang belum terselesaikan. “Semoga Bapak Kapolresta dapat kembali berkunjung dengan masyarkat kami serta untuk diketahui hubungan toleransi antar umat beragama sangat naik dan rukun,” tuturnya.

    Sementara Kades Gunungsari mewakili masyarakatnya mengucapkan terimakasih kepada Kapolresta Mataram atas bantuanya. Semoga bantuan tersebut bermanfat untuk pembangunan Pura Dalem Durga Stawa Gunungsari.

    Kapolresta Mataram Kombes Pol.Mustifa SIK MH menyampaikan ucapkan terimakasih sudah diterima dalam kegiatan Safari Kamtibmas, kegiatan ini sudah berjalan 8 bulan.

    “Safari Kamtibmas atau Simakrama ini dilakukan setiap minggu dan sudah terjadwal baik di Masjid maupun di pura di wilayah hukum Polresta Mataram,” kata KBP Mustofa.

    Tujuannya Polri ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dlm berkomunikasi dengan masyarakat.

    “Kenapa kita lakukan Safari Kamtibmas ke tempat ibadah dikarenakan tempat ini tempat suci dalam kegiatan simakrama. Karena kegiatan Kamtibmas lewat Safari kamtibmas/simakrama untuk menyampaikan secara umum terkait Kamtibmas di wilayah Hukum polresta Mataram,” ungkap Kapolresta.a

    Kapolresta berharap dengan safari kamtibmas kita saling menjaga diri dari gangguan.

    “Bila mendapatkan isu atau beritahu agar dikross cek terlebih dahulu kebenanaranya dari pihak terkait sehingga tidak merugikan diri dan masyarkat lainnya.

    “Sebentar lagi kita akan menyambut Pemilu tahun 2024. Di tahun politik ini kita jaga kamtibmas sehingga pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

    Di akhir sambutannya Kapolresta mengajak seluruh komponen masyarkat dapat bersinergi bersama Polri dan TNI utk menjaga Kamtibmas. Khususnya di wilkum di kec Gunungsari agar tetap Kondusif. Kapolresta juga mengajak masyarkat mensosialisasikan tentang Harkantibmas khususnya tentang Bahaya Narkotika.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab Kapolresta Mataram dengan masyarakat yang hadir terkait menjaga Harkamtibmas yang kondusif dan permasalahan sosial masyarkat. (ang)

  • PDBI Kota Mataram Sabet Juara Umum Porprov XI NTB 2023

    PDBI Kota Mataram Sabet Juara Umum Porprov XI NTB 2023

    MATARAM (Lombokexpress.id) – Setelah sempat melakukan protes karena merasa dicurangi, Tim Drumband Persatuan Drumband Indonesia Kota Mataram, berhasil menjadi juara umum Pekan Olahraga Provinsi XI Nusa Tenggara Barat (Porprov XI NTB) tahun 2023.

    Walikota Mataram H. Mohan Roliskana saat menyambut kemenangan Tim Cabor Drumbend Kota Mataram, Kamis (23/2/2023), mengapresiasi keberhasilan PDBI Kota Mataram sebagai juara umum.

    “Saya menghormati dan saya apresiasi dedikasi daripada oficial, daripada pelatih, termasuk dukungan keluarga dimana orang tua kalian ikut mensuport kalian (tim cabor drumband, red), karena pada saat kalian berjalan delapan kilo kemarin di tengah terik matahari, ibu-ibu kalian ikut mendampingi kalian,” ungkanya.

    Dikatakan, raihan lima medali terdiri dari dua emas dan tiga perak di cabor drumband, telah mampu mengatrol perolehan medali Kota Mataram di ajang Porprov XI NTB 2023.

    “Dengan persiapan yang cukup panjang, dengan keletihan, dengan pengorbanan yang luar biasa, kita sampai pada tahap sebagai juara umum di Porprov ini untuk cabor drumband,” ungkapnya.

    Sementara Ketua PDBI Kota Mataram Hj. Noviani Danar Kinnastri mengungkapkan rasa syukur, terhadap kerja keras segenap elemen terutama kepada tim cabor drumband PDBI Kota Mataram, yang telah berhasil menjadi juara umum cabor drumband Porprov XI NTB tahun 2023.

    “Syukur alhamdulillah, anak-anak kita bisa meraih juara umum dan ini menjadi tantangan kita ke depan, kita harus mempersiapkan untuk Prapor (Pra Pekan Olahraga, red) yang akan datang,” katanya.

    Menurut perempuan kelahiran 23 November 1973 yang istri Walikota Mataram itu, pihaknya selalu menanamkan sportifitas dan kejujuran kepada tim cabor khususnya tim cabor drumband PDBI Kota Mataram.

    “Satu hal yang selalu kita tanamkan di diri anak-anak kita bahwa apapun hasil pertandingan, sportifitas nomor satu, kejujuran itu nomor satu,” tandasnya.

    Untuk diketahui, perolehan medali di cabor drumband Porprov XI NTB tahun 2023 adalah Kota Mataram memperoleh dua emas dan tiga perak total lima medali, Kabupaten Sumbawa dua perunggu, Kota Bima dua emas dan dua perunggu total empat medali dan Kabupaten Dompu satu emas serta satu perunggu total dua medali.

    Selanjutnya Kabupaten Lombok Barat meraih satu emas dan dua perak total tiga medali, Kabupaten Lombok Timur memperoleh satu perunggu dan Kabupaten Lombok Utara satu perak. (red)

  • Diduga Melakukan Curat, Pria ini Diamankan Polsek Selaparang

    Diduga Melakukan Curat, Pria ini Diamankan Polsek Selaparang

    MATARAM (Lombokexpress.id)– Seorang terduga pelaku tindak pidana Curat (Pencurian dengan Pemberatan) berhasil diamankan Tim Opsnal unit Reskrim Polsek Selaparang. Setelah identitas terduga diketahui sebelumnya berdasarkan hasil olah TKP oleh Unit Reskrim Polsek Selaparang.

    Penangkapan terduga dipimpin langsung Kapolsek Selaparang Iptu Putu Sastrawan SH dalam operasi penangkapan yang dilakukan pagi tadi (23/02/2023) pukul 07:45 wita di salah satu kos-kosan di wilayah Batu Dawe, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

    Terduga pelaku berinisial S alias G, pria 33 tahun asal Sekotong, Lombok Barat tersebut ditangkap tanpa perlawanan kemudian diamankan bersama beserta barang bukti berupa beberapa unit Hp yang diduga hasil tindak pidana.

    “Kami akan melakukan pemeriksaan dan akan melakukan pengembangan terkait tindak kejahatan yang dilakukan terduga,” ungkap Kapolsek Selaparang, Kamis (23/02/2023) usai penangkapan.

    Dalam keterangannya Kapolsek menceritakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang tertuang dalam laporan polisi LP/B/07/II /2023/SPKT/ Polsek Selaparang tertanggal 18 Februari 2023.  Telah terjadi pencurian di Pegadaian Eva di wilayah Gomong, Selaparang Kota Mataram (TKP).

    “Atas laporan tersebut tim opsenal langsung melakukan penyelidikan dan dari hasil olah TKP ditemukan indikasi kepada terduga pelaku yang telah diketahui identitasnya. Dan selanjutnya pelaku tersebut kami amankan pagi tadi,” ucap Kapolsek Selaparang.

    Atas perbuatan terduga lanjutnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pasal yang digunakan 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (ang)

  • BNPT Harapkan FKPT Aktif Edukasi Masyarakat Soal Semangat Persatuan dan Kesatuan dalam Berdemokrasi di Tahun Politik

    BNPT Harapkan FKPT Aktif Edukasi Masyarakat Soal Semangat Persatuan dan Kesatuan dalam Berdemokrasi di Tahun Politik

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Momentum tahun politik sangat rentan menghasilkan adanya kondisi polarisasi sosial dan politik identitas yang menggunakan isu SARA berbalut narasi-narasi intoleransi, kekerasan dan kebencian. Efek dari dua kondisi tersebut harus diredam dan dihilangkan agar tidak menimbulkan lahirnya disintegrasi dan friksi-friksi sosial yang memecah belah masyarakat.

    Dalam mencegah perpecahan di masyarakat di tahun politik ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) meminta kepada seluruh anggota Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) untuk turut aktif dalam mengedukasi pentingnya mengedepankan semangat persaudaraan, persatuan dan Kesatuan dalam berdemokrasi di tahun politik.

    “FKPT bisa ikut mengedukasi agar masyarakat kita gak terjebak dalam kebencian dan permusuhan antar sesama anak bangsa yang merupakan efek dari polarisasi dan politisasi identitas,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, M.H., pada saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKPT Ke-X “Bersama Memperkuat Persatuan dan Kesatuan untuk Indonesia Damai dan Harmoni di Jakarta pada Senin (20/2).

    Dengan 7 bidang (Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Media Massa, Hukum dan Humas, Pemuda, Pendidikan, Perempuan dan Anak, Pengkajian dan Penelitian) yang diampu FKPT di 34 provinsi, BNPT RI berharap FKPT dapat menginisasi kerjasama secara multi pihak (Pentahelix) dalam rangka menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan di tahun politik.

    “Teman teman FKPT bisa bekerjasama dan menginisiasi dialog-dialog dengan mitra kita di daerah untuk menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan dan bagaimana caranya masyarakat kita dapat merayakan pesta demokrasi tapi tidak dengan kebencian dan kekerasan,” ujarnya.

    Saat ini FKPT di Indonesia memiliki 34 perwakilan dengan sekitar 306 pengurus dimana baru terbentuk FKPT di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sebelumnya di tahun 2022 telah terbentuk FKPT di Provinsi Papua dan Papua Barat. (bnpt/red)