Blog

  • Kapolda NTB, Danrem 162/WB Cek Posko Operasi Aman Nusa II Tahun 2022 Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Lembar

    Kapolda NTB, Danrem 162/WB Cek Posko Operasi Aman Nusa II Tahun 2022 Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Lembar

    LOMBOK BARAT (Lombokexpress.id) – Upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus dilakukan oleh satuan  Korem 162/WB,  maupun satuan wilayah Polda NTB.

    Hari ini Kapolda NTB bersama Danrem 162/WB, mengoptimalkan patroli di wilayah perairan untuk melakukan pengawasan peredaran hewan ternak di pelabuhan Lembar. Senin ( 6/7/22 ).

    Disela sela sela Kunjungan ke Posko Operasi Aman Nusa II Tahun 2022 Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kawasan Pelabuhan Lembar Kab. Lobar. Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, S.Sos., M.M., menjelaskan kepada awak media.
    “Di Pelabuhan Lembar disiapkan posko penyekatan. Di posko tersebut petugas bisa memantau hewan ternak baik yang masuk maupun keluar dari Pulau Lombok. Jika menemukan kendaraan pengangkut hewan ternak yang tidak dilengkapi dokumen maka akan dikembalikan ke asalnya. Dari hasil penyekatan sementara, tidak menemukan kendaraan yang bermuatan hewan ternak yang menuju ke Bali melalui Pelabuhan Lembar”. Terang orang nomer satu di TNI-AD NTB.

    Pada kesempatan lain Kapolda menyampaikan, “Saya bersama sama Danrem,kapolres, Kadis pertanian, Karantina dan ASDP untuk melihat langsung apa yang sudah dilakukan bersama dalam rangka menghadapi situasi PMK di NTB khususnya di lombok, sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia saat rapat koordinasi melalui vicon kemarin selain dari vaksinasi pengobatan ternak yang sakit kita juga mencegah pembawa atau carier dalam hal ini manusia jadi kita mencegah di pintu masuk/keluar NTB.

    Adapun Rombongan  Kunjungan ke Posko Operasi Aman Nusa II Tahun 2022 Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kawasan Pelabuhan Lembar Kab. Lobar. Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto, Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo,S.Sos., M.M. Kabak Ops Polda Kombes Abu bakar, Kasiter  Kasrem 162/WB Letkol  Czi I Gusti Putu Dwika, Dandim 1606/Mataram Letkol Arh Arif Rahman S.Sos., M.M. . Kapolres Lobar Akbp Wirasto adi Nugroho, Kadis Pertanian Lobar H.Lalu Winengan. Kepala Karantina Drh Arinaung  MSI. Kepala ASDP A.Rahim. (has/rls)

  • Danrem 162/WB Apresiasi Sinergitas TNI-Polri di NTB Guyub Sampai ke Bawah

    Danrem 162/WB Apresiasi Sinergitas TNI-Polri di NTB Guyub Sampai ke Bawah

    MATARAM (Lombokexpress.id)–Di sela pelaksanaan upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Selasa (5/7/2022), Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, S.Sos., M.M., mengapresiasi sinergitas di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Danrem 162/WB, peringatan Hari Bhayangkara Ke-76 merupakan momen peningkatan kualitas yang sudah terjalin Harmonis.

    “Selamat Hari Bhayangkara ke-76, ini adalah momen peningkatan kualitas dan sinergitas Polri. Kami TNI senantiasa terus mendukung setiap kegiatan Polri khususnya di Nusa Tenggara Barat,” ungkap Brigjen Aris, Panggilan Akrab Danrem 162.

    Danrem 162/WB mengatakan, jalinan sinergi antara TNI dan Polri harus terus terjalin dan ditingkatkan, dimana dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat akan selalu berdampingan dengan anggota TNI.

    “Kami selalu siap untuk berkolaborasi, saling dukung dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Dua institusi yang menjadi pilar negara ini harus tetap kompak, sehingga terwujud stabilitas bangsa dan negara dalam bingkai NKRI,” katanya.

    Menurut Danrem 162/WB, peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di tahun 2022 merupakan usia yang cukup matang bagi Polri, untuk memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

    Lebih lanjut Danrem 162/WB menyampaikan, TNI yang berfungsi sebagai penjaga teritorial merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan Polri.

    “Kekompakan yang telah tercipta selama ini harus terus dipupuk dan ditingkatkan, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

    Untuk diketahui, dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-76 di Polda NTB juga diserahkan hadiah berbagai lomba, dimana untuk lomba menembak dimenangkan perwakilan Korem 162/WB, yakni Komandan Batalyon Infanteri 742/SWY Letkol Inf Andika Baroto Crishastantyo, S.I.P. (has/rls)

  • Kepala BNPT Ajak 6576 Praja IPDN Jadi Garda Terdepan Jaga NKRI dari Ideologi Radikal Terorisme

    Kepala BNPT Ajak 6576 Praja IPDN Jadi Garda Terdepan Jaga NKRI dari Ideologi Radikal Terorisme

    JATINANGOR (Lombokexpress.id)–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar
    memberikan Stadium General (Kuliah Umum) kepada 6576 Praja dan seluruh Civitas Academia Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan tema “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” di Balairung Jenderal Rudini IPDN, Jatinangor, Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Senin (4/7).

    Pemberian kuliah umum ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan Praja IPDN terkait ancaman nyata radikal terorisme yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan adanya pengetahuan kewaspadaan terkait radikalisme dan terorisme, Praja IPDN dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dari pengaruh buruk ideologi radikal terorisme.

    “Praja diharapkan dapat menjadi garda menjaga NKRI dari berbagai pengaruh buruk ideologi radikal terorisme,” jelasnya.

    Selain pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait berbagai bentuk radikalisme dan terorisme, Praja IPDN diingatkan untuk memahami jati diri bangsa Indonesia yang memiliki karakter pluralisme yang kuat di tengah keanekaragaman suku dan agama penduduknya.

    “Diharapkan Praja IPDN tidak disorientasi dengan bangsanya. Tetapi dapat berperan selalu mencintai nilai luhur bangsa,” katanya.

    Sementara itu, Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, M.M menjelaskan komitmen IPDN dalam menolak paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya para Praja IPDN selalu diingatkan akan bahaya radikalisme dan terorisme.

    “Yeni Wahid dan Densus 88 telah juga mengisi paparan kepada Praja IPDN terkait radikalisme dan terorisme beberapa waktu lalu. Sekarang Pak Boy datang memberikan kuliah umum, jadi lebih lengkap pengetahuan dan pemahaman praja sebagai kader pemerintahan dalam negeri terkait masalah radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

    Selain diadakan secara luring, kegiatan Stadium General “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” Juga disiarkan secara Live YouTube agar dapat disaksikan oleh Praja IPDN Kampus Daerah yang tersebar di Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, NTB, Aceh, Kalimantan Barat dan Papua. (bnpt/has)

     

  • Sestama BNPT bersama Tokoh Lintas Agama Resmikan Papua Rumah Doa Segala Bangsa Untuk Tingkatkan Nilai Toleransi dan Moderasi Beragama

    Sestama BNPT bersama Tokoh Lintas Agama Resmikan Papua Rumah Doa Segala Bangsa Untuk Tingkatkan Nilai Toleransi dan Moderasi Beragama

    JAYAPURA (Lombokexpress.id)–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) terus hadir merangkul banyak pihak dengan pendekatan soft approach, mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan nilai toleransi. Hal tersebut ditunjukan dalam peresmian Papua Rumah Doa Segala Bangsa pada Minggu (3/07) di Sentani, Jayapura.

    Dalam kesempatan ini Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Dedi Sambowo menyembunyikan sirine peresmian bersama tokoh lintas agama dan tokoh nasional seperti Mantan Kapolda Papua Paulus Waterpauw, Kabaintelkam Polri Irjen Ahmad Dofiri, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Dr. Eko Prasetyanto, dan Ketua umum PGI Pdt. Gomar Gultom.

    Nuansa moderat penuh dengan sikap saling menghargai antar umat beragama akan mencegah konflik di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang sangat beragam sebagaimana disampaikan Sestama BNPT .

    “Kerukunan antar umat beragama harus diawali dengan cara pandang, sikap dan perilaku keagamaan yang moderat. Seperti yang kita lihat pada peresmian Papua Rumah Doa Segala Bangsa ini. Kita tahu, Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Maka, diperlukan seni dalam merawatnya, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat kita dapat meminimalisir adanya konflik,” jelas Dedi.

    Jenderal bintang dua ini menambahkan jika Papua Rumah Doa merupakan mitra BNPT dalam menyebarkan ajaran cinta kasih dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan dengan gagasan moderasi beragama di Indonesia khususnya di Papua.

    “Papua Rumah Doa Segala Bangsa adalah mitra BNPT dalam menyebarkan nilai cinta kasih dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan,” tutup Sestama BNPT.

    Senada dengan Dedi Sambowo, Pdt. Lipiyus Biniluk Ketua FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ) Papua sekaligus pendiri Papua Rumah Doa Segala Bangsa mengatakan bahwa latar belakang pendirian tempat ini adalah aktivitas doa yang menjadi kewajiban setiap umat beragama dan keinginannya membangun tempat berdoa bagi semua umat manusia tanpa memandang agama, suku dan ras.

    “Saya mau katakan doa itu penting di agama manapun. Apalagi jika ditambah dengan puasa, itu momen yang kami percayai sebagai momen untuk menyadarkan diri bahwa manusia tidak mampu tanpa pertolongan Tuhan. Metode doa dan puasa ini pun kami lakukan dalam penyelesaian permasalahan – permasalahan di Papua. Papua rumah doa segala bangsa terbuka untuk siapapun, agama manapun,” paparnya.

    Dirinya pun menceritakan pengalamannya dengan Kepala BNPT Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. tentang dukungan yang ia berikan terhadap kegiatan doa dan puasa saat masih menjabat sebagai Kapolda Papua periode 2017 – 2018

    “Kepala BNPT saat masih menjabat sebagai Kapolda Papua mendukung kegiatan – kegiatan doa dan puasa yang kami lakukan, salah satu kalimat darinya yang saya ingat adalah ‘doa dan puasa membuka intervensi Tuhan dalam segala persoalan’, beliau benar – benar mendukung kami,” tambahnya.

    Pendekatan melalui agama dan adat merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan kekerasan di Papua. Unsur agama dan adat kerap dilibatkan karena memiliki kohesivitas dalam kehidupan masyarakat Papua. (rls/bnpt)

     

  • Kepala BNPT: Soft Opening KTN Garut Bukti Negara Hadir Lawan Radikalisme Terorisme

    Kepala BNPT: Soft Opening KTN Garut Bukti Negara Hadir Lawan Radikalisme Terorisme

    GARUT (Lombokexpress.id)–Setelah sukses menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Jawa Timur dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat, kini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (2/7).

    Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., menjelaskan kehadiran KTN Garut merupakan bentuk negara hadir dalam proses deradikalisasi berbasiskan kesejahteraan dengan konsep pentahelix melibatkan banyak pihak. Keterlibatan banyaknya pihak dalam program KTN adalah simbol perlawanan terhadap virus intoleran terorisme yang menjadi musuh bersama.

    “Di dalam KTN ini melibatkan banyak pihak. Mengingat terorisme adalah musuh Negara. Negara harus hadir dan semua pihak harus dilibatkan,” jelasnya.

    Boy Rafli juga mengatakan pemilihan wilayah Garut di Jawa Barat menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN adalah untuk menekan potensi yang mungkin saja muncul, sehingga program seperti ini disiapkan untuk membangun kewaspadaan bersama terhadap radikalisme terorisme.

    Dengan kehadiran KTN Garut, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya terutama bagi mitra derad, agar mereka dapat berbaur serta diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

    “Dengan KTN ini diharapkan proses reintergrasi mitra derad dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga mereka diterima baik oleh masyarakat umum,” katanya.

    Sementara itu Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman mewakili Pemda Kabupaten Garut merasa bangga terdapat KTN di wilayah Garut. Menurutnya hal ini menandakan bahwa Pemda dan Masyarakat Garut sepakat menolak seluruh bentuk ideologi kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Kami bisa berbangga dengan hadirnya KTN di Desa Harumansari Garut ini. Kami tidak ingin ada terorisme di Indonesia,” jelasnya.

    Salah seorang mitra derad dari enam orang mitra derad yang hadir dalam kegiatan soft opening ini mengaku memiliki harapan besar kepada KTN Garut sebagai sarana reintergrasi sosial. Ia mengakui tidak mudah untuk menjadi seorang mitra derad dengan stigma masyarakat. Dengan hadirnya KTN dirinya dapat berkontribusi untuk membangun kemandirian ekonomi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

    “KTN ini trobosan paling bagus karena kami bisa menjalin sinergi kami yang mantan napiter ini dengan masyarakat,” kata salah seorang mitra derad, Yoki Candra.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT juga meninjau dan meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI dan Posko KTN Garut serta secara simbolis melakukan penanaman bibit buah alpukat bersama dengan Wakil Bupati Garut, Ketua FKPT Jabar, Dr. Drs. H. Iip Hidayat, M.Pd, perwakilan Bank Mandiri, PT Alba Baja Banten, Eiger PT Eigerindo Multi Produk Industri.

    Nantinya lahan yang berada di Desa Haruman Sari akan dimanfaatkan sebagai area budidaya lebah madu, jagung, gula aren, alpukat dan juga sebagai objek pariwisata.

    Selain dari K/L yang tergabung dalam program sinergisitas antar K/L dalam penanggulangan terorisme, terdapat Pihak BUMN yang terlibat membantu terlaksananya kegiatan ini diantaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Alba Baja Banten, PT Eigerindo Multi Produk Industri, PT Hardcorindo. (rlsbnpt)

  • FKPT NTB Ajak Perempuan Top Viralkan Perdamaian

    FKPT NTB Ajak Perempuan Top Viralkan Perdamaian

    LOMBOK BARAT (Lombokexpress.id)-Sebanyak 100 orang peserta perempuan terdiri dari unsur Pemerintah, Perempuan Lintas Agama, Organisasi Perempuan dan Organisasi Mahasiswa serta pelajaran berkumpul di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat untuk menghadiri kegiatan “Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian Dalam Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat,” yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB, Kamis (30/6).

    Dalam laporannya Ketua FKPT NTB yang diwakili oleh Sekretaris FKPT NTB Dr. H Lalu Sajim Sastrawan, S.H., M.H. menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran secara jelas kepada masyarakat khususnya perempuan mengenai terorisme di Indonesia, meliputi ancaman, kerawanan, hingga pertumbuhannya, sebagai bagian dari kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan terorisme.

    “Semoga peran serta masyarakat, khususnya Perempuan dalam rangka sinergi pencegahan terorisme di daerah melalui FKPT Nusa Tenggara Barat semakin meningkat. Sehingga perempuan bisa menjadi Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif sehingga dapat menginspirasi lingkungan sosial melalui aktivitas positif yang konsisten dan konkret,” tutup Lalu Sajim.

    Direktur Pencegahan BNPT, R. Ahmad Nurwakhid melalui Kasubdit Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Kolonel Sus Harianto, S.Pd.,M.Pd., yang membuka kegiatan, mengatakan radikalisme dan terorisme menjadi salah satu tantangan besar bagi keamanan masyarakat dan kedaulatan bangsa ini.

    “Perempuan memiliki posisi sangat vital dalam keluarga bahkan dalam masyarakat secara lebih luas. Perempuan memiliki peran strategis dalam membentengi keluarga dan masyarakat dari segala bentuk penyebaran dan ajakan kelompok radikal terorisme. Seorang Ibu bisa menjadi partner dialog anaknya. Sebagai seorang istri, perempuan bisa menjadi partner diskusi suaminya dalam berbagai hal, sebagai contoh dalam pemahaman ajaran agama. Perempuan diharapkan bisa menjadi filter awal dari setiap kejanggalan yang ditemukan dalam keluarga masing – masing,” ujarnya.

    Seorang Ibu bisa menjadi partner dialog anaknya. Sebagai seorang istri, perempuan bisa menjadi partner diskusi suaminya dalam berbagai hal, sebagai contoh dalam pemahaman ajaran agama. Perempuan diharapkan bisa menjadi filter awal dan pendeteksi awal dari setiap kejanggalan yang ditemukan dalam keluarga masing – masing.

    Ibu adalah Madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dengan “soft power approach” yang dimiliki kaum perempuan terutama ibu, keluarga akan menjadi damai, dan Indonesia semakin kuat, menuju kejayaan dan menjaga NKRI, serta paham radikalisme maupun terorisme dapat dicegah.

    “Oleh karena itu, kami mendorong simpul-simpul organisasi perempuan yang hadir pada kegiatan ini untuk mampu menjadi agen perdamaian, mengorganisir massa dan menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme setidaknya untuk lingkungan keluarga dan organisasinya masing – masing,” tutupnya.

    Mila Viendyasari, M.Si., Peneliti & Pengajar Universitas Indonesia, juga menjadi narasumber pada kegiatan ini. Beliau memberikan materi dengan tema materi dengan tema Nasional Perempuan dan Kecakapan Digital. “Tanpa disadari kita lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti melalui media sosial (whatsapp, facebook, Instagram) serta surat elektronik (email) dibanding berkomunikasi secara langsung, karena kita menganggapnya lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.

    Beliau mengajak untuk memberantas hate speech di media sosial. Kita harus pikirkan dulu apa pentingnya memberikan komentar pada postingan di media sosial. “Etika dan tata krama yang kita diajarkan sejak dari kecil, jangan sampai lutur saat berada di dunia maya,” ujarnya.

    Mila juga memberikan tips smart life & health living di era digital, yaitu berempati terhadap siapapun di internet, posting hal-hal positif. Kemudian berpikir terlebih dahulu sebelum mempublikasikan ide, foto, atau video. Lebih selektif menerima atau menambah teman, khususnya yang belum dikenal. Dan blokir atau hentikan komunikasi dengan orang atau yang membuat kita tak nyaman.

    Pada kesempatan yang sama Peneliti Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Mataram, Dr. Abdul Wahid, M.Ag. M.Pd, yang juga menjadi narasumber menjelaskan tentang potensi radikalisme di daerah dan pencegahannya melalui kearifan lokal.

    Kegiatan ditutup oleh Dr. Muhasim, M.Ag dari FKPT NTB sebagai modetator. Beliau mengingatkan bahwa pencegahan terorisme merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia, para peserta yang hadir disini menjadi wadah ilmu yang bisa membagikan pengetahuan kepada orang-orang lain disekitar kita. Semoga apa yang peseta dapatkan hari ini tidak terputus sampai hari ini, dan terus dikumandangkan untuk mencegah paham-paham radikalisme dan terorisme. (*/red)

  • DPD SBNI NTB Resmi Terbentuk

    DPD SBNI NTB Resmi Terbentuk

    MATARAM (Lombokexpress.id)– Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), telah mengeluarkan edaran khusus tentang penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023 mendatang. Edaran tersebut dimungkinkan berdampak terhadap meningkatnya tenaga kerja eks honorer. Menyikapi hal tersebut di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah terbentuk Dewan Pengurus Daerah Serikat Buruh Nasionalis Indonesia atau DPD SBNI NTB.

    Sesuai Surat Keputusan (SK) 082/SK/DPP SBNI/VI/2022 tertanggal 24 Juni 2022, DPD SBNI Prov. NTB resmi terbentuk dengan diketuai I Made Sanakumara didampingi sekretaris M. Tajir Asyjar Djr. dan bendahara Fitriah.

    Ketua DPD SBNI NTB Made Sanakumara, Rabu (29/6/2022), dalam rapat pengurus di Bale Lodji Komplek Taman Mayure Cakranegara mengatakan, dengan jiwa nasionalis segenap pengurus akan berupaya memberikan solusi terbaik dalam memfasilitasi pekerja dan pengusaha.

    “Sesuai nama yang tercantum dalam SBNI yakni kata nasionalis, maka nantinya SBNI akan menjadi serikat yang berjiwa nasionalis. Artinya, SBNI sebagai serikat akan mengedepankan jiwa nasionalis dalam program-programnya, yakni sebagai fasilitator antara buruh atau pekerja dengan perusahaan atau pengusaha,” ungkap sapaan Anang itu.

    Sementara Ketua Majelis Pertimbangan dan Penasehat DPD SBNI NTB H. Abdus Syukur, S.H. mengatakan, diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker), pada 2 November 2020 lalu berdampak pula terhadap terbukanya lapangan kerja baru.

    “Lebih-lebih dengan munculnya edaran Menpan RB terkait penghapusan tenaga honorer. Ini akan menjadi suatu keniscayaan yang harus disikapi dengan bijak oleh seluruh pihak, karena pada November tahun depan pastinya akan terjadi penumpukan tenaga kerja,” katanya.

    Karenanya, lanjut wartawan senior itu, keberadaan SBNI sebagai salah satu serikat buruh/pekerja memiliki tanggung jawab besar untuk menyikapi kondisi tersebut.

    “Serikat buruh atau pekerja kita ketahui sebenarnya sudah banyak, tapi SBNI ini adalah serikat buruh yang nasionalis. Nah, di sini letak keistimewaannya yang nantinya semangat nasionalis ini yang lebih dikedepankan,” tandasnya.

    “Jadi, visi-misi dan program kerja yang nantinya akan membedakan SBNI dengan serikat buruh atau pekerja lainnya,” imbuh H. Syukur.

    Senada dengan itu, anggota Majelis Pakar Organisasi HL. Sofyar Putrangga, S.H. menyampaikan, banyak hal dapat diatensi yang akan dijadikan program kerja SBNI khususnya DPD SBNI NTB, yang mungkin selama ini belum terjamah serikat buruh/pekerja yang ada.

    “SBNI bukan akan mencari-cari yang harus dipermasalahkan, tapi SBNI lebih kepada bagaimana menyelaraskan atau menjaga kondusifitas buruh atau pekerja dengan yang mempekerjakan atau pengusaha. Kita akan menjadi fasilitator terciptanya kondusifitas itu,” ujar HL. Sofyar.

    Eks tenaga kerja pertambangan batu hijau PT. Newmont Nusa Tenggara yang sekarang diganti PT. AMMAN Mineral itu menjelaskan, SBNI harus mampu menempatkan diri dalam menyikapi setiap permasalahan yang terjadi pada anggota.

    “Jadi kita sepakat bahwa SBNI bukan serikat yang akan merongrong perusahaan, tapi kita adalah mitra perusahaan dan pekerja atau buruh. Kalau ini bisa tercipta, maka kondusifitas investasi pun insya Allah akan berjalan dan SBNI akan disegani semua pihak,” tuturnya.

    Agus Mulyadi, M.E. selaku Ketua Majelis Pakar Organisasi (MPO) SBNI NTB, melalui line telepon seluler mengingatkan satu hal yang harus dan perlu diperhatikan agar roda organisasi tetap stabil, yakni menghindari SBNI dengan politik praktis.

    “Yang penting tidak berpolitik praktis, insya Allah stabil dan kita berjuang bersama,” ucap Agus.

    Untuk diketahui, dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelantikan dan pengukuhan sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD SBNI NTB, akan digelar pada 25 November 2022, dimana pengurus akan dilantik langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) SBNI. (has/rls)

  • BNPT Terus Bangun Kewaspadaan Nasional Sambut KTT G20 di Bali

    BNPT Terus Bangun Kewaspadaan Nasional Sambut KTT G20 di Bali

    BALI (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai leading sector dalam upaya penanggulangan terorisme hadir untuk meningkatkan kewaspadaan nasional membangun kewaspadaan dini setiap komponen bangsa guna minimalisir gangguan keamanan pada gelaran event puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

    “Kita berupaya terus mengkoordinir stackholder di seluruh Indonesia dalam rangka G20 ini, kita melakukan rapat koordinasi intelijen di Banyuwangi dan Bali hingga menggelar kesiapsiagaan nasional,” jelas Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Ibnu Suhaendra, S.I.K dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Mitigasi Aksi Terorisme Integrative di Sanur, Bali (28/6).

    Gelaran G20 di Indonesia menjadi penting dalam rangka memperlihatkan kedudukan Indonesia di mata Dunia. Kesuksesan pelaksanaan G20 dapat diwujudkan dalam bentuk kolaborasi dan keterpaduan setiap lembaga negara dan masyarakat dalam melakukan antisipasi meminimalisir potensi dampak yang muncul akibat gangguan keamanan.

    “Kita bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga terkait dan kesatuan keamanan terkait di daerah Bersatu padu dalam pengamanan G20,” ungkap lulusan akademi polisi 1993 ini.

    Dalam menghadirkan rasa aman di G20 Bali, BNPT terus meningkatkan frekuensi koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah serta tidak lupa menguatkan peran masyarakat dalam mencegah aksi teror.

    Sebelumnya, Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H menyatakan komitmen BNPT dalam menyukseskan presidensi G20 Indonesia 2022 dengan meningkatkan kegiatan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di beberapa daerah di Indonesia sejak sebelum acara puncak hingga akhir tahun 2022 ini.

    “Kami akan meningkatkan aktivitas terkait Indonesia menjadi tuan rumah G20, kami akan memaksimalkan program kami dari pra, pruncak, sampai akhir tahun setelah pelaksanaan G20 di Bali dan beberapa kota di Indonesia,” ucap Kepala BNPT ketika rapat bersama Komisi III DPR RI pada Senin (30/5).

    Pengamanan seluruh rangkaian pelaksanaan G20 di Indonesia terus ditingkatkan karena menjadi atensi dari Presiden agar tidak ada satu insiden pun yang mengganggu keamanan mengingat pelaksanaan KTT G20 menjadi ajang dalam menunjukan kemampuan Indonesia menampilkan kemajuan yang telah dicapai terutama dalam pengendalian pandemi Covid-19 baik dari sisi Kesehatan maupun ekonomi. (humasbnpt)

  • Pelatihan “National-Led Training” Group 2 Resmi Digelar

    Pelatihan “National-Led Training” Group 2 Resmi Digelar

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Hedayah dan Pemerintah Australia melaksanakan pelatihan lanjutan terkait Mendukung Keluarga dalam Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan, “National-Led Training” Grup 2 selama tiga hari 27-29 Juni 2022 di Jakarta. Peserta pelatihan group 2 ini terdiri dari perwakilan berbagai lembaga termasuk Dinas Sosial dari berbagai daerah di Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan, BNPT dan perwakilan organisasi masyarakat sipil yaitu Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR).

    “BNPT berkolaborasi dengan Hedayah dan Pemerintah Australia berkomitmen untuk memberikan pengembangan kapasitas bagi para penerima manfaat baru baik para pekerja sosial maupun perwakilan dinas sosial Indonesia yang belum pernah mengikuti pelatihan sebelumnya melalui program National Led Training,” jelas Kasubdit Kerjasama Multilateral Weti Deswiyati dalam sambutannya mewakili Direktur Kerjasama dan Regional Multilateral BNPT.

    Dalam pelatihan ini, partisipan didampingi oleh tiga pelatih nasional, satu konsultan dan tim dari Hedayah. Salah satu pelatih dari Sentra Wijaya Makassar Bambang Tri Hartono menjelaskan kelak para peserta diharapkan dapat mengambil peran, mengidentifikasi kasus, berkolaborasi dengan baik hingga dapat melakukan intervensi di masyarakat.

    “Hari ini peserta dibekali dengan materi umum tentang istilah – istilah pencegahan dan penanganan ekstrimisme. Harapannya mereka dapat mengambil peran, bisa mengidentifikasi secara spesifik dan berkolaborasi secara baik,” katanya.

    Terdapat beberapa faktor bagaimana sebuah keluarga perlu diperkuat guna mampu mendeteksi paparan paham radikalisme sebagaimana diungkapkan oleh Hatem Shatnawi
    Program Officer Capacity Building Programs Hedayah.

    “Keluarga adalah orang – orang terdekat yang sangat berpotensi melakukan deteksi dini untuk mencegah ekstrimisme berbasis kekerasan berlanjut, ilmu yang dibagikan diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keluarga termasuk bagi keluarga yang anggota keluarganya terindikasi terpapar ajaran ekstrimis berbasis kekerasan,” terangnya.

    Berbagai sesi menarik telah disusun dalam rangkaian pelatihan selama tiga hari, mulai dari sesi pengenalan terhadap beragam terminologi terkait “Radicalization Leading to Violent Extremism”, “Macro-Level Factors, “Individual Factors”, sesi pengenalan konsep keluarga sebagai kesatuan unit, peran wanita hingga peserta diberikan kesempatan mempraktikkan langsung keterampilan melakukan wawancara dan cara melakukan penilaian kebutuhan (need assesment).

    Sama halnya dengan pelatihan sebelumnya, kegiatan kali ini bertujuan membangun keterampilan peserta dalam hal pelatihan dan mempersiapkan peran mereka sebagai trainers untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

    BNPT dan Hedayah telah berkolaborasi sejak tahun 2020, beberapa program yang telah dihasilkan diantaranya adalah pelatihan awal program “Mendukung Keluarga dalam Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (CVE)”, pelatihan tingkat awal dan lanjutan, lokakarya mengenai koordinasi multi-lembaga, lokakarya pelatihan “Training of Trainers” hingga National Led-Training.

    Radikalisasi yang Mengarah pada Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RLVE) merupakan salah satu tantangan utama di Indonesia, maka dari itu dibutuhkan pendekatan menyeluruh antara pemerintah dan masyarakat untuk menanggulanginya. (rls/bnpt)

     

  • Rumah Sakit Universitas Mataram Dukung Penuh Fakultas Kedokteran Unram Pertahankan Akreditasi A/Akreditasi Unggul

    Rumah Sakit Universitas Mataram Dukung Penuh Fakultas Kedokteran Unram Pertahankan Akreditasi A/Akreditasi Unggul

    MATARAM (Lombokexpress.id)–Fakultas Kedokteran Unram yang berdiri sejak tahun 2003 merupakan salah satu Fakultas unggulan yang berada di bawah naungan Universitas Mataram.

    Memiliki program studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter yang menjadi favorit bagi calon mahasiswa, tidak hanya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Namun juga di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

    Selain program studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter, saat ini Fakultas Kedokteran Universitas Mataram juga telah resmi mendapat izin operasional untuk melaksanakan jenjang pendidikan spesialis 1 di bidang bedah atau Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah (PPDS Bedah) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 424/E/O/2022. Dengan dibukanya PPDS Bedah ini, maka Unram berhasil melahirkan Program Studi spesialis pertama di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Sesuai visi Fakultas Kedokteran yaitu menjadi institusi pendidikan yang berperan aktif dalam pengembangan IPTEK kedokteran dan kesehatan serta berdaya saing internasional tahun 2025, maka Fakultas Kedokteran juga sedang menginisiasi beberapa program studi spesialis lainnya guna mendukung pencapaian visi tersebut.

    Mendapatkan Akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) terhitung sejak Agustus 2017 untuk Program S1 Kedokteran maupun Program Studi Profesi Dokter, tahun ini Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Profesi Dokter kembali mengajukan reakreditasi untuk mepertahankan akreditasi A (akreditasi unggul).

    Direktur Rumah Sakit Universitas Mataram dr. Ahmad Taufik S, Sp.OT beserta jajarannya menyampaikan dukungan penuh untuk segala persiapan pelaksanaan akreditasi Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas mataram  dalam menghadapi reakreditasi yang akan berlangsung pada 26 sampai dengan 29 Juni mendatang.

    Di sisi lain Direktur RS Unram juga menyampaikan rasa terima kasihnya untuk kerjasama yang terjalin selama ini antara Fakultas Kedokteran Unram dengan RS Unram serta harapannya agar Program Studi Pendidikan dan Program Studi Profesi Dokter dapat mempertahankan akreditasi A (unggul). (jir/has)