Blog

  • Misteri Hutan Malaka (4)

    Misteri Hutan Malaka (4)

    Kembali ke Desa

    Arya kembali ke desanya dengan hati yang penuh tekad. Namun, setibanya di desa, ia menemukan desa itu tidak seperti yang ia tinggalkan. Banyak rumah yang telah roboh, dan para penduduk terlihat ketakutan.

    Mereka mengatakan bahwa setelah Arya pergi, datang sekelompok prajurit gelap yang dipimpin oleh seorang panglima kejam yang dikenal dengan nama Radja Malapetaka. Mereka mencari permata yang sekarang ada di tangan Arya.

    Mendengar ini, Arya tahu bahwa ia harus bertarung melawan Radja Malapetaka. Dengan bantuan kekuatan dari permata, Arya mulai melatih para penduduk desa untuk bertahan. Dalam waktu singkat, desa itu dipenuhi oleh semangat baru untuk melawan. (bersambung)

    Ilustrasi foto: bing.com

  • Kembali ke Desa

    Arya kembali ke desanya dengan hati yang penuh tekad. Namun, setibanya di desa, ia menemukan desa itu tidak seperti yang ia tinggalkan. Banyak rumah yang telah roboh, dan para penduduk terlihat ketakutan. Mereka mengatakan bahwa setelah Arya pergi, datang sekelompok prajurit gelap yang dipimpin oleh seorang panglima kejam yang dikenal dengan nama Radja Malapetaka. Mereka mencari permata yang sekarang ada di tangan Arya.

    Mendengar ini, Arya tahu bahwa ia harus bertarung melawan Radja Malapetaka. Dengan bantuan kekuatan dari permata, Arya mulai melatih para penduduk desa untuk bertahan. Dalam waktu singkat, desa itu dipenuhi oleh semangat baru untuk melawan. (bersambung)

  • Misteri Hutan Malaka (3)

    Misteri Hutan Malaka (3)

    Kekuatan Permata

    Setelah memastikan makhluk itu benar-benar pergi, Arya duduk dan memperhatikan permata di tangannya. Permata itu bersinar lembut dan memancarkan kehangatan. Saat Arya memeriksanya lebih dekat, ia menyadari bahwa permata itu tampak hidup, berdenyut seperti jantung.

    Tiba-tiba, suara dari dalam permata berbicara padanya. “Kau telah membuktikan keberanianmu. Kekuatan ini sekarang milikmu, tetapi dengan kekuatan datang tanggung jawab besar.” Arya terkejut, tapi suaranya menenangkan dan membawa rasa percaya diri baru.

    Sekarang, kembalilah ke desamu dan gunakan kekuatan ini dengan bijaksana. Ada ancaman yang lebih besar menunggu di luar sana, dan hanya kau yang bisa menghentikannya.”

    Arya sadar, petualangan ini baru awal dari sesuatu yang lebih besar. Dengan permata di tangannya, ia merasa memiliki tujuan baru. Dia berjanji akan melindungi desanya dan orang-orang yang ia sayangi, apa pun yang akan datang. (bersambung)

    Ilustrasi foto: bing.com

  • Pelatihan ToT E-Walidata dan RPJPD SIPD RI Tingkatkan Pengelolaan Data Pembangunan Daerah

    Pelatihan ToT E-Walidata dan RPJPD SIPD RI Tingkatkan Pengelolaan Data Pembangunan Daerah

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Untuk meningkatkan sinkronisasi perencanaan antara pusat dan daerah, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri bekerja sama dengan BPSDM Kemendagri menggelar Training of Trainer (ToT) tentang Penginputan Modul E-Walidata dan RPJPD dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI. Acara ini diadakan di Cityloog Hotel Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan data sektoral daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah yang terintegrasi dalam SIPD RI, menyusul adanya pengembangan fitur terbaru di sistem tersebut.

    Plh. Direktur Perencanaan, Evaluasi, Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Bob Ronald F. Sagala, menekankan bahwa pengelolaan data oleh pemerintah daerah sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat.

    “Data dan informasi pembangunan daerah yang akurat, mutakhir, dan terpadu sangat diperlukan untuk merumuskan program yang tepat sasaran. Dukungan pemda dalam pengelolaan data statistik sektoral berbasis digital sangat dibutuhkan,” ujar Bob, Sabtu (5/10).

    Menurutnya, pemahaman fitur-fitur dalam SIPD RI oleh pemerintah daerah akan memastikan ketersediaan data yang akurat, sehingga dapat menjadi acuan yang andal dalam penyusunan rencana pembangunan daerah.

    Materi pelatihan mencakup dasar hukum penyelenggaraan data statistik sektoral, tahapan e-Walidata, praktik pengisian data di SIPD, serta penyusunan dokumen RPJPD. Diharapkan melalui ToT ini, pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam pengelolaan data statistik sektoral untuk perencanaan pembangunan.

    Bob menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapabilitas dan pemahaman SDM pemerintah pusat dan daerah terkait fitur-fitur dalam e-Walidata dan RPJPD, sehingga mampu memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data yang lebih baik.

    Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Haryono, yang menutup rangkaian acara, menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data oleh pemda, terutama dalam penyusunan dokumen RPJPD. Ia juga menyoroti bahwa meskipun banyak provinsi telah menyelesaikan dokumen tersebut, beberapa masih memerlukan peningkatan, terutama dalam konsistensi perencanaan sesuai UU No. 59 Tahun 2024 untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045. (red)

  • BBPOM Mataram Tegaskan Pengawasan Antibiotik, Konsolidasikan Apoteker Penanggung Jawab PBF

    BBPOM Mataram Tegaskan Pengawasan Antibiotik, Konsolidasikan Apoteker Penanggung Jawab PBF

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)–Langkah ini diambil untuk mengurangi praktik penyerahan antibiotik tanpa resep dokter, yang dinilai sebagai ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

    Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa NTB berada di peringkat ke-6 nasional dalam hal kasus penyerahan antibiotik tanpa resep dokter. “Hal ini meningkatkan risiko resistensi antimikroba (AMR) yang dapat berdampak pada meningkatnya angka kematian akibat infeksi,” katanya.

    AMR telah menjadi perhatian global, dengan laporan WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2050, AMR bisa menyebabkan 10 juta kematian per tahun. Sebagai upaya pengendalian, BBPOM Mataram berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan dan GP Farmasi, serta menerbitkan surat edaran yang mewajibkan apotek dan fasilitas kesehatan hanya memberikan antibiotik dengan resep dokter.

    Yosef menegaskan bahwa Apoteker Penanggung Jawab PBF memiliki peran penting dalam mengawasi distribusi antibiotik. Apabila ada pelanggaran, sanksi administratif akan diberlakukan.

    BBPOM Mataram terus melakukan edukasi untuk mengurangi penggunaan antibiotik secara sembarangan, dengan harapan dapat menekan penyebaran AMR dan melindungi kesehatan masyarakat NTB. (rls)

  • Misteri Hutan Malaka (2)

    Misteri Hutan Malaka (2)

    Pertarungan Tak Terduga

    Arya menarik napas dalam-dalam, mengencangkan cengkeramannya pada pedang. Makhluk itu tampak semakin mendekat, geramannya kian keras, dan matanya merah menyala semakin terang di tengah gelapnya hutan. Tanpa berpikir panjang, Arya mengayunkan pedangnya ke arah makhluk itu. Namun, dengan gerakan yang cepat, makhluk tersebut menghindar, lalu melompat dengan kekuatan luar biasa.

    Arya terhuyung, tapi insting bertahan hidupnya segera bekerja. Dia berlari ke arah pohon besar, mencoba mencari tempat untuk berlindung. Makhluk itu terus mengejarnya, memecah ranting-ranting dan semak belukar di belakangnya. Arya tahu ia tak bisa terus berlari. Di saat itulah, matanya tertuju pada kilauan di balik semak yang lebat—cahaya yang sama yang ia lihat sebelumnya.

    Dia melompat ke arah kilauan tersebut dan menemukan sebuah permata besar bersinar. Saat Arya menyentuhnya, seketika ada kekuatan yang membungkus tubuhnya. Cahaya dari permata itu menyelimuti Arya dan dalam sekejap, makhluk besar itu berhenti menyerang. Makhluk itu mundur, mengeluarkan suara pelan, dan kemudian berlari menjauh, menghilang ke dalam kegelapan hutan.

    Arya memegang erat permata itu. Rasanya seolah ia memegang sesuatu yang lebih dari sekadar batu berharga. (bersambung)

    Ilustrasi foto: bing.com

  • Misteri Hutan Malaka (1)

    Misteri Hutan Malaka (1)

    Awal Perjalanan

    Di sebuah desa terpencil di pinggiran hutan Malaka, hiduplah seorang pemuda bernama Arya. Dia dikenal oleh penduduk desa sebagai seorang petualang muda yang tangguh dan penasaran. Hutan Malaka sendiri dikenal sebagai tempat yang penuh dengan misteri. Tidak ada yang berani memasukinya karena banyaknya cerita tentang orang-orang yang hilang tanpa jejak.

    Suatu malam, Arya mendengar cerita tentang sebuah permata langka yang tersembunyi di kedalaman hutan. Permata itu dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat mengabulkan keinginan apapun bagi siapa pun yang menemukannya. Tanpa ragu, Arya memutuskan untuk melakukan perjalanan berbahaya ke dalam hutan. Dengan membawa bekal seadanya dan pedang pemberian ayahnya, dia memulai petualangannya.

    Saat Arya melangkah lebih dalam ke hutan, suasana berubah semakin gelap dan mencekam. Pohon-pohon menjulang tinggi seperti raksasa yang menatap tajam, angin dingin bertiup kencang, dan suara burung hantu terdengar dari kejauhan. Namun, keberanian Arya tidak goyah. Di tengah hutan, dia melihat sesuatu yang mengkilap dari kejauhan, sebuah cahaya aneh yang membuat langkahnya semakin berat.

    Namun, tak lama kemudian, langkah Arya terhenti. Di hadapannya berdiri sebuah makhluk besar, berbulu, dengan mata merah menyala. Makhluk itu menghalangi jalannya, mengeluarkan suara geraman yang menggema di seluruh hutan. (bersambung)

    Ilustrasi foto: bing.com

  • Hari Kedua WITF, B2B Tradeshow dan Pertemuan Industri Pariwisata

    Hari Kedua WITF, B2B Tradeshow dan Pertemuan Industri Pariwisata

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)-– Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) kembali melanjutkan rangkaian kegiatannya pada hari kedua (Kamis, 3/10) di Swissotel Jakarta dengan fokus pada pertemuan bisnis dan kerja sama industri pariwisata global.

    Para peserta WITF termasuk salah satunya BPPD NTB memulai aktivitas di hari kedua mulai pukul 09.00 WIB.

    Beberapa agenda penting yang berlangsung hari ini melibatkan sesi B2B tradeshow, pertemuan organisasi pariwisata internasional, dan berbagai acara networking.

    Acara dimulai dengan B2B Tradeshow Day 2: Session III yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 di Ballroom Geneva & Zurich. Sesi ini menyediakan waktu bagi peserta untuk menjadwalkan pertemuan tatap muka guna membahas peluang bisnis dan kerja sama strategis di sektor pariwisata. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai delegasi industri, termasuk hotel, agen perjalanan, dan operator tur dari berbagai negara.

    Setelah sesi pagi, FATA meeting diadakan di Lucerne room pada pukul 12.00 hingga 13.00, dilanjutkan makan siang dan acara network gathering di Bern room mulai pukul 13.00 hingga 15.00. Sesuai agenda yang dibagikan panitia, acara makan siang ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas jaringan dengan delegasi internasional dalam suasana santai.

    Pada siang hingga sore hari, agenda dilanjutkan dengan ASEANTA meeting yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 16.30 di Lucerne room. Diikuti ASITA meeting di Basel room pada pukul 15.00 hingga 15.30. Para peserta juga menikmati waktu istirahat sejenak dengan coffee break di Bern room dan Basel room mulai pukul 15.30 hingga 17.00.

    Sesi B2B tradeshow kembali dilanjutkan dengan Session IV yang diadakan dari pukul 15.00 hingga 17.00 di Ballroom Geneva & Zurich. Sebelum akhirnya ditutup dengan Session V yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 18.30.

    Untuk menyegarkan suasana, acara hari kedua diakhiri dengan tur eksklusif ke Golf Island yang diselenggarakan oleh Agung Sedayu Group. Tur ini dimulai pada pukul 18.30 dengan meeting point di Swissotel PIK Avenue Lobby dan diikuti oleh cocktail party yang diselenggarakan oleh HW pada pukul 20.00 sebagai penutup hari kedua yang penuh interaksi bisnis dan kolaborasi. (red)

    Keterangan Foto:

    Peserta WITF memulai aktivitas di hari kedua, Kamis (3/10). Ketuanya BPPD NTB, Sahlan M Saleh didampingi anggota menerima pelaku bisnis wisata dari Australia. (has)

  • Pemerintah Percepat Vaksin Polio, Penanggulangan TBC, dan Penurunan Stunting di 6 Provinsi Papua

    Pemerintah Percepat Vaksin Polio, Penanggulangan TBC, dan Penurunan Stunting di 6 Provinsi Papua

    KOTA SORONG (LOMBOKEXPRESS.ID) — Dalam upaya meningkatkan cakupan vaksin polio, percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC), dan penurunan angka stunting, Pemerintah terus mendorong langkah-langkah strategis di enam provinsi di wilayah Papua. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, hadir dalam rapat koordinasi yang digelar secara hybrid di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Senin (30/9/2024).

    Rapat ini dipimpin oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), serta dihadiri oleh berbagai kementerian/lembaga, termasuk Kemenko PMK, Kemenkes, Setwapres, BKKBN, Bappenas, dan perwakilan pemerintah daerah dari enam provinsi di wilayah Papua.

    Restuardy Daud menegaskan pentingnya ketersediaan sumber daya yang cukup, seperti pembiayaan, tenaga kesehatan, vaksin, dan logistik, untuk mempercepat cakupan vaksinasi polio secara efisien. Ia juga menyarankan agar daerah yang tidak berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat mengalokasikan anggaran pencegahan melalui perubahan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

    Selain itu, Restuardy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC, termasuk advokasi kepada tokoh agama, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang vaksinasi dan penanggulangan TBC. “Penanganan TBC harus dilakukan secara tematik dan melibatkan banyak pihak untuk mempercepat pencapaian target, seperti deteksi kasus dan inisiasi pengobatan,” katanya.

    Dalam hal penurunan stunting, Restuardy menyoroti pentingnya mencapai 100% pelaksanaan aksi konvergensi, terutama di Kabupaten Intan Jaya, Manokwari, dan Manokwari Selatan. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Penilaian Kinerja di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan pada bulan Oktober 2024.

    Kemendagri berharap semua pihak berkomitmen untuk meningkatkan cakupan vaksin polio, mempercepat penanggulangan TBC, dan menurunkan angka stunting di wilayah Papua. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, selain kebijakan dari pemerintah pusat.

    Dengan upaya bersama ini, pemerintah optimistis program kesehatan di Papua akan memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat setempat. (red)

  • BPPD Akan Berpartisipasi pada Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024

    BPPD Akan Berpartisipasi pada Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)–Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berpartisipasi pada Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 yang akan digelar 2-5 Oktober 2024 di Swissôtel PIK Avenue, Jakarta.

    Untuk mengikuti even itu, BPPD mengutus ketua dan dua anggota dan satu badan pelaksana. Mengapa BPPD harus berpartisipasi?

    Humas BPPD NTB, Abdus Syukur menjelaskan Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 ajang yang sangat dinantikan oleh para pelaku industri pariwisata, wisatawan, dan pemerhati budaya di seluruh dunia.

    Acara ini digelar untuk mempromosikan kekayaan alam, budaya, dan pengalaman wisata yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional, baik domestik maupun internasional. “Kita siapkan booth untuk melayani pengunjung. Kita juga akan ikut berbagai acara promosi lain termasuk talk show,” kata anggota BPPD, Mustamar M Natsir.

    Menurut Abdus Syukur, di ajang Wonderful Indonesia Tourism itu, dipamerkan berbagai destinasi wisata alam. Seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, Danau Toba, hingga Tana Toraja, Labuan Bajo, dan Wakatobi. Pengunjung nantinya dapat memperoleh informasi langsung dari pemerintah daerah, agen perjalanan, serta pelaku usaha lokal yang turut hadir di ajang ini.

    Selain alam, Wonderful Indonesia Tourism Fair akan menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari-tarian daerah, musik etnik, hingga pameran kerajinan tangan khas Nusantara.

    Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung internasional serta memperkuat kebanggaan budaya bagi wisatawan domestik.

    Wisata Halal dan Wisata Religi

    Di sisi lain, Abdus Syukur juga menjelaskan tentang wisata halal Lombok yang sudah diakui dunia namun kini mulai redup. Pada 2015 lanjut anggota BPPD dari unsur organisasi profesi wartawan  (PWI) itu, Lombok berhasil meraih penghargaan sebagai destinasi wisata halal dunia. Lalu pada 2019, Lembaga Pemeringkat Mastercard-Crescent Rating menobatkan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia standar Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 dengan Lombok menempati posisi teratas destinasi wisata halal terbaik di Indonesia.

    Seiring dengan meningkatnya minat terhadap wisata halal, Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 juga akan menampilkan paket-paket wisata yang sesuai dengan prinsip halal.

    Destinasi seperti Lombok, yang dikenal sebagai destinasi wisata halal unggulan, akan dipromosikan secara lebih luas.

    Selain itu, wisata religi seperti ziarah ke makam wali dan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah Islam di Indonesia juga akan menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan.

    Wonderful Indonesia juga mendukung pariwisata berkelanjutan dengan mempromosikan destinasi yang ramah lingkungan dan mendorong pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.

    Fokus ini tidak hanya untuk melestarikan alam Indonesia, tetapi juga untuk memberikan pengalaman wisata yang mendalam dan bertahan lama bagi para wisatawan.

    Wonderful Tourism juga menjadi platform penting bagi para pelaku industri untuk berkolaborasi dan menjalin kemitraan bisnis. Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 menawarkan berbagai pertemuan B2B (business-to-business) antara agen perjalanan, hotel, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Hal ini diharapkan dapat memicu peningkatan kerjasama, baik untuk pengembangan paket wisata domestik maupun internasional.

    Indonesia juga terkenal dengan kuliner yang beragam dan kaya akan rasa. Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 akan menampilkan pameran kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, memungkinkan pengunjung untuk mencicipi berbagai masakan tradisional, seperti rendang, sate, soto, hingga kue-kue khas Nusantara. Ini adalah kesempatan emas bagi wisatawan untuk menjelajahi Indonesia melalui cita rasa yang autentik.

    Selain sebagai ajang promosi, Wonderful Indonesia Tourism Fair juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi wisatawan dan masyarakat umum. Berbagai seminar dan lokakarya akan diadakan selama acara, membahas topik-topik seperti strategi pemasaran pariwisata, peluang investasi di sektor pariwisata, dan tren wisata global. Acara ini juga akan memanfaatkan teknologi digital, seperti penggunaan realitas virtual (VR) untuk memperkenalkan destinasi-destinasi unggulan secara interaktif.

    Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Khususnya di sektor pariwisata. Dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, akan terjadi peningkatan pada pendapatan daerah, lapangan kerja, serta dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pariwisata. Secara sosial, acara ini juga menjadi ajang yang mempererat rasa kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap potensi wisata dan budaya yang dimiliki.

    Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024 tidak hanya menjadi ajang pameran pariwisata biasa. Tetapi juga sebuah gerakan untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan alam serta budaya Indonesia di kancah internasional.

    Dengan berbagai program menarik, mulai dari promosi destinasi unggulan, paket wisata halal, hingga wisata berkelanjutan, acara ini akan menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Bagi pelaku industri.

    “Wonderful Indonesia Tourism Fair menjadi kesempatan besar untuk menjalin kerjasama dan mengembangkan bisnis di sektor pariwisata,” pungkas Abdus Syukur. (red)