Din Syamsuddin: PBB Harus Tindak Tegas Israel dan AS, Indonesia Diminta Konsisten Jalankan Politik Bebas Aktif

JAKARTA – Tokoh nasional Prof Din Syamsuddin menyampaikan sikap tegas terkait meningkatnya eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah konkret guna mencegah perang yang lebih luas serta menjaga stabilitas global.

Dalam pernyataan resminya, Din Syamsuddin menilai serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran merupakan bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara lain yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik Israel–Amerika Serikat versus Iran dapat memicu perang regional, bahkan berpotensi berkembang menjadi perang global jika tidak segera dihentikan. Dampaknya dinilai bisa memporak-porandakan stabilitas dunia Islam serta memperparah ketegangan geopolitik internasional.

Din juga menyerukan kepada negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menunjukkan solidaritas terhadap sesama anggota dengan menjunjung tinggi prinsip kebenaran dan keadilan, serta menolak segala bentuk pelanggaran atas kedaulatan negara Islam.

Dalam konteks nasional, ia mengingatkan Pemerintah Indonesia agar konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi. Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu menunjukkan kepemimpinan diplomatik dengan menyuarakan sikap tegas kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak memperluas konflik yang berpotensi berdampak global.

Din turut mendorong Indonesia bersama negara-negara OKI untuk mendesak PBB bertindak tegas dalam mencegah perang dan menegakkan perdamaian dunia. Menurutnya, kepemimpinan global yang dinilai berkontribusi terhadap eskalasi konflik harus dievaluasi demi menjaga stabilitas internasional.

Ia juga menyoroti gagasan “Board of Peace” yang digagas Presiden Trump, yang menurutnya belum menunjukkan dampak nyata dalam menghentikan konflik Palestina. Din menilai serangan terhadap Iran—yang selama ini dikenal sebagai pendukung Palestina—tidak dapat dipisahkan dari dinamika konflik kawasan tersebut.

Sebagai informasi, M. Din Syamsuddin pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2010 dan 2010–2015, Ketua Umum MUI Pusat 2014–2015, serta kini menjadi Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP). Ia juga dikenal sebagai Guru Besar Politik Islam Global di FISIP UIN Jakarta. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *