MATARAM (LE) – Forum Silaturahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) Mataram terus mematangkan persiapan pelaksanaan Safari Dakwah ke Dusun Ganjar Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 21 Juni 2026. Selain menjadi agenda dakwah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi syiar Islam yang mempererat ukhuwah dan kebersamaan seluruh anggota.
Penasihat FSKR Mataram, H. Muhibbah, mengajak seluruh pengurus dan peserta untuk menjaga kekompakan sejak keberangkatan menuju lokasi kegiatan. Menurutnya, kebersamaan merupakan salah satu nilai penting yang ingin ditampilkan dalam Safari Da’wah tersebut.
“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian kegiatan Safari Dakwah FSKR Mataram ke Dusun Ganjar dan memberikan keberkahan bagi semua yang terlibat,” ujarnya.
H. Muhibbah mengimbau seluruh peserta, baik yang menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewaan, mobil bak terbuka (open cup), maupun sepeda motor, agar berkumpul di satu titik keberangkatan, yakni di rumah almarhum H. Dirawat di Gomong.
Dari titik kumpul tersebut, seluruh rombongan direncanakan berangkat secara konvoi melalui satu jalur yang sama, yakni Mataram–Ranget–Pengga–Kabol–Montong Sapah–Dusun Ganjar, sehingga seluruh peserta dapat tiba secara bersamaan di lokasi kegiatan.
Untuk menambah semarak syiar Islam, H. Muhibbah juga mengusulkan agar kendaraan paling depan dan kendaraan di tengah rombongan memasang spanduk bertuliskan:
SAFARI DAKWAH
FSKR MATARAM
KE DUSUN GANJAR
AHAD, 21 JUNI 2026
Menurutnya, konvoi yang tertib dan kompak akan menjadi simbol persatuan serta memperkuat citra positif organisasi di tengah masyarakat.
“Kekompakan dan kebersamaan yang kita tunjukkan diharapkan menjadi contoh yang baik sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus memperkuat silaturahmi dan semangat berdakwah,” katanya.
Safari Dakwah FSKR Mataram merupakan agenda rutin yang tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan antara anggota FSKR dan masyarakat di berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. (red)












