Blog

  • Tegaskan Aksi Terorisme Nyata, BNPT RI Selenggarakan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat di Jawa Timur

    Tegaskan Aksi Terorisme Nyata, BNPT RI Selenggarakan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat di Jawa Timur

    SURABAYA, LOMBOKEXPRESS.ID– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) kembali melakukan penguatan kapasitas aparat guna memutus mata rantai jaringan terorisme yang memang nyata keberadaannya terutama di provinsi Jawa Timur.

    “Ancaman terorisme memang nyata dan perlu kita terus waspadai bersama. BNPT selaku lembaga koordinator dalam penanggulangan terorisme memandang perlu menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas dan kompetensi TNI, Polri dan Instansi terkait yang ada di Provinsi Jawa Timur,”kata Direktur Pembinaan Kemampuan, Brigjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K., S.H., M.H., saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas dan kompetensi Personel TNI, Polri dan Instansi Terkait dalam mendukung penanggulangan terorisme di Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Surabaya pada 20 dan 21 September 2023.

    Menurutnya BNPT melakukan penguatan aparat dalam pencegahan terorisme untuk membangun semangat kolaboratif aparatur yang terkait dalam pencegahan aksi terorisme khususnya di wilayah Jawa Timur.

    “Ini merupakan bagian dari peningkatan kemampuan aparatur yang diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan sinergitas aparatur pemerintah agar upaya penanggulangan terorisme dapat berjalan secaar kolaboratif di wilayah Jawa Timur,” jelas Jenderal bintang satu tersebut.

    Lebih lanjut, Wawan mengatakan dalam menyambut tahun politik 2024, BNPT RI akan terus memberikan penguatan Kapasitas dan kompetensi Personel TNI, Polri dan Instansi Terkait dalam mendukung penanggulangan terorisme.

    “Upaya ini dilakukan dalam rangka menyambut tahun politik 2024 sebagai langkah mitigasi polarisasi dan gesekan politik di masyarakat yang menjadi sasaran pelaku teror,” katanya.

    Total terdapat 52 peserta mengikuti kegiatan dengan metode diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan narasumber dari BNPT RI, Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, Satgaswil Densus 88 A/T Polri Jawa Timur, BINDA Jatim, Bakesbangpol Provinsi Jatim, MUI Jatim dan juga Mitra Deradikalisasi BNPT. (bnpt/has)

  • BNPT RI Teken Nota Kesepakatan Sinergisitas Pencegahan Terorisme dengan Pemkot Surakarta Untuk Cegah Intoleransi

    BNPT RI Teken Nota Kesepakatan Sinergisitas Pencegahan Terorisme dengan Pemkot Surakarta Untuk Cegah Intoleransi

    SOLO, LOMBOKEXPRES.ID– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dalam rangka menekan penyebaran paham intoleransi dan radikalisme.

    Kali ini, BNPT RI dan Pemerintah Kota Surakarta menandatangani Nota Kesepakatan tentang Sinergisitas Pencegahan Tindak Pidana Terorisme guna meningkatkan nilai toleransi di Wilayah Kota Surakarta.

    “Mudah-mudahan dengan nota kesepahaman ini tingkat toleransi bisa lebih baik lagi untuk Kota Solo (Surakarta) dan wilayah Jateng dan Indonesia,” ungkap Sekretaris Utama BNPT RI, Bangbang Surono, Ak., M.M., CA., di Solo pada Rabu (20/9).

    Isi kerjasama yang dituangkan dalam Nota Ksepakatan Bersama tersebut terdiri dari pertukaran data dan/atau informasi dalam rangka pencegahan tindak pidana terorisme di lingkungan, sosialisasi pencegahan tindak pidana terorisme, pelindungan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    Sestama BNPT menambahkan, pihaknya selama ini telah melihat keseriusan dan dukungan dari Pemkot Surakarta dalam menyikapi masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Hal ini dilihat dari ranking toleransi Kota Surakarta terus mengalami peningkatan.

    “Kami juga senang BNPT RI dapat dukungan dari Pemkot Solo terkait dengan penanggulangan terorisme, terbukti dari tahun ke tahun toleransi di Solo semakin membaik bahkan pengumuman dari setara institut menempatkan Solo yang semula rangking 9 sekarang rangking 4,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyebut daerahnya sangat peduli dan mewaspadai masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kepedulian tersebut menurut Gibran dapat terlihat dengan konsep pembangunan Kota Solo yang memberi ruang ekspreksi kepada warga Solo.

    “Yang jelas di Solo ini memang sangat concern untuk masalah radikalisme masalah intoleransi dan sebenarnya sudah tercermin di beberapa titik prioritas pembangunan Kota Solo. Jadi pembangunan di Kota Solo itu pasti membuat konsep bangunan-bangunan ini memberikan ruang sebanyak-banyaknya untuk warga sebagai public space dan juga tmpat untuk mengekspresikan dirinya, jadi ini sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi yang namanya radikalisme, terorisme dan intoleransi,” jelasnya. (bnpt/red)

  • Pelaksanaan RAN PE Berkontribusi Naikan Angka Indeks Kerukunan Umat Beragama

    Pelaksanaan RAN PE Berkontribusi Naikan Angka Indeks Kerukunan Umat Beragama

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) menjelaskan hasil kerja keras seluruh pihak dalam pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) telah berkontribusi terhadap Kondisi Makro Sosial yang lebih baik seperti adanya kenaikan angka Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB).

    Kontribusi tersebut tercatat melalui Hasil Evaluasi Paruh Waktu (Mid Term Evaluation) 2 Tahun Pelaksanaan RAN PE yang diterbitkan oleh Tim Evaluator Independen.

    “Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang sebelumnya tercatat 67,46% pada tahun 2021, menjadi 72,39% pada tahun 2022,” ungkap Sekretaris Utama BNPT Bangbang Surono Ak., M.M., CA., dalam kegiatan Focus Grup Discussion Capaian Dan Progres Pelaksanaan Implementasi RAN PE Kementerian/Lembaga Di Bawah Koordinasi Kemenko Polhukam di Bogor pada Selasa (19/9).

    Sestama BNPT RI juga menyebut capaian baik RAN PE terlihat secara kuantitatif dimana tercatat 122 aksi dari 135 aksi (90,4%) telah dilaksanakan.

    “Berdasarkan hasil identifikasi Sekretariat Bersama RAN PE, secara kuantitatif tercatat 122 aksi dari 135 aksi (90,4%). Dan untuk Tahun 2023, terdapat 91 aksi dengan 323 kegiatan yang dikomitmenkan oleh Kementerian/Lembaga untuk di jalankan,” katanya.

    Dengan adanya sejumlah capaian baik pelaksanaan RAN PE ini, Sestama BNPT RI pun berharap kolaborasi dan kerjasama ini dapat terus dilanjutkan dalam rangka menciptakan Indonesia yang damai, harmoni dan tanpa kekerasan.

    “Kiranya kolaborasi ini dapat terus kita lanjutkan sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama yaitu memberikan perlindungan hak atas rasa aman warga negara dari ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dapat kita wujudkan,” ujarnya.

    Mendukung pernyataan Sestama BNPT RI, mewakili Deputi V Kamtibmas Kemenko Polhukam, Asisten Deputi Bidang Penanganan Kejahatan Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa, Brigjen Pol Dr Bambang Pristiwanto, SH, MH berharap seluruh kementerian terkait serta pemerintah daerah terus bersinergi dan berperan aktif dalam pelaksanaan RAN PE.

    “Seluruh kementerian terkait dan pemerintah di daerah dapat bersama-sama bersinergi berperan aktif meningkatkan dan mengoptimalkan RAN PE,” jelasnya. (BNPT/has)

  • Kepala BNPT RI: Waspadai Radikalisasi Online Menyasar Remaja, Anak dan Perempuan

    Kepala BNPT RI: Waspadai Radikalisasi Online Menyasar Remaja, Anak dan Perempuan

    MELBPURNE, LOMBOKEXPRESS.ID- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol. Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel M.Si., mengingatkan perlunya kewaspadaan bersama terkait masih adanya fenomena radikalisasi online yang membuka jalan untuk aksi “lone wolf”. Pola ini kerap kali menyasar remaja, anak dan perempuan.

    “Kemajuan teknologi informasi, mendorong semakin masifnya online radicalization yang melahirkan self radicalization dan juga lone wolf. Berdasarkan hasil penelitian I-Khub Outlook BNPT 2023, menunjukkan bahwa tiga kelompok rentan yaitu remaja, anak dan perempuan, menjadi sasaran utama pola ini. Ini kita harus waspadai bersama” ungkap Kepala BNPT RI pada kegiatan silaturahmi dengan masyarakat dan pelajar Indonesia di Melbourne, Australia pada Sabtu (16/9).

    Dalam lawatannya ini, Kepala BNPT RI beserta jajaran diterima oleh Konsul Jenderal RI, Kuncoro Waseso di Kantor Konsulat Jenderal RI, Melbourne.

    Menurut Kepala BNPT RI Ke- 6 ini, fenomena tersebut dapat ditangani dengan terus membangun kesadaran publik secara bersama-sama melalui kontra radikalisasi di dunia digital. Tujuannya agar publik memiliki ketahanan diri sehingga terhindar dari ajaran – ajaran yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

    Meski ditengah fenomena tersebut, Kepala BNPT RI menyebutkan adanya peningkatan tren toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang juga disebabkan penurunan jumlah kelompok intoleran pasif sesuai dengan data Setara Institute tahun 2023.

    “Angka ini (nilai toleransi) meningkat disebabkan karena menyusutnya kelompok intoleran pasif yang pada tahun 2016 sebesar 35,7% menjadi 22,4% di tahun 2023” ujar Rycko.

    Mantan Kapolda Jawa Tengah ini, terus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan-perubahan strategi yang dilakukan oleh kelompok radikal intoleran, khususnya generasi muda agar dapat membangun Indonesia yang aman,damai dan harmoni. (bnpt/has)

  • Peduli Lingkungan, PLN Berikan Bantuan di Kawasan Ekowisata Bale Mangrove Desa Jerowaru Lombok Timur

    Peduli Lingkungan, PLN Berikan Bantuan di Kawasan Ekowisata Bale Mangrove Desa Jerowaru Lombok Timur

    JEROWARU, LOMBOKEXPRESS.ID– Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) turut serta bergabung dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Ekowisata Bale Mangrove. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan potensi wisata di Desa Wisata Jerowaru, Lombok Timur sebagaimana dilaksanakan pada acara Grand Opening Ekowisata Bale Mangrove Desa Wisata Jerowaru, Sabtu (16/09).

    Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bale Mangrove, Andre Juanda Putra menyampaikan terima kasihnya atas bantuan dan perhatian dari PLN UIW NTB. Ia mengungkapkan bahwa PLN NTB telah melibatkan masyarakat Jerowaru melalui Pokdarwis sehingga pengembangan Kawasan Ekowisata Bale Mangrove di Desa Wisata Jerowaru mulai terlihat.

    “PLN mendorong daerah kami menjadi daerah wisata berkelanjutan dengan mendukung pentingnya pendidikan lingkungan serta menciptakan kesadaran masyarakat tentang keanekaragaman hayati pada ekosistem mangrove. Terima kasih PLN atas kepeduliannya,” katanya.

    Bupati Lombok Timur yang diwakili Asisten 2 Ekonomi Pembangunan Lombok Timur, Ahmad Masfu, SE., MM. menuturkan bahwa Program PLN Peduli Mangrove pada hari ini berjalan dengan sangat baik. Ia menegaskan kolaborasi menjadi kunci suksesnya kegiatan pemberdayaan masyarakat.

    “Apa yang diinisiasi oleh PLN pada hari ini sudah sangat baik. Tentunya, kami berterima kasih atas inisiasi nyata dari PLN. Kami harapkan kegiatan tidak berhenti pada Grand Opening ini, namun bisa terus berlanjut pada program-program ke depannya,” jelas Ahmad.

    Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4k) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Muhammad Yusuf yang turut hadir dalam acara tersebut menuturkan pentingnya sinergi dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dari ancaman perubahan iklim global.

    “Aksi yang dilakukan kali ini dengan mengkolaborasikan kepedulian lingkungan dan pengelolaan jasa wisata mangrove tentunya sangat membantu kelompok masyarakat disini. Saya berharap kolaborasi dan sinergitas ini dipertahankan agar kita dapat bersama-sama peduli terhadap lingkungan dengan terus berupaya mengurangi tingkat emisi dan mengelola ekosistem dengan lebih baik,” tutur Yusuf.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng Pokdarwis Bale Mangrove Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dalam mengeksplorasi potensi wisata di daerah tersebut. Selain melakukan penanaman bibit pohon mangrove, PLN UIW NTB juga melakukan pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang lainnya, agar Kawasan Ekowisata Bale Mangrove semakin menarik untuk dikunjungi.

    “Hutan mangrove memiliki banyak fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat. Kami menggandeng Pokdarwis Bale Mangrove dalam merealisasikan beberapa program TJSL di antaranya dalam pengadaan dan perawatan bibit mangrove serta pembangunan sarana dan prasarana di Kawasan Ekowisata Bale Mangrove” jelas Djarwo.

    Hal ini bertujuan meningkatkan jumlah pohon mangrove yang ditanam dan tumbuh dengan baik pada ekosistem mangrove sekaligus mengembalikan lahan mangrove yang terdegradasi sekaligus mengurangi erosi Pantai. Selain itu, PLN juga membangun area pembibitan dan infografis mangrove, membuat tracking pengecekan mangrove dan penyediaan fasilitas pengecekan mangrove yaitu kano & lift jacket, membangun fasilitas penunjang seperti toilet, serta melakukan pembersihan area Kawasan Mangrove.

    “Dengan sinergi yang baik, kami berharap dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pelestarian dan pengelolaan ekosistem mangrove serta meningkatkan kualitas hidup msyarakat yang tinggal di sekitar Bale Mangrove,” pungkas Djarwo. (red)

  • Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Terorisme, BNPT Melaksanakan Pertemuan Konsultasi Bilateral ke-9 di Australia

    Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Terorisme, BNPT Melaksanakan Pertemuan Konsultasi Bilateral ke-9 di Australia

    CAMBERRA, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mewakili Pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia yang diwakili oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), memiliki mekanisme bilateral dalam kerjasama penanggulangan terorisme. Salah satu implementasi kerja sama tersebut adalah pelaksanaan pertemuan rutin konsultasi bilateral yang telah terlaksana 8 kali.

    “Pertemuan Konsultasi Bilateral yang ke-9 saat ini merupakan pertemuan rutin tahunan dalam rangka memperkuat kerja sama anti-terorisme, sebagaimana disepakati dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Republik Indonesia tentang Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan,” jelas Kepala BNPT RI Komjen. Pol. Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam kegiatan Pertemuan ke-9 Konsultasi Bilateral Kerja Sama Penanggulangan Terorisme Indonesia-Australia di Canberra, Australia, Selasa (14/9).

    Pertemuan kali ini fokus membahas penilaian ancaman terorisme dan prioritas penanggulangan terorisme ke depan.

    Dalam pertemuan ini turut ditekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme.

    “Agenda pertemuan Konsultasi Bilateral yang multi-disipliner menunjukkan eratnya kerja sama kedua negara dan pentingnya kolaborasi para pemangku kepentingan dalam penanggulangan terorisme,” terang Rycko.

    Ambassador for Counter Terrorism Australia, Richard Feakes turut mengapresiasi berbagai kerja sama penanggulangan terorisme yang telah terjalin selama ini.

    “Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia dalam penanggulangan terorisme dan saya mengapresiasi berbagai kerja sama yang telah terjalin selama ini,” ujarnya.

    Dari pertemuan ini, kedua belah pihak memiliki perhatian yang sama terhadap ancaman radikalisasi online yang menargetkan anak-anak muda, kelompok terorisme, serta pendanaan terorisme. Keduanya juga berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama baik melalui dialog di tingkat bilateral, forum-forum regional dan multilateral serta berbagai kerja sama teknis. (bnpt/red)

  • Jelang Bergulirnya MotoGP Seri Mandalika, PLN NTB Siapkan Skema Zero Down Time

    Jelang Bergulirnya MotoGP Seri Mandalika, PLN NTB Siapkan Skema Zero Down Time

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID – Menjelang digelarnya event internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mulai mempersiapkan diri guna menjamin pasokan daya listrik yang andal dan aman selama rangkaian acara.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa PLN saat ini mulai melakukan proses mobilisasi genset dan mobile trafo serta penyambungan instalasi kelistrikan di dalam sirkuit Mandalika.

    “Hari ini, tim PLN memulai perjalanan mengawal pasokan listrik untuk gelaran MotoGP 2023 yaitu mobilisasi genset dan mobile trafo serta penyambungan trafo di dalam area sirkuit Mandalika. Genset dan mobile trafo ini akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan salah satu ajang balap motor paling prestisius di dunia yang akan segera digelar di Mandalika bulan depan,” kata Djarwo.

    MotoGP adalah ajang balap motor kelas dunia yang menarik perhatian jutaan penggemar sepanjang tahun. Dalam mendukung Mandalika sebagai tuan rumah bagi ajang balap MotoGP bulan depan, PLN berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur dan layanan kelistrikan yang berkualitas demi kesuksesan acara tersebut. Salah satu aspek kunci dalam menjalankan komitmen tersebut adalah memastikan pasokan listrik yang andal selama seluruh rangkaian acara berlangsungberlangsung.

    “Genset ini akan beroperasi secara otomatis untuk memastikan bahwa aliran listrik tidak terputus, bahkan dalam situasi darurat. Keandalan genset ini merupakan langkah proaktif PLN dalam memitigasi risiko yang mungkin muncul selama acara berlangsung,” urainya.

    Djarwo juga berharap kehadiran PLN dalam penyelenggaraan MotoGP akan memberikan dampak positif terhadap geliat pertumbuhan ekonomi daerah. PLN juga telah mendukung dan menyiapkan 10 lokasi SPKLU di beberapa titik di Pulau Lombok dan Sumbawa yang sudah bisa diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Hal ini, lanjutnya dapat menghapus keraguan masyarakat untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan menciptakan green tourism dalam mendukung program net zero emission provinsi NTB di tahun 2050.

    “Kami bertekad untuk memberikan dukungan penuh untuk memastikan bahwa event internasional ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (red)

  • Program Sinergisitas BNPT, Upaya Membangun Kesadaran Kolektif Melawan Ideologi Terorisme di Wilayah Jawa Barat

    Program Sinergisitas BNPT, Upaya Membangun Kesadaran Kolektif Melawan Ideologi Terorisme di Wilayah Jawa Barat

    BANDUNG, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak semua pihak dari berbagai unsur pemerintah di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk membangun kesadaran kolektif memerangi paham radikal terorisme dalam rangka mewujudkan Indonesia aman, damai dan harmoni.

    “Mari bangun kesadaran kolektif untuk bersama memerangi paham radikal terorisme dimulai dari wilayah kita sendiri. Semoga kerja bersama seluruh pihak ini dapat menjadikan Indonesia aman, damai dan harmoni,” jelas Sekretaris Utama BNPT, Bangbang Surono, Ak., M.M., C.A., selaku Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas pada acara Rapat Koordinasi Satgas Sinergisitas Wilayah Provinsi Jawa Barat di Bandung pada Kamis (14/9).

    Kesadaran untuk bersama-sama dalam memerangi paham radikal terorisme selama ini telah dilakukan dengan baik oleh BNPT memulai kegiatan Sinergisitas antar Kementerian/Lembaga sejak tahun 2021 di Provinsi Jabar. Kegiatan dan bantuan yang diberikan oleh kementerian/lembaga telah banyak mendukung upaya strategis dalam memerangi paham radikal intoleran dan radikal terorisme.

    “Dukungan yang diberikan K/L seperti bantuan alat kerja, permodalan, pelatihan kewirausahaan, bibit, alat tani, seminar, publikasi narasi moderat, semuanya menjadi upaya strategis dalam melawan penyebaran paham radikal intoleran dan radikal terorisme,”

    Selain program di atas, di Jawa Barat juga sudah disalurkan bantuan pembangunan seperti stimulan perumahan swadaya, pembangunan MCK, elektrifikasi hingga penerangan jalan tenaga surya untuk masyarakat. Pembangunan ini diberikan dalam rangka upaya transformasi pola pikir penerima manfaat ke arah yang lebih baik.

    Senada dengan Sestama, Kaban Kesbangpol Jawa Barat yang juga ketua FKPT Jawa Barat, Dr. H. R Iip Hidahat, M.Pd., menuturkan sinergisitas menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan Jawa Barat yang bersatu dan melawai ideologi terorisme.

    “Jawa Barat adalah tentang 27 Kabupaten/ Kota. Pada tingkat provinsi, kita telah memiliki Pergub Jawa Barat nomor 40 tahun 2022 tentang RAD PE sebagai turunan dari Perpres No 7/ 2021 tentang RAN PE. Ini memerlukan sinergisitas semuanya untuk menjaga Jawa Barat tetap aman.”, ungkap Iip menjelaskan.

    Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari wilayah Jawa Barat seperti Bekasi, Tasik, Ciamis, Depok, Garut dan lainnya serta fasilitator daerah. Selain itu dari BNPT turut hadir, Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas, Brigjen TNI Roedy Widodo. (bnpt/has)

  • BNPT RI – Himpsi Bali Lakukan Pemberdayaan Penyintas Bom Bali I dan II 

    BNPT RI – Himpsi Bali Lakukan Pemberdayaan Penyintas Bom Bali I dan II 

    KUTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerja sama dengan Himpunan psikologi Indonesia (HIMPSI) Bali berikan peningkatan kapasitas psikologi kepada 31 orang penyintas Bom Bali I dan Bom Bali II pada tanggal 13-14 September 2023.

    BNPT RI mengajak para penyintas yang sudah terlatih dapat memberikan pendampingan dan dukungan psikologis kepada penyintas lain sesaat setelah kejadian aksi terorisme hingga tahap pemulihan.

    “Korban tindak pidana terorisme yang mendapatkan pengetahuan psikologis kami harapkan dapat melaksanakan pendampingan terhadap korban tindak pidana terorisme yang lainnya, memberikan psychological first aid (dukungan psikologis awal), dapat juga membantu korban mengakses program-program lain yang dibutuhkan,” kata Kasubdit Pemulihan Korban Tindak Pidana Terorisme BNPT, Rahel, S.H., M.Hum.

    Pemberdayaan penyintas melalui pendampingan psikologis ini dinilai efektif dalam proses pemulihan korban terorisme. Penyintas terorisme masa lalu dapat memberikan dukungan emosional, pengalaman dalam mengatasi trauma dan kesulitan, serta motivasi kepada korban terorisme lainnya untuk pulih secara fisik dan psikis.

    Selain dilatih untuk memberikan pendampingan psikologis, Rahel berharap para penyintas yang telah dilatih juga mampu mengatasi trauma yang mereka dapatkan di masa lalu.

    “Diharapkan korban tindak pidana terorisme yang mendapatkan pengetahuan psikologis hari ini dapat mampu beradaptasi dan mengatasi trauma yang mereka ingat di peristiwa masa lalunya,” imbuhnya.

    Ke depannya program pendampingan psikologis ini akan dikembangkan ke berbagai wilayah agar proses pemulihan korban berjalan dengan efektif dan efisien. (bnpt/has)

  • BNPT RI Tingkatkan Penguatan Daya Tangkal Masyarakat Desa Siapsiaga Kebonpedes terhadap Ideologi Radikalisme

    BNPT RI Tingkatkan Penguatan Daya Tangkal Masyarakat Desa Siapsiaga Kebonpedes terhadap Ideologi Radikalisme

    SUKABUMI, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) kembali hadir melakukan penguatan daya tangkal masyarakat terhadap ideologi radikalisme melalui program Desa Siapsiaga di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi pada Selasa malaam (12/9).

    BNPT RI berupaya melakukan penguatan daya tangkal dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat desa setempat terhadap proses rekrutmen dan pendanaan kelompok terorisme dan radikalisme.

    “Dalam melihat tindak pidana terorisme dan kelompok radikal kita harus pahami dan mewaspadai juga proses perekerutan dan pendanaan kelompok radikal,” jelas Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis pada Direktorat Penindakan Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Kolonel Inf Indra Gunawan yang diwakili Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Nurul Huda Syufi Prabowo, S.I.Kom.

    Sementara, mantan anggota NII, Leny Dessy Siregar membeberkan proses rekrutmen kelompok radikal biasanya menggunakan metode menafsirkan ayat-ayat pada kitab suci yang telah disesuaikan dengan tujuan terselubung mereka.

    “Mereka menafsirkan isi kitab suci sesuai dengan versi mereka,” ungkapnya.

    Mantan anggota NII lainnya, Andri Susanto. menambahkan kelompok radikal biasanya mulai menciptakan narasi yang membentur-benturkan ideologi negara dengan agama.

    “Lama kelamaan mereka mulai menciptakan narasi seperti Pancasila itu thaghut dan sebagainya,” jelasnya.

    Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani berharap warganya dapat menjadi siap siaga demi keamanan dan ketertiban Desa Kebonpedes dari ancaman radikalisme dan terorisme.

    “Mudah mudahan desa kita diberi keberkahan dan keamanan. Desa kita menjadi pilot project Desa Siapsiaga, kita harus siapsiaga dari paparan ideologi kekerasan yang mencoba memecah belah bangsa,” ujarnya.

    Desa Siapsiaga adalah program dari BNPT RI yang bertujuan untuk menciptakan desa yang toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Desa Kebonpedes merupakan satu dari lima desa di lima provinsi berbeda yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB dan Lampung yang menjadi pilot project program Desa Siapsiaga.

    Sebelumnya pada Juli 2023 lalu, BNPT RI secara resmi telah mengukuhkan Desa Pelaminan di Provinsi Banten sebagai Desa Siapsiaga. Masyarakat desa Pelamunan sudah dikategorikan tanggap dan siap dalam menghadapi ancaman ideologi radikal terorisme. (bnpt/red)