Blog

  • IKBH Polresta Mataram Mengadakan Kegiatan Binrohtal dan Bhakti Sosial di Pura Jagadnatha Sangkara Hyang

    IKBH Polresta Mataram Mengadakan Kegiatan Binrohtal dan Bhakti Sosial di Pura Jagadnatha Sangkara Hyang

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID–Dalam upaya mempererat hubungan antara Polresta Mataram dan masyarakat Hindu, Ikatan Keluarga Besar Hindu (IKBH) Polresta Mataram Polda NTB mengadakan kegiatan bimbingan rohani dan bhakti sosial di Pura Jagadnatha Sangkara Hyang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Polresta Mataram dan para pengurus serta pemangku Pura.

    Dalam acara tersebut, Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH, MH, dan Kasat Reskrim Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE SIK MH turut serta, disambut dengan hangat oleh Ketua Pengurus Pura dan para pemangku Pura. Acara ini juga dihadiri oleh Wakasat Reskrim, Kasubbag Binkar, Ka SPKT, serta 38 personel Umat Hindu dari Polresta Mataram.

    Dalam sambutannya, Kapolresta Mataram melalui Ketua IKBH Polresta Mataram, AKP I Putu Pusrika, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk Bhakti Keagamaan dan juga merayakan Hari Jadi Polwan ke-75. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerohanian dan mental personel Polresta Mataram agar selalu mendapat perlindungan saat menjalankan tugas.

    Ketua Pengurus Pura Jagadnatha Sangkara Hyang, Ir I Nengah Sugiartha, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh IKBH Polresta Mataram. Ia menjelaskan bahwa Pura ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1970 dan telah melalui perjalanan yang berliku untuk menjadi Pura Umum pada Oktober 2020. Ia berharap agar dukungan dari Polresta Mataram terus terjalin untuk menjaga Pura ini.

    Selanjutnya, kegiatan gotong royong di area Pura Jagadnatha Sangkara Hyang dilakukan oleh IKBH Polresta Mataram. Kabag Ops dan Kasat Reskrim juga memberikan sumbangan dana untuk pembangunan Pura tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Polresta Mataram dan masyarakat Hindu dalam menjaga dan memajukan tempat ibadah. (nang)

  • Prosesi Kremasi IGN SOEBAGIO di Pure Dalem Harsana

    Prosesi Kremasi IGN SOEBAGIO di Pure Dalem Harsana

    PURA Dalem Harsana Pagesangan menjadi saksi khidmatnya upacara kremasi Drs IGN SOEBAGIO pada 9 Agustus 2023. Ir I Nengah Sugiartha, dikenal dengan panggilan akrab Pak Ical, yang juga merupakan Anggota Dewan Komisi I DPRD Kota Mataram, dengan tulus hadir untuk menghormati dan memberikan dukungan kepada keluarga almarhum.

    Pak Ical, dalam tampilannya yang penuh hormat, turut menghadiri upacara kremasi ini sebagai bentuk penghargaan terakhir bagi perjalanan hidup almarhum. Keluarga Besar Pages yang memiliki peranan penting dalam melestarikan warisan musik Koes Plus di NTB juga turut hadir, bersama sahabat-sahabat dekat almarhum. Mereka dengan tulus memberikan belasungkawa dan turut merasakan duka cita atas kepergian Bapak Drs IGN SOEBAGIO.

    Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang sepenuh hati mencurahkan hidupnya untuk musik, terutama dalam bidang drum band dan musik kibot.

    Jejaknya yang berharga dalam dunia seni musik, khususnya dalam mengembangkan dan melatih pemain drum band serta musisi kibot, akan selalu diingat dan diapresiasi oleh masyarakat Kota Mataram.

    Keluarga dan sahabat-sahabat almarhum memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segala kebaikan yang telah dilakukan oleh Bapak Drs. IGN SOEBAGIO diterima dengan baik. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

    Semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh beliau akan terus menginspirasi dan meninggalkan bekas dalam kenangan kita semua. (nang)

  • Warga Monjok-Taliwang Sepakat Berdamai Setelah Konflik, Polisi Sukses Fasilitasi Kesepakatan

    Warga Monjok-Taliwang Sepakat Berdamai Setelah Konflik, Polisi Sukses Fasilitasi Kesepakatan

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID- Suasana damai kembali menyelimuti lingkungan Monjok dan Karang Taliwang di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, setelah berhasil mencapai kesepakatan pasca-konflik.

    Dalam upaya mediasi yang dilakukan oleh kepolisian, kedua belah pihak akhirnya merangkul perdamaian, tercermin dalam pernyataan tertulis yang disepakati di Mapolsek Sandubaya, Kota Mataram, pada Senin sore tanggal 7 Agustus 2023.

    Kepala Kepolisian Resort Mataram, Kombes Pol. Mustofa, mengungkapkan bahwa perjanjian damai ini menunjukkan penyelesaian yang positif bagi konflik yang sempat melibatkan warga kedua lingkungan tersebut. Berkat pendekatan dialog dan kerjasama, permasalahan pribadi yang menjadi akar konflik dapat diselesaikan dengan baik.

    Proses rekonsiliasi ini melibatkan partisipasi dari keluarga korban dan pelaku, tokoh masyarakat, serta anggota TNI. Kepala Lingkungan Monjok dan Karang Taliwang pun turut serta dalam pertemuan tersebut, untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga kedamaian di masa yang akan datang.

    Mustofa juga mengingatkan seluruh warga untuk terus memelihara ketertiban dan kenyamanan di lingkungan mereka masing-masing. Ia menegaskan pentingnya tidak terprovokasi oleh perbedaan kecil yang berpotensi menciptakan gesekan baru.

    Langkah berikutnya yang diambil oleh pihak kepolisian adalah melakukan penyisiran di kedua lingkungan tersebut, dengan tujuan mengumpulkan senjata-senjata rakitan dan senjata tajam yang mungkin masih beredar. Tindakan ini diambil guna mencegah kemungkinan terjadinya konflik fisik di masa yang akan datang.

    Mengenai kasus penganiayaan yang melibatkan tiga warga dari Karang Taliwang, Mustofa mengungkapkan bahwa pendekatan keadilan restoratif akan diterapkan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengembalikan rasa keadilan dan menyatukan semua pihak yang terlibat.

    Kepala Lingkungan Karang Taliwang, Siin, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan kepolisian dalam menyelesaikan konflik ini. Ia dengan tegas menegaskan komitmen bersama warga untuk menjaga keamanan lingkungan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

    Sementara itu, Kepala Lingkungan Monjok, Suhaemi, juga menyatakan komitmen serupa dalam rangka menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan. Ia menyadari bahwa konflik sosial dapat berdampak negatif terhadap perekonomian warga yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang.

    Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, harapannya adalah kedua lingkungan dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan penuh harmoni, dan kejadian-kejadian yang merugikan seperti ini dapat dihindari di masa yang akan datang. (nang)

  • BNPT RI Ajak Semua Jadikan Tragedi Bom JW Mariot sebagai Pembelajaran: Jangan Sampai Terulang Lagi

    BNPT RI Ajak Semua Jadikan Tragedi Bom JW Mariot sebagai Pembelajaran: Jangan Sampai Terulang Lagi

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak para mitra deradikalisasi, saudara-saudara penyintas penegak hukum dan semua pihak untuk menjadikan peristiwa tragedi bom JW Marriot sebagai pembelajaran yang jangan sampai terulang lagi di Indonesia.

    “Ibarat sebuah mobil, peristiwa ini menjadi kaca spion untuk kita. Agar kita senantiasa melihat ini sebagai pembelajaran. Jangan sampai terulang, penyintas, mitra deradikalisasi, penegak hukum termasuk BNPT bersatu menyongsong hari depan,” jelas Direktur Deradikalisasi BNPT RI Brigjen. Pol. R. Achmad Nurwahid dalam kegiatan Peringatan 20 Tahun Tragedi Bom JW Marriot 2003 dan Bedah Buku The Power of Forgiveness di Shan Gallery Plaza Semanggi, pada Sabtu (5/8).

    Di dalam kesempatan itu, mantan anggota jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang telah selesai menjalani program deradikalisasi, Umat Patek mengingatkan anak muda jangan sampai mau terpapar sekaligus terdoktrin untuk melakukan aksi-aksi kekerasan yang mengarah kepada teror.

    “Siapapun itu, terutama generasi muda. Jangan lakukan aksi terorisme, aksi terorisme bukan bagian dari ajaran Islam,” tegasnya.

    Umar Patek pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah memafkan dosanya ketika terlibat terorisme. Dirinya menyebut penerimaan maaf tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa.

    “Saya seorang yang telah melakukan kejahatan, tapi saya tetap dianggap saudara oleh kalian. Kalian mau memaafkan, ini tidak dapat diukur dengan apapun,” tutupnya.

    Dalam acara ini Peringatan 20 Tahun Tragedi Bom JW Marriot 2003 dan Bedah Buku The Power of Forgiveness turut digelar acara rekonsiliasi antara penyintas dan mitra deradikalisasi. Mewakili mitra deradikalisasi, Umar Patek menggunakan momentum ini untuk menyampaikan rasa syukurnya atas kebesaran hati penyintas memaafkannya.

    Acara ditutup dengan bedah buku The Power of Forgiveness karya Tony Soemarno salah satu penyintas bom JW Marriot 2003. Secara garis besar, buku ini menceritakan perjalanannya mengunjungi mitra deradikalisasi dari berbagai lapas, memaafkan dan membantu mereka menemukan jalan terang dalam hidupnya. Tony Soemarno juga merupakan Wakil Ketua Forum Komunikasi Aktifis Akhlakulkarimah Indonesia (FKAAI). Sebuah organisasi yang beranggotakan mitra deradikalisasi, penyintas dan berkolaborasi dengan BNPT RI. (bnpt/has)

  • Harmoni Terwujud di Mataram Setelah Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan

    Harmoni Terwujud di Mataram Setelah Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan

    POLRESTA Mataram berhasil mencatatkan kesuksesan dalam menangani kasus penganiayaan yang melibatkan pemuda kubu Karang Taliwang dan Monjok di Mataram. Dua terduga pelaku penganiayaan, berinisial S dan AH, berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Mataram dalam upaya penegakan hukum terhadap peristiwa tersebut.

    Peristiwa penganiayaan ini terjadi sekitar Juni lalu di jalan Ade Irma Suryani, Mataram. Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan tujuh saksi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkap dua di antaranya, berinisial DT dan AS. Satu pelaku lainnya, berinisial MM, masih dalam proses pengejaran, dan polisi mengimbau agar dia menyerahkan diri demi mempercepat proses hukum.

    Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, memberikan pesan damai kepada masyarakat dalam menyelesaikan kasus ini. Prinsip Restoratif Justice (RJ) menjadi pilihan yang dapat diambil jika korban dan pelaku sepakat untuk berdamai, namun penting untuk ada kesepakatan dari kedua belah pihak.

    Yogi menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah konflik antar perkumpulan atau warga, melainkan masalah pribadi. Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar.

    Kondusivitas dan keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama kita semua. Keamanan dan kenyamanan wilayah harus dijaga oleh setiap individu.

    Mari bersama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman dalam wilayah kita dan berpikir bijaksana dalam menghadapi masalah pribadi ini. Dengan kerjasama dan sikap yang bijak, harmoni akan terwujud di Mataram. (nang)

  • Polresta Mataram Sukses Amankan Sampalan Fest 2023 di Taman Mayura

    Polresta Mataram Sukses Amankan Sampalan Fest 2023 di Taman Mayura

    ACARA Sampalan Fest 2023 yang diadakan di Taman Mayura, Sabtu, berlangsung dengan meriah dan aman berkat keberhasilan Polresta Mataram dalam mengamankan kegiatan tersebut. Konser lagu Bali dari artis Nanoe Biroe memukau ratusan penonton yang hadir dengan antusiasme tinggi.

    Pengamanan acara ini dipimpin oleh Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH, yang bekerja sama dengan tim kepolisian lainnya, seperti Kasat Intelkam Kompol Hatta SIP, Kasat Samapta Kompol Supyan Hadi SH, dan Kapolsek Sandubaya. Partisipasi aktif aparat dan pecalang dalam menjaga keamanan membuat pagelaran seni dan tembang Bali berjalan lancar dan kondusif.

    Dalam wawancaranya, Kabag Ops menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban selama acara. Kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan aparat kepolisian menjadi kunci kesuksesan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Acara ini tidak hanya menyenangkan bagi pengunjung, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di wilayah tersebut.

    Sampalan Fest 2023 menjadi bukti bahwa kerjasama yang baik antara masyarakat dan pihak berwenang dapat menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi kegiatan seni dan budaya. Semoga momentum keberhasilan ini dapat memberikan inspirasi bagi acara-acara budaya masa depan yang juga didukung oleh keamanan dan kolaborasi yang serupa. (nang)

  • Polsek Mataram Evakuasi Korban Kebakaran di Karang Sukun Baru

    Polsek Mataram Evakuasi Korban Kebakaran di Karang Sukun Baru

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID–Polsek Mataram merespon dengan cepat kebakaran yang terjadi di rumah warga Karang Sukun Baru, jalan Catur. Peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh konsleting listrik.

    Berkat tindakan cepat dari Polsek Mataram Polresta Mataram, Piket SPKT, Unit Pidum Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Identifikasi, mereka langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran.

    Kepala Kapolresta Mataram, Kompol Tauhid SH, mengkonfirmasi  kebakaran terjadi sekitar pukul 19.45 Wita, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 Wita.

    Kendaraan pemadam kebakaran yang datang berjumlah sekitar 5 kendaraan, dan kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp. 100.000.000,-.

    Terdapat korban atas nama Dr. Ahmadi, dokter di RSUP NTB, dan saksi-saksi seperti Pak Rudi Security RSI, Hafiz, dan Laili. Saat kejadian, rumah tersebut ditempati oleh Bibi dan anak pemilik rumah yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Klinik Kamboja.

    Polsek Mataram mengambil langkah-langkah kepolisian untuk mengamankan TKP dengan pemasangan police line, melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi dan Unit Pidum untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (nang)

  • Sepakati Keberlanjutan Kemitraan Bangun Strategi Kontraterorisme yang Efektif

    Sepakati Keberlanjutan Kemitraan Bangun Strategi Kontraterorisme yang Efektif

    JAKARTA, LOMBOJEXPRESS.ID– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia ( BNPT RI ) bersama United Nations Resident Coordinator ( UNRC ) Indonesia sepakati keberlanjutan kemitraan untuk saling berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pedoman dalam membangun stategi kontraterorisme yang efektif.

    “Kami mengucapkan terimakasih kepada UNRC, atas dukungannya selama ini dan kemitraan yang berlanjut, Kemitraan ini memungkinkan kita untuk saling berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pedoman untuk membangun strategi kontraterorisme yang efektif,” jelas Kepala BNPT RI Komjen. Pol. Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.. dalam kegiatan Courtesy Call dengan United Nations Resident Coordinator di Jakarta pada Rabu (1/8)

    United Nations Resident Coordinator (UNRC) for the Republic of Indonesia, Valerie Juliand mengatakan bahwa kemitraan antara kedua belah pihak sangat penting untuk berlanjut meski ditengah penurunan kasus tindak pidana terorisme.

    “Kami harap kita dapat terus berkolaborasi, situasi memang saat ini menurun tapi bukan berarti tidak ada,” katanya.

    Terlebih, menurutnya Indonesia memiliki peran penting di kancah internasional dalam hal pencegahan ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme.

    “Indonesia adalah global key actor dalam penanganan ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme di kancah global,” ucapnya.

    Lebih lanjut, BNPT RI dan UNRC juga menyepakati prioritas – prioritas baru untuk dikolaborasikan, seperti metode pengukuran indikasi seseorang dapat terpapar, menciptakan lapangan pekerjaan bagi peserta program deradikalisasi hingga bagaimana memutus rantai penyebaran ideologi yang salah dari orang tua terhadap anak.

    Sebagai informasi, UNRC telah banyak mendukung program BNPT dalam hal penanganan ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme. Beberapa diantaranya, program UNODC STRIVE Juvenile yang fokus membantu praktisi dalam mendukung proses penilaian psikososial untuk anak-anak yang terkait dengan teroris dan kelompok ekstremis kekerasan dan UNDP Protect yang membantu dalam peluncuran Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme ( RAN PE ). (bnpt/red)

  • TNI-Polri Bersinergi, Amankan Suksesnya Konser Music Festival Goyang Ria dalam Perayaan Hari Bhakti ke-76 TNI AU di Mataram

    TNI-Polri Bersinergi, Amankan Suksesnya Konser Music Festival Goyang Ria dalam Perayaan Hari Bhakti ke-76 TNI AU di Mataram

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS. ID– Sebanyak 220 personel gabungan dari TNI AD, AL, AU, dan Polri berhasil menyelenggarakan pengamanan yang sukses untuk acara Goyang Ria Music Festival dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti ke-76 TNI AU.

    Acara ini berlangsung meriah di bekas bandara Selaparang Mataram pada tanggal 1 Agustus 2023, mulai pukul 16:30 Wita hingga 22:00 Wita, dengan kehadiran lebih dari 10.000 penonton.

    Pengamanan dimulai dengan apel kesiapan di Parkiran Ex Bandara Selaparang yang dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol I Gede Sumandra Karthiawan SH MH, dan dihadiri oleh seluruh personel gabungan.

    Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa SIK MH, melalui Kabag Ops, menyatakan pentingnya memberikan pengamanan yang berkualitas untuk acara dengan banyak penonton. Menurutnya, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan TNI Polri senantiasa siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

    Dalam pelaksanaannya, personel Polri dari Polresta Mataram dan Polsek Selaparang juga dilibatkan. Kabag Ops Polresta Mataram, didampingi Kapolsek Selaparang, Iptu I Putu Sastrawan SH, memberikan arahan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh perhatian. Mereka juga diingatkan untuk selalu peka terhadap situasi, dan jika menemukan potensi gangguan keamanan, segera mengatasinya.

    Pengamanan dilaksanakan dengan cermat, mencakup pintu masuk dan keluar parkiran Ex Bandara Selaparang, serta sekitar lokasi acara. Dalam apel kesiapan, personel ditekankan untuk menjalankan tugas pengamanan dengan standar operasi yang tepat dan secara humanis. Semua upaya ini memastikan suksesnya acara Goyang Ria Music Festival dengan atmosfer yang aman dan menghibur. (nang)

  • Kepala BNPT RI Ingatkan Arahan Wapres Tentang Perpres 7 Tahun 2021

    Kepala BNPT RI Ingatkan Arahan Wapres Tentang Perpres 7 Tahun 2021

    Jadi Panduan Perkuat Kolaborasi Dalam Menangkal Ekstremisme Berbasis Kekerasan

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) selaku Ketua Sekber RAN PE Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., mengatakan sesuai arahan dan amanat yang disampaikan oleh Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin pada HUT Ke-13 BNPT RI, Perpres 7 Tahun 2021 tentang RAN PE harus menjadi panduan dalam memperkuat kolaborasi multipihak untuk menangkal masalah ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme.

    “Kita juga perlu berbangga atas arahan dan amanat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia pada acara puncak peringatan hari ulang tahun BNPT yang ke-13 yang menekankan Perpres 7 tahun 2021 tentang RAN PE menjadi panduan dalam memperkuat kolaborasi multipihak untuk menangkal masalah ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme,” ujarnya ketika memberi sambutan pada Rapat Koordinasi Pertama Sekretariat Bersama (Sekber) RAN PE di Tahun 2023 di Jakarta pada Rabu (2/8).

    Dengan panduan dalam memperkuat kolaborasi multipihak tersebut, Kepala BNPT mengimbau agar seluruh aksi-aksi RAN PE dapat terlaksana dan memenuhi target yang diharapkan secara optimal mengingat pelaksanaan RAN PE di tahun 2023 merupakan periode transisi menuju pengakhiran pelaksanaan RAN PE untuk periode 2021-2024.

    “Kita perlu mengoptimalkan sumberdaya yang kita miliki guna memastikan seluruh aksi-aksi RAN PE sebagaimana diamanatkan presiden dapat terlaksana dan memenuhi target yang diharapkan,” ungkapnya.

    Di dalam pelaksanaan RAN PE 2023, Kepala BNPT juga menjelaskan perlunya evaluasi pada aspek subtansi sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pada pelaksanaan RAN PE di periode selanjutnya.

    “Tahun ini, kita juga perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, khususnya pada aspek substansi RAN PE, dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan perkembangan isu-isu strategis yang terjadi saat ini, evaluasi ini penting untuk dijadikan dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan terkait pentingnya melanjutkan pelaksanaan RAN PR pada periode selanjutnya,” jelasnyajelasnya.

    Capaian keberhasilan RAN PE yang dapat dibuktikan saat ini yaitu melalui pelaksanaan 118 aksi (87,4%) dengan 420 kegiatan di tahun 2021-2022. Sedangkan tahun 2023 sebanyak 82 aksi dengan 243 kegiatan yang telah dikomitmenkan oleh 28 K/L untuk dilaksanakan pada tahun ini, dengan rincian pilar 1 dengan 50 aksi, 147 kegiatan, pilar 2 dengan 20 aksi, 48 kegiatan dan pilar 3 dengan 12 aksi dan 48 kegiatan. 5 provinsi serta 2 kabupaten/kota juga telah berhasil mengesahkan kebijakan yang mendukung pelaksanaan ran pe di tingkat daerah.

    Angka-angka capaian RAN PE tersebut memberikan indikasi bahwa antusiasme dan dukungan k/l dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dalam pelaksanaan RAN PE ini terus mengalami peningkatan. (bnpt/has)