Blog

  •  

    Kelas Kerajinan Gerabah Tertutup Secara Ilegal, Imigrasi Mataram Menindak

    MATARAM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram telah mengambil tindakan tegas terhadap seorang Warga Negara Belanda berusia 37 tahun yang ditemukan mengajar di sebuah kelas kerajinan pottery (gerabah) secara ilegal di wilayah Kuta, Lombok Tengah. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima dari media sosial, petugas Imigrasi Mataram berhasil mengidentifikasi bahwa sebuah kelas “Fun Pottery Class” akan diadakan di sebuah hotel di Kuta, Lombok Tengah, dengan seorang WN. Belanda berinisial EA (Pr) sebagai pengajar. Petugas segera meluncur ke lokasi dan berhasil menemukan EA tengah mengajar di kelas tersebut. Terdapat tiga peserta yang mengikuti kelas tersebut, yang terdiri dari dua Warga Negara Asing (WNA) dan satu Warga Negara Indonesia (WNI).

     

    Dalam keterangan resmi, Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Pungki Handoyo, menjelaskan bahwa EA telah melanggar izin tinggalnya dengan membuka kelas Fun Pottery tanpa izin yang sesuai. “Kami telah mengamankan WN. Belanda ini ketika sedang mengajar kelas gerabah di sebuah hotel di Kuta, Lombok Tengah. EA membuka kelas Fun Pottery dengan biaya pendaftaran tertentu, yang kemudian memberikan pelajaran membuat gerabah kepada peserta serta memungkinkan mereka membawa pulang hasil kerajinan mereka,” ungkap Pungki Handoyo.

     

    Pungki Handoyo juga menekankan pentingnya mematuhi peraturan terkait izin tinggal bagi para Warga Negara Asing. EA sendiri seharusnya hanya boleh bekerja di wilayah Badung dan Denpasar, Bali, sesuai dengan izin tinggalnya. Namun, EA telah melanggar izin tersebut dengan membuka dan mempromosikan kelas Fun Pottery melalui media sosial pribadinya.

     

    Setelah dilakukan pemeriksaan, EA dinyatakan melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Sebagai tindakan administratif, EA akan menjalani proses deportasi dan namanya akan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan.

     

    Kepala Kantor Imigrasi Mataram juga mengingatkan masyarakat untuk tetap peka terhadap keberadaan orang asing di sekitar lingkungan mereka. Pihaknya telah menindak tegas tiga orang WNA dalam sebulan terakhir yang melakukan pelanggaran serupa di Pulau Lombok. Dengan demikian, pihak Imigrasi mengajak semua pihak untuk tetap waspada dan memberikan perhatian terhadap ketentuan izin tinggal bagi para Warga Negara Asing yang berada di Indonesia.

  • PLN Dinobatkan Jadi Korporasi Terpopuler di Media Arus Utama Versi Serikat Perusahaan Pers

    PLN Dinobatkan Jadi Korporasi Terpopuler di Media Arus Utama Versi Serikat Perusahaan Pers

    BALI, LOMBOKEXPRESS.ID – PT PLN (Persero) menerima penghargaan sebagai korporasi terpopuler di media arus utama 2023 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Bali. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa layanan PLN semakin baik dan PLN menjadi pilar utama untuk informasi transisi energi di Indonesia.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengaku penghargaan ini seharusnya diberikan kepada awak media yang selama ini turut mengawal dan memberitakan transformasi PLN dalam tiga tahun terakhir. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas antusiasme yang tinggi dari para awak media.

    “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan media di seantero negeri atas perhatian besar para awak media pada transformasi PLN dari tahun 2020. Hal ini adalah cambuk bagi PLN agar prestasi yang sudah ditorehkan ini bisa lebih diperkuat dan diperkokoh sehingga PLN ke depan semakin lincah,” ujar Darmawan.

    Darmawan mengatakan, kepuasan pelanggan PLN meningkat berkat sistem pelayanan pelanggan yang semakin mudah, cepat dan terintegrasi melalui Super Apps PLN Mobile. Aplikasi yang sudah diunduh lebih dari 40 juta pengguna ini dilengkapi berbagai fitur mulai dari layanan pasang baru, tambah daya, dan pengaduan pelanggan yang terintegrasi.

    “Dulu, tidak ada ruang komunikasi antara PLN dan pelanggan. Pelanggan bingung mengeluh ke mana. Kalau telepon, tidak jelas tindaklanjutnya. Sekarang, kita sediakan ruang komunikasi dalam sistem digital. Pelanggan tinggal melaporkan melalui PLN Mobile sehingga respons petugas jadi lebih cepat,” tutur Darmawan.

    PLN juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang telah mendukung PLN dalam melakukan transisi energi.

    “Kami juga berterima kasih kepada seluruh insan pers. Upaya-upaya kami melakukan transisi energi terus diinformasikan kepada publik. Transisi energi tidak bisa kami lakukan sendiri, kita harus berkolaborasi agar prosesnya bisa berjalan baik. Dan kolaborasi ini tentu membuat kami semakin semangat dalam melakukan transisi energi,” ucap darmawan.

    Lebih lanjut Darmawan mengatakan, penghargaan ini juga tidak lepas dari transformasi yang dilakukan oleh PLN di sisi komunikasi. Di era disrupsi teknologi seperti sekarang praktisi humas mau tidak mau harus berevolusi. Humas perlu menjadi spons yang menyerap pengetahuan dan strategi baru agar pelayanan pada publik dan pelanggan terus meningkat.

    “Ini adalah bentuk pengakuan dan apresiasi untuk seluruh insan PLN yang sudah bekerja all out dan sangat kompak untuk membawa PLN menjadi perusahaan energi masa depan. Ini menjadi dorongan kami untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” kata Darmawan.

    Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan dalam sambutannya, kolaborasi antara pelayan publik dengan media harus terus digalakkan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, transformasi di institusi pelayanan publik akan terus berlangsung sehingga memberikan langkah yang dinamis untuk terus maju ke depan.

    “Sebagai pejabat publik yang memberikan layanan kepada masyarakat, berkolaborasi dengan insan pers merupakan hal yang penting. Insan pers menjadi salah satu medium komunikasi kepada masyarakat agar seluruh informasi dan kebijakan bisa tersebarkan secara merata dan baik,” ungkap Koster.

    Hal senada juga disampaikan Ketua Umum SPS Januar P Ruswita, ia mengutarakan kolaborasi ini harus diperluas dengan pelaku industri juga pelaku usaha antar media.

    “Kita sangat membutuhkan media-media arus utama yang bisa menjadi _clearing host_ dan cek fakta untuk berita-berita langsung untuk menghindari _hoax_ yang banyak beredar di tengah masyarakat. Maka dari itu dengan adanya media arus utama ini, diharapkan Informasi yang tersampaikan dapat menjadi rujukan bagi publik dan para pelaku usaha serta pemerintah,” pungkas Januar.

    *Sekilas Tentang PLN*

    _PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore. (red)

  • Joko Pekik Di antara Ketakutan dan Kekejam Politik

    Joko Pekik Di antara Ketakutan dan Kekejam Politik

    *Oleh Wina Armada Sukardi*, _Pengamat Seni Rupa_

     

    PELUKIS beken, Joko Pekik, meninggal dunia Sabtu,12/8/2023. Dia menghembuskan nafas terakhir pada usia 86 tahun. Almarhum

    meninggal lantaran sepuh.

    Pelukis kelahiran 2 Januari 1937 yang karyanya sering diklasifikasi sebagai aliran “realis ekspresif,” sebagaimana banyak pelukis terkenal lainya pada eranya, pernah dikirim ke bui oleh pemerintah Orde Baru. Tak tanggung-tanggung, Joko Pekik dituduh menjadi salah satu orang yang terlibat dalam peristiwa G 3O PKI, khususnya pembunuhan para jenderal.

    Bagaimana Joko Pekik dapat terlilit problem serumit itu, semua

    masih abstrak, lantaran Joko Pekik tidak pernah diadili. Dengan kata lain, dia sudah dirampas hak-hak asasi manusianya tanpa diberi kejelasan apa alasanya, apalagi diberi kesempatan membela diri di pengadilan.

     

    *Tanpa Kata Maaf*

    Pelukis ini ketika ditahan, nyaris beberapa kali merenggang nyawanya lantaran perlakuan sewenang-sewenang di luar prikamanusiaan dari rezim yang berkuasa. Dengan izin Sang Pencipta, Joko Pekik kala itu masih bertahan hidup. Beberapa tahanan yang ikut dipenjara bersamanya, sudah banyak yang lebih dahulu menghembuskan nafas terakhir karena tak tahan lagi menderita siksaan lahir batin dari antek-antek penguasa kala itu.

    Setelah dilepas, tak ada kata maaf kepada para tahanan seperti, juga kepada Joko Pekik, dan beberapa pelukis lain yang mengalami “nasib serupa,” dari mereka yang melakukan penahanan dan penyiksaan. Seakan-akan perlakuan tak berprikanusiaan atas nama penguasa yang menang, dengan tuduhan yng bersifat politis, termasuk jika dituding terlibat PKI, boleh diperlakuaan sesuka hati sampai di luar batas-batas kemanusiaan. Soal terbukti salah atau tidak bersalah, menjadi sama sekali tidak diperhatikan. Untung , Joko Pekik masih bertahan hidup sampai dia dibebaskan.

    Pengalamannya ditahan, disiksa dan dirampas harkat martabatnya, membuat Joko Pekik menjadi begitu membenci langkah-langkah politik yang keji dan tidak berprikanusiaan. Itu, antara lain, tercemin dari karya lukisanya yang terkenal dan pernah memegang rekor harga lukisan termahal di Indonesia “Berburu Celeng”.

     

    *Disobek dan Diberikan Lukisan*

    Saya pribadi tidak pernah berinteraksi langsung dengan sosok Jokok Pekik.

    Beberapa kali saya berencana ingin bertemu dengan beliau, tetapi selalu saja gagal. Sudah beberapa kali janjian, ada saja alasan pembatalannya, baik dari sisi saya maupun dari sisi almarhum.

    Kendatai begitu, secara tidak langsung saya beberapa kali terlibat dalam interaksi dengannya. Misalnya, pernah saya meminta “orang saya” membawa sebuah lukisan dari penjual yang mengaku karya itu karya asli Joko Pekik. Saya ingin kepastian itu karya Joko Pekik atau bukan. Meski saya agak ragu itu karya Joko Pekik, tapi guratan-guratannya memang ada yang sangat mirip, ditambah cerita penjualnya yang menyakinkan, saya minta “orang saya” menghadap langsung ke Jokok Pekik untuk diperiksa keasliannya langsung oleh Joko Pekik.

    Dibawalah lukisan itu ke Yogjakarta. Tanpa kesulitan “orang saya” berhasil menemukan rumah kedimanan Joko Pekik. Mungkin sedang mujur, “orang saya” pun berhasil ketemu berhadap-hadapan dengan Joko Pekik.

    Menurut cerita “orang saya“ sebenarnya dia disambut hangat Joko Pekik. Namun begitu diperlikatkan lukisan yang haru diperiksa oleh Joko Pekik, lukisan tersebut dicoret silang bagian belakangnya, dan sesuah itu, dengan emosional lukisanya langsung disobek-sobek.

    “Palsu. Elek,” tandas Joko Pekik kepada “orang saya, “ sebagainana diceritakan oleh “orang saya “kepada saya.

    Lalu Joko Pekik membuka beberapa tahasiab “tip ciri khas” lukisan Joko Pekik yang asli.

    Di luar dugaan, setelah itu, “orang saya,” malah dibuatkan sebuah lukisan sketasa dan diberikan kepada “orang saya. “

    Pulangnya “orang saya” lapor ke saya dengan wajah berseri-seri. Dia dapat lukisan karya Joko Pekik langsung dibuat dari tangan sang maestro.

     

    *Poliki dan Seni Rupa*

    Setelah keluar dari kamp penyiksaan, Joko Pekik rupanya masih terus berkarya. Pengalaman batinya membuat karya-karya Joko Pekik mendapat perhatiaan dan harga khusus. Lukisan-lukisan baru yang lahir dari tangannya menjadi benda-benda peradaban yang berharga.

    Figur Joko Pekik juga dapat menjadi bahan renungan dan pelajaran kita terkait hubungan antara seni rupandengan kekuasaan, dan arti yang sesungguhnya. Pada kasus ini bagaimana Joko Pekik sebagai seorang pelukis dapat dituding sebagai salah satu orang yang terlibat dalam gerakan G 30 PKI, lebih khusus lagi dalam drama pembunuhan para jenderal.

    Waktu itu, penguasa sedemikian paranoid hanya kepada pelukis semacam Joko Pekik.

    Ini menunjukan karya-karya pelukis dan pemikiran para seniman, termasuk para pelukis, sampai sedemikian ditakuti oleh rezim penguasa. Dalam terjemahannya, dunia seni rupa juga memberik efek kepada dunia politik. Jika pemegang kekuasaan sedang mabuk ketakutan dan kerasukan kekuasaan, maka seorang pelukis pun dapat dijadikan korban kekejaman dari kekuasaan itu.

    Joko Pekik salah satu contohnya. Sebagai pelukis, sebenarnya apa sih yang perlu ditakutkan dari seniman seperti Joko Pekik ? Apa karya-karya seorang pelukis dapat benar-benar dapat menjadi media pengasut masayang yanh efektif ? Apa pemikiran-pemikiran di bidang seni rupa dapat menjadi propaganda politik yang ditakuti, sehingga pelukisnya harus dibenam dalam penderitaan tanpa bukti apapun-appun. Itu menjadi bahas diskusi yang menarik, sampai sekarang.

    Joko Pekik telah meninggalkan kita selamanya. Tapi jejak sejarahnya dalam lintas dunia seni rupa, justeru menjadi semakin jelas.***

     

    Tegal Besar, Klungkung, Bali, 13 Agustus 2023.

  • Dikunjungi PLN UIW NTB, SMSI NTB Diskusi Celah Kerjasama

    Dikunjungi PLN UIW NTB, SMSI NTB Diskusi Celah Kerjasama

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID–Momentum luar biasa menghiasi markas Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (SMSI NTB). Pasalnya, Jumat (11/8/2023) sekira pukul 10.00 Wita, perwakilan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, terlihat mengunjungi Kantor SMSI NTB di Jalan TGH. Faisal No.16 Sweta Kelurahan Mandalika, Sandubaya Kota Mataram.

    Manager Main Switch Board (MSB) yang juga penanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mohammad Kukuh Amukti, didampingi Asisten Manager Komunikasi Rofia Fitri disambut hangat Ketua dan Sekretaris serta Humas SMSI NTB.

    Dalam perjumpaan yang penuh dengan kehangatan, Manager MSB-TJSL PLN UIW NTB Kukuh Amukti melontarkan rasa terima kasih yang mendalam, atas sambutan hangat yang Pengurus SMSI NTB. Ia menandaskan jika PLN UIW NTB dengan sungguh-sungguh siap menjalin sinergi dengan SMSI NTB, melalui program-program dalam kerangka Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau yang lebih populer dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR).

    “PLN UIW NTB akan sangat senang jika bisa bersinergi atau berkolaborasi dengan SMSI,” ungkapnya.

    Asisten Komunikasi PLN UIW NTB Rofia Fitri tampak begitu mendalam memahami hambatan-hambatan yang dihadapi media masa, terutama dalam ranah media daring di NTB.

    “Semoga ke depan, antara SMSI dan PLN UIW NTB bisa menjalin sinergi yang simbiosis mutualistik,” ucapnya.

    Fitri juga menyampaikan kalau PLN UIW NTB, memiliki ketajaman dalam menghadapi dinamika dunia media yang modern.

    Ketua SMSI NTB HM Syukur, dalam pertemuan tersebut melontarkan pujian dan apresiasi yang tinggi, atas langkah yang diambil PLN UIW NTB melalui perwakilannya. Wartawan senior dengan kapasistas UKW Utama itu menjelaskan dengan gamblang terkait peran SMSI dan kedalaman eksistensi SMSI NTB.

    “Hingga saat ini SMSI sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia, sementara untuk SMSI Sendiri memiliki enam cabang, yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB,” jelasnya.

    Semangat diskusi kian terlihat, saat Sekretaris SMSI NTB M. Tajir Asyjar mencoba menyentil potensi kolaborasi yang dapat dijalin dengan PLN UIW NTB.

    “Harapannya, sinergi itu akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat dan perkembangan media, khususnya portal media berbasis daring,” kata M. Tajir.

    Ketua Bidang Humas SMSI NTB Made Anang Sanakumara, memastikan untuk mengambil langkah konkret setelah diskusi itu. Komitmen yang begitu kuat menunjukkan semangat kolaboratif, dalam mengembangkan usaha kerjasama yang produktif. (red)

  • MC Shakat Lingga Kawal Malam Puncak Anugerah SMSI 2023   

    MC Shakat Lingga Kawal Malam Puncak Anugerah SMSI 2023  

    Syakat Lingga. (Foto: smsi)

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID–Shakat Lingga, Master of Ceremony (MC) kawal malam puncak Anugerah SMSI 2023 yang berlangsung di aula Dewan Pers, di Jl Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Jumat malam (11/08).

    Syakat yang merupakan putra asli Sumatera Utara mengaku bangga bisa dipilih menjadi pembawa acara SMSI. “Saya putra asli Sumatera Utara, kampung halaman saya berada di dekat Danau Toba, makanya saya bangga membawakan acara ini karena ada peluncuran buku tentang Ekspedisi Geopark Kaldera Toba,” kata Shakat saat berbincang sebelum acara.

    Syakat berharap buku tersebut bisa membuat Danau Toba selalu diingat masyarakat Indonesia.

    Dalam acara yang dibawakan oleh Syakat, sejumlah Tokoh pers dan masyarakat peduli pers mendapatkan penghargaan atas kontribusinya terhadap dunia pers.(*)

  • Buku Ekspedisi Kaldera Toba SMSI Diluncurkan di Jakarta

    Buku Ekspedisi Kaldera Toba SMSI Diluncurkan di Jakarta

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID— Buku berjudul “Ekpedisi Kaldera Toba, Peduli Ekosistem, Catatan Jurnalistik Media Siber” diluncurkan di Hall Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat malam (11/8/2023).

    Peluncuran buku dihadiri antara lain jajaran pimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dan provinsi, Wakil Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya, Budayawan Eros Djarot, Bupati Tapanuli Utara Dr Nikson Nababan, Google Indonesia Yos Kusuma, dan para tamu undangan lainnya.

    Ketua Umum SMSI Firdaus dalam kesempatan peluncuran buku yang disatukan dalam rangkaian acara malam anugerah SMSI 2023, membagikan buku tersebut pada penerima anugerah, setelah mendapat penghargaan pin emas dan piagam.

    Buku setebal 182 halama ini berisi rekam jejak kerja keras tim Ekspedisi Kaldera Danau Toba yang diselenggarakan oleh SMSI, organisasi pers terbesar di Tanah Air. Ekspedisi Danau Toba itu sendiri berlangsung 4- 7 Februari 2023.

    Penulisan buku ini digarap oleh tim wartawan media siber, khususnya tim peliput Ekspedisi Geopark Kaldera Toba SMSI. Mereka adalah
    Erris J Napitupulu (Ketua SMSI Sumut), Benny Pasaribu (SMSI Sumut), Agus Utama (SMSI Sumut), Jefry Barata Lubis (SMSI Madina), Haslan Madly Tambunan( SMSI Sumut), Jan Pieter Simorangkir (SMSI Taput), Husni Lubis (SMSI-Sumut), Rivai Bakkara (SMSI Siantar-Simalungun), Zuhairi (SMSI Sergai), Dosma Ria Saragih (SMSI Siantar -Simalungun), Dongan Sitanggang (SMSI Samosir), Tumpal Sijabat (SMSI Samosir), Iman Handiman (SMSI Pusat), Henny Murniati (SMSI Pusat).

    Selain itu juga terdapat sumbangan tulisan dari tokoh pers Wina Armada Sukardi tentang budaya Batak dan kaitannya dengan profesi advocat.

    Semua tulisan digawangi secara profesional oleh editor Mohammad Nasir yang berpengalaman panjang sebagai wartawan Harian Kompas.

    Buku ini menyajikan cerita tentang Toba, kehidupan sosial dan ekonomi penduduk sekitarnya, dilengkapi foto-foto keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir yang memukau.

    Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dalam sambutannya malam itu menyambut baik kehadiran buku tersebut. Nikson sempat bertemu dan makan bersama tim Ekspedisi Kaldera Toba yang hasilnya selain diceritakan dalam berita di media siber, juga berwujud buku yang malam itu diluncurkan.

    “Danau Toba sekarang masuk dalam UNESCO Global Geopark. Ini harus dipertahankan. Semoga buku ini mendukung Toba tetap sebagai taman bumi UNESCO,” kata Nikson.

    Metode Jurnalistik

    Karena penulisannya menggunakan metode jurnalistik, maka buku ini juga menyajikan semua ragam jurnalistik, seperti berita langsung, feature, maupun tulisan mendalam, bahkan sosok atau profil.

    Tentu saja buku ini dapat menjadi koleksi umum, kalangan pers, dan bacaan mahasiswa yang sedang belajar jurnalistik. (*)

  • Patroli Berskala Besar TNI Polri di Wilayah Perbatasan Monjok Taliwang Menciptakan Keamanan dan Kondusifitas

    Patroli Berskala Besar TNI Polri di Wilayah Perbatasan Monjok Taliwang Menciptakan Keamanan dan Kondusifitas

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID- – Untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan Monjok Taliwang, TNI Polri telah menggelar Patroli Berskala Besar yang dikomandoi oleh Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol I GDE SUMADRA KERTHIAWAN, SH., MH. Upaya ini turut melibatkan personel dan unit khusus untuk menjaga situasi tetap kondusif.

    Pada Kamis malam, patroli dimulai dari Polresta Mataram dan melalui rute strategis hingga mencapai perbatasan Monjok Taliwang. Dalam usaha mengamankan area dari potensi ancaman kembang api dan benda berbahaya, pasukan gabungan TNI dan Polri bekerja sama untuk memastikan wilayah tersebut bebas dari barang-barang yang dapat membahayakan warga.

    Kepala Bagian Operasional Polresta Mataram, Kompol I GDE SUMADRA KERTHIAWAN, SH., MH., didampingi sejumlah pejabat tinggi dalam patroli ini. Di antaranya adalah Kasat Intelkam Polresta Mataram, KOMPOL HATTA, S.I.P., Kasat Samapta Polresta Mataram, KOMPOL SOPYAN HADI, SH., Danki Kompi Mataram Sat Brimobda NTB, AKP HAEKAL, serta beberapa perwira lainnya. TNI juga turut serta dalam usaha ini, melibatkan Pleton Sat. Samapta Polresta Mataram, Pleton Dalmas Dit Samapta Polda NTB, Pleton Sat. Brimobda NTB, dan Pleton Babinsa Kodim 1606 Mataram.

    Hasil dari patroli ini menunjukkan bahwa tidak ada benda berbahaya yang ditemukan di wilayah tersebut, yang dapat mengancam kedua daerah. Tidak ada pula kendala atau protes yang disampaikan oleh masyarakat sekitar. Kegiatan ini sukses menciptakan suasana yang aman dan menjaga keharmonisan antara Monjok dan Taliwang.

    Kompol I GDE SUMADRA KERTHIAWAN, SH., MH., menyatakan bahwa patroli berskala besar ini merupakan upaya pencegahan terhadap potensi konflik. Kerja sama erat antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan masyarakat menjadi prioritas utama. Patroli ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk memelihara stabilitas di wilayah perbatasan.

    Dengan berakhirnya patroli ini, masyarakat kini merasa lebih aman dan terlindungi. TNI Polri berkomitmen untuk selalu siap menghadapi situasi apapun demi menjaga kesejahteraan dan keamanan warga di seluruh wilayah Hukum kota Mataram. (nang)

  • Kepala BNPT: Instrumen Ini Harus Bisa Tunjukkan Fase Keterpaparan Individu

    Kepala BNPT: Instrumen Ini Harus Bisa Tunjukkan Fase Keterpaparan Individu

    BOGOR, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) saat ini tengah menyempurnakan alat ukur potensi kerentanan individu terhadap paham radikal ekstremisme.

    Salah satu bentuk penyempurnaan yang dilakukan adalah memastikan variabel instrumen dapat menunjukkan fase atau level keterpaparan seseorang.

    “Variabel yang harus kita teliti adalah tingkat toleransi, tingkat radikalisme, bahkan tingkat potensinya untuk melakukan aksi teror. Berangkat dari variabel ini, instrument ini harus bisa menunjukkan di fase atau di level mana individu tersebut,” jelas Kepala BNPT RI Komjen. Pol. Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam kegiatan Asesmen Wawasan Kebangsaan, di Kantor Pusat BNPT RI Sentul, (10/8).

    Kepala BNPT RI juga menjelaskan penyempurnaan alat ukur potensi kerentanan individu terhadap paham radikal ekstremisme juga sangat krusial untuk menyaring calon – calon pemimpin bangsa terbaik.

    “Kita memerlukan alat ukur ini, untuk melihat calon – calon pemimpin bangsa,” tambahnya.

    APSIFOR ( Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia ), pihak yang bekerjasama dalam pembuatan alat ukur ini menjelaskan bahwa sebelumnya telah melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen tersebut di 8 kota pada wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur.

    “Sebelumnya kami telah melakukan uji validitas dan reliabilitas di 8 kota perwakilan Indonesia barat, tengah dan timur,” ujar Dewan Pertimbangan APSIFOR Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi.

    Adapun hasil pengukuran dari instrumen ini akan mengkategorikan skor yang diperoleh subjek dalam 6 kategori risiko radikal ekstrem mulai dari berisiko tinggi sampai rendah. Sebelumnya, BNPT RI telah memperkenalkan alat ukur ini pada 4 Oktober 2022. (bnpt/red)

  • Warga Negara Perancis yang Melanggar Izin Tinggal Dideportasi dari Lombok Tengah

    Warga Negara Perancis yang Melanggar Izin Tinggal Dideportasi dari Lombok Tengah

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram telah berhasil melakukan deportasi seorang Warga Negara Perancis berusia 34 tahun, berinisial GG, setelah ditemukan melanggar ketentuan izin tinggal di Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah.

    Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Pungki Handoyo, GG ditangkap oleh petugas pada 09 Juli 2023 saat bekerja di Desa Serangan. Informasi yang berasal dari Pospol Wilayah Desa Serangan mengindikasikan pelanggaran oleh GG. Setelah penangkapan, GG diamankan di dekat sebuah Villa di Desa Serangan.

    Hasil pemeriksaan menemukan bahwa GG menggunakan izin tinggal terbatas yang semestinya berlaku untuk bekerja di Bali, namun digunakan untuk pekerjaan di Desa Serangan, Selong Belanak. Pelanggaran lainnya termasuk pekerjaan yang tidak sesuai dengan izin tinggal dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang dimilikinya.

    Pungki Handoyo menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan karena GG telah melewati batas yang diizinkan oleh izin tinggalnya dan bekerja di lokasi yang tidak sesuai dengan izinnya. Setelah pemeriksaan, GG dinyatakan melanggar pasal 75 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Sebagai langkah administratif, GG akan di-deportasi dan namanya dimasukkan dalam daftar penangkalan.

    Pungki Handoyo menegaskan bahwa setiap orang asing di Indonesia harus mematuhi izin tinggal yang dimilikinya. Jika terjadi perubahan domisili atau kegiatan di luar izin, perubahan tersebut harus dilaporkan kepada instansi terkait dan Kantor Imigrasi setempat untuk mencegah pelanggaran hukum.

    GG dijadwalkan akan dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menuju Paris, Perancis pada 10 Agustus 2023. Kasus ini menjadi pengingat bagi semua orang asing di Indonesia untuk menjalankan aktivitas sesuai izin tinggal demi menghindari masalah hukum. (nang)