Blog

  • Kepala BNPT Sebut Ada Perubahan Pola Pergerakan Teroris

    Kepala BNPT Sebut Ada Perubahan Pola Pergerakan Teroris

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. menjelaskan jika penurunan serangan disebabkan oleh adanya perubahan pola pergerakan sel teroris dan masifnya penindakan yang dilakukan Aparat Penegak Hukum.

    “Sel-sel terorisme berubah pola gerakannya dari yang hard jadi soft approach, di atas permukaan mereka menggunakan jubah agama, di bawah permukaan mereka melakukan gerakan ideologis secara masif dan terstruktur,” jelas Kepala BNPT RI dalam kegiatan bedah buku “Radikalisme, Terorisme dan Deradikalisasi di Indonesia” karya As SDM Polri Irjen. Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M. dan Komisioner Kompolnas Mohammad Dawam pada hari Rabu (12/7).

    Kepala BNPT RI menyebut fenomena penurunan serangan teror dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 seperti teori gunung es. Dimana kini kelompok penganut paham kekerasan tidak lagi secara terang-terangan menunjukkan eksistensinya melalui serangan fisik. Tetapi melalui pendekatan lunak yang dibungkus dengan narasi dan simbol keagamaan.

    Komjen Rycko mengatakan tidak sedikit masyarakat yang terhasut dengan narasi tersebut. Bahkan secara sadar setuju untuk melakukan kekerasan atas nama agama.

    Ia menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan intoleransi.

    “Tidak ada agama satupun yang mengajarkan tentang kekerasan, yang tidak bisa menerima perbedaan,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Mantan Kalemdiklat Polri tersebut mengatakan kerja sama merupakan kunci untuk memutus mata rantai radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu, seluruh unsur di negeri ini harus terlibat dalam pencegahan.

    “Dalam menghadapi masalah atau fenomena sosial seperti ini kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, multi stakeholder collaboration is a must, semua berkolaborasi,” tutup Kepala BNPT RI. (bnpt/red)

  • Gelar FGD, Satukan Persepsi Sukseskan Pemilu 2024

    Gelar FGD, Satukan Persepsi Sukseskan Pemilu 2024

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID–Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH menegaskan untuk menyukseskan Pemilu 2024,semua pihak perlu menyatukan persepsi.

    ”Untuk itu perlu kita lakukan berbagai upaya. Salah satunya diskusi seperti ini sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menciptakan suasana yang aman menuju Pemilu Damai 2024,” ungkapnya.

    Hal itu diungkapkan Kapolresta Mataram ketika menghadiri Forum Group Discution (FGD) Sosialisasi Pemilu Damai dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas di Kota Mataram, di Kantor Camat Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (12/07/2023).

    Menurutnya seluruh stekholder harus melaksanakan perannya masing-masing. Termasuk Polresta Mataram secara rutinitas melakukan upaya menjaga kondusifitas Kamtibmas dengan memberikan imbauan atau sosialisasi di wilayah hukumnya.

    Keberadaan polisi lingkungan, Bhabinkamtibmas, kegiatan Safari Kamtibmas, Jum’at Curhat, peduli tempat ibadah serta sambang Duka sebetulnya bertujuan agar komunikasi dengan masyarakat tetap nyambung. Sehingga dapat mempermudah menyampaikan seruan untuk menjaga Kamtibmas.

    Dengan langkah ini Kapolresta berharap Pemilu Damai akan tercipta di Kota Mataram. Khususnya dan wilayah hukum Polresta Mataram.

    FGD itu juga menghadirkan narasumber Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz, Ketua KPU NTB Suhardi Sound dan Ketua Bawaslu NTB Itratif.

    Juga dihadiri perwakilan seluruh stakekholder, baik pemerintah maupun masyarakat seperti Tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. (nang)

  • Komitmen Lindungi Pekerja Migran, BNPT Bersinergi dengan BP2MI, Uni Eropa dan RUSI

    Komitmen Lindungi Pekerja Migran, BNPT Bersinergi dengan BP2MI, Uni Eropa dan RUSI

    Latih Instruktur Cegah Paham Ekstremisme Berbasis Kekerasan

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bersama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Uni Eropa (UE) dan The Royal United Service Isue (RUSI) bersinergi dalam upaya maksimal memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

    “Dalam melakukan pencegahan terorisme serta menjaga pahlawan devisa dari tindak pidana terorisme diperlukan koordinasi, kerjasama dan kolaborasi,” jelas Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT RI, Andhika Chrisnayudhanto saat membuka pelatihan Training on Preventing and Countering Violent Extremism for Instructors of Indonesian Migrant Workers Pre- Departure Orientation di Jakarta pada 11 Juli hingga 13 Juli 2023 di Jakarta.

    Menurutnya pelatihan yang diberikan kepada 40 orang instruktur Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) PMI BP2MI merupakan bentuk sinergi dalam bingkai pentahelix dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

    Deputi 3 BNPT RI juga berharap para instruktur dapat membekali PMI yang akan berangkat ke luar negeri dengan materi pencegahan ekstremisme yang komprehensif.

    “Instruktur merupakan pihak yang paling dekat dengan PMI mengingat instrukturlah yang mempersiapkan PMI dari hulu sebelum berangkat ke negara penempatan. Maka dari itu, BNPT melihat bahwa penting untuk para instruktur dikuatkan kemampuannya dalam membekali Calon PMI, mengingat di dalam materi penunjang OPP akan diajarkan materi tentang pencegahan terorisme,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BP2MI, Firdaus Zazali, S.E., M.M., mendukung penuh pelatihan yang diberikan kepada instruktur PMI ini. Menurutnya segala upaya dalam menjaga dan melindungi PMI dari hal-hal buruk termasuk radikalisme dan terorisme merupakan bagian dari menjalankan amanah UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan bagi PMI.

    “Sebagaimana yang diamanahkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2017, diketahui Pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya meliputi pelindungan sebelum, selama dan setelah bekerja dari negara penempatan,” ujarnya.

    Mewakili RUSI, Senior Research Fellow at RUSI Europe, Joana de Deus Pereira menjelaskan ekstremisme, radikalisme dan terorisme merupakan permasalahan global yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia.

    “Dengan pelatihan ini, para instruktur OPP di BP2MI dapat memahami definisi, konsep, dan teori yang digunakan dalam pencegahan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap calon PMI yang kemungkinan rentan terhadap sasaran dari perekrut atau pelaku terorisme,” katanya. (bnpt/red)

  • Penonton Konser Armada Terbanyak Mesti Diguyur Hujan

    Penonton Konser Armada Terbanyak Mesti Diguyur Hujan

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Armada, band populer Tanah Air, mencetak prestasi mengagumkan dengan menyedot perhatian ribuan penonton dalam konser tak terlupakan mereka di Lapangan ex Bandara Selaparang Mataram pada tanggal 8 Juli 2023. Meskipun dilanda hujan deras, semangat penggemar tidak terbendung dan mencapai puncaknya.

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian “Indosat Music Festival” yang didukung sepenuhnya oleh PT. Indosat. Konser Armada berhasil menjadi magnet bagi pecinta musik di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya. Lapangan tersebut tidak hanya dipadati oleh penggemar setia Armada, tetapi juga oleh para penikmat musik dari berbagai kalangan.

    Meskipun cuaca tidak mendukung dengan guyuran hujan, penampilan memukau Armada sukses mencuri perhatian. Mereka membawakan berbagai hits populer, termasuk “Asal Kau Bahagia” dan “Harusnya Aku”. Vokalis Rizal, bersama dengan anggota band lainnya, berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.

    Tak terpengaruh oleh hujan, para penonton dengan semangat menyanyikan lagu-lagu Armada sambil berlindung di bawah payung. Suasana unik dan romantis ini menambah kenangan tak terlupakan bagi setiap individu yang menghadiri konser tersebut.

    Keberhasilan penyelenggaraan konser ini juga berkat peran 120 personel Polresta Mataram gabungan yang bertugas menjaga keamanan. Dengan pengamanan yang baik, konser berlangsung dengan aman dan nyaman bagi semua penonton.

    Salah satu penonton, Ray Arvindo, berbagi kesan, “Meskipun hujan turun, semangat kami tetap berkobar. Armada adalah band favorit kami, dan kami sangat senang bisa menyaksikan penampilan mereka secara langsung. Terima kasih kepada PT. Indosat dan pihak penyelenggara atas kesempatan ini.”

    Konser musik Armada di Mataram ini berhasil menarik perhatian publik dan membuktikan bahwa hujan tidak dapat meredam semangat pecinta musik untuk menikmati penampilan idolanya. Acara ini juga menegaskan bahwa NTB memiliki potensi besar sebagai tujuan konser musik yang menarik di Indonesia.

    Dengan kesuksesan dan antusiasme yang diraih, konser Armada di Lapangan ex Bandara Selaparang Mataram akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi penontonnya. Hal ini juga memberikan inspirasi bagi pecinta musik untuk terus bersemangat dalam mengejar mimpi dan mengatasi segala tantangan yang ada. (ang)

  • Mantan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Jabat Ketua Karataker SMSI Kaltara

    Mantan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Jabat Ketua Karataker SMSI Kaltara

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID–Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (PP SMSI) menerbitkan Surat Keputusan (SK)

    Nomor : 012/KPTS/SMSI-PUSAT/VII/2023 tentang pengangkatan Karataker SMSI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

    Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua umum (Ketum) Firdaus dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) M. Nasir pada 6 Juni 2023, mengangkat Wakil Ketua Umum SMSI Pusat, Hendra J Kede sebagai Ketua Karataker SMSI Kaltara hingga 3 bulan kedepan.

    Saat dikonfirmasi, Ketua Karataker SMSI Kaltara, Hendra J Kede membenarkan SK PP SMSI tersebut. Hal ini sesuai hasil koordinasi SMSI Pusat pada 4 Juli 2023 lalu.

    “Kepengurusan SMSI Kaltara telah berakhir, agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan maka pengurus pusat mengangkat karataker SMSI Kaltara,” ungkap Hendra J Kede yang juga pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI periode 2017-2022.

    Selain itu, SK SMSI Nomor 01/KPTS-SMSI/I/2023 Tentang Perpanjangan Masa Bakti Pengurus SMSI Kaltara telah habis masa berlakunya pada 05 Juli 2023 lalu.

    “Selain mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Penunjukkan Karataker ini telah sesuai Anggaran Dasar SMSI Pasal 10 serta Peraturan Organisasi (PO),” jelasnya.

    Hendra menegaskan, tugas penting karataker yakni menyusun atau mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Pertama SMSI Kaltara yang mengacu pada pedoman Musprov SMSI.

     

    “Ini juga bagian dari restrukturisasi kepengurusan yang dilakukan sesuai kebutuhan obyektif atau realitas situasi dan kondisi SMSI di Kaltara. Saya berharap SMSI di Kaltara bisa berkolaborasi dengan stakeholder dan pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.

     

    Berikut susunan Karataker SMSI Provinsi Kalimantan Utara :

    Ketua : Hendra J. Kede

     

    Wakil Ketua : Syarif Hidayatullah

     

    Wakil Ketua : Yono Hartono

     

    4. Wakil Ketua : M. Reza

     

    5. Sekretaris : Victor Ratu. (red)

  • Hadiri Acara Hari Keluarga Nasional Ke-30, Kepala BNPT RI Berpesan Kepada Duta Damai Untuk Terus Edukasi Generasi Muda

    Hadiri Acara Hari Keluarga Nasional Ke-30, Kepala BNPT RI Berpesan Kepada Duta Damai Untuk Terus Edukasi Generasi Muda

    PALEMBANG, LOMBOK EXPRESS.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si menghadiri acara Hari Keluarga Nasional ke-30 di Kabupaten Banyuasin, Palembang, pada hari Kamis (6/7).

    Kepala BNPT RI berpesan agar Duta Damai untuk lebih peka dan mengingatkan teman sebayanya untuk tidak bertindak eksklusif dan intoleran.

    “Anak-anakku jika ada kawan kita yang mulai tidak bisa menerima perbedaan, tolong diingatkan karena intoleransi, radikalisme, terorisme itu tidak bisa diterima umat manusia,” pesan Kepala BNPT RI saat bertemu dengan Duta Damai.

    Lebih lanjut, jenderal bintang tiga ini mengingatkan generasi muda bahwa tidak ada agama di muka bumi yang mengajarkan paham atau ideologi kekerasan, sebab itu Duta Damai dibentuk untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dengan bahasa yang familiar di kalangan anak muda.

    “Ajaran yang mengajarkan kekerasan meskipun memakai ayat suci atau atribut keagamaan mereka sesungguhnya tidak mengajarkan agama karena agama tidak mengajarkan kekerasan, oleh karena itulah Duta Damai dibentuk untuk memberitahu masyarakat dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti dan diterima,” kata Rycko

    Dalam kesempatan ini, Duta Damai Dunia Maya BNPT RI dan Duta Generasi Berencana Indonesia (GenRe) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersinergi dalam meningkatkan imunitas generasi muda dari paham atau ideologi kekerasan. Komitmen ini ditandai dengan pengucapan deklarasi di hadapan Wakil Presiden RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin.

    Sementara itu, Kepala BKKBN Dr.(H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan kerja sama yang terjalin antara BKKBN dengan BNPT RI dan dengan Duta Pancasila BPIP. tersebut penting dalam pendidikan karakter generasi muda.

    “Keterlibatan BNPT dan BPIP sangat penting dalam melakukan pendidikan karakter, remaja ini harus berencana, mereka juga harus bisa menghayati pancasila dan mereka juga harus anti terorisme,” katanya. (bnpt/red)

  • BNPT Sebut Proses Pembinaan dan Pendidikan Untuk Mengubah WBP Terorisme Menjadi Agent Of Change di Masyarakat

    BNPT Sebut Proses Pembinaan dan Pendidikan Untuk Mengubah WBP Terorisme Menjadi Agent Of Change di Masyarakat

    JAWA BARAT, LOMBOK EXPRESS.ID–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bertanggung jawab untuk mengubah hidup WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang pernah terjerat kasus terorisme agar dapat menjadi agent of change setelah kembali ke masyarakat melalui proses pembinaan dan pendidikan.

    “WBP adalah tanggung jawab kita untuk kita bina, didik, supaya menjadi agent of change , duta harmoni, duta perdamaian, dan duta kontra radikalisasi setelah kembali ke masyarakat,” jelas Direktur Deradikalisasi BNPT RI Brigjen Pol. R. Achmad Nurwahid dalam kegiatan Focus Group Discussion Program Pembelajaran dan Penilaian WBP Pusat Deradikalisasi Lapas Khusus Klas II B Sentul di Cisarua Jawa Barat, Rabu (5/7).

    Dalam melakukan pembinaan kepada WBP dibutuhkan peran setiap pihak terkait yang dimulai sejak tahapan seleksi. Mulai dari peran Lapas Khusus Klas II B Sentul, narasumber dan fasilitator setiap bidang, hingga instruktur workshop.

    “Disinilah peran pihak terkait dibutuhkan. Mulai dari tahapan seleksi, kita pilih yang sudah kategori kuning, berpotensi, dan memiliki kualifikasi lebih. Misal punya bakat manajerial, wirausaha atau keterampilan lain,” tambah mantan Direktur Pencegahan BNPT RI ini.

    Sementara menurut Wahyu Cahyono, Narasumber Bidang Psikologi, salah satu indikasi pembinaan dianggap berhasil dapat dicapai dengan memastikan petugas pembinaan memahami dinamika hingga relasi antar WBP.

    “Perlu didalami lebih lanjut setiap dinamika yang terjadi pada kelas pembinaan tiap bidang, hingga relasi antar WBP berdasarkan pengamatan mentor dan petugas lapas,” ujarnya.

    Dalam kegiatan ini, setiap bidang pembinaan menyusun silabus dan akan menjelaskan perkembangan masing – masing WBP dengan total 27 orang serta mengkalkulasikan data menjadi laporan bulanan. (bnpt/red)

  • Sestama BNPT RI Ajak Masyarakat Meningkatkan Kepedulian Sosial Di Dalam Bernegara

    Sestama BNPT RI Ajak Masyarakat Meningkatkan Kepedulian Sosial Di Dalam Bernegara

    SENTUL, LOMBOKEXPRESS.ID– Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Bangbang Surono, Ak., M.M., CA., mengajak seluruh pegawai BNPT RI serta perwakilan dari masyarakat untuk menghayati momen Hari Raya Idul Adha 1444 H demi meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

    “Hari ini merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama serta membangun kualitas sebagai pribadi yang sabar, tahan uji dan tegar menghadapi cobaan kehidupan,” jelas Sekretaris Utama BNPT RI, Bangbang Surono, Ak., M.M., CA. saat memberikan sambutan kegiatan pemotongan hewan qurban di Balai Latihan Kerja BNPT RI, Sentul, Jawa Barat pada Kamis (29/06).

    Sestama BNPT RI mengingatkan bahwa makna dari berkurban harus dipahami dan diamalkan secara terus menerus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Pertama makna ketakwaan manusia, yaitu ketaatan manusia dalam menjalankan perintah Allah SWT, kedua makna sosial yang dimana agar umat islam mengedepankan sikap empati atas sesama dan yang ketiga makna kesejahteraan dimana berkurban dapat berbagi kepada siapapun yang membutuhkan,” Bangbang menerangkan.

    Dirinya menambahkan bahwa tahun ini menjadi tahun bangkitnya bangsa Indonesia dari keterpurukan setelah mengalami pandemi Covid-19 sehingga perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya saling bahu membahu untuk membantu sesama.

    “Pada masa sekarang ini bangsa Indonesia dalam proses bangkit bersama untuk pulih dari pandemi Covid-19 yang telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, sehingga memberikan tantangan bagi kita untuk lebih kuat dan bijaksana,” Tambah Sestama BNPT RI.

    Pada kesempatan ini, Sestama beserta Deputi bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen. Pol. Ibnu Suhaendra, S.I.K., Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Hubungan Masyarakat, Brigjen TNI Roedy Widodo dan Inspektur BNPT RI, Catur Iman Pratignyo, S.E. menyerahkan daging hasil penyembelihan kepada perwakilan masyarakat dari tiga desa di sekitar Kantor BNPT RI, Sentul yaitu Desa Sukahati, Desa Tangkil dan Desa Lewinutug serta Pondok Pesantren Al Rofiah. (bnpt/red)

  • Keterlibatan Masyarakat Sipil Jadi Poin Penting Efektivitas Pelaksanaan RAN PE

    Keterlibatan Masyarakat Sipil Jadi Poin Penting Efektivitas Pelaksanaan RAN PE

    SENTUL, LOMBOKEXPESS.ID– Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Bangbang Surono, Ak., M.M., CA., mengatakan pelaksanaan RAN PE memerlukan keterlibatan aktif seluruh pihak agar berjalan secara efektif sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam membangun masyarakat yang lebih aman dan toleran.

    Menurutnya Kerjasama dan pelibatan masyarakat sipil bahkan menjadi salah poin penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan RAN PE.

    “Keterlibatan masyarakat sipil menjadi salah satu poin yang menentukan keberhasilan pelaksanaan RAN PE saat ini. Keterlibatan aktif masyarakat sipil melalui pokja tematis juga telah memberikan nilai tambah dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman yang beragam dari berbagai sektor masyarakat terhadap implementasi RAN PE.,” jelas Sekretaris Utama BNPT RI, Bangbang Surono, Ak., M.M., CA. saat memimpin Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Tematis 2023 Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Gedung BUMN, Jakarta pada Selasa (27/06).

    Bangbang Surono menambahkan bahwa RAN PE telah memberikan kontribusi positif dan menunjukan hasil capaian kerja organisasi masyarakat sipil yang signifikan dalam menjalankan upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di Indonesia.

    “Capaian ini tidak hanya menjadi pendorong terhadap keberlanjutan terhadap upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, namun juga dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan damai melalui kolaborasi multi-pihak ini,” tambah Sestama BNPT RI.

    Dalam kesempatan tersebut Bangbang surono berharap Rapat koordinasi kedua pokja tematis ini dapat dioptimalkan untuk mendiskusikan berbagai langkah dan strategi pelaksanaan RAN PE tahun 2023.

    “Kami juga berharap, kerja-kerja yang dilakukan oleh masyarakat sipil dapat menghasilkan rumusan-rumusan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan masukan bagi pemerintah untuk dapat lebih mengoptimalkan pencapaian pelaksanaan RAN PE pada tahun 2023 ini,” Bangbang berharap.

    Turut mendampingi Sestama BNPT RI, hadir pula Deputi bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen. Pol. Ibnu Suhaendra, S.I.K., Direktur Perlindungan, Brigjen. Pol. Drs. Imam Margono, dan Direktur Penindakan, Brigjen. Pol M. Rosidi, S.I.K., M.H. (bnpt/red)

  • Heboh, Masyarakat Dusun Gontoran Daya Temukan Bayi di Kali

    Heboh, Masyarakat Dusun Gontoran Daya Temukan Bayi di Kali

    LOBAR, LOMBOK EXPRESS.ID – Warga Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar heboh. Pasalnya sesosok bayi perempuan ditemukan di kali, belakang Kantor Desa Gontoran, Minggu (25/06/2023).

    Kejadian itu direspons piket fungsi Polsek Lingsar Polresta Mataram, langsung melakukan olah TKP setelah informasi diterima dari warga masyarakat.

    “Saat tiba di lokasi, beberapa warga tampak sedang melihat sosok bayi tersebut dalam keadaan tidak terbungkus dan terapung di Kali yang berada di balakang kantor desa setempat,” ungkap Kapolsek Lingsar Iptu Ida Bagus Suwendra SH, Minggu sore (25/06/2023).

    Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mayat bayi tersebut pertama dilihat Saksi I warga setempat yang ingin mandi di kali tersebut. Namun saat melihat bayi tersebut dalam keadaan terapung, Saksi I memanggil Saksi II yang juga warga setempat dan menceritakan prihal tersebut.

    Saksi kemudian melaporkan ke rumah Bidan Desa setempat serta masyarakat dan kantor Polsek Longsar.

    “Bayi tersebut dibopong ke daratan sambil menunggu anggota dari Reskrim Unit PPA Polresta Mataram yang telah dikordinasikan sebelumnya,” jelas Kapolsek.

    Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut diperkirakan lahir 2 hari lalu. Terlihat beberapa bagian tubuh berwarna lebam kebiru-biruan. Berdasarkan analisa unit Reskrim Polsek Lingsar, bayi tersebut sengaja ditaruh oleh oknum tertentu yang diperkirakan hasil dari hubungan gelap.

    “Kami bersama Sat Reskrim Polresta Mataram akan melakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap siapa pelaku pembuang bayi tersebut. Kami akan upayakan untuk dapat mengungkap pelakunya,” jelas Kapolsek.

    Penemuan bayi di kali tersebut merupakan peristiwa pertamakali terjadi. Oleh karena itu pihak Polsek Lingsar akan berupaya dengan maksimal agar dapat mengungkap pelaku dibalik kasus tersebut.

    “Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (nang)