Blog

  • KTT G20 Berlangsung Sukses, Kepala BNPT RI Apresiasi Jajaran Pengamanan

    KTT G20 Berlangsung Sukses, Kepala BNPT RI Apresiasi Jajaran Pengamanan

    NUSA DUA, BALI (Lombokexpress.id)– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. apresiasi kerja keras aparat keamanan dalam mengamankan KTT G20 Bali 15-16 November 2022 lalu.

    Hal tersebut dia katakan kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Purnomo, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, beserta jajaran saat berada di Command Center ITDC Nusa Dua pada Rabu (17/11).

    “Selamat kepada Kepolisian dan TNI telah sukses menjaga kemanan penyelenggaraan KTT G20 baik dari awal hingga ditutup Bapak Presiden,” katanya.

    Dalam kunjungannya ke Bali, Kepala BNPT RI dan jajaran memastikan KTT G20 berjalan dengan aman dan kondusif. Bahkan menjelang KTT G20, BNPT RI menggelar pelatihan mitigasi aksi terorisme integrative, koordinasi sistem pengamanan di venue KTT G20, serta kesiapsiagaan nasional pengamanan KTT G20 dengan aparat penegak hukum di Bali dalam rangka pencegahan terorisme.

    Tidak berhenti sampai KTT G20, kolaborasi pencegahan radikalisme dan terorisme antara BNPT RI, TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait akan terus diperkuat. Ini perlu menjadi perhatian serius karena ideologi transnasional masih terus berupaya menyasar generasi muda Indonesia yang mana tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

    “Kita bersama-sama harus terus menjaga dan mencegah berkembangnya ideologi yang tidak sesuai dan bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia,” lanjut Boy Rafli.

    Komitmen BNPT RI Sukseskan KTT G20

    Jauh sebelum gelaran internasional ini diselenggarkan, BNPT RI telah menyatakan komitmennya dalam mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022. BNPT RI akan memaksimalkan program pencegahan terorisme hingga berakhirnya KTT G20 pada akhir tahun.

    “Kami akan meningkatkan aktivitas terkait Indonesia menjadi tuan rumah G20, kami akan memaksimalkan program kami dari pra, pruncak, sampai akhir tahun setelah pelaksanaan G20 di Bali dan beberapa kota di Indonesia,” ucap Kepala BNPT RI di Gedung MPR/DPR-RI (30/5).

    Salah satu program pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT RI dengan meningkatkan frekuensi koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, serta menguatkan peran masyarakat dalam mencegah aksi terorisme.

    “BNPT akan mengkoordinasikan aparat keamanan termasuk pemerintah daerah, kami tentu meningkatkan frekuensi koordinasi serta penguatan dukungan masyarakat,” jelasnya.

    Selain itu BNPT RI juga telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka membangun kewaspadaan masyarakat menjelang puncak penyelenggaraan Presidensi G20 seperti pelatihan mitigasi aksi terorisme integrative yang melibatkan aparatur negara di wilayah Bali, koordinasi sistem pengamanan di venue G20, serta kesiapsiagaan nasional pengamanan G20 dengan aparat penegak hukum di Bali.

    “Menjadi tuan rumah G20 merupakan kebanggan Indonesia, BNPT RI bersama seluruh elemen bangsa siap mendukung dan mensukseskan Presidensi G20 Tahun 2022,” katanya. (has/bnpt)

  • BNPT RI Bekali Entrepreneur’s Organization Indonesia Kemampuan Cegah Terorisme

    BNPT RI Bekali Entrepreneur’s Organization Indonesia Kemampuan Cegah Terorisme

    BOGOR (Lombokexpress.id)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia ( BNPT RI ) melalui Deputi Kerjasama Internasional menerima visitasi Entrepreneur’s Organization Indonesia ( EO ) di Kantor Pusat BNPT Sentul, Bogor pada Kamis ( 17/11 ).

    “Dalam visitasi ini, BNPT RI sangat senang menyambut para pelaku usaha. Lewat program learn from expert BNPT RI siap untuk meningkatkan pengetahuan anggota dalam bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme,” jelas M. Zaim Nasution Direktur Regional dan Multilateral BNPT RI.

    Zaim Nasution menambahkan jika EO memiliki sebuah program rutin yakni learn from expert , dimana anggota berkesempatan belajar langsung dengan ahli atau pakar dalam bidangnya.

    Visitasi ini juga diisi oleh sharing pengalaman dari Stephen McGown, seorang Warga Negara Inggris dan Afrika Selatan yang pernah diculik oleh kelompok Al-Qaeda di Timbuktu, Mali pada tahun 2011 dan ditahan selama 6 tahun.

    “Selama di kamp tahanan, saya berusaha keras untuk bertahan hidup. Kembali ke rumah hidup-hidup menjadi tujuan satu-satunya. Untuk mencapai ini, saya menyadari bahwa saya harus melakukan semua yang saya bisa untuk meningkatkan status saya di mata para penculik” ungkapnya dalam sesi sharing.

    Lebih lanjut dia bercerita jika untuk mencapai tujuan tersebut, McGown belajar sendiri bahasa Arab dan Prancis. Dia turut memberikan motivasi bagaimana menghadapi situasi sulit ketika dalam kondisi yang mencekam.

    “jika anda dalam kesulitan tetaplah mengubah kesulitan itu menjadi suatu hal yang positif” serunya.

    Dasar Hukum Undang – Undang No. 5 tahun 2018, Program Deradikalisasi, hingga inovasi Program Warung NKRI dan KTN menjadi materi pembekalan yang diberikan. Visitasi ditutup dengan sesi diskusi bersama 40 anggota EO Indonesia dan kunjungan ke BLK untuk meninjau balai-balai latihan bagi para mitra deradikalisasi.

    Kegiatan Visitasi ini turut dihadiri oleh Inspektur BNPT RI, Catur Iman Pratignyo, S.E., Kepala Biro Umum (Karoum) BNPT RI, Marsma TNI Fanfan Infansyah, Kasubdit Bina Dalam Lapas Khusus Teroris Kol.(Inf) Kurniawan, S.E. dan Kasubdit Perlindungan WNI dan Kepentingan Nasional di Luar Negeri, Kolonel (Cpl) Sigit Karyadi, S.H., M.H. (bnpt/has)

  • Kunjungan resmi PWKI ke Vatikan: HADIAH ISTIMEWA DAN KHUSUS UNTUK PAUS FRANSISKUS

    Kunjungan resmi PWKI ke Vatikan: HADIAH ISTIMEWA DAN KHUSUS UNTUK PAUS FRANSISKUS

    VATIKAN (Lombokexpress.id)–Lima hadiah istimewa dan khusus untuk Paus Fransiskus disampaikan oleh Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dalam audiensi umum di Basilica St, Petrus, Vatikan, Rabu (16/11/2022).

    Hadiah khusus itu berupa Lukisan dan Patung Maria Bunda Segala Suku dari Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, Gunungan Wayang Kulit dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kain Batik Ceplok Mangkara Latar Kawung dari GKBRAy Adipati Paku Alam X, dan Buku Karya Rm. Sandro Peccati SX – misionaris Italia yang telah 60 tahun berkarya di Indonesia.

    Pada pekan ini, PWKI mengadakan kunjungan resmi ke Vatikan dalam rangka mempromoasikan perdamaian dunia yang merupakan amanat Pembukaan UUD 1945 dan Dokumen Abu Dhabi tentang _Human Fraternity for World Peace and Living Together_ – Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama. Dokumen tersebut ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syekh Ahmed El Sayyeb di Abu Dhabi pada Februari 2019. Degelasi PWKI dipimpin oleh Mayong Suryolaksono sebagai Ketua Delegasi dan didampingi oleh AM Putut Prabantoro, Penasihat dan sekaligus Pendiri PWKI.

    Rm Markus Solo Kewuta, SVD yang hadir sebagai penerjemah dan _Liasion Officer, menjelaskan Paus Fransiskus sangat berbahagia dengan hadiah yang dipersembahkan. Selain karena merupakan hadiah istimewa, hadiah-hadiah tersebut sangat khusus sifatnya karena terkait dengan tokoh pemberi hadiah. Masing-masing hadiah yang diberikan kepada Paus Fransiskus dijelaskan secara fisik dan filosofis oleh Rm Markus Solo SVD, satu-satunya pejabat Vatikan yang berasal dari Indonesia. Pimpinan tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu juga mendapat penjelasan dari mana hadiah tersebut berasal dan pemberinya.

    “Paus sangat mengagumi lukisan dan patung Maria Bunda Segala Suku yang berasal dari Kardinal Suharyo. Beliau menyatakan kekaguman filosofi dari Maria Bunda Segala Suku dengan mengatakan, oh… che belo artinya sungguh indahnya,“ ujar Rm Markus Solo . Kekaguman Paus terhadap lukisan Maria Bunda Segala Suku muncul ketika Rm Markus Solo menjelaskan bahwa Maria Bunda Segala Suku adalah Madona ala Indonesia atau Bunda Maria yang merangkul kemajemukan di negara dan bangsa Indonesia. Paus Fransiskus juga memberkati satu lukisan yang sama untuk dikirim ke Mgr Ignatius Kardinal Suharyo untuk ditempatkan di Katedral.

    Pemberian patung Maria Bunda Segala Suku, yang merupakan simbol rasa cinta tanah air sudah direncanakan pada 20 Oktober 2018. Gagasan ini menyusul diresmikannya Museum Maria Bunda Segala Suku oleh Uskup Agung Jakarta Mgr I Suharyo di Gedung Marian Center Indonesia (MCI). Nama Maria Bunda Segala Suku digagas oleh AM Putut Prabantoro yang mengatakan bahwa nama MBSS sebenarnya ingin mengajak rakyat Indonesia mencintai bangsa dan Tanah Air yang dikatakan sebagai Per Mariam Ad Patriam – Melalui Bunda Maria Sampai Pada Tanah Air. Oleh Putut Prabantoro dikatakan Maria Bunda Segala Suku sebagai sarana devosi kebangsaan.

    Maria Bunda Segala Suku muncul pertama kali sebagai thema perlombaan seni rupa, patung dan fotografi yang diprakarsai Gomas Harun pada Mei 2017 yang diawali pada tahun 2015. Lomba seni rupa, patung dan fotografi itu dimenangi Robert Gunawan, seorang guru lukis anak-anak yang berasal dari Matraman, Jakarta. Berdasarkan penjelasan dari Robert Gunawan, sebagaimana dikutip oleh Gomas Harun, dalam lukisan Maria – Bunda Segala Suku ini ada beberapa ciri khusus yakni bendera merah putih, motif lambang Garuda Pancasila, warna emas, mahkota, kerudung, baju kebaya putih, rok panjang warna merah dan suku-suku.

    *GUNUNGAN DAN BATIK*
    Hadiah istimewa yang lain ada Gunungan Wayang Kulit dari Sri Sultan Hamengkuwono X dan kain batik Ceplok Mangkara Latar Kawung yang dibuat sendiri oleh GKBRAy Adipati Paku Alam X. Kedua hadiah ini hadir sebagai hasil diskusi antara Thomas Sukawan Aribowo anggota delegasi dari Yogyakarta dan AM Putut Prabantoro terkait hadiah istimewa dan khusus bagi Paus Fransiskus. Pilihan jatuh untuk menghubungi raja dan adipati dari Yogyakarta tersebut.

    Melalui cucu Sri Sultan Hamengkubuwono X, RM Gusti Lantika Marrel Suryokusumo, sebuah gunungan dari kulit sapi diberikan Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada PWKI. Gunungan memerupakan simbol alam semesta dan manusianya. Dalam pementasan wayang kulit, gunungan digunakan sebagai pembuka sebuah cerita dan sekaligus juga berfungsi sebagai simbol dari tanda-tanda alam terkait dengan terjadinya sebuah peristiwa besar.

    Melalui Margaretha Anggraini Adriani sekretaris pribadi GKBRAy Adipati Paku Alam X, batik tulis yang sangat langka dengan motif Ceplok Mangkara Latar Kawung diberikan kepada PWKI. Motif ini mengandung filosofi tinggi. Mangkara mengandung makna tentang keberanian, kecerdasan dan kerja keras. Motif kawung mengandung makna akan kesempurnaan dan kemurnian. Gabungan kedua motif ini dapat dimaknai sebagai usaha kerja ini dimaknai sebagai usaha keras untuk mencerdaskan diri, memupuk keberanian agar dapat mencapai kesempurnaan. Diharapkan pemakai juga sanggup memurnikan diri , pikiran dan hati agar selalu tenteram sehingga bisa selalu menjaga kehidupan dunia menjadi damai.

    PWKI juga membawa dua buah buku yang ditulis oleh Pastor Sandro Pecatti SX. Missionaris dari Italia ini pertama kali menginjak Indonesia pada 5 Februari 1961. Sandro Pecatti yang lahir di Bergamo 27 April 1934 kemudian berkarya di berbagai daerah Indonesia. Ia memiliki hobi kecil yakni melukis Wajah Tuhan di hati orang dan dengan gambar. Sandro Pecatti kemudian menjadi WNI pada tahun 1996.

    Sehari sebelumnya, Delegasi PWKI ke Vatikan dengan difasilitasi oleh Rm Markus Solo SVD dan Lina Yanti Dilliane, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Vatikan, mengadakan kunjungan resmi ke Kardinal Miguel Ayuso, Presiden Dikasteri Dialog Antar Agama, dan Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan. (red)

  • Pastikan Keamanan KTT G20, Kepala BNPT RI Tinjau Command Center

    Pastikan Keamanan KTT G20, Kepala BNPT RI Tinjau Command Center

    NUSA DUA (Lombokexpress.id)– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H tinjau langsung Command Center ITDC pada Minggu (13/11).

    Peninjauan tersebut dilakukan Jelang KTT G20 15-16 November mendatang, Boy Rafli menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan TNI, Polri dan lembaga terkait lainnya dalam memetakan potensi ancaman serta meminimalisir kemungkinan adanya gangguan pada pelaksanaan G 20

    “Yang penting penanganan dalam G 20 dilaksanakan secara baik, TNI Polri bersinergi melaksanakan tugas sesuai SOP,” katanya.

    Kepala BNPT RI ke-5 ini pastikan puncak rangkaian presidensi G20 akan berjalan dengan aman dari ancaman teror khususnya di Nusa Dua yang merupakan pusat penyelenggaraan KTT G20.

    BNPT RI sendiri telah menggelar sejumlah kegiatan guna membangun kewaspadaan masyarakat menjelang puncak penyelenggaraan KTT G20 seperti pelatihan mitigasi aksi terorisme integrative yang melibatkan aparatur negara di wilayah Bali, koordinasi sistem pengamanan di venue KTT G20, serta kesiapsiagaan nasional pengamanan KTT G20 dengan aparat penegak hukum di Bali.

    Dalam kunjungannya ke Command Center ITDC, Kepala BNPT didampingi oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Nisan Setiadi, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, Direktur Kerja Sama Bilateral Brigjen Pol. Kris Erlangga, Direktur Penindakan Brigjen Pol. Mochamad Rosidi, serta Kabag Hukum dan Humas Kombes Pol. Astuti Idris. Jajaran BNPT RI disambut Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Komandan Pasukan Gegana Korps Brimob Polri Brigjen Pol. Reza Arief Dewanto.

    Sebagai informasi Command Center ITDC merupakan posko terpadu, pusat pengendalian, pemantauan, dan pengawasan dalam rangka mendukung pengamanan selama kegiatan KTT G20. (bnpt/has)

  • Kepala BNPT RI Ajak Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Apresiasi Perjuangan Pendahulu Bangsa

    Kepala BNPT RI Ajak Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Apresiasi Perjuangan Pendahulu Bangsa

    GOWA (Lombokexpress.id)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar mengapresiasi perjuangan para pendahulu bangsa sebagai momentum dalam meningkatkan semangat generasi muda menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

    Semangat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI tersebut dapat dilakukan dengan memberikan apresiasi ketika memperingati Hari Besar Nasional contohnya seperti Hari Pahlawan 10 November.

    “Peringatan hari besar nasional ini merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Itulah mengapa kita selalu memperingatinya bersama-sama sebagai wujud apresiasi,” jelas Boy Rafli Amar saat memberikan orasi bertajuk “Menangkal Bahaya Terorisme di Dunia Perguruan Tinggi” dalam kegiatan Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-57 pada Jumat (11/11).

    Pada hari besar nasional seperti Hari Pahlawan, generasi muda dapat meneladani semangat para pemuda pada masa perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Semangat ini tidak boleh padam apalagi dalam upaya menjaga NKRI dari serangan ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan karakter ke-Indonesiaan.

    “Inilah karakter dari para leluhur kita yang begitu semangat mempersatukan bangsa kita dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Jenderal Bintang 3 tersebut.

    Menyinggung resolusi jihad yang erat kaitannya dengan semangat hari pahlawan dalam melawan dan mengusir kaum penjajah, Kepala BNPT mengingatkan jika seiring berjalannya waktu, istilah jihad dewasa ini justru kerap kali disalahgunakan segelintir oknum guna memecah belah persatuan dan kesatuan. Padahal Resolusi Jihad yang dilaksanakan tokoh-tokoh pendahulu bertujuan memperjuangkan dan mewujudkan kemerdekaan RI.

    “Hari ini kata jihad sering disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk menyakiti anak bangsa sendiri. Fatwa resolusi jihad lahir dalam menghadapi kolonialisme, penjajahan, intervensi ataupun agresi tentara asing terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta,” jelas Kepala BNPT RI

    Setelah pemberian orasi bertajuk “Menangkal Bahaya Terorisme di Dunia Perguruan Tinggi” dalam kegiatan Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-57 dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BNPT RI dengan UIN Alauddin Makasar yang ditandatangani oleh Sekretaris Utama BNPT RI, Mayjen TNI Dedi Sambowo dan Rektor UIN Alauddin Makasar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A., Ph.D. tentang Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Dan Intoleransi. (bnpt/has)

  • Pestarian Budaya Seni Beladiri Pencak Silat Perkuat Ketahanan Bangsa Cegah Radikalisme

    Pestarian Budaya Seni Beladiri Pencak Silat Perkuat Ketahanan Bangsa Cegah Radikalisme

    SERANG (Lombokexpress.id) – Penguatan akar budaya bangsa dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan bangsa dari paparan virus intoleransi, radikalisme dan terorisme, salah satunya melalui pelestarian seni beladiri Pencak Silat yang merupakan peninggalan leluhur bangsa Indonesia.

    “Pencak silat merupakan olahraga seni beladiri peninggalan leluhur wajib kita lestarikan sepanjang masa,” jelas Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H, saat menghadiri acara Milad ke-27 dan Ritual Keceran Pusaka Cimande Banten Indonesia (PCBI) di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Provinsi Banten (10/11).

    Kepala BNPT RI yang juga Ketua Dewan Pembina PCBI turut mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk mengisi ruang digital dengan pertunjukan silat agar generasi muda Indonesia mengenal dan berminat untuk mempelajari pencak silat.

    “Setiap perguruan silat di Banten dapat berikan gerakan-gerakan silat dan sebarluaskan perguruan silat di media sosial sehingga meningkatkan daya minat putra putri dalam membangun ketahanan fisik dan mental pada pencak silat,” jelasnya.

    Sepakat dengan pernyataan Kepala BNPT RI, Ketua Umum PCBI Drs. Rambun Sumardi, Ak., M.Si mengatakan PBCI siap melestarikan pencak silat merupakan bagian dari menjaga nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia.

    “PBCI menjadi pilar dalam menjaga tanah air yang terbaik untuk bangsa dan negara,” katanya. (bnpt/has)

  • Para Pemuka Agama di Bali Minta Umatnya Sukseskan Presidensi G20

    Para Pemuka Agama di Bali Minta Umatnya Sukseskan Presidensi G20

    BALI (Lombokexpress.id)– Kurang dari sepekan, perhelatan akbar KTT G20 akan diselenggarakan pada 15-16 November 2022 di Bali. Segala persiapan telah dilakukan oleh pemerintah secara optimal demi memberikan pelayanan terbaik kepada para Pemimpin Negara dan Organisasi Internasional yang hadir.

    Dukungan pun mengalir dari para pemuka agama di Bali. Mereka meminta semua umat beragama ikut mensukseskan KTT G20. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, I Nyoman Kenak berharap Presidensi G20 berjalan aman dan lancar. “Harapan kami perhelatan presidensi G20 berjalan dengan aman dan lancar,” harap Nyoman yang disadur dari kanal youtube BNPT TV, (10/11/2022).

    Hal senada juga disampaikan oleh pemuka agama Katolik di Bali Uskup pada Keuskupan Denpasar Mgr Silvester Tung Kiem San. Ia mengajak umat beragama menjaga bersama kelancaran ketertiban pelaksanaan G20 Tahun 2022. Sementara itu Ketua MUI Provinsi Bali, Mahrusun Hadyono menilai forum utama kerjasama ekonomi internasional tersebut mesti berjalan lancar karena menyangkut kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

    Selain pemuka agama, seruan menyukseskan KTT G20 disampaikan oleh pemuka adat Bali. Ketua Pecalang Banjar Sawangan Desa Adat Peminge Nusa Dua Bali, I Nyoman Beker mengajak masyarakat Bali untuk menjaga kelancaran dan ketertiban pelaksanaan G20 Tahun 2022. “Kita menjaga bersama kelancaran ketertiban pelaksanaan G20 Tahun 2022 sehingga nanti kita bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Boy Rafli Amar mengajak masyarakat Indonesia turut mensukseskan Presidensi G20. “BNPT RI bersama seluruh elemen bangsa siap mendukung dan mensukseskan presidensi G20 Tahun 2022,” tegas Boy. (bnpt/has)

  • Dewan Pers-Polri Tandatangani Kerjasama Perlindungan Kemerdekaan Pers

    Dewan Pers-Polri Tandatangani Kerjasama Perlindungan Kemerdekaan Pers

    JAKARTA (Lombokexpress.id)–Dewan Pers dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) tentang perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum dalam kaitan dengan penyalahgunaan profesi wartawan. Kerja sama ini tertuang dalam surat Nomor 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor NK/4/III/2022.

    PKS pertama ini merupakan turunan dari nota kesepahaman Dewan Pers-Mabes Polri yang dilakukan beberapa bulan lalu. Tujuan utama PKS ini untuk meminimalkan kriminalisasi terhadap karya jurnalistik.

    PKS ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Arif Zulkifli dan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto SH MH, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/11).

    Kabareskrim mendukung penuh kerja sama dengan Dewan Pers ini. “Kami akan melakukan sosialisasi kesepakatan kerja sama ini ke seluruh jajaran Polri,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Arif Zulkifli menjelaskan, PKS tersebut sebagai pedoman bagi Dewan Pers dan Polri dalam rangka pelaksanaan teknis perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan profesi wartawan.

    Dengan kerja sama ini diharapkan tidak ada lagi wartawan yang dilaporkan kepada polisi dengan menggunakan regulasi selain UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
    “Kami berharap tidak ada lagi kriminalisasi terhadap wartawan ketika mengalami sengketa dalam pemberitaan. Sengketa pemberitaan hanya diselesaikan lewat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan direkomendasikan oleh Dewan Pers,” kata Arif.

    Sesuai kesepakatan ini, apabila Polri menerima laporan dari masyarakat terkait pemberitaan maka hal itu akan dikoordinasikan dengan Dewan Pers. Ini untuk menentukan apakah yang dilaporkan itu masuk kategori karya jurnalistik/produk pers atau bukan.

    Apabila hasil koordinasi memutuskan, bahwa kasus yang dilaporkan itu merupakan karya jurnalistik, maka penyelesaiannya melalui mekanisme hak jawab dan hak koreksi atau menyerahkan penyelesaian laporan tersebut ke Dewan Pers.

    Sebaliknya, jika koordinasi kedua pihak memutuskan laporan masyarakat itu masuk kategori perbuatan penyalahgunaan profesi wartawan di luar koridor UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), maka Polri menindaklanjuti secara proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. (red)

  • Cegah Anak Bangsa dari Ideologi Transnasional, Kepala BNPT Dorong Program Penguatan Literasi

    Cegah Anak Bangsa dari Ideologi Transnasional, Kepala BNPT Dorong Program Penguatan Literasi

    PADANG (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus berupaya memperkuat karakter luhur bangsa, untuk mencegah generasi muda dari pengaruh ideologi transnasional yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

    “Dan kami sangat bersyukur seandainya pendidikan karakter ini diangkat kembali di kalangan anak-anak remaja kita. Karena pada era global saat ini kita tidak begitu steril dengan ajaran ideologi yang didatangkan dari luar,” ungkap Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H dalam acara “Balai Pustaka Pulang Kampung Penguatan Literasi di Sumatera Barat” di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Rabu (9/11).

    Boy berpendapat jika salah satu upaya dalam memperkuat karakter luhur bangsa dapat dilakukan dengan mendorong program penguatan literasi, melalui karya sastra.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P. yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs. Syafrizal mengatakan, pihaknya optimis penguatan literasi dan minat baca dapat menuntun generasi bangsa menjadi lebih kritis sehingga dapat menangkal pengaruh negatif.

    “Kegemaran membaca generasi muda saat ini tetap terjaga dengan substansi yang berimbang antara sejarah, kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang akan membuatnya pribadi yang punya sikap dan perilaku yang baik,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Balai Pustaka, Achmad Fachrodji juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat literasi yaitu para sastrawan dan penulis ternama yang banyak berasal dari Sumatera Barat. Salah satunya, Aman Datuk Madjoindo yang tak lain kakek dari Boy Rafli. (bnpt/has)

  • Semua Obat yang Ditarik Punya Izin Edar, Ketua DPD Minta BPOM Beri Penjelasan

    Semua Obat yang Ditarik Punya Izin Edar, Ketua DPD Minta BPOM Beri Penjelasan

    SURABAYA (Lombokexpress.id)– Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyorot kinerja BPOM dalam penarikan obat sirop terkait kasus gagal ginjal pada anak.

    Menurut LaNyalla yang sedang kunjungan dapil di Jawa Timur, langkah menarik obat sirop dari pasaran mengundang pertanyaan.

    “Keputusan ini menimbulkan tanya. Sebab, seluruh obat yang ditarik itu memiliki izin edar dari BPOM. Termasuk, obat yang diduga mengandung Etilena Glikol (EG) dan Dietilena Glikol (DEG),” ujar LaNyalla, Selasa (8/11/2022).

    Dengan keluarnya izin edar, LaNyalla menilai BPOM seharusnya telah menjamin keamanan obat-obat sirop yang beredar di pasar.

    “Makanya menjadi sebuah ironi jika BPOM kemudian menarik obat-obatan sirop yang awalnya telah mereka beri izin edar. Artinya, BPOM tidak bisa lepas tangan terhadap kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya.

    LaNyalla pun meminta BPOM secepatnya memeriksa kandungan pelarut pada semua jenis Vaksin Imunisasi yang diberikan kepada bayi dan anak-anak.

    “Karena ada testimoni orang tua korban, anaknya tidak pernah minum obat sirop, tetapi terpapar gagal ginjal akut dan meninggal,” tandasnya.

    Senator asal Jawa Timur itu berharap BPOM memberikan keterangan kepada publik mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi.

    Ditambahkan LaNyalla, BPOM juga jangan saling lempar ke Kementerian Perdagangan soal impor bahan baku EG dan DEG, karena regulasi yang tidak diatur BPOM untuk masuk dalam kategori bahan baku obat.

    “Justru seharusnya masuk dalam kategori bahan baku obat. Sehingga seharusnya masuk kategori lartas (larangan terbatas, red),” urai Ketua Dewan Penasehat KADIN Jawa Timur itu.

    Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk mencabut izin edar tiga industri farmasi yang dalam kegiatan produksinya menggunakan bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman. (red)