Blog

  • Lanjutan Gugatan PT WNI Diaspora, Pemohon: Tidak Ada Satupun Negara di Dunia yang Memiliki Presidential Threshold

    Lanjutan Gugatan PT WNI Diaspora, Pemohon: Tidak Ada Satupun Negara di Dunia yang Memiliki Presidential Threshold

    JAKARTA (NTBNow.co) – Sidang lanjutan gugatan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang diajukan oleh 27 WNI Diaspora dari mancanegara baru saja selesai dilaksanakan dengan agenda persidangan perbaikan permohonan.

    “Kami sudah melakukan perbaikan berdasarkan masukan-masukan dari Majelis Hakim dan tambahan dari kami. Setidaknya ada 11 poin perbaikan yang kami lakukan. Diantaranya kami perkuat aspek perbandingan dengan negara-negara lain terkait persyaratan pencalonan sebagai presiden untuk memperkuat dalil-dalil kami,” kata Muhamad Raziv Barokah selaku Kuasa Hukum Pemohon.

    Ketentuan presidential threshold yang diatur dalam Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tersebut menurut Para Pemohon telah menyalahi Undang-Undang Dasar 1945 tentang kebebasan memilih maupun dipilih. Selain itu, keberadaan regulasi ambang batas pencalonan presiden tersebut berpotensi menciptakan pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat.

    “Hadirnya Pasal 222 UU Pemilu telah mengakibatkan tertutupnya hak rakyat yang ingin mencalonkan diri menjadi presiden, termasuk diantaranya WNI yang berada di luar negeri atau diaspora. Kebijakan pembatasan tersebut justru melanggengkan oligarki,” tegas Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan HAM periode 2011-2014 yang juga Kuasa Hukum Para Pemohon.

    Setidaknya ada 12 poin perbaikan yang dilakukan oleh Para Pemohon dalam Permohonan, diantaranya adalah perbandingan antara pemilihan presiden di Indonesia dengan di Amerika Serikat. Para Pemohon menyanggah pernyataan Hakim Konstitusi Saldi Isra yang mengatakan bahwa di Amerika Serikat hanya ada 2 (dua) partai politik, yakni Demokrat (Democrat) dan Republik (Republican) serta calon yang maju melalui jalur independen.

    “Salah besar apabila Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi mengatakan Amerika Serikat hanya memiliki 2 partai politik. Justru ada banyak sekali. Bahkan pemilihan presiden tahun 2020 lalu secara resmi terdaftar sebanyak 1,212 kandidat presiden di _Federal Election Commission_ (FEC), semacam KPU di Indonesia,” ungkap Chris Komari, WNI Indonesia yang telah menetap 30 tahun di Amerika Serikat, Akitivis Demokrasi dan Anggota _City Council_ tahun 2002 dan 2008.

    Menurut Chris, yang menjadi prinsip dasar dan fundamental dari sistem demokrasi adalah sejauh mana kedaulatan rakyat itu diterjemahkan, dijalankan, dihormati, dan diimplementasikan dalam pemerintahan, pemilihan umum dan parlemen. Kedaulatan rakyat adalah prinsip demokrasi yang tertinggi, bukan kedaulatan pemerintah, bukan kedaulatan presiden, bukan kedaulatan parlemen dan bukan kedaulatan partai politik.

    Chris juga menambahkan bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang menerapkan ambang batas pencalonan presiden. Justru, _presidential threshold_ tersebut berdampak pada penurunan kualitas demokrasi di suatu negara. Chris menjelaskan mengapa indeks demokrasi di Indonesia menurun, yakni setidaknya karena 5 faktor sebagaimana dikemukakan oleh _Economist Intelligent Unit_, lembaga internasional yang selalu mengadakan survei setiap tahun untuk mengukur kualitas suatu negara, antara lain: 1) elektoral proses dan pluralisme; 2) fungsi pemerintahan; 3) partisipasi politik; 4) kultur politik; dan 5) kebebasan sipil.

    “Presidential threshold jelas akan mengurangi makna pluralisme dalam pilpres, mengedepankan fungsi partai politik daripada fungsi pemerintahan, mengurangi partisipasi politik masyarakat dalam pilpres karena telah dikuasai oleh partai politik, membentuk kultur politik yang berorientasi pada partai politik yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, dan mengurangi kebebasan sipil karena masyarakat biasa tidak akan pernah bisa menjadi kandidat presiden, terlebih kami WNI diaspora,” tutup Chris. (hms/rls)

  • Kata Mereka….

    Kata Mereka….

    Kata mereka tentang Pengaturan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

  • Bank NTB Syariah Gelegar Expo Property, Food, & UMKM!

    Bank NTB Syariah Gelegar Expo Property, Food, & UMKM!

    Bersiaplah menyambut Bank NTB Syariah Gelegar Expo Property, Food, & UMKM!

    Solusi Mudah Miliki Rumah, ke Bank NTB Syariah aja…
    Diikuti oleh Developer-developer ternama di NTB!
    Instan Pre-Approval!

    Festival Food & UMKM
    Food & Beverage | Fashion | Handycraft | Beauty

    9-13 Maret 2022 di Atrium dan Parkiran Timur Lombok Epicentrum Mall

    Jangan lewatkan ya!

    Untuk Informasi lebih lanjut:
    Riny : 0877 8668 7383
    Ayik : 0818 0527 9200

    #BankNTBSyariah #GelegarExpo2022

  • Rapat Terbatas SMSI- TNI AD, Kenali Ancaman Siber, Pertahankan Ideologi Pancasila dan NKRI

    Rapat Terbatas SMSI- TNI AD, Kenali Ancaman Siber, Pertahankan Ideologi Pancasila dan NKRI

    JAKARTA (Lombokexpress.id)–Di era digital sekarang ini kita harus mengenali ancaman siber terhadap negara dalam berbagai bentuk secara cermat, agar kita mampu mempertahankan dan menegakkan ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Demikian disampaikan oleh Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie dalam rapat terbatas bersama Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, di Markas Besar TNI AD di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2022.

    “Tujuan TNI Angkatan Darat jelas, menjaga pertahanan RI dari berbagai sisi, bersama rakyat,” kata Iroth yang memimpin jalannya rapat didampingi beberapa perwira tinggi dan menengah di jajaran TNI AD.

    Menurut Firdaus, rapat terbatas tersebut menindak lanjuti ajakan Kasad Dudung Abdurachman kepada SMSI untuk bersama optimalkan segala potensi untuk penguatan idiologi Pancasila dan NKRI.

    Rencana kerjasama kedua lembaga, yakni SMSI dan Angkatan Darat akan di rumuskan dalam beberapa program yang bisa di-kerjasama-kan mulai dari tingkat pusat sampai daerah-daerah.

    “Harapan kami kerjasama SMSI dan TNI AD tidak berhenti di tingkat pusat, tapi ditindak-lanjuti secara teknis oleh pengurus SMSI Provinsi dengan dukungan Pangdam maupun Danrem di wilayah masing-masing, sebagaimana arahan Bapak KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam pertemuan sebelumnya, yaitu bersama optimalkan segala potensi untuk penguatan idiologi Pancasila dan NKRI,” kata Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

    Anggota Pembina SMSI Pusat Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, MM juga menyampaikan pandangannya, di era digital ini kerja sama di bidang publikasi yang paling tepat adalah bersama SMSI yang beranggotakan lebih dari 1.700 pengusaha media pers siber di seluruh Indonesia.

    “Apalagi nanti ditambah dengan Millennials Cyber Media (MCM) yang merupakan jaringan media siber kaum milenial, SMSI akan menjadi mitra yang tepat dalam penyebaran informasi,” tutur Ma’shum yang diperkuat oleh pendapat pembina SMSI Pusat Mayjen TNI (Purn) Herwin Supardjo. “Saya sepakat dengan apa yang disampaikan pak kiai, dan akan terlibat aktif bersama melakukan pembinaan pada SMSI” tuturnya.

    Sementara itu penasihat SMSI Pusat Ervik Ary Susanto yang hadir dalam rapat tersebut bersama Sekjen SMSI Mohammad Nasir dan Humas SMSI Wisnutomo, sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Brigjen Iroth Sonny Edhie, bahwa kerjasama ini akan saling mendukung membawa dampak positif.

    Dalam kerja sama ini, kata Ervik, kita bisa mengoptimalkan segenap potensi dan langkah nyata untuk penguatan ideologi Pancasila dan NKRI, khususnya kepada generasi milenial. “Nanti kita dorong MCM sebagai organisasi otonom SMSI tumbuh di tiap daerah,” kata Ervik.

    Selain itu kata Ervik, kita bisa turut berkontribusi memberi masukan kepada pemerintah terkait kebijakan strategis yang berkeadilan dalam rangka peningkatan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. “Di sini kita usulkan ada diskusi serial tentang kebangsaan dengan pembicara Tokoh TNI/Purnawirawan dan wartawan,” tuturnya.

    Tentu saja, kita turut menangkal informasi hoax di seputar implementasi kebijakan pemerintah. Nanti ada tim monitoring dari tim khusus SMSI dan TNI AD.

    Dan yang tidak kalah penting, tutur Ervik adalah bersama-sama membangun kepercayaan publik terhadap TNI AD selaku garda terdepan dalam menjaga Ideologi Pancasila dan NKRI. (has/smsi)

  • RAHAYU INDONESIA Sosialisasikan AHY sebagai Bakal Calon Presiden

    RAHAYU INDONESIA Sosialisasikan AHY sebagai Bakal Calon Presiden

    SERANG – Relawan AHY Untuk Indonesia (RAHAYU INDONESIA) di Banten yang dikomandoi oleh Hidayatullah terus mengaktifkan sosialisasi dan pengenalan terhadap sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon Presiden RI pada Pemilu 2024 mendatang.

    Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan menghidupkan Majelis Dzikir, sebagai sarana mendoakan dan juga mensosialisasikan sosok AHY kepada masyarakat.

    Majelis Dzikir yang digagas oleh RAHAYU INDONESIA ini sudah rutin digelar di tiga tempat di Banten, seperti di Kabupaten Serang di Desa Mekarsari pada Sabtu malam, dan di Desa Kareo pada Senin siang. Masing-masing majelis dipimpin oleh Ustadz Haji Ubedillah dan Ustadz Saidina Ali.

    Selain itu, Majelis Dzikir RAHAYU juga rutin digelar di Desa Rangkasbitung Girang Kabupaten Lebak, yang dipimpin oleh Ustadz Hilmi.

    “Dalam kondisi bangsa sedang bertubi-tubi dilanda musibah dan pemerintah kesulitan menumbuhkan perekonomian hingga ancaman disintegrasi, melalui Majelis Dzikir ini kami akan terus mendoakan dan menumbuhkan harapan masyarakat bahwa ke depan akan hadir pemimpin bangsa yang bisa memberikan solusi terbaik, salah satunya adalah sosok AHY, pemimpin muda yang cerdas dan berintegritas,” ujar Hidayatullah ditemui Sabtu (12/2/2022).

    Meski relawannya ini bukan bagian dari Partai Demokrat yang dipimpin AHY, namun menurut Hidayatullah, rakyat saat ini melihat sosok AHY dan Partai Demokrat bisa menjadi solusi untuk Bangsa Indonesia di masa depan.

    “RAHAYU INDONESIA dibangun sejak awal oleh kalangan akar rumput rakyat untuk memberikan dukungan penuh kepada AHY, karena kami melihat sosoknya yang memiliki kualitas dan nilai lebih di banding tokoh lainnya yang bisa diharapkan menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Kang Day ini.

    Selain mengenalkan sosok AHY, ditegaskan Kang Day, RAHAYU INDONESIA juga akan bergerak untuk mendukung Iti Octavia Jayabaya, maju menjadi calon gubernur pada Pilgub Banten 2024.

    “Di Banten ini juga ada tokoh muda Ibu Iti Jayabaya yang rekam jejak dan kiprahnya sangat baik dalam memimpin daerah dan partai. Kita doakan beliau juga bisa menjadi pemimpin masa depan Banten,” tegas Kang Day.

    Sementara itu, Ustadz Saidina Ali yang memimpin Majelis Ilmu Miftahussudur Desa Kareo mengatakan, RAHAYU INDONESIA selama ini memberikan support dan mendukung kegiatan majelis yang sebelumnya merupakan pengajian rutin yang sudah berlangsung lama di masyarakat.

    “Selama ini kita berdoa untuk diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita saja, dengan dipersatukan melalui Majelis Dzikir RAHAYU INDONESIA ini, kita sama-sama mendoakan para leluhur kita yang sudah lama meninggalkan kita, juga meminta keikhlasan kepada para jamaah agar senantiasa bisa mendoakan Bapak SBY dan Mas AHY agar tetap diberikan kesehatan, kelancaran serta dalam lindungan Allah SWT,” ujar Ustadz Saidina Ali.

    Dengan diberikannya pemimpin yang baik, dikatakan Ustadz Saidina Ali, bangsa Indonesia akan terbebas dari musibah dan kesulitan.

    “Kita semua doakan agar negeri ini terlepas dari segala musibah, agar negara ini menjadi negara yang maju dalam semua bidang. Mudah-mudahan kita semua dalam lindungan Allah SWT, amin ya robbal alamin,” tandasnya. (has/rls)

  • KSAD Dudung Ajak SMSI Optimalkan Segenap Potensi Untuk Penguatan Ideologi Pancasila dan NKRI

    KSAD Dudung Ajak SMSI Optimalkan Segenap Potensi Untuk Penguatan Ideologi Pancasila dan NKRI

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak seluruh anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di 34 provinsi mengoptimalkan segenap potensi dan bersama TNI AD melakukan langkah nyata untuk penguatan Ideologi Pancasila dan NKRI.

    “Kita optimalkan segenap potensi dan lakukan langkah nyata untuk penguatan Ideologi Pancasila dan NKRI,” demikian dikatakan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat menerima Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus di Mabes TNI AD pada hari Jumat (11/2).

    Dalam pertemuan itu, Ketum SMSI didampingi oleh anggota Dewan Penasehat SMSI Pusat Ervik Ari Susanto, Dep. Crisis Center Nishal Dillon, Tahir dan Humas SMSI Wisnu. Turut hadir pendiri Bukit Algoritma dan Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko didampingi Tedy Tri Tjahyono serta Kyai Maksoem dari unsur Pembina. Sedangkan KSAD didampingi oleh Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna.

    Pada kesempatan tersebut Ketum SMSI Firdaus menyampaikan SMSI merupakan organisasi tempat berhimpunnya perusahaan media siber yang saat ini beranggotakan lebih dari 1.716 media siber yang tersebar di 34 provinsi se-Indonesia memiliki kesamaan visi dengan TNI AD terkait perlunya langkah nyata untuk penguatan ideologi Pancasila dan NKRI.

    “SMSI memiliki pandangan yang sama dengan KSAD Jenderal Dudung bahwa kita harus mengoptimalkan segenap potensi anak bangsa dan melakukan langkah konkrit untuk penguatan ideologi Pancasila dan NKRI,” kata Firdaus.

    Dalam kesempatan ini Firdaus juga menyampaikan undangan kepada KSAD Dudung untuk menghadiri malam puncak HUT SMSI di awal bulan Maret mendatang.

    “Alhamdulillah, KSAD Jenderal Dudung berkenan untuk menghadiri malam puncak HUT SMSI ke-5 awal Maret mendatang di Hotel Bidakara Jakarta, semoga pandemi Covid-19 segera melandai,” lanjut Ketum SMSI Firdaus. (has/smsi)

  • Rapimnas SMSI Sepakati Tiga Agenda Besar

    Rapimnas SMSI Sepakati Tiga Agenda Besar

    KENDARI (Lombokexpress.id)–Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia yang berlangsung di sela rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Kendari 2022 di Hotel Horizon, menyepakati tiga agenda besar.

    Para peserta yang terdiri perwakilan pengurus SMSI se Indonesia tersebut memberikan pandangan umum terkait dengan tiga agenda yang disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum SMSI Pusat Makali dan Sekjen SMSI M Nasir serta pengurus SMSI Pusat yang hadir.

    Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum SMSI Pusat Makali mengapreasiasi SMSI Sultra yang telah memfasilitasi terselenggaranya Rapimnas SMSI di Kendari.

    Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf berkaitan dengan Ketua Umum SMSI Firdaus yang tidak bisa hadir langsung sehingga dirinya ditunjuk untuk mewakili Ketua Umum bersama dengan Sekjen SMSI.

    Meski demikian, ada tiga hal penting yang diamanahkah dalam rapimnas tersebut yakni, pelaksanaan HUT SMSI yang akan berlangsung pada Maret 2022, kemudian komitmen iuran keanggotaan, dan terakhir masalah keterwakilan SMSI di Dewan Pers.

    Menurut Makali, untuk HUT SMSI akan berlangsung di Jakarta, dengan tetap memperhatikan kondisi pandemi Covid-19. Jika pandemi tetap terjadi, kemungkinan ada pembatasan peserta serta dilakukan secara zoom. Selain itu, disampaikan pula kontribusi SMSI provinsi untuk membantu pelaksanaan kegiatan HUT SMSI.

    Sementara untuk iuran keanggotaan, para peserta menyepakati iuran seberar Rp 60 ribu per anggota per bulan sebagaimana yang disepakati pada Rakernas SMSI di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Menariknya, dalam Rapimnas tersebut, forum rapat juga mendukung pernyataan sikap SMSI yang meminta Presiden Jokowi menunda pelantikan anggota Dewan Pers yang baru.

    Permintaan ini pada intinya,  untuk menjunjung azas keadilan. Makali menyebutkan sebagai konstituen dewan  pers yang tergolong baru SMSI masih dipandang sebelah mata, sehingga apa yang diperjuangkan SMSI hingga kini belum direspons oleh dewan pers.

    Sebagaimana diketahui, dalam penjaringan anggota Dewan Pers yang baru SMSI mengirimkan satu nama yakni Sekjen SMSI M Nasir, mantan wartawan kompas yang sudah berkecimpung selama 30 tahun tersebut belum terakomodir.

    Profil M Nasir
    Di organisasi Persatuan Wartawan  Indonesia (PWI) Pusat yang sudah melegenda, Nasir juga pernah menjadi ketua bidang media cetak   (2008- 2013) ketika media cetak masih berjaya.
    Kemudian berlanjut di PWI menjadi anggota komisi kompetensi, dan terakhir sebagai Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat, merangkap Ketua PWI Peduli Pusat.
    Masih di lembaga non-profit Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta, lembaga pendidikan yang didirikan oleh Dewan Pers, Nasir juga diminta membantu sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro yang menaungi LPDS.
    Kepercayaan-kepercayaan organisasi pers yang diberikan kepada sosok pria yang kalem ini dipandang sebagai jalan pengabdian untuk dunia pers dan kemanusiaan.

    Nasir bekerja sebagai wartawan  Harian Kompas (1989- 2018). Di Harian Kompas, Nasir merangkap sebagai Direktur  Dana Kemanusiaan Kompas (2009- Februari 2017), lembaga nirlaba yang menampung dan menyalurkan bantuan pembaca Kompas untuk kemanusiaan.

    Bergabung ke Harian Kompas sebagai wartawan mulai tahun 1989, bertugas di Desk Metropolitan dan Desk Internasional.
    Jabatan struktural di Harian Kompas yang pernah dijalani, antara lain   Koordinator Koresponden Kompas Wilayah Jawa Timur  (1996),  Kepala Biro Kompas Jawa Barat dan Banten (2000- 2001), menjadi Editor Desk Metropolitan dan  Desk Nusantara. Dan terakhir  Wakil Sekretaris Redaksi.
    Lahir tahun 1958 di Datinawong desa yang tidak jauh dari jalan raya dan rel kereta api Babat- Lamongan, yang membuat Nasir ketika kecil sering mengkhayal tentang perjalanan orang.
    Sebelum bergabung ke Harian Kompas, ia menamatkan Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris  Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Jakarta. Dan, sambil bekerja menyelesaikan program Magister Filsafat pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), Jakarta. (rls)

  • Kontroversi Seleksi Anggota Dewan Pers di Tengah Varian Omicron

    Kontroversi Seleksi Anggota Dewan Pers di Tengah Varian Omicron

    Catatan : HS. Makin Rahmat,

    Anggota PWI/Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Jawa Timur

    SENGAJA saya memilih menyendiri dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2022. Tidak ikut bersama rekan-rekan wartawan PWI atau pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bergabung di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk merayakan puncak HPN dan rangkaian kegiatan untuk memperjuangkan kemandirian dan kemerdakaan pers.
    Selain, kondisi negeri yang belum seratus persen aman, akibat fluktuasi penyebaran virus Covid-19 yang menjelma menjadi varian Omicron, saya juga ikut sedih adanya persaingan membabi buta dalam proses seleksi anggota Dewan Pers hingga memunculkan kontroversi berkepanjangan.
    Bisa jadi, persaingan bisnis Perusahaan Pers yang begitu heroik dan kompetitif, seiring bertenggernya era digital, menimbulkan dorongan kuat menempatkan figur untuk mengisi slot Anggota Dewan Pers dan mengeluarkan jurus akrobatik.
    Yang jelas, begitu nama-nama calon anggota Dewan Pers ditetapkan, mulai terjadi kasak-kusuk, adanya monopoli kartel menjadikan Dewan Pers sebagai ‘Istana’ bagi pemilik modal untuk mengatur bisnis media ke depan. Sementara kekuatan dari insan pers yang bergelut dalam matras tipis kehidupan jurnalis dibiarkan ambruk akibat efek virus ‘Dewan Pers”.
    Muncul berbagai gerakan untuk menantang. Saya berharap pemerintah harus berhitung ulang, jika memaksakan Presiden untuk menerbitkan Kepres Anggota Dewan Pers sebagai kewajiban administrasi tanpa menelaah dan mengkaji fakta riil, baik prosedur dan proses pemilihan. Atau dugaan rekayasa untuk membalut aturan UU Pers sebagai bingkai berlindung di Statuta Dewan Pers.
    Kebetulan, organisasi SMSI yang telah resmi menjadi Konstituen Dewan Pers dari unsur Perusahaan Pers telah merasakan aroma ‘busuk’ di balik gugurnya calon yang dianggap berseberangan, demi memuluskan kartel bisnis media dengan menguasai Dewan Pers. Secara resmi SMSI mengirim surat ke Presiden dengan maksud mengajukan permohonan Peninjauan Statuta kepada Ketua Dewan Pers dan Penangguhan Penetapan Anggota Dewan Pers periode 2022-2025.
    Informasi menyebut, bagaimana bisa panitia seleksi yang dalam rapat tidak melibatkan semua unsur konstituen Dewan Pers, bahkan mengesampingkan tokoh-tokoh yang secara kompeten memenuhi syarat personal dan keterwakilan keanggotaan, bisa tergeser oleh figur yang hanya dekat karena koneksi dan jaringan bisnis pers semata?
    Sebagai jurnalis bidang hukum dan lama mengikuti perkembangan politik hukum di Indonesia, tentu bukan sekedar memaksakan Presiden agar bersandar pada pasal 15 ayat (5) UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: “Keanggotaan Dewan Pers sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) pasal ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden”.
    Dalam pasal 15 ayat (3) UU Pers berbunyi: ”Anggota Dewan Pers terdiri dari: a. Wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan; b. Pimpinan Perusahaan Pers yang dipilih oleh organisasi Perusahaan Pers; c. Tokoh masyarakat, ahli di bidang Pers dan atau komunikasi atau bidang lainnya yang diplih oleh oragisasi wartawan dan organisasi Perusahaan Pers”.
    Adanya peraturan yang patut menjadi perenungan dan pertanyaan bersama, tentang standar organisasi konstituen Dewan Pers bagi organisasi tertentu untuk menjadi konstituen (members) Dewan Pers diberi hak istimewa (privilese) hanya delapan perusahaan tanpa ada keterwakilan di berbagai provinsi. Hebatnya, dari syarat tersebut, lantas membentuk organisasi lain. Sementara organisasi Perusahaan Pers lain, wajib memenuhi syarat, yaitu kepengurusan minimal di 15 provinsi, tersebar dari kabupaten kota dengan ratusan anggota.
    Rujukan tersebut memuncul kecermburuan luar biasa. Apalagi, Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers telah menunjukkan taringnya siapa anggota yang punya hak dan berkuasa untuk menetapkan siapa calon anggota Dewan Pers yang dikehendaki.
    Bagaimana bisa memenuhi rasa keadilan terhadap insan dan perusahaan yang diharapkan menjadi kompas control terhadap pemerintah dan rakyat, bila dalam penentuan anggota Dewan Pers patut diduga ada kecurangan. Wajar kalau SMSI lantas berteriak, apa pantas segelintir orang mampu mendepak lebih dari 1.716 anggota perusahaan pers yang berjibaku untuk mempertahankan kelangsungan pers di tanah air.
    Maka, sikap tegas dan arif presiden sangat diperlukan, senyampang dengan penanganan covid-19 yang terjadi overlap sehingga Presiden Joko Widodo sempat memberikan sinyal peringatan agar serius dan tetap mengedepankan rasa keadilan.
    Tak beda dengan putusan seorang hakim, tentu berdasarkan keyakinan yang berkeadilan. Bila putusan tetap tumpul ke atas hanya tajam ke bawah, bagaimana bisa mendapatkan rasa keadilan yang berdasarkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagaimana pun fakta riil, kebenaran meteriil (beyond a reasonable doubt) harus dikedepankan guna mencari keadilan formil.
    Tentu kita tidak mau terjebak, kemederkaan dan kemandirian pers hanya menjadi slogan belaka, karena Pers Indonesia telah memasuki era baru: Virus Dewan Pers. Sekali lagi, Dewan Pers harus menempatkan sosok yang mampu berjuang, bukan mencari ladang. Selamat Hari Pers Nasional yang mampu membuat Indonesia Maju. (*)

  • Bupati HW Musyafirin: Anugerah Kebudayaan Prestasi Masyarakat KSB

    Bupati HW Musyafirin: Anugerah Kebudayaan Prestasi Masyarakat KSB

    KENDARI (Lombokexpress.id) – Bupati Sumbawa Barat (KSB), HW Musyafirin menjadi salah satu penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan di pelataran Masjid Al Alam, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu 9 Februari 2022.

    Tampil menggunakan baju adat KSB, Bupati Musyafirin, menerima trofi Abyakta – trofi AK-PWI dihadapan Presiden  RI, Joko Widodo yang menyaksikan secara virtual dari Istana Bogor, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Ketua PWI Pusat Attal S Depari, Ketua MPR Bambang Soesatyo, para duta besar negara sahabat, para gubernur, bupati dan walikota dan insan pers dari se-Indonesia serta ratusan tamu undangan lainnya.

    HW Musyafirin terpilih sebagai salah satu dari 9 bupati / walikota penerima AK-PWI setelah melalui proses panjang, pengusulan dan penilaian proposal pada September 2021, presentasi dihadapan tim dewan juri pada 15-16 Desember 2021 di Jakarta dengan judul Proposal ‘Pemberdayaan gotong royong (Siru’) Menangkan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kabupaten Sumbawa Barat’.

    Ketua PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan, Anugerah Kebudayaan adalah bentuk apresiasi PWI kepada bupati/wali kota yang konsisten melestarikan kebudayaan “Pers sebagai pilar ke empat demokrasi bertugas mengawas berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam hal pelestarian kebudayaan,” katanya.

    Atal menyebut, sembilan bupati/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan pada HPN 2022 ini adalah mereka konsisten dalam mewiriskan budaya bangsa. Unesco sendiri menyebut, Indonesia adalah negara super power kebudayaan. “Inilah yang melatar belakangi lahirnya Anugerah Kebudayaan untuk bupati/wali kota,” tambahnya.

    Sementara Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, menyatakan 9 orang bupati / walikota penerima Anugerah Kebudayaan adalah yang terbaik (the best) yang punya komitmen kuat dan upaya kongkrit dalam pelestarian dan menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah mereka.

    Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, mengatakan, Anugerah Kebudayaan yang berhasil diraih Sumbawa Barat pada puncak HPN 2022 di Kendari merupakan prestasi semua masyarakat Sumbawa Barat. Dengan gotong royong sebagai budaya bangsa, Kabupaten Sumbawa Barat mampu meraih berbagai capain luar biasa disegala bidang pembangunan.

    “Budaya gotong royong merupakan roh pembangunan segala lini di Sumbawa Barat. Gotong royong kita perkuat dengan lahirnya Perda Nomor 3 Tahun 2016 sebagaiman dirubah menjadi Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR),” katanya, dalam presentasi di kegiatan dialog kebudayaan yang digelar di aula RRI Kendari.

    Bupati berharap PDPGR yang dilaksanakan di Sumbawa Barat bisa direplikasikan menjadi Program Nasional Pemberdayaan Gotong Royong (PNPGR). “Gotong Royong adalah roh bangsa kita, itu sesuai semangat dari proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno,” tambahnya. (has/rls)

  • Tim Pelaksana CSR Serahkan Bantuan pada kepada Warga Sekitar Perusahaan

    Tim Pelaksana CSR Serahkan Bantuan pada kepada Warga Sekitar Perusahaan

    LOMBOK TIMUR – Masyarakat di lima dusun, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, sedikit sumringah setelah Tim Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan/CSR ( Corporate Social Responsibility) Kabupaten Lotim menyerahkan dana bantuan.

    Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan para lanjut usia (Lansia) disekitar lokasi berdirinya perusahaan tambak PT. Sinta Aqua Culture (SAC) Lotim, Rabu (9/2).

    Kelima dusun itu diantaranya, Dusun Selayar, Dusun Montong Bunut selayar, Biloq Ketapang, Kuang Wai dan Kuang Wai Tengah.

    Ketua Harian Tim Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan CSR Kabupaten Lotim, M. Azhar Shiddiq mengatakan, bantuan tali asih merupakan komitmen perusahaan yang diberikan kepada masyarakat melalui Tim CSR Lotim. Bantuan sosial tersebut bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mewujudkan rasa keadilan antar sesama, terutama bagi warga sekitar.

    “Atas nama Pemda Lotim, TP. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan/CSR yang menangani tanggung jawab sosial lingkungan Perusahaan berterima kasih kepada PT. Sinta Aqua Culture yang hari ini melanjutkan komitmennya,” ujar Azhar Shiddiq kepada wartawan.

    Ia berharap kedepannya bisa juga melakukan kegiatan peningkatan kapasitas atau pembinaan bidang ekonomi, dan keterampilan kepada Para Pemuda yang ada disekitar Perusahaan.

    Tak kalah pentingnya, diharapkan masyarakat terus menjaga kenyamanan dan keamanan investasi badan usaha dan para investor lainnya yang beroperasi didaerah mereka.

    Sementara itu, Direktur PT. Sinta Aqua Culture (Sinta Group), Trijadi mengaku senang bisa berbagi untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

    Masih kata dia, pihak perusahaan tetap mendistribusikan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen perusahaan.

    “Setiap tahunnya kami selalu menyalurkan bantuan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan sejak 20 tahun PT Sinta Group beroperasi di Lotim,” ujarnya.

    Sedangkan Kepala Dusun Montong Bunut Selayar, Desa Menceh, Muslim mengapresiasi pihak perusahaan yang dianggap peduli kepada masyarakat setempat.

    “Kami sangat menghargai bantuan ini dan selanjutnya akan kami salurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya,” tandas Muslim. (wr/has)