Blog

  • Bupati Lotim Terima Anugerah KIP Tingkat Nasional, Sekda: Terbuka Itu Hebat

    Bupati Lotim Terima Anugerah KIP Tingkat Nasional, Sekda: Terbuka Itu Hebat

    LOMBOK TIMUR – Setiap warga negara berhak untuk memperoleh akses informasi secara terbuka, transparan dan akurat.
    Hal itu telah ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Desa Kumbang yang mewakili daerah Gumi Patuh Karya untuk menerima Anugerah Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Desa.

    Lotim, salah satu dari 10 daerah terbaik di Indonesia menerima Penganugerahan Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Desa. Penganugerahan itu dirangkaikan memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2021 yang diselenggarakan di lokasi ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD, Tangerang, Banten pada Selasa esok (27/9).

    Tahapan penilaian telah dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat, BAKTI Kominfo dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

    Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Gede Naravana dalam rilisnya menyatakan bahwa hak atas Informasi merupakan Hak Asasi setiap orang. Ditengah derasnya Informasi Publik ditengah Pandemi Covid-19 semua orang harus menyebarluaskan Informasi dengan benar dan tidak menyesatkan.

    Komisi Informasi Pusat sebagai lembaga mandiri yang mengawal keterbukaan informasi publik di Indonesia berupaya mendorong terpenuhinya kebutuhan informasi publik di seluruh lapisan masyarakat sampai ditingkat desa.

    Hal ini sejalan dengan tujuan untuk mewujudkan kondisi desa yang aman, sehingga dapat memastikan pemerintah desa dapat bekerja secara adil dan efektif guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Serta, mendorong peran aktif masyarakat desa untuk mendapatkan hak atas informasi publik.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs HM Juaini Taofik, M.Ap mengatakan, terpilihnya Desa Kumbang sebagai salah satu desa terbaik tingkat nasional dalam kategori informasi publik sebuah kebanggaan tersendiri.

    Dari 75 ribu jumlah desa di Indonesia, salah satu desa terbaik dalam keterbukaan informasi publik ada di Lombok Timur.

    Menurut Sekda Lotim, terbukanya akses informasi publik menandakan transparansi atau keterbukaan itu hal penting. Bahkan menghilangkan kecurigaan bagi banyak pihak. Dan keterbukaan informasi ini sudah ditunjukkan oleh Desa Kumbang.

    “Terbuka itu hebat. Terbuka itu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan menghilangkan kecurigaan antar pihak ditengah masyarakat,” papar Juaini Taofik kepada media, Senin (27/9).

    Dijelaskannya, informasi terbuka ini memberi ruang kepada warga untuk saling memahami. Misalnya, dengan adanya Radio, website dan lainnya warga setempat dapat melihat apakah desa setempat memiliki anggaran atau tidak. Dan sejauh mana anggaran itu telah dibelanjakan serta peruntukkannya.

    “Anugerah yang kita terima ini bukan berarti untuk bangga-bangga. Tapi mari kita refleksikan itu untuk diaplikasikan ke seluruh desa di Lotim ini khususnya. Nah, dengan prestasi ini, diharapkan desa-desa lain dari luar daerah bisa belajar ke Lotim,” tandas Juaini Taofik. (wr-di)

  • Kalangan Pers Berduka, Bendahara Umum PWI dan SMSI Kaltim Tutup Usia

    Kalangan Pers Berduka, Bendahara Umum PWI dan SMSI Kaltim Tutup Usia

    SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Provinsi Kalimantan Timur dan kalangan pers di seluruh provinsi di Tanah Air berduka.

    Henny binti Amir Jafar Thalib, bendahara umum PWI dan SMSI Kaltim meninggal dalam usia 45 tahun di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Minggu, (26/9/2021) karena penyakit yang dideritanya belakangan ini.

    Almarhumah lahir di Samarinda 7 Maret 1976. Selain menjabat sebagai bendahara umum PWI Kaltim, juga menjabat sebagai Senior Manager Kaltim Post. Ia juga dipercaya sebagai bendahara umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur.

    Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendi belasungkawa dan ikut berduka cita atas wafatnya pengurus terbaik PWI Kaltim ini. “Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan memberi tempat terbaik,” ujarnya.

    Tersebarnya kabar meninggalnya Henny melalui jaringan komunikasi organisasi WhatsApp PWI Pusat dan PWI Peduli, diwarnai pernyataan duka cita serta doa untuk Henny, mulai dari Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi hingga jajaran pengurus lainnya.

    “Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga almarhumah mendapat tempat di sisiNya. Aamiin,” demikian Atal S. Depari turut mendoakan Henny.

    Bagi Endro, almarhumah sosok yang sangat bertanggung jawab. Di sela-sela kesibukannya sebagai direktur Senior di Kaltim Post, almarhumah masih menyempatkan diri membantu jalannya organisasi PWI Kaltim.

    Abdurrahman Amin, Ketua SMSI Kaltim juga merasa kehilangan sosok yang memiliki integritas tinggi dan loyal terhadap organisasi.
    “Dalam menjalankan tugas pekerjaan di perusahaan dan organisasi selalu dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh,” kata Abdurrahman.

    Berita duka itu juga menyebar di jaringan komunikasi online organisasi SMSI. Pengurus SMSI dari berbagai provinsi juga menyatakan kehilangan atas meninggalnya Henny.

    “Keluarga Besar SMSI Sumatera Utara Turut Berdukacita. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah,” tulis sekretaris SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu.

    “Insya Allah almarhumah husnul khotimah,” sambung Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

    Sementara sekretaris PWI Kaltim, WIwid Marhaendra Wijaya sangat berduka dan kehilangan rekan kerja di organisasi.

    Henny menjabat bendahara umum PWI periode 2009-2014 dan periode 2019-2024 di bawah kepemimpinan Endro S. Efendi.

    Pada periode sebelumnya, Henny menjabat sebagai wakil bendahara dan menggantikan menggantikan bendahara umum yang juga wafat.
    Beberapa minggu terakhir, Henny sempat disibukkan dengan kegiatan vaksinasi massal yang melibatkan 4 ribu orang.
    “Henny juga mengkoordinir wartawan dan keluarganya yang belum mendapatkan vaksin,” kata Wiwid.

    Aktivitas Henny dalam bidang sosial dan organisasi seperti di PWI dan SMSI, yang menjadi jalan ibadah sosial baginya, semoga menjadi bekal yang meneranginya. Selamat jalan Henny. Doa semua rekan-rekan pers menyertaimu. (smsi)

  • Mediasi Jurnalistik, SMKN 1 Alas Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik

    Mediasi Jurnalistik, SMKN 1 Alas Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik

    ALAS- Setidaknya 50 taruna-taruni SMKN 1 Alas mengikuti intens Pelatihan Dasar Jurnalistik Sabtu, 25 September 2021 di aula sekolah menengah kejuruan kelautan Alas. Pelatihan ini diinisiasi Media Jurnalistik sekolah terkait sebagai bagian dari pengingkatan kapasitas dan kapabiliti anggota pers sekolah ini dalam mengemban tugas jurnalistiknya.

    Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo dalam sambutan pembukaan berharap output pelatihan dapat menjadikan taruna taruni SMKN 1 Alas, cakap dalam tugas jurnalistiknya dan dapat mengembangkan Mediasi Jurnalistik sebagai media yang diperhitungkan di Sumbawa.

    Kepada Lombokexpress.id, kepsek enerjik ini mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini semata mata untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menulis siswa terutama karya jurnalistik.

    “Saya berharap pelatihan ini bisa memberikan bekal para taruna taruni dalam mengembangkan bakat menulis dan dapat memberikan arti yang luas bagi media yang mereka kelola yaitu Mediasi Jurnalistik,” ujar Budi yang baru saja menjadi kasek di sekolah ini.

    Sementara itu, Pemateri Fajar Rachmat dari Radar Sumbawa dalam sesi pelatihan membimbing siswa dalam pengenalan ragam tulisan pers seperti stright news, deep news dan artikel. Wartawan kondang Fajar lebih banyak berinteraksi dengan peserta melalui latihan untuk pengenalan tulisan pers atau jurnalistik. Di akhir sesi ia mengundang peserta pelatihan untuk menulis berita kegiatan yang berlangsung dan yang terbaik akan dimuat di Radar Sumbawa dan tentu saja bonus uang dan pulsa.

    Sesi lain para taruna dan taruni dibimbing oleh Zubair Bontobahari dari Lombokexpress.id.
    Dalam pengenalan Essai dan Feature, sesi ini diselingi dengan pengenalan karya feature dalam buku biografi “Memetik Bintang di Langit Korea”.

    Zubair mengatakan bahwa keunikan dari dari dua karya tulis essai dan feature ini sama sama menggunakan prosa dan kedalaman pemaparan dari isu yang ditulis.

    Ia juga mengempati peserta dengan latihan penulisan feature dengan tema “Pandemik Covid19 di Mata Saya.”

    Di akhir sesi, Zubair Bontobahari menyerahkan tiga eksemplar buku biografi sang pengusaha muda Sumbawa yang tinggal di Bandung, Boris Syaifullah berjudul “Memetik Bintang di Langit Korea” sebuah nukilan kehidupan penomenal yang ia tulis beberapa tahun lalu. (zbr)

  • VAKSIN DIPACU, WSBK MELAJU  oleh :  Lalu Gita Ariadi *

    VAKSIN DIPACU, WSBK MELAJU oleh : Lalu Gita Ariadi *

    Berdasarkan kalender event World Superbike (WSBK) seri ke-9 diadakan di circuit de Barcelona – Catalunya Spanyol tanggal 17 – 19 September 2021. Selanjutnya di Circuit de Jerez – Angel Nieto Spanyol (10), Autodromo Internacional do Algarve Portugal (11), Circuito San Juan Villicum Argentina (12) dan Mandalika International Street Circuit yang ke-13 tanggal 12 – 14 November 2021 mendatang.

    2 bulan lagi bukanlah waktu yang panjang untuk persiapan. Terlebih dalam situasi covid 19 dengan segala keterbatasan dan pembatasannya.

    Karena pandemi covid 19, penonton, peserta dan timnya dari luar negeri yang akan mengikuti race, harus diatur karantinanya agar sesuai dengan surat edaran pemerintah tentang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di era covid 19. Mereka harus dimonitor dengan prokes sejak landing di BIZAM, menginap di hotel, berkegiatan di sirkuit saat test race, babak kualifikasi, hari lomba (Race Day) hingga pada saatnya kembali ke bandara untuk pulang ke negara asal masing-masing.

    Penonton tidak luput dari pengaturan. Sebelum membeli tiket, calon penonton dipastikan telah tervaksin secara penuh ( 2X vaksin ) serta wajib menginstal dan terhubung ke aplikasi pedulilindungi.

    Masuk ke Mandalika International Street Circuit, tidaklah sederhana. Penonton harus menunjukkan tiket. Penonton harus diverifikasi vaksin melalui scan aplikasi pedulilindungi. Penonton harus di sweb antigen di lokasi yang sudah disiapkan. Jika hasilnya *negatif* penonton boleh masuk sirkuit dengan tetap melewati security screening. Selama proses pemeriksaan menerapkan prokes yg ketat.

    Jika hasil sweb antigen *positip*, penonton dipulangkan atau di rujuk ke rumah sakit. Terhadap tiket yang sudah dibeli ada opsi refund atau untuk next race.

    Dari informasi beberapa kali rapat koordinasi persiapan, kapasitas penonton untuk WSBK kali ini hanya 20 %. Setara dengan 40.000 an penonton termasuk 1.000 an orang yang terdiri dari pembalap/riders, crew, mekanik, official, media, konsultan dll. Kapasitas normal sirkuit dirancang berkisar 200.000 orang. Target 20% penonton kali ini sudah memperhitungkan biaya produksi penyelenggaraanevent.

    Menjelang hari H penyelenggaraan, PT ITDC terus berbenah. Sejak penandatanganan kesepakatan antara DORNA dan PT ITDC tanggal 28 Januari 2019 dilanjutkan audiensi CEO DORNA – Carmelo Ezpelata ke Presiden Jokowi tanggal 11 Maret 2019, jajaran BOC-BOD PT ITDC dihinggapi H2C – Harap-harap cemas. Terlebih tahun 2020 awal, kita mulai disapa pandemi covid 19 yang hingga kini unpredictable kapan akan berakhir.

    PT ITDC membangun Sirkuit Mandalika. Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan ini, progressnya hingga 18 September 2021 mencapai 98,09%. Pembangunannya menelan biaya Rp. 900 miliar. Tanggal 15 Agustus 2021, telah selesai pengaspalan lapis terakhir.
    Ditargetkan akhir September 2021 sirkuit dan fasilitasnya tuntas 100%.

    Race control building, progressnya 94,50%. Deck circuit progressnya 71,40 %. Hotel Pullman Mandalika yang dibangun di areal 4,5 ha, dengan 257 room, progress per 21 Agustus 2021 sudah 86,30 %. Ada yang berprogress positip namun ada juga pekerjaan rumah yang harus di selesaikan secara humanis dan mutualistik seperti penyelesaian tanah-tanah enclave maupun penataan/penyelesaian 48 KK yang berada di 13 bidang tanah enclave sekitar lintasan sirkuit.

    Diluar areal KEK Mandalika, pemerintah melalui berbagai kementerian/lembaga/BUMN, Pemerintah Propinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah turut berbenah.

    PT Angkasa Pura I misalnya, meningkatkan kapasitas dan kualitas BIZAM. Dengan dukungan dana Rp. 700 Miliaran lebih. Di BIZAM kini telah dilakukan perluasan terminal penumpang internasional juga domestik, penambahan belalai gajah (gerbarata), perpanjangan runway, pengembangan fasilitas cargo, perluasan apron barat dan lain-lain.

    Saya teringat saat peresmian mulai beroperasinya BIL/LIA tanggal 20 Oktober 2011, Gubernur NTB ( saat itu TGB – Almukarram Dr TGH M. Zainul Majdi ), mohon run way BIL sepanjang 2.700 meter diperpanjang menjadi 3.000 meter agar pesawat berbadan lebar bisa landing leluasa di BIL.

    Presiden SBY ( Susilo Bambang Yudoyono ) dalam sambutan peresmian, memahami dan sangat menyetujui usulan gubernur NTB itu. Tapi sayang, setelah bertahun-tahun di perjuangkan ke Bappenas, Kementerian Perhubungan dan juga ke PT Angkasa Pura I tak kunjung terealisasi.

    Berulang kali Irjen Pol Prof. Dr. H. Farouk Muhammad – almarhum ( anggota DPD RI – senator Dapil NTB ) selaku Wakil Ketua DPD RI memfasilitasi pertemuan dengan stake holder terkait. Bersama Anggota DPD RI dapil NTB lainnya – Drs. HL. Suhaimi Ismy, berusaha bertemu Dirut PT Angkasa Pura I, hasilnya pun masih belum memuaskan.

    Oleh Dirut PT Angkasa Pura I bahkan disampaikan bahwa, pembangunan BIL/LIA generasi kedua kemungkinan bisa dilakukan setidaknya tahun 2029. Itupun bergantung trend pertumbuhan penumpang.

    Waktu terus berjalan. Tahun 2014 pemerintah menerbitkan PP 52 Tahun 2014 tentang KEK Mandalika. Tanggal 21 Oktober 2017 Presiden Jokowi meresmikan mulai beroperasinya KEK Mandalika. Tahun 2019, PT ITDC dengan dukungan Presiden Jokowi, menjadikan KEK Mandalika sebagai venue MotoGP.

    Sejak saat itu Kementerian/Lembaga/BUMN, memberikan dukungan yang luar biasa. Tahun 2020, saat covid 19 melanda, dengan adanya lockdown, PSBB, PPKM, pejabat terbatas mengakses fasilitas bandara. Tak diduga tak dinyana, bersamaan Covid 19, BIZAM ditata dan berubah wajah. Runway yang bolak balik minta diperpanjang jadi 3.000 meter kini justru diberi lebih panjang lagi mencapai 3.400 meter. Pembangunan BIZAM generasi kedua tahun 2029, justru maju jadi tahun 2020. Alhamdulillah.

    Selain moda transportasi udara, dukungan moda transportasi laut juga diberikan untuk dukung KEK Mandalika. PT. Pelindo III membangun Pelabuhan Gili Mas, kapasitas 1.700 penumpang dengan biaya Rp. 1,3 Triliun. Per 23 Juli 2021 sudah selesai pembangunannya 100%.

    Kementerian PUPR, membangun akses jalan bypass BIZAM – KEK Mandalika sepanjang 17, 363 km yang segera akan dapat difungsikan. Kementerian perhubungan melalui Dirjen perhubungan darat memberikan dukungan penguatan sistem transportasi melalui penyediaan armada, fasilitas rambu dan PJU, menyusun managemen dan rekayasa lalu lintas dan lain sebagainya. Kementerian/lembaga/BUMN full support terhadap pembangunan KEK Mandalika.

    Pemerintah Propinsi, membangun RS Mandalika di Desa Sengkol. Melalui pinjaman PEN dari PT SMI, pemprop NTB membangun dan meningkatkan kualitas jalan dan RSUP NTB yang diharapkan menjadi RS terbaik sekaligus sebagai RS rujukan di Indonesia Timur serta layak mengawal event motoGP 10 tahun ke depan.

    Jelang penyelenggaraan WSBK, masih ada kecemasan yang kini jadi atensi utama yaitu masalah vaksinasi. Vicon tanggal 18 September 2021 dipimpin Menko Bidang Perekonomian – Ir. Airlangga Hartarto, menekankan agar Pulau Lombok sebagai lokasi WSBK harus sudah tervaksinasi minimal 70%.

    Dalam Apel Gabungan Percepatan Vaksinasi hari Minggu 19 September 2021 di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kapolda NTB – Irjen Pol Muhammad Iqbal dan Danrem 162 Wirabhakti – Brigjen Rizal Ramdhani menargetkan vaksinasi 70 % di lombok Tengah harus tercapai tanggal 5 Oktober 2021 yang akan datang.

    Kemaren, senin 20 September 2021 dalam rapat koordinasi analisa dan evaluasi (Anev) covid 19 yang dipimpin langsung Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc dan Wakil Gubernur – Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah MPd, para Kepala Daerah baik Gubernur / Wakil Gubernur, Bupati/walikota se-NTB didukung Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( forkopimda ) masing-masing semua bertekad dan siap berjibaku sukseskan vaksinasi di NTB. Bila vaksin tersedia kami siap segera habiskan. Vaksinator kami sudah siap. Animo masyarakat kami sangat siap di vaksin, kata H. Mohan Roliskana, H. Fauzan Khalid, H. Sukiman Azmy dan yang lain yang hadir secara offline pada acara Anev itu.

    Kebutuhan untuk vaksin, diperkirakan jika ditargetkan 4 kecamatan disekitar KEK Mandalika ( Kec. Pujut, Kec. Praya Tengah, Kec. Praya Timur dan Kec. Praya Barat ), dibutuhkan vaksin sebanyak 415.000 dosis. Jika ditargetkan seluruh Kabupaten Lombok Tengah, dibutuhkan vaksin sebanyak 1,34 juta dosis. Jika ditargetkan seluruh pulau lombok dibutuhkan vaksin sebanyak 4,5 juta dosis. Pokoknya kami butuh banyak vaksin di NTB kata Gubernur yang sudah menghubungi Menko Marinves, menko Perekonomian, menteri kesehatan dll. Bila perlu kadis kesehatan dan Dirut RSUP jemput bola ke Jakarta dan jangan pulang kalo tidak bawa vaksin, perintah Gubernur.

    Yang pasti, seiring berjalannya waktu, vaksinasi terus dipacu, semua kekuatan bekerja terpadu dan insyaallah di sirkuit mandalika kita bertemu bersama tamu yang datang dari berbagai penjuru. (*)

    * Sekda Propinsi NTB

  • Gebrakan Jaksa Agung Disebut Kontroversial: Sikat Koruptor Hingga Keadilan Restoratif

    Gebrakan Jaksa Agung Disebut Kontroversial: Sikat Koruptor Hingga Keadilan Restoratif

    JAKARTA – Sosok Jaksa Agung ST Burhanuddin akhir-akhir ini memang menarik perhatian publik. Pasalnya, banyak gebrakan hukum yang dia lakukan, mulai dari membongkar kasus-kasus korupsi jumbo hingga gagasan revolusionernya mengenai keadilan restoratif.

    Tidak heran, kiprah Jaksa Agung ini membuat koruptor alias maling uang rakyat ketar-ketir sehingga nekat melakukan serangan balik terhadap institusi Kejaksaan dan Jaksa Agung secara pribadi, bahkan menyebutnya kontroversial.

    Namun, Burhanuddin tidak bergeming. Di bawah kepemimpinannya, kinerja Kejaksaan Agung semakin kuat dan ditakuti koruptor. Banyak kasus korupsi skala besar dan rumit berhasil dibongkar hingga diseret ke pengadilan, para pelakunya pun dihukum dan harta mereka disita untuk memulihkan kerugian negara.

    Uang negara yang berhasil diselamatkan Kejaksaan Agung cukup fantastis. Sebut saja misalnya dari kasus Danareksa Sekuritas Rp 105 miliar, kasus impor tekstil Rp 1,6 triliun, kasus Asuransi Jiwasraya Rp 16 triliun, dan dari kasus Asabri Rp 22,7 triliun.

    Pernyataan Burhanuddin juga membuat koruptor dan kolaboratornya panas dingin. Bagaimana tidak, Jaksa Agung menegaskan tak pandang bulu menjerat siapapun yang melindungi koruptor. Ancaman ini benar-benar dia buktikan pada kasus megakorupsi Jiwasraya dan Asabri, juga kasus-kasus lain.

    Terakhir, Kejaksaan Agung menjerat anggota DPR RI Alex Noerdin, yang juga mantan Gubernur Sumatera Selatan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel.

    Namun, di sisi lain, seorang Burhanuddin merasa sedih ketika ada rakyat jelata yang dihukum layaknya kriminal, seperti kasus yang menimpa Nenek Minah dan Kakek Samirin. Dia menilai kedua orang tua miskin ini telah mendapat perlakuan hukum tidak pantas dan tidak seyogianya diteruskan ke pengadilan.

    Nenek Minah yang dimaksud Jaksa Agung adalah seorang nenek di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan kepada Nenek Minah karena mengambil tiga biji kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA).

    Adapun Samirin, kakek 68 tahun asal Simalungun, Sumatera Utara, dihukum 2 bulan penjara karena memungut getah karet seharga Rp 17.000.

    Sejatinya, kata Burhanuddin, jaksa selaku pemilik asas dominus litis, adalah pengendali perkara yang menentukan dapat atau tidaknya suatu perkara dilimpahkan ke pengadilan.

    Dia menjelaskan penghentian perkara berdasarkan keadilan restoratif adalah suatu bentuk diskresi untuk menyeimbangkan antara aturan yang berlaku dengan tujuan hukum yang ingin dicapai.

    “Saya ingin Kejaksaan dikenal melekat di mata masyarakat sebagai institusi yang mengedepankan hati nurani dan penegak keadilan restoratif. Kejaksaan harus mampu menegakkan hukum yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat,” ucapnya, sambil menekankan Korps Adhiyaksa tidak membutuhkan jaksa yang pintar tetapi tidak bermoral.

    Sebagai acuan restorative justice, Jaksa Agung telah menerbitkan Peraturan Kejaksaan (Perja) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, yang diundangkan pada 22 Juli 2020.

    Sejak Perja ini diterbitkan, Kejaksaan Agung telah menghentikan 302 perkara. Rinciannya, 222 perkara pada 2020 dan 80 perkara pada Januari-Agustus 2021 yang terdiri dari 73 perkara orang dan harta benda serta 7 perkara terkait keamanan negara dan ketertiban umum serta tindak pidana umum lain.

    Ada beberapa syarat penerapan Perja 15/2020, antara lain tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 tahun, serta barang bukti atau nilai kerugian perkara tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

    Gagasan Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai keadilan restoratif melalui pendekatan hati nurani itu menjadi perbincangan di kalangan akademisi dan pakar hukum pidana.

    Gagasan tersebut tidak hanya dinilai revolusioner karena bisa mereformasi sistem peradilan pidana di Tanah Air yang masih terjebak pada pendekatan retroactive/retributive/penjara, tetapi juga dianggap lebih manusiawi dan Pancasilais.

    Pendekatan keadilan restoratif mampu memecahkan kebuntuan atau kekosongan hukum materil dan hukum formil yang saat ini masih mengedepankan aspek kepastian hukum dan legalitas-formal, daripada keadilan hukum yang lebih substansial bagi masyarakat.

    Sebagai apresiasi atas gagasan cemerlang itu serta kontribusinya di dunia hukum dan perguruan tinggi, Burhanuddin dianugerahkan gelar Guru Besar atau Profesor Kehormatan oleh Universitas Jenderal Soedirman.

    Tidak hanya itu, pendekatan keadilan restoratif dapat meminimalisir over capacity penjara yang menjadi momok bagi Lapas di Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan prinsip keadilan restoratif ini akan diserap ke dalam revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (PAS).

    “Dalam KUHP kita ada prinsip restoratif, nanti KUHP yang baru akan ada restorative justice. Tentu Undang-Undang PAS harus menyesuaikan,” ungkap Yasonna, Selasa (21/9).

    Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati tiga RUU usulan pemerintah masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) Prioritas 2021, yakni RUU PAS, RKUHP, serta RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Semua gebrakan Jaksa Agung itu mungkin dianggap kontroversial oleh para koruptor.  Namun harapan Burhanuddin sederhana. “Saya hanya ingin menorehkan prestasi terbaik untuk bangsa,” ujarnya. (wr-di/has)

  • Pelabuhan Tano Diperketat, Pelaku Perjalanan Diswab Antigen

    Pelabuhan Tano Diperketat, Pelaku Perjalanan Diswab Antigen

    SUMBAWA BARAT – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano memperketat pelaku perjalanan yang hendak menyeberang dari dan ke Pulau Lombok dengan melakukan uji swab antigen mulai hari ini, Selasa (21/9).

    Kapolsek KPL Tano Ipda Nurlana menegaskan, pengetatan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Pulau Lombok maupun yang ke Pulau Sumbawa sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    “Kami akan melakukan treking kepada semua masyarakat. Kawasan Pelabuhan Tano sebagai pintu keluar masuk bagi masyarakat yang hendak menyeberang,” ujar Nurlana kepada wartawan, Selasa (21/9).

    Uji swab antigen sebut dia, akan dilakukan secara acak sesuai stok swab sebanyak 700 buah. Meski demikian, bagi pelaku perjalanan yang sudah mendapatkan suntik vaksin dapat menunjukkan surat keterangan vaksin.

    Sebaliknya, harap Nurlana, masyarakat yang belum divaksinasi diimbau untuk segera mendapatkannya.

    Hal ini dilakukan untuk mempercepat target hard immunity. Apalagi menjelang digelarnya ajang World Super Bike (WSB) dan Moto GP di circuit Mandalika, mendatang.

    “Yang belum memperoleh suntik vaksin dipersilakan mendatangi gerai-gerai yang telah disediakan. Swab antigen ini dilaksanakan secara gratis dan bekerjasama dengan KKP dan ASDP Kawasan Pelabuhan Tano,” tandas Nurlana. (wr-di)

  • Kapolda NTB Serahkan Bantuan 20 Ton Oksigen Dari Kapolri untuk Pemprov NTB

    Kapolda NTB Serahkan Bantuan 20 Ton Oksigen Dari Kapolri untuk Pemprov NTB

    MATARAM – Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K MH menyerahkan bantuan Isotank Oksigen Isoteng Liquid sebanyak 20 ton kepada Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/9/2021).

    Kapolda NTB yang diutus Kapolri Jendaral Listio Sigit Prabowo menyerahkan bantuan itu berharap, 20 ton oksigen itu dapat membantu Pemprov NTB dalam penanggulangan kasus Covid-19 di NTB.

    “Atas segala kerendahan hati, saya diperintah oleh Kapolri untuk menyerahkan 20 ton oksigen ini kepada Bapak Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah agar dapat dipergunakan untuk penanggulangan Covid-19 di NTB,” ungkap Iqbal dalam sambutannya saat penyerahan bantuan 20 ton oksigen tersebut, di halaman Kantor Gubernur NTB, Senin menjelang siang.

    Sementara Gubernur Nusa Tenggara Barat yang menerima 20 ton oksigen itu mengucap terimakasih yang tak terhingga kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesi (Kapolri) Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si.

    Gubernur mengatakan, NTB merupakan salah satu Provinsi yang penanganan Covid yang cukup bagus, namun dia tidak akan lengah dengan kondisi yang telah dicapainya.

    “Banyak yang penanganan Covidnya bagus tetapi lalai bisa terjadi kasus yang parah,” jelasnya usai menerima Isotank berisi 20 ton Oksigen Liquid.

    Dia mewakili masyarakat NTB mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Kapolri yang telah menghadiahinya 20 ton oksigen yang memang sering dibutuhkan saat penanganan pasien Covid-19.

    “Oleh karena itu atas nama masyarakat NTB memberikan apresiasi dan terimakasih yang luarbiasa kepada bapak Kapolri yang telah menghadiahkan 20 ton oksigen tersebut,” katanya.

    Dikatakan, oksigen adalah sesuatu yang memang dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Seperti pada saat penanganan pasyen Covid-19 di setiap rumah sakit

    “Ini adalah sesuatu yang kita butuhkan, sehingga secara psikologis kami merasa tenang,” pungkasnya. (has/rls)

  • Ahmad Muzani: Prabowo Instruksikan Bantu Korban Banjir Kalteng

    Ahmad Muzani: Prabowo Instruksikan Bantu Korban Banjir Kalteng

    JAKARTA–Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Ahmad Muzani mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menginstruksikan anggota fraksi untuk membantu para korban banjir di wilayah Kalimantan Tengah.

    “Prabowo Subianto menginstruksikan kami dan jajaran Fraksi Gerindra di DPR RI agar berempati dan bersimpati dengan cara memberi bantuan yang diperlukan mereka. Karena itu kami melakukan pemotongan gaji seluruh anggota DPR RI Fraksi Gerindra,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

    Hal itu dikatakannya saat menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu. Bantuan itu berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya yang dibagikan ke lima wilayah terdampak banjir, yakni Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Kobar, Palangka Raya, dan Barito Selatan.

    Muzani mengatakan memotong gaji anggota fraksi untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah pernah beberapa kali dilakukannya, misalnya ketika membantu korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Itu kami lakukan karena bagian dari tanggung jawab kami sebagai partai politik,” ujarnya.

    Dia mengatakan Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto turut prihatin dengan musibah banjir yang terjadi di wilayah Kalteng.

    Hal itu, menurut dia, terutama karena hingga saat ini genangan akibat banjir masih terjadi di sejumlah wilayah di Kalteng dan kondisi itu sangat berdampak pada melemahnya perekonomian keluarga yang menjadi korban banjir tersebut, termasuk kesehatan.

    Sekjen DPP Partai Gerindra itu berharap bantuan yang diberikan partainya dapat membantu kesulitan dan memupuk rasa optimisme masyarakat Kalteng pascabencana banjir.

    “Sebagai partai politik, Gerindra memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat yang terkena bencana di seluruh Indonesia, seperti yang terjadi di Kalteng. Dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu kesulitan warga terdampak banjir di Kalteng selama di tempat pengungsian,” katanya.

    Ketua DPD Gerindra Kalteng Iwan Kurniawan mengatakan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya berasal dari pemotongan gaji seluruh anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

    Iwan yang juga anggota DPR RI itu menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak menerima mewakili pimpinan Fraksi DPR RI Gerindra.

    “Bantuan sembako yang kita salurkan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian para anggota Fraksi Gerindra di DPR RI yang khusus disalurkan kepada para korban banjir di Kalteng,” ujarnya.

    Dalam kegiatan Gerindra Peduli Banjir Kalteng, bantuan yang disalurkan terdiri atas beras 10 ton, minyak goreng 2 ribu liter, gula 2 ton, paket teh, dan kopi. (has/rls)

  • Mengenal Profesi Wartawan

    Salah satu syarat wartawan profesional harus mengikuti uji kompetensi. Silakan simak videonya ttg persiapan menghadapi uji kompetensi wartawan.

  • Kejar Target 70% Vaksinasi di Loteng, TNI-Polri dan Pemda Kerahkan 150 Team Vaksinator

    Kejar Target 70% Vaksinasi di Loteng, TNI-Polri dan Pemda Kerahkan 150 Team Vaksinator

    LOMBOK TENGAH – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) bersama Korem 162/WB juga Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) menggelar Apel Gabungan Tim Vaksinator, di Halaman Kantor Bupati, Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/9/2021).

    Apel gabungan yang dilaksanakan sabtu pagi, dalam rangka Percepatan Laju Vaksinasi Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), yang akan menjadi sentral kedatangan turis baik lokal maupun dari berbagai belahan Dunia, karena sebentar lagi akan diselenggarakan perhelatan Super Bike dan MotoGP Tahun 2022 di Sirkuit MotoGP Mandalika.

    Suatu daerah, baru dinyatakan mencapai herd immunity, apabila sudah berhasil mencapai target vaksin 70%. Selain itu target tersebut juga menjadi syarat Sirkuit MotoGP Mandalika yang dapat digunakan untuk semua event, baik Nasional maupun Internasional.

    Kabupaten Lombok Tengah dimana merupakan tempat dibangunnya sirkuit MotoGp, menjadi salah satu perhatian pemerintah Pusat maupun Provinsi. Untuk itu, Polda NTB bersama semua Stakeholder pagi ini menggelar apel gabungan persiapan genjot vaksinasi di Loteng.

    Dalam wawancaranya usai pimpin apel gabungan Vaksinator tadi pagi Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K.,M.Si mengatakan, salah satu tugas kami adalah melakukan supporting terhadap pemerintah daerah, Provinsi maupun Kabupaten Kota yang ada, guna dapat secara bersama – sama melakukan penanganan Covid-19,” paparnya.

    Mengacu pada data yang tercatat di Polda NTB, saat ini capaian vaksinasi di Loteng masih di angka 19,14 persen dari total penduduk Loteng yang layak menerima vaksin berjumlah 891.558. Artinya jumlah penduduk Loteng yang sudah divaksinasi baru 107.751 warga.

    Sementara target warga yang harus tervaksinasi di Lombok Tengah untuk mencapai target 70% vaksinasi yang disyaratkan pemerintah pusat sebanyak 767.700 warga.

    Untuk mencapai target itu 150 tim vaksinator diterjunkan di selùruh wilayah Lombok Tengah dengan jumlah persatu tim terdiri dari 6 hingga 7 orang dan akan ditempatkan di 139 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

    Kapolda NTB berharap agar pemerintah Pusat bisa memprioritaskan NTB untuk pengiriman vaksin sebab dirinya bersama Danrem 162/WB dan juga seluruh Stake Holder di NTB siap menyalurkan 41 ribu vaksin dalam sehari, terlebih di Lombok Tengah yang menjadi target vaksinasi massal yang digenjot mulai hari ini hingga 5 Oktober mendatang.

    “Sudah kami target, satu hari minimal 41.018 warga Lombok Tengah dapat tervaksin, tentunya dengan Standar Operasional Prosedur yang tepat, cara – cara yang humanis, santun dan lain-lain,” jelasnya.

    Di tempat yang sama, Sekda Provinsi NTB L Gita Ariadi mengungkapkan, stok vaksin sudah tidak ada masalah lagi, pihaknya telah memintakan 1,3 juta lebih vaksin untuk Lombok Tengah kepada pemerintah Pusat.

    “Ini kerja semesta, semua terlibat, TNI – Polri ada di Garda depan, kami pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Khususnya Lombok Tengah, Full Support kepada Kapolda dan Danrem, terhadap gebrakan – gebrakan yang akan dilakukan,” jelasnya.

    Pihaknya siap mendukung kerja – kerja Kapolda dan juga Danrem, dia memastikan tidak ada vaksin yang akan tertahan, begitu habis akan langsung dimintakan kepusat, agar target tenggang waktu sampai 5 Oktober persembahan 70% vaksinasi tercapai di Lombok Tengah.

    Demikian juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri secara detail menyebutkan, setidaknya ada sekitar 61 ribu lebih vaksin yang sudah didropping untuk Kabupaten Lombok Tengah.

    “Kami sudah mintakan langsung, khusus untuk Lombok Tengah sejumlah 1.344.015 dosis vaksin kepada pemerintah Pusat, seperti pak Luhut dan juga langsung kepada Kemenkes untuk mensupport ini,” pungkasnya. (rls/has)