Blog

  • Kemendagri Bahas Peningkatan Layanan SPM Sosial untuk Masyarakat Rentan

    Kemendagri Bahas Peningkatan Layanan SPM Sosial untuk Masyarakat Rentan

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial di Royal Palm Hotel, Jakarta Barat, pada tanggal 22-23 Oktober 2024.

    Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari Dinas Sosial Provinsi, Bappeda, Dinas Sosial Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian PPN/Bappenas, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang.

    Chaerul Dwi Sapta, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Bangda Kemendagri, membuka rapat dengan menyoroti pentingnya inovasi dalam merespons tantangan sosial yang semakin kompleks di tengah krisis ekonomi global. Kolaborasi lintas sektor dianggap krusial untuk memastikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, anak terlantar, lanjut usia terlantar, serta korban bencana alam dan sosial tetap mendapatkan layanan yang layak.

    “SPM Bidang Sosial merupakan jaminan dasar yang harus diprioritaskan,” ujar Chaerul dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (23/10).

    Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan SPM Bidang Sosial di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Capaian nasional provinsi pada tahun 2023 mencapai 84,58%, meningkat 21,39% dibandingkan tahun 2019. Sementara itu, capaian di tingkat kabupaten/kota pada tahun yang sama mencapai 83,98%, meningkat 44,20% sejak tahun 2019.

    “Meskipun capaiannya baik, masih ada tantangan untuk memastikan bahwa layanan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Selain evaluasi terhadap SPM, rapat juga membahas program-program prioritas dalam 100 hari pertama Presiden dan Wakil Presiden, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Chaerul menekankan perlunya memperluas jangkauan program ini, terutama bagi masyarakat rentan dan terlantar.

    “Dinas Sosial dan Bappeda memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program-program ini agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya yang terdata secara administratif,” tegas Chaerul.

    Dengan rapat ini, Kemendagri berharap pemerintah daerah dapat menyusun strategi yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, dengan fokus utama pada peningkatan layanan dasar bagi masyarakat yang membutuhkan. (red)

  • BPPD Gelar Gathering Promosi di Sumbawa, Dukung Whale Shark sebagai Destinasi Unggulan

    BPPD Gelar Gathering Promosi di Sumbawa, Dukung Whale Shark sebagai Destinasi Unggulan

    SUMBAWA – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menggelar Gathering Promosi Pariwisata di Kabupaten Sumbawa. Acara yang akan berlangsung selama dua hari, Rabu, 24-24 Oktober 2024 dihadiri Kadis Pariwisata NTB Jamaluddin Maladi di dampingi empat Kabidnya.

    Gathering promosi ini bertujuan memperkenalkan potensi wisata Sumbawa, khususnya destinasi Whale Shark sebagai daya tarik utama.

    Humas BPPD Abdus Syukur menjelaskan, para peserta gathering berangkat bersama dari kantor BPPD NTB Jalan Puring Mataram menuju Pelabuhan Kayangan pukul 14.00 WITA. Perjalanan laut dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Pototano. Setelah tiba di Pototano, rombongan melanjutkan perjalanan darat ke Seaside Hotel Sumbawa dan tiba sekitar pukul 18.30 WITA untuk beristirahat.

    Malam harinya, peserta gathering dijadwalkan menghadiri makan malam dan ramah tamah bersama Pjs Bupati Sumbawa, Disporpar Sumbawa dan mitra BPPD lainnya.

    Acara ini berlangsung di Seaside Hotel mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WITA, sebagai ajang networking untuk mempromosikan potensi wisata daerah.

    Hari kedua lanjut Abdus Syukur dimulai lebih awal, pukul 02.30 WITA, dengan keberangkatan peserta menuju Pelabuhan Teluk Saleh. Dari sana, peserta akan melakukan perjalanan laut ke destinasi Whale Shark untuk menikmati atraksi wisata melihat hiu paus pada pukul 06.00 WITA. Whale Shark point ini diharapkan menjadi ikon pariwisata baru di Sumbawa.

    Setelah menikmati pemandangan Whale Shark, peserta gathering akan kembali ke Pelabuhan  sekitar pukul 08.30 WITA. Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi beberapa destinasi wisata lain di Sumbawa, seperti Desa Wisata Jorok, Istana Dalam Loka, serta desa wisata petualang.

    Kegiatan gathering ditutup dengan istirahat, makan siang dan sholat (Ishoma) pada pukul 12.00 hingga 14.00 WITA, sebelum para peserta kembali ke Mataram melalui Pelabuhan Pototano-Kayangan.

    Acara ini diharapkan mampu meningkatkan promosi wisata Sumbawa, menarik lebih banyak wisatawan dan memperkuat branding NTB sebagai destinasi unggulan di Indonesia. (red)

    Keterangan Foto:

    Whale Shark sebagai daya tarik utama pariwisata Sumbawa. (ist)

  • Mengenal Istilah Istilah Hukum (2)

    Mengenal Istilah Istilah Hukum (2)

    Kesadaran hukum masyarakat masih rendah. Pernyataan itu kerap diucapkan bahkan oleh aparat penegak hukum.

    Untuk meningkatkan kesadaran hukum, tidak cukup dengan curhat melainkan semua pihak harus berbuat. Termasuk  advokat atau penasihat hukum juga berperan memberikan pemahaman pentingnya hukum sekaligus menegakkan hukum.

    Untuk itu, LOMBOKEXPRESS.ID bersama Kantor Advokat dan Konsultan Hukum H Syukur & Rekan, mulai hari ini mengenalkan istilah istilah hukum.

    —–

    11. Perlawanan: Tindakan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang merasa dirugikan atas suatu putusan pengadilan, meskipun dia tidak terlibat dalam gugatan. Perlawanan ini biasanya diajukan terhadap putusan yang dieksekusi yang dianggap merugikan hak pihak ketiga.

    12. Mediasi: Proses penyelesaian sengketa di luar persidangan dengan bantuan seorang mediator yang netral untuk mencapai kesepakatan antara penggugat dan tergugat. Mediasi sering kali digunakan dalam kasus perdata untuk mencapai solusi damai.

    13. Eksekusi: Pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Jika pihak yang kalah tidak secara sukarela melaksanakan putusan, pengadilan bisa melakukan eksekusi paksa terhadap putusan tersebut.

    14. Verstek: Putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan secara sepihak karena tergugat tidak hadir dalam persidangan meskipun telah dipanggil secara sah dan patut. Penggugat dapat memenangkan perkara secara otomatis dalam kasus verstek.

    15. Gugatan Class Action: Gugatan yang diajukan oleh satu atau lebih orang untuk dan atas nama sekelompok orang yang memiliki kesamaan kepentingan dalam perkara tertentu. Class action biasanya diajukan dalam kasus-kasus yang berdampak luas.

    16. Eksekusi: Pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, baik dalam perkara perdata maupun pidana.

    17. Eksepsi: Keberatan yang diajukan oleh tergugat atau terdakwa terhadap dakwaan atau gugatan yang diajukan oleh pihak lawan, biasanya terkait masalah formal atau prosedural.

    18. Eksaminasi: Pemeriksaan ulang yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap putusan pengadilan untuk menilai keadilan atau kesesuaian dengan hukum yang berlaku.

    19. Ekspropriasi: Pengambilan paksa harta benda oleh negara untuk kepentingan umum dengan memberikan ganti rugi yang layak.

    20. Ekstradisi: Penyerahan seorang tersangka atau terpidana oleh negara yang menangkapnya kepada negara yang meminta penyerahan untuk diadili atau menjalani hukuman.

    21. Fidusia: Pengalihan kepemilikan suatu benda kepada pihak lain berdasarkan kepercayaan dengan tetap memberikan hak penggunaan kepada pihak yang mengalihkan.

    22. Forensik: Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam proses hukum untuk menganalisis bukti, seperti sidik jari, DNA, atau barang bukti lainnya, guna membantu pengadilan menemukan kebenaran.

    23. Ganti Rugi: Kompensasi yang diberikan kepada seseorang yang mengalami kerugian akibat tindakan pihak lain, baik dalam bentuk uang atau penggantian fisik.

    24. Hak Imunitas: Perlindungan hukum yang diberikan kepada pejabat publik atau diplomat dari tuntutan hukum tertentu dalam menjalankan tugasnya.

    25. Hak Guna Usaha (HGU): Hak untuk mengusahakan lahan negara untuk keperluan pertanian, perikanan, atau peternakan dalam jangka waktu tertentu. (ai/bersambung)

  • Kapusjianstralitbang TNI Buka Kerja Sama Litbang Lintas Matra dan Pengembangan SDM Peneliti 2024

    Kapusjianstralitbang TNI Buka Kerja Sama Litbang Lintas Matra dan Pengembangan SDM Peneliti 2024

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.OD)– Marsekal Muda TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., Kapusjianstralitbang TNI, secara resmi membuka Workshop Penyelenggaraan Kerja Sama Litbang Lintas Matra dan Pengembangan SDM Peneliti Bidang Materiel TA 2024.

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kerja dan Anggaran Pusjianstralitbang TNI TA 2024, bertempat di Hotel Salak Heritage, Bogor, Selasa (22/10/2024).

    Dalam sambutannya, Kapusjianstralitbang TNI menekankan pentingnya kolaborasi lintas matra untuk mempercepat pengembangan Alutsista berkualitas, yang memanfaatkan sumber daya secara optimal, baik dari sisi SDM maupun teknologi, guna mendukung tugas pokok TNI.

    “Kerja sama Litbang ini bertujuan menciptakan sinergi antara lembaga Litbang TNI dengan lembaga litbang di luar TNI, termasuk industri pertahanan dan perguruan tinggi, untuk memanfaatkan seluruh sumber daya, baik manusia, sarana, prasarana, maupun teknologi. Ini penting untuk meningkatkan inovasi teknologi dalam mendukung tugas pokok TNI,” jelas Marsekal Muda TNI Jorry S. Koloay.

    Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Pertahanan, Srenum TNI, Dislitbang Angkatan, BRIN, serta industri pertahanan seperti PT Pindad dan PT Len. Para peserta berasal dari Balibang Kemhan, Dislitbang Angkatan, Sops TNI, Sops Angkatan, dan Babinkum TNI. Mereka diharapkan aktif berpartisipasi dalam diskusi dan memberikan masukan untuk penyempurnaan prosedur kerja sama litbang di masa depan.

    Dengan adanya kolaborasi lintas matra ini, diharapkan mampu meningkatkan efektivitas inovasi teknologi pertahanan dalam mendukung misi dan tugas pokok TNI. ***

  • PERWATUSI dan Entrasol Gelar Puncak Hari Osteoporosis Nasional 2024 di Gelora Bung Karno

    PERWATUSI dan Entrasol Gelar Puncak Hari Osteoporosis Nasional 2024 di Gelora Bung Karno

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Memperingati Hari Osteoporosis Nasional 2024, Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) bersama Entrasol akan menggelar acara puncak bertema “Gerakan Bersatu Peduli Tulang Kuat Indonesia”.

    Acara ini akan berlangsung pada Minggu, 27 Oktober 2024, di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Jakarta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang guna mencegah osteoporosis, penyakit yang sering kali diabaikan tetapi berdampak besar pada kualitas hidup.

    Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif akan dihadirkan dalam acara ini, seperti senam bersama, talk show kesehatan, dan konsultasi gratis. Para peserta diajak untuk aktif dalam menjaga kesehatan tulang melalui olahraga serta pemahaman mengenai nutrisi dan gaya hidup sehat.

    Ketua Umum PERWATUSI, Anita A. Hutagalung, menjelaskan bahwa peringatan Hari Osteoporosis Nasional ini merupakan momentum penting untuk menyadarkan masyarakat tentang risiko osteoporosis. “Pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak dini karena dampaknya sangat besar, terutama bagi lansia. Kami berharap acara ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang mereka,” kata Anita pada Senin (21/10). Ia juga berterima kasih kepada Kalbe Nutritionals, khususnya Brand Entrasol, atas dukungannya dalam kampanye ini sejak 2020.

    Sebagai bentuk dukungan, Entrasol memberikan donasi sebesar Rp100.000.000 kepada PERWATUSI untuk kampanye kesehatan tulang di tahun 2024. Donasi ini dihasilkan dari Program YES I CAN! Virtual Charity Race, yang mendorong masyarakat untuk berjalan, berlari, atau bersepeda, dengan aktivitas yang dikonversi menjadi donasi.

    Acara ini juga akan menampilkan sesi Bincang Sehat yang dipandu oleh dr. Lula Kamal, dengan menghadirkan Surya Saputra sebagai Brand Ambassador Entrasol, serta dr. Andi Kurniawan, SpKO, dan dr. Adeline Devita dari Kalbe Nutritionals. Diskusi ini akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan tulang.

     

    Dessyana, Business Unit Head Entrasol, menambahkan bahwa Entrasol berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan aktif. “Nutrisi yang baik mendukung kesehatan tulang, otot, dan jantung. Kerja sama kami dengan PERWATUSI adalah bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

    Entrasol juga memperkenalkan produk Entrasol Gold dengan Pro-Fit Formula yang mengandung susu tinggi kalsium, vitamin D, dan ekstrak buah zaitun. Kombinasi ini membantu penyerapan kalsium, mempercepat pembentukan tulang, serta menjaga kepadatan tulang.

    Selain Bincang Sehat, acara ini juga akan menampilkan talk show bertema “Lansia Bugar dan Bahagia”, dengan narasumber Dr. Ade Tobing, SpKO, Prof. Dr. Liche Setiani, MSi, Psikolog, dan Dr. Fahmi Fachrezy, serta moderator Lizvy Revina, SKM, MM. Diskusi ini akan memberikan panduan komprehensif tentang menjaga kesehatan tulang pada lansia dan pentingnya gaya hidup aktif.

    Gebyar Senam PERWATUSI dan sesi “Move for Bone Strength” yang dipandu oleh Dr. Fahmi Obix Master juga akan menjadi bagian penting acara ini, bertujuan mengedukasi peserta tentang pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan tulang.

    Dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, Ketua Umum PB Perosi, menyatakan bahwa osteoporosis adalah ancaman kesehatan serius, terutama bagi wanita yang lebih rentan. “Sebagai organisasi yang fokus pada osteoporosis, kami mendukung penuh kampanye ini. Masyarakat perlu sadar akan pentingnya pencegahan osteoporosis,” tegasnya.

    Filda Yusgiantoro dari Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) juga menyoroti pentingnya kesehatan tulang sebagai fondasi mobilitas dan kualitas hidup. PYC turut mendukung PERWATUSI dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan osteoporosis sejak dini.

    Dengan berbagai kegiatan dan kolaborasi, acara puncak Hari Osteoporosis Nasional 2024 ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan tulang, mencegah osteoporosis, dan meningkatkan kualitas hidup. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang mereka. (red)

  • Mengenal Istilah Istilah Hukum (1)

    Mengenal Istilah Istilah Hukum (1)

    Kesadaran hukum masyarakat masih rendah. Pernyataan itu bahkan kerap diucapkan aparat penegak hukum.

    Untuk meningkatkan kesadaran hukum, tidak cukup dengan curhat melainkan semua pihak harus berbuat. Termasuk  advokat atau penasihat hukum juga berperan memberikan pemahaman pentingnya hukum sekaligus menegakkan hukum.

    Untuk itu, LOMBOKEXPRESS.ID bersama Kantor Advokat dan Konsultan Hukum H Syukur & Rekan, mulai hari ini mengenalkan istilah istilah hukum mulai dari istilah hukum yang berhubungan dengan gugatan dan proses hukum di pengadilan:

    1. Gugatan: Permohonan atau tuntutan yang diajukan oleh penggugat kepada pengadilan untuk mendapatkan penyelesaian atau perlindungan hak atas suatu permasalahan hukum. Gugatan bisa berkaitan dengan sengketa perdata, seperti masalah kontrak, utang piutang, atau sengketa kepemilikan.

    2. Penggugat: Pihak yang mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menuntut hak atau menyelesaikan sengketa. Penggugat adalah orang, badan hukum, atau entitas yang merasa haknya dilanggar.

    3. Tergugat: Pihak yang digugat atau dituntut oleh penggugat dalam perkara perdata. Tergugat bisa berupa individu, badan hukum, atau instansi yang dituduh melanggar hak penggugat.

    4. Replik: Tanggapan tertulis dari penggugat terhadap jawaban atau pembelaan tergugat atas gugatan yang diajukan. Ini adalah bagian dari proses pertukaran dokumen antara penggugat dan tergugat sebelum persidangan.

    5. Duplik: Jawaban tertulis dari tergugat terhadap replik penggugat. Ini adalah kelanjutan dari proses pertukaran argumentasi antara kedua belah pihak sebelum pengadilan memeriksa pokok perkara.

    6. Eksepsi: Keberatan dari pihak tergugat terhadap gugatan yang diajukan, baik terkait prosedur hukum, kewenangan pengadilan, atau masalah teknis lainnya. Eksepsi tidak membahas pokok perkara tetapi lebih kepada aspek legalitas proses gugatan.

    7. Provisi: Permintaan dalam gugatan agar pengadilan memberikan putusan sementara sebelum pokok perkara diputuskan. Biasanya terkait hal-hal yang mendesak atau penting untuk segera dilaksanakan.

    8. Putusan: Keputusan yang dibuat oleh pengadilan setelah mendengarkan argumen dari kedua belah pihak dalam persidangan. Putusan dapat berupa pengabulan, penolakan, atau pengabaian gugatan.

    9. Banding: Proses hukum di mana pihak yang tidak puas dengan putusan pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri) mengajukan permohonan agar perkara tersebut diperiksa kembali di pengadilan yang lebih tinggi (Pengadilan Tinggi).

    10. Kasasi: Upaya hukum terakhir yang diajukan ke Mahkamah Agung untuk memeriksa kembali putusan pengadilan tingkat banding. Kasasi diajukan jika pihak yang berperkara merasa ada kekeliruan hukum dalam putusan banding. (ai/bersambung)

  • Taiwan Serukan Indonesia untuk Menekan Tiongkok agar Hentikan Provokasi Militer di Selat Taiwan

    Taiwan Serukan Indonesia untuk Menekan Tiongkok agar Hentikan Provokasi Militer di Selat Taiwan

    TAIWAN (LOMBOKEXPRESS.ID)–John Chen, Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO), memohon kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk secara terbuka mendesak Tiongkok agar menghentikan provokasi militer terhadap Taiwan demi menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan Selat Taiwan.

    Pada 14 Oktober, Tiongkok melakukan latihan militer Joint Sword 2024-B di sekitar Taiwan yang dianggap menantang tatanan internasional berbasis aturan dan merusak stabilitas kawasan. Pemerintah Taiwan mengecam keras tindakan tersebut dan menyerukan kepada Indonesia dan komunitas internasional untuk bersama-sama mendesak Tiongkok segera menghentikan provokasi militer yang dianggap tidak rasional. Taiwan juga meminta penghentian segala tindakan yang mengancam keamanan laut dan udara di kawasan tersebut.

    Pemerintah Taiwan menilai latihan militer ini sebagai respons langsung terhadap pidato Presiden Taiwan, Lai Ching-te, pada Hari Nasional Double Tenth. Dalam pidatonya, Presiden Lai menyampaikan niat baik kepada Tiongkok, namun niat tersebut diabaikan, dan latihan militer yang dilakukan Tiongkok dinilai sebagai upaya untuk mengintimidasi rakyat Taiwan serta merusak demokrasi dan stabilitas kawasan.

    Tindakan Tiongkok tersebut dianggap sebagai tantangan terhadap tatanan internasional dan mengabaikan konsensus global untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan serta kawasan Indo-Pasifik. Taiwan menegaskan akan terus menjaga nilai-nilai demokrasi, kebebasan, dan stabilitas kawasan.

    Pemerintah Taiwan menyerukan kepada Indonesia untuk memanfaatkan pengaruhnya di ASEAN agar mendorong Tiongkok menghentikan provokasi sepihak. Taiwan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami ekspansi otoritarianisme Tiongkok dan mendukung Taiwan dalam mempertahankan demokrasi.

    Lebih dari 400.000 warga negara Indonesia saat ini tinggal, belajar, dan bekerja di Taiwan, menjadikan perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi kepentingan ekonomi Indonesia serta perlindungan terhadap warga negara ASEAN yang berada di kawasan tersebut.

    Taiwan berharap Indonesia bersama komunitas internasional dapat bersatu melawan ekspansi otoritarianisme Tiongkok demi menjaga tatanan internasional yang berbasis aturan serta kebebasan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. (rls)

  • Kemendagri Dukung Penguatan Kelembagaan Irigasi Lewat Program SIMURP

    Kemendagri Dukung Penguatan Kelembagaan Irigasi Lewat Program SIMURP

    BANDUNG (LOMBOKEXPRESS.ID)– Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam penguatan kelembagaan irigasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Program (SIMURP). Program yang dimulai sejak 2019 ini akan berakhir pada Desember 2024.

    Untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam melanjutkan praktik baik dari Program SIMURP, Kemendagri telah menyusun strategi keluar (*exit strategy*) agar pembelajaran program ini dapat diteruskan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

    “Partisipasi aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam Program SIMURP. Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa kita ambil untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan pengelolaan irigasi, terutama di daerah irigasi yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Wahyu Suharto, Plh. Direktur SUPD II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (19/10).

    Menurut Wahyu, penyusunan strategi keluar melibatkan pemetaan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan penguatan KPI (*Key Performance Indicator*). Kemudian, solusi alternatif dibahas dan rencana tindak lanjut disusun, mencakup dukungan program, kegiatan, dan anggaran yang prioritas, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

    Program dan kegiatan yang sudah dirancang dalam strategi keluar ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, sesuai kebijakan yang berlaku.

    Wahyu berharap, melalui lokakarya yang digelar, semua pihak yang terlibat baik di pusat maupun di daerah dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman guna menciptakan strategi keluar yang efektif, terutama terkait penguatan kapasitas kelembagaan pengelolaan irigasi di daerah.

    “Sasaran akhir dari proses ini adalah terwujudnya penguatan kelembagaan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan untuk mendukung peningkatan layanan irigasi di masa depan,” tambah Wahyu.

    Lokakarya ini menghasilkan beberapa kriteria dan indikator strategi keluar untuk penguatan KPI, yang digunakan untuk menentukan kegiatan prioritas tahunan dan lima tahunan. Selain itu, juga dihasilkan peta pemangku kepentingan serta skema pendanaan berkelanjutan untuk penguatan KPI.

    Pertemuan yang diinisiasi oleh Kemendagri ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten di lokasi Program SIMURP, termasuk NTB, NTT, Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Sulawesi Selatan. (red)

  • PWI Bangka Selatan Kunjungi PWI Jaya, Bahas Program Unggulan

    PWI Bangka Selatan Kunjungi PWI Jaya, Bahas Program Unggulan

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan (Basel) melakukan kunjungan kerja ke PWI Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) pada Senin (21/10/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam wawasan terkait dinamika organisasi serta memahami program-program unggulan yang mungkin dapat diadopsi dan diterapkan di wilayah Bangka Selatan.

    Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, menyambut baik kedatangan PWI Basel dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif tersebut. “Kami sangat bangga dengan kunjungan ini, dan tentu saja ini merupakan suatu kebanggaan bagi PWI Jaya,” kata Kesit dalam sambutannya.

    Didampingi oleh sejumlah pengurus, termasuk Sekretaris Umum Arman Suparman dan Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Irdawati, Kesit memaparkan kinerja serta program-program PWI Jaya periode 2024-2029. Ia menjelaskan bahwa PWI Jaya memiliki berbagai program, baik yang bersifat tahunan maupun insidentil. Salah satu program tahunan unggulan adalah Anugerah Jurnalistik Mohamad Hoesni Thamrin (MHT Award).

    Kesit menjelaskan, MHT Award merupakan kolaborasi antara PWI Jaya dan Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) Pemprov DKI Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada karya jurnalistik yang berfokus pada dinamika pembangunan di DKI Jakarta. “Setiap tahun, kami menerima materi lomba dari tanggal 1 Juni hingga 31 Mei tahun berikutnya,” ujar Kesit.

    Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta menyediakan hadiah bagi tujuh pemenang utama dan memberikan honor bagi para juri. Sedangkan PWI Jaya memberikan penghargaan untuk 14 nomine, masing-masing dua nomine dari tujuh kategori lomba.

    Kesit juga menegaskan bahwa PWI Jaya, sebagai salah satu organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, berfungsi sebagai barometer untuk PWI di seluruh Indonesia. “PWI Jaya dan PWI Basel memiliki visi yang sejalan,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekretaris PWI Basel, Nopandra Putra, yang memimpin delegasi tersebut, menyampaikan bahwa PWI Basel terbentuk pada 2017. Ia juga mengumumkan bahwa pada akhir 2024, PWI Basel akan mengadakan Konferensi PWI Kabupaten (Konferkab) untuk memilih kepengurusan baru. “Kami berencana mengadopsi beberapa program unggulan PWI Jaya, seperti MHT Award,” ungkap Nopandra.

    Nopandra didampingi oleh tujuh pengurus PWI Basel lainnya, termasuk Ilham F.K, Dika, Riki Saputra, Angga Fitriansah, Leo Martin, Tomi, dan Neneng Azizah, satu-satunya pengurus perempuan dalam delegasi tersebut. Mereka berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan organisasi di Bangka Selatan.

    Jumlah anggota PWI di Basel saat ini berkurang dari 40 orang menjadi 22, dengan 16 di antaranya menjabat sebagai pengurus. Nopandra Putra juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat dalam Konferkab PWI Basel mendatang.

    Kunjungan ini berlangsung di Sekretariat PWI Jaya yang berlokasi di Gedung Prasada Sasana Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat. (red)

  • Cerita Mistis di Tanah Lombok, Legenda yang Hidup di Antara Kita

    Cerita Mistis di Tanah Lombok, Legenda yang Hidup di Antara Kita

    TANAH Lombok, pulau yang terletak di sebelah timur Bali, tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya yang memukau dan budaya yang kaya, tetapi juga karena kisah-kisah mistis yang menghiasi sejarah dan kehidupan masyarakatnya.

    Di antara deretan pegunungan, hamparan sawah, dan pantai-pantai yang menawan, tersembunyi cerita-cerita yang menggugah rasa ingin tahu dan membawa kita pada pengalaman spiritual yang mendalam.

    1. Legenda Dewi Anjani dan Gunung Rinjani

    Salah satu cerita mistis yang terkenal di Lombok adalah legenda tentang Dewi Anjani, dewi yang dipercaya menjaga Gunung Rinjani, gunung tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Menurut cerita, Dewi Anjani adalah putri dari Raja Bumi yang memiliki kekuatan luar biasa. Ia tinggal di puncak Rinjani dan mengawasi seluruh pulau Lombok.

    Dewi Anjani dikenal sebagai pelindung para pendaki dan para petani di sekitarnya. Masyarakat percaya bahwa jika seseorang berdoa kepada Dewi Anjani sebelum mendaki Rinjani, mereka akan diberikan keselamatan dan keberkahan. Namun, jika ada yang merusak alam atau berbuat zalim, konon Dewi Anjani akan menurunkan murka-Nya. Oleh karena itu, sebelum mendaki, banyak pendaki yang melakukan ritual sederhana, seperti membakar dupa dan memberikan sesajen sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan.

    2. Kisah Kuda Putih di Desa Sembalun

    Di Desa Sembalun, ada cerita mengenai penampakan kuda putih yang dianggap sebagai pertanda baik. Menurut warga setempat, kuda putih ini sering terlihat menjelang musim panen. Kuda ini dipercaya sebagai perwujudan roh leluhur yang datang untuk memberikan berkah kepada para petani.

    Jika seseorang berhasil melihat kuda putih ini, maka diyakini bahwa hasil panen akan melimpah. Namun, jika kuda tersebut tidak terlihat, masyarakat percaya bahwa ada sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Banyak warga yang sering mengadakan ritual syukuran untuk memohon agar kuda putih itu muncul, menunjukkan betapa kuatnya hubungan mereka dengan alam dan kepercayaan akan keberadaan roh-roh leluhur.

    3. Hantu Perawan di Pantai Senggigi

    Pantai Senggigi yang terkenal dengan keindahan sunset-nya juga memiliki cerita mistis yang cukup menarik. Konon, ada hantu seorang perawan yang sering muncul di malam hari. Ia dikenal sebagai “Gadis Laut” dan dipercaya sebagai jiwa seorang perempuan yang tenggelam di pantai tersebut.

    Warga setempat sering mendengar suara tangisan dan melihat sosoknya berjalan di tepi pantai. Banyak yang mengatakan bahwa ia mencari sesuatu yang hilang, atau mungkin merindukan seseorang. Meskipun menakutkan, cerita ini membuat para pengunjung lebih menghargai keindahan pantai dan memperhatikan etika saat berada di sana, dengan harapan tidak mengganggu ketenangan arwah yang gentayangan.

    4. Tradisi Nyale dan Ratu Laut Selatan

    Setiap tahun, masyarakat Lombok merayakan Festival Bau Nyale, sebuah tradisi yang berkaitan dengan penangkapan cacing laut yang terjadi di Pantai Kuta Lombok. Tradisi ini berasal dari legenda tentang Ratu Laut Selatan, Nyale, yang diyakini sebagai perwujudan dari seorang putri cantik.

    Menurut legenda, Ratu Nyale menjelma menjadi cacing laut dan muncul ke permukaan untuk memberi tahu masyarakat tentang masa depan mereka. Jika tangkapan cacing melimpah, itu dianggap sebagai pertanda baik untuk hasil pertanian dan kehidupan masyarakat. Masyarakat melakukan ritual dengan doa dan puja untuk menghormati Ratu Nyale, berharap agar berkah dan keselamatan senantiasa menyertai mereka.

    Cerita mistis di Lombok merupakan bagian integral dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Dari legenda dewi pelindung Gunung Rinjani hingga penampakan hantu perawan di Pantai Senggigi, semua cerita ini menggambarkan kedalaman spiritual dan hubungan masyarakat Lombok dengan alam dan leluhur mereka.

    Kisah-kisah ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menghormati tradisi yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Lombok, mengenal dan menghargai cerita-cerita mistis ini akan menambah makna dan kedalaman pengalaman mereka di pulau yang mempesona ini. (ai/**)

    Ilustrasi foto: bing.com