Blog

  • Penyebaran Ideologi Kekerasan Kerap Dilakukan Di Institusi Pendidikan, BNPT RI Ingatkan Mahasiswa UI agar Selalu Waspada

    Penyebaran Ideologi Kekerasan Kerap Dilakukan Di Institusi Pendidikan, BNPT RI Ingatkan Mahasiswa UI agar Selalu Waspada

    BOGOR, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republlik Indonesia (BNPT RI) mencatat bahwa institusi pendidikan kerap disalahgunakan dalam penyebaran ideologi kekerasan, untuk itu penting bagi para mahasiswa agar selalu waspada.

    “Institusi pendidikan kerap disalahgunakan dalam penyebaran ideologi kekerasan baik melalui oknum maupun kegiatan ekstrakurikuler yang tak terpantau. Untuk itu, penting bagi para mahasiswa untuk selalu waspada,” jelas Plh. Kepala BNPT RI Irjen. Pol. Ibnu Suhaendra, S.IK., dalam kegiatan Kunjungan Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI di Kantor Pusat BNPT RI Sentul, pada Jumat (8/12).

    Dalam mencegah dan menangani permasalahan tersebut, Ibnu menjelaskan bahwa BNPT RI telah bekerjasama dengan beragam pihak.

    “BNPT RI terus berupaya kerjasama dengan aparat penegak hukum, kementerian dan lembaga, mitra asing, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan khususnya yang berkaitan dengan institusi pendidikan tadi,” tambahnya.

    Guru Besar Departemen Kriminologi UI, Prof. Drs. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, M.Si., M.Sc, Ph.d., menjelaskan maksud kunjungan adalah agar mahasiswa dapat membandingkan antara teori dengan praktik penanggulangan terorisme secara langsung.

    “Kunjungan ini dalam rangka perbandingan. Apa yang mereka dengar di kuliah dengan apa yang terjadi secara langsung di lapangan terkait penanggulangan terorisme,” ucapnya.

    Sebanyak 70 mahasiswa menjadi peserta dalam kegiatan ini, rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Lapas Khusus Terorisme (lapsuster) dan Balai Latihan Kerja narapidana terorisme, yang didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Bina Lapas Khusus Terorisme Kol (Mar) Wahyu Herawan, M.Sc. (bnpt/has)

  • Dirjen Bangda Dorong Portal Satu Data di Kabupaten Rokan Hilir

    Dirjen Bangda Dorong Portal Satu Data di Kabupaten Rokan Hilir

    JAKARTA, NTBNOW.CO- Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, menyelenggarakan pertemuan Koordinasi Percepatan Implementasi dan Integrasi DSSD dalam SIPD dengan Portal Satu Data Kabupaten Rokan Hilir di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, beberapa waktu lalu.

    Rapat tersebut bertujuan untuk koordinasi pengelolaan data statistik sektoral daerah sesuai dengan nomenklatur perencanaan pembangunan daerah dan pemanfaatan data statistik sektoral daerah sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah pada SKPD RI.

    Mewakili Plh. Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD), Rendy Jaya Laksamana, selaku Analis Kebijakan Ahli Madya Sub Direktorat Partisipasi Masyarakat Informasi dan Pembangunan Daerah (PMIPD) mengatakan bahwa ini sesuai mandat Pasal 274 dalam Undang-undang No. 23 tahun 2014.

    “Perencanaan pembangunan daerah didasarkan pada data dan informasi yang dikelola dalam sistem informasi pembangunan Daerah,” lanjut Rendy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/12).

    Rendy menegaskan bahwa Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) mampu mendorong tata kelola pemerintahan di daerah kian akuntabel, efektif, dan efisien dalam mendukung satu data dan satu proses penyelenggaraan pemerintahan daerah.

    Pemerintah Pusat mengupayakan Optimalisasi Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. DSSD menjadi solusi dalam menciptakan data pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Ditjen Bina Bangda memberikan fasilitasi SIPD yang didalamnya mengatur proses data pembangunan daerah, mulai perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban. melalui SIPD dapat terbangun database pengelolaan perencanaan pembangunan daerah secara nasional, sehingga proses analisis datanya lebih mudah.

    Selain itu, pemerintah pusat juga dapat lebih mudah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemda. Sebab, sistem ini menyediakan data informasi lengkap terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah pusat juga dimudahkan dalam merumusan kebijakan yang berbasis data.

    “Bagi pemerintah pusat juga akan efektif dan efisien dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan, semuanya terekam, semuanya terdokumentasi, dan semuanya tersedia yang ada di situ,” terang Rendy.

    Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dari Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian. (rls)

  • SRIKANDI PLN UIW NTB GELAR AKSI PEDULI GIZI

    SRIKANDI PLN UIW NTB GELAR AKSI PEDULI GIZI

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Dalam upaya mewujudkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat, Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar aksi peduli gizi bertajuk Srikandi PLN Movement Penurunan Stunting Anak di NTB. Di pulau Lombok, program ini dilaksanakan di Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sementara itu, di pulau Sumbawa, dilaksanakan di Desa Penyaring, Desa Baru Tahan, Desa Sebewe Kecamatan Moyo Hilir. Adapun pelaksanaan simbolis dilaksanakan di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada Kamis (07/12).

    Kepala Bidang Tata Usaha (Kabid TU) Puskesmas Kecamatan Gangga, Nurhayati yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas aksi Srikandi PLN UIW NTB di Desa Sambik Bangkol, KLU. Ia menerangkan Desa Sambik Bangkol menyumbang 146 orang anak stunting atau 19% angka stunting dari total 756 anak stunting di Kabupaten Lombok Utara.

    “Kami haturkan banyak terima kasih atas kepedulian Srikandi PLN UIW NTB terhadap anak-anak di Desa Sambik Bangkol. Terima kasih atas kepedulian yang begitu hangat,” ujar Nurhayati.

    Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Sambik Bangkol, Hadianto yang turut hadir pada acara tersebut. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini selaras dengan program pemerintah dalam memerangi stunting.

    “Kegiatan ini sangat baik dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Srikandi PLN. Harapan kami tentunya semoga bantuan ini dapat menekan angka stunting, khususnya di Desa Sambik Bangkol sehingga kita dapat menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang,” kata Hadianto.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk Srikandi PLN Movement 2023 melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini diinisiasi sebagai bentuk respons terhadap permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Srikandi PLN terhadap peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Harapan kami, melalui program cegah stunting ini dapat menciptakan generasi Indonesia yang unggul, tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Djarwo.

    Ia menyebut program ini juga merupakan kolaborasi dengan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 185 orang anak di NTB.

    Program Srikandi PLN Movement 2023 sendiri menjadi media bagi Srikandi PLN untuk melakukan intervensi program dengan berbagi ilmu, keahlian dan tenaga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan berkontribusi membantu menyelesaikan masalah sosial lingkungan sekitar perusahaan.

    “Jenis intervensi program yang dilakukan oleh Srikandi PLN berupa penyuluhan secara berkala selama 3 bulan berturut-turut serta pemberian asupan makanan siap saji untuk meningkatkan gizi anak. Harapannya pada akhir program nantinya jumlah anak yang mengalami stunting dapat berkurang dan dapat mencetak generasi penerus yang lebih baik lagi,” harap Djarwo. (red)

  • Rakerda, SMSI Kaltim Deklarasikan Pemilu Damai 2024

    Rakerda, SMSI Kaltim Deklarasikan Pemilu Damai 2024

    TANJUNG REDEB, LOMBOKEXPRESS.ID– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim mengadakan rapat kerja daerah. Berlangsung di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb Berau, kegiatan pada Kamis, 7 Desember 2023 tersebut, dibuka Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang mewakili Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik.

    Rakerda SMSI Kaltim ini dihadiri sejumlah pemilik perusahaan pers dari seluruh Kaltim. Ketua SMSI Kaltim, Abdurahman Amin mengatakan, SMSI merupakan asosiasi perusahaan media yang terbesar di Kaltim saat ini. Ia menyatakan bahwa SMSI sebagai konstituen Dewan Pers terus berupaya berkontribusi dalam dunia pers sebagai pilar keempat demokrasi.

    “Pers adalah anak kandung demokrasi. Itulah sebabnya, pers harus sehat dan bermartabat. Rakerda SMSI di Berau tahun ini berupaya untuk mencapai tujuan mulia tersebut,” jelas Rahman.

    Ia menambahkan bahwa pers yang sehat dan wartawan yang sejahtera sangat memengaruhi kualitas pemberitaan. Faktor-faktor tersebut turut menentukan kualitas seorang jurnalis yang bekerja di perusahaan pers.

    Memasuki tahun politik pada 2024, SMSI Kaltim yang menaungi 99 perusahaan pers di Kaltim merangkai rakerda dengan pesan Pemilu Damai 2024. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan kesepahaman antara SMSI Kaltim dengan Badan Pengawas Pemilu Kaltim.

    “Pers memegang peran yang penting memasuki tahapan pemilu seperti sekarang. Kami mengapresiasi inisiatif SMSI yang mendeklarasikan pemilu damai ini,” jelas komisioner Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat.

    Ketua Bidang Hukum SMSI Pusat, Makali Kumat, mengatakan bahwa SMSI telah dinyatakan sebagai asosiasi media terbesar di Indonesia. Saat ini, anggota SMSI mencapai 2.000 perusahaan pers. Ia menekankan bahwa bukan hanya kuantitas yang besar, SMSI perlu meningkatkan kualitas anggotanya.

    “Kami juga mendukung kegiatan SMSI skala nasional berikutnya diadakan di Berau sekaligus mendukung sektor pariwisata di daerah,” jelas Markali yang hadir dalam rakerda.

    Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan pesan dari Pj Gubernur Kaltim. Menurutnya, Deklarasi Pemilu Damai 2024 ini merupakan hal positif yang dapat menjaga kondusivitas di Kaltim.

    “Kepada seluruh media siber di Kaltim, kiranya menyampaikan pemberitaan yang tepat dan akurat, sehingga menghindari hoaks yang dapat memecah belah kita,” tuturnya.

    Sebagai informasi, pembukaan Rakerda SMSI 2023 di Berau juga dihadiri Wakil Direktur Intelkam Polda Kaltim, AKBP Sindhu Brahmarya, yang mewakili kepala Polda Kaltim. Pembukaan rakerda juga dihadiri perwakilan kejaksaan negeri dari sejumlah kabupaten/kota, asosiasi pengusaha di Berau, serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah di Bumi Batiwakal.

    Sebelumnya dalam laporannya, Ketua SMSI Berau Indra Teguh Nur Cahyadi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Rakerda SMSI Kaltim. Menurut Direktur A-News.com ini pelaksanaan Rakerda tersebut untuk mengukur kesanggupan dirinya menggelar kegiatan berskala nasional.

    “Karena kami mendorong Berau menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) pada 2024 mendatang. Kalau rencana itu disetujui kami ingin memperkenalkan potensi wisata bahari di daerah ini,” pungkas Teguh. (*)

  • PLN GANDENG RUMAH BUMN SUMBAWA GELAR FOCUS GROUP COACHING

    PLN GANDENG RUMAH BUMN SUMBAWA GELAR FOCUS GROUP COACHING

    MATARAM, LOMBOK EXPRESS.ID– PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa berkolaborasi dengan Rumah BUMN Sumbawa menggelar kegiatan Focus Group Coaching (FGC). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM yang menjadi mitra binaan PLN.

    Ketua Sumbawa Education Enterpreneurship and Development) SEED Program, yang merupakan pengelola Rumah BUMN Sumbawa, Lalu Ahmad Taubih, S.AP, M.Sc menjelaskan bahwa FGC adalah kegiatan pendampingan intensif UMKM binaan PLN oleh Rumah BUMN Sumbawa.

    “Pada FGC yang dilaksanakan di Rumah BUMN Sumbawa ini berfokus untuk mengoptimalkan akun toko Shoopee UMKM di antaranya dengan penggunaan deskripsi toko yang menarik, penjelasan harga dan kondisi pada foto-foto produk telah sesuai, fitur-fitur toko telah dimanfaatkan, dan transaksi telah berjalan tanpa kendala,” urai Taubih.

    UMKM binaan PLN nantinya dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu setiap kelompok akan mendapatkan pendampingan khusus untuk menindaklanjuti pengaplikasian materi-materi yang telah diberikan pada pelatihan rutin setiap bulannya.

    “UMKM binaan ini juga mendapatkan pelatihan intensif seperti praktik digital marketing, pembekalan pengetahuan, serta ada sesi tanya jawab untuk memantapkan pemahaman yang didapat,” tambahnya.

    Selain itu, dilakukan juga pengecekan buku penjualan dari UMKM binaan, untuk melihat peningkatan pendapatan pada triwulan 4 Tahun 2023 ini dan dibantu juga untuk mengidentifikasi kendala apa saja yang dihadapi selama Triwulan 4 ini.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan pihaknya antusias dapat melakukan pemberdayaan UMKM binaan. Hal ini tentunya sejalan dengan visi misi perusahaan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

    “Kami sangat gembira dapat menjalankan kegiatan ini berkolaborasi bersama Rumah BUMN Sumbawa. Melalui FGC, kami berharap dapat membantu UMKM binaan PLN mengoptimalkan potensi mereka dalam meningkatkan kualitas layanan dan menjadi mitra yang jauh lebih tangguh,” kata Djarwo. (pln/has)

  • TINGKATKAN POTENSI UMKM BINAAN, PLN GANDENG RUMAH BUMN SUMBAWA GELAR FOCUS GROUP COACHING

    TINGKATKAN POTENSI UMKM BINAAN, PLN GANDENG RUMAH BUMN SUMBAWA GELAR FOCUS GROUP COACHING

    MATARAM, NTBNOW.CO– PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa berkolaborasi dengan Rumah BUMN Sumbawa menggelar kegiatan Focus Group Coaching (FGC). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM yang menjadi mitra binaan PLN.

    Ketua Sumbawa Education Enterpreneurship and Development) SEED Program, yang merupakan pengelola Rumah BUMN Sumbawa, Lalu Ahmad Taubih, S.AP, M.Sc menjelaskan bahwa FGC adalah kegiatan pendampingan intensif UMKM binaan PLN oleh Rumah BUMN Sumbawa.

    “Pada FGC yang dilaksanakan di Rumah BUMN Sumbawa ini berfokus untuk mengoptimalkan akun toko Shoopee UMKM di antaranya dengan penggunaan deskripsi toko yang menarik, penjelasan harga dan kondisi pada foto-foto produk telah sesuai, fitur-fitur toko telah dimanfaatkan, dan transaksi telah berjalan tanpa kendala,” urai Taubih.

    UMKM binaan PLN nantinya dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu setiap kelompok akan mendapatkan pendampingan khusus untuk menindaklanjuti pengaplikasian materi-materi yang telah diberikan pada pelatihan rutin setiap bulannya.

    “UMKM binaan ini juga mendapatkan pelatihan intensif seperti praktik digital marketing, pembekalan pengetahuan, serta ada sesi tanya jawab untuk memantapkan pemahaman yang didapat,” tambahnya.

    Selain itu, dilakukan juga pengecekan buku penjualan dari UMKM binaan, untuk melihat peningkatan pendapatan pada triwulan 4 Tahun 2023 ini dan dibantu juga untuk mengidentifikasi kendala apa saja yang dihadapi selama Triwulan 4 ini.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan pihaknya antusias dapat melakukan pemberdayaan UMKM binaan. Hal ini tentunya sejalan dengan visi misi perusahaan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

    “Kami sangat gembira dapat menjalankan kegiatan ini berkolaborasi bersama Rumah BUMN Sumbawa. Melalui FGC, kami berharap dapat membantu UMKM binaan PLN mengoptimalkan potensi mereka dalam meningkatkan kualitas layanan dan menjadi mitra yang jauh lebih tangguh,” kata Djarwo. (pln/has)

  • Indonesia dan Belgia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Penanggulangan Terorisme

    Indonesia dan Belgia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Penanggulangan Terorisme

    BRUSSEL, LOMBOKEXPRESS.ID– Indonesia yang diwakili oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama penanggulangan terorisme dengan Belgia.

    Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel M.Si menyampaikan jika kerja sama kedua negara perlu terus ditingkatkan melihat dinamika perkembangan ideologi transnasional yang terjadi di belahan dunia.

    “Kerja sama ini harus terus ditingkatkan di masa mendatang”, ungkapnya dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Belgia H.E. Annelies Verlinden, yang didampingi oleh Direktur CUTA Belgia dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Belgia lainnya (1/12).

    Dalam pertemuan itu, Rycko menyampaikan telah banyak yang dilakukan kedua belah negara dalam mengimplementasikan kerja sama yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022.

    “Berdasarkan perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Belgia di bidang penanggulangan terorisme yang telah ditandatangani pada bulan Juni tahun 2022 lalu, telah dilakukan berbagai bentuk kerja sama seperti pertukaran informasi, pengalaman dan pembelajaran terbaik serta penguatan kapasitas dan kapabilitas. Juga telah dilaksanakan pertemuan Joint Working Group, yang pertama dilaksanakan di Belgia dan yang kedua dilaksanakan di Jakarta pada bulan Oktober 2023 lalu”katanya.

    Rycko juga menjelaskan, beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dari hasil pertemuan JWG Oktober lalu, diantaranya pentingnya untuk berbagi pengalaman terkait dengan penanganan wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF (Foreign Terrorist Fighters).

    “Ada lebih dari 60 negara, yang warganya terperdaya dan bergabung dengan FTF di daerah konflik seperti Suriah dan Irak. Saat ini,

    masih banyak pula wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF. Maka, penting untuk berbagi pengalaman terbaik terkait dengan penanganan wanita dan anak-anak yang terasosiasi dengan FTF (Foreign Terrorist Fighters),” terangnya.

    Senada dengan Kepala BNPT, Menteri Dalam Negeri Belgia H.E. Annelies Verlinden menilai peningkatan kerja sama kedua negara dengan berbagi pengalaman dalam mencegah kejadian teror menjadi penting dan strategis.

    “Indonesia adalah negara dengan penduduk yang besar, tentu tidak mudah dalam mengatur dan menjaga keamanannya. Terutama di bidang penanggulangan terorisme, sangatlah penting bagi kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama dan saling berbagi praktik terbaik, karena pengalaman satu negara pasti akan dapat dipetik hikmahnya dan menjadi pembelajaran bagi negara lainnya untuk dapat mengantisipasi suatu kejadian”, tambah Annelies Verlinden. (BNPT/red)

  • BNPT-Kementan Akan Canangkan Peningkatan Deradikalisasi melalui Kolaborasi Program Pertanian

    BNPT-Kementan Akan Canangkan Peningkatan Deradikalisasi melalui Kolaborasi Program Pertanian

    SENTUL, LOMBOKEXPRESS.ID– Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bangbang Surono, Ak., M.M., CA mencanangkan peningkatan kerja sama deradikalisasi antara BNPT dengan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

    Dirinya mengatakan program optimalisasi pemanfaatan lahan rawa yang digarap di 10 provinsi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan eks narapidana terorisme atau mitra deradikalisasi. Hal ini dilakukan karena terdapat banyak faktor yang memicu seseorang terlibat dalam terorisme, salah satunya faktor kemiskinan.

    “Faktor pemicu terorisme tidak tunggal tapi multi faktor, salah satunya kemiskinan, oleh karena itu kita tingkatkan kesejahteraan dan produktivitas mereka (mitra deradikalisasi) melalui program pertanian,” kata Bangbang saat audiensi dengan jajaran Kementan pada Selasa (5/12).

    Selain program Serasi di 10 provinsi, kerja sama BNPT dan Kementan juga akan direalisasikan melalui peningkatan efektivitas Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di 5 provinsi lokasi fokus tim Sinergisitas.

    Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementan Dr. Sudi Mardianto mengatakan Kementan akan memberikan dukungan sesuai potensi masing-masing KTN. Dukungan tersebut dapat berupa bibit, alat pertanian dan pendampingan bagi mitra deradikalisasi untuk mengusahakan lahan pertanian.

    “Di wilayah situ (5 provinsi lokasi fokus tim Sinegisitas) bisa kita kembangkan ekonominya dengan memberikan dukungan sesuai dengan potensi KTN-nya,” ujar Sudi Mardianto.

    Dalam mewujudkan kerja sama ini BNPT dan Kementan akan melakukan pendataan serta koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait mengenai jumlah mitra deradikalisasi yang menjadi penerima manfaat dan kebutuhan lain untuk mendukung deradikalisasi melalui kolaborasi program pertanian. (bnpt/has)

  • Menjaga Keamanan NKRI, BNPT Terus Bangun Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga

    Menjaga Keamanan NKRI, BNPT Terus Bangun Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga

    BOGOR, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mendorong sinergisitas antar kementerian/lembaga khususnya dalam rangka menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Sangat penting kita memiliki network, memiliki hubungan baik, hubungan kerja yang sehat, yang bersinergi untuk bangsa ini. Jika kita tidak melakukan sinergi, niat baik kita menjaga NKRI tidak tercapai,” ungkap Sekretaris Utama BNPT RI, Bangbang Surono, Ak,.M.M.,CA., saat membuka dalam Sharing Knowledge Peningkatan Kemampuan Koordinasi Antar Lembaga dan Instansi Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme, pada Selasa (5/12).

    Sestama BNPT melihat melalui kegiatan Sharing Knowledge Peningkatan Kemampuan Koordinasi Antar Lembaga dan Instansi Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatkan kinerja BNPT RI khususnya dalam meningkatkan kemampuan terkait koordinasi terkait peraturan-peraturan yang akan dibuat.

    “BNPT tugasnya penting, Menjaga keutuhan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Banyak produk-produk hukum yang akan dibuat bersama presiden ataupun oleh pemerintah pasti melalui Sekretariat Negara,” Bangbang menegaskan.

    Bertindak sebagai narasumber, Asisten Deputi Hubungan Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah, Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indoneia, R. Hadi Nugroho, mengatakan bahwa tugas yang diemban oleh BNPT RI dalam menjaga keutuhan NKRI dari tindakan terorisme harus didukung oleh kerjasama antar kementerian dan lembaga yang baik.

    “Kami cukup apresiatif diberikan kesempatan untuk hadir disini dan ini suatu peluang sinergisitas yang potensial sekali,” ungkap Hadi Nugroho. (bnpt/red)

  • Pertaruhan Masa Depan Hubungan Taiwan dan Tiongkok   

    Pertaruhan Masa Depan Hubungan Taiwan dan Tiongkok  

    Oleh A. Safril Mubah*

    Pemilihan Presiden Taiwan pada 13 Januari 2024 akan menentukan pola relasi Taiwan dengan Tiongkok di masa mendatang. Hasil pilpres bakal berdampak signifikan pada seberapa dekat atau jauh hubungan kedua negara tersebut. Terlepas dari siapapun yang terpilih menjadi presiden nantinya, inilah pertaruhan masa depan hubungan Taiwan dan Tiongkok.

    Ada tiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang berkontestasi dalam Pilpres Taiwan. Pertama, Capres Lai Ching-te dan Cawapres Hsiao Bi-khim dari partai penguasa, Partai Progresif Demokratik (DPP).

    Lai adalah wakil presiden saat ini dalam pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen. Sebelumnya, dia pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (1999-2010), Walikota Tainan (2010-2017), dan Kepala Eksekutif Taiwan (2017-2019).

    Sementara, Hsia adalah mantan anggota DPR (2002-2008 dan 2012-2020) yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat (2020-2023) setelah ditetapkan sebagai cawapres pada 30 November 2023.

    Kedua, Capres Hou Yu-ih dan Cawapres Jaw Shaw-kong yang dinominasikan oleh partai oposisi utama, Kuomintang(KMT). Sejak 2018 hingga kini, Hou menjabat Walikota New Taipei. Dia merupakan purnawirawan jenderal polisi yang pernah menduduki posisi Kepala Kepolisian Taiwan (2008-2010). Pasangannya, Jaw, adalah mantan anggota DPR (1987-1991 dan 1993-1994) dan pemilik jaringan stasiun radio Broadcasting Corporation of China.

    Ketiga, Capres Ko wen-je dan Cawapres Cynthia Wu yang dicalonkan oleh Partai Rakyat Taiwan (TPP). Ko adalah Ketua Umum TPP yang pernah menjabat Walikota Taipei (2014-2022). Dalam pemilihan Walikota Taipei pada 2014 dan 2018, Ko maju melalui jalur independen dan berhasil terpilih sebagai orang nomor satu di Ibukota Taiwan.

    Pada 2019, dia mendirikan TPP yang lantas menjadi tiketnya untuk berkontestasi dalam pilpres. Ko berpasangan dengan Wu, anggota DPR yang juga putri pengusaha besar Taiwan pemilik Shin Kong Group, Eugene Wu.

     

    Isu Lintas Selat

     

    Dalam setiap kali pilpres, isu yang selalu mengemuka dan cenderung jadi perdebatan panas antarkandidat adalah hubungan lintas selat. Sejak DPP mengambil alih kekuasaan dari KMT pada 2016, Taiwan semakin bergerak menjauh dari Tiongkok.

    Selama masa pemerintahan DPP, Presiden Tsai berambisi untuk mengurangi ketergantungan Taiwan terhadap Tiongkok seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Ma Ying-jeou (2008-2016).

    Karena itu, melalui New Southbound Policy, Tsai mendorong Taiwan untuk berhubungan semakin erat dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan dengan mengembangkan kerjasama berbasis kemitraan masyarakat.

    Hasilnya, di kala nilai total perdagangan dan investasi antara Taiwan dan Tiongkok menurun, kerjasama ekonomi dan sosial budaya antara Taiwan dan 18 negara sasaran New Southbound Policy terus meningkat.

    Menurut data statristik Kementerian Hubungan Ekonomi Taiwan, nilai total investasi Tiongkok di Taiwan menurun tajam dari 247,6 juta dollar AS pada 2016 menjadi 38,7 juta dollar AS pada 2022.

    Sejalan dengan itu, nilai investasi Taiwan di Tiongkok juga menurun dari 9,7 juta dollar AS ke 5 juta dollar AS pada periode yang sama. Penurunan signifikan tersebut mencerminkan semakin memburuknya hubungan Taiwan dan Tiongkok. Hal itu tidak hanya terjadi di sektor ekonomi, tetapi juga dalam bidang politik dan keamanan.

    Dalam ranah diplomatik, Tiongkok terus mempersempit ruang gerak Taiwan di panggung internasional. Pemerintahan Presiden Xi Jinping membujuk negara-negara mitra diplomatik Taiwan untuk memindahkan pengakuannya dari Taipei ke Beijing. Dampaknya, Taiwan kehilangan 9 dari 22 mitra diplomatiknya hanya dalam waktu enam tahun (2016-2022).

    Taiwan kini hanya memiliki 13 negara mitra diplomatik dan semuanya adalah negara-negara kecil yang tidak berpengaruh dalam panggung diplomasi global seperti Kepulauan Marshal, Nauru, Palau, Tuvalu, Eswatini, Vatikan, Belize, Guatemala, Haiti, Paraguay, Saint Kitts dan Nevis, Saint Vincent dan Grenadines, dan Saint Lucia.

    Masalah keamanan juga menjadi tantangan besar Taiwan. Tiongkok tidak pernah berhenti menggertak Taiwan dengan melontarkan ancaman aneksasi wilayah Taiwan. Bagi Xi, Taiwan adalah wilayah integral yang harus disatukan dalam kedaulatan Tiongkok. Sebaliknya bagi Tsai, Taiwan adalah negara independen yang memiliki kedaulatan sendiri. Posisi inilah yang memicu Tiongkok untuk terus menekan Taiwan.

    Setiap hari pesawat tempur Tiongkok selalu melintasi garis tengah Selat Taiwan dan bahkan masuk ke wilayah udara Taiwan. Ketika menyikapi kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, Angkatan Udara Tiongkok mengirimkan 49 pesawat tempur ke Selat Taiwan pada 5 Agustus 2022. Itulah jumlah terbanyak pesawat tempur Tiongkok yang terbang di Selat Taiwan dalam satu hari. Operasi semacam itu terus dilancarkan hingga kini.

     

    Perbedaan Posisi

     

    Eskalasi ketegangan hubungan Taiwan dan Tiongkok disikapi masing-masing kandidat dengan posisi berbeda. Sebagai bagian dari kabinet Tsai, Lai menegaskan bahwa Tiongkok-lah yang menjadi penyebab meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan.

    Berbeda dengan Tsai yang bersikap moderat dengan menyatakan bahwa Taiwan sudah menjadi negara independen dan berdaulat sehingga tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan, Lai adalah sosok pemimpin yang sangat vokal menyuarakan kemerdekaan Taiwan.

    Namun, setelah ditetapkan DPP sebagai capres, Lai cenderung menahan diri dalam melontarkan pandangannya tentang kemerdekaan Taiwan. Bisa jadi, hal itu merupakan bagian dari strategi karena publik Taiwan sesungguhnya merasa sangat nyaman dengan kondisi status quo.

    Survei National Chengchi University, Taiwanese Public Opinion Foundation, dan My Formosa menghasilkan simpulan temuan bahwa mayoritas rakyat Taiwan memilih status quo yang nantinya bergerak menuju kemerdekaan.

    Pilihan posisi Lai membuatnya unggul dalam berbagai jajak pendapat dengan selisih rata-rata 3-6 persen di depan Hou. Hal itu jelas tidak disukai Tiongkok sehingga muncul kekhawatiran adanya intervensi pemerintahan Xi terhadap Pemilu Taiwan untuk menghindarkan kemenangan DPP.

    Secara historis, Beijing selalu mendukung kandidat KMT mengingat garis politik tradisionalnya untuk menjalin hubungan dekat dengan Tiongkok. Hou menolak tegas kemerdekaan Taiwan dan lebih memilih memaksimalkan dialog dengan Tiongkok guna memperbaiki hubungan kedua belah pihak.

    Serupa dengan Hou, Ko sebenarnya juga mendorong Taiwan membuka kembali hubungan dengan Tiongkok. Bedanya, Ko tetap mempertahankan status quo dengan meningkatkan anggaran pertahanan Taiwan sambal terus berkomunikasi dengan Tiongkok untuk meminimalisir terjadinya perang. Dapat dikatakan, Ko mengambil posisi jalan tengah di antara Lai dan Hou.

    Mencermati dinamika posisi tersebut, hampir dapat dipastikan perdebatan isu lintas selat akan semakin memanas hingga hari pemungutan suara. Tren menipisnya perolehan poin antarkandidat dalam serangkaian jajak pendapat merefleksikan kemungkinan keketatan selisih suara mereka.

    Jika Lai menang, hubungan Taiwan dan Tiongkok semakin merenggang dan bahkan bisa lebih tegang dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya jika Hou menang, deeskalasi ketegangan lintas selat sangat mungkin terjadi seiring dengan semakin eratnya relasi Taiwan dan Tiongkok. Sementara, kemenangan Ko berpotensi memperbaiki komunikasi Taiwan dan Tiongkok, tetapi dalam beberapa hal ketegangan tetap mungkin terjadi.

     

    *A. Safril Mubah adalah Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas

    Airlangga dan Alumnus National Chengchi University, Taipei, Taiwan.