Blog

  • Taiwan, Mitra Terpercaya Menuju Masa Depan Emisi Nol Bersih

    Taiwan, Mitra Terpercaya Menuju Masa Depan Emisi Nol Bersih

    Oleh: Shieu Fuh-sheng*

    Perubahan iklim berdampak pada dunia dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer terus meningkat dan suhu rata-rata global mencapai rekor tertinggi. Tapi ini belum terlambat. Jika kita bertindak sekarang, kita masih bisa mencapai masa depan bumi yang layak huni dan berkelanjutan.

    Taiwan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mencapai tujuan bersama yaitu emisi nol bersih. Saat dunia menghadapi ancaman perubahan iklim dan tantangan restrukturisasi rantai pasokan, Taiwan adalah mitra yang dapat diandalkan, aman, dan dapat dipercaya.

    Pada Februari tahun ini Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan pemberlakuan Undang-Undang Respons Perubahan Iklim yang mengodifikasikan sasaran emisi nol bersih tahun 2050 ke dalam undang-undang.

    Dengan meningkatkan target nol bersih dari deklarasi kebijakan menjadi persyaratan hukum, Taiwan telah menunjukkan tekadnya untuk mengurangi emisi.

    Pemerintah Taiwan sedang menyiapkan mekanisme penetapan harga karbon dan memperkenalkan insentif keuangan untuk memandu dunia usaha menuju pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

    Pada 2022 Taiwan menerbitkan Jalur Menuju Emisi Nol Bersih pada 2050 dan mengumumkan 12 strategi utama untuk transisi nol bersih. Berdasarkan landasan tata kelola ganda yaitu penelitian dan pengembangan teknologi serta undang-undang iklim, Taiwan meningkatkan transisi energi, industri, sosial, dan gaya hidup.

    Fase pertama (2023 hingga 2026) dari program ilmu pengetahuan dan teknologi nol bersih akan berfokus pada lima bidang pembangunan utama, yakni sumber energi berkelanjutan dan berorientasi masa depan; rendah karbon dan pengurangan karbon; emisi karbon negatif; ekonomi sirkular; serta kemanusiaan dan ilmu sosial.

    Program ini akan mempromosikan penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi nol bersih, dan Taiwan telah mencapai hasil luar biasa dalam transisi energi. Selama 10 tahun terakhir, intensitas energi telah meningkat rata-rata sebesar 2,9 persen per tahun.

    Menurut laporan tahun 2022 yang diterbitkan oleh Dewan Amerika untuk Ekonomi Efisien Energi, efisiensi energi Taiwan telah meningkat ke peringkat kedelapan di dunia, kedua setelah Jepang di Asia.

    Selama lima tahun terakhir, kapasitas energi terbarukan di Taiwan telah tumbuh rata-rata 21,9 persen setiap tahun, dibandingkan pertumbuhan rata-rata global sebesar 9,1 persen. Taiwan telah mengungguli negara tetangganya di Asia termasuk Republik Korea, Tiongkok, dan Jepang.

    Pada 2023 kapasitas gabungan instalasi tenaga angin dan surya di Taiwan mencapai sekitar 13,9 gigawatt, meningkat tujuh kali lipat dari tahun 2016. Sebanyak 264 turbin angin lepas pantai telah dipasang di seluruh negeri. Energi terbarukan diharapkan dapat menghasilkan 10 persen dari seluruh listrik Taiwan tahun ini.

    Untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan mengurangi polusi udara dan emisi karbon, pemerintah akan terus memaksimalkan pengembangan energi ramah lingkungan dan energi berorientasi masa depan serta lebih meningkatkan efisiensi energi.

    Melalui upaya-upaya ini, bersama dengan langkah-langkah pelengkap seperti mengembangkan penyimpanan energi yang terdiversifikasi dan memperkuat ketahanan jaringan listrik, Taiwan siap mencapai transisi energi.

    Seiring dengan semakin banyaknya negara yang berkomitmen terhadap emisi nol bersih, Taiwan telah melakukan reformasi struktural untuk mengonsolidasikan otoritas lingkungan hidup dan memperkuat kapasitas administratif.

    Pada Agustus lalu, Badan Perlindungan Lingkungan direstrukturisasi dan ditingkatkan menjadi Kementerian Lingkungan Hidup (Ministry of Environment/MOE).

    Badan Perubahan Iklim yang baru dibentuk bertugas mengkoordinasikan upaya untuk merespons perubahan iklim dan mengurangi gas rumah kaca. Hasil penelitian ilmiah mengenai perubahan iklim dan pelaksanaan aksi adaptasi telah dipublikasikan dalam laporan Komunikasi Adaptasi.

    Taiwan juga membentuk tim interdisipliner untuk menyusun Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim. Inisiatif ini mempromosikan solusi berbasis alam dan memberdayakan kelompok rentan.

    Upaya-upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Taiwan secara keseluruhan dalam menanggapi perubahan iklim, melindungi keselamatan publik, dan mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

    Lebih dari 70 persen sumber daya Taiwan diperoleh melalui impor. Namun pada 2022 tingkat daur ulang sampah kota mencapai 59,5 persen dan tingkat penggunaan kembali sampah industri naik menjadi 86,5 persen.

    Melalui Badan Sirkulasi Sumber Daya yang baru dibentuk di bawah Kementerian Pendidikan, fokus sebelumnya pada pengendalian polusi telah beralih ke pengembangan sirkulasi sumber daya secara keseluruhan, peningkatan efisiensi tata kelola lingkungan, pengembangan ekonomi sirkular, dan pengenalan konsep nihil limbah.

    Berdasarkan landasan kokoh yang ada, Taiwan telah merumuskan tiga strategi sirkulasi, yaitu menggunakan desain ramah lingkungan untuk pengurangan sampah pada sumbernya, mendaur ulang dan menggunakan kembali sumber daya, serta menyeimbangkan dan mengelola kapasitas pengolahan sampah.

    Jaringan sirkular yang berfungsi dengan baik akan tercipta melalui koordinasi dengan industri hulu, tengah, dan hilir.

    Taiwan juga mengembangkan teknologi dan sistem inovatif untuk mendukung sirkulasi sumber daya dan mempercepat kemajuan menuju visi nol limbah dan emisi nol bersih. Taiwan adalah negara dengan perekonomian yang berorientasi ekspor. Operasi bisnisnya sangat dipengaruhi oleh kondisi dan peraturan internasional.

    Dengan adanya tren global terhadap mekanisme penyesuaian batas karbon dan persyaratan rantai pasokan ramah lingkungan, pemerintah telah membentuk mekanisme koordinasi antarkementerian untuk membantu perusahaan memahami dan mengurangi kandungan karbon dalam produk mereka dan mendorong sistem penetapan harga karbon.

    Rencana Aksi Keuangan Ramah Lingkungan Taiwan mendukung transisi industri rendah karbon dengan mengarahkan investasi modal ke bisnis ramah lingkungan atau berkelanjutan; meningkatkan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan di perusahaan Taiwan; dan memperkuat pembangunan berkelanjutan mereka.

    Taiwan Carbon Solution Exchange (TCX) yang didirikan pada Agustus 2023 menciptakan insentif bagi perusahaan untuk mengurangi emisi karbon melalui perdagangan dan pertukaran pasar. TCX juga mempromosikan penelitian dan pengembangan teknologi rendah karbon, memperkuat pengembangan talenta pasar karbon, dan mendorong siklus ekonomi hijau.

    Sebagai kekuatan untuk kebaikan dunia, Taiwan secara pragmatis terus mencari peluang untuk berkontribusi bagi komunitas internasional, meskipun menghadapi berbagai kendala.

    Dengan memanfaatkan keunggulan dan kekuatannya dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, Taiwan dapat menerapkan keahliannya pada program-program di berbagai bidang seperti bantuan bencana, pencegahan bencana, lingkungan hidup, kedokteran, kesehatan masyarakat, dan energi hijau.

    Kami berharap masyarakat Taiwan mendapatkan akses yang sama terhadap karya Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

    Kami berharap Taiwan dapat bergabung dalam mekanisme kerja sama internasional untuk mengatasi perubahan iklim, berpartisipasi dalam negosiasi terkait Perjanjian Paris, dan mengambil tindakan kolektif dengan komunitas internasional untuk bersama-sama mengatasi krisis iklim.

    Taiwan adalah bagian penting dari solusi ini dan merupakan mitra yang dapat diandalkan, aman, dan dapat dipercaya ketika dunia menghadapi semakin besarnya ancaman perubahan iklim dan melakukan penyesuaian terhadap restrukturisasi rantai pasokan.

    *Shieu Fuh-sheng adalah Menteri Lingkungan Hidup Republik of China (Taiwan).

  • BNPT RI Ajak Mahasiswa Lebih Kritis Terhadap Buku Bacaan yang Disusupi Paham Radikalisme

    BNPT RI Ajak Mahasiswa Lebih Kritis Terhadap Buku Bacaan yang Disusupi Paham Radikalisme

    YOGYAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk kritis terhadap buku-buku bacaan yang kemungkinan disusupi oleh narasi paham radikalisme, salah satunya buku seri materi Tauhid For the Greatest Happiness karangan Abu Sulaiman Aman Abdurrahman.

    Diharapkan dengan sikap kritis terhadap buku bacaan, mahasiswa yang merupakan generasi muda dapat memiliki daya tangkal dan dan daya cegah terhadap paham radikalisme dan terorisme.

    “Buku buku ini meracuni pelajar dan mahasiswa untuk menjadi radikal dan menjadi teroris. Dan ini sebagai upaya kita untuk kepada generasi muda supaya memiliki daya tangkal dan mencegah radikalisme dan terorisme di tanah air,” ungkap Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen. Pol. Ibnu Suhaendra, S.I.K., dalam acara Diskusi umum barang bukti buku tindak Pidana terorisme yang dilakukan bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, di Yogyakarta pada Selasa (28/11).

    Ibnu menjelaskan jika acara Diskusi Umum kritik terhadap buku Aman Abdurrahman ini adalah sebagai tindak lanjut atas putusan pengadilan yang menyatakan bahwa buku-buku sitaan yang memiliki konten radikal terorisme untuk dilakukan analisa dan kajian. Yang mana hasilnya dapat pula dimanfaatkan untuk melakukan kontra terhadap ideologi terorisme.

    Deputi 2 BNPT menambahkan buku Tauhid For the Greatest Happiness menjadi semacam alat perekrutan untuk menyasar generasi muda yang masih belum stabil, dan masih dalam proses pencarian jati diri.

    “Adapun sasaran mereka adalah generasi muda yang dinilai masih belum stabil, masih dalam proses pencarian jati diri, dan dekat dengan teknologi media sosial. Hal tersebutlah yang dimanfaatkan untuk merekrut ke dalam pemahaman radikal dan jaringan terorisme,” ujarnya.

    Jenderal Polisi bintang dua ini pun berharap mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta mampu mendeteksi dini, memahami dan menyaring buku-buku yang beredar dan tidak terjerumus dengan ajaran yang menyimpang.

    “Kami berharap dapat mengajak hadirin sekalian memahami tentang ajaran tauhid yang benar yaitu menekankan cinta, kedamaian, dan ketaatan kepada Tuhan YME, serta menjadi sarana untuk mempromosikan perdamaian, bukan sebaliknya,” jelasnya.

    Di lain pihak, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta Dr. Moch. Sodik, M.Si., menilai kepedulian mahasiswa dalam membaca buku akan semakin meningkat dan dibarengi oleh pola pikir yang kritis sehingga mampu memberikan penjelasan ke masyarakat sekitarnya.

    “Jadi daya kritis ini yang penting, karena dengan daya kritis muncul, maka dia (mahasiswa) bisa menjelaskan pada masyarakat yang lain, ini sebagai agen perubahan. Dengan nalar kritis ini mereka bisa memilih dan memilah, sambil kami yang di pimpinan dan dosen-dosen juga mengarahkan buku buku yang berbahaya dan yang tidak,” ungkapnya.

    Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Eks Napiter, Ust. Alex Abu Qutaibah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. JM. Muslimin, Ph.D., Direktur URAIS Kementerian Agama RI, Dr. H. Adib, M.Ag., Direktur COMTC UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Bono Setyo, M.Si., serta Ketua Pusat Moderasi Beragama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Moh. Mahfud, M.Si. (bnpt/has)

  • Siapkan Kelistrikan untuk Pesta Demokrasi, PLN Jalin  Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu NTB

    Siapkan Kelistrikan untuk Pesta Demokrasi, PLN Jalin  Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu NTB

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Dalam rangka mendukung suksesnya pesta demokrasi di provinsi Nusa Tenggara Barat, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram terus mengintensifkan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB.

    Dalam kesempatan ini, manajemen PLN UP3 Mataram melakukan kunjungan ke sejumlah kantor KPU dan kantor Bawaslu yang ada di Pulau Lombok antara lain Kantor KPU Provinsi NTB, Kantor KPU Kota Mataram, KPU Lombok Utara, Bawaslu Lombok Utara, Bawaslu Lombok Barat, KPU Lombok Barat, Bawaslu Lombok Tengah, KPU Lombok Tengah, KPU Lombok Timur dan Bawaslu Lombok Timur pada Jumat (17/11).

    Kepala Bagian Umum KPU Provinsi NTB, Drs. I Gede Suantara, MH yang turut menyampaikan terima kasih atas sinergi dan penjelasan yang telah disampaikan. Ia menyebut kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keandalan pasokan listrik selama proses pemilihan umum.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada rombongan manajemen PLN atas kunjungannya kali ini, semoga sinergi dapat terus terjaga dan PLN mampu memberikan layanan kelistrikan yang andal,” ungkap Gede Suantara.

    Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Kantor KPU Kota Mataram, Moch. Wahyurridho, SH, yang menyambut baik silaturahmi yang dilaksanakan oleh PLN. Ia mengungkapkan bahwa perhelatan pemilihan umum ini akan menjadi satu momen penting dalam sejarah demokrasi. Momen tersebut tentu saja harus didukung dengan sistem layanan kelistrikan yang andal sehingga pemilu dapat berjalan lancar.

    “Kantor KPU menjadi salah satu sorotan penting dalam pemilihan umum yang digelar di 2024, dukungan dari PLN tentang kelistrikan sangat berarti bagi kami, terima kasih kepada PLN telah memberikan penjelasan kepada kami,” ungkap Moch. Wahyurridho.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menyampaikan bahwa peran kelistrikan sangat penting dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan diselenggarakan beberapa bulan mendatang.

    “Pemilihan umum adalah momen penting bagi demokrasi. Keterlibatan PLN dalam koordinasi ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung integritas dan kelancaran proses pemilihan,” kata Djarwo.

    Djarwo juga mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengawal pesta demokrasi dengan listrik yang andal. Hal ini mencakup evaluasi dan penguatan infrastruktur listrik di lokasi-lokasi pemungutan suara, kantor-kantor administrasi, dan pusat pengolahan data pemilihan. PLN NTB berkomitmen untuk menyediakan daya listrik yang memadai, sehingga proses pemilihan dapat berjalan lancar tanpa hambatan kelistrikan.

    “Tujuan kami bersilaturahmi yaitu yang pertama dapat meningkatkan engagement antar stakeholder dengan pimpinan KPU Provinsi NTB, yang kedua tentu saja menyampaikan kesiapan PLN dalam mendukung gelaran pemilu mendatang, dan yang ketiga untuk mendapatkan pandangan-pandangan dari titik-titik krusial mana saja yang akan mendapat perhatian utama bagi kami,” tutup Djarwo. (pln/has)

  • Kemeriahan Pujawali dan Perang Topat Menunjukkan Kebersamaan Umat Hindu dan Islam

    Kemeriahan Pujawali dan Perang Topat Menunjukkan Kebersamaan Umat Hindu dan Islam

    LOBAR, LOMBOKEXPRESS.ID– Ribuan warga Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, memeriahkan prosesi Pujawali dan Perang Topat di Pura Lingsar. Ritual ini menjadi simbol keharmonisan antara umat Hindu dan Islam di daerah NTB.

    Dalam pidato Pj Gubernur, Miq Gite, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum perang ketupat untuk memperkuat silaturahmi dan menanamkan nilai toleransi. “Pujawali perang ketupat bukan hanya ritual tahunan, tapi juga momentum menghidupkan semangat toleransi dalam pembangunan daerah dan negara,” ujar Miq Gite.

    Gubernur juga mengingatkan akan pentingnya persatuan menjelang pemilihan umum 2024, mengimbau agar perbedaan aspirasi tidak menjadi sumber konflik. Terima kasih disampaikan kepada Bupati Lombok Barat atas upaya bersama dalam menjaga warisan dan semoga semangat perang ketupat terus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

    Bupati Sumiatun menekankan perang ketupat adalah tradisi budaya tahunan masyarakat Lombok, diadakan sebagai bentuk syukur atas hasil panen. Ritual dimulai dengan kemaliq di Pura Lingsar, diikuti oleh saling lempar ketupat antara umat Hindu dan Muslim sebagai wujud toleransi dan pluralisme.

    Ketua Panitia Pujawali, A. A. Ketut Agung Oka Kartha Wirya, menjelaskan bahwa Kemaliq Perang Topat merupakan bagian dari rangkaian pujawali di Pura Lingsar. Prosesi melibatkan umat Hindu dalam persiapan, maturan ayunan, hingga persembahyangan bersama. Acara malam dilanjutkan dengan pementasan seni budaya.

    Sekretaris panitia, I Made Putra Usahada SH, menyampaikan kegembiraan atas keberhasilan acara. “Masyarakat dua agama bersatu dalam satu acara, contoh yang patut dijaga. Terima kasih kepada semua koordinator panitia pujwali dan Perang topat sukses ,” ungkapnya.

    Semangat toleransi dan kerukunan umat beragama terus menjadi bagian hidup di Lombok Barat, tercermin melalui kemeriahan Pujawali dan Perang Topat di Pura Lingsar yang sukses menggambarkan kebersamaan dan keindahan keberagaman. (nang)

  • Kapolresta: Perang Topat Cermin Toleransi Beragama di Lombok

    Kapolresta: Perang Topat Cermin Toleransi Beragama di Lombok

    LOBAR, LOMBOK EXPRESS. ID– Setelah memimpin apel kesiapan Pengamanan Pujawali Perang Topat, Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH., juga menghadiri acara tersebut sebagai tamu undangan, di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (27/11/2023).

    Hadir pada acara yang telah menjadi budaya bagi masyarakat Hindu yang ada di kecamatan lingsar kususnya ntb tersebut Pj. Gubernur NTB, Direktur Event Pariwisata RI, Bupati Lombok Barat, Ketua DPRD Lombok Barat, Asisten 1 Setda Lombok Barat, Wakapolres Lombok Barat, Pasilog Kodim 1606/Mataram, Kepala Kesbangpol Lombok Barat, Kasat Pol PP Lombok Barat. Kadis Pariwisata Lombok Barat, Kadis Bapeda Lombok Barat, Kadis Perijinan Lombok Barat, ketua panitia pujawali pura lingsar serta Para budayawan Lombok dan tamu undangan lainnya.

    Usai acara sebelum memimpin Apel Konsolidasi hasil Pengamanan, Kapolresta Mataram kepada media ini menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Lombok Barat khususnya masyarakat Kecamatan Lingsar yang telah bersama-sama mengikuti acara ini dengan aman dan lancar sesuai harapan kita.

    Ia menceritakan apa yang disampaikan Pj. Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi bahwa perang Topat ini bukan perang untuk menghancurkan musuh tetapi perang untuk mencari sahabat. Kegiatan perang Topat di Kabupaten Lombok Barat ini merupakan cermina toleransi yang kuat antar dua umat beragama yang ada di pulau Lombok.

    “Tentu budaya ini harus dapat dipertahankan dan dapat terus berkembang dari tahun ke tahun,”jelas Kapolresta Mataram.

    Berdasarkan kisah yang disampaikan bahwa perang Topat ini merupakan bentuk memperkuat silaturahmi antar kedua umat beragama, tentu toleransi umat beragama yang telah terjalin kuat ini diharapkan akan mampu mencegah terjadinya rasa tidak senang atas perbedaan pilihan yang akan terjadi pada pemilu 2024 mendatang.

    “Semoga makna perang topat ini akan terus tertanam pada masyarakat Lombok sehingga Harkamtibmas tentu dapat dicipkan bersama-sama,”pungkasnya. (nang)

  • PLN NTB GELAR PROMO SPESIAL DI TAMAN AMAHAMI KOTA BIMA

    PLN NTB GELAR PROMO SPESIAL DI TAMAN AMAHAMI KOTA BIMA

    KOTA BIMA, LOMBOK EXPRESS.ID– Memperingati Hari Listrik Nasional 78 tahun 2023, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima menggelar acara promo Hari Listrik Nasional di Taman Amahami Kota Bima, Minggu (19/11) sepekan yang lalu. Acara ini menarik antusias masyarakat karena banyak kegiatan menarik, termasuk promo spesial bagi pelanggan setianya.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo mengungkapkan bahwa pelanggan dapat menikmati promo tambah daya hingga 7700 VA dengan biaya hanya 271.023 rupiah saja sampai tanggal 30 November 2023.

    “Kami sangat senang dapat menggelar acara ini dan merayakan Hari Listrik Nasional dengan memberikan kabar gembira untuk pelanggan setia kami. Promo ini merupakan bentuk apresiasi kami atas dukungan masyarakat selama ini. Dengan biaya yang terjangkau, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas daya listrik mereka, memenuhi kebutuhan kelistrikan sehari-hari,” ungkap Djarwo.

    Adapun syarat untuk mendapat harga promo tambah daya ini adalah dengan melakukan pembelian token listrik minimal Rp50.000 atau bayar tagihan listrik via aplikasi PLN Mobile. Djarwo juga menjelaskan, pihaknya memberikan stimulus tambah daya agar pelanggan dapat menikmati listrik yang lebih stabil yang andal serta untuk mendukung aktivitas sehari-hari yang semakin berkembang.

    “Tentunya ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin lebih leluasa menggunakan listrik. Promo kali ini memberikan pilihan harga yang lebih ekonomis untuk pelanggan yang ingin tambah daya,” tambahnya.

    Tidak hanya itu, PLN UP3 Bima turut menggelar demonstrasi penggunaan kompor induksi di acara tersebut. Hal ini sebagai bagian dari upaya PLN untuk mempromosikan efisiensi energi dan penggunaan peralatan listrik yang ramah lingkungan. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi aplikasi PLN Mobile agar pelanggan dapat lebih mudah mengakses informasi terkait tagihan, pemakaian, dan layanan lainnya.

    Acara ini dihadiri oleh ratusan warga Kota Bima yang antusias menyambut kegiatan ini. Para peserta acara diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada tim PLN Bima mengenai promo, mencoba penggunaan kompor induksi, dan berbagai hal terkait pelayanan listrik. Acara berlangsung meriah dan diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara PLN dan pelanggan setianya.

    “Dengan menggelar acara ini, kami menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di era modern ini,” pungkasnya. (adv)

  • Kerjasama Interpol Kian diperlukan untuk Berantas Kejahatan Transnasional

    Kerjasama Interpol Kian diperlukan untuk Berantas Kejahatan Transnasional

    Oleh Chou Yew-woei*

    MEREBAKNYA  pandemi COVID-19 yang disusul dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan berujung pada keterbatasan serta kesulitan finansial.

    Masa sulit tersebut membuat peluang kerja menjadi makin menyempit. Namun, hal yang tak bisa dihindari bagi mereka yang bekerja di luar negeri adalah risiko menjadi sasaran perdagangan manusia yang merupakan kejahatan transnasional baru dan mengancam masyarakat global.

    Adapun beberapa jenis praktik perdagangan manusia dimaksud seringkali muncul dalam kasus-kasus terbaru terkait kejahatan transnasional.

    Sebagai contoh: “Suatu malam, saat saya merenung tentang orang yang saya cintai yang sedang bekerja di luar negeri, saya menerima pesan singkat darinya. Dia berbicara tentang betapa menyenangkan dan asiknya bekerja di sana dan berharap saya bisa bergabung dengannya.”

    Dia pun berkata bahwa kita dapat meraih masa depan yang lebih cerah bersama-sama. Apakah contoh penipuan seperti ini lazim kita dengar?

    Penipuan adalah jenis kejahatan dengan sejarah yang panjang dan telah hadir seiring dengan perkembangan bahasa dan peradaban manusia.

    Di era modern ini kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kejahatan kuno itu berdimensi baru serta menciptakan ancaman yang tak terhitung jumlahnya terhadap keamanan global.

    Seperti yang dinyatakan oleh Sekretaris Jenderal Interpol, Jürgen Stock, pentingnya kerjasama polisi internasional yang kuat semakin diperlukan dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional baru, seperti perdagangan manusia dan penipuan.

    Organisasi kriminal saat ini beroperasi dalam model yang sangat terorganisir, bahkan mirip dengan perusahaan yang memiliki pembagian kerja komprehensif, pertukaran informasi efektif, pembelajaran antar-sesama secara efisien, serta kolusi dan keterlibatan semua pihak.

    Maka dari itu, untuk melawan kejahatan transnasional, lembaga penegak hukum di seluruh dunia harus bersatu dan berkolaborasi. Tidak boleh ada negara yang dikesampingkan, termasuk Taiwan, karena hal itu akan memberi kesempatan atau celah kepada para penjahat untuk beroperasi.

    Sebagai upaya yang sejalan dengan misi organisasi kepolisian internasional Interpol, yaitu untuk memastikan dan mendorong kerjasama antar-otoritas penegak hukum di seluruh dunia, otoritas penegak hukum Taiwan siap berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka di seluruh dunia untuk memerangi kejahatan.

    Tujuanya adalah untuk mengurangi kesenjangan dalam jaringan keamanan global dan berkontribusi pada penciptaan dunia yang lebih aman.

    Mengacu pada rekam jejak keamanan publik yang luar biasa, penyertaan Taiwan dalam upaya memerangi kejahatan transnasional harus diterapkan.

    Sebagai sebuah negara dengan perekonomian yang cukup signifikan, Taiwan berada di peringkat ke-21 dalam perkembangan ekonomi dan peringkat ke-17 sebagai eksportir terbesar di dunia.

    Taiwan juga berfungsi sebagai jembatan vital antara Timur Laut dan Asia Tenggara serta menjadi pusat utama pergerakan orang, barang, dan investasi.

    Menurut hasil survei tahunan Expat Insider 2023, Taiwan meraih peringkat ke-5 sebagai tempat terbaik bagi para ekspatriat berkat keindahan alamnya, keramahan penduduknya serta berkat perkembangan ekonominya yang pesat dan sistem kesehatannya yang maju.

    Tak hanya itu, kualitas hidup di Taiwan juga berada pada peringkat ke-2 secara global, mengungguli negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Thailand.

    Selain itu, dalam Laporan Kebahagiaan Dunia PBB tahun 2023 dengan mengukur tingkat kebahagiaan di 137 negara, Taiwan menduduki peringkat ke-4 di Asia.

    Tidak hanya itu, menurut peringkat keamanan dan tingkat kejahatan yang dirilis oleh situs database Numbeo tahun 2023, Taiwan menduduki peringkat ke-3 dalam hal keamanan dari 142 negara yang dievaluasi, dan memiliki tingkat kejahatan yang sangat rendah, bahkan melampaui sebagian besar negara-negara Asia lainnya.

    Dalam rangka mengakui upaya konsisten Taiwan melawan perdagangan manusia, selama 14 tahun terakhir Departemen Luar Negeri AS telah memberikan predikat Tingkat 1 kepada Taiwan, mengalahkan lebih dari 180 negara di seluruh dunia.

    Pemerintah AS juga melaporkan bahwa meskipun terdampak oleh pandemi, Taiwan tetap berkolaborasi dengan sektor swasta untuk menekan perdagangan manusia dan tantangan sejenis lainnya.

    Namun, Taiwan tidak hanya berhenti di sana dalam mengatasi masalah-masalah itu. Taiwan terus menunjukkan prestasi gemilangnya dalam menjaga keamanan masyarakatnya, di tengah maraknya tipe-tipe baru kejahatan transnasional yang terus bermunculan.

    Oleh karena itu, dengan bergabung dalam jaringan Interpol dan menjalin kerjasama dengan lembaga penegak hukum global, semua pihak dapat bersama-sama berperan dalam memerangi kejahatan lintas batas itu.

     

    Peran vital Taiwan bagi keutuhan Interpol

     

    Organisasi internasional memiliki peran penting dalam tata kelola global. Ikut serta dalam organisasi-organisasi ini adalah cara Taiwan untuk menjalin hubungan dengan dunia, memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya, seperti pengaruh implisit, dan memberikan kontribusi bagi komunitas global.

    Namun sayangnya Taiwan telah dibatasi untuk berpartisipasi dalam Interpol selama lebih dari tiga dekade yang berakar dari masalah politik.

    Di era globalisasi dan peningkatan kejahatan lintas batas, hal-hal pembatasan ini menjadi semakin mengkhawatirkan. Paspor Taiwan yang memiliki akses bebas visa ke 145 negara dan wilayah, kini menjadi sasaran utama para penjahat transnasional sehingga tak bisa lagi dihiraukan.

    Kemampuan Taiwan dalam menjalankan pemeriksaan keamanan perbatasan dan melawan kejahatan transnasional terbatas karena akses yang minim terhadap intelijen kriminal yang umumnya dibagikan melalui sistem I-24/7 Interpol dan kurangnya akses ke basis data dari dokumen perjalanan yang dicuri ataupun hilang.

    Keterlibatan Taiwan dalam Interpol yang selama ini dikecualikan memiliki arti bahwa pertukaran data informasi intelijen yang sangat penting seringkali sudah kadaluarsa dan tidak akurat.

    Selain itu, dibatasinya Taiwan untuk berpartisipasi dalam pertemuan, kegiatan, dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Interpol telah menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam jaringan global keamanan dan anti-terorisme.

     

    Kesiapan Taiwan untuk berkolaborasi dengan Interpol

     

    Pada 2022 polisi Taiwan menemukan beberapa jenis perdagangan manusia yang mengejutkan di Kamboja dan Myanmar. Sindikat kejahatan yang terorganisir itu beroperasi dengan model perusahaan dan menggunakan platform daring untuk merekrut orang dengan menawarkan peluang kerja menarik di luar negeri.

    Para korban yang tergiur dengan janji manis dan palsu tersebut malah disekap, dipaksa bekerja di pusat-panggilan (call center) penipuan, dan menjadi sasaran berbagai bentuk perlakuan kejam seperti pemukulan, penyiksaan listrik, pemberian obat-obatan terlarang, dan kekerasan seksual.

    Semua hal itu dilakukan untuk memaksa mereka terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan transnasional, pencucian uang kripto, serta perdagangan narkoba dan manusia.

    Sayangnya laporan polisi Taiwan kepada Interpol tidak membuahkan hasil nyata. Sebagai gantinya, Taiwan harus mengandalkan bantuan polisi dari negara-negara mitra untuk berbagi informasi intelijen dan bekerjasama dalam penyelidikan.

    Untuk mengatasi situasi ini Taiwan juga membentuk tim antipenipuan lintas pemerintah nasional yang bertujuan melakukan operasi pencegahan, penyelamatan, serta penyelidikan yang intensif untuk menghentikan lebih banyak warga Taiwan yang menjadi korban atau bagian dari penipuan.

    Alhasil, sampai dengan Juli sebanyak 2023, 478 korban telah berhasil diselamatkan.

    Berita tentang situasi ini telah menarik perhatian dunia internasional, dan kepolisian di Eropa, AS, Asia Tenggara, dan negara-negara lainnya di mana mereka memberikan tingkat kewasapadaan lanjut akan ancaman kejahatan baru ini yang melibatkan korban dari berbagai negara.

    Dengan demikian, menggabungkan sumber daya internasional dan melakukan penyelidikan secara kolaboratif akan mendorong semua pihak untuk mampu menegakkan hukum dan mengatasi masalah keamanan global tersebut.

     

    Pentingnya dukungan untuk partisipasi Taiwan di Interpol

     

    Pada 1984, ketika Tiongkok mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Interpol, mereka memutuskan untuk menerapkan persyaratan yang bertentangan dengan semangat Konstitusi Interpol.

    Mereka merampas hak dan status keanggotaan Taiwan, dan selalu menyebut “masalah politik” sebagai alasan untuk menghalangi partisipasi Taiwan dalam Intepol secara efektif.

    Hal ini tidak hanya merusak upaya pencegahan kejahatan dan pertukaran intelijen, tetapi juga menghambat kemampuan Taiwan dalam memerangi kejahatan transnasional.

    Namun kita tidak harus terjebak dalam pandangan negatif bahwa sejarah hanya terkait dengan kejahatan dan bencana. Karenanya, kami ingin mengajak semua pihak untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam Sidang Umum tahunan Interpol sebagai pengamat.

    Dengan begitu, otoritas kepolisian Taiwan akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, pertemuan, dan pelatihan serta berinteraksi dengan negara-negara lain untuk mengatasi kendala dalam pertukaran intelijen terkait kejahatan transnasional.

    Ini adalah masalah yang berkaitan dengan keamanan global, dan saatnya kita semua menyatukan suara bersama. Mari kita sertakan Taiwan dalam kerjasama dengan Interpol.

    *

    Chou Yew-woei adalah Komisaris Biro Investigasi Kriminal Republic of China (Taiwan)

  • Menguat, Tuntutan Kembali ke UUD 1945 Sebelum Amandemen

    Menguat, Tuntutan Kembali ke UUD 1945 Sebelum Amandemen

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Aspirasi masyarakat yang meminta perlunya Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) untuk segera menggelar sidang dengan agenda tunggal kembali ke Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebelum amandemen yang meliputi Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan kini kian menguat.

    “Yang menarik, Lembaga Tinggi Negara DPD mendesak Lembaga Tinggi Negara MPR untuk mengoreksi kesalahan fundamental dalam UUD 1945 setelah amandemen,” kata salah satu narasumber Dewan Presidium Konstitusi, Dr. Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
    Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu mengemukakan keterangan tersebut dalam perbincangan dengan wartawan terkait adanya kegiatan bertajuk “Penyampaian Maklumat Dewan Presidium Konstitusi Kembali ke UUD 1945 Sebelum Amandemen” di Gedung Nusantara IV Kompleks DPR/MPR/DPD RI pada 10 November 2023.

    Maklumat dalam bentuk dokumen yang dirumuskan oleh Dewan Presidium Konstitusi itu diserahkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA Lanyalla Mahmud Mattalitti bersama Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, dan diterima oleh Ketua Fraksi Kelompok DPD di MPR, M. Syukur.

    M. Syukur kemudian menyatakan siap meneruskan dokumen yang dirumuskan Dewan Presidium Konstitusi tersebut ke Pimpinan MPR RI agar menjadi kajian prioritas di fraksi fraksi yang ada di MPR.
    Adapun Dewan Presidium Konstitusi itu sendiri terdiri dari berbagai elemen rakyat Indonesia yaitu para raja, sultan, sejumlah anggota DPD RI, para guru besar dan akademisi dari berbagai kampus, purnawirawan TNI, ulama serta tokoh dan para pimpinan dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

    Ketua Dewan Presidium Konstitusi adalah Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Ketua Harian Senator Nono Sampono, dan Ketua Dewan Pengawas (yang juga Ketua DPD RI) AA La Nyalla Mattalitti.

    Dr. Ichsanuddin Noorsy selaku narasumber Dewan Presidium Konstitusi lebih lanjut mengemukakan, hasil perubahan UUD 1945 yang telah dilakukan MPR dalam beberapa hal mengandung kontradiksi, baik secara teoritis konseptual maupun praktek ketatanegaraan. Di samping itu terdapat inkonsistensi substansi, baik yuridis maupun teoritis.
    Tidak dapat dipungkiri, lanjutnya, tiadanya kerangka acuan atau naskah akademik dalam melakukan perubahan UUD 1945 merupakan salah satu sebab timbulnya inkonsistensi teoritis dan konsep dalam mengatur materi muatan UUD, terlebih prosedur perubahan UUD itu tidak melibatkan rakyat.

    Ia juga mengemukakan, dalam maklumat yang dibacakan Try Sutrisno itu Dewan Presidium Konsititusi mendesak kembalinya UUD 1945 yang asli karena UUD yang diamandemen pada 1999 hingga 2002 terbukti telah menghilangkan Pancasila sebagai norma hukum tertinggi dan sebagai identitas konstitusi, selain tidak konsisten dalam konsepsi, teori, dan yuridis.

    Lebih dari itu, perubahan UUD 1945 yang terjadi pada 1999 hingga 2002 telah mengaburkan pelaksanaan dan pengamalan Sila Keempat dari Pancasila, dimana kedaulatan rakyat dipindahkan ke Parpol sehingga terjadi politisasi dan komersialisasi di semua lini.

    “Ini merusak struktur dan kultur masyarakat Indonesia, dan sadar atau tidak, Pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat itu bukan hanya mengkhianati Pancasila, tetapi juga berakibat lahirnya polarisasi di masyarakat dan bahkan munculnya prahara bangsa,” kata Ichsanuddin Noorsy. (red)

  • Empat Pengurus PWI NTB Jalani Asesmen Penguji UKW

    Empat Pengurus PWI NTB Jalani Asesmen Penguji UKW

    JAKARTA-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengadakan asesmen Penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Diikuti 105 wartawan utama. Terbagi dalam 2 tahap pelaksanaan, 18 dan 25 Nopember 2023, di Lantai IV Gedung Dewan Pers Jalan Kebun Sirih No. 4 Jakarta Pusat

    Pada asesmen tahap kedua, 25 Nopember 2023 yang ikuti 46 peserta, empat di antaranya utusan PWI NTB. Mereka adalah Nasrudin (Ketua PWI NTB), Jamhur Husain (Wakil Ketua Koordinator Pulau Sumbawa) H Rudi Hidayat (Ketua Bidang Pendidikan) H Abdus Syukur (Ketua Bidang Organisasi).

    Keempat peserta PWI merupakan Wartawan Utama yang merupakan salah persyaratan mengikuti asesmen. Juga rekomendasi dari PWI masing masing daerah.

    PWI Pusat menggandeng Matahari Consulting untuk memotret kecakapan (soft skill), mentalitas dan kecenderungan para penguji berada di grade mana. Apakah ditempatkan sebagai penguji wartawan muda, madya atau utama.

    “Seingat saya baru PWI yang melakukan asesmen bagi para pengujinya,” kata Sekjen PWI Pusat Said Iskandarsyah, saat membuka acaraacara, Sabtu (25/11).

    Setelah tahap ini, lanjut dia, ada aturan baru yang dikeluarkan Dewan Pers, bahwa penguji harus mengikuti penyegaran. “Kita sudah agendakan untuk penguji PWI,” terangnya.

    Adapun beberapa materi yang diuji pada asesmen yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga jam 16.00 WIB tersebut.

    Di antaranya psikotes oleh lembaga psikotes Matahari Consulting Jakarta. Phichological test (online) mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB. Juga study kasus pukul 12.00 – 12.00 WIB. Dilanjutkan mulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00 WIB dengan materi interview, grafis (menggambar) dan FGD pemecahan masalah.

    Menurut Ketua PWI NTB H Nasrudin keempat peserta asesmen dari PWI NTB telah berhasil mengerjakan tugas dengan baik. Sehingga diharapkan nanti berhasil lulus untuk menjadi asesor pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI NTB H Abdus Syukur.

    “Seperti pak Ketua, saya juga berharap semua peserta dari NTB lulus asesmen. Semoga,” kata wakil ketua yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTB itu. (*)

  • Mengulik Transisi Energi dari Sudut Pandang Jurnalis, PLN Journalist Award Kembali Dibuka

    Mengulik Transisi Energi dari Sudut Pandang Jurnalis, PLN Journalist Award Kembali Dibuka

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.UD–PT PLN (Persero) kembali mengadakan ajang bergengsi PLN Journalist Award 2023, bertajuk “Energi Ramah Lingkungan Membangun Keberlanjutan dan Tingkatkan Kesejahteraan” bagi para jurnalis di seluruh Indonesia.

    Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan bahwa _PLN Journalist Award 2023_ merupakan bentuk apresiasi PLN terhadap jurnalis yang telah membantu dalam menyampaikan informasi hingga ke seluruh penjuru negeri.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi PLN terhadap jurnalis Indonesia yang sudah mendukung penyampaian informasi mengenai pengembangan ketenagalistrikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia dengan sangat baik,” ujar Gregorius.

    PLN Journalist Award 2023, terdapat 6 kategori lomba, yaitu karya tulis hard news, feature, audio visual, feature audio visual, foto cerita, dan foto tunggal. PLN juga menyiapkan total hadiah Rp 480 juta untuk 3 pemenang pada masing-masing kategori.

    “Peserta yang bisa mengikuti adalah warga negara Indonesia yang profesinya sebagai jurnalis. Baik tetap maupun lepas, dan bekerja di media massa lokal, nasional, di media cetak atau daring, hingga televisi,” Gregorius.

    Gregorius juga menjelaskan bahwa karya yang didaftarkan harus sudah dipublikasikan atau disiarkan di media massa yang bersifat umum pada rentang waktu 1 Januari 2023 sampai dengan 15 Desember 2023, dan jumlah karya yang dikirimkan maksimal 5 karya untuk setiap kategori.

    “Acara ini tidak dipungut biaya dan dapat diikuti dengan mengisi formulir pendaftaran,” ujarnya.

    Untuk itu setiap peserta perlu menyiapkan berkas berupa data diri lengkap dan jelas. Gregorius menjelaskan setiap tulisan yang dikirim ke panitia diharapkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Lebih lanjut terkait informasi PLN Journalist Award 2023, dapat mengakses tautan berikut: https://web.pln.co.id/pln-journalist-award-2023

    *Sekilas Tentang PLN*

    _PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore. (pln/red)