MATARAM (LE.ID)—Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/9/2026).
Pelantikan tersebut berlangsung di sela rangkaian Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI NTB.
Hardoni Odon resmi memimpin PWI Sumbawa Barat setelah terpilih secara aklamasi. Kepengurusan baru itu membawa tema “Dedikasi dan Karya untuk Kemajuan Daerah.”
Dalam sambutannya, Hardoni menekankan bahwa kekuatan PWI KSB tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada semangat kebersamaan para anggotanya.
Menurutnya, sejak berdiri pada 2020 dengan 20 anggota awal, PWI Sumbawa Barat terus berkembang dan membangun hubungan kemitraan dengan berbagai elemen di daerah.
“Terpilihnya saya secara aklamasi menunjukkan rasa kekeluargaan yang tumbuh di PWI KSB. Di PWI Sumbawa Barat, tidak ada sekat antara ketua dan anggota. Kita semua adalah saudara yang harus saling menjaga, menghormati, dan bekerja bersama demi kemajuan organisasi,” kata Hardoni.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, Hardoni juga mengingatkan wartawan agar tidak terjebak dalam perlombaan mengejar kecepatan pemberitaan.
Menurut Pemimpin Redaksi Kobarksb.com tersebut, tantangan terbesar media saat ini adalah menjaga akurasi dan kepercayaan publik ketika informasi, rumor, hingga hoaks beredar sangat cepat melalui media sosial.
“Di tengah gempuran rumor dan hoaks, tugas kita adalah memastikan fakta. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang nomor satu menayangkan berita, tetapi siapa nomor satu yang paling dipercaya publik,” tegasnya.
PWI NTB Dorong Profesionalisme Wartawan
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, mengapresiasi langkah PWI Sumbawa Barat yang memanfaatkan rangkaian OKK dan UKW di Mataram sebagai momentum pelantikan kepengurusan baru.
Menurut Ikliluddin, jabatan dalam organisasi PWI harus dipandang sebagai amanah sekaligus ruang pengabdian untuk meningkatkan kualitas pers di daerah.
“Teman-teman KSB sangat proaktif dan pintar memanfaatkan momentum. Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pengabdian untuk kemajuan Sumbawa Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan harus menjadi perhatian utama kepengurusan PWI KSB selama periode mendatang.
General Manager Media Cetak Radar Lombok itu juga meminta PWI Sumbawa Barat memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan PWI NTB. Dengan sinergi yang baik, program organisasi di tingkat kabupaten diharapkan dapat berjalan searah dengan agenda PWI di tingkat provinsi.
PWI Pusat Ingatkan Marwah Organisasi
Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko. Ia mengingatkan pengurus dan anggota PWI KSB agar menjaga integritas, moralitas, serta marwah organisasi dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Joko menilai wartawan memiliki peran penting dalam mengawal potensi daerah, termasuk kekayaan alam yang dimiliki Sumbawa Barat.
Karena itu, pemberitaan mengenai potensi daerah harus dilakukan secara profesional, berimbang, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Menjaga amanah dan marwah organisasi itu tidak mudah. Wartawan memiliki kode etik dan Pancasila sebagai pegangan,” katanya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Joko berharap wartawan PWI KSB mampu mengambil posisi sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
“Di era banjir informasi, teman-teman PWI KSB yang baru dilantik harus menjadi penerang informasi dan jembatan terpercaya antara pemerintah dan masyarakat,” pesannya.
Pelantikan pengurus PWI Sumbawa Barat periode 2026–2029 ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, dan memperbesar kontribusi pers terhadap pembangunan daerah. (red)









