Oleh: H Abdus Syukur, MH
Milad adalah momentum penting bagi setiap organisasi. Bukan sekadar memperingati bertambahnya usia, tetapi menjadi waktu untuk mengenang perjalanan, mengevaluasi capaian, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan arah langkah ke depan.
Sebuah organisasi yang sehat tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi juga dari kualitas tata kelola, komunikasi, dan pelayanannya kepada anggota.
Karena itulah, ketika saya bertanya sederhana, “Kapan Milad FSKR dilaksanakan?”, sesungguhnya yang saya harapkan bukan hanya sebuah tanggal. Saya berharap pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan cepat dan pasti sebagai bentuk kesiapan organisasi dalam mengelola informasi.
Respons yang saya terima memang tidak langsung memberikan kepastian. Pertanyaan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari mantan Ketua FSKR, H. Junaidi Akhyar. Beliau menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Sangkep Belek dalam penetapan Kepengurusan FSKR periode 2021–2026, telah ditetapkan tanggal lahir FSKR beserta lambangnya, yakni pada 22 (bukan 20 Mei). Namun, beliau juga menyampaikan bahwa informasi tersebut masih perlu dikoreksi karena arsip yang dimilikinya telah hilang akibat telepon genggam yang rusak. Untuk memastikan keabsahannya, beliau menyarankan agar Sekretaris FSKR menelusuri kembali Surat Keputusan yang memuat penetapan tersebut.
Penjelasan itu menunjukkan bahwa semangat para senior untuk menjaga sejarah organisasi masih sangat kuat. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa dokumen dan informasi penting organisasi semestinya terdokumentasi dengan baik serta mudah diakses oleh pengurus yang sedang menjalankan amanah.
Bukan berarti persoalan ini merupakan kesalahan seseorang. Justru inilah momentum untuk memperkuat sistem organisasi. Informasi mendasar mengenai sejarah, hari lahir, maupun agenda penting organisasi idealnya telah terdokumentasi secara rapi sehingga tidak selalu bergantung pada ingatan individu atau arsip pribadi.
Milad semestinya menjadi cermin kedewasaan organisasi. Semakin matang usia sebuah organisasi, semakin baik pula sistem komunikasi, koordinasi, dokumentasi, dan pelayanan informasinya. Anggota akan merasa dihargai ketika setiap pertanyaan mendapat respons yang cepat, jelas, dan didukung oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Momentum milad juga hendaknya tidak berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi ruang evaluasi yang jujur, memperbaiki kekurangan, memperkuat soliditas, dan membangun budaya organisasi yang lebih profesional. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya karena usia atau banyaknya anggota, melainkan karena mampu menjaga sejarahnya, menata administrasinya, serta melayani anggotanya dengan penuh tanggung jawab.
Semoga Milad FSKR, kalau diputuskan 22 Mei menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas organisasi, dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi seluruh anggotanya. Sebab, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya tampak pada kemeriahan perayaannya, tetapi juga pada kemampuannya menjaga sejarah, membangun sistem yang baik, dan menumbuhkan kepercayaan anggotanya.
**Penulis Humas FSKR Mataram






