Blog

  • BNPT Apresiasi dan Dorong Peran Aktif Petugas Pemasyarakatan dalam Pembinaan Napiter

    BNPT Apresiasi dan Dorong Peran Aktif Petugas Pemasyarakatan dalam Pembinaan Napiter

    BANDUNG, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme memberikan apresiasi kepada petugas pemasyarakatan yang selama ini telah berhadapan dan berinteraksi langsung dengan narapidana terorisme yang sedang menjalani masa hukuman.

    “Kita tentunya perlu mengapresiasi rekan–rekan petugas pemasyarakatan karena selama ini rekan–rekan telah bekerja keras dalam melakukan pembinaan terhadap napiter,” ungkap Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Ibnu Suhaendra. S.I.K, pada penutupan Pelatihan dan Peningkatan Kemampuan Petugas Pemasyarakatan dalam Penanganan Napiter di Bandung pada Kamis (26/10).

    Menurut Deputi 2 BNPT ini, melalui peran aktif petugas pemasyarakatan, fenomena radikalisasi di lembaga pemasyarakatan dapat dicegah dan ditekan termasuk mensukseskan program deradikalisasi.

    “Melalui peran aktif rekan–rekan petugas pemasyarakatan, kami meyakini proses radikalisasi dalam lapas dapat ditekan. Begitu pula dengan proses deradikalisasi, kami juga berharap dapat semakin sukses sehingga para napiter yang telah bebas tidak kembali pada kelompok atau jaringan terorisme,” jelasnya.

    Jenderal Polisi bintang dua ini pun kembali mengingatkan pentingnya kerjasama dan sinergisitas antara petugas pemasyarakatan dan BNPT dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia, terutama dalam memastikan agar napiter yang telah bebas dan berbaur dengan masyarakat tidak kembali radikal dan terlibat dalam aksi terorisme.

    “Rekan–rekan petugas pemasyarakatan dapat terus terlibat dan berkontribusi berkerjasama dan bersinergi dengan BNPT dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia,” ungkapnya. (bnpt/red)

  • Pemerintah Gunakan Basis Data Regsosek untuk Penyaluran Program Pemerintah yang Lebih Tepat Sasaran

    Pemerintah Gunakan Basis Data Regsosek untuk Penyaluran Program Pemerintah yang Lebih Tepat Sasaran

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID– Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian PPN/Bappenas telah menyepakati agar dasar hukum Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan mengacu pada Kerangka Satu Data Indonesia. Data pendataan awal Regsosek yang dilakukan BPS telah selesai dan dilaporkan/diserahkan ke Bappenas.

    Hasil pendataan awal Regsosek yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada 15 Oktober hingga 14 November 2022 telah mengkonfirmasi sebanyak 78.382.866 keluarga di 514 kabupaten/kota, serta ada penambahan data keluarga sebanyak 77 ribu, dimana data tersebut juga telah dilengkapi dengan peringkat kesejahteraan keluarga.

    Data Regsosek juga telah diperkaya dengan data mengenai kondisi perumahan,kependudukan dan ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan usaha dan aset, serta keikutsertaan dalam perlindungan sosial dan pemberdayaan.

    “Arahan Presiden bahwa basis data ini untuk dipergunakan seoptimal mungkin, dan ini digunakan tiap Kementerian/Lembaga. Presiden juga minta bahwa di Perlinsos nanti, mulai dari bantuan sosial regular seperti PKH, BPNT, dan subsidi, jaminan sosial, akan terus menggunakan data yang ada. Demikian pula untuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan padat karya, UMKM, dan SDM, serta konvergensi sosial,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato kepada awak media usai Rapat Internal Pengelolaan Data Registrasi Sosial Ekonomi untuk Penyaluran Bantuan Sosial di Istana Kepresidenan, Selasa (24/10).

    Menko Airlangga juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo supaya data Regsosek ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan sembako/ Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT-Dana Desa (BLT-DD), bantuan subsidi pupuk, subsidi LPG, subsidi listrik, serta Prakerja.

    “Untuk itu dibutuhkan Instruksi Presiden, di mana nanti akan disusun pemangku datanya yang diusulkan di Kemenkeu, dan kebijakannya oleh Menteri PPN/Bappenas. Kemudian tentu data ini di-update, dan seluruh program akan berbasis data tersebut,” ucap Menko Airlangga.

    Dari data yang sudah dihasilkan dari Regsosek tersebut, dari 98,06% data keluarga penerima program Pemerintah terdiri atas 7,94% keluarga penerima PIP untuk usia 5-30 tahun, 39,90% yakni keluarga penerima program Bansos Sembako/BPNT, 24,71% keluargapenerima PKH, dan 17,87% penerima BLT-DD. Kemudian, keluarga penerima bantuan Subsidi Pupuk sebesar 13,67%, keluarga penerima Subsidi LPG sebesar 81,67%, serta 42,03% merupakan keluarga penerima bantuan Subsidi Listrik.

    “Dalam rapat, Presiden juga mengarahkan untuk bantuan beras dilanjutkan di Desember 2023,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr)

  • Pemerintah Utus Pj Gub Sulbar Sebagai Ketua Delegasi ke Brunei Bangun Kerjasama Investasi Antar Empat Negara 

    Pemerintah Utus Pj Gub Sulbar Sebagai Ketua Delegasi ke Brunei Bangun Kerjasama Investasi Antar Empat Negara 

    SRI BEGAWAN, LOMBOKEXPRESS.ID– Prof.Zudan Arif Fakrulloh ditunjuk sebagai delegasi Pemerintah Republik Indonesia pada pertemuan BIMP-EAGA Chief Ministers, Governors and Local

    Government Forum (CMGLF), di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, berlangsung dari 23-26 Oktober 2023

    Pertemuan CMGLF merupakan forum kepala daerah se-kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia dan Philipina East Asean Growth Area ( BIMP-EAGA) dengan tujuan untuk berbagi pengalaman dan diskusi tentang peluang investasi serta menyepakati langkah-langkah untuk mengoptimalkan kemanfaatan kerja sama BIMP-EAGA dalam mendukung pembangunan ekonomi di daerah.

    Kata Prof Zudan, pertemuan itu membahas kepentingan bisnis antar empat negara, Indonesia-Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina.

    Kehadiran Prof Zudan yang juga selaku PJ Gubernur Sulbar didampingi Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar. Forum yang juga melibatkan 18 provinsi itu membahas terkait arah pembangunan Indonesia dalam mengembangkan digital transformasi, blue and green ekonomi serta koridor ekonomi yang perlu dibangun dari Kalimantan-Sulawesi-Maluku-Papua.

    “Termasuk berbagai pelatihan yang terkait tranformasi digital, SDM, dan penguatan pelayanan publik di 18 provinsi yang ikut di forum ini,” ucap Prof Zudan.

    Pj Gubernur juga menyampaikan kesiapan Pelabuhan Tanjung Silopo Sulbar membuka pelayaran langsung ke Lahad Datu Malaysia.

    “Dan juga bagaimana produk coklat bisa kita kembangkan. Dan mereka sangat merespon ini,” kata Zudan.

    Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar sangat bersyukur Sulbar terlibat dalam forum ini, serta berterima kasih melalui Prof Zudan selaku delegasi Indonesia memperkenalkan potensi Sulbar.

    Kata Ibrahim, banyak dari negara lain melirik potensi yang ada di Sulbar dan ini menjadi peluang kerja sama pembangunan ekonomi ke depan.

    “Saya selaku Bupati terima kasih kepada pak gubernur dan mohon doa apa yang kita bicarakan hari ini bisa secepatnya terlakasana,” tandasnya. (rls)

  • Tingkatkan Partisipasi Aktif Masyarakat, BNPT RI Adakan Sharing Knowledge Antara Tim Sinergisitas dan Sekretariat RAN PE

    Tingkatkan Partisipasi Aktif Masyarakat, BNPT RI Adakan Sharing Knowledge Antara Tim Sinergisitas dan Sekretariat RAN PE

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID–Dalam rangka meningkatkan kinerja dan partisipasi aktif masyarakat dalam penanggulangan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengadakan sharing knowledge antara tim sinergisitas dan sekretariat Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

    Kebijakan RAN PE dan program sinergisitas merupakan dua kegiatan yang berfokus pada pelibatan dan pemberdayaan masyarakat.

    “Hari ini kita sharing knowledge, gabungan antara tim RAN PE dan tim sinergisitas. Kita bahas pola kerja dan metode kerja untuk penguatan kinerja, serta bagaimana RAN PE melibatkan Non-Governmental Organization (NGO) dan bagaimana sinergisitas melibatkan K/L. Intinya pelibatan masyarakat dalam penanggulangan terorisme,” jelas Sekretaris Utama BNPT RI Bangbang Surono, A.k., M.M., CA. dalam kegiatan Rapat bersama Tim Sinergisitas dan Sekretariat RAN PE di Jakarta pada Rabu, (25/10).

    Senada dengan Sestama, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto menjelaskan keterkaitan antara keduanya.

    “RAN PE adalah sebuah kebijakan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden. Sementara sinergisitas adalah sebuah program. Maka, program sinergisitas adalah pelaksanaan pilar – pilar aksi RAN PE. Jadi, keduanya tidak dapat digabung tapi bisa di merge,” jelasnya.

    Dalam kegiatan ini, masing – masing tim memaparkan tujuan mendatang. RAN PE dalam waktu dekat akan mengadakan beberapa kegiatan seperti rapat forum kemitraan nasional, identifikasi pengukuran dampak RAN PE di daerah hingga melakukan fasilitasi penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait pencegahan ekstremisme. Sementara, tim sinergisitas akan konsisten membangun layanan dasar dan kesejahteraan menurut potensi dan sumber daya, membangun kepemimpinan komunitas hingga membangun sinergi antar komunitas dalam mewujudkan keberlanjutan dan kemandirian.

    Turut hadir, team Indonesia Knowledge Hub on Countering Terrorism and Violent Extremism (I-Khub) BNPT RI. Saat ini I-KHub dalam fase optimalisasi untuk penguatan database terorisme ruang digital yang interaktif dan komprehensif. (bnpt/has)

  • PLN UIW NTB Resmikan SPKLU di Kantor Gubernur NTB

    PLN UIW NTB Resmikan SPKLU di Kantor Gubernur NTB

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus mendukung pertumbuhan komunitas pengguna kendaraan listrik dan mobilitas berkelanjutan serta ramah lingkungan dengan meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Senin (23/10).

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa langkah yang ditempuh PLN dengan menghadirkan fasilitas umum SPKLU di berbagai tempat strategis yang ada di NTB ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik. Ia menyebut SPKLU ini dibuka untuk umum dan menjadi contoh nyata upaya bersama untuk mendorong transportasi berkelanjutan.

    “Salah satu langkah yang ditempuh PLN yaitu menghadirkan fasilitas umum SPKLU di berbagai tempat strategis yang ada di NTB antara lain Kantor Gubernur, Hotel Santika, KEK Mandalika, MPV Grand Natura, kantor Dinas Perhubungan, Lombok Epicentrum Mall dan SMK 3 Mataram adalah wujud ikhtiar kami dalam mendukung program Pemerintah Net Zero Emission di tahun 2050,” papar Djarwo.

    Sudjarwo menjelaskan launching SPKLU ini guna mendukung infrastruktur penggunaan kendaraan listrik dan diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di wilayah NTB.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah provinsi NTB yang telah menyediakan area untuk pembangunan SPKLU berkapasitas 7,7 kW ini sehingga jumlah SPKLU yang terbangun semakin bertambah.”tambahnya.

    Saat ini, jumlah kendaraan listrik yang tersebar di NTB terdiri dari mobil listrik sebanyak 27 Unit, motor listrik sebanyak 468 Unit, sepeda listrik sebanyak 772 Unit, motor konversi sebanyak 3 Unit, dan kendaraan bogi golf sebanyak 1 Unit.

    “Dengan tambahan 1 SPKLU di Kantor Gubernur NTB ini, PLN UIW NTB telah memasang SPKLU sebanyak 11 unit yang tersebar di seluruh provinsi NTB. Semoga PLN dapat memberi kepuasan kepada pelanggan dan bisa memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik dengan memperbanyak lokasi-lokasi SPKLU yang ada di Nusa Tenggara Barat,” kata Djarwo.

    Dalam seremoni peresmian yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur NTB yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PLN juga melakukan simbolis penyalaan BPBL (Bantuan Pelanggan Pasang Baru Listrik) serta peresmian Komunitas Kendaraan Listrik WANITA yang diberi nama SADE (Srikandi Elektric). (PLN/red)

  • BNPT Ingatkan Petugas Pemasyarakatan Rentan Mendapat Ancaman dan Terpapar Paham Radikalisme

    BNPT Ingatkan Petugas Pemasyarakatan Rentan Mendapat Ancaman dan Terpapar Paham Radikalisme

    BANDUNG, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) memiliki perhatian terhadap keamanan dari petugas pemasyarakatan dan juga kerentan terhadap paparan paham radikalisme dan terorisme. Untuk meminimalisir hal itu terjadi, BNPT RI melaksanakan Pelatihan dan Peningkatan Kemampuan Petugas Pemasyarakatan dalam Penanganan Narapidana Terorisme (Napiter) di Bandung pada Selasa (24/10).

    Direktur Pembinaan Kemampuan (Binpuan) pada Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K, S.H.,M.H.,menjelaskan petugas pemasyarakatan sangat berpotensi mendapatkan ancaman baik dari napiter maupun kelompok yang berada di sekitarnya.

    “Petugas pemasyarakatan pun rentan mendapat ancaman baik terhadap individu maupun orang-orang di sekitarnya,” ujarnya.

    Dirinya juga mengatakan tantangan petugas pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan kepada para napiter agar terlepas dari jeratan paham radikal bukan perkara mudah dan sederhana.

    “Di tengah tantangan yang muncul seperti tuntutan untuk dapat melaksanakan program pembinaan napiter agar lepas dari paham radikal dan dapat menerima pihak yang berbeda dengan mereka. Padahal ini tidak mudah, mengingat napiter memiliki karakter, latar belakang, pola pikir, dan tipologi yang berbeda-beda, ”katanya dihadapan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Barat.

    Selain dua tantangan tersebut, Wawan juga mengingatkan perlunya keterampilan dalam melakukan pembinaan terhadap napiter mengingat sebagian dari mereka (napiter) memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam melakukan persuasi dan juga mempengaruhi lawan bicara sehingga ideologi mereka dapat diterima.

    “Napiter ideologis atau yang militan memiliki pengetahuan ideologi yang mendalam dan memiliki kemampuan persuasi yang tinggi. Mereka berpotensi menarik perhatian dan memengaruhi orang-orang yang berinteraksi intensif dengan mereka termasuk para narapidana maupun petugas pemasyarakatan,” ujarnya.

    Dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2023 ini para peserta pelatihan mendapatkan wawasan dan pengetahuan dalam bentuk diskusi, ceramah dan tanya jawab dengan narasumber dari Ditjen Pas, Satgaswil Densus 88 AT, Wali Senior, Bakesbangpol Jawa Barat, Akademisi Psikolog dan Mitra Deradikalisasi. (bnpt/has)

  • Sestama BNPT Menilai Masyarakat Sipil Memiliki Peran Penting Dalam Mengimplementasikan RAN PE

    Sestama BNPT Menilai Masyarakat Sipil Memiliki Peran Penting Dalam Mengimplementasikan RAN PE

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID- – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) dan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) RAN PE, Bangbang Surono,A.k.,M.M.,CA., menilai partisipasi aktif masyarakat sipil dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme dan terorisme memberikan kontribusi positif terhadap implementasi RAN PE.

    “Kami menyadari peran yang sangat penting dari masyarakat sipil untuk memberikan nilai tambah dalam bentuk pengetahuan serta pengalaman yang beragam dari berbagai sektor masyarakat terhadap implementasi RAN PE,” jelas Bangbang saat memberi sambutan di Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kementerian/Lembaga dan tematis Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme, Senin (23/10).

    Dengan kinerja positif tersebut, Bangbang memberikan apresiasi kepada seluruh organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Pokja Tematis RAN PE mendukung berjalannya pelaksanaan RAN PE periode 2021-2024

    “Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh OMS yang bergabung dalam Pokja Tematis RAN PE yang secara aktif dan konsisten menunjukan komitmennya dalam mendukung kolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, khususnya dalam pelaksanaan kebijakan RAN PE yang dijalankan dengan proses yang inklusif, transparan dan akuntabel,” katanya.

    Memasuki periode transisi menuju akhir pelaksanaan RAN PE periode 2021-2024, Sestama BNPT RI berharap seluruh pihak terkait khususnya masyarakat sipil dapat bekerja dan bersinergi bersama untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan RAN PE.

    “Seluruh pemangku kepentingan khususnya masyarakat sipil dapat terus bekerja dan berkolaborasi bersama dalam melaksanakan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan pelaksanaan RAN PE,” ungkap Sestama BNPT.

    Melalui koordinasi yang baik, Bangbang berharap dapat menghasilkan output untuk mengoptimalkan pencapaian pelaksanaan RAN PE pada tahun 2023 sekaligus mendiskusikan langkah-langkah strategis pelaksanaan RAN PE di tahun 2024.

    “.Kami membuka diri terhadap masukan dan penajaman, khususnya pada aspek-aspek substantif yang berkaitan dengan HAM, pengarusutamaan Gender dan perlindungan bagi kelompok rentan, strategi pelibatan generasi milenial, Kesiapsiagaan Nasional dan berbagai kegiatan substansi lainnya,” ujarnya. (bnpt/has)

  • Polresta Mataram Ungkap Hasil Visum Meninggalnya Bocah di Mataram

    Polresta Mataram Ungkap Hasil Visum Meninggalnya Bocah di Mataram

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID -Ini hasil visum etrevertum, penyebab meninggalnya bocah perempuan akibat penganiayaan yang diduga dilakukan ayah kandung. Salah satunya karena tidak lancarnya oksigen yang tersalurkan di dalam tubuh korban.

    Tersendatnya oksigen tersebut akibat tekanan suatu benda pada leher korban. Sehingga udara yang naik ke otak dan ke seluruh bagian tubuh lainnya tersendat dan akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.

    Disamping itu adanya terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh dan kepala akibat benturan benda tumpul juga merupakan penyebab meninggalnya korban

    Keterangan ini disampaikan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE SIK MH., usai kegiatan Visum di Ruang instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, Senin (23/10/2023).

    Dari beberapa keterangan yang diperoleh dari Terduga pelaku ada kemiripan atau singkron dengan hasil Visum yang dilakukan pihak Rumah Sakit. Seperti tersendat peredaran oksigen akibat leher korban yang diikat menggunakan sajadah. Kemudian bagian tubuh yang luka dan lebam akibat dibenturkan ke tembok oleh terduga

    “Ada kemiripan antara hasil visum dan keterangan terduga pelaku, “tegas Yogi sapaan akrabnya.

    Untuk sementara, lanjut Yogi, selain dugaan tindak pidana penganiayaan belum dapat dijelaskan karena masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan Tim penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram. (nang)

  • Simpan Ganja di Jok Motor, Perempuan Itu Diamankan

    Simpan Ganja di Jok Motor, Perempuan Itu Diamankan

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID- Seorang perempuan asal Lombok Tengah terpaksa diamankan tim Opsnal Sat Res Narkoba Polresta Mataram. Pasalnya saat terjaring razia ditemukan ganja di jok sepeda motornya.

    Perempuan bernama EK (27) dibonceng kenalannya YS (27) melintas di Perempatan BI pada 17 Oktober 2023 siang menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm. Kemudian terjaring razia lalu lintas. Saat diperiksa, di jok sepeda motor yang mereka gunakan, petugas menemukan 5 poket berisi ganja. Keduanya akhirnya diamankan.

    “Petugas Polantas berkoordinasi dengan Sat Resnarkoba Polresta Mataram dan dibawa ke Mapolresta Mataram untuk diperiksa,” ungkap Wakapolresta Mataram AKBP Syarif Hidayat SIK, dalan jumpa pers di ruang Sat Resnarkoba Polresta Mataram, Senin (23/20/2023).

    Dari hasil pemeriksaan pengendara tersebut diperoleh informasi asal usul barang yang kemudian dilakukan pengembangan.

    “Dari keterangan tersebut petugas akhirnya mengamankan seorang terduga lagi RF (27) di wilayah Gomong Mataram,” jelas Syarif.

    Para terduga masih dalam pemeriksaan. Berdasarkan data yang diperoleh tim penyidik EK, perempuan  asal Lombok Tengah tersebut sejauh ini belum terlihat indikasi keikutsertaan dalam peredaran narkotika. Shingga statusnya saat ini hanya meminta keterangan namun tidak ditahan.

    Sementara Terduga RF yang diamankan atas hasil pengembangan, mengaku memperoleh barang dari seseorang yang tidak dikenal dari Karang Bagu Cakranegara.

    “Keterangan RF ini masih diselidiki oleh tim opsnal Sat Res Narkoba Polresta Mataram untuk dapat mengungkap sumber barang yang mereka jual, ” kata Syarif

    Dari pengungkapan tersebut petugas menyita barang bukti berupa narkotika jenis ganja seberat 16, 68 gram. Kemudian diamankan pula Hp, serta uang tunai yang diduga hasil penjualan narkotika.

    Atas tindakan ini, menurut Wakapolresta Mataram, para terduga diancam pasal 112 dan atau 111 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (nang)

  • PLN NTB Kenalkan UMKM Binaan pada Gelaran MotoGP Mandalika 2023

    PLN NTB Kenalkan UMKM Binaan pada Gelaran MotoGP Mandalika 2023

    MATARAM, NTBNOW.CO– PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengenalkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dalam gelaran MotoGP 2023, yang sukses diselenggarakan di sirkuit Mandalika sepekan kemarin.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menyebut momentum event internasional tersebut menjadi kesempatan bagi PLN UIW NTB untuk memperkenalkan UMKM binaan mereka kepada puluhan ribu pengunjung yang hadir di Sirkuit Mandalika.

    “MotoGP Mandalika 2023 adalah salah satu ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Dengan mempromosikan mitra binaan kami dalam acara ini, yaitu UMKM Bob Marlin yang memiliki produk utama kuliner olahan ikan laut. Tentunya kami melihat kesempatan besar untuk dapat mengembangkan UMKM lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Djarwo.

    UMKM Bobb Marlin sendiri telah berdiri sejak tahun 2018 yang kemudian menjadi mitra binaan PLN UIW NTB sejak 2021. Omsetnya pun menembus angka 120 juta selama tahun 2022, atau naik 2 kali lipat dibandingkan saat belum menjadi mitra binaan PLN.

    Dalam gelaran MotoGP 20223, Bobb Marlin mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk mereka kepada pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Produk-produk yang ditampilkan termasuk kuliner olahan ikan laut, makanan khas daerah, olahan daging, dan masih banyak lagi.

    “Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam gelaran MotoGP 2023 dan memberikan kesempatan kepada UMKM binaan kami untuk berkembang. Ini adalah langkah yang penting dalam mempromosikan keberagaman budaya dan ciri khas produk kuliner NTB,” lanjutnya.

    PLN UIW NTB juga telah mempersiapkan stan khusus UMKM binaan untuk tampil di area sirkuit Mandalika, tempat pengunjung dapat menjelajahi produk-produk UMKM binaan mereka, serta belajar lebih lanjut tentang program-program yang telah diterapkan oleh PLN NTB dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

    “Kami mengundang semua pihak untuk mendukung UMKM lokal terus berkembang. Dengan kerjasama dari berbagai pihak, kami yakin ini akan menjadi peluang besar untuk mempromosikan budaya dan potensi ekonomi NTB kepada dunia,” tutup Djarwo. (red)