Blog

  • Buka Pelatihan SMSI Sumut, Wagub Musa Rajekshah: Mari Tata Ruang Publik Positif di Dunia Maya

    Buka Pelatihan SMSI Sumut, Wagub Musa Rajekshah: Mari Tata Ruang Publik Positif di Dunia Maya

    MEDAN, LOMBOKEXPRESS.ID– Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengajak seluruh media siber, khususnya yang tergabung dalam organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menata ruang publik di dunia maya ke arah positif.

    Penataan itu menjadi sangat penting mengingat banyak orang yang tidak bertanggung jawab, yakni dengan mengisi dunia maya dengan konten informasi yang negatif.

    Ajakan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Harvina Zuhra ketika membacakan pidato wakil gubernur Sumatera Utara di acara pembukaan pelatihan SMSI Sumatera Utara, Minggu (07/05/2023).

    Acara yang berlangsung di Ballroom Nangroe Hotel Saka, Jalan Gagak Hitam Ringroad Medan, dihadiri oleh Ketua Umum SMSI Firdaus dan para pengurus SMSI Provinsi Sumatera.

    Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck dalam sambutannya berharap, sebaiknya media tidak mengedepankan informasi yang sensasional, tidak berimbang, dan tanpa sumber yang jelas.

    “Tetapi saya yakin anggota SMSI tidak ada yang seperti itu. Saya percaya SMSI berperan dalam upaya penataan ruang publik yang positif, informartif dan mencerahkan ruang publik kita di dunia maya. Mari semua kita bergerak maju untuk menatanya,” ujar Wagub Musa Rajekshah.

    Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengapresiasi pesan Wagub Musa Rajekshah, terlebih dukungan Pemprov Sumur selama ini terhadap media-media siber yang tergabung dalam SMSI.

    Firdaus menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk menyatukan sekaligus menguatkan kesepahaman seluruh pengurus SMSI dalam mewujudkan visi misi dan program kerja SMSI.

    “Sehingga SMSI dalam membangun eksosistem media siber, dapat berjalan dengan lancar, baik itu dari sisi bisnisnya maupun tanggung jawab untuk ikut memajukan bangsa dan negara,” kata Firdaus.

    Sebelumnya Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu, melaporkan, kegiatan pelatihan yang dirangkaikan dengan silaturahmi tersebut, diikuti seluruh pengurus SMSI Sumut.

    “Terima kasih atas kehadiran Pak Firdaus dan jajaran pengurus pusat, kami mengapresiasi training ini demi mengokohkan fondasi pergerakan SMSI di Sumut,” ujar Erris.

    ada training itu, Ketum Firdaus membawakan materi ‘Penguatan Organisasi (sejarah singkat, garis perjuangan, ekosistem SMSI)’ dan Ilona Juwita Ketua Departemen Pengembangan Usaha SMSI dengan materi ‘Daya Tahan dan Pengembangan Media Siber’.

    Hadir Wakil Ketua Umum SMSI, Yono Hartono, Wakil Bendahara yang juga Ketua SMSI Banten Lesman Bangun, Penasihat SMSI Sumut Rony Purba, Zulfikar Tanjung, dan Sekretaris Ariadi, Wakil Sekretaris Ayu Kesuma Ningtyas, Bendahara Agus Lubis.

    Hadir juga Kabid Organisiasi dan Daerah Benny Pasaribu, dan Kabid Pendidikan dan Pelatihan Agus Utama, Kabid Kerjasama dan Pengembangan Usaha Irwansyah, para pengurus seksi dan pengurus lainnya. (benny pasaribu)

  • BNPT Bersinergi dengan Universitas Tidar Dukung Keberhasilan Program Deradikalisasi di Temanggung

    BNPT Bersinergi dengan Universitas Tidar Dukung Keberhasilan Program Deradikalisasi di Temanggung

    TEMANGGUNG, LOMBOKEXPRESS.ID– manggung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bersinergi dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung keberhasilan program deradikalisasi berbasis kesejahteraan mitra deradikalisasi di Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Bansari, Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.

    Sinergisitas tersebut salah satunya ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BNPT RI dan Universitas Tidar. Lewat PKS ini, mitra deradikalisasi dan masyarakat sekitar akan dilatih kemampuan mengolah lahan untuk pemanfaatan pertanian dan kehutanan guna meningkatkan kesejahteraan hidup.

    “Semoga bisa kita manfaatkan lahan KTN ini, tanah negara ini, untuk kesejahteraan masyarakat, konservasi, pelestarian alam dan juga penelitian,” ungkap Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si ketika menghadiri PKS antara BNPT RI dan Universitas Tidar di Wilayah KTN Bansari Temanggung pada Sabtu (6/5).

    Kepala BNPT pun mengucapkan apresiasi kepada Universitas Tidar yang telah menunjukkan komitmen untuk membantu pemanfaatan lahan KTN.

    Menurut Jenderal Bintang Tiga Kepolisian ini, sudah sewajarnya seluruh elemen bangsa ikut membantu pemanfaatan lahan KTN mengingat KTN memiliki andil yang penting dalam proses deradikalisasi. KTN diharapkan berhasil memberikan kesempatan mitra deradikalisasi untuk berbaur dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan di bidang ekonomi.

    “Kita berikan kesempatan kepada kawan kawan kita (mitra deradikalisasi) untuk dapat kesempatan berusaha, bergabung dengan masyarakat melakukan kohesi sosial serta meningkatkan kesejahteraan di bidang ekonomi,” jelasnya.

    Sementara itu, rektor Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., mengatakan pihaknya telah siap mendukung KTN Temanggung baik dari segi dukungan pelatihan dan juga penelitian.

    “Kami siap mendukung pemanfaatan lahan KTN untuk masyarakat Temanggung dan program deradikalisasi BNPT RI. Kami pun bersinergi satu dan lainnya.

    Sebagai contoh, kesiapan lembaga pendidikan swasta ini untuk mendukung program KTN Temanggung dibuktikan dengan pembukaan 8 prodi baru yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan pertanian seperti teknologi pangan, agrobisnis dan lain sebagainya. Pihaknya juga memiliki laboratorium terpadu dan alat pengolahan biji kopi yang siap menampung dan memproses hasil kopi dari kawasan KTN Temanggung.

    Dalam penandatanganan PKS dengan Universitas Tidar, Kepala BNPT RI didampingi oleh Sestama BNPT RI, Bangbang Surono Ak., M.M., CA., Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E., Kasatgas Sinergisitas BNPT RI Laksamana Pertama Joko Sulistyanto, S.H., M.H., dan Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas BNPT RI Brigjen TNI Roedy Widodo.(bnpt/red)

  • BNPT RI Dorong Mitra Deradikalisasi Bagikan Pemahaman yang Benar Kepada Masyarakat

    BNPT RI Dorong Mitra Deradikalisasi Bagikan Pemahaman yang Benar Kepada Masyarakat

    SEMARANG, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) dalam melaksanakan program deradikalisasi membutuhkan peran serta Mitra Deradikalisasi (mantan narapidana terorisme).

    Sebagai mantan orang yang pernah terjerumus pemahaman radikalisme dan terorisme, BNPT RI berharap Mitra Deradikalisasi dapat membagikan pengalaman hidup mereka terkait pemahaman yang benar agar masyarakat terhindar dari pemahaman yang melenceng dan tidak sesuai dengan Ideologi bangsa.

    “Ke depan, kawan-kawan kita ini (mitra deradikalisasi) akan membagi pengalaman mereka, membagi sentuhan hidayah yang mereka terima, sehingga bisa mengajak yang masih salah pemahamannya ke pemahaman yang benar,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan bersama Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) di Kota Semarang Jawa Tengah pada Jumat (5/5).

    Dalam ikhtiar meluruskan pemahaman yang salah kepada masyarakat, mitra deradikalisasi juga diharapkan dapat menyebarkan pemahaman nilai-nilai Islam yang moderat, cinta damai dan Rahmatan Lil Alamin.

    “Tidak ada satu agama pun yang mengajari tentang kekerasan,” jelasnya.

    Salah seorang mitra deradikalisasi bernama Joko Priyono mengamini apa yang disampaikan Kepala BNPT RI. Menurutnya mitra deradikalisasi dapat membagikan kisah hidup mereka kepada masyarakat yang belum terpapar dan yang masih terpapar paham radikalisme agar tidak terjerumus di jalan yang salah.

    “Kami dapat membantu meluruskan pemahaman yang tidak sesuai dengan adanya dialog dan kerjasama,” katanya. (bnpt/has)

  • Silaturahmi Bersama Paguyuban Podomoro, Kepala BNPT RI: Kami Hadir Mendengarkan Kebutuhan Mitra Deradikalisasi

    Silaturahmi Bersama Paguyuban Podomoro, Kepala BNPT RI: Kami Hadir Mendengarkan Kebutuhan Mitra Deradikalisasi

    BREBES, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) terus membangun silaturahmi dengan mitra-mitra BNPT RI satu diantaranya dengan Paguyuban Podomoro untuk berinteraksi langsung mendengarkan kebutuhan, keinginan dan harapan saudara sesama Warga Negara Indonesia yang telah kembali kepada pemahaman yang benar.

    “Kita duduk bersama, kita berdiskusi dan kita pikirkan untuk kualitas ke depan kesejahteraan para mitra deradikalisasi,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si saat mengunjungi Embung Podomoro, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (4/5).

    Kepala BNPT RI memanfaatkan momentum Idul Fitri 1444 H untuk mengajak para mitra deradikalisasi agar mempererat ukhuwah Islamiyah, menunjukkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin yang humanis dan menjunjung kasih sayang.

    “Hari ini kita silaturahmi yang dirangkai dalam kegiatan Halal Bihalal di bulan Syawal ini. Kami datang kesini untuk berjumpa dengan saudara-saudara kita. Bertemu langsung dengan mereka, dengan keluarga besar, dengan istri dan anak-anak mereka juga, sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang hangat itu, Rycko berharap dapat menjadi momentum untuk berdiskusi dengan masyarakat agar selalu menghargai perbedaan, menanamkan toleransi dan bersama-sama menjaga negeri ini.

    Dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya mitra deradikalisasi, di wilayah Jawa Tengah khususnya di Brebes, pemerintah daerah dalam hal ini Kesbangpol Kabupaten Brebes, Densus 88 AT dan BNPT RI telah mendorong pemberdayaan ekonomi Mitra Deradikalisasi dibawah naungan Paguyuban Podomoro untuk membangun Wisata Air di Embung Podomoro di Brebes Jawa Tengah yang rencananya akan segera dibuka.

    “Mudah-mudahan kami semua akan dorong terus supaya cepat saudara-saudara kita ini dapat berusaha ada pemasukan. Sehingga kehidupan bisa semakin cerah,” ujarnya.

    Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq, S.SSTP., M. Si. mengajak semua pihak baik pemerintah dan juga mitra deradikalisasi untuk berkomitmen dan bersinergi dalam rangka penanggulangan terorisme.

    “Kita semua satu pihak, bersinergi untuk tujuan yang sama dalam rangka menanggulangi terorisme di Indonesia,” jelasnya.

    Perwakilan mitra deradikalisasi yang juga ketua Paguyuban Podomoro, Wartoyo berharap dengan silahturahmi kebangsaan bersama mitra deradikalisasi di Brebes, BNPT RI dapat membantu kesejahteraan para mantan napiter untuk dapat segera membuka ladang rezeki di Embung Podomoro.

    “Mudah-mudahan Bapak Kepala BNPT dapat membatu agar kita bisa mulai usaha bidang wisata ini,” katanya.

    Sebagai informasi di lokasi Embung Podomoro terdapat sejumlah wisata air diantaranya kolam renang dewasa, kolam waterboom anak, kolam pemancingan serta tempat makan, mini outbound dan kolam budidaya ikan. (bnpt/red)

  • Polresta Tangkap Enam Tersangka Kasus Narkoba, Dua Diantaranya Perempuan

    Polresta Tangkap Enam Tersangka Kasus Narkoba, Dua Diantaranya Perempuan

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID – Dua dari enam tersangka kasus narkoba yang diamankan Polresta Mataram adalah Perempuan. Keduanya bersama 4 pria lainnya kini berada dalam pengamanan Sat Resnarkoba Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan atas perkara yang diduga terlibat didalamnya.

    Kedua perempuan tersebut masing-masing MA (20) dan TSH (25), warga Cakranegara Mataram dan Gunungsari, Lombok Barat. Sedangkan keempat pria masing-masing MU (37) warga Kediri Lombok barat, HJ, (29) warga Cakranegara Mataram, IA (38) warga Lingsar Lombok Barat dan HJ (50) warga Praya tengah Lombok tengah.

    Kedua perempuan tersebut saat ditangkap berada di TKP yaitu di salah satu Kos-kosan di wilayah Bagirati, Karang Taliwang Cakranegara kota Mataram bersama MU, HJ dan IA sementara HS ditangkap di Lombok Tengah atas hasil Pengembangan.

    Keterangan diatas disampaikan Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK saat memimpin Konferensi pers pengungkapan Perkara Narkoba di Gedung Graha Pratama Polresta Mataram, (03/05/2023).

    Kapolresta yang didampingi Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Made Dimas Widyantara SIK.,MH.,dan Ps. Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Wiwin Widarti pada kesempatan itu menjelaskan bahwa keberhasilan dalam mengungkap kasus Narkoba di Kota Mataram merupakan kerjasama polisi dengan masyarakat.

    Ini menunjukkan betapa masyarakat mendukung agar peredaran narkoba di kota Mataram dapat diberantas atau di tekan guna menyelamatkan dan menciptakan Kamtibmas di tengah masyarakat.

    “Kami harus menyampaikan terimakasih kepada masyarakat atas kerjasama ini, semoga ke depan Penindakan dan pencegahan dapat terus dilakukan secara bersama-sama,”tutupnya.

    Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Mataram dalam kesempatan itu menjelaskan, dari pengungkapan tersebut pihaknya mengamankan 229,17 gram Brutto Sabu di dua lokasi yang digeledah.

    “Lokasi pertama di Kos-kosan di wilayah Cakranegara Mataram mengamankan 5 tersangka, kemudian seorang lagi di amankan di salah satu rumah di Lombok Tengah yang merupakan hasil pengembangan,” jelas Dimas sapaan akrab Kasat Narkoba Polresta Mataram.

    Disampaikan pula, lima tersangka diamankan dan diperiksa di Sat Resnarkoba Polresta Mataram yakni MU, MA, HJ, TSH dan IH sementara HS dilimpahkan di Polres Lombok tengah lantaran Laporan Polisi di Polres setempat.

    Kepada ke 5 tersangka yang sedang diperiksa penyidik positif mengkonsumsi Narkoba. Dan kepada mereka akan dikenakan Pasal 114, dan atau 112 dan atau 127 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman mulai dari rehabilitasi hingga penjara minimal 7 tahun.

    “Sementara hasil penyidik menyebutkan MU diancam pasal 114, 112. Sedangkan MA, HJ, TSH dan IA diancam pasal 127. Saat ini semuanya Masi menyelesaikan proses penyidikan,” pungkasnya. (ang)

  • The JERUJI Band Turut Meriahkan Tasyakuran HBP ke-59

    The JERUJI Band Turut Meriahkan Tasyakuran HBP ke-59

    GRUP musik Warga Binaan “The JERUJI Band” Lapas Mataram turut memeriahkan acara Syukuran Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-59, Rabu (3/5).

    Berlangsung di Aula Kanwil Kemenkumham NTB, The JERUJI Band tampil membawakan sejumlah lagu hits guna menghibur tamu undangan sebelum Acara dimulai.

    Kalapas Mataram, Ketut Akbar Herry Achjar menjelaskan The JERUJI Band sendiri merupakan grup musik yang anggotanya terdiri dari warga binaan di Lapas Mataram.

    “Semoga dengan hadirnya kami (The Jeruji Band) dalam acara ini diharapkan mampu mengubah stigma negatif masyarakat, menjadi positif terhadap warga binaan khususnya di Lapas Mataram,” ujarnya.

    Dalam acara Syukuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-50 tersebut turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Barat, seluruh Pimpinan Tinggi Pratama serta seluruh Kepala UPT dan jajaran Pemasyarakatan se-NTB. (ang)

  • Kisah Inspiratif Made Yuda Perdana, Piatu yang Diasuh Panti Asuhan Jadi Tentara 

    Kisah Inspiratif Made Yuda Perdana, Piatu yang Diasuh Panti Asuhan Jadi Tentara 

    PERJALANAN hidup Sersan Dua (Serda) I Made Yuda Perdana kelahiran Mataram 24 Mei 2002 sangat menginspirasi. Serda I Made Yuda Perdana anak panti Asuhan Darma Laksana Mataram. Dia berhasil menjadi anggota TNI-AD melalui seleksi Secaba jalur agama.

    Bapaknya pekerja bengkel yang berpenghasilan jauh dari kata cukup serta memiliki 6 orang saudara kandung. Ibunya meninggal sejak SD.

    Di Panti itulah dia bersama adik-adik dan kakak yang berasal dari berbagai pulau. Ada dari Maluku, Sulawesi, dan pulau Lombok. Di Panti dia dididik tentang agama, budi pekerti serta pelajaran untuk masuk sekolah ke jenjang berikutnya sampai dia tamat SMA dan menjadi seorang Tentara.

    Lahir di tengah keluarga miskin dan hidup di panti, tidak membuatnya berkecil hati.

    “Sejak kecil dia selalu bersemangat untuk menjadi anggota TNI-AD dengan rajin belajar, melatih jasmani setelah mengikuti kegiatan wajib di panti dan menjaga kesehatannya,” tutur Dewa wayan Parnaya pengasuh panti asuhan Darma Laksana Mataram.

    Hal yang sama dituturkan Ketua Panti  Asuhan Darma Laksana Ir. I Made selamet, M.M.,  pada Rabu 3 Mei 2023. Sebelum Yudha masuk ke panti  pihak yayasan sudah lama memantau keluarga Yudha yang masuk kategori sangat tidak mampu. Sewaktu kecil Yudha kadang sekolah kadang, kadang tidak. Disebabkan berebutan untuk menggunakan pakaian seragam sekolah dengan saudara saudaranya yang memang rata rata umurnya tidak terpaut jauh. Oleh pengasuh Yudha kecil terus dimotivasi agar tamat SD. Setelah tamat SD Yudha baru diambil oleh panti untuk menjadi anak panti dikarenakan aturan panti asuhan ini menerima anak anak Yatim, Piatu. Yatim piatu dan anak anak dari keluarga miskin setelah anak tersebut di usia tamat SD.

    Nilai Yudha dari SMP dan SMA sangat bagus. “Di sela sela kesibukan kegiatan panti, Yudha selalu melatih dirinya untuk mempersiapkan diri menjadi anggota TNI AD,” jelas I Made Selamet.

    Ini menjadi contoh bahwa anak dari keluarga tidak mampu serta dibesarkan di panti asuhan bisa menjadi tentara.  Asalkan ada tekad dan kemauan serta disiplin dari kecil pasti mampu mencapai cita citanya. “Tanpa uang sepeserpun hal ini dibuktikan oleh Yudha,” tutur I Made Selamet meneteskan air mata mengenang perjuangan anak asuhnya.

    Mengakhiri wawancaranya I Made Selamet mengucapkan terima kasih kepada Bapak KSAD, Bapak Pangdam IX/Udayana dan Bapak Danrem 162/WB yang telah memberi kesempatan, bimbingan dan arahan kepada anak asuhnya untuk menjadi TNI AD.

    Sebelumnya Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, S.Sos., M.M menjelaskan Korem memberikan kesempatan bagi putra putri terbaik bangsa untuk menjadi Prajurit TNI AD. Terlebih terhadap anak yatim, piatu dan anak anak tidak mampu yang memiliki motivasi tinggi. “Kami memberikan prioritas, sesuai arahan dari Bapak KSAD, Pangdam IX/Udayana,” katanya.

    Karena untuk menjadi anggota TNI AD lanjut Danrem tidak dipungut biaya sepeserpun. Hal ini dibuktikan Sersan Dua I Made Yuda Perdana, yang sampai saat ini masih mengikuti Pendidikan Kejuruan Infanteri di Dodiklatpur Rindam IX/Udy Daerah Pulaki Buleleng Bali.

    “Untuk menyelesaikan Pendidikan Kejuruan Infanteri butuh waktu 16 minggu,” pungkas Brigjen Aris. (Penrem 162/WB)

  • 24 Warga Binaan Lapsus Sentul Ikrar Setia NKRI, Kepala BNPT : Lepas Baiat dan Kembali ke NKRI

    24 Warga Binaan Lapsus Sentul Ikrar Setia NKRI, Kepala BNPT : Lepas Baiat dan Kembali ke NKRI

    BOGOR, LOMBOKEXPRESS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bersama Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) dan Polri menggelar Ikrar NKRI kepada 24 Warga Binaan Narapidana Tindak Pidana Terorisme Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul di Kawasan Pusat Pelatihan dan Deradikalisasi BNPT RI, Sentul Kabupaten Bogor pada Rabu (3/5).

    Kegiatan Ikrar Setia NKRI merupakan bukti upaya negara untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga binaan pemasyarakatan tindak pidana terorisme selepas kembali ke masyarakat.

    “Ini merupakan bentuk usaha bangsa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka selepas kembali ke masyarakat, saat ini kita berada di kawasan mitra deradikalisasi dibekali ilmu kewirausahaan,” ujar Kepala BNPT RI Komjen. Pol. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

    Dirinya juga berharap agar momentum ini menjadi titik balik warga binaan untuk tidak lagi menggunakan cara-cara yang menyimpang dan kembali setia kepada NKRI.

    “Harapannya, mereka tidak lagi menggunakan cara – cara kekerasan yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, melepas baiat serius dari hati, dan kembali ke NKRI,” katanya.

    Selain itu, kegiatan ini juga bukti keberhasilan sinergi BNPT RI dengan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul dalam menjalankan program deradikalisasi. Harapannya, sinergi tersebut akan terus berjalan demi mendukung percepatan program reintegrasi sosial.

    “Ini bentuk keberhasilan program deradikalisasi yang selama ini kita jalankan. Tujuannya agar mereka kembali menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI. Semoga kerjasama kita semakin solid, untuk percepatan program reintegrasi sosial,” jelas Irwan Silais, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul.

    Setelah ikrar ini dilaksanakan, napiter diharapkan dapat menjadi Mitra BNPT RI dalam mencerahkan keluarga dan kelompok mereka, serta menghambat proses penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. (bnpt/red)

  • Indonesia & Yordania Lanjutkan Sinergi Tunjukkan Wajah Islam Moderat dan Damai

    Indonesia & Yordania Lanjutkan Sinergi Tunjukkan Wajah Islam Moderat dan Damai

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., menerima kunjungan Duta Besar Yordania di Indonesia, Abdallah Suliman Abdallah Abu Romman di Kantor Pusat BNPT Sentul (2/5).

    Dalam pertemuan ini, Kepala BNPT menekankan pentingnya melakukan segala upaya untuk menunjukkan wajah islam yang moderat dan damai, termasuk mengaungkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

    “Terimakasih atas kerjasamanya selama ini, tentu tujuan kita bersama adalah menunjukkan wajah Islam yang damai. Kita tangkal paham takfiri, kita gelorakan dakwah Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya.

    Prof. Rycko juga menambahkan, bahwa salah satu strategi Indonesia dalam menangani penyebaran paham-paham kekerasan adalah dengan menghadirkan tokoh agama dan cendekiawan yang moderat.

    “Kita mewaspadai paham – paham yang menggunakan simbol Islam untuk menyebarkan kekerasan dan kebencian, kita menghadirkan tokoh agama dan cendekiawan untuk mengcounter dokrin – dokrin tersebut,” tambahnya.

    Menyambung pernyataan tersebut, Duta Besar Yordania untuk Indonesia Abdallah Suliman Abdallah Abu Romman mengaku bahwa kerjasama selama ini berjalan efektif karena adanya kesamaan cita – cita antara kedua negara.

    “Hubungan kerjasama ini sudah berjalan lama dan efektif, karena Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan cita – cita yakni menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya,” sambungnya.

    Terkait tokoh agama yang turut membantu dalam menangkal paham kekerasan, Yordania bersedia mengirimkan ulama – ulamanya ke Indonesia untuk turut membantu misi tersebut.

    “Ulama – ulama Yordania dapat datang dan ikut melawan paham – paham yang salah,” ujarnya.

    Selama ini kedua belah negara baik Indonesia dan Yordania telah berperan aktif dalam upaya penanggulangan terorisme sebagai implementasi atas ditandatanganinya nota kesepahaman antara BNPT RI dengan Menteri Dalam Negeri Yordania pada tahun 2021 silam. Tidak hanya itu, peran aktif kedua negara dalam penanggulangan terorisme juga turut dibuktikan dengan terselenggaranya Aqaba Process di Indonesia pada 2022 lalu yang merupakan sebuah inisiatif King Abdullah II dari Kerajaan Yordania. Aqaba Proses telah mempertemukan 16 negara untuk meningkatkan koordinasi penanggulangan terorisme di tingkat global. (bnpt/red)

  • Kepala BNPT: Kita Perlu Menjadi Guru di Setiap Lingkungan Untuk Membawa Perubahan Masyarakat Yang Lebih Baik

    Kepala BNPT: Kita Perlu Menjadi Guru di Setiap Lingkungan Untuk Membawa Perubahan Masyarakat Yang Lebih Baik

    SENTUL, LOMBOKEXPRESS.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. menyampaikan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 dijadikan momentum untuk memberikan perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik lagi.

    “Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, momentum ini harus kita pahami untuk terus belajar, never stop learning (jangan pernah berhenti belajar) sehingga kita bisa menjadi guru di lingkungan kita untuk membawa perubahan yang lebih baik di masyarakat,” ujarnya ketika memimpin kegiatan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah di Lapangan BNPT RI Sentul, Kabupaten Bogor pada Selasa (2/5).

    Kepala BNPT RI juga mengharapkan pasca bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dijadikan momentum “Hijrah” menjadi manusia yang lebih baik dalam segi perilaku termasuk dalam bekerja, sehingga memiliki visi dan misi yang tangguh dalam menciptakan Indonesia Damai dan Indonesia Harmoni yang anti Terorisme dan Kekerasan.

    “Masih dalam suasana Syawal, setelah kita berpuasa di Ramadan dan kemudian Berlebaran, Mudah-mudahan kita semua dapat menjadi insan manusia yang lebih baik. Hijrah dari perilaku yang sebelumnya tidak baik menjadi lebih baik” katanya.

    Dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmoni, BNPT RI terus berikhtiar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk “hijrah” lebih baik dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial. BNPT RI terus mensosialisasikan kepada generasi muda agar menjadi bagian penyebar narasi positif di media sosial dan ikut menolak berita hoax yang kerap mempromosikan perilaku intoleransi dan kekerasan. (bnpt/red)