Blog

  • Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (25)

    Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (25)

    Pemandangan Subuh Nan Indah

     

    – Wina Armada Sukardi –

     

    KALI ini kita bicara yang ringan-ringan saja. Juga singkat pula.

    Sholat subuh berjemaah di mesjid, memberikan banyak manfaat sampingan, selain tentu saja manfaat sholat subuhnya sendiri.

    Pulang jalan kaki dari mesjid ke rumah, seusai sholat subuh di mesjid, menghadirkan pemandangan yang menawan. Jika waktu pergi dari rumah ke mesjid, kita disambut udara segar, bersih, dan sehat, pulangnya kita disuguhkan pemandangan yang menakjubkan.

    Hampir setiap pulang sholat subuh berjemaah di mesjid, kecuali hari mendung atawa hujan, di langit masih terlihat ada bulan. Sering bulan masih terlihat utuh penuh kuning keemasan dikelilingi warna putih di langit yang biru. Terkadang pula warnanya kuning pucat tanpa framing warna di sekelilingnya.

    Lain waktu, kita juga masih dapat melihat bulan sabit dalam bentuknya yang sempurna. Betul-betul mirip sabit.

    Tapi itu belum seberapa. Lebih menakjubkan, sementara bulan masih bertengger di langit, bersamaan dengan itu, di arah yang berseberangan dengan bulan, matahari sudah mulai menyembul dengan “malu-malu.” Jadi, hebatnya, di subuh menjelang pagi itu, kita dapat melihat transisi malam ke subuh dan pagi. Bulan masih ada, tapi matahari sudah mau terbit. Menakjubkan.

    Nah, warna awan di kelililing emberio terbitnya matahari pada hari itu sangat indah. Warnanya dalam beberapa hari dapat berbeda-beda.

    Sekali waktu di sekeliling tempat matahari mau terbit terdapat berbagai warna garis-garis horizonal. Sepanjang mata hamba memandang, ada warna kemerahan, jingga, perak dan hitam. Juga putih dan biru.

    Pada waktu lain, berjejer warna kekuningan, putih,merah muda, agak marun dan merah.

    Jika pelangi warnanya tetap itu-itu saja, sinaran matahari yang masih lembut ini dapat berubah tiap hari.

    Hamba tidak tahu, kenapa dapat begitu. Sama halnya hamba tidak faham, apakah warnanya memang asli seperti yang terlihat, ataukah itu hanya kesan di mata kita, tetapi warna sebetulnya berlainan. Hamba bukan ahli ilmu falak atau astronomi, jadi hamba tidak faham soal fenomena apa di balik itu.

    Satu hal yang jelas, pemandangan bersamaan antara masih ada bulan dan sudah mulai ada gejala kemunculan matahari yang sudah kebelet mau terbit sehingga memancarkan komposisi warna-warni yang lebih baik dari seribu lukisan, meski pada tempat yang berseberangan, dalam waktu konsisten, begitu mempesona. Menakjubkan. Setidaknya bagi hamba.

    Buat memperoleh pemandangan itu, kita tak harus pergi jauh-jauh ke berbagai pantai wisata. Tak perlu menghamburkan banyak duit. Tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Cukup tenggok saja langit setelah sholat subuh berjemaah di mesjid, kita dapat melihat pemandangan semacam itu. Tak hanya sehari dua hari ketika kita jadi pelancong, tapi dalam sepanjang tahun, selama tidak mendung atau hujan.

    Disinilah satu manfaat dan keuntungan kita sholat subuh berjemaah di mesjid. Kita diberi pemandangan di pengujung subuh nan indah.

    Kakau kita tidak sholat

    subuh berjemaah di mesjid, sulit kita memperoleh kesempatan memperoleh pemandangan demikian. Ini juga bagian dari nikmat dari Allah. Nikmat yang hanya diberikan kepada kaum jemaah subuh yang sholat subuh berjemaah di mesjid dan tidak diberikan kepada mereka yang lebih suka tidur ketimbang sholat subuh berjemaah di mesjid.

    T a b i k. ***

     

    Bersambung…..

     

    *WINA ARMADA SUKARDI,* _wartawan dan advokat senior, dan Dewan Pakar Pengurus Pusat Muhammadiyah. Tulisan ini merupakan repotase/opini pribadi._

  • Sat Lantas Polresta Mataram Amankan Ratusan Unit Sepeda motor

    Sat Lantas Polresta Mataram Amankan Ratusan Unit Sepeda motor

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Sebanyak 102 kendaraan roda 2 yang menggunakan kenalpot brong dan balap liar diamankan selama operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan Sat Lantas Polresta Mataram, sejak akhir Maret 2023 hingga awal April 2023 di Jalan Udayana Mataram.

    Ratusan kendaraan sepeda motor yang terjaring dilakukan penindakan pelanggaran melalui penilangan non elektronik sesuai yang berlaku.

    Kasat Lantas Polresta Mataram Kompol Bowo Tri Handoko SIK dihadapan awak media mengatakan sesuai perintah untuk menyelenggarakan Operasi KRYD guna menciptakan Kamtibmas di tengah masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada masyarakat selama menjalani ibadah puasa,” ungkap Bowo sapaan akrab Kasat Lantas, Sabtu (15/04/2023) di ruang kerjanya.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, sesuai masukan dan keluhan masyarakat terkait banyak kendaraan yang menggunakan knalpot brong serta balap liar di jalan Udayana Mataram. Sehingga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

    “Menindaklanjuti keluhan tersebut kami melakukan operasi KRYD. Hasil KRYD tersebut Sat Lantas Polresta Mataram mengamankan kurang lebih 102 unit sepeda motor knalpot Brong,” jelasnya.

    Pengamanan yang dilakukan bulan Maret lalu lanjutnya saat ini sudah bisa diambil kembali dengan catatan membawa surat kendaraan lengkap. Melepas knalpot brong menggantikannya dengan yang standar serta membayar denda administrasi sesuai yang tercantum dalam pasal pada UU LLAJ.

    Ia membeberkan para pelaku balap liar melanggar pasal 297 UU no 2 sehingga dilakukan penindakan tilang. Begitu pula dengan kendaraan yang berada disekitar lokasi balap liar bila tidak dilengkapi sesuai standar dan tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan maka ikut pula dilakukan penimbangan.

    Untuk kendaraan yang terjaring dan tertilang maka dapat diambil kembali satu bulan berikutnya dengan denda sesuai yang diatur dalam pasal 288 (1) dan (2), pasa 281, pasal 280 serta pasal 285 (2) UU LLAJ.

    Kasat Lantas juga menjelaskan penerapan tilang non elektrolit masih diterapkan karena masih adanya beberapa permasalahan seperti tidak tercakupnya Etle di seluruh wilayah.

    Sasaran lain dalam Operasi KRYD yang dilaksanakan tersebut diantaranya pengendara tidak menggunakan helm CNI, melawan arus, anak di bawah umur, serta dalam keadaan mabuk, maka di gunakan tilang non elektronik.

    “Penindakan dengak tilang elektronik juga akan diterapkan pada saat OPS saat Ops Ketupat Rinjani 2023, mulai 18 April hingga 01 Mei 2023 mendatang,” pungkasnya. (ang)

  • Patroli KRYD, Polresta Mataram Sita Puluhan Minol

    Patroli KRYD, Polresta Mataram Sita Puluhan Minol

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polresta Mataram berhasil menyita puluhan minuman alkohol tanpa ijin. Minol itu ditemukan di cafe yang melanggar ketentuan atau dilarang buka di wilayah hukum Polresta Mataram, Sabtu (15/04/2023).

    Patroli ini dipimpin  Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH didampingi Kasat Intelkam Kompol Hatta, SIP dan Kasat Samapta Kompol Supyan Hadi SH beserta 21 peronel.

    Kapolresta Mataram melalui Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH mengatakan rutin  KRYD yetap dilaksanakan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif selama Bulan Suci Ramadhan 1444 H.

    “Sasarannya Cafe dan beberapa tempat berkumpulnya anak – anak muda yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas,” kata Kompol Gede.

    Kabag Ops juga menekankan kepada personel untuk tetap mengedepankan sikap yang humanis dan melaksanakan tugas sesuai dengan SOP sehingga tindakan menjadi terukur.

    “Hasil kegiatan KRYD saat di Cafe B Cakranegara Kota Mataram kami berhasil kembali menemukan masih ada yang menjual Minol tanpa ijin dan petugas langsung melakukan penyitaan,” ungkap Kompol Gede.

    Kenis minuman beralkohol sebanyak 17 botol dengan rincian Bir Hitam merk Black Panther sebanyak 5 botol dan minuman tradisional jenis Brem sebanyak 12 botol.

    Gede mengingatkan berdasarkan Surat Edaran Walikota Mataram Nomor 100.3.4/275/SETDA/III/2023 tentang aktivitas selama bulan suci Ramadan, tempat hiburan malam seperti karaoke dan kafe dilarang beraktivitas selama bulan suci Ramadan. (ang)

  • Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (24)

    Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (24)

    Matematik Pahala Baca Al Quran

    – Wina Armada Sukardi –

    PAKAR kaligrafi sekaligus penulis kaligrafi profesional, Didin Sirojuddin A.R., awal bulan April ini, mengirim WA ke hamba, tetapi lantaran baru hamba baca setelah sholat subuh berjemaah di mesjid sehari kemudian. Isinya menerangkan bagaimana besarnya pahala bagi yang membaca dan menulis kembali ayat-ayat Al Quran.
    Lantaran isinya bagus buat diketahui kaum muslim, hamba pikir sangat baik kiriman WA dari Didin Sirojuddin A.R. tersebut hamba foward atau tayangkan kembali disini, segera setiba di rumah dari sholat subuh di mesjid.
    Untuk menyesuaikan dengan tayangan artikel di media online, hamba adakan editing seperlunya, tanpa mengubah secuil pun maknanya. Demikian pula hamba hanya memuat bagian yang terkait dengan pahala membaca Al Quran saja, sedangkan untuk bagian pahala terkait menulis kembali ayat-ayat Al Quran tidak hamba tayangkan dengan dua alasan. Pertama, menghindari terlampau panjang, dan kedua tulisan itu lebih dikhususkan untuk para penulis kaligrafi.
    Hamba sendiri, terus terang saja, bukanlah manusia sempurna, yang telah sanggup mengerjakan membaca Al Quran dengan fasih dan dengan intonasi atawa lafal yang tepat dan benar, padahal hamba faham benar pahalanya sedemikian besar.
    Hal ini menyadari hamba, Allah menciptakn manusia dengan beragam-ragam kemampuan dan kekurangannya masing-masing. Maafkan hamba ini, Ya Allah.
    Berikut kutipan WA dari Didin Sirojuddin AR:
    AL QURAN kitab suci yang penuh mukjizat, membacanya saja berpahala dan dianggap ibadah. Mari kita hitung jumlah pahala kebaikan dari membaca Alquran yg merupakan _way of life_ kaum muslimin dalam Hadis:
    _”Barangsiapa membaca *satu huruf * dari Kitabullah Alquran, maka ia mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dibalas pahala 10 x lipat yang seumpamanya. Ingat, aku tidak bilang: Aliflammim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.”_ (HR Hakim)
    Subhanallah, pahalanya dihitung untuk setiap huruf!
    Bila setiap huruf pahalanya 10 kebaikan, kita kalikan jumlah rata-rata:
    • 1 baris: 40 huruf x 10 pahala = 400 pahala.
    • 1 halaman: 15 baris x 400 pahala = 6.000 pahala.
    • 1 juz: 18 halaman x 6.000 pahala = 108.000 pahala
    • 30 juz: 30 x 108.000 pahala = 3.240.000 pahala kebaikan.
    Subhanallah, banyak sekali!!!
    Kita hitung dengan cara lain. Imam Syafi’i (lahir 150 H di Gaza) lebih 1.200 tahun silam, ketika dunia belum kenal komputer dan mesin kalkulator, telah mampu mendata jumlah masing-masing huruf dalam Alquran secara detail dan akurat.
    Dalam kitabnya, مجموع العلوم ومطلع النجوم dan dikutip Imam Ibnu Arabi dalam mukadimah الفتوحات الإلهية menyebutkan jumlah huruf Alquran ada 1.027.000.
    Secara rinci dihitungnya huruf ا (ALIF) 48.740, huruf ل (LAM) 33.922, huruf م (MIM) 29.922, dan seterusnya sehingga berjumlah 1.027.000 huruf.
    Bila dibaca dengan dikalikan 10, maka pahala kebaikannya 10.270.000.
    Subhanallah, fantastis. Di bulan Ramadhan, setiap amalan digandakan lagi 70 x kebaikan. Maka total pahalanya 10.270.000 x 70 = 718.900.000. سبحان الله .
    Ada juga surat-surat tertentu dengan imbalan pahala tertentu, seperti membaca Al-Fatihah = membaca ⅔ Alquran, bacaan Al-Baqarah & Ali Imran akan jadi 2 awan penaung.
    Pembaca Al-Baqarah akan dipakaikan mahkota surga.
    Membaca akhir Ali Imran di malam hari dicatat = ibadah semalam.
    Bacaan Al-Kahfi akan jadi penghalang qarinya dari api neraka.
    Adapun yang membaca Yasin saban malam akan diampuni dosanya, bila dibaca siang segala hajatnya akan terpenuhi. Surat Al-Waqiah adalah surat kekayaan.
    Membaca Qulhuw 3 x malam hari = tamat Alquran. Membaca Qulhuw 11 balik akan diganti sebuah rumah di surga.
    Ayat Kursi adalah pengusir setan. Membaca Ad-Dukhon malam hari, akan diampuni dosanya yang lalu.
    Bacaan Al-Mulk akan jadi tameng dari siksa kubur. dll. dll.
    Itu belum termasuk bila bacaan tsb dilagukan, baik dengan langgam murattal maupun mujawwad karena berefek pada nikmatnya di pendengaran yang “menggembirakan sesama saudara muslim”.
    Rasulullah menganjurkan:
    _”Hiasilah Alquran dengan suaramu (yang merdu).”_
    Pahala kebaikan akan terus bertambah bila kegiatan membaca berada dalam “proses belajar-mengajar”,
    Menuntu Ilmu atau belajar dan mengamalkan ilmu yang terlibat di dalamnya bergelar “fi sabilillah” dengan imbalan pahala terbaik surga.
    Dalam Hadis riwayat Usman dinyatakan:
    _”Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.”
    Hasil dari aktivitas membaca Alquran, baik yang menjadi mahir maupun yang masih terbata-bata karena kesulitan, kedua-duanya mendapat tempat yang indah seperti yang dijanjikan Rasulullah:
    _”Orang yang pandai membaca Alquran, akan memperoleh tempat di surga bersama-sama para Rasul yang mulia lagi baik-baik. Dan orang yang membaca Alquran kurang pandai, membacanya tersentak-sentak dan tampak agak berat lidahnya, ia akan memperoleh dua pahala,”_ yaitu pahala membaca dan pahala sulitnya belajar.
    Subhanallah, Allah Maha Pemurah.
    Begitulah WA Didin Sirojuddin A.R., dosen dan pendidik yang memiliki pesantren dengan kekhususan kaligrafi di Sukabumi.
    Terhadap matematik kwantitatif pahala ini, ada dua penafsiran. Pertama, yang berkeyakinan jumlah pahala tersebut leterlek persis sama dengan angka-angka yang disebut di angka-angka itu. Dalam artian, angka-angka itu merujuk pada arti kongkrit jumlah angka itu.
    Jika disebut 10 kali, ya harus dihitung 10 kali yang sebenarnya.
    Tafsir kedua berpendapat, penyebutan kwantitatif melalui angka-angka tersebut sesungguhnya merupakan simbol atawa metafor dari tingkatan-tingkatan pahala. Jadi semacam ukuran superlatif.Jadi bukan dalam artian 10 ya harus dihitung 10, tetapi kadarnya 10 kali lipat dan sebagainya.
    Misal kalau disebut jumlahnya “selangit,” tetapi berarti selangit penuh, tapi satu simbol betapa banyaknya. Begitu juga jika disebut seribu bulan, misalnya, bukan berarti tepat seribu bulan, tetapi sesuatu yang jumlahnya dahsyat.
    Biarlah para ahli di bidangnya yang menafsirkan. Bagi hamba pendapat kedua-duanya kemungkinan benar karena keduanya saling melengkapi. Satu dalam paparan angka kwantitatif matematik, yang kongkrit, satu lagi menarasikannya.
    T a b i k.***

    Bersambung..

    *WINA ARMADA SUKARDI,* _wartawan dan advokat senior serta Dewan Pakar Pengurus Pusat Muhammadiyah. Tulisan ini merupakan repotase/opini pribadi._

  • Tebar Kebaikan, SMSI Dompu Bagikan 100 Paket Bantuan untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

    Tebar Kebaikan, SMSI Dompu Bagikan 100 Paket Bantuan untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

    DOMPU, LOMBOKEXPRESS.ID – Setelah sebelumnya SMSI Kota Mataram, Pengurus SMSI Provinsi NTB dan SMSI Lombok Barat, Jumat (14/4) giliran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Dompu memanfaatkan momentum bulan ramadhan 1444 H/2023 M untuk menebar kebaikan.

    Salah satunya, dengan menyantuni anak yatim dan kaum duafa. Sekaligus menggelar acara buka puasa bersama dan siraman rohani yang disampaikan ustadz Sya’ban. Kegiatan itu, digelar di Masjid Subusalam, Desa Matua, Jumat (24/04/2023).

    Turut hadir, Dandim 1614 Dompu Letkol Kav Taufik, S.Sos, Wakil Ketua DPRD Dompu, M. Amin Saguni, S.Pd dan Ketua TP PKK Dompu, Lilis Suryani H. Kader Jaelani.

    Santunan diberikan kepada 100 orang anak yatim, kaum dhuafa dan janda-janda tidak mampu. Santunan itu berupa bingkisan sarung dan uang tunai.

    Dandim 1614 Dompu Letkol Kav Taufik, S.Sos menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Dandim mengaku, sangat bersemangat bisa berada ditengah-tengah masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan ukwah Islamiyyah.

    “SMSI adalah organisasi di bawah pembinaan langsung atasan kami Kepala Staf TNI Angkatan Darat, sudah sewajibnya bagi kami jajaran dibawah untuk mendukung kegiatan positif organisasi ini,” tuturnya.

    Ketua TPP PKK Dompu, Lilis Suryani menyampaikan ucapan terimakasih kepada SMSI Cabang Dompu yang sudah menginisiasi kegiatan tersebut. Dia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para penerima.

    “Rezeki yang baik adalah rezeki yang dinikmati dengan bersedekah, acara ini merupakan cerminan yang baik dalam melaksanakan sedekah terutama di bulan Ramadhan,” ujarnya.

    Ketua SMSI Cabang Dompu, Iwan Sakral, SH menyampaikan, kegiatan ini diadakan bertujuan untuk membantu sesama dan mengurangi beban serta memberikan rasa kebahagiaan kepada mereka di jelang hari Raya Idul fitri. “Semoga pemberian kami bisa bermanfaat walaupun nilainya tidak seberapa,” ujarnya.

    Dikatakan, karena SMSI adalah lembaga non profit dan murni bergerak secara independen serta jauh dari semua hal berbau politis, maka desain acara sengaja menggandeng dan melibatkan otoritas yang jauh juga dari nuansa politik. Seperti teman-teman dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    “Semoga hal-hal kecil dan sederhana seperti ini memberi makna akan empati dan simpati pada sesama sesuai amanah dan pesan-pesan moral di bulan Ramadhan,” harap, Iwan Sakral.

    Sebelum buka puasa bersama, acara tersebut ditutup dengan tausyiah singkat yang disampaikan ustadz kondan, Sya’ban. Dimana dalam tausyiahnya beliau mengingatkan tentang keutamaan dan pentingnya bersedekah.

    Selain itu, ustadz mengingatkan untuk melaksanakan ibadah dengan maksimal di akhir bulan Ramadhan dalam rangka berikhtiar mencari keutamaan malam lailatul qadr. “Malam lailatul qadr adalah malam yang istimewa karena pada malam itu malaikat turun ke bumi untuk menyelesaikan segala urusan, semoga kita semua dapat menjalani ibadah dengan penuh semangat,” harapnya. (red)

  • Polresta Mataram Gelar Upacara Serah Terima dan Sumpah Jabatan

    Polresta Mataram Gelar Upacara Serah Terima dan Sumpah Jabatan

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID– Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH melaksanakan serah terima jabatan dan sumpah jabatan kepada Kabag Log, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kapolsek Narmada, Kapolsek Gunungsari dan Kapolsek Lingsar Polresta Mataram Polda NTB yang dilaksanakan di lapangan Apel Polresta Mataram. Jumat, (14/04/2023)

    Serah terima di lingkungan Polri merupakan suatu hal yang wajar dan biasa. Ini terjadi karena kepentingan organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi tugas satuan serta memberi kesempatan kepada pejabat yang bersangkutan untuk lebih memantapkan diri dalam meniti karier dan pengabdian serta tambah pengalaman.

    Acara tersebut Kapolresta Mataram sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh seluruh PJU Polresta Mataram, anggota Polresta Mataram dan Bhayangkari Cabang Mataram.

    Adapun pejabat yang serah terima jabatan yakni Kabag Log AKP Subekti Krisyuwono, Kasat Intelkam dari Kompol Refindo Pradikta Rulando SIK MAP kepada Kompol Hatta, SIP, Kasat Reskrim dari Kompol Kadek Adi Budi Astawa ST SIK kepada KOMPOL I Made Yogi Purusa Utama SE SIK MH. Kasat Resnarkoba dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE SIK MH kepada AKP I Made Dimas Widyantara, SIK, Kapolsek Narmada dari I Nyoman Nursana SH kepada Kompol Kadek Metria, S.Sos, SH, MH.

    Kapolsek Gunungsari – dari AKP Agus Eka Artha Sudjana SH kepada IPTU I Putu Gede Merta Yasa, SH, MH, Kapolsek Lingsar dari Iptu Riski Meirika STrk kepada Iptu Ida Bagus Suwendra SH.

    Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH saat diwawancarai  mengucapkan terimakasih atas dedikasinya, dan yang baru selamat bekerja di Polresta Mataram.

    “Saya mengajak pejabat yang baru bukan lagi istilahnya menyesuaikan diri, namun langsung kami ajak untuk terus berlari mengikuti perkembangan situasi Kamtibmas,” jelasnya.

    Kapolresta mengingatkan Kota Mataram bukan hanya menjadi barometernya NTB. Namun juga mengerjakan seluruh pekerjaan yang ada di seluruh provinsi NTB. Hampir semua kantor pusat provinsi NTB ada di wilayah Kota.

    “Jadi saya mengajak pejabat yang baru mari terus bekerja yang baik. Tidak ada menyesuaikan namun langsung kita bekerja untuk Kota Mataram khususnya Provinsi NTB pada umumnya,” tutupnya. (ang)

  • Kepala BNPT RI Lantik Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas dan Pengambilan sumpah/janji PNS Angkatan Ke-VI

    Kepala BNPT RI Lantik Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas dan Pengambilan sumpah/janji PNS Angkatan Ke-VI

    BOGOR, LOMBOKEXPRESS.ID–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., memimpin Pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Hubungan Masyarakat (Karorenhukmas), Brigjen TNI Roedy Widodo serta Pengambilan sumpah/janji Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2022 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) BNPT RI Angkatan ke-VI, pada Jumat (14/04) di Aula Indonesia Harmoni, Gedung Baladika, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Saat melantik Karorenhukmas BNPT RI yang baru, Kepala BNPT RI berharap Brigjen TNI Roedy Widodo dapat berinovasi dan bekerja dengan baik dalam mengemban tugas dan jabatannya.

    “Selamat atas promosi jabatan yang dipercayakan oleh negara kepada Brigjen TNI Roedy Widodo. Saya berharap Jenderal semakin sukses, semakin bersemangat, semakin berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan tugas dan jabatan di BNPT RI,” ucapnya.

    Kepala BNPT RI turut mengingatkan seluruh hadirin pada kegiatan pelantikan untuk terus menjaga kemanusiaan, menjaga kedamaian dan peradaban dalam mencegah potensi konflik akibat keberagaman di Indonesia.

    “Ini merupakan tugas mulia, kita menjaga kemanusiaan, menjaga perdamaian agar manusia tetap menghormati manusia yang lain. Menjaga tetap lestarinya peradaban manusia yang damai, harmoni dan menjaga perbedaan ini,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Rycko mengamanatkan kepada 59 PNS BNPT RI yang resmi dilantik pada hari ini untuk dapat menjadi agen penanggulangan ideologi intoleransi radikal terorisme yang menjadi penyakit sosial di Indonesia.

    “Tidak cukup hanya memiliki ketahanan terhadap ideologi ini, rekan-rekan harus menjadi agen, menjadi pencerah, menjadi penyuluh, menjadi pelopor, dan menjadi contoh untuk menuju Indonesia yang semakin harmoni, Indonesia yang aman dan damai, Indonesia tanpa kekerasan dan Indonesia yang menolak berbagai penyakit sosial termasuk ideologi Teroris,” ujar Kepala BNPT RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

    Tak lupa Jenderal Bintang 3 tersebut juga mengingatkan kepada PNS baru untuk memahami tugas, pokok dan fungsi serta tanggung jawab dalam rangka mendukung kerja nyata BNPT RI dalam menanggulangi terorisme.

    “Berbagai peraturan perundang-undangan, kode etik, etika profesi sebagai pegawai negeri akan berlaku kepada rekan-rekan sekalian. Untuk itu, sebagai pimpinan di BNPT RI saya ingatkan untuk pahami apa tugas, tanggung jawab serta hak dan kewajiban sebagai pegawai negeri” sebut Kepala BNPT RI.

    Pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Karorenhukmas dan Pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan dalam suasana yang hikmat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, dan para perwakilan Pejabat Administrator, dan Pengawasan di lingkungan BNPT. (bnpt/red)

  • Sketsa Serba-Serba Shokat Subuh (23)

    Sketsa Serba-Serba Shokat Subuh (23)

    Pilih Doa Apa?

    – Wina Armada Sukardi –

    SHOLAT Subuh berjemaah di mesjid mengandung banyak manfaatnya. Sebagian ulama mengajarkan, doa di antara azan subuh dan jelang sholat subuh, merupakan waktu yang besar kemungkinan dijabah Allah. Saat itu, bagi sebagian ulama, waktu yang makbul jika kita berdoa.

    Setelah azan subuh, kita sholat dua rakaat. Pada saat sujud terakhir di rakaat kedua, kita biasanya dapat berdoa. Makanya sujudnya agak lebih lama dibanding yang biasa.
    Setelah sholat itu, kita dapat berdoa lagi seraya menengadahkan tangan.
    Biasanya , waktu azan ke sholat subuhnya berselisih sekitar 8 – 9 menit. Azannya sendiri menghabiskan sekitar 4- 5 menit. Jadi, sholat antara azan dan sholat subuh dua rakyaat serta untuk berdoa setelahnya rata-rata hanya tersisa sekitar 3 – 5 menit.

    Nah, di antara waktu tersebutlah kita bakal berdoa, baik manakala sholat maupun setelahnya. Dalam waktu yang relatif singkat itu, kita harus memilih doa apa yang paling kita prioritaskan? Setiap jemaah pastinya berlain-lainan, tergantung situasi dan kondisi kejiwaannya serta karakter masing-masing. Tapi yang jelas harus cepat mengambil keputusan.

    Terus terang saja, pada awalnya hamba sendiri mengalami kesulitan apa yang hamba mau minta kepada Allah. Kala itu, baru satu-dua yang hamba kemukakan, waktunya telah selesai.

    Belakangan hamba punya “rumusan.” Untuk doa waktu sujud, hamba khususkan yang berkaitan dengan soal akhirat. Sedangkan untuk doa setelah shilatbitu, sebaliknya khusus untuk urusan dunuawi.

    Ada lima hal yang hampa kemukakan terkait perkara akhiran sewaktu sujud.

    Pertama, hamba berterima kasih kepada Allah atas semua yang telah diberikanya dalam bentuk apapun, seperti tetapi tak terbatas, pada nikmat, karunia, rezeki, kesehatan dan sebagainya dan sebaginya yang begitu banyak yang tiada terkirakan.

    Kedua, mohon ampunan atas semua dosa dan kesalahan hamba yang sedemikian banyak yang tak terkirakan, sengaja atau tidak sengaja, disadari atau tidak disadari, baik karena kelemahan maupun ketidaktahuan hamba. Bersamaan dengan itu hamba memohon pula untuk diberikan kemampuan untuk tidak mengulang lagi perbuatan dosa-dosa dan kesalahan hamba.

    Ketiga, hamba juga mengemukankan pernohonan ampun serupa, tetapi untuk para orang tua hamba, khususnya untuk kedua orang tua hamba, ketika mereka masih hidup. Hamba tak lupa meminta agar mereka diperkenankan masuk ke dalam pintu surga Allah.

    Berikutnya, keempat, hamba meminta dibimbing, dituntun, diberi petunjuk agar hamba dapat menjadi manusia yang berguna bagi sesama manusia.
    Kelima, hamba mohon kalaulah hamba masih ada hutang, berikanlah jalan dan kesanggupan hamba melunasi hutang-hutang tersebut, sehingga manakala hamba menghadap Allah, hamba telah bersih dari hutang-hutang.

    Sedangkan untuk doa setelah sholat, hamba umumnya meminta empat hal yang bersifat duniawi. Pertama, hamba mohon diberikan kesehatan, dan kalau ada penyakit mohon pengakit tersebut diangkat atau disembuhkan.

    Kedua, hamba mohon keselamatan buat keluarga hamba: isteri, anak-anak dan cucu-cucu hamba, termasuk pernohonan agar mereka dijadikan manusia beriman dan bertaqwa serta kami dijadikan keluarga yang bahagia saling mencintai.

    Ketiga, pernohonan untuk memecahkan persoalan atawa meminta petunjuk terhadap persoalan situasional yang kami hadapi.

    Terakhir, keempat, hamba memohon dilapangkan rejeki dan kesejahtraan keluarga hamba, khususnya diri hamba.

    Dalam praktek, lantaran keterbatasan waktu, tidak semua doa-doa tersebut dapat hamba panjatnya. Untuk itu, mungkin hanya sebagian saja yang hamba mohonkan, disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

    Berhubung ini terkait urusan sangat personal, hamba tidak mengetahui apa yang diutarakan dalam doa-doa jemaah lain. Setiap jemaah, setiap orang, memiliki persoalan dan harapan masing-masing. Meskipun rambut dapat sama-sama hitam, tapi baik cara maupun isi doa pastilah berbeda-beda.

    Kalau sobat sendiri dalam situasi seperti itu, pilih doa apa?

    T a b i k.***

    Bersambung…..

    *WINA ARMADA SUKARDI,* _wartawan dan advokat senior serta Dewan Pakar Pengurus Pusat Muhammadiyah. Tulisan ini merupakan repotase/opini pribadi._

  • Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (22)

    Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (22)

    Siapa ke Surga, Siapa ke Neraka?

     

    – Wina Armada Sukardi –

    Jemaah sholat subuh di mesjid dekat rumah hamba, pada umumnya “itu-itu juga.” Penambahan “jemaah baru” memang selalu ada, tapi jumlahnya tidak signifikan, dalam artian tidak banyak.

    Hamba perhatikan, jemaah sholat subuh di mesjid kami hampir datang dari semua kalangan: baik strata pendidikan, ekonomi, sosial dan budayanya. Jemaah yang beragam itu semua, di subuh hari diberikan nikmat oleh Allah untuk sholat berjemaah di mesjid. Tentu tujuan akhirnya semua sama: mengharapkan masuk surga dari Allah, dan menghindari neraka.

    Seperti juga hamba ini, para jemaah datang ke mesjid melawan rasa kantuk dan malas, dan menembus dingin untuk menyerahkan diri kepada Allah.

    Semua ingin dimasukan ke dalam surga.

    Di mesjid, kami berlomba-lomba memberikan yang terbaik kepada Allah. Sholat dengan khusuk. Berdoa dengan sepenuh batin dan berharap diberikan yang terbaik. Diberikan Surga. Amin.

    Pertanyaannya, siapa di antara kami yang bakal diberikan keberuntungan oleh Allah boleh masuk surga, dan siapa pula yang terpaksa harus masuk neraka jahannam?

    Kita, mungkin, merasa kitalah yang terbaik. Kitalah yang paking berhak masuk surga. Banyak alasan yang dapat dipakai masing-masing orang bahwa dirinya yang paling layak masuk surga, setidaknya termasuk deretan orang yang patuh masuk surga. Dari mulai bacaannya yang terlengkap dan terbaik, paling rajin sholat, selalu baca Al Quran, dan bahkan sampai katam, tata cara sholatnya merasa paling benar, berprilaku sesuai perintah dan larangan Allah dan sebagainya, dan sebagainya. Padahal, sejatinya, kita belum tentu lebih baik dari yang lain.

    Belum tentu kita masuk surga, sedangkan mereka tidak masuk surga. Sama pula belum tentunya mereka masuk surga, kita tidak. Bisa saja sama-sama masuk surga, atau sama-sama masuk neraka. Satu sama lain tidak pernah ada yang mengetahuinya. Semua rahasia Alllah.

    Tentu, selain sholat subuh di mesjid, masih banyak pertimbangan variabel lain yang dapat menggantarkan kita , berat ke timbangan kebaikan, ataukah berat ke timbangan keburukan. Apakah, misalnya, di luar sholat subuh berjemaah di mesjid, diri kita selama ini dalam kehidupan sehari-hari berperilaku sebaik dalam sholat subuh berjemaah?

    Apakah diri kita telah memberikan kemanfaatan kepada orang lain? Apakah benar kita sering membantu orang, dalam hal apapun, diketahui orang atau tidak? Apakah kita bekerja sungguh-sungguh demi Allah dan tidak semata-mata menghitung keuntunga belaka? Apakah kita yakin, sadar atau tidak, kita tidak memakan uang haram? Apakah kita selalu menjalankan amanah yang diberikan kepada kita dengan baik dan jujur.

    Kita pun perlu merenung, benarkah kita tidak pernah merugikan orang lain? Kita tidak pernah menfitnah orang? Benarkah kita tidak serakah? Tidak tamak? Benarkah kita rela berkorban demi kebaikan? Sudahkah kita berani bersikap adil dan jujur.? Apakah kita berani melawan orang kaya yang batil, ataukah kita justeru jadi kaki tangan mereka?

    Betulkah kita tidak hanya memikirkan diri sendiri? Bagaimana perhatian sikap kita kepada tetangga? Apakah cuek atau _care_ dan penuh perhatian serta bersilahturahmin dengan mereka? Dan sebagainya, dan sebagainya.

    Ada berjuta pertanyaan yang jawabannya dapat menjadi pertimbangan Allah mau menempatkan kita di surga atawa di neraka.

    Siapapun kita, kita tak dapat jumawa, kitalah yang bakal masuk surga. Semuanya otoritas tunggal dari Allah.

    Selama Allah belum memanggil pulang kita menghadapNYA, selama itu pula berbagai kemungkinan dapat menggiring kita ke surga atau neraka. Bisa saja dalam sisa hidup kita, sadar atau tidak, kita membuat blunder yang menyebabkan kita yang sebelumnya punya potensi ke surga, menjadi lebih berat condong ke neraka.

    Sebaliknya pun dapat terjadi. Dalam sisa hidup kita, ternyata kita membuat berbagai pikiran dan tidakan yang menyebabkan kita yang sebelumnya sudah condong ke arah neraka, akhirnya ditepkan masuk surga. Segalanya sesuatu masih serba mungkin.

    Kisah seorang pelacur, yang sudah hampir pasti masuk neraka, tiba-tiba menolong seekor anjing yang kehausan dengan memberikan minum dari sumur memakai sepatunya, dan kemudian disebut membawaya masuk ke surga, dalam kehidupan nyata dan versi yang berlainan dapat pula terjadi pada kita.

    Siapa sangka Umar bin Kattab, yang sebelumnya kafir penyembah berhala dan pembeci utama Nabi Muhammad sertab sudah berkali-kali berniat membunuh Nabi Muhammad, tiba-tiba setelah mendengar ayat suci Al Quran, mendapat hidayah langsung memeluk islam. Belakangan bahkan dua menjadi khalifah atau pimpinan kedua Islam sewafatnya Nabi Muhammad.

    Umar bin Kattab yang sudah di ujung neraka, terselamatkan menjadi pejuang islam.

    Kita, orang muslim, masih ada kemungkinan mendapat hidayat dalam versi lain. Barangkali hidup kita yang sebelumnya berlumur dosa, dengan hidayat itu dapat masuk surga. Siapa yang faham?

    Namun sebaliknya, kita yang kelihatan begitu alim, sholeh, taat dan tunduk kepada Allah, sholat wajib dan sunnah tak pernah terlewatkan, sebenarnya ada tindakan kita yang tercela yang tersembunyi yang menghalangi kita ke surga?

    Pada sholat subuh berjemaah di mesjid, kita tidak dapat menilai derajat seseorang di hadapan Allah dari penampilan semata. Kita tidak dapat memandang tinggi rendah orang bakal masuk surga atau neraka dari busana yang dikenakan

    masing-masin jemaah. Kalau pakiannya rada belel, butut, berarti dari kalangan ekonomi menegah bawah, kita pikir kemungkinan besar masuk neraka. Belum tentu.

    Sebaliknya yang pakiannya perlente, berarti dari golongan ekono menengah atas, bakalan masuk neraka. Juga belum tentu.

    Kaya atau miskin, semuaya belum tentu masuk surga atau masuk neraka.

    Begitu pula yang memiliki jabatan tinggib, atau beduit selangit, belum dapat dipastikan masuk surga atau neraka. Sama yang hamba sahaya, pun belum tentu masuk surga atau neraka.

    Kita tidak dapat pula menduga-duga seseorang masuk surga hanya dari semata-mata mereka rajin datang sholat subuh berjemaah di mesjid paling awal, doanya paling merdu, posisinya sebagai imam, bilal, pengurus atau rakyat sahaya. Kita tidak pernah tahu.

    Maka kita tak boleh pongah. Tak boleh memandang rendah kepada jemaah lain. Penilaian hanya ada di mata Allah.

    Sholat subuh berjemaah di mesjid, memang tak menjamin seseorang bakalan pasti masuk surga. Meski sudah begitu banyak efort atau “pengorbanan,” kita untuk setiap hari sholat subuh berjemaah di mesjid, tak menjamin jalan lapang kita ke surga.

    Kendati demikian setidaknya, sholat subuh berjemaah di mesjid, memberikan kredit point kepada kita sebagai manusia pendamba surga. Bagaimana pun melaksanakan sholat subuh berjemaah di mesjid termasuk menjalankan perintah Allah. Sejelek-jeleknya kita, dengan sholat subuh berjemaah di mesjid, setidaknga sudah menunjukkan kepada Sang Maha Kuasa, terlepas dari kelemahan yang ada, kita sudah berupaya mewujudkan perintah Allah.

    Kita harus berkeyakinan, sholat subuh berjemaah di mesjid, setidaknya dapat memberikan kita tambahan ke timbangan yang baik. Soal masuk surga dan neraka, memang sepenuhnya Alllah yang menentukan. Kita tidak dapat mengintervensi otoritas Allah.

    Kita hanya berkeyakinan, siapa yang menjelankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya, oleh Allah bakal dibukakan pintu surga, termasuk yang menjalankan sholat subuh berjemaah di mesjid. Walaupun kita sadar sadar-sesadarnya, semuanya hak mutlak Allah.

    Nah, jika kita saja tidak dapat menentukan kita masuk surga atawa neraka, bagaimana pula kita dapat menentukan orang lain masuk surga atau neraka?

    T a b i k.***

     

    Bersabung …..

     

     

    *WINA ARMADA SUKARDI,* _wartawan dan advokat senior dan Dewan Pakar Pengurus Pusat Mihammadiyah. Tulisan ini merupakan repotase/opini pribadi._

  • Penggiat Sosial YTSI Berbagi dalam Keberkahan Ramadhan

    Penggiat Sosial YTSI Berbagi dalam Keberkahan Ramadhan

    LOBAR, LOMBOKEXPRESS.ID- – “Ramadhan Berbagi” salah satu program kegiatan jajaran Pengurus dan Anggota Yayasan Tunas Samudera Indonesia dalam bulan Ramadhan bagi masyarakat pengguna jalan yang melintas dari Pelabuhan Lembar menuju Gerung dan sebaliknya, Panti Asuhan, serta para lansia.

    “Meskipun didirikan dan dikenal sebagai lembaga independen yang giat dalam bidang pembinaan dan pengembangan olahraga, Tunas Foundation juga aktif dalam bidang sosial dan Keagamaan,” jelas Randy Sinatriya, SE, Pembina Yayasan.

    Diwawancara terpisah terkait program setelah bulan Ramadhan, Roli Apriyansyah, SE.Sy., MM, Ketua Yayasan Tunas Samudera Indonesia menyampaikan program kegiatan Yayasan setiap bulan telah dibuat dan ditetapkan.

    “Tunas Foundation sebagai Sports Development Foundation berdiri pada awal tahun 2023. Tetapi semangat perjuangan demi generasi harapan masa depan khususnya dalam bidang Olahraga, menjadi motivasi, komitmen serta visi kami. Selain Josa Family Sports Team sebagai Klub Olahraga Futsal dan Sepakbola, pasca hari Raya Idul Fitri kami akan memulai sentralisasi pembinaan dan pengembangan olahraga Beladiri Shorinji Kempo, Menembak, dan Watersports,” pungkasnya. (red)