Blog

  • Libatkan 438 Personel, Polresta Mataram Gelar Apel Pengamanan Ibadah Natal 2022

    Libatkan 438 Personel, Polresta Mataram Gelar Apel Pengamanan Ibadah Natal 2022

    MATARAM (Lombokexpress.id)- Polresta Mataram Polda NTB menggelar apel pergeseran pasukan dalam rangka menjaga  keamanan dan kelancaran pelaksanaan Perayaan Hari Raya Natal tahun 2022, di Mapolresta Mataram, Sabtu, (24/12)

    Kapolresta Mataram melalui Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH mengatakan berdasarkan Surat perintah Nomor : Sprin / 1928 /XII/PAM.2./2022 tanggal 23 Desember 2022 sebanyak 356 personel Polresta Mataram, 62 personel Sat Brimobda NTB dan 20 personel Tim Jihandak Polda NTB total 438 personel untuk mengamankan ibadah Natal di gereja-gereja di wilayah hukum Polresta Mataram.

    Sebanyak 21 gereja maupun tempat ibadah Natal yang menjadi fokus pengamanan. Untuk wilayah kecamatan Cakranegara sebanyak 10 lokasi, Kecamatan Selaparang dan Mataram 7 lokasi kemudian wilayah kecamatan Ampenan dan Sekarbela 4 lokasi pengamanan.

    Kompol Gede mengharapkan setelah apel ini segera bergeser ke tempat-tempat ibadah Natal sesuai plotingan masing-masing personil yang sudah disprintkan, tandasnya

    ”Lakukan pelaksanaan tugas dan laksanakan sesuai SOP dalam menjalankan tugas pengamanan gereja dan akan dilakukan kegiatan sterilisasi dari Tim Jihandak Sat Brimob Polda NTB,” terangnya.

    Selain mengamankan kegiatan ibadah, personel juga berperan ikut mengatur arus lalu lintas di sekitar tempat ibadah tersebut. “Kerawanan dalam perayaan natal adalah kemacetan lalu lintas,” tegas Kompol Gede.

    Kewaspadaan tetap ditingkatkan, laksanakan tugas dengan humanis. Semoga tahun ini, perayaan Natal dan tahun baru berjalan lancar, dengan Kamtibmas situasi kondusif hingga berakhirnya pergantian tahun. (anang)

  • Kurang Sepekan Polsek Sandubaya Ungkap 4 Kasus Pencurian dan Meringkus 7 Tersangka

    Kurang Sepekan Polsek Sandubaya Ungkap 4 Kasus Pencurian dan Meringkus 7 Tersangka

    MATARAM (Lombokexpress.id) – Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrulloh SIK memimpin Konferensi pers terkait keberhasilan anggotanya dalam menyelesaikan tugas ungkap kasus pencurian selama kurun waktu kerang lebih sepekan, Kamis (22/12/2022).

    Didampingi Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Siswoyo Kapolsek Sandubaya menjelaskan pihaknya telah mengungkap 4 kasus pencurian selama sepekan terakhir. Menurutnya keberhasilan ini berkat kerjasama masyarakat dan seluh anggota Polsek Sandubaya.

    Keempat kasus yang berhasil diungkap tersebut seluruhnya tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah kota Mataram yang mengakibatkan kerugian pada korban.

    “Peristiwanya ada yang terjadi baru baru ini dan ada yang sudah terjadi beberapa bulan lalu. Namun dalam kurang lebih sepekan ini kami berhasil mengungkap 4 kasus,” tegas Kapolsek.

    Empat kasus yang diungkap tersebut pertama peristiwa pencurian di salah satu Hotel di wilayah Cakranegara, kemudian, pencurian Mobil, Pencurian sepeda motor dan pencurian Besi Gerbang kuburan, kesemuanya terjadi di wilayah hukum Polsek Sandubaya Polresta Mataram Polda NTB.

    “Semua kasus tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Sandubaya,” ucap Kapolsek.

    Dari 4 perkara tersebut, lanjutnya, berhasil mengamankan 6 tersangka dewasa yang kini sudah ditahan di rutan Polsek dan 1 lagi tersangka masih di bawah umur dan telah ditangani oleh unit PPA Polresta Mataram.

    Sementara barang bukti hasil pencurian sebagian besar telah habis dipergunakan oleh tersangka pelaku seperti uang cash sementara hanya tersisa sebagian barang-barang yang belum sempat terjual ataupun sudah terjual. Namun berhasil ditemukan oleh tim opsenal yang kini sudah berhasil diamankan di Mapolsek seperti satu unit Mobil L300, satu unit Sepeda motor, beberapa potong besi pagar yang di curi pelaku.

    “Pengungkapan ini berkat kerja keras anggota kami serta kerjasama masyarakat dalam memberikan informasi terkait Kasus Pencurian tersebut,” jelasnya.

    “Keempat kasus tersebut masih dalam tahap melengkapi semua berkas untuk di proses lebih lanjut. Dan kepada semua tersangka pelaku akan diancam dengan pasal sesuai tindak pidana yang dilakukan masing-masing,” tutupnya. (anang)

  • LOTTE Grosir Eskpansi Gerai ke-36 di Wilayah Serpong

    LOTTE Grosir Eskpansi Gerai ke-36 di Wilayah Serpong

    SERPONG (Lombokexpress.id)  – LOTTE Grosir kulakan modern yang selalu ingin menjadi yang terdepan dalam menyediakan kebutuhan customer profesionalnya membuka gerai ke-36 pada Kamis, 22 Desember 2022 di wilayah Serpong tepatnya di Jl. Puspitek No.54, Babakan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan.

    Tentang LOTTE Grosir
    LOTTE Mart Wholesale mengambil alih 100% saham Makro Cash & Carry pada bulan November 2008 dan mengubah nama 19 toko Makro pada Mei 2010 yang disertai pemberian harga yang lebih murah serta peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan. Hingga kini terdapat 36 toko LOTTE Grosir di seluruh Indonesia, diantaranya:
     Pasar Rebo, Jakarta Timur
     Balikpapan, Kalimantan Timur
     Sidoarjo, Jawa Timur
     Jatake, Tangerang
     Kelapa Gading, Jakarta Utara
     Serang, Tangerang
     Meruya, Jakarta Barat
     Cikarang, Jawabarat
     Bandung, Jawa Barat
     Bogor, Jawa Barat
     Ciputat, Jakarta Selatan
     Cirebon, Jawa Barat
     Alam Sutera, Tangerang
     Tasikmalaya, Jawa Barat
     Cibitung, Jawa Barat
     Batam, Kepulauan Riau
     Denpasar, Bali
     Mastrip, Surabaya Jawa Timur
     Medan, Sumatera Utara
     Samarinda, Kalimantan Timur
     Semarang, Jawa Tengah
     Lampung, Provinsi Lampung
     Makassar, Jawa Tengah
     Karawang, Jawa Barat
     Palembang, Sumatera Selatan
     Manado, Sulawesi Utara
     Pekanbaru, Riau
     Mataram, Nusa Tenggara Barat
     Sleman, Yogyakarta
     Padalarang, Bandung Barat
     Banjarmasin, Kalimantan Selatan
     Pakansari, Jawa Barat
     Bekasi, Jawa Barat
     Tegal, Jawa Tengah
     Solo, Jawa Tengah. (*)

  • Komitmen Ciptakan Stabilitas Keamanan Asia Tenggara, BNPT RI – Vietnam Teken Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

    Komitmen Ciptakan Stabilitas Keamanan Asia Tenggara, BNPT RI – Vietnam Teken Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

    BOGOR (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia ( BNPT RI ) sebagai _leading sector_ penanggulangan terorisme menandatangani kerja sama penanggulangan terorisme dengan Kementerian Keamanan Umum Republik Sosialis Vietnam sebagai komitmen menciptakan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

    Penandatanganan komitmen kerjasama tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc bersama delegasi di Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis (22/12).

    “Hari ini kita berhasil menyepakati tiga MoU yaitu mengenai kerja sama energi dan sumber daya mineral, kerja sama penanggulangan terorisme, kerja sama pemberantasan perdagangan ilegal narkotika,” ujar Jokowi.

    Deputi Bidang Kerjasama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto yang mewakili Kepala BNPT RI menyampaikan jika kerja sama yang terjalin antara kedua negara merupakan momen penting dalam meningkatkan upaya penanggulangan terorisme di kawasan ASEAN.

    Dirinya juga berharap adanya perjanjian kerja sama ini akan mendorong negara lainnya di Asia Tenggara untuk turut aktif menjalin kerja sama.

    “Kerja sama dengan Vietnam ini diharapkan dapat menjadi pendorong negara lainnya di Asia Tenggara untuk menjalin kerja sama juga. Sejauh ini Filipina dan Vietnam telah menjalin kerja sama dalam penanggulangan terorisme,” ujarnya.

    Adapun ruang lingkup kerja sama ini terkait dengan pertukaran informasi, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, seminar, workshop dan pendidikan lainnya serta berbagi pengalaman terbaik antara kedua negara. (bnpt/has)

  • Kepala BNPT Hadiri Pengukuhan Sahabat Saksi dan Korban Angkatan 1 Tahun 2022

    Kepala BNPT Hadiri Pengukuhan Sahabat Saksi dan Korban Angkatan 1 Tahun 2022

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Kepala Badan Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) menghadiri Pengukuhan Sahabat Saksi dan Korban Angkatan 1 Tahun 2022 dengan tema Kita Peduli Kita Lindungi di Gedung Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta pada Kamis (22/12).

    Sahabat Saksi dan Korban adalah individu atau kelompok masyarakat yang ditetapkan oleh LPSK sebagai mitra dalam penyelenggaraan layanan perlindungan saksi dan korban.

    LPSK mengukuhkan sebanyak 548 Sahabat Saksi dan Korban yang berada di 7 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

    BNPT RI bersama LPSK sebelumnya telah memperlihatkan kepedulian yang tinggi kepada korban kasus tindak pidana terorisme. Terhitung sejak tahun 2002 hingga 2022, Pemerintah telah memberikan kompensasi kepada lebih dari 700 korban terorisme.

    Kepala BNPT RI menjelaskan upaya pemerintah Indonesia dalam pemenuhan hak dan kebutuhan korban terorisme melalui penguatan kerangka legislasi dan pemberian kompensasi kepada korban terorisme masa lalu dan masa kini, termasuk korban yang merupakan warga negara asing.

    Selain itu, Boy juga menyatakan bahwa pemerintah melalui BNPT RI dan LPSK juga memberikan bantuan lain berupa bantuan medis, atau rehabilitasi psikososial dan psikologis.

    “Pemerintah juga memberikan bantuan medis, rehabilitasi psikososial dan psikologis serta bantuan lain,” katanya.

    Komitmen negara untuk memenuhi hak dan kebutuhan korban diperkuat dengan sejumlah terobosan flagship program BNPT diantaranya melalui silahturahmi kebangsaan, sebuah forum rekonsiliasi yang mempertemukan penyintas dengan mantan narapidana terorisme, serta program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) yang melibatkan mitra deradikalisasi, penyintas dan masyarakat lokal.

    Boy Rafli menyebut terobosan tersebut merupakan bentuk kesiapan pemerintah melalui pendekatan multi-stakeholders atau pentahelix di mana seluruh pihak terlibat dalam proses pemulihan dan pemenuhan hak penyintas.

    “Negara bertanggungjawab dalam memenuhi hak dan kebutuhan korban terorisme, meningkatkan kesejahteraan akan membantu proses penyembuhan mereka,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua LPSK Drs. Hasto Atmojo Suroyo, M.Krim menjelaskan pengukuhan Sahabat Saksi dan Korban merupakan bagian dari konesep perlindungan saksi berbasis komunitas.

    “Perlindungan saksi dan korban berbasis komunitas untuk mendorong adanya pelibatan masyarakat sehingga akan membangkitkan kepedulian dan menggerakkan hati nurani masyarakat kepada korban,” ujarnya. (bnpt/has)

  • Ada Apa Dengan Dewan Pers?

    Ada Apa Dengan Dewan Pers?

    Catatan Hendry Ch Bangun*

    Pekan lalu di Hotel Trans Luxury, Bandung, diadakan acara Anugerah Dewan Pers 2022, sebagai wujud apresiasi lembaga ini kepada orang-orang pers yang telah menunjukkan pencapain terbaik dalam karya jurnalistik sampai tahun 2022. Acara ini tahun sebelumnya diadakan di Hotel Sultan   Jakarta.

    Tampaknya keadaan normal-normal saja. Mereka yang mendapat penghargaan menerima trofi dan hadiahnya dengan wajah sumringah. Para anggota Dewan Pers masa bakti 2022-2025, para mantan anggota termasuk Ketua Dewan Pers 2010-2016, Prof Bagir Manan, hadir dan naik ke panggung untuk membacakan dan memberikan pengharagaan.

    Ruangan hampir penuh, ada pula tamu kehormatan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana, bersama beberapa jenderal polisi lainnya dari Mabes Polri, BNPT. Ada tamu  dari KPID Jabar, yang mewakili konstituen Dewan Pers, pimpinan media, dan masyarakat pers di Jawa Barat dll.

    Yang agak ganjil adalah adanya jabatan baru di Dewan Pers, Pelaksana Tugas Ketua (Plt), yang dijabat Wakil Ketua Dewan Pers, Muhamad Agung Dharmajaya. Entah sejak kapan ada Plt ini saya tidak tahu, mungkin maksudnya menjabat sementara karena belum ada ketua baru sepeninggal Prof Dr Azumyardi Azra yang wafat 18 September 2022.

    Beberapa bulan lalu sempat saya tanya, kok belum ada ketua, dijawab masih menunggu masa berkabung 40 hari. Menurut saya wajar juga, karena menghormati almarhum yang meski dalam waktu singkat telah membuat posisi Dewan Pers menjadi lebih dinamis khususnya terkait dengan pembuatan RUU KUHP yang banyak mengancam kemerdekaan pers. Lalu kok mendadak muncul Plt?
    Dewan Pers telah memiliki Statuta yang masih berlaku dan di dalamnya ada ketentuan yang mengatur pergantian antarwaktu, termasuk apabila Ketua Dewan Pers berhalangan tetap (berhenti) seperti yang terjadi dengan berpulangnya Prof Dr Azyumardi Azra.
    Pasal 18 Statua Dewan Pers yang ditetapkan pada tanggal 8 September 2016 dan ditandatangani Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo, sebagai Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IX/2016 tentang Statuta Dewan Pers, yang berbunyi:

    Apabila Ketua Dewan Pers berhenti sebagai anggota Dewan Pers, maka Wakil Ketua Dewan Pers otomatis menjadi Ketua Dewan Pers baru. Untuk mengisi posisi Wakil Ketua Dewan Pers diadakan pemilihan Wakil Ketua Dewan Pers sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Statuta Dewan Pers ini.

    Pasal 17 berbunyi:

    Ketua Dewan Pers dan Wakil Ketua Dewan Pers dipilih dari dan oleh Rapat Pleno Anggota Dewan Pers untuk masa kerja selama 3 (tiga) tahun. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers dilakukan lebih dahulu dengan cara musyawarah mufakat. Apabila tidak tercapai, dilakukan pemungutan suara atau voting secara tertutup. Masing-masing Anggota Dewan Pers berhak atas satu suara. Bagi anggota Dewan Pers yang tidak hadir dalam rapat pemilihan karena alasan sah dan kuat, dapat memberi kuasa kepada salah satu Anggota Dewan Pers yang hadir.
    Pemungutan suara atau voting untuk Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers dilakukan secara terpisah. Dalam sistem dengan cara pemungutan suara atau voting, anggota yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers, terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers.
    Statuta Dewan Pers juga dengan jelas mengatur pengisian keanggotaan baru untuk menggantikan anggota yang berhalangan tetap. Hal itu ada di Pasal 7 Statuta yang berbunyi:

    Untuk menggantikan Anggota Dewan Pers yang  berhenti, diambil dari nama calon anggota yang berasal dari unsur yang  sama dari urutan berikutnya sesuai ketetapan Badan Pekerja pada periode tersebut.

    Apabila tidak ada lagi anggota pengganti sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) penggantinya diambil dari unsur yang sama berdasarkan keputusan Rapat Pleno Dewan Pers. Calon anggota pengganti diajukan ke Presiden Republik Indonesia untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia sebagai Anggota Dewan Pers yang baru.

    Karena Prof Azyumardi Azra mewakili unsur Tokoh Masyarakat yang diajukan organisasi wartawan dan perusahaan pers, maka penggantinya juga harus dari kelompok itu.
    Pada saat pemilihan yang dilakukan Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers, ada 6 (orang) yang ditetapkan sebagai calon, dan akhirnya terpilih 3 (tiga) orang yaitu Prof Azyumardi Azra, Sapto Anggoro, dan Ninik Rahayu yang memiliki tiga teratas pemungutan suara. Dengan demikian ada 3 (tiga) orang cadangan, dengan perolehan suara di bawahnya, yang berhak untuk menggantikan slot yang ditinggalkan almarhum Prof Azyumardi Azra.

    Sudah 91 hari Dewan Pers tidak memiliki ketua, padahal seharusnya pengisi jabatan sudah dilakukan secara otomatis, dengan sendirinya sesuai dengan Statuta Dewan Pers yang sah dan masih berlaku. Menjadi pertanyaan, mengapa para anggota Dewan Pers yang tersisa 8 orang tidak melakukan rapat penetapan Ketua Dewan Pers? Malah membuat jabatan baru yang tidak ada dasar hukumnya?

    Dan mengapa pula tidak segera diproses pengisian jabatan keanggotaan baru yang sudah jelas cara dan prosedurnya? Ada cadangan yang sudah tersedia dan mereka tentu menunggu sebab menjadi anggota Dewan Pers adalah hak mereka, karena sudah lolos dari kualifikasi yang ditetapkan oleh BPPA?

    Menjadi tanda tanya besar dan saya memang berkali-kali ditanya teman wartawan khususnya dari daerah. Ada apa ini? Kok yang gampang dibawa susah. Kok aturan yang sudah jelas tidak dilaksanakan? Apakah ada konflik internal? Apa ada pemaksaan kepentingan sehingga ada upaya melanggar aturan?

    Seseorang yang menjadi kandidat dan kemudian terpilih sebagai anggota Dewan Pers adalah mereka yang sudah lolos dari kriteria, yang juga ditetapkan di Statua Dewan Pers, di antaranya:
    Memahami kehidupan pers nasional dan mendukung kemerdekaan pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik

    Memiliki integritas pribadi

    Memiliki sense of objectivity dan sense of fairness, dan
    Memiliki pengalaman yang luas tentang demokrasi, kemerdekaan pers, mekanisme kerja jurnalistik, ahli di bidang pers dana tau hukum di bidang pers.

     Dengan tidak ditetapkannya Ketua Dewan Pers dengan Statuta yang masih berlaku yang jelas mengatur semuanya, dan malah membuat jabatan Plt, wajar saja kalau masyarakat pers lalu bertanya-tanya. Ada apa sih?

    ***

    Tanpa bermaksud mengungkit apa yang terlah terjadi, saya sebenarnya ngotot mempertahankan Mohamad Nuh sebagai Ketua Dewan Pers untuk periode 2022-2025, karena menilai bahwa kinerjanya relatif baik dan Dewan Pers dihormati antara lain oleh mitra kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Kementerian Kominfo, maupun Bappenas serta masyarakat pers pada umumnya.
    Saya dan satu dua teman kalah suara dalam rapat di BPPA, sehingga akhirnya menerima saja usulan dari organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers yang memiliki agenda memasukkan Prof Azyumardi Azra menjadi penggantinya. Artinya tujuan para pengusul yang ngotot itu tercapai sudah. Tidak ada masalah bagi saya karena memang tidak ada kepentingan apapun kecuali agar harkat dan martabat Dewan Pers terjaga.

    Tetapi ketika kemudian Prof Azyumardi Azra berpulang, janganlah para pengusul tadi lalu mau mencari pengganti dengan cara-cara yang tidak sah, mencari orang baru di luar 3 (tiga) orang cadangan yang sudah tersedia.

    Delapan anggota Dewan Pers yang kini tersisa, jangan melanggar aturan demi kepentingan entah apa. Ikuti Statuta Dewan Pers yang masih berlaku. Kalaupun mau mengubah Statuta Dewan Pers, lengkapi dulu keanggotaan menjadi 9 (Sembilan) orang. Dan Statuta berlaku ke depan, bukan berlaku surut.

    Kita orang pers, sibuk mengritik ke sana, mengritik ke situ, kalau ada yang tidak beres dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat. Tetapi terhadap diri sendiri, berlakukanlah hal yang sama. Transparan dan akuntabel, mari menjaga kredibilitas Dewan Pers.

    Sebagai orang yang pernah dua periode di Dewan Pers, bagi saya kondisi saat ini sangat memperihatinkan. Dan saya berharap, sebelum ayam berkokok dan tabir fajar tahun 2023 terbit, sudah ada Ketua Dewan Pers definitif.

    Wallahu alam bishawab.  (Hendry Ch Bangun adalah wartawan senior dan Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022)

    ***
    Ciputat, 19 Desember 2022
  • Ketua Umum PP Perbasi Akan Lantik Pengurus Baru Basket NTB

    Ketua Umum PP Perbasi Akan Lantik Pengurus Baru Basket NTB

    MATARAM (Lombokexpress.id)- Kepengurusan baru Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) NTB periode 2022-2026, akan dilantik Selasa (20/12/2022), di Hotel Prime Park Mataram. Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, dipastikan hadir langsung di Mataram untuk melantik pengurus baru basket NTB ini.

    Ketua Umum Pengurus Provinsi Perbasi NTB yang akan dilantik, Mohammad Shalahuddin BBA.,MBA, mengatakan pelantikan ini sudah dipersiapkan dengan matang.

    “Pelantikan ini sudah diagendakan lama. Namun baru saat ini terwujud, karena kita menyesuaikan waktu di tengah kesibukan Ketua Umum PP Perbasi. Alhamdulillah, beliau (Danny Kosasih) akhirnya bisa hadir di Mataram untuk melakukan pelantikan pengurus Perbasi NTB yang baru,” kata Mohammad Shalahuddin.

    Akrab dipanggil Dino, Mohammad Shalahuddin tak lupa menyampaikan terimakasih kepada semua Ketua Perbasi Kabupaten/Kota yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan untuk memimpin Perbasi NTB satu periode ke depan.

    “Dengan modal kepercayaan dan kebersamaan ini, kami sangat yakin Perbasi NTB akan bisa lebih baik, berkembang dan tentunya bisa memberikan prestasi untuk daerah NTB baik di tingkat regional maupun di tingkat Nasional,” kata Dino.

    Menyinggung program Perbasi NTB ke depan, Dino akan fokus pada soal meningkatkan SDM pelatih dan wasit, termasuk pula pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan serta kompetisi yang berjenjang dan juga berkelanjutan.

    “Itu adalah beberapa program prioritas yang kami agendakan menuju Perbasi NTB yang berprestasi,” jelasnya.

    Soal peningkatan SDM pelatih dan wasit, Dino menjelaskan bahwa saat ini NTB hanya memiliki beberapa pelatih yang berlisensi Nasional, bahkan tercatat hanya satu orang yang berlisensi A.

    “Padahal seperti kita ketahui bersama NTB memiliki banyak sekali klub atau akademi. Jika dikelola dan dilatih oleh pelatih yang bagus, bukan tidak mungkin bisa berprestasi hingga keluar daerah bukan hanya regional saja. Oleh karena itu, peningkatan SDM pelatih ini harus menjadi prioritas utama jika kita ingin prestasi NTB meningkat,” tandas Dino. (red)

  • Jelang Nataru, Lapas Mataram Gagalkan Percobaan Penyelundupan Sabu Melalui Dubur

    Jelang Nataru, Lapas Mataram Gagalkan Percobaan Penyelundupan Sabu Melalui Dubur

    LOBAR (Lombokexpress.id) – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Mataram kembali terjadi. Kali ini, petugas Lapas Kelas IIA Mataram berhasil menggagalkan upaya penyelundupan paket barang terlarang yang diduga sabu, Senin (19/12).

    Barang haram tersebut dibawa oleh seorang pria berinisial MRM (18) yang disembunyikan di lubang dubur. Penemuan bermula saat pria itu akan melakukan kunjungan kepada anggota keluarganya (kakak) warga binaan yang berinisial MYM (25) sekitar pukul 09.31 WITA.

    Petugas P2U yang menaruh kecurigaan diawal kedatangan pengunjung tersebut langsung melaporkan ke Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Mataram.

    Petugas khusus pengawas kunjungan Lapas Mataram yang stanby didepan kamar mandi melakukan penggeledahan usai gerak gerik mencurigakan MRM yang izin ke kamar mandi ruang kunjungan.

    Atas kecurigaan tersebut petugas langsung melakukan penggeledahan badan setelah keluar dari kamar mandi serta memeriksa kamar mandi dan berhasil menemukan barang haram yang diduga sabu seberat 15 gram lebih yang masih berbalut kondom tersebut.

    “Petugas kami langsung sigap mengamankan pria tersebut serta melaporkan ke kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan,” terang Syaripuddin,  Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram.

    Sementara itu, Kepala Lapas Mataram, Ketut Akbar Herry Achjar mengungkapkan pihak lapas langsung menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Ditres Narkoba Polda NTB.

    “Langsung kami laporkan dan serahkan tersangka dan barang bukti ke Ditres Polda NTB. Kami terus bersinergi dan meningkatkan pengamanan sebagai komitmen memberantas narkoba di dalam lapas serta mewujudkan Lapas BERSINAR,” tegas Akbar.

    Kalapas Akbar menambahkan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas pengamanan mulai dari pintu utama hingga petugas pengamanan blok untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan tanggap dalam membaca situasi guna mengendalikan potensi gangguan keamanan.

    “Termasuk terus melakukan sinergi dan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya,” tandas Akbar.

    Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, Romi Yudianto setelah mendapatkan laporan dari Kalapas Mataram, Kakanwil mengintruksikan kepada Kalapas Mataram untuk melakukan langkah-langkah tegas dalam memberantas peredaran gelap Narkoba. (Anang)

  • Puncak Peringatan Hari Infanteri TNI AD Ke-74, Korem 162/WB Gelar Upacara Di Lapangan Trisula Yonif 742/SWY

    Puncak Peringatan Hari Infanteri TNI AD Ke-74, Korem 162/WB Gelar Upacara Di Lapangan Trisula Yonif 742/SWY

    MATARAM (Lombokexpress.id) – Korem 162/Wira Bhakti menggelar Puncak Peringatan Hari Infanteri TNI AD Ke-74 Tahun 2022 yang dipusatkan Lapangan Trisula Markas Batalyon Infanteri 742/SWY, Gebang Kota Mataram, Senin (19/12/2022).

    Upacara dipimpin Kepala Staf Korem 162/WB, Kolonel Inf Lalu Habibburahim Wiradarma, S.I.P., M.Si., M.Han.

    Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 162/WB, pada upacara yang diselenggarakan secara sederhana namun khidmat ini, diwarnai penampilan, “Pasukan Tradisional Tahun 1945 atau Tentara Tempo Doeloe”, sebagai kilas balik perjuangan rakyat Indonesia yang bergabung dalam ketentaraan di masa lampau.

    Kemudian dirangkaikan dengan kegiatan penyerahan simbol Yuddha Wastu Pramuka Jaya, yang merupakan manifestasi dari bentuk jiwa korsa sekaligus kebanggaan bagi Prajurit Infanteri, sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran.

    Komandan Pussenif Kodiklatad Letnan Jenderal TNI Arif Rahman, M.A., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kepala Staf Korem 162/WB, Kolonel Inf Lalu Habibburahim Wiradarma, menyampaikan latar belakang historis lahirnya hari infanteri tidak terlepas dari keberhasilan perang gerilya di bawah komando panglima besar Jenderal Sudirman.

    Panglima besar Jenderal Sudirman memimpin  langsung para pejuang saat melawan belanda.  Dengan menggunakan senjata tradisional dan  perlengkapan perang yang terbatas, para  pejuang kita mampu mengatasi tentara belanda  yang sudah memiliki senjata modern.

    Metode perlawanan yang diterapkan yaitu serbu dan  lari (hit and run) berasal dari basis gerilya yang  tidak mengenal waktu operasi.  Para pejuang melakukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga belanda atau saat konvoi. Taktik tersebut membuat Belanda bingung dan  kewalahan karena penyerangan tiba tiba.

    “Dari peristiwa tersebut, kita bisa mengambil  nilai-nilai berupa jiwa nasionalisme, cinta tanah  air, rela berjuang, pantang menyerah dan  manunggal dengan rakyat. Nilai-nilai tersebut  harus selalu terpatri dalam jiwa dan sikap serta  perilaku setiap prajurit korps Infanteri,” jelasnya.

    Adapun  tema hari infanteri ke-74 ini yaitu  “Infanteri Yang Modern dan Selalu di Hati  Rakyat” adalah sangat tepat dan patut dijadikan  pedoman dan arah bagi prajurit korps infanteri  dalam mengemban tugas di masa yang akan Datang.

    Tampak hadir dalam acara tersebut, para Kasi Kasrem 162/WB, Dandim 1606/Mataram, Danyonif 742/SWY, KA/ Pa Disjan  serta peserta upacara Militer dan PSN jajaran Korem 162/WB. (Penrem162/WB)

  • Rawat Kebhinekaan Bangsa, Kepala BNPT RI Resmikan Warung NKRI ke-19 di Lawang, Jawa Timur

    Rawat Kebhinekaan Bangsa, Kepala BNPT RI Resmikan Warung NKRI ke-19 di Lawang, Jawa Timur

    MALANG (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerja sama dengan PT. Graha Agung Perkasa meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI) ke-19 di Dapoer Lawang, Malang, Jawa Timur pada Minggu (18/12) dengan tema “Merawat Kebhinekaan Bersinergi Membangun Negeri”.

    Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H menjelaskan kehadiran Warung NKRI ke-19 ini merupakan bagian dalam upaya merawat kebhinekaan bangsa.

    Dalam mewujudkan Indonesia harmoni, BNPT RI mengajak semua pihak untuk merawat kebhinekaan salah satunya dengan upaya mencegah penyebaran paham intoleran dan radikal yang dapat mengarah kepada tindak pidana terorisme.

    “Karena bangsa kita ini bangsa yang besar, 270 juta lebih penduduk, 1300 suku dan juga 6 agama yang disahkan oleh negara, demikian pula aliran kepercayaan. Merawat kebhinekaan ini bagian dari tugas kita semua agar memiliki ketahanan bangsa yang baik,” ungkap Kepala BNPT RI, saat memberikan sambutan.

    Boy Rafli menambahkan kesadaran kolektif dalam membangun rasa kebhinakaan penting dalam menjaga ideologi Pancasila agar tidak mudah dibajak oleh paham-paham yang menyimpang. Ketika semua pihak sadar akan kewajiban menjaga semangat dan nilai kebhinekaan, tentu saja ideologi lain yang justru merongrong persatuan dan kesatuan bangsa akan sirna dengan sendirinya.

    “Kami mengajak seluruh elemen bangsa, tokoh-tokoh masyarakat, dan Para generasi muda bangsa, mari kita rawat kebhinekaan agar ideologi-ideologi yang tidak sejalan dengan ideologi bangsa kita, ideologi Pancasila tidak mudah begitu saja membajak bangsa kita,” tambah Boy Rafli Amar.

    Sementara itu, Konsep Warung NKRI sendiri telah dirintis oleh BNPT RI sejak akhir 2021 yang menjadi bagian dalam edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan meningkatkan kecintaan pada bangsa. Ini merupakan wujud nyata BNPT RI dalam melakukan pencegahan dini tindak pidana terorisme.

    “Oleh karenanya, dengan konsep Warung NKRI ini kita berharap menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi narasi-narasi termasuk yang hari ini masuk dari sosial media dengan begitu masif,” Kepala BNPT menambahkan.

    Diwaktu yang bersamaan, BNPT RI juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT. Graha Agung Perkasa terkait rencana pembangunan dan pengelolaan Kawasan Wisata Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika di lokasi yang sama. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. dan Direktur Utama PT. Graha Agung Perkasa, H. Nurhadi, S.E. yang disaksikan langsung oleh Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H dan Sekretaris Utama BNPT RI, Mayjen TNI (Purn) Dedi Sambowo.

    Direktur Utama PT. Graha Agung Perkasa menjelaskan bahwa dengan kerja sama ini, dirinya berharap untuk dapat mewujudkan Kawasan Wisata Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika demi meningkatkan rasa cinta generasi muda kepada NKRI dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kota Lawang, Malang, Jawa Timur.

    “Dengan adanya BNPT RI yang ikut mengoptimalkan pembangunan Wisata Kawasan Bhineka Tunggal Ika dan peresmian Warung NKRI ini semoga menjadi magnet baru di Kabupaten Lawang,” Nurhadi mengharapkan.

    Warung NKRI merupakan salah satu program Sinergisitas pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT RI bersama pemerintah di level pusat dan daerah, akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha. selain menjalankan fungsi warung, Warung NKRI juga akan menjadi ruang diskusi dan dialog terkait nilai-nilai kebangsaan.

    Peresmian ini dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, Rektor Universitas Islan Malang, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si., Direktur PT Graha Agung Perkasa, H. Nurhadi, S.E., Ketua Umum PW GP Ansor Jawa Timur, Gus Syafiq Syauqi, Perwakilan Forkopimda Malang, tokoh-tokoh masyarakat setempat dan perwakilan dari mitra deradikalisasi serta penyintas Kabupaten Malang. (bnpt/has)