Blog

  • Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Ajak Kembangkan Jurnalisme Berbasis Pancasila

    Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Ajak Kembangkan Jurnalisme Berbasis Pancasila

    JAKARTA (Lombokexpress.id)–Ketua Dewan Pers Prof Dr Azyumardi Azra mengajak insan pers untuk mengembangkan jurnalisme Pancasila. Hal itu diungkapkannya di depan para pimpinan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

    “Pers sangat berperan penting dalam menumbuhkan optimisme masyarakat, juga mendorong persatuan dan mendamaikan bangsa,” kata Azyumardi Azra, cendekiawan muslim yang terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.

    Dalam pernyataannya sebagai pembicara kunci Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Markas Besar TNI Angkatan Darat RI, Jalan Juanda -Jakarta Kamis 21 Juli 2022, Azyumardi Azra  menekankan pentingnya jurnalisme yang berbasis Pancasila.

    Selain para pimpinan SMSI dari berbagai provinsi, hadir pula antara lain Ketua Umum SMSI Firdaus, Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko dan dua anggota dewan pertimbangan SMSI Bona Ventura Sulistiana dan Drs KH M Ma’shum Hidayatullah, MM, dewan penasehat Ervik Ary Susanto, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, dan Danjen Kopassus Mayjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M.

    Lebih lanjut Prof Azyumardi Azra menjelaskan jurnalisme berketuhananlah yang menumbuhkan persaudaraan dan toleransi sehingga berita-berita yang disajikan selalu berpijak pada kebenaran.

    Media siber, menurutnya dapat menjangkau orang dan dapat mengajak  warga berpartisipasi yang bermakna untuk mewujudkan democracy deliberative.

    Gagasan dan pemikirannya tentang keindonesiaan banyak tersebar dimana-mana.

    Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan bahwa rakyat Indonesia harus bersyukur memiliki Pancasila yang kemudian menjadi penyelamat dari kehancuran, sebagaimana yang dialami oleh negara-negara muslim di Timur Tengah.

    Dalam berbagai kesempatan, Prof Azyumardi menegaskan pers sangat berperan dalam menjaga keutuhan dan kesatuan sosial. Karena itu pers harus menghindari isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

    “Pers jangan ikut membuat kegaduhan terlebih lagi  menjelang Pemilu 2024 nanti. Pers sebaiknya menghadirkan narasi-narasi yang tidak memecah-belah. Pilih diksi yang menyejukkan.

    Prof Azyumardi pernah menjadi Wartawan Panji Masyarakat (1979-1985), Dosen Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1992-sekarang), Guru Besar Sejarah Fakultas Adab IAIN Jakarta, dan Pembantu Rektor I IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1998).

    Ia juga merupakan orang Asia Tenggara pertama yang diangkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004-2009), dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004-2009).

    Prof Azyumardi Azra yang lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada 4 Maret 1955 ini memulai karier pendidikan tinggginya sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas beasiswa Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada  Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University  tahun 1988. Ia memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.

    Pada 1992, ia memperoleh gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University tahun 1990, dan  Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Tahun 2004 disertasi yang sudah direvisi diterbitkan secara simultan di Canberra (Allen Unwin dan AAAS), Honolulu (Hawaii University Press), dan Leiden, Negeri Belanda (KITLV Press).
    Kembali ke Jakarta, pada 1993 Azyumardi mendirikan sekaligus menjadi pemimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam.

    Pada tahun 1994-1995 dia mengunjungi Southeast Asian Studies pada Oxford Centre for Islamic Studies, Oxford University, Inggris, sambil mengajar sebagai dosen pada St. Anthony College.

    Azyumardi Azra adalah seorang akademisi berprestasi, pemikir Islam progresif dan satu dari salah seorang cendekiawan muslim “pendobrak” dan pembaru.

    Kiprahnya selama ini di dunia pendidikan Islam menghasilkan inovasi-inovasi yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Salah satu hasilnya adalah, transformasi IAIN Syarif Hidayatullah menjadi UIN Syarif Hidayatullah, yang menjadikan institusi pendidikan Islam bisa masuk ke dalam arus utama, menjadi lebih open-minded, berkualitas dan bermartabat di mata masyarakat.

    Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006. Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi ‘Sir’ pertama dari Indonesia.

    Azyumardi menikah dengan Ipah Farihah dan dikaruniai 4 anak, yakni Raushanfikri Usada, Firman El-Amny Azra, Muhammad Subhan Azra, dan Emily Sakina Azra. (has/smsi)

  • Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Minta SMSI Teruskan Kembangkan Jurnalisme Jujur

    Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Minta SMSI Teruskan Kembangkan Jurnalisme Jujur

    ⁃ Ketua Dewan Pers Kembangkan Jurnalisme Pancasila

    Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terus menjalankan fungsi kewartawanannya sesuai dengan kode etik jurnalistik yang selama ini berlaku dan dipedomani.

    Kode etik yang antara lain mengedepankan jurnalisme jujur, tujuannya menghadirkan kabar yang layak didengar masyarakat. Imbauan tersebut merupakan satu dari sejumlah pesan yang disampaikan Dudung saat memberi kata sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) tahun 2021 di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Veteran Jakarta, Kamis (21/7/2021) pagi.

    Sementara itu di tempat yang sama Ketua Dewan Pers Prof Dr Azyumardi Azra mengatakan, kita perlu mengembangkan jurnalisme berbasis Pancasila (Pancasila Based Journalism).

    “Jurnalisme yg berketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan kita semua. Tuhan Maha Benar. Berita-berita yang kita turunkan berita yang berpihak pada kebenaran.
    Kita menyampaikan yang benar,kredibel, tidak menyebarkan berita bohong,” kata Azyumardi Azra.

    “Saya berpesan agar organisasi yang menaungi lebih dari 2000 orang anggota perusahaan media digital di seluruh Indonesia ini terus mengembangkan jurnalisme damai, jujur serta jernih dalam menyampaikan berita yang layak diterima di masyarakat,”kata Dudung saat berbicara di depan ratusan peserta rapat pimpinan SMSI yang datang dari seluruh Indonesia serta tamu undangan lain.

    Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini juga juga mengharapkan agar kode etik jurnalistik tetap menjadi asas utama anggota SMSI sehingga aktivitas pemberitaan yang dilakukan tidak semata mencari popularitas, namun lebih memilih untuk hanya menyampaikan berita dan informasi yang layak untuk diterima masyarakat.

    Dengan adanya kesadaran tersebut, kata Dudung, jurnalisme yang baik dalam prakteknya tidak akan bekerja keluar dari aturan, atau menghindari penyalahgunaan informasi yang tujuan utamanya hanya kepada peningkatkan penjualan maupun untuk mencari keuntungan yang lain.

    “Sehingga pada tahap lainnya, jika kesadaran itu timbul, maka anggota SMSI secara langsung mempunyai tanggungjawab untuk menulis berita yang benar sekaligus menangkal hoax atau kabar bohong,” kata Dudung.

    Dudung juga berpesan agar melalui forum Rapimnas ini, SMSI terus membangun sinergitas antar perusahaan media, dewan pers, PWI, maupun dengan Komisi Penyiaran Indonesia yang tetap dalam pondasi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan beratap kebhinekaan.

    Terakhir, SMSI diminta mengembalikan esensi jurnalisme dalam kerangka menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga dan merawat sacara sungguh-sungguh nilai-nilai Pancasila.

    Dukungan Dudung kepada SMSI sendiri tidak bisa diragukan lagi, karena dirinya telah hadir dan menjadi pembina SMSI. Dan atas dukungan tanpa henti itu pula yang menjadi alasan mengapa SMSI saat Rakernas menyematkan pin emas kepada mantan loper koran saat kecil ini.

    Sebelumya, Ketua Umum SMSI Firdaus dalam kata sambutannya mengatakan, SMSI pada mulanya hadir sebagai jawaban atas keprihatinan fungsionaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terhadap perubahan drastis dunia jurnalistik yang tadinya dari media cetak lalu berpindah ke media siber.

    Keprihatinan yang dalam perjalanannya menjadi kenyataan yang tak bisa dibantah lagi pada saat ini, dimana aktivitas jurnalistik mayoritas sudah dalam bentuk media digital.

    “Maka menjadi wajar jika masa depan media masa ada di media siber,”kata Firdaus. Sebagai antisipasi terhadap perubahan yang akan terus berlangsung di masa depan tersebut, pihakya telah menyusun sejumlah langkah dan strategi serta program. Salah satunnya adalah dengan masuk ke Metaverse serta membuat kripto atau NFT.

    Pembukaan Rapimnas ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat antara lain Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko dan dua anggota dewan pertimbangan SMSI Bona Ventura Sulistiana dan Drs KH M Ma’shum Hidayatullah, MM, dewan penasehat Ervik Ary Susanto, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, Danjen Kopassus Mayjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M, serta Ketua Dewan Pers Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE yang berbicara sebagai pembicara kunci rakernas tersebut. (has/smsi)

  • Temui Presiden Timor Leste, Kepala BNPT Dorong Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

    Temui Presiden Timor Leste, Kepala BNPT Dorong Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Dalam rangka meningkatkan kerja sama penanggulangan terorisme di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., bertemu dengan Presiden Timor Leste, José Ramos Horta, Kamis (21/7).

    Boy Rafli mengatakan BNPT fokus pada pencegahan radikalisme terorisme dengan merajut kerja sama yang erat dengan unsur pemerintah, masyarakat dan negara sahabat. Dia menjelaskan penyalahgunaan agama dalam aktivitas terorisme masih menjadi tren. Dalam pertemuan ini, Kepala BNPT juga menawarkan kerja sama penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Timor Leste.

    “Kami melakukan kerja sama dengan institusi atau organisasi agama untuk menyamakan persepsi karena terorisme bukan ajaran agama,” kata Boy Rafli.

    Kepala BNPT ke 5 ini menjelaskan bagaimana narasi propaganda dengan cepat tersebar melalui dunia maya. Dalam menghadapi tren tersebut, edukasi ajaran agama yang toleran dan cara berinteraksi di media sosial yang baik menjadi strategi pencegahan terorisme yang efektif.

    “BNPT saat ini fokus bekerja dalam pencegahan, bagaimana menbangun semangat toleransi, membangun pemahaman di masyarakat bahwa aktivitas terorisme tidak ada kaitannya dengan agama, bagaimana kelompok teror menyebarkan penyalahgunaan agama itu di media sosial. Mengedukasi masyarakat cara bermedia sosial penting dilakukan,” lanjut Dia.

    Mendengar penjelasan mengenai pendekatan penanggulangan terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT, Presiden José Ramos menyampaikan apresiasi BNPT dalam menghadapi isu terorisme secara efektif. Dia mengatakan perspektif positif ini tidak hanya datang dari Timor Leste saja tetapi juga negara barat lainnya. Dengan jumlah masyarakat yang mencapai 273 juta, menurutnya Indonesia adalah negara yang toleran dan damai.

    “Mereka (negara barat) melihat BNPT aktif dalam upaya pencegahan, Indonesia adalah negara muslim yang damai, selamat atas kerja baiknya,” ucapnya. José Ramos pun menyambut baik kerja sama penanggulangan Indonesia-Timor Leste yang ditawarkan Kepala BNPT. (bnpt/has)

  • BNPT Ikut Ambil Bagian dalam Pertemuan Pejabat Senior ASEAN terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022

    BNPT Ikut Ambil Bagian dalam Pertemuan Pejabat Senior ASEAN terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam hal ini Kedeputian Kerjasama Internasional berperan aktif dalam mendorong kerjasama regional di Kawasan Asia Tenggara.

    Salah satu peran aktif tersebut diwujudkan ketika Deputi Kerjasama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto memimpin Delegasi Indonesia terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022 dalam sidang (plenary) pertemuan “The 22nd ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime” (22nd SOMTC) secara virtual pada Selasa (19/7).

    “Era New Normal setelah pandemi membutuhkan perhatian khusus, mengingat penyesuaian regulasi serta tahapan pemulihan ekonomi di kawasan berdampak pada perputaran uang, komoditi, dan pergerakan individu antar negara termasuk high risk travelers hingga teroris. Selain itu, maraknya ancaman serangan siber dan penyalahgunaan internet untuk tujuan terorisme, serta radikalisasi dan perekrutan online menuntut kita untuk terus meningkatkan upaya penanggulangan terorisme yang secara tidak langsung memicu modus operandi baru bagi pelaku teroris dalam beroperasi. Hal ini berujung pada kebutuhan akan komitmen dan kerjasama yang kuat antar negara di kawasan dalam menghadapi kejahatan lintas negara di era New Normal, demi terwujudnya upaya penumpasan kejahatan yang maksimal,” jelas Andhika.

    Adapun Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini diperkuat oleh perwakilan dari Satuan Kerja Internal Polri selaku Sekretariat SOMTC Indonesia, dan K/L terkait lain, diantaranya: Kemenkopolhukam, Kemenlu, Kemenkumham, Kemenhub, Kemenkeu, Kemenkominfo, Kemnaker, BSSN, BNN, BP2MI, BNPP, PPATK, Kejagung, Bakamla, KLHK, KKP, KPPPA dan LPSK.

    Pertemuan dipimpin oleh Jenderal Polisi Por Phak, selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan seluruh Negara ASEAN, serta ASEAN Sekretariat.

    Pertemuan ini menjadi platform bagi para pejabat senior di ASEAN untuk saling bertukar informasi dan praktik baik dalam memperkuat upaya bersama dalam penanganan kejahatan lintas batas negara, guna mencapai tujuan bersama mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang aman, damai dan sejahtera.

    Delegasi Indonesia dalam pertemuan juga melaporkan terkait hasil pelaksanaan pertemuan ke-18 Pejabat Senior ASEAN terkait Isu Penanggulangan Terorisme (18th SOMTC Working Group on Counter-Terrorism), yang telah dilaksanakan dan dipimpin oleh Indonesia selaku Chair Pertemuan, pada 7 Juli 2022. Pertemuan juga membahas perkembangan implementasi rencana aksi ASEAN dalam penanggulangan kejahatan lintas negara, dan perkembangan status program yang telah disepakati dan tertunda pelaksanaannya.

    Lebih lanjut, rangkaian pertemuan ke-22 SOMTC akan dilanjutkan dengan rangkaian pertemuan Sesi Konsultasi SOMTC dengan perwakilan Negara Mitra Dialog ASEAN, dalam menjajaki peluang/ review status perkembangan kerjasama kedua pihak pada isu kejahatan lintas batas negara pada tanggal 20 s.d 21 Juli 2022. (bnpt/has)

     

  • Kepala BNPT: Penanggulangan Terorisme di Papua Menjadi Tugas Pemerintah dan Masyarakat

    Kepala BNPT: Penanggulangan Terorisme di Papua Menjadi Tugas Pemerintah dan Masyarakat

    JAKARTA (Lombokexpress.id)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengatakan permasalahan terorisme yang terjadi di Papua menjadi tugas pemerintah dan masyarakat. Upaya penanggulangan terorisme tersebut tidak hanya direalisasikan melalui operasi penegakan hukum, tetapi juga melalui sejumlah kebijakan afirmatif yang ditujukan untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

    Boy menjelaskan sejak ditetapkannya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok teroris, BNPT mencoba melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme dengan membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Papua dan Papua Barat. Forum ini melibatkan Forkopimda, akademisi, masyarakat lintas agama dan adat untuk melakukan revitalisasi nilai Pancasila sekaligus menjadi sarana komunikasi untuk menanggulangi terorisme dari hulu hingga ke hilir.

    “Peran BNPT meningkatkan kolaborasi pemerintah, melibatkan tokoh agama, masyarakat, adat untuk memberantas terorisme, kami telah membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme atau FKPT di Papua dan Papua Barat yang menggandeng unsur-unsur tersebut untuk mencegah aksi-aksi kekerasan,,” kata Boy Rafli dalam FGD daring bertema “Mengatasi Terorisme di Papua: Tugas Siapa?” bersama civitas akademik Universitas Pertahanan, Rabu (20/7).

    BNPT juga aktif berkoordinasi dengan K/L dan aparat keamanan setempat, juga melakukan pendampingan terhadap penatausahaan dana desa bersama pemerintah setempat agar penggunaannya tepat sasaran. Semua ditujukan agar penanggulangan terorisme terlaksana secara holistik.

    “Kami akan terus melakukan monitoring dengan unsur TNI Polri dan Kemenkopolhukam untuk menentukan strategi operasi yang terbaik dalam hal ini hard dan soft approach sehingga semua bisa semakin efektif dalam mengurangi kekerasan yang terjadi di Tanah Papua, kami juga melakukan pendampingan pemakaian dana desa agar pengawasan penggunaan APBN yang diberikan Pemda Papua bisa tepat sasaran,” lanjutnya.

    Secara umum, kebijakan afirmatif tersebut tercermin dari disahkannya UU Otsus dan kebijakan-kebijakan lain untuk mempercepat pembangunan provinsi Papua dan Papua Barat.
    “Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi dalam pembangunan nasional untuk mendukung percepatan dan pemerataan kesejahteraan Papua, dan terpenuhinya hak-hak masyarakat Papua” tuturnya. (bnpt/has)

  • SEKELUMIT KISAH SUKSES ANAK CUCU TRANSMIGRAN LOMBOK

    SEKELUMIT KISAH SUKSES ANAK CUCU TRANSMIGRAN LOMBOK

    Waktu bertugas ke Makassar kemaren, diluar rencana saya bertemu semeton Mahrif – sekjen ASLI dari Tandek didampingi semeton Mayor Yusuf Anggota TNI dari Praya dan semeton Abdul Gani Ishak namanya.

    Nama lengkapnya H. Abdul Ghani Ishak S.Hum. SPd, MPd. Alumni UIN Alaudin Makassar dan UNM Makassar. Pernah menjadi dosen di 5 lembaga pendidikan. Kini juga bekerja ke Saudi Arabia menangani haji dan umroh melalui Naba Tour kurang lebih sudah 11 tahun. Di Naba Tour ustaz ini salah satu dari 5 pemegang sahamnya.

    Di Makassar Ustaz Abdul Gani dikenal sebagai ustaz abgan. Selain sebagai imam masjid, ustaz milenial ini juga rajin ceramah mengisi berbagai acara.

    Ustaz Abgan, alumni pondok pesantren NW di Palopo. Alhamdulillah penghafal Alqur’an. 4 saudaranya yg laki2 yaitu ustaz Muhammad Nasir Ishak, Ustaz Muhammad Junaidi Ishaq, Ahmad Rizaldi Ishak dan Abdul Azis Ishak semuanya penghafal Al Qur’an.

    Saya kian senang dialog dengan ustaz Abgan karena ngakunya dari puyung. Saya tinjot, looo sama darinya. Saya puyung juga. Side puyung papah embe ?

    Tyang anak bapak Ishaq – ibu Siti Maryam asli Puyung. Papuk tyang Papuk Supar, papuk milati didepan lapangan puyung. Bekeluarge kance Bapak Nurman dll nike Bun Ceman Puyung, katanya. Saya manggut2 sambil dalam hati bersyukur dan bangga melihat semeton jari saya sukses dirantauan.

    Ustaz Abgan cukup lancar ceritakan semeton jarinya yang ada di puyung. Padahal dia baru sekali belombok. Itupun dulu waktu pulang besunat sebelum masuk SD.

    Ustaz Abgan Lahir di daerah Rawamangun Luwu Utara Sulsel. Tahun 1973 keluarganya berangkat transmigrasi ke luwu. Ustaz Abgan sekeluarga masih fasih berbahasa sasaq. Dilokasi trans, batur2 niki tetap kadu base sasaq mik katanya.

    Ustaz Abgan, sdh berkeluarga. Isterinya Afifah Safira Ramadhani dari Magelang. Punya 4 orang anak. Lebaran kemaren sesungguhnya tyang ingin pulang. Tapi sayang ada kendala pekerjaan yg tidak bisa ditinggalkan. Katanya, sambil seruput saraba dan pisang epek (maaf ini tidak porno), diterpa anging Mamiri Pantai Losari.

    Ustaz Abgan dan anak cucu generasi ketiga dan keempat transmigran asal lombok, tersebar di berbagai daerah di luwu, palopo, mamuju, majene, poso, teluk dalam kalimantan timur, maluku, maluku utara hingga Sorong Papua. Alhamdulillah sudah banyak yang sukses.

    Sukses di tanah rantau sebagai pengendon tangguh, bukan berarti mereka melupakan kampung halamannya. Justru sebaliknya. Sebagai perantau / pengendon terasa masih memiliki ikatan emosional satu dengan lainnya termasuk dengan semeton jari di Lombok.

    Rasa sebangse sebagai anak-anak Lombok Mirah Sasaq Adi, kemudian membuncah dan menginspirasi mereka membentuk jejaring yang kemudian disepakati wadahnya bernama ASLI ( Aliansi Sasaq Lombok Indonesia ).

    ASLI berkongres ( Sangkep Agung ) perdana di Mataram beberapa hari setelah lebaran topat 1443 H lalu. Pemban Gumi Sasaq Maminda Drs. HL Azhar beserta pemucuk wali paer Majelis Adat Sasaq ( MAS ) berkenan menyambut dan memberikan petuah petatah petitih bagaimana menjadi Tau Sasaq Sak Lomboq. Tetap kuatkan hablumminalloh dan hablumminannas dimanapun berada. Tetap jari tau Sasaq saq lomboq, pesan Miq Azhar.

    Sambutan dan uluran tangan hangat dari penglingsir Sasaq mereka kenang dan ceritakan kesanak keluarga dirantauan. Delegasi Kongress ASLI, sungguh terkesan dan semakin bertekad meneguhkan jati dirinya untuk selalu menjaga marwah Sasaq saq lomboq. Mereka bahagia bisa bertemu Lalu Nasib, bisa nembang dan ngibing bareng, bisa saksikan secara live pepadu2 seperti selaq marong, rajawali angkuh, bebaloq bekerem, pelor mas, serawah chine, kian santan, arya dwipangga, angin halus, arya kamandanu, ombak tenang, cikar rarat, pecut karet dll yang dibawa Amaq Mila action saling empok padek di Taman Budaya NTB. Selama ini mereka hanya tahunya dari you tube.

    Selama pulang kampung, mereka keliling Lombok. Mereka bangga dengan Islamic Centre, bangga dengan sirkuit mandalika dan destinasi2 pariwisata yg bagus. Mereka bangga dengan kemajuan2 pembangunan yg sdh dan akan hadir di depan mata. Mereka niat akan pulang ke lombok lagi hingga sebelum akhir menutup mata.

    Diakhir Sangkep Agung I ASLI, Merekapun ikrarkan janji. Janji Bhakti, Sasaq jiwaraga kami !!!!

    Wassalam – Gammara : 19.7.2022

  • HUT Ke-12 BNPT,  Komjen Boy Rafli Perkuat Pentahelix, Cegah Radikalisme

    HUT Ke-12 BNPT,  Komjen Boy Rafli Perkuat Pentahelix, Cegah Radikalisme

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) makin gencar mendorong program pentahelix. Hal itu dilakukan untuk mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.

    Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, pentahelix atau multipihak merupakan unsur kolaborasi yang menggabungkan berbagai pihak seperti akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah, dan media.

    Ia yakin, program ini akan mampu menjadikan upaya pencegahan secara maksimal. Sebab desainnya melibatkan seluruh unsur masyarakat.

    “BNPT mengembangkan grand strategy ini dengan melibatkan beragam unsur,” kata Boy Rafli, saat Presidential lecture bertema Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Menuju Indonesia Harmoni, dalam peringatan HUT BNPT ke-12, di Jakarta, kemarin.

    Menurutnya, kontribusi masyarakat begitu krusial, misalnya dapat mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran ideologi, mendeteksi keberadaan kelompok teroris, maupun dalam mengontrol tindak-tanduk jaringan kekerasan ini.

    Mantan Kapolda Banten ini pun meminta agar setiap warga dengan tugas dan fungsinya masing-masing bersinergi mewujudkan Indonesia Harmoni.

    “Guna menjalankan tugas dan amanat negara, BNPT sebagai leading sector dalam penanggulangan terorisme menghasilkan berbagai rumusan dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah potensi ancaman dan menguatkan imunitas masyarakat dalam menangkal pengaruh kelompok radikal terorisme,” paparnya.

    Selain itu, kata Boy, BNPT juga terus memperluas kerja sama pada berbagai sektor untuk mendukung program ini. Seperti, 46 kementerian/lembaga melalui program sinergisitas, 6 kementerian/lembaga dalam penanggulangan terorisme di 5 provinsi sasaran, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.

    Kerja sama 5 Provinsi ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur fisik, seperti rumah susun, rumah ibadah, balai latihan kerja, dan sarana publik lainnya. Begitu juga dengan pembangunan non fisik seperti pelatihan keterampilan wirausaha, pengembangan wawasan keagamaan hingga moderasi beragama.

    “Kemudian 11 organisasi masyarakat dan keagamaan, 12 lembaga Pendidikan dan lembaga riset, media, serta 19 badan usaha milik negara dan daerah,” jelasnya. (has/bnpt)

  • BNPT Dukung Indonesia Jadi Anggota Penuh Organisasi Internasional FATF

    BNPT Dukung Indonesia Jadi Anggota Penuh Organisasi Internasional FATF

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendukung Indonesia bergabung sebagai anggota penuh Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF).

    FATF merupakan organisasi internasional di bidang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme

    Selama ini BNPT juga telah bersinergi dengan seluruh anggota Komite TPPU dalam menangani TPPT (Tindak Pidana Pendaann Terorisme) di Indonesia. Sinergitas tersebut diharapakan juga berdampak pada keberhasilan Indonesia agar dapat diterima menjadi anggota penuh FATF.

    “BNPT dan seluruh anggota Komite TPPU akan bekerjasama dan bersinergi dalam menangani kasus TPPT,” ujar Kepala BNPT pada saat kegiatan On-site Visit MER (Mutual Evaluation Review) FATF ke Indonesia di Gedung Mandiri Club, Jakarta pada Senin (18/7).

    Selain itu, agar Indonesia mendapatkan penilaian yang baik dari MER FATF, BNPT sebelumnya telah mengadakan konsolidasi jawaban khususnya pada IO (Immediate Outcome) 10 perihal isu Targeted Financial Sanction dan IO 9 khususnya perihal isu Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan sosial media bersama dengan K/L.

    IO 10 FATF merupakan Targeted Financial Sanctions and Terrorist Financing Preventive Measures. Sedangkan IO 9 terkait Investigation and Prosecution of Terrorist Financing, dimana di dalam IO 9 terdapat Isu khusus terkait Penanganan FTF dan media sosial yang menjadi tanggung jawab BNPT.

    Terkait FTF, BNPT dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang serta Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (Komite TPPU) telah melakukan pembahasan mulai dari proses identifikasi, pencegahan hingga pemberantasan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam penanganan FTF.

    Dalam menjawab isu di Media Sosial, BNPT juga telah bekerjasama dengan anggota Komite TPPU terutama dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai media sosial yang terindikasi melakukan pendanaan terorisme. (bnpt/has)

  • Yasonna Ingatkan Insan Kemenkumham Harus Saling Lengkapi dan Tidak Egois

    Yasonna Ingatkan Insan Kemenkumham Harus Saling Lengkapi dan Tidak Egois

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menegaskan pentingnya meningkatkan layanan publik kepada seluruh insan Kemenkumham. Hal itu disampaikan Yasonna dalam Seminar Nasional dalam rangka menyambut Hari Kementerian Hukum dan HAM ke-77, Senin (18/7/2022), di Jakarta.
    Yasonna menuturkan, kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinan akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan Kementerian Hukum dan HAM. Dia lalu menyampaikan empat poin penting yang harus dilaksanakan oleh insan Kemenkumham.

    “Kebersamaan yang harus diciptakan dan dijaga yaitu: Kesatu, adanya sense of belonging terhadap Kementerian Hukum dan HAM,” ungkap Yasonna.

    Poin kedua, Yasonna menekankan agar insan Kemenkumham tidak egois.

    “Saya selalu mengatakan tentang sinergitas, dengan pimpinan, dengan bawahan, dan dengan kolega-sejawat,” ujarnya.

    Ketiga adalah kerendahan hati. Menurut Yasonna, Kemenkumham memiliki anggota yang berbeda-beda karakteristiknya, kerendahan hati akan menghindarkan munculnya rasa benci, iri hati, dan timbulnya kelompok yang tersegmentasi.

    “Dan yang keempat adalah semangat kekeluargaan. Setiap Insan Pengayoman memiliki peran dan sumbangsih yang berbeda-beda. Perbedaan peran dan sumbangsih ini jangan sampai membuat gesekan negatif yang berdampak pada perpecahan, namun perbedaan itu harus diikat dalam satu simpul yang kuat sehingga akan saling melengkapi,” ungkap Guru Besar Ilmu Kriminologi PTIK tersebut.

    Dalam mewujudkan kinerja Kementerian Hukum dan HAM semakin PASTI dan BerAKHLAK, ucap Yasonna, diperlukan pemantauan serta evaluasi yang terukur terhadap kinerja penyelenggara pelayanan publik secara berkala dan berkelanjutan.

    Adapun Kemenkumham telah melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) sejak tahun 2015. Pengukuran indeks ini bukan hanya sebagai tools evaluasi, tapi juga wujud nyata keterlibatan pengguna layanan guna menghasilkan kebijakan yang partisipatif.

    “Proses perbaikan layanan menjadi tanggung jawab bersama. Pelibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan, agar layanan Kemenkumham menjadi layanan yang partisipatif, inklusif, dan adaptif,” pungkas Yasonna.

    Adapun Hari Kemenkumham atau Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Tahun 2022 diperingati setiap 19 Agustus. Tahun ini, HDKD Kemenkumham mengusung tema ‘Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin PASTI dan BerAKHLAK. (has/rls)

     

    #RomiYudianto
    #KumhamPasti
    #kemenkumhamntb
    #kumhamntb
    #kumhamntbjuare
    #kumhamntbpastijuare

  • PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BAGI PASANGAN MUDA YANG RADIKAL

    PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BAGI PASANGAN MUDA YANG RADIKAL

    Oleh: Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM.

    Direktur Pencegahan BNPT RI

    Karena radikalisme itu virus yang berpotensi masuk ke dalam pikiran semua orang, maka, kasus-kasus radikalisme pada lingkup keluarga, juga terjadi. Keluarga-keluarga radikal umumnya berasal dari pasangan-pasangan muda yang telah terinfeksi paham radikal sebelum menikah (pra nikah), dari salah satu maupun keduanya.

    Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat dan negara. Bagaimana wajah suatu masyarakat dan negara, tercermin dalam kehidupan keluarga-keluarganya. Oleh sebab itu, pembentukan keluarga-keluarga yang radikal, menjadi program dari kelompok-kelompok radikal.

    Memang salah satu metode perekrutan kelompok radikal adalah dengan perkawinan. Cara ini cukup efektif untuk meradikalisasi seorang perempuan. Perempuan cenderung lebih militan dan loyal daripada laki-laki dalam hal memegang teguh ideologi radikal.

    Upaya penanganan yang dapat dilakukan terhadap pasangan-pasangan muda yang radikal adalah sebagai berikut:

    1. Kita berdoa agar yang bersangkutan segera mendapatkan hidayah untuk menemukan kembali jalan yang lurus. Sesungguhnya kita hanya dapat berusaha, adapun yang bolak balikkan hati manusia adalah Tuhan.

    2. Melakukan dialog sebagai upaya disengagement (memisahkan atau melepaskan) dari individu, kelompok maupun narasi radikal baik secara offline maupun online. Proses disengagement ini paling memungkinkan dilakukan oleh keluarga terdekat seperti orang tua, mertua, paman, bibi dan saudara kandung.

    3. Andaikata keluarga dekat sulit mengadakan dialog, dapat dilakukan pendekatan moderasi terhadap pemahaman dengan menggunakan aktor yang dianggap memiliki kedekatan ideologis. Mantan teroris sangat efektif diajak berdialog dan melakukan moderasi guna mengurangi kadar atau menurunkan tingkat radikalitas mereka, karena, jika dengan ulama dan tokoh di luar kelompok mereka, mereka resisten dan menghindar.

    4. Jika dialog berhasil, selanjutnya melakukan assessment kepada mereka untuk mengetahui tingkat atau kadar keradikalannya, selanjutnya diberikan vaksinasi yang tepat guna meningkatkan imunitas ideologinya.

    5. Melakukan pendekatan kemanusiaan dengan menghadirkan keluarga atau orang-orang yang memiliki ikatan emosional dalam diri mereka untuk mengajak kembali pada jalan yang benar.

    Pelajaran penting dari kasus pasangan-pasangan muda yang radikal adalah, pentingnya pencegahan dengan melakukan vaksinasi dari virus radikalisme pra nikah.

    Ketika seseorang sudah terpapar, memang akan sulit dilakukan pendekatan dialog dan membutuhkan proses penyembuhan yang bertahap. Proses penyembuhan bagi yang sudah terpapar harus disikapi dengan sabar, karena membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. (*)