Blog

  • Bertemu Lembaga Anti-Terorisme Jepang, BNPT Bahas Penyalahgunaan Internet dan Pendekatan Soft Approach Penanggulangan Terorisme di Indonesia

    Bertemu Lembaga Anti-Terorisme Jepang, BNPT Bahas Penyalahgunaan Internet dan Pendekatan Soft Approach Penanggulangan Terorisme di Indonesia

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
    Menindaklanjuti diskusi Counter Terrorism BNPT dengan Jepang pada Juni 2021 dengan melakukan pertemuan bersama Counter Terrorism Unit-Japan (CTU-Japan), di Jakarta pada Rabu (25/05).

    Dalam pertemuan hari ini, penyalahgunaan internet di Indonesia menjadi topik pembahasan utama. Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., menjelaskan penyalahgunaan internet di Indonesia acap kali digunakan oleh kelompok radikal dengan menyebarkan narasi intoleran, propaganda, dan ujaran kebencian di sosial media. Tak hanya untuk itu, internet juga disalahgunakan untuk sarana pendanaan terorisme yang lebih maju serta rekruitmen anggota.

    “Seperti kita ketahui kita masih berkutat dengan isu cyber security, banyak konten intoleran yang menjadi propaganda kelompok radikal. Maka kita perlu juga mendukung bagaimana mengelola kondisi media sosial tersebut,” katanya.

    Menanggapi banyaknya konten propaganda teroris di media sosial dan secara umum dalam menanggulangi terorisme di Indonesia, Boy Rafli menerangkan kepada CTU-J bahwa BNPT menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia, dengan pendekatan lunak atau soft approch, salah satunya moderasi beragama.

    “BNPT mengutamakan soft approch untuk penanggulangan terorisme, pendekatan lunak ini salahsatunya dengan menggaungkan moderasi beragama,” katanya.

    Sementara itu Kepala CTU-J Shigenobu Fukumoto menyampaikan ketersediaan CTU untuk berkolaborasi dengan Indonesia untuk bersatu melawan terorisme.

    “Kolaborasi adalah kunci sukses, jadi kami ingin sekali berkolaborasi dengan BNPT untuk melawan kejahatan transnasional ini, kami berusaha memfasilitasi segala sesuatunya agar kerjasama Indonesia-Jepang dapat berjalan,” tutup Kepala CTU-J.

    Menutup diskusi keduanya, Kepala BNPT berharap CTU-J dapat menghadiri dan ikut berkontribusi dalam AQABA Process High Level Tech Meeting On Southeast Asia, yang akan berlangsung pada bulan Juli 2022 mendatang.

    CTU-Japan merupakan satuan gabungan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kepolisian, dan Badan Intelijen di Jepang. (rls/bnpt)

     

  • Jamaah Masjid Al Ikhlas Antusias Ikuti Halal Bi Halal FSKR

    Jamaah Masjid Al Ikhlas Antusias Ikuti Halal Bi Halal FSKR

    PRABARDA (NTBNOW.CO)–Pelaksanaan halal bi halal yang digelar Forum Silataturahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) di Masjid Al Ihklas Kemek, berlangsung khidmat.

    Tidak hanya jamaah yang antusias. Acara keagamaan pasca lebaran yang hanya ada di Indonesia itu juga dihadiri dua tokoh tuan guru, TGH Ahmad Ali Maksum, M.Si (Pmpinan Ponpes Darunnajah Al Falah)  dan TGH Marsini S.Pd, MM (Pimpinan Ponpes Al Mujahidin) Tempos, Lombok Barat.

    TGH Maksum dalam ceramah agamanya diselingi joke joke segar dan membuat jamaah tertawa lepas.

    Kedua tokoh agama juga memberikan siraman rohani yang intinya membahas tentang arti pentingnya silaturahmi. Merekatkan persaudaraan yang nyaris putus akibat kesibukan dan aktivitas yang tinggi.

    Tuan guru juga menyarankan agar jamaah bahu membahu agar segera menyelesaikan pembangunan masjid yang dijadikan  lokasi halal bi halal.

    “Ada anggota dewan di desa ini, kalau ada minta dana aspirasinya sebagai imbalan kita ngelecok (bahasa Sasak memilih), ” katanya.

    Sebelumnya Ketua FSKR H Junaidi Akhyar yang juga sempat memberikan  pencerahan, meminta agar sumbangan dari anggota FSKR untuk segera digunakan atau dipasang. “Ini pesan dari para anggota,” katanya.

    Acara halal bihalal selain diikuti para pengurus dan anggota FSKR juga hadir sesepuh masyarakat Ranggagata H Nursin DS dan H Usman yang mantan Kakanwil Kemenag NTB.

    Hadir juga Ustad Ridnan, Pengelola Ponpes Darunnashihin NW Aik Ampat, Ranggagata yang didaulat memimpin zikir dan doa.  (has)

  • Sinyal Paket Suhaili-Sukiman (SUKA) Viral di NTB

    Sinyal Paket Suhaili-Sukiman (SUKA) Viral di NTB

    LOMBOK TIMUR (LOMBOKEXPRESS.ID) – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy bersama mantan Bupati Lombok Tengah H Moh Suhaili,FT menghadiri acara halalbihalal di Dusun Bagek Belang, Desa Sikur Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Sabtu (21/5/2022).

    Meski acara halalbihalal, kehadiran dua tokoh ini, menjadi perhatian tersendiri. Keduanya duduk berdampingan dan terlihat begitu akrab.

    Keduanya digadang-gadang banyak pihak akan menjadi paket Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada Pilkada 2024 mendatang. Apalagi di hadapan ratusan masyarakat setempat yang hadir, Suhaili FT dalam pidatonya menyinggung istilah “SUSU”.

    Istilah SUSU ini merupakan nama paket Sukiman-Suhaili atau Suhaili-Sukiman yang kini beredar luas dan banyak dibicarakan masyarakat.

    Ketika Suhaili bertanya apa itu SUSU, sontak mereka berteriak sambil menyebut nama Sukiman-Suhaili Calon Gubernur dan Wakil Gubenur NTB 2024. “Sekarang SUSU sudah mulai terdengar ada yang bilang Sukiman-Suhaili,” ucapnya di depan ratusan masyarakat yang hadir dan disambut dengan tepuk tangan.

    Usai acara, Suhaili kepada wartawan mengaku kedekatannya dengan Sukiman Azmy. Bahkan ia menyebut jika dirinya dan Sukiman seperti adik dan kakak. Komunikasi keduanya terjalin dengan baik. Mereka membahas bagaimana bersama- sama ikhtiar demi kemajuan masyarakat, khususnya di NTB. “Silakan orang menggaungkan paket SUSU. Itu kan sebuah doa, dan segala sesuatu bisa terjadi,” ujarnya.

    Suhali menegaskan jika diamanahkan maka dirinya siap maju pada Pilkada NTB 2024. Seandainya paket SUSU ini terbentuk maka semata-mata karena Izin Allah SWT. “Intinya hubungan silaturahmi dengan satu sama lain tetap terjaga, dan ke depan seperti apa kita tunggu dan jalani saja dulu,” tambahnya. (lex/rls)

  • ASIK BANG FKPT Riau Merevitalisasi Semangat Kabangsaan

    ASIK BANG FKPT Riau Merevitalisasi Semangat Kabangsaan

    KAMPAR (Lombokexpress.id)– Seratusan generasi muda di Pekanbaru, Kampar dan sekitarnya, Riau, Rabu (18/5/2022), digalang untuk ikut kegiatan Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG)  sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. Para milenial ini dikenalkan bagaimana menggunakan musik sebagai media komunikasi antar mereka.

    Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Rahmad Suhendro dalam sambutannya di pembukaan acara Asik Bang mengatakan apresiasinya kepada FKPT Riau atas terselenggaranya kegiatan ini. ‘’Peran anak muda dalam menarasikan perdamaian dan cinta tanah air dapat melalui musik, dibutuhkan Langkah pencegahan agar masyarakat khususnya generasi muda terhindar dari keterlibatan dari kejahatan terorisme,’’ katanya.

    Dia memberikan apresisasi atas terlaksananya Asik Bang dalam upaya membentengi, mencegah, agar penyebarluasan radikalisme dan terorisme melalui kegiatan musik ini anak-anak muda Kembali ke habitatnya yaitu berkarya. “Secara faktual banyak sekali anak-anak muda yang bergabung dengan kelompok ini akibat propaganda, dan jejaring pertemanan dimedan sosial bahkan ada dari kalangan generasi muda menjadi sasaran dan target propaganda,’’ katanya.

    Menurutnya, sudah banyak cerita dari berbagai negara bagaimana anak muda yang memilih meninggalkan negaranya untuk bergabung dengan kelompok terorisme. Oleh karena melalui momen kegiatan ASIK BANG fkpt Riau tahun 2022 diharapkan mampu merepitalisasi dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme dikalngan generasi muda yang ada.

    Di tempat yang sama mantan eks. Anggota Jamaah Anshor Daulah (JAD), Rangga Respati mengatakan bahwa pendekatan soft approach yang dilakukan BNPT melalui kegiatan festival band seperti ASIK BANG perlu dilaksanakan secara simultan karena daripada seharian berselancar di media sosial lebih baik berkarya mengirimkan pesan-pesan perdamaian lewat musik, ini adalah program pencegahan yang bagus.

    “Pemerintah perlu lebih mengefektifkan program pencegahan karena upaya penangkapan dalam membasmi terorisme tidaklah cukup, nyatanya masih saja ada aktifitas sel-selnya tak kunjung surut, dibutuhkan kegiatan pencegahan yang langsung tertuju di tengah-tengah masyarakat, kegiatan Asik Bang ini sangat bagus.” ungkap Rangga

    Menurutnya, sebaiknya anak muda berkarya lewat hal-hal yang positif dan musik adalah satunya, musik dapat menggugah rasa kebangsaan, menggugah rasa nasionalisme lewat musik kita dapat menyampaikan pesan yang positif.

    “Sudah saatnya anak muda melakukan narasi kebangsaan dan nasionalime lewat musik, ini penting sebagai kebersamaan dan ajang silahturahmi antar anak muda, gugahlah masyarakat lewat karya-karya indah yang menyampaikan pesan positif.”pungkasnya (kim/red)

     

  • Kemenag Mulai Cairkan Rp 336 M Dana Bantuan PIP Madrasah

    Kemenag Mulai Cairkan Rp 336 M Dana Bantuan PIP Madrasah

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Kementerian Agama mulai mencairkan dana bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) madrasah tahap I. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama M Ishom Yusqi mengatakan, pencairan dilakukan untuk 778.195 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan total anggaran mencapai Rp 336 miliar.

    “Alhamdulillah proses verifikasi dan validasi tahap I sudah selesai. Mulai 23 April 2022, PIP untuk Madrasah Ibtidaiyah sudah mulai cair. Ada 778.195 siswa dengan jumlah anggaran Rp 336.136.600.000,” terang Ishom di Jakarta, Minggu (24/4/2022).

    “Verifikasi dan validasi data dilakukan lebih dahulu ke satuan pendidikan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan,” imbuhnya.

    Ishom mengatakan, untuk pencairan tahap I ini, ada 1.688.601 siswa penerima PIP madrasah. Jumlah ini terdiri atas 778.195 siswa MI, 595.611 siswa Madrasah Tsanawiyah atau MTs (Rp 315,875 miliar), dan 314.795 siswa Madrasah Aliyah atau MA (Rp 251,458 miliar). Jadi, total anggaran PIP Madrasah yang dicairkan pada tahap I mencapai Rp903,470 miliar

    “Untuk MTs dan MA, saat ini sedang proses pembuatan no rekening di bank penyalur, semoga tidak ada kendala teknis dan administratif dalam proses pencairan berikutnya,” jelas Ishom.

    “Kemenag telah mengalokasikan anggaran PIP untuk 2.005.065 siswa dengan total anggaran Rp 1,302 triliun. Sisanya akan dicairkan pada tahap II setelah selesai proses verifikasi dan validasi,” sambungnya.

    Ishom menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan percepatan pencairan dana bantuan PIP madrasah. Upaya ini dilakukan bersama dengan pihak Kementerian Keuangan dan bank penyalur bantuan.

    “Setelah tersalurkan ke rekening siswa, dana bantuan PIP bisa dicairkan di bank penyalur sesuai ketentuan,” terang Ishom.

    “Kami berterima kasih kepada pengelola PIP, pusat dan daerah, serta semua pihak yang telah bekerjasama dalam proses pencairan PIP Madrasah. Semoga dana bantuan PIP dapat membantu siswa untuk mendukung biaya pendidikan,” harapnya.

    Besaran PIP untuk MI adalah Rp450.000 per siswa, kecuali untuk kelas VI hanya diberikan setengahnya. Untuk MTs, Rp 750.000 per siswa, kecuali untuk kelas IX hanya diberikan setengahnya. Sedang untuk MA, sebesar Rp 1.000.000 per siswa, kecuali untuk kelas XII hanya diberikan setengahnya. (hms/has)

  • Momentum Hari Kartini, BNPT Dorong Peran Perempuan Jadi Agen Perdamaian

    Momentum Hari Kartini, BNPT Dorong Peran Perempuan Jadi Agen Perdamaian

    JAKARTA (Lombokexpress.id)-Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mendorong peran perempuan dalam pencegahan terorisme.

    Melalui forum Perempuan Teladan Optimis Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta (21/4), Kepala Bagian Hukum dan Humas BNPT Kombes Pol. Astuti Idris, S.Sos. mengajak kaum perempuan menghidupkan semangat Kartini dengan menjadi agen perdamaian.

    Dengan peran yang sangat strategis di lingkungan keluarga dan masyarakat, Astuti menilai kaum perempuan dapat membawa pengaruh besar dalam mendidik dan mereduksi paham radikal terorisme. Melalui kemajuan teknologi informasi, perempuan harus memviralkan pesan yang sarat akan nilai toleransi dan perdamaian.

    “Kami berharap ibu-ibu dapat memberikan edukasi kepada anak-anak, mengawasi anak-anak dalam berinteraksi utamanya dalam bersosial media karena saat ini propaganda radikal terorisme marak di dunia maya, ibu-ibu juga berkontribusi menyebarkan narasi kebaikan,” katanya.

    Keterlibatan perempuan dalam terorisme bukan fenomena baru di negeri ini. Sejak tahun 2015 hingga 2021, sebanyak 14 perempuan setidaknya berperan dalam pendanaan hingga pelaku aksi teror. Adanya andil perempuan dalam terorisme ini sangat disayangkan mengingat perempuan merupakan figur seorang ibu yang seharusnya menjadi benteng dalam menangkal radikalisme dalam keluarga.

    “Berawal dari mengikuti suami hingga mengajak anak-anaknya untuk melakukan jihad, sangat disayangkan karena kaum perempuan ini yang bergaul erat dengan anak-anak,” tutup mantan kasubdit TI ini. (has/rlsbnpt)

  • Luncurkan Program 1 Juta Vaksin Booster, Menag: Bukti Pemerintah Sayangi Warganya

    Luncurkan Program 1 Juta Vaksin Booster, Menag: Bukti Pemerintah Sayangi Warganya

    JAKARTA (Lombokexpress.id)–Kementerian Agama turut sukseskan program 1 juta vaksin booster dalam rangka menjelang mudik Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Program ini merupakan kerja sama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Peluncuran program ini ditandai dengan pemukulan rebana oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta.

    Selain di Gedung PBNU, vaksinasi digelar serentak di kantor Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU, sejumlah pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan NU, serta gerai Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan program vaksinasi 1 juta booster ini adalah bukti bahwa pemerintah menyayangi warganya dan warganya menyayangi pemerintah.

    “Terima kasih kami kepada jajaran Polri, PBNU dan segenap masyarakat yang mendukung terlaksananya program vaksinasi 1 juta booster. Program ini tujuannya tidak lain adalah melindungi warga dan paling penting kita bisa mudik setelah libur dua tahun tidak mudik,” kata Menag, Kamis (21/4/2022).

    “Semoga yang mudik tetap sehat, aman dan keluarga di kampung dalam kondisi sehat. Sekali lagi program kerja sama ini bertujuan melindungi warga dan masyarakat dari Covid-19. Ini adalah bukti pemerintah menyayangi warganya dan warganya menyayangi pemerintah,” sambung Menag.

    Dalam kesempatan itu, Menag menyapa para Kakanwil Kemenag yang mengikuti peluncuran program vaksinasi booster secara daring dari Kantor PWNU dan PCNU di Indonesia. Di antara yang disapa adalah Kakanwil Kemenag Papua, Pdt Amsal Yowei yang berada di Jayapura Papua serta Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Musta’in Ahmad.

    Kepada Kakanwil Kemenag Papua, Menag meminta agar program vaksinasi juga dilaksanakan di gereja-gereja demi tercapainya target prgram vakisnasi booster di Papua. “Saya minta kegiatan vaksinasi juga digelar di gereja-gereja untuk sukseskan target vaksinasi di tanah Papua,” kata Menag.

    Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya mengatakan kegiatan program vaksinasi 1 juta booster ini merupakan kerja sama yang efektif, cepat, dan efeisien dari PBNU, Polri dan Kemenag.

    “Alhamdulillah minat masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa di PBNU saja sudah lebih 1000 orang yang mendaftar dan ikut vaksin booster. Ini tentunya bisa terlaksana atas kerja sama yang erat dan minat serta dukungan yang luar biasa dari masyarakat,” kata Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya ini.

    Ia menambahkan vaksinasi booster ini akan berlangsung hingga empat hari ke depan di kantor-kantor NU, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan di seluruh Indonesia.

    “Ini juga bentuk pelayanan inklusif dari Nadhalatul Ulama kepada semua warga. Program vaksinasi 1 juta booster juga digelar di rumah-rumah ibadah,” tandas Gus Yahya. (has/hms)

  • Wujudkan Desa Ramah Perempuan Bebas Radikal Terorisme

    Wujudkan Desa Ramah Perempuan Bebas Radikal Terorisme

    PEREMPUAN  dan anak merupakan kelompok yang terbilang rentan terpapar ideologi radikal terorisme. Karena itu, langkah pencegahan sejak dini dari lingkungan terkecil perlu dilakukan untuk membendung narasi ideologi terorisme.

    Salah satu bentuk pencegahan tersebut dapat dimulai dari level desa, termasuk dengan menghadirkan program kolaborasi lintas lembaga terkait pemberdayaan perempuan dan anak yang mendukung upaya pencegahan terorisme.

    Sebagai bagian dari upaya mengimplementasikan langkah tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyepakati kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta penanggulangan terorisme.

    Kerja sama ini diresmikan melalui penandatangan nota kesepahaman antara BNPT dan Kemen PPA di Jakarta, Kamis (19/4) yang dilakukan Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. serta Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E.,M.Si. (Bintang Puspayoga).

    Boy Rafli menuturkan BNPT menemukan beberapa kasus keterlibatan perempuan dan anak dalam aksi terorisme. Sejauh ini terdapat belasan perempuan yang terbilang kasus tindakan terorisme.

    “Dalam beberapa catatan kami, ada sejumlah perempuan yang terlibat dalam kasus terorisme. Dalam catatan kami kurang lebih ada sekitar 14,” kata Boy Rafli.

    Salah satu perempuan yang terjerat dalam tindakan terorisme tersebut ialah Zakiah Aini yang melakukan penyerangan di Mabes Polri pada 3 Maret 2021 lalu. Kasus lainnya yang cukup menggemparkan melibatkan seorang ibu dan dua anak dalam aksi teror di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro pada Mei 2018 lalu yang merupakan bagian dari rentetan aksi terorisme di Surabaya.

    Bila menilik dari perspektif global yang berkembang, perempuan dan anak yang terlibat dalam aksi teror merupakan korban dari ideologi terorisme yang ditanamkan.

    “Dunia hari ini melalui UN masih melihat perempuan dan anak sebagai korban, walaupun sudah direkrut (kelompok terorisme). Secara fakta memang jadi pelaku, tapi sesungguhnya perempuan dan anak adalah korban yang dilakukan oleh kaum pria dalam proses radikalisasi yang dijalankan kelompok terorisme,” kata Boy Rafli.

    Senada dengan Kepala BNPT, Menteri PPA melihat keterlibatan perempuan dan anak dalam also terorisme ini dipicu kerentanan kelompok tersebut untuk terpapar ideologi teror, sehingga kemudian mereka menjadi pelaku sekaligus korban.

    “Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perempuan rentan dilibatkan dalam aksi terorisme. Seperti kita ketahui bersama, itu adalah budaya patriarki, ekonomi maupun akses informasi,” kata Bintang Puspayoga.

    Karena itu dia berharap dengan kerja sama antara BNPT dan Kemen PPPA, kedua lembaga dapat berkolaborasi mewujudkan strategi penanggulangan terorisme, termasuk salah satunya dengan ikut berpartisipasi dalam program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

    Sejauh ini, Bintang mengatakan terdapat 142 model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Indonesia. Dengan kerja sama yang diikat, BNPT diproyeksikan untuk terlibat lebih aktif menciptakan desa-desa ramah perempuan utamanya di daerah-daerah rawan aksi teror.

    “Mudah-mudahan kita bisa turun bersama, bisa mewujudkan yang namanya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang bebas keterpaparan dari paham radikal terorisme,” kata dia. (rlsbnpt/has)

  • Maknai Keberkahan Ramadhan dalam Keterbatasan, BNPT Adakan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan WBP

    Maknai Keberkahan Ramadhan dalam Keterbatasan, BNPT Adakan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan WBP

    BOGOR (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Sub Direktorat Bina Lapas Khusus Teroris (Binlapsuster) Direktorat Deradikalisasi mengadakan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Klas II B Sentul pada Selasa (19/4). Acara ini dibuka oleh Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., dan dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul Irwan Silais dan Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) terorisme berjumlah 7 orang.

    “Seperti yang kita ketahui banyak keterbatasan dalam jeruji besi yang dirasakan para WBP, perasaan terbelenggu dan jauh dari keluarga. Secara fisik mungkin berada di lapas, tapi pikiran dan hati pasti ada di rumah. Untuk itu acara kami gelar dalam momentum Ramadhan agar setiap WBP dapat bersyukur dan mampu memaknai Ramadhan walau dalam keterbatasan,” tutur Prof. Irfan dalam sambutannya.

    Apresiasi dan rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu perwakilan WBP, yakni M. Irfan. “Kami merasa sangat bersyukur karena di lapas sentul kami merasakan banyak hal positif. Selain kami diberikan pembinaan seperti keagamaan, psikologi, hingga beragam skill yang mendorong kemandirian, kami juga dapat bersilaturahmi melalui acara ini. Kami merasa walaupun kami jauh dari keluarga, BNPT menunjukkan adanya kepedulian,” jelas Irfan.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Irfan juga berpesan agar seluruh WBP yang akan kembali ke masyarakat melaksanakan 4T, Tanggal, Tumpas, Tinggal dan Tuntas.

    “Lepas dari sini bukan akhir dari penderitaan tapi awal perjuangan. Terapkan 4T, Tanggal, Tumpas, Tinggal dan Tuntas. Tinggalkan pikiran radikalisme, tanggalkan baju lama pakai baju moderat, tumpas aktivitas radikal intoleran dan tuntaskan kegiatan terorisme jangan kembali lagi,” tegas Prof. Irfan.

    Bulan suci Ramadhan mejadi salah satu bulan yang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Hal yang sama tentu saja juga dirasakan oleh WBP Terorisme di Lapas Klas II B Sentul. Suasana Ramadhan di tengah keterbatasan, menjadi momentum terbaik untuk merefleksi diri. (rlsbnpt/has)

  • Migrasi Analog ke Digital, Anggota DPD Sukisman Azmy Minta Waktu

    Migrasi Analog ke Digital, Anggota DPD Sukisman Azmy Minta Waktu

    MATARAM (Lombokexpress.id)-Anggota DPD RI H Achmad Sukisman Azmy menegaskan pihaknya sudah menyampaikan ke pemerintah  permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait migrasi siaran televisi dari analog ke digital.

    “Kami juga meminta perpanjangan waktu dan ada pilihan  bagi masyarakat untuk menggunakan analag dan digital seperti radio yang sampai saat ini ada  AM dan FM,” katanya menanggapi pertanyaan  sikapnya terkait rencana migrasi siaran televisi dari analog ke digital.

    Sukisman melanjutkan biarkan masyarakat yang memilih, mengingat masyarakat juga dituntut membeli peralatan agar bisa menerima yang digital.
    Perangkatnya juga kata dia cukup mahal, khusus Lombok Timur misalnya harus menggunakan parabola.

    Disamping itu lanjutnya memberikan kesempatan kepada TV swasta berbenah agar peralatan yang dimanfaatkan sekarang ini juga nanti bisa dimanfaatkan untuk menunjang siaran digital. “Dalam artian tidak dibuang percuma mengingat harga pralatan dan pendukungnya mahal, miliaran rupiah,” katanya.

    Anggota DPD yang berlatar belakang wartawan  ini juga menegaskan jangkauan digital juga masih dipertanyakan.  Apakah area penerimanya lebih luas dan lebih jauh atau hanya kualitas gambarnya saja yang bagus.
    “Mestinya kolaborasi TV pusat dan swasta disisi pralatan sementara content boleh berubah dan lain lain,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus melakukan sosialisasi program analog switch off (ASO) atau migrasi dari siaran televisi (TV) analog ke TV digital. Bekerja sama dengan mitra Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), sosialisasi gencar berlangsung melalui berbagai kanal.

    Staf Khusus bidang Komunikasi Politik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Philip Gobang menyatakan masyarakat harus bersiap memasuki era baru dengan hadirnya ekosistem teknologi digital. “Kepada masyarakat pada umumnya kami mengimbau dan mengajak agar bersama-sama kita mulai hari ini untuk bersiap diri berpindah dari siaran TV analog ke siaran TV digital,” ujar Philip.

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga akan membagikan alat khusus yang akan memungkinkan untuk migrasi televisi analog ke televisi digital atau Analog Switch Off (ASO) kepada keluarga yang kurang mampu.

    Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo, Ahmad M. Ramli, menjelaskan alat, yang bernama set top box, itu dapat menjadi penerima siaran TV digital, meskipun pesawat televisi masih analog, sehingga masyarakat masih dapat menggunakan TV lama yang tidak memiliki kemampuan digital.

    “Pemerintah juga memperhatikan hal ini, dari sinilah kita memetakan penduduk yang tergolong kurang mampu, yang TV-nya masih analog harus mendapatkan bantuan set top box ini,” ujar Ramli dalam webinar sosialiasi televisi digital, Rabu lalu. (has)