Blog

  • PUKAT Kritisi Eksekusi Lahan BPN di Surabaya

    PUKAT Kritisi Eksekusi Lahan BPN di Surabaya

    SURABAYA–Warga Jawa Timur, Kamis 3 Desember 2021 dihebohkan dengan adanya eksekusi tanah seluas 7.000 m2 yang terletak di Jalan Tunjungan Nomor 80 Surabaya. Bukan sembarang tanah, karena di dalamnya terdapat instansi ATR/BPN (Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara) untuk pendaftaran surat tanah oleh ATR/BPN Surabaya.

    Ketua Umum Pusat Kajian dan Advokasi Tanah (PUKAT), M. Mufti Mubarok juga menyoroti kejadian tersebut. Menurutnya terdapat beberapa hal yang perlu dilihat dari berbagai aspek.

    Pertama, dari aspek sejarah, Loka Pamitran sebagai pemilik aset awal merupakan termasuk organisasi yang dibubarkan karena berafiliasi dengan Organisasi Mason yang dibubarkan Pemerintah. Kedua, dari aspek legal standing, organisasi yang telah dibubarkan, tidak mungkin dapat dihidupkan kembali dengan nama atau identitas yang sama. Ketiga, dari aspek perolehan aset/tanah, pihak BPN seharusnya membuat argumentatif secara hukum serta kronologisnya.

    Mufti menambahkan, kasus tanah dapat menimpa siapa saja. Termasuk institusi yang selama ini mengurusi pertanahan. Oleh karenanya Mufti sangat menyayangkan atas peristiwa ini. “Saat ini Arek Suroboyo juga sedang dihadapkan dengan problematik Surat Ijo,” pungkasnya.

    Perlu diketahui, saat ini Pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo sedang melakukan distribusi reforma agraria yang sudah mencapai 4,3 juta hektare dari target 12 juta hektare. (rls/has)

  • Menara Vokasi eLBajo Mencetak SDM Terampil di DSP Labuan Bajo

    Menara Vokasi eLBajo Mencetak SDM Terampil di DSP Labuan Bajo

    LABUAN BAJO – Terpilihnya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) diikuti dengan pembangun infrastruktur secara masif.

    Hal itu dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum, listrik serta layanan kesehatan yang berangsur baik oleh pemerintah setempat.

    Hal terpenting lain sebagai penunjang pengembangan sektor pariwisata adalah pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi putra-putri daerah yang mumpuni dalam mengisi sejumlah posisi dibidang ketenaga kerjaan di kota Super Premium Labuan Bajo.

    Melalui masa studi yang singkat, pendidikan vokasi tingkat SMK hingga Perguruan Tinggi di Kabupaten itu telah berhasil mencetak sumber daya terampil yang siap bersaing di dunia usaha.

    Atas kesuksesan ini, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

    Pengampu Program Menara Vokasi

    Politeknik eLBajo Commodus yang berdiri sebagai pengampu Program Menara Vokasi 2021 akan terus menjadi lokomotif bagi gerbong pendidikan vokasi lainnya di daerah itu.

    “Tantangan kita saat ini di tengah kemajuan pariwisata bukan lagi tentang partisipasi sekolah SMA/SMK, karena hingga saat ini di setiap kecamatan sudah tersedia SMA/SMK bahkan lebih dari dua. Begitu pula kehadiran Politeknik eLBajo turut menjawab persoalan partisipasi sekolah. Tugas besar kita bersama adalah mengembangkam SDM lokal yang tadinya sudah menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di daerah ini” tutur Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Ban pada acara Gebyar Menara Voaksi 2021, belum lama ini.

    Dikatakannya, pembentukan akselerator daerah saat ini menjadi agenda utama pemrrintah. Kehadiran Program Menara Vokasi dalam menciptakan sumber daya yang memiliki kompetensi serta menguasai tekhnologi, kreatif dan inovatif akan menjadi mitra yang solid bagi pemerintah dalam mengakselerasi setiap kebutuhan pemangku kepentingan di daerah ini.

    Program yang sejalan dengan agenda kerja Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ini tentu bertujuan untuk mendorong kekuatan dan kemampuan sumber daya lokal dalam mengisi sektor ekonomi pembangunan.

    Oleh karena itu, keberadaan pendidikan vokasi diharapkan mampu mengatasi problem kualitas SDM dalam kaitannya dengan penyerapan tenaga kerja di pasar kerja lokal seperti saat ini.

    Ssatuan pendidikan vokasi ,seperti perguruan tinggi dan SMK di dalam mengembangkan pendidikan vokasinya lanjut Martinus, juga diarahkan pada potensi sumber daya alam, termasuk jenis industri berbasis potensi lokal.

    “Diharapkan kegiatan hari ini mampu mengurai kesenjangan dalam berbagai hal antara pendidikan dan dunia kerja. Kesenjangan ini meliputi empat dimensi, yaitu Kompetensi, Kualitas, Komunikasi dan Kerja sama. Keluhan-keluhan Industri atau pengguna lulusan vokasi harus dijadikan spirit dan motivasi dalam pembangunan pendidikan. Tentunya, pendidikan vokasi tidak boleh berdiri sendiri, tetapi sinergitas antara penghasil SDM dan penggunanya, seperti DUDI dan masyarakat harus memiliki hubungan yang harmonis, saling membutuhkan dan melengkapi,” tambahnya.

    Unsur Pentahelix

    Sementara itu Plt. Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Andy lwaniswanto mengungkapkan, Program Menara Vokasi mengandung konsep kemitraan pentahelix, yakni melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) dari unsur satuan pendidikan vokasi, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Asosiasi, serta Media massa.

    Dari awal hingga akhir pertemuan yang dihadiri berbagai unsur pentahelix dan pemrrintah telah melahirkan 43 MoU dan 50 MoA antara unsur satuan pendidikan vokasi bersama DUDI beserta sejumlah stakeholders yang ada di Manggarai Barat.

    Adapun jumlah stakeholders yang terlibat di Menara Vokasi Labuan Bajo sendiri sebanyak 7 satuan pendidikan vokasi, 21 DUDI, 11 Lembaga Pemerintah, 8 Asosiasi, dan 5 Media Massa.

    Di acara puncak Gebyar Menara Vokasi 2021 Kampus Politeknik eLBajo mengadakan Job Fair untuk pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat pada 7 Desember 2021, kemarin.

    “Sampai hari ketiga, tercatat 479 orang pencari kerja yang melakukan interview di industri mitra-mitra yang terlibat. Semoga ini menjadi awal yang baik dan dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas untuk masa depan bersama, khususnya bagi daerah Labuan Bajo pada sektor pariwisatanya,” pungkas Andy. (Luo-76)

  • Gebyar Menara Vokasi Expo Labuan Bajo, Job Fair Resmi Buka

    Gebyar Menara Vokasi Expo Labuan Bajo, Job Fair Resmi Buka

    LABUAN BAJO- Gebyar Menara Vokasi Expo dan Job Fair Kampus Politeknik eLBajo Commodus di Labuan Bajo, Selasa (7/12/2021) resmi dibuka.

    Sinergi Vokasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah ini diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

    Plt. Direktur Politeknik eLBajo Commodus Andy Iwan Iswanto menyampaikan bahwa hal ini penting dilaksanakan untuk mensosialisasikan kebijakan pendidikan vokasi, serta memfasilitasi kerja sama antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

    Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Barat Theresia Primadona Asmon, dalam press conference menyampaikan bahwa ini merupakan job fair pertama yang dilaksanakan di Manggarai Barat dan juga mendapatkan respon positif dari pihak industri, instansi dan juga pelaku UMKM setempat.

    Adapun puncak Gebyar Menara Vokasi kali ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) serentak bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, media massa, serta sekolah dan perguruan tinggi vokasi.

    Penandatangan MoU & MoA secara serempak ini diselenggarakan antara Politeknik eLBajo Commodus dengan mitra Pentahelix dan juga SMK-SMK Vokasi Manggarai Raya dengan mitra Pentahelix lainnya.

    Kegiatan Gebyar Menara Vokasi ini diadakan secara serempak di 5 menara Vokasi yaitu Politeknik Elbajo Commodus untuk menara vokasi Labuan Bajo, Politeknik Negeri Medan untuk menara vokasi Medan, Politeknik Negeri Bengkalis untuk menara vokasi Pekanbaru, Politeknik Negeri Banjarmasin untuk menara vokasi Banjarmasin, Kemudian Politeknik Negeri Ujung Pandang untuk menara vokasi Kolaka.

    Peresmian acara tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Manggarai Barat, Martinus Ban. Koordinator Bidang Kemitraan dan Pemasaran Mitras DUDI Kemendikbudristek Agus Susilo Hadi; Plt. Direktur Politeknik eLBajo Commodus Andy Iwan Iswanto, S.S., M.Pd, Theresia P. Asmon Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mabar; dan juga Kepala dan Perwakilan dari SMK-SMK Vokasi Manggarai Raya.

    Mitra-mitra yang juga ikut terlibat dalam Expo dan Job Fair ini antara lain Sudamala Komodo Resort, Ayana Komodo Resort, PT Pos Indonesia, New Eden Mornga, Star-Up NoaBike, La Prima Hotel, Denny’s Group, Koperasi Tiba Meka Mandiri, Perumda Bidadari, La Prima Hotel, Bea Cukai, Exotic Komodo, The Jayakarta Suites Komodo Flores, Pos Kupang, La Cecile, Sento Senso & Tanjung Limas, PT Cahaya Adrian Flores, dan PT Wings. (Luo-69)

     

     

  • Budiman Sudjatmiko Bicara Soal Revolusi Teknologi di Depan Pimpinan Perusahaan Pers Se-Indonesia

    Budiman Sudjatmiko Bicara Soal Revolusi Teknologi di Depan Pimpinan Perusahaan Pers Se-Indonesia

    JAKARTA – Budiman Sudjatmiko selaku inisiator Bukit Algoritma menjadi pembicara tentang masa depan dan revolusi teknologi media di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berlangsung di The Jayakarta Hotel, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

    Dalam kesempatan ini, Budiman Sudjatmiko menawarkan SMSI untuk bisa bekerjasama dengan Bukit Algoritma yang sedang digagasnya.

    Menurut Budiman, perkembangan ke depan, media massa digital dalam bentuk tulisan akan mulai tergantikan oleh konsep media audio visual bahkan berbasis imajinasi.

    Dikatakan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, bahwa visi bisnis di era transformasi digital kedepan ialah era revolusi digital dan bio fisik.

    “Bukit Algoritma sudah menyiapkan untuk merespon era transformasi digital dan transformasi bio fisik itu. Di sana akan menjadi sebuah tempat mengembangkan seluruh imajinasi, inovasi dan kreativitas terutama anak-anak muda, scientist dan technolog, dan pebisnis, khususnya pebisnis scientist,” kata Budiman melalui paparannya.

    Ketua Gerakan Inovator 4.0 Indonesia ini menjelaskan, ada banyak perubahan dalam kehidupan manusia sehari-harinya. Dari perubahan itu, harus tahu cara bagaimana meresponnya.

    Menurutnya, ada 3 jenis teknologi yang akan memacu perubahan besar-besaran dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, komunikasi, hunian, pertambangan, dan manufaktur.

    Pertama ialah era transformasi digital. Disana ada 2 jenis rekayasa, yaitu rekayasa informasi dan persepsi, Kedua ialah era Internet of Things (IoT). Dan ketiga ialah era Internet of Everything.

    “Di era IoT, jam tanganmu ialah doktermu. Di era IoT, khususnya brand computer interface, kaca matamu adalah universitasmu. Dan di era Internet of Everything, tubuhmu ialah rumah sakitmu. Era transformasi revolusi 4.0 akan mengubah segala fungsi yang sebelumnya tak terpikirkan oleh kita,” ungkap Budiman Sudjatmiko.
    Perkembangan teknologi di tahun 2025 diprediksi bisa menghilangkan sebanyak 83 jenis pekerjaan, baik pekerjaan fisik, rutin, dan berbahaya. Pekerjaan itu akan diganti 95 juta jenis pekerjaan baru, yaitu pekerjaan imajinatif, pekerjan inovatif, dan pekerjaan kreatif.

    “Jika pada tahun 2025 anak kita tidak imajinatif hanya kerjanya suruh menulis dan menerima telpon, maka tahun 2025 tak akan dapat kerjaan. Karena robot menulis lebih cepat dan tepat. Sampai tahun 2045 akan banyak perombakan sistem ekonomi, pendidikan dan budaya, kesehatan, berbangsa dan bernegara,” ujar Budiman.

    Budiman juga membahas soal teknologi Metaverse, yaitu alam gaib digital. Meta sebagai bukti adanya alam lain secara digital.

    “Ke depan kita akan mampu hadir atau menghadirkan sosok kita sendiri dalam dimensi lain. Kita akan bisa berbicara dengan diri kita sendiri yang berusia lebih muda 25 tahun atau usia 70 tahun. Kita bisa berbicara dengan Ki Hajar Dewantara, semua karena teknologi,” jelas Politisi PDIP ini.

    “Manusia ke depan punya dua sisi, ada sisi fisik dan sisi virtual dirinya. KPOP nanti bisa hadir di gedung pertunjukan di Seoul, tapi karena Covid, dia bikin pertunjukan tiga dimensi di ruang sini. Kita bisa nonton dan bisa merasakan seolah hadir disana,” imbuhnya.

    Dijelaskan juga soal aset digital yang tidak kalah dengan aset fisik. Kepemilikan ruang 3 dimensi, dimana masing-masing punya avatar.

    “Ada lagi yang kemaren lalu terjual Rp 9,34 miliar. Kapal mewah, kapal virtual, kapalnya gak ada secara fisik, tapi orang bisa mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas di situ,” ungkapnya lagi.

    “Bisa pasang iklan di ruangan itu. Ketika banyak orang berkunjung ke ruangan itu, anda bisa pasang iklan, bisa jual ruangan. Makanya, kita harus merespon itu,” tegas Mantan Aktivis 98 itu.

    Bukit Algoritma akan menyediakan tempat dan menuju kepada teknologi tersebut, dengan didukung oleh koperasi sebagai jejaring untuk menjadi ekosistem yang membeli dan berinovasi kepada inovasi teknologi rekayasa persepsi, rekayasa biologi, dan rekayasa atomic.

    “Digital itu ada di tengah. Ada 3 dampak dan peluang, baik secara sosial, ekonomi, budaya, Pendidikan, dan lainnya. Ini akan melanda seluruh manusia di dunia ini,” pungkasnya.

    Lebih jauh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, gerakan Inovator 4.0 disebutnya bisa menjadi solusi kongkret dalam menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan makin dinamis.

    Merespon sosialisasi dan ajakan kerjasama dari Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum SMSI Firdaus, mengaku siap untuk menjembatani para anggota SMSI untuk bisa bekerjasama dengan Bukit Algoritma. (has)

  • Hari Bakti PU Ke-76, Sekda : Dinas PUPR Garda Terdepan Wujudkan NTB Tangguh dan Mantap

    Hari Bakti PU Ke-76, Sekda : Dinas PUPR Garda Terdepan Wujudkan NTB Tangguh dan Mantap

    MATARAM–Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Lalu Gita Ariadi menegaskan kiprah Dinas PUPR dalam mewujudkan NTB Gemilang, merupakan garda terdepan dan strategis mewujudkan misi NTB Tangguh dan Mantap

    Pesan itu disampaiakan Sekda, pada acara puncak Hari Bakti PU Ke-76 tingkat Provinsi NTB, yang dihadiri oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, Jumat (3/12/2021) di halaman kantor Dinas PUPR.

    “Penjabaran Mantap adalah diksi untuk keseluruhan tugas-tugas Dinas PUPR. Tidak hanya perspektif mantap jalan, tapi kualitas dan kuantitas infrastruktur secara keseluruhan,” kata Miq Gite–sapaan akrab Sekda.

    Selain itu, untuk membangkitkan ekonomi seperti sektor pariwisata, MotoGP dan event lainnya, juga akan membutuhkan infrastruktur.

    Jadi PUPR, hari ini dan ke depan masih harus terus berbenah dan menyelesaikan semua PR di NTB. Terutama daerah ini memiliki obsesi untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON ke 22 tahun 2028.

    “Maka dari sekarang, kita harus menyisil pembangunan infrastruktur, sarana prasarana dan fasilitas olahraga agar penyelenggaraan PON terlaksana dengan baik,” tutup Miq Gite sapaan Sekda.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Ir H Ridwan Syah menambahkan infrastruktur merupakan hal yang penting.

    “Kita punya PR besar ke depan, untuk mensukseskan event Internasional MotoGP,” kata Dae Iwan sapaan Kadis PUPR Provinsi NTB.

    Setelah pembangunan infrastruktur pendukung, Mandalika yang sudah menjadi kontrimedis bagi Indonesia, kedepan penataan lingkungan, penghijauan bukit-bukit yang ada disekitar kawasan sirkuit dan penataan lainnya.

    Dijelaskan mantan Asisten II Setda Provinsi NTB, ada tiga tugas utama Dinas PUPR. Pertama, pemantapan jalan, irigasi yang cukup dan ketiga melakukan pemantapan irigasi.

    Untuk pemantapan jalan telah melewati target. Bahkan sudah mencapai kemantapan 83 persen jalan yang sudah bangun dan diperbaiki di tahun 2021.

    “Tidak ada lagi jalan yang tidak tersambung di seluruh kabupaten kota se-NTB,” terangnya.

    Begitu juga pembanguna yang lainnya. Untuk itu menurut mantan Kepala Bapeda NTB, bahwa saat ini dibutuhkan sinergi dan kekompakan serta kerjasama seluruh OPD lingkup Pemrov. NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota Terutama untuk mengefisienkan anggaran akibat rekofusing.

    Misalnya, mengarahkan pokir-pokir DPRD pada program-program unggulan, sehingga dapat menjawab semua kebutuhan masyarakat.

    Diakui pria kelahiran Dompu ini, tantangan ke depan agar infrastruktur di NTB, yang baru dibangun atau yang sudah ada ditengah ancaman bencana tetap kuat adalah pemeliharaan.

    Pembanguna ini sudah melewati tahapan dan perencanaan yang matang. Namun kalau tanpa kesadaran bersama, untuk menjaga dapat cepat rusak.

    “Membangun itu muda, memeliharanya sulit. Sehingga bagaimana masyarakat ikut serta memelihara dan menjaga lingkungan,” seru mantan Kadis Dishubkominfotik NTB.

    Jadi kata kuncinya adalah memelihara dari hulu ke hilir. Termasuk kolaborasi dan perencanaan tata ruang dalam setiap pembangunan infrastruktur.

    Kegiatan ini turut dihadiri seluruh kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan jajaran Dinas PUPR. (dis/has)

  • 100 Aktivis Ikuti Diskusi Publik PAMER PANCASILA

    100 Aktivis Ikuti Diskusi Publik PAMER PANCASILA

    MATARAM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTB Diskusi Publik PAMER PANCASILA yang digelar di D’Datu Café, Kekalik Mataram, Senin (30/11) mulai pukul 16.30-18.30.

    Diskusi yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, berlangsung cukup hangat diikuti sekitar 100 aktivis dari berbagai OKP di Mataram diantaranya, PMII, IMM, PMKRI, KMHDI, HMI, Ikatan Mahaiswa Papua (IMAPA) dan Kelompok Pembebasan Mataram. Tampil sebagai pemateri Dosen Komunikasi Unram Aurelius Teluma SS MA, Kepala Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Unram, Eko Chrisdianto, dari DPP GMNI bidang agraria, Sahdan SE.

    Ketua DPD GMNI NTB, Al Mukmin menyatakan munculnya isu ideologi-ideologi lain di Indonesia untuk mengganti Pancasila dapat dengan mudah memecah belah pesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu perlu kita lakukan upaya-upaya penguatan Pancasila sebagai ideologi Negara. ‘’Sehingga kita tidak lupa dengan marwah serta sejarah Indonesia, sehingga dapat tercapai persatuan dan kesatuan dalam bernegara,’’ tegasnya.

    Kepala Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Unram, Eko Chrisdianto mengatakan bahwa Pamer Pancasila bukan hanya dilaksanakan pada lintas mahasiswa dan pemuda, tetap juga harus menyentuh pada akar persoalan rakyat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah investigasi sosial pada masyarakat.

    ‘’Perlu adanya upaya mengedukasi masyarakat terkait nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Kemudian yang lebih penting adalah kita tidak boleh meninggalkan sejarah dalam di dalam ideologi Pancasila yang disepakati oleh founding father kita,’’ jelasnya.

    Aurelius Teluma, Dosen Ilkom Unram menerangkan sumbangsih terbesar bagi umat beragama sampai saat ini adalah Pancasila sebagai ideologi bangsa. Melalui Pancasila diajarkan untuk memegang teguh prinsip Ketuhanan dalam beragama, kemudian prinsip keadilan dalam berkehidupan sebagai sesama manusia.

    Oleh karena itu penguatan akan nilai-nilai Pancasila perlu terus dilakukan agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang menjunjung tinggi persatuan di tengah banyaknya keberagaman.

    Dari DPP GMNI, Sahdan menegaskan modal utama yang harus dimiliki Mahasiswa dan kaum muda adalah kesadaran bersama pada problem inti. Perlu disadari bahwa masalah inti saat ini adalah mudah dipecah oleh isu-isu yang tidak mendasar.
    Sebagai bagian kelompok pemuda, katanya perlu bersatu tanpa perlu memandang ras, suku, maupun agama.

    ‘’Persatuan yang kita pegang harus berpedoman pada ideologi Pancasila karena sejatinya perdebatan ideologi sudah berakhir, tinggal bagaimana hari ini kita benar-benar mengawal Ideologi tersebut dalam perjuangan,’’ ujarnya bersemangat. (has/rls)

  • MXGP, Balap Motor Cross Paling Elit di Dunia Akan Diselenggarakan di NTB

    MXGP, Balap Motor Cross Paling Elit di Dunia Akan Diselenggarakan di NTB

    JAKARTA- Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah kembali memberikan kabar bahagia untuk NTB. Kali ini, NTB diberikan kesempatan sebagai tuan rumah menggelar ajang ” MXGP”, setelah sebelumnya sukses menggelar Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), dan World Superbike (SBK). Sehingga tahun depan direncanakan bukan saja ada ajang MotoGP, namun juga akan ada MXGP.

    Bisa dibilang, MXGP adalah ajang balap motocross paling elit di dunia. Sama seperti MotoGP, balapan ini juga berada di bawah naungan FIM (Federation Internationale de Motocyclisme). Seri dunia motocross ini sudah berusia cukup tua, ajang balap ini pertama kali digelar pada 1957 silam.

    “Bukan hanya MotoGP dan WSBK,
    MXGP, Insya Allah 26 Juni akan dilaksanakan juga di NTB,” ucap Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB melalui laman Facebook resminya, Sabtu (28/11) malam.

    Tak tanggung – tanggung, selain memberikan “spoiler” waktu pelaksanaan, Bang Zul juga langsung memberikan bocoran lokasi balapan.

    “MXGP will also be held on the 26th of June, NTB !! Lombok, Tambora dan Moyo alternative tempat nya !” lanjut Doktor Ekonomi Industri tersebut.

    Selain itu, Bang Zul juga mengabarkan sudah ada kesepakatan dengan Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, sehingga ajang” World Class Sport Tourism” ini dipastikan akan diselengarakan di NTB.

    “Malam ini dengan Mas Heppy Wakil Ketua Umum IMI Pusat sepakat untuk mengadakan MXGP di NTB tanggal 26 June 2022. Kebetulan 22 Juni itu jatah Indonesia.
    MXGP ini adalah Kejuaraan Moto Cross Dunia. Event MXGP ini logistiknya lebih besar dari WSBK…” tutup Orang nomor satu di NTB tersebut.

    Dilansir dari superadventure.co, dari seluruh ajang balap motor, motocross atau MXGP diklaim paling banyak menuntut kondisi fisik dan skill pembalap. Ditambah lagi kondisi lintasan yang penuh obstacle alias rintangan.

    Tentu aja setelan mesin sempurna dan sesuai gaya setiap rider, handling yang mumpuni, serta suspense punya peran penting. Namun, bagian paling vital berada pada teknik, kondisi fisik, serta kondisi psikologis dan kekuatan mental dari masing-masing pembalap itu sendiri. (dis/has)

  • Pemkab Lotim akan Selesaikan  HGU SKE Sesuai Aturan dan Norma Hukum

    Pemkab Lotim akan Selesaikan  HGU SKE Sesuai Aturan dan Norma Hukum

    LOMBOK TIMUR – Aksi unjuk rasa yang digelar masyarakat Sembalun, Rabu (24/11) kemarin terkait penyelesaian Hak Guna Usaha (HGU) lahan eks PT Sembalun Kusuma Emas (SKE) belum menemui titik terang.

    Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim HM. Juaini Taufik, M.Ap, saat aksi berlangsung tengah berada diluar daerah.

    Menyikapi perkembangan kasus lahan eks PT SKE yang belum menemui kesepakatan itu, Ketua Tim penyelesaian sengketa HGU PT. SKE, HM. Juaini Taufik angkat bicara.

    Bagi Pemkab Lotim kata Juaini Taufik, penyelesaian sengketa lahan tersebut akan diselesaikan sesuai aturan dan norma hukum yang berlaku.
    Penyelesaian kasus tersebut telah dilakukan berkali-kali melalui musyawarah. Meskipun, terjadi pro dan kontra antar masyarakat setempat.

    Hasil dari rapat pertemuan bersama masyarakat telah dilaporkan kepada Bupati Lombok Timur sesuai tanggal yang tertera pada berita acara pertemuan yakni, 10 Februari 2021 lalu.

    Menurut Juaini Taufik, dalam rapat sebelumnya diusulkan agar pengelolaan lahan untuk masyarakat seluas 150 hektare dari luas lahan yang ada yaitu 270 hektarr.

    “Usulan itu telah disampaikan kepada pak bupati melalui surat permohonan pengelolaan lahan ke Kanwil BPN. Tetapi, Kanwil BPN dalam surat balasannya berisi untuk pengelolaan lahan HGU kepada PT SKE seluas 150 hektare dan untuk masyarakat 120 hektare,” ujar Sekda Lotim HM. Juaini Taufik kepada wartawan, Kamis (25/11).

    Rapat tim gabungan birokrat dan perwakilan masyarakat Sembalun tahun 2019 lalu itu mengisyaratkan bahwa usulan itu menjadi kesepakatan awal. Balasan dari Kanwil BPN selaku institusi yang berwenang untuk memproses administrasi pertanahan.

    Dengan lahan HGU 120 hektare tersebut maka status lahan itu menjadi tanah cadangan negara bebas.
    Tentunya, kata Sekda Lotim, status lahan itu akan diatur oleh Pemkab Lotim sesuai dengan surat keputusan Bupati Lotim berdasarkan data yang ada pada masyarakat setempat.

    Dalam pembagiannya, akan diatur sesuai dengan by name, by Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan luasannya.
    Berdasarkan surat keputusan Bupati Lotim tambah Sekda, akan menjadi alas hak untuk diterbitkannya sertifikat kepada masyarakat dalam bentuk reforma agraria.

    “Dasar hukumnya peraturan menteri ATR/BPN No. 7 tahun 2017. Dalam reforma agraria, jika ada lahan bermasalah akan diatur sesuai regulasi yang diterbitkan. Jika dulu 10 persen untuk masyarakat, maka kini bertambah menjadi 20 persen.
    Bagi masyarakat, angka lahan seluas 120 ha itu sudah melebihi 20 persen seperti yang disyaratkan dalam aturan yang diterbitkan,” paparnya.

    Disebutkannya, jika merujuk dengan pembagian itu, malah masyarakat memperoleh angka 40 persen luas lahan yang dibagikan.
    Sebanyak 337 warga telah menyatakan dirinya penyelesaian lahan ini diserahkan kepada pihak pemda.
    Dengan dasar itu, Pemda Lotim mengusulkan kepada institusi terkait untuk mendapatkan program reforma Agraria.

    Sayangnya, dilain pihak masih ada warga yang keukeuh agar sistem pengelolaan lahan eks PT SKE seperti sekaran ini. Meskipun diakui, beberapa oknum masyarakat diantaranya ada yang menguasai lahan hingga 2 ha.

    Beberapa pendapat warga lainnya pun tak kalah berbeda. Kelompok masyarakat ini menginginkan lahan itu dikembalikan ke tanah adat.

    “Terhadap kelompok yang menginginkan dikembalikan ke tanah adat, justru mendapat penolakan dari menteri ATR/BPN saat itu. Khusus di Pulau Lombok tidak ada tanah ulayat. Artinya, pendapat ketiga ini sudah terjawab dari kementerian ATR/BPN,” jelas Sekda.

    Pemda Lotim kata dia, dalam penyelesaian status lahan ini harus kembali tunduk pada hukum positif yang ada.
    Pintu masuk yang berkeadilan merupakan solusi yang terbaik dengan mengikuti program reforma agraria.

    “Proses reforma agraria ini diawali dengan usulan bupati kepada institusi BPN. Akan diawali sosialisasi kepada masyarakat dengan mempertimbangkan by name, by NIK dan by address,” jelas Sekda.

    Ia mencontohkan Ahmad, salah satu usulan warga setempat. Nama tersebut biasanya single identiti. Jika mengandalkan usulan dari bawah, nama Ahmad itu bisa saja lebih dari satu. Ada nama Ahmad dengan Nomor NIK A dan ada pula Ahmad dengan No NIK B. Untuk memastikan kebenarannya sesuai dengan prinsip berkeadilan, pemda akan melakukan pengecekan dengan melibatkan Dinas Dukcapil Lotim.
    Bagi Pemerintah daerah, persoalan ini memang tidak sesederhana yang dibayangkan. Dengan pengaturan pembagian lahan yang berkeadilan ini diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat setempat.

    Pemerintah berlaku sebijak mungkin untuk melakukan pemecahan masalah agar tidak memunculkan gejolak sosial dikemudian hari

    “Kita aspiratif tetapi disesuaikan dengan aturan norma yang berlaku. Kami tegak.lurus dengan pola penyelesaian sesuai dengan regulasi yang ada. Jangan mempengaruhi kami untuk bertindak melawan hukum. Demo tidak akan mempengaruhi kami untuk melawan hukum ataupun bertindak kurang adil kepada masyarakat. Baik yang pro dan kontra semuanya adalah masyarakat Lombok Timur,” harapnya.

    Bagi pemda Lotim, kasus ini tidak bisa diselesaikan dengan cara kekerasan. Terlebih masalah ini menyangkut keperdataan.

    “Mari kita selesaikan dengan cara norma-norma yang ada. Selama ini pemerintah daerah bukannya tidak mendengar aspirasi masyarakat Sembalun. Negara itu sebenarnya harus hadir ditengah potensi masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Kita ingin menyelesaikan kasus ini dengan prinsip berkeadilan sesuai by data dan by fakta,” tandasnya. (wr-dy)

  • KELOR, BUNG NASRIN DAN PARAMAKARYA 2021

    KELOR, BUNG NASRIN DAN PARAMAKARYA 2021

     

    Oleh: Lalu Gita Ariadi

    GARA-GARA ketemu Bung Nasrin – pengusaha teh kelor kidom ( CV. Tri Utami Jaya ), di Grand Sahid Hotel Jakarta kemaren ( 18/11/2021 ), kami ngobrol panjang tentang kelor ( moringa oliefera ).

    Bukan sembarang ngobrol. Tapi kisah kelor yang mengantar Bung Nasrin mendapat PARAMAKARYA AWARD 2021dari Menteri Tenaga Kerja yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonedia – Prof KH. Ma’ruf Amin.

    Obrolan menjadi menarik karena nimbrung Ibu dr. Ety Kumolowati, Staff Ahli Gubernur DIY bidang sosial kemasyarakatan. Kami orang jawa tidak makan kelor. Kelor itu digunakan untuk mandikan mayat. Kelor konon untuk lumpuhkan tuah kesaktian kata dr Ety sembari tersenyum.

    Bung Nasrin spontan menimpali. Berarti kami lebih sakti bu. Dari kecil sampai setua ini saya tetap makan kelor. Kesaktian saya tidak luntur-luntur. Malah dengan makan dan minum teh kelor saya makin sakti. Bisa dapat PARAMAKARYA AWARD 2021. Kata Bung Nasrin sambil tersenyum penuh kesyukuran.

    Kebetulan, dari seorang rekan yang bergelar Profesor di Malang sayapun pernah dapat cerita mistis kelor itu. Kelor jadi pembersih bagi mereka yang memiliki black magic. Saya lahir di Banyuwangi. Kenal dengan santet juga susuk untuk tampil memikat. Kelor biasanya dihindari untuk dimakan. Mungkin takut santet dan susuknya memudar.

    Kelor ditanam di muka rumah untuk tolak black magic. Kelor Digunakan memandikan mayat. Bila di badan jenazah ada susuk atau black magic lainnya akan keluar dari tubuh mayat. Karenanya orang jawa tidak makan daun kelor.

    Orang Jawa masih ada yang percaya. Tapi saya sendiri sekarang sering makan kelor untuk sayur dan biasa disiapkan di keluarga saya, kata mas Profesor itu.

    Itulah kekayaan khasanah budaya nusantara. Tiap daerah/suku punya mitosnya sendiri. Di beberapa daerah/suku, termasuk orang Sasaq Lomboq ada yang percaya khasiat pohon bidara-buaq gol yang sama seperti daun kelor bagi orang Jawa.
    Pohon gol atau bidara ada yang meyakininya bisa mengusir makhluk halus. Peluntur ilmu. Sering digunakan untuk mandikan mayat. Saya juga menanam beberapa pohon. Tujuannya simple. Kalau ada yang cari tinggal diberikan.
    Namun seiring berjalannya waktu, lambat laun mitos itu kian memudar.

    Dari berbagai litetatur, kini kita paham betbagai kandungan nutrisi kelor melebihi kedelai misalnya. Digunakan untuk perempuan yang menyusui, namun tidak lancar air susunya.

    Kelor mengandung vitamin B6, vitamin B2, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan magnesium. Daun kelor juga mengandung protein nabati. Satu mangkuk daun kelor (sekitar 21 gram) mengandung protein 2 gram. Berbagai riset tentang khasiat daun kelor kini terus berkembang.

    Sebagai bahan makanan dan minuman, daun kelor berkhasiat bagus. Pasaran kelor dijawa kini cukup bagus kata Mbak Yetty seorang teman di Surabaya yang mengaku sebagai agen yang ikut memasarkan produk Moringa Lombok di Jawa Timur. Omzetnya lumayan juga untuk ukuran UMKM. Tapi sekarang ada UMKM di Jogja sebagai pesaing kelor Lombok.

    Kelor kini jadi primadona. Apakah itu yang membuat Bung Nasrin tertarik berbisnis teh kelor Kidom dari awal ?

    Ternyata tidak. Bisnis ini hanya kecelakaan saja katanya. Memang sejak tahun 1993 – 2016, Bung Nasrin usahanya membuat jamu. Ini tentu tak lepas dari perjalanan hidupnya yang setamat SMP (usia 16 tahun ), Nasrin kecil sudah merantau ke Makassar. Bekerja sebagai cleaning service di sebuah perusahaan jamu.
    Tahun 2016, usaha jamunya mengalami kendala.

    Januari 2016, Bung Nasrin bertemu mitra/buyer dari Jerman. Sanggup beli daun kelor kering setiap bulan 1 ton. Karena sudah miliki alat procesing jamu, Bung Nasrin menawarkan daun kelor untuk digiling menjadi bubuk. Si Buyer setuju. Bulan Maret 2016
    perjanjian disepakati. Namun ketika akan pengiriman ke Jerman, si buyer hilang kontak. Kecewa dan pusing tujuh keliling itu pasti. Tapi saya tidak mau putus asa. Saya berpikir dan mencoba lagi, cerita bung Nasrin.

    Juni 2016 Bung Nasrin mudik lebaran ke kilo Dompu (Kidom). Ternyata disana sudah banyak kelor kering dimasyarakat. Muncul ide memproduksi Teh daun kelor.

    Perjuangan usaha kelor ini tidaklah mudah. Cibiran, pesimisme dan larangan bertubi-tubi. Bisnis kelor dipandang sebelah mata dan tidak marketable. Dari 10 teman yang saya tanya, 8 orang diantaranya tidak mendukung. Buang-buang uang dan waktu saja katanya.

    Bung Nasrin – rupanya tidak mau menyerah. Prinsip hidupnya yang harus FOKUS, KREATIF, INOVATIF dan jadilah MASTER mengharuskannya untuk terus maju.

    Dalam kondisi terpuruk, terlebih tibanya era covid 19, tak menyurutkan tekadnya untuk maju. Sisa dana yang dimiliki pengusaha kelahiran Dompu tahun 1972 ini ingin investasi beli mesin untuk bisnis kelornya. Tentangan makin keras. Ibaratnya, dari 10 teman yang saya tanya, 15 orang menentang. Semua teman tidak mendukung dan menolak, tapi saya terus lanjutkan ikhtiar.

    Saya yakin Allah SWT pasti punya rencana yang terbaik. Tak diduga tak dinyana, di era covid 19 yang sangat sulit itu saya justru mendapat limpahan rakhmat yang luar biasa, kata Bung Nasrin.

    Kebijakan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur NTB, untuk memasukkan produk dan komoditi lokal sebagai isi paket JPS Gemilang benar-benar membantu kami para UMKM survive. Teh kelor, minyak kelapa, minyak kayuputih/minyak atsiri, jajan kering, Teri, ikan asin, ikan kering, telur, beras, garam, sabun cuci tangan yang merupak produk UMKM lokal memang menjadi isi paket JPS Gemilang I, II, III maupun JPS Gotong Royong. Tak satupun barang pabrikan dibeli untuk isi paket JPS Gemilang meski harganya mungkin lebih murah, kualitas dan kemasannya lebih bagus.

    Kita harus serap produk UMKM lokal agar mereka survive. Meski harganya sedikit lebih mahal, kualitas nya lebih rendah tapi itulah affirmative policy dan learning cost proses industrialisasi. Suatu saat kita bisa hasilkan produk yang berkualitas dan harga yang bersaing, kata Gubernur NTB – Dr. H. Zulkiefliman
    syah SE MSc. yang basis ilmunya memang Ekonomi Industri.

    Dengan wajah yang serius, Bung Nasrin berterima kasih kepada pemprop NTB yang telah menyerap produknya di masa pandemi covid 19. Kebijakan itu membuat kami survive dan bisa meninglatkan omzet meski dalam situasi sulit akibat pandemi covid 19.

    Kemampuan bertahan dan meningkatkan produktivitas 3 tahun berturut-turut termasuk 2 tahun di era pandemi covid 19 ini, berbuah manis dengan diraihnya PARAMA AWARD 2021 ini.

    Selain Bung Nasrin, Gubernur NTB juga meraih Penghargaan serupa. Pemprop NTB berada pada posisi 15 dari 24 provinsi penerima PARAMAKARYA 2021.

    Terpilihnya pemprop NTB tidak lepas dari peran Pemprop yang hadir memfasilitasi, mendorong dan membina UMKM melalui program industrialisasi. Program industrialisasi melahirkan banyak UMKM baru di mana produk-produknya bisa bersaing di tingkat provinsi, nasional bahkan export.

    PARAMAKARYA AWARD 2021 adalah kado manis jelang 63 tahun usia NTB tanggal 17 Desember 2021 mendatang. Dirgahayu NTB.

  • Politeknik eLBajo Commodus Gelar FGD Perumusan Akselerator Daerah dan Peta Kemitraan Pentahelix

    Politeknik eLBajo Commodus Gelar FGD Perumusan Akselerator Daerah dan Peta Kemitraan Pentahelix

    LABUAN BAJO- Focus Group Discussion (FGD) Program Menara Vokasi 2021 Politeknik eLBajo Commodus telah sukses digelar, Selasa 23 November 2021, di Hotel La Prima Labuan Bajo.

    Sejumlah rumusan dari masing-masing narasumber telah terangkum dengan baik sejak awal digelarnya Forun Group Diskusi (FGD) ini.

    Pada sesi pertama Forum diskusi Menara Vokasi 2021, menghadirkan Wakil Ketua DPRD Mabar Marsel Jeramun dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Theresia Asmon, sebagai narasumber utama.

    Diskusi sesi pertama berjalan baik dan melahirkan rumusan dari masing-masing perwakilan pentahelix dengan tema “Perumusan Regulasi Spesifik dan Peta Jalan Ketenagakerjaan”.

    Pemantik diskusi, Marselinus Jeramun menyampaikan beberapa hal terkait situasi ketenagakerjaan di Manggarai Barat seperti upah, jam kerja, serta mekanisme perekrutan tenaga kerja daerah.

    Marsel, dalam awal diskusi, mengapresiasi kehadiran Politeknik eLBajo Commodus yang telah menginisiasi kegiatan bersama sejumlah perwakilan pentahelix dalam rangka mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Theresia Asmon memaparkan kebijakan pemerintah menyangkut ketenagakerjaan di Kabupaten itu.

    Ney Asmon biasa disapa, dalam kesempatan itu, mengungkapkan data hasil laporan BPS yang dirilis pada awal tahun 2021.

    Dijelaskannya, berdasarkan hasil Sakernas pada angkatan kerja Manggarai Barat 2020 sebanyak 124.105 orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 78,52%.

    Ia juga menyampaikan tiga rencana program pembangunan daerah yang meliputi: Program penempatan tenaga kerja ; pelatihan kerja; produktivitas tenaga kerja dan Program hubungan industrial . Dan sesi pertama pun berakhir.

    Pada sesi kedua, Forum Group Diskusi dilangsungkan secara hybrid dan membahas tentang “Pembentukan Peta Jalan Komite Vokasi Daerah”

    Sesi ini menghadirkan tiga narasumber yakni; Direktur Perumda Bidadari Werry Sutanto, Perwakilan Kadin Manggarai Barat Servasius Irw an Budi Setiawan, serta secara daring dan perwakilan Tim Menara Vokasi Mitrasdudi Kemendikbudristek Hedy R. Agah.

    Hedy R. Agah dalam kesempatan itu mengulas tentang landasan Program Menara Vokasi dalam rangka mendorong terbentuknya suatu peta jalan kemitraan antar unsur pentahelix yang sudah terlibat sejak awal penyelenggaraan Menara Vokasi Labuan Bajo tahun ini.

    Sementara itu, Direktur Perumda Bidadari, Werry Sutanto menyampaikan soal “road map”, dan pentingnya skema kemitraan antar unsur Pentahelix yang ada di Manggarai Barat, dimana perumda Bidadari sebagai aggregator online yang akan menjalankan fungsi pemasaran online. dengan “Collaborate to Cut the Barriers” menjadi tagline yang diangkat dalam sesi diskusi lanjutan dan sejalan dengan semangat Program Menara Vokasi dalam pembentukan komite vokasi daerah.

    Kemudian, Servasius Irwan Budi Setiawan, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Manggarai Barat. Ia turut menyampaikan peran Kadin sebagai mitra strategis dalam pola kemitraan pentahelix, Servasius dalam kesempatan itu menyampaikan penting untuk dipahami bahwa pihak industri adalah end user, sehingga satuan pendidikan vokasi perlu untuk terus berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Karena itu kata dia, kerjasama yang dibangun sangat perlu untuk dipayungi oleh pemerintah daerah dan dinas terkait.

    Kegiatan FGD ini dihadiri oleh BPS Mabar, Dinas Kominfo Mabar, Disparbud, Disnaker Mabar, BPOLBF, Start-Up Noabike, ASNIKOM Mabar, SMKN 3 Komodo, SMKN 2 Komodo, SMKS Sadar Wisata, SMK Swakarsa, The Jayakarta Suites Komodo, UMKM New Eden Moringa, WWF Indonesia, Bumdes S. Kolang, Kades S. Kolang, Kades Wae Lolos, KP2KP Labuan Bajo, Perumda Bidadari, KPH Mabar, PT Pos Indonesia Labuan Bajo, PT. PLN, iDive Komodo, PT. Pelindo, HPI Mabar, Koperasi Tiba Meka Mandiri, UMKM Lipa Tenun, serta beberapa media lokal yaitu TVRI, Timor Express, Patroli Pos, VoxNTT, AFBTV Kupang, Victory News.

    Keseluruhan rangkaian FGD ditutup dengan diskusi terbuka pembentukan Komite Menara Vokasi Labuan Bajo dan usulan-usulan struktur organisasi yang mewakili unsur pentahelix di Manggarai Barat.

    Hal ini dianggap penting untuk menjadi tindak lanjut dari keseluruhan rangkaian FGD Menara Vokasi, untuk kemudian bekerja bersama demi peningkatan ekonomi dan kemajuan Manggarai Barat kedepan. (red/has)