Blog

  • Pendaftaran Calon Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025 Pers Dibuka

    Pendaftaran Calon Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025 Pers Dibuka

    JAKARTA – Masa jabatan Dewan Pers periode kepemimpinan M Nuh saat ini sudah hampir habis. Untuk menyiapkan para anggota baru Dewan Pers kini Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers sedang membuka pendaftaran dan pencalonan Anggota Dewan Pers Periode 2022 – 2025.

    “Pendaftaran sudah dibuka pada Rabu, 10 November 2021 sampai Jumat, 26 November 2021,” mendatang bunyi pengumuman BPPA Dewan Pers yang diterima media ini.

    Untuk menyeleksi calon anggota baru Dewan Pers, saat ini timsel atau BPPA sudah dari setiap utusan organisasi perusahaan media dan organisasi pekerja media yang menjadi konstituen Dewan Pers. Komposisi panitia seleksinya terdiri dari Syafril Nasution (ATVSI) sebagai ketua, Jajang Jamaluddin (AJI) sebagai sekretaris. Selain itu ada delapan anggota masing-masing, Atal S Depari (PWI), Bambang Santoso (ATVLI), Firdaus (SMSI), Hendra Eka (PFI), Herik Kurniawan (IJTI), K. Candi Sinaga (PRSSNI), Syamsuddin Hadi Sutarto (SPS) dan Wenseslaus Manggut (AMSI).

    Dari pengumuman yang dikeluarkan BPPA, kriteria calon anggota Dewan Pers mesti memenuhi syarat umum dan syarat administrasi serta mengisi formulir.

    “Untuk syarat umumnya yakni mesti mmahami kehidupan pers nasional dan mendukung kemerdekaan pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Selain itu mesti memiliki integritas pribadi, memiliki sense of objectivity dan sense of fairness, memiliki pengalaman yang luas tentang demokrasi, kemerdekaan pers, mekanisme kerja jurnalistik, ahli di bidang pers dan atau hukum di bidang pers,” kata Firdaus saat diwawancarai wartawan.

    Kata Firdaus ada kriteria unsur calon yang akan diakomodir, masing-masing unsur wartawan yang mesti masih menjadi wartawan, unsur pimpinan perusahaan pers yang masih bekerja sebagai pimpinan perusahaan pers serta unsur tokoh masyarakat ahli di bidang pers dan atau komunikasi dan bidang lainnya.

    Untuk Syarat Administrasi, sebut Firdaus calon anggota mesti membuat surat pernyataan kesediaan untuk dicalonkan menjadi anggota Dewan Pers, bersedia menandatangani dan mematuhi pakta integritas, membuat surat pernyataan tidak sedang menjadi terdakwa, terpidana atau mantan terpidana, kecuali terkait kasus pidana memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

    “Selain itu mesti ada surat rekomendasi dari salah satu organisasi pers yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers. Menyertakan kartu identitas yang masih berlaku, menyertakan riwayat hidup. Menyertakan pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 dua lembar,” terangnya.

    Untuk calon dari unsur wartawan, sambung Firdaus, mesti suah mengantongi kompetensi predikat Wartawan Utama. Masih menjalankan kerja jurnalistik di perusahaan pers yang memenuhi UU Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers yang dibuktikan dengan surat keterangan dari penanggung jawab media bersangkutan.

    Untuk formulir, sambungnya, peserta dapat mengunduh dari laman www.dewanpers.or.id.

    “Nagi calon dari unsur pimpinan perusahaan pers mesti masih bekerja sebagai pimpinan perusahaan pers yang dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan dari perusahaan pers bersangkutan yang memenuhi UU Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Sedangkan calon dari unsur tokoh masyarakat, membuat surat pernyataan tidak sedang bekerja sebagai wartawan, tidak sedang menjadi pimpinan perusahaan pers, tidak sedang menjadi pengurus partai politik, dan pejabat publik,” urainya.

    Tahapan penyerahan berkas pendaftaran/pencalonan, kata Firdaus, mulai Rabu, 10 November 2021 hingga Jumat, 26 November 2021 pukul 24.00 WIB melalui email sekretariat@dewan pers.or.id.

    “Berkas juga bisa disampaikan mulai Rabu, 10 November 2021 hingga Jumat, 26 November 2021 pada jam kerja (pukul 08.00 – 16.00 WIB) ke alamat: Sekretariat BPPA Dewan Pers, Gedung Dewan Pers Lantai 7 Jl. Kebon Sirih No. 32 Jakarta Pusat Telp. (021) 3504877-75,” tutup Ketua Umum SMSI ini. (has/*)

  • Kunjungi NTB, Presiden Akan Resmikan Sirkuit Mandalika

    Kunjungi NTB, Presiden Akan Resmikan Sirkuit Mandalika

    LOMBOK–Presiden Joko Widodo pada Jumat, 12 November 2021, bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna melakukan kunjungan kerja. Presiden beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 06.30 WIB.

    Setibanya di Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) Zainuddin Abdul Majid, Kabupaten Lombok Tengah, Presiden akan langsung menuju Pit Building Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, untuk meninjau ruang kontrol Sirkuit Mandalika berikut menyimak penjelasan panel sirkuit tersebut.

    Presiden juga diagendakan untuk menjajal langsung Sirkuit Mandalika dengan mengendarai motor balap pribadinya sebelum meresmikan Sirkuit Mandalika dan Jalan Bypass BIL-Mandalika.

    Pada petang harinya Presiden akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) secara virtual dari Novotel Lombok Resort and Villa. Kepala Negara akan bermalam di Lombok dan melanjutkan agenda kerja esok hari.

    Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTB antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

    Selain itu, turut pula Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, serta Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia.

    (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

  • Konsep Desain Bangunan NU Lotim Satu-satunya di Indonesia

    Konsep Desain Bangunan NU Lotim Satu-satunya di Indonesia

    LOMBOK TIMUR – Pembangunan gedung dakwah Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Lombok Timur dibangun di atas tanah seluas 43 are dengan konsep desain berbeda dari bangunan milik NU umumnya.

    Dilihat dari desainnya, bangunan itu diklaim satu-satunya hanya ada di Indonesia. Selain akan didirikan bangunan kantor seluas 1.500 M2, pun disiapkan hunian dan aula yang tak kalah bagusnya.

    Pada acara Istighotsah dan pengajian umum dalam rangka ground breaking dan peletakan batu pertama pembangunan gedung dakwah NU Lombok Timur, Ketua Panitia Pembangunan gedung NU cabang Lotim, HM Juaini Taufik, M.Ap menegaskan, pembangunan gedung NU Lotum ini direncanakan multi fungsi. Selain dibangun perkantoran juga, akan dibangun hunian untuk para menampung para tamu dari luar daerah. Bahkan, ballroom yang bisa menampung 300 orang sekaligus.

    “Selaku ketua panitia yang ditunjuk untuk pembangunan ini saya menyanggupinya. Karena saya tahu kekuatan itu berasal dari persatuan. Dan, persatuan itu berasal dari musyawarah. Musyawarah itu saling harga menghargai. Saya juga mengakui bahwa di NU itu memiliki budaya saling menghargai yang sangat tinggi,” papar Juaini Taufik yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur itu saat berbicara di hadapan Nahdliyin NU dan pengurus Tanfiziyah Pengurus cabang dan wilayah NTB serta sejumlah masyarakat NU yang turut hadir pada kegiatan itu, Minggu (7/11).

    Sekda Lotim itu juga mengungkapkan lahan yang akan dibangun gedung dakwah NU tersebut merupakan hibah Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim seluas 40 are. Meskipun kemudian bertambah luas menjadi 43 are, karena ada kesepakatan tukar guling dengan pihak ketiga untuk sarana jalan.

    Masih kata dia, simbol bangunan ini diharapkan menjadi ikonik bagi masyarakat lainnya. Bahkan, konsep bangunan gedung ini pun cukup unik.

    Selain itu, pada rencana desain bangunan tersebut terdapat corak berwarna merah putih yang melambangkan NKRI sebagai harga mati.

    “Karena NU ini penyambung NKRI dan NTB maka didalamnya telah disiapkan hunian beserta fasilitas lainnya,” ujarnya.

    Tak lupa pula kata Sekda terbaik di NTB itu, laporan pembangunan ini telah dikoordinasikan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) baik kepolisian maupun kejaksaan, sehingga pelaksanaan gedung tersebut diyakini aman dimata hukum dunia dan akherat.

    Sebelumnya, Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin, SH mengaku bangga dengan rencana konsep pembangunan gedung dakwah milik NU Lotim tersebut. Apalagi, ketua panitianya dijabat oleh seorang Sekda.

    Sambil berkelakar, Rumaksi menyebut bahwa Sekda Lotim ini ibarat ‘roda gila’ sebuah kendaraan. Baik jabatan bupati dan wakil bupati bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bermuara ke Sekda.

    “Kalau ketua panitianya dijabat seorang sekda, saya yakin pembangunan ini masalah kecil,” ujat Rumaksi saat memberikan sambutannya sebelum ground breaking dan peletakkan batu pertama.

    Bahkan kata orang nomor dua di Lotim itu, masyarakat NU patut bersyukur bahwa Sekda Lotim menjadi kader NU.

    Dalam acara peletakkan batu pertama itu, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi secara pribadi turut menyumbangkan 1.000 sak semen demi keberlangsungan pembangunan gedung tersebut.

    “Sumbangan ini sebagai sumbangan pribadi dan tahap awalnya. Selanjutnya, akan ada sumbangan selanjutnya yang akan dikoordinasikan oleh pak sekda selaku ketua panitia,” ungkap Rumaksi.

    Pada acara itu dilakukan peletakkan batu pertama oleh Wabup Lotim H Rumaksi didampingi sejumlah tuan guru dan alim ulama. Turut hadir pula, anggota DPD RI, sejumlah pejabat Pemprov NTB, Kapolres Lotim dan lainnya. (WR-di)

  • Mubes Formabes Resmi Digelar, Wadah Pemersatu Menuju Perubahan

    Mubes Formabes Resmi Digelar, Wadah Pemersatu Menuju Perubahan

    LOTIM (LOMBOKEXPRESS.ID)–Forum Masbagik Bersatu (Formabes) menggelar musyawarah besar (Mubes) tahun 2021. Pembukaan Mubes dipusatkan di Lesehan Bebalung, Jalan Raya Bilasundung Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Sabtu 6 Oktober 2021.

    Pada Mubes Formabes ini, pihak panitia mengambil tema “Generasi Pemersatu Merangkai Gagasan Menuju Perubahan”. Tema ini diambil sebagai titik tekan bahwa Formabes merupakan suatu wadah untuk mempersatukan generasi muda di Kecamatan Masbagik pada kegiatan-kegiatan positif.

    Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.AP, Kapolres Lotim, AKBP, Herman Suryono, SIK.,MH dan para wakil ketua dan anggota DPRD Lotim asal Masbagik, kepala desa serta beberapa tokoh Masbagik lainnya.

    Dalam laporannya, Ketua Panitia Mubes Formabes, Bayu Ade Surya, menyampaikan, tema ini diambil untuk membuka ruang bagi pemuda Masbagik agar turut andil mendukung pembangunan di Kabupaten Lotim.

    “Pemuda harus diberikan ruang untuk terus berkreasi dari segala aspek. Dan Formabes inilah salah satu ruang pemersatu untuk berkreasi itu,” terang.

    Mubes Formabes ini, lanjutnya, akan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 6 sampai 7 November 2021 yang dipusatkan di dua tempat yakni di Lesehan Bebalung, Bilasundung Desa Danger dan di Desa Tetebatu.

    Pembina Formabes, Edy Budaya Lutfi, menegaskan wadah Formabes ini merupakan kegiatan yang cukup positif untuk merangkai masa depan dan memajukan ke Kabupaten Lotim. Apalagi Kecamatan Masbagik menempati urutan pertama dengan penduduk tertinggi dari 21 kecamatan di Kabupaten Lotim.

    Bahkan Masbagik telah mencatatkan sejarah pejuang kemerdekaan melalui pasukan Banteng Hitam dengan segala potensinya. Atas dasar itu, pemuda di Masbagik harus bersatu mewujudkan Kabupaten Lotim yang maju dengan karakter gotong royong.

    Edy Budaya Lutfi menekankan, Formabes merupakan lembaga independen untuk kemaslahatan masyarakat, tidak berbasis politik. “Formabes harus bersinergi dengan pemerintah, sebagai perpanjangan tangan program – program pemerintah,” ungkapnya.

    Ketua Umum Formabes, Sopian Hadi, menyebutkan usia Formabes saat ini 18 tahun dengan segala perjuangan, prestasi, suka dan duka. berorganisasi harus ada etika dan moral.

    “Siapapun jadi ketua nanti harus mengacu kepada AD/ART. PR kita ke depan untuk terus bersatu,” pesannya.

    Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, mengatakan pemerintah daerah sangat mengapresiasi sikap istiqomah Formabes sebagai organisasi sosial.

    Ditekankannya, organisasi apapun dan dalam demokrasi bagaimanapun harus mampu berkolaborasi, komunikasi dan siap dikritik. Untuk itu Sekda berharap siapapun yang terpilih harus mampu menjalankan tiga C tersebut.

    Sementara, tokoh agama, TGH. Muhammad Nawawi, QH. M.Pdi, yang turut hadir dalam Mubes Formabes ini menyampaikan, hubungan orang tua dan pemuda harus sejalan. Tidak ada keberhasilan tanpa ada sebuah kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa adanya persatuan.

    “Tidak mungkin kita bersatu tanpa bertemu/berdiskusi dan tidak ada artinya berkumpul/musyawarah tanpa saling menghargai. Jika saling menghargai, maka kita saling kunjungi, jika sudah saling kunjungi sehingga kemenangan bisa diraih,” pesannya.

    Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono, SIK, menyebut merawat Kamtibmas tidak hanya dari kepolisian. Melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali dari unsur pemuda. Maka dari itu, kehadiran Formabes diharapkan dapat merawat kebhinekaan dan keberagaman di NKRI.

    “Semoga Mubes Formabes ini melahirkan pemimpin yang amanah, mampu bersinergi untuk berkiprah kepada masyarakat,” pungkasnya sekaligus membuka acara. (yon)

  • Pengukuhan DPD ASITA NTB, Gubernur Bang Zul: Sinyal Baru Bangkitnya Pariwisata

    Pengukuhan DPD ASITA NTB, Gubernur Bang Zul: Sinyal Baru Bangkitnya Pariwisata

    MATARAM–Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berharap kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dapat memberi sinyal baru untuk kebangkitan destinasi pariwisata dan segala potensi yang dimiliki provinsi NTB.

    “Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya pengurus DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB,” harap gubernur saat memberi sambutan pada acara Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 di Grand Legi Hotel Mataram, Jumat (05/11).

    Untuk itu, gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengatakan, untuk memajukan pariwisata di NTB perlu kekompakan, sinergi kerja sama yang baik antar pengurus daerah maupun nasional. Sehingga kontribusi ASITA dalam mengembangkan pariwisata akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

    “Kami atas nama pemerintah merasa bahagia atas pengukuhan pengurus selamat menikmati waktunya di Lombok,” ujar Bang Zul memberikan selamat kepada pengurus ASITA yang baru.

    Ketua Umum DPP ASITA Dr N Rusmiati mengungkapkan, ASITA memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Terutama potensi pariwisata yang dimiliki NTB yang aka siap dipromosikan oleh ASITA NTB.

    “Kami akan selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun pariwisata ke depannya,” ungkapnya. (Ikp/has)

  • Turnamen Biliar Gubernur Cup Segera Dibuka, Total Hadiah Puluhan Juta

    Turnamen Biliar Gubernur Cup Segera Dibuka, Total Hadiah Puluhan Juta

    MATARAM – Komunitas Biliar
    (KOBI) Nusa Tenggara Barat bakal menggelar turnamen biliar Bola 9 piala bergilir Gubernur NTB 2021. Turnamen ini bakal diikuti para peserta dan pecinta biliar yang tersebar di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.

    “Event ini sebenarnya dalam rangka menyambut dan menyemarakkan HUT NTB ke-63. Rencananya, event ini bakal dilaksanakan pada 8-12 Desember 2021,” kata Ketua Panitia, Arif Rahman SH.

    Dia menjelaskan, turnamen biliar bola 9 ini sebagai upaya memfasilitasi dan meningkatkan kualitas atlet dan masyarakat umum yang hoby olahraga biliar. Sehingga ke depan atlet-atlet biliar NTB dapat mengharumkan NTB di kancah nasional dan iternasional.

    “Kita juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa biliar ini bukan judi. Biliar adalah cabang olahraga resmi yang juga dimainkan di Sea Games,” cetusnya.

    Sedangkan untuk calon peserta bisa dilakukan pendaftaran dengan cara offline maupun online. Untuk offline, calon peserta bisa datang langsung ke Poket Biliar Kura-Kura, bisa juga dengan cara online dengan menghubungi pesan Whatsapp ke +62 823-3914-0063.

    “Nanti japri aja lewat Whatsapp, kita arahkan caranya,” jelas dia.

    Sementara itu, pegiat Biliar NTB, Suyitno menilai, kegiatan positif yang akan digelar  KOBI Nusa Tenggara Barat sebagai event yang sangat produktif untuk melahirkan atlet-atlet billiar di Bumi Gora.

    “Apa yang akan dilakukan  KOBI Nusa Tenggara Barat ini cukup baik untuk peningkatan kualitas atlet biliar dan menjaring atlet potensial asal NTB,” ungkapnya.

    Turnamen ini direncanakan dibuka  Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah dan didampingi sejumlah pejabat terkait lainnya. Acara ini juga didukung dan disponsori Komunitas Biliar (Kobi) NTB, Kura-kura, Hotel Bidari, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Lombok Post, Gerbangindonesia.co.id, Radar Mandalika, Suara NTB, Poskotantb.com, dan sejumlah media lainnya. (rls)

     

  • Sambut Baik KLPI, Ini Harapan Bunda Niken kepada Lansia

    Sambut Baik KLPI, Ini Harapan Bunda Niken kepada Lansia

    MATARAM–Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menyambut baik kedatangan Kelompok Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI). Ia berharap para lansia serta pralansia di Provinsi NTB dapat produktif di masa tua mereka, Kamis (4/11).

    “Semoga dengan adanya komunitas ini, para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan.  Sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya,” ucap Bunda Niken di Pendopo Gubernur NTB.

    Sementara itu, Lale Gita Ariadi, Ketua KLPI menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan pemerintah terhadap komunitasnya.

    “Tentunya kami sangat berterimakasih kepada Bunda Niken dan pihak terkait karena telah membantu komunitas kami berkembang. Dengan adanya KLPI, kami akan terus berusaha untuk menaungi para lansia di NTB agar menjadi lebih sehat, produktif dan tidak menjadi tua yang tidak berguna di masa tua,” jelasnya.

    Selain itu, Bunda Niken menambahkan pihaknya akan terus mendukung pembentukan KLPI sehingga nantinya para lansia dan pralansia mempunyai tempat pulang untuk menghabiskan waktu bersama.

    “Kita siap mendukung komunitas ini agar semakin berkembang kedepannya. Sehingga KLPI dapat menjadi rumah bagi para lansia dan pralansia di NTB untuk saling bertemu, beraktifitas, mengisi waktu dan juga bersosialisasi bersama,” tambahnya.

    Sebagai penutup, Bunda Niken juga mengingatkan Kelompok Kebugaran Lansia dan Pralansia (KLPI) agar ke depannya dapat terus bersinergi dengan pemerintah secara umum dan masyarakat luas secara khusunya. (dis/has)

  • Wujudkan Zero Unprosedural Migran di NTB

    Wujudkan Zero Unprosedural Migran di NTB

    MATARAM-Sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai dengan desa, bersama private sektor, BUMN, Lembaga Pendidikan vokasi dan pelatihan kerja serta stakeholder terkait akan mampu mewujudkan Zero Unprosedural Migran di NTB.

    Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalillah saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Ketenagakerjaan Provinsi NTB. Rapat koordinasi bertajuk: “Sinergi & kolaborasi pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/kota dan Desa bersama dunia industri dan Lembaga Pelatihan Kerja serta Lembaga Pendidikan Vokasi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) NTB. Sekaligus Garda terdepan dalam mewujudkan Program Zero Unprosedural Pekerja Migran Indonesia ( PMI)” itu digelar di Hotel Grand Legi Mataram, Senin (1/11-2021).

    Dalam arahannya, Wagub menegaskan desa dan dusun harus dijadikan basis pembangunan ketenagakerjaan, termasuk sebagai pusat informasi dan edukasi terkait penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri secara prosedural.

    Mengingat di setiap desa dan dusun sudah ada posyandu, yang setiap bulan secara rutin melaksanakan kegiatan. Maka posyandu keluarga di setiap dusun tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat terkait prosedur dan informasi yang benar tentang bursa kerja luar negeri. Sehingga tidak ada lagi warga kita yang terjebak pada janji manis para calo dan tindak pidana perjualan orang (TPPO).

    Kegiatan di desa dan di setiap posyandu keluarga tersebut, kata Wagub harus diisi juga dengan informasi yang masif terkait prosedur menjadi PMI yang sukses, menjadi CPMI yang kompeten dan wira usaha sukses.

    “Jadi Revitalisasi Posyandu bisa menjadi wadah kita untuk mengedukasi masyarakat terkait pekerja Migran. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap mudah dan up-to-date,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrabnya.

    Wagub menyampaikan keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam mewujudkan Zero Unprosedural Migran di NTB.

    “Seluruh data kita itu terbuka akses kebutuhan tenaga kerja dari pihak yang terpercaya, satu pintu, karena keselamatan pekerja itu nomor 1 di atas segala-galanya”

    Wagub berharap rakorda ini berjalan dengan efektif, dan memberikan tindak lanjut yang efektif sehingga seluruh stakeholder bisa bersinergi, berkolaborasi untuk merealisasikan cita-cita NTB Gemilang, Zero Unprosedural Migran di NTB. (rls)

  • Tim Mural Polda NTB Juara Harapan 5 Tingkat Nasional

    Tim Mural Polda NTB Juara Harapan 5 Tingkat Nasional

    MATARAM – Festival Mural tingkat Nasional yang diselenggarakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berakhir Sabtu sore. Pemenang lomba langsung diumumkan di akhir acara (30/10/2021).

    Dari hasil seleksi yang cukup ketat, Juara I diraih tim Pemural Jabodetabek, Juara 2 dari Papua dan Juara 3 dari Jawa Tengah. Sementara tim Mural Polda NTB meraih juara harapan 5.

    Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K M.Si berucap syukur atas raihan itu, meski tim Mural Polda NTB mendapat juara harapan 5 namun mereka sudah membuktikan bahwa Pemural NTB mampu bersaing dengan 80 tim Pemural dari seluruh Indonesia.

    “Sore tadi langsung diumumkan, tim kita mendapat juara harapan 5, meski demikian kami bangga mereka mampu bersaing dengan 80 tim kontestan dari seluruh Indonesia,” ungkapnya usai mengikuti penutupan Bhayangkara Mural Festival, di Taman Budaya, Kota Mataram (30/10/2021).

    Pemural asal NTB yang dikirim Polda NTB ke Jakarta peraih juara harapan 5 itu adalah Dany Arya dan Abdul Azis. Hasil karyanya itu dapat memboyong hadiah dari Polri sebesar 10 juta rupiah.

    “Alhamdulillah tim kita Dany Arya dan Abdul Aziz berhasil dapat juara 5 dan mendapat hadiah dari Polri berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah,” ungkapnya

    Mengenai Tema yang diangkat Dany Arya sehingga mendapatkan juara harapan 5 yakni BERSAMA MENJAGA INDONESIA, dengan tema tersebut Dany Berhasil mengharumkan nama baik Polda NTB dan memunculkan nama NTB di kancah Mural Nasional yang diselenggarakan Polri.

    “Kami bangga dengan karya Dany. Lukisan Mural yang dibuatnya dapat mengharumkan nama Polda NTB pada khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya,” pungkas Kabid Humas Polda NTB.

    Usai pengumuman yang memutuskan Tim dari NTB keluar sebagai juara Harapan 5 akhirnya Tim Mural Polda NTB belum diperbolehkan kembali ke NTB. Namun Tim diminta untuk melanjutkan melukis mural di Flyover depan Mabes Polri yang dimulai dari 31 Oktober sampai dengan tgl 2 November 2021. Semoga dapat menunjukkan hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. (has/rls)

  • Deklarasi ODF Kota Mataram, Wagub NTB: Komitmen Kunci Sukseskan 5 Pilar STBM

    Deklarasi ODF Kota Mataram, Wagub NTB: Komitmen Kunci Sukseskan 5 Pilar STBM

    MATARAM–Wakil Gubernur NTB Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., menegaskan kunci untuk menuntaskan 5 pilar pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah komitmen, kerja keras dan keseriusan pemerintah dan masyarakat.

    Hal  itu ditegaskan Ummi Rohmi sapaan Wagub, pada acara deklarasi Open Defecation Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan, Pilar I Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Rabu (27/10/2021), di Pendopo Walikota Mataram.

    Semua program kata dia bila direncanakan dengan sistem yang bagus serta kemauan dan komitmen bersama semua pihak, didukung oleh sumber daya dan kesadaran semua masyarakat, maka 5 STBM akan terealisasi dengan baik.

    Kalau dilihat satu masalah dari 5 Pilar STBM, maka pada pilar pertama, stop buang air besar sembarangan sudah selesai.

    Seharusnya juga pilar kedua, mencuci tangan dengan sabun, juga kalau diseriusi maka akan mencapai 100 persen.

    “Selama pandemi Covid-19, mencuci tangan juga sudah menjadi kebiasaan bahkan sudah 100 persen,” ujar cucu Pahlawan Nasional asal Lombok Timur ini.

    Begitupun pilar ke tiga, Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga (PAMMRT). Mengelola dan memasak air minum sebelum dikonsumsi.

    Selanjutnya pilar ke Empat Pengamanan Sampah Rumah Tangga dan pilar ke Lima Pengamanan Limbah Cair Rumah dapat selesai juga bila sampah dikelola dan dipilah dengan baik.

    “Sampah organik dibuatkan biopori dan dijadikan pupuk dihalaman rumah dan sampah non organik dijadikan bahan daur ulang, maka tuntas semua pilar tersebut,” pinta Ummi Rohmi.

    Di akhir sambutannya, ia menegaskan terlepas dari itu semua, konsen dan komitmen adalah kunci untuk menuntaskan berbagai persoalan tersebut.

    Walikota Mataram H Mohan Roliskana, SSos, MH, mengatakan bahwa ikhtiar Pemkot Mataram untuk menuntaskan 5 pilar STBM ini sangat tinggi.

    “Karena ini menyangkut derajat kesehatan masyarakat Kota Mataram,” kata Walikota Mataram.

    Setelah diverifikasi tim Pokja PPAS Provinsi NTB, Kota Mataram di anggap layak menjadi kota yang bebas ODF. Bahkan mewakili Provinsi NTB di tingkat nasional.

    Selain itu Walikota juga memuji Henny Suyasih, Camat perempuan pertama dalam sejarah Kota Mataram yang mampu memberikan warna lain dan bahkan prestasi yang membanggakan.

    “Semoga dapat direplika oleh daerah lain, dan menjadi contoh prestasinya bagi camat yang lain,” ajak Mohan.

    Sementara itu, Plan Internasional Indonesia, Didi Widiaastuti via online zoom, menyampaikan selamat dan apresiasi untuk NTB khususnya Kota Mataram.

    “Ini berkat kerja keras pemerintah dan yang lebih utama adalah peran dan kepedulian masyarakat,” terangnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan, Sekda, Camat dan lurah se-Kota Mataram. (dis/has)