Blog

  • Perang Topat 2024 di Lingsar Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan Deras

    Perang Topat 2024 di Lingsar Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan Deras

    LOBAR (LOMBOKEXPRESS.ID)-– Ribuan warga dari berbagai penjuru Lombok memadati area Pura Lingsar pada Minggu (15/12/2024). Meskipun hujan deras turun sepanjang acara. Tradisi tahunan Perang Topat tetap berlangsung meriah, memperlihatkan semangat masyarakat yang tidak surut untuk melestarikan warisan budaya yang sarat makna toleransi.

    Perang Topat merupakan tradisi unik yang diselenggarakan setahun sekali pada bulan ketujuh kalender Sasak. Tahun ini, acara tersebut kembali menjadi momen simbolis untuk mempererat hubungan antara umat Hindu dan Muslim. Tradisi ini diyakini muncul sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, sekaligus mencerminkan harmoni antaragama di Lombok Barat.
    Perang Tanpa Pertumpahan Darah

    Prosesi Perang Topat dimulai setelah serangkaian upacara adat dan Pujawali di Pura Lingsar. Pura ini menjadi ikon toleransi karena di dalam kompleks Kemaliq Lingsar terdapat pura berdampingan, simbol kehidupan damai masyarakat Lingsar yang berbeda keyakinan.

    Pj Gubernur NTB Hassanudin bersama Pj Bupati Lombok Barat M Ilham memimpin jalannya acara. Setelah upacara adat selesai, masyarakat Hindu dan Muslim saling melempar ketupat dalam suasana penuh keceriaan. “Perang tanpa pertumpahan darah” ini menjadi lambang toleransi dan pluralisme.

    “Kegiatan ini diawali dengan Kemaliq di Pura Lingsar, diakhiri dengan saling lempar ketupat antara umat Hindu dan Islam. Ini adalah wujud nyata kerukunan yang sudah berlangsung turun-temurun,” ujar Pj Bupati Lombok Barat, M Ilham.

    Warisan Budaya yang Dilestarikan

    Perang Topat kini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah, sekaligus menjadi salah satu agenda Karisma Event Nusantara (KEN). Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Malady, optimistis tradisi ini akan terus menjadi daya tarik wisata unggulan.

    “Perang Topat adalah tradisi yang tidak ada di daerah lain. Bayangkan, dua suku yang berbeda agama mampu bersatu dalam harmoni melalui tradisi ini. Ini simbol kerukunan yang luar biasa,” katanya.

    Pj Gubernur NTB, Hassanudin, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman di NTB. “Tradisi ini harus tetap ada. Ini adalah cerminan toleransi yang menjadi identitas kita,” ujarnya.

    Ketua Panitia Pujawali, AA Ketut Agung Oka Kartha Wirya, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan acara tahun ini. “Masyarakat dari dua agama bersatu dalam satu acara. Ini adalah contoh toleransi yang harus terus kita jaga. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya Pujawali dan Perang Topat,” ucapnya.

    Meskipun diguyur hujan deras, semangat masyarakat yang hadir tetap membara. Perang Topat 2024 tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga wujud nyata indahnya keberagaman dan toleransi di Lombok Barat. Tradisi ini terus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok, sekaligus daya tarik wisata yang mendunia. (nang)

  • MOIQ Coffee & Resto, Tempat Kongko Favorit di Tengah Kota

    MOIQ Coffee & Resto, Tempat Kongko Favorit di Tengah Kota

    MATARAM (LOMBOK EXPRESS.ID)– Satu lagi tempat nongkrong baru hadir di Kota Mataram. MOIQ Coffee & Resto namanya. Tempat kongko favorit bernuansa klasik dan minimalis tersebut beralamat di Jalan R. Suprapto Nomor 22.

    MOIQ Coffee & Resto merupakan tempat recommended untuk berkumpul dengan teman, sahabat, keluarga serta kolega bisnis. Di kafe yang sekaligus resto tersebut cocok menjadi rujukan semua kalangan. Mulai dari kawula muda, Gen-Z, ibu-ibu sosialita, hingga bisnisman dan pejabat.

    Berbagai macam menu menarik tersedia di angkringan yang berlokasi di selatan Kantor Kejaksaan Tinggi NTB tersebut. Mulai dari berbagai racikan kopi, aneka jus, dan menu minuman lain. Untuk menu makanan, MOIQ Coffee & Resto menyediakan makanan ringan hingga berbagai menu makan utama, seperti burung dara goreng, bebalung moiq, rawon, lele goreng, bebek goreng, pelecing kangkung dan berbagai makanan lainnya.

    “Sayuran gratis juga kita sediakan. Dan kita buka 24 jam. Jadi kapan pun, bisa nongkrong di sini,” kata Fauzan Zakaria Amin, Pengelola MOIQ Coffee & Resto saat grand opening, Jumat malam (13/12/2024).

    Fauzan menjelaskan, di MOIQ Coffee & Resto juga menyediakan fasilitas lengkap. Untuk acara pertemuan formal, pihaknya menyiapkan ruang meeting dengan fasilitas AC dan proyektor dan ruang VIP full AC. Selain itu di tempat tersebut juga bisa digunakan untuk acara pesta maupun hanya sekadar tempat nongkrong dan berkumpul.

    “Kita juga menyediakan untuk acara seperti pool party dan acara lainnya dengan paket resto yang amat terjangkau,’’ lanjut dia.

    Alumni Universitas Al-Azhar Mesir itu menjelaskan, menu di MOIQ Coffee & Resto juga memberikan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.

    “Soal harga jangan ditanya. Harga kaki lima, tapi rasa bintang lima,” tuturnya.

    Satu lagi, MOIQ Coffee & Resto juga menyiapkan live musik pada Jumat malam dan Sabtu malam. Pengunjung dapat menikmati penampilan musik live yang memukau, menciptakan suasana yang romantis.

    “Jadi silakan datang ke MOIQ Coffee & Resto. Makan enak sambil menikmati lagu-lagu favorit Anda,” ajaknya. (*)

    Editor: Lalu Habib Fadli

    Keterangan Foto:

    Grand Opening MOIQ Coffee & Resto, Jumat malam (13/12/2024). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

  • Gubernur NTB Terpilih Temui Presiden Prabowo, Bahas Potensi dan Dukungan untuk NTB

    Gubernur NTB Terpilih Temui Presiden Prabowo, Bahas Potensi dan Dukungan untuk NTB

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)-– Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal (LMI), menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Jumat (13/12).

    Dalam pertemuan tersebut, LMI menyampaikan komitmen untuk mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia.”

    “Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, saya membawa salam hangat dari masyarakat NTB dan meminta dukungan beliau untuk pembangunan di daerah kami,” ujar LMI di Jakarta, Sabtu (14/12).

    LMI juga memaparkan perkembangan terkini sejumlah proyek strategis di NTB, termasuk pembangunan dua bendungan, salah satunya Bendungan Meninting. Ia berharap proyek tersebut dapat diresmikan awal tahun depan.

    “Penyelesaian bendungan ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan, yang juga menjadi salah satu prioritas nasional,” jelasnya.

    Selain itu, LMI menyampaikan kesiapan NTB untuk bersinergi dengan Asta Cita, program prioritas Presiden Prabowo. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah “Makan Bergizi Gratis,” yang selaras dengan visi pemerintahannya.

    “Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat dalam berbagai program untuk memajukan NTB, baik di bidang infrastruktur, pariwisata, maupun ketahanan pangan,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan LMI dan menegaskan dukungannya untuk pembangunan di NTB. Menurutnya, NTB memiliki potensi besar yang perlu dikelola dengan serius, terutama di sektor pariwisata.

    “NTB adalah provinsi yang kaya akan potensi, khususnya pariwisata. Pemerintah pusat siap membantu mengembangkan potensi ini,” ungkap Presiden Prabowo.

    Presiden juga mengucapkan selamat atas terpilihnya LMI sebagai Gubernur NTB, sekaligus menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan mantan Duta Besar RI untuk Turki itu dapat membawa NTB ke arah yang lebih maju. (rls)

  • OTT di Dinas Pendidikan NTB: Kepala Bidang SMK Diamankan Usai Terima Rp 50 Juta

    OTT di Dinas Pendidikan NTB: Kepala Bidang SMK Diamankan Usai Terima Rp 50 Juta

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB berinisial AM ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Mataram, Rabu (11/12/2024).

    Penangkapan terjadi sesaat setelah AM menerima uang tunai sebesar Rp 50 juta dari seorang suplier bahan bangunan terkait pengadaan di SMK 3 Mataram.

    Operasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam jabatan. Saat OTT, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai Rp 50 juta dalam pecahan Rp 50 ribu yang tersimpan di sebuah tas, serta dua unit iPhone.

    Kapolresta Mataram Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Regi Halili S.Tr.K., S.I.K., membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, ada pegawai yang kami amankan dalam OTT di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Yang bersangkutan diduga terlibat tindak pidana pemerasan dalam jabatan atau pungutan liar,” ungkapnya.

    Saat ini, AM telah dibawa ke Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tipikor. Kasus ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

    “Kami masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada pelaku lain yang terlibat. Semua pihak yang terbukti bersalah akan kami proses sesuai hukum,” tegas AKP Regi.

    Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya transparansi dan integritas dalam pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Aparat penegak hukum juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan indikasi pungutan liar guna menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi. (nang)

  • Dua Wisman Tewas dalam Insiden Pohon Tumbang di Ubud Monkey Forest

    Dua Wisman Tewas dalam Insiden Pohon Tumbang di Ubud Monkey Forest

    BALI (LombokExpress.id)–Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan wisata Ubud Monkey Forest pada Selasa, 10 Desember 2024. Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem menewaskan dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Prancis dan Korea Selatan. Selain itu, satu wisman asal Korea Selatan mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Kawasan Ubud Monkey Forest ditutup sementara hingga Kamis, 12 Desember 2024, untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh Kepolisian Ubud.

    Menurut Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP M. Gananta, penyebab utama insiden masih dalam proses investigasi, dengan dugaan sementara terkait dampak cuaca ekstrem.

    Kementerian Pariwisata Sampaikan Belasungkawa

    Menanggapi kejadian ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menangani kasus ini, termasuk bekerja sama dengan Konsulat Prancis dan Korea Selatan terkait pemulangan jenazah serta pendampingan kepada korban yang terluka.

    “Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk meningkatkan keamanan destinasi wisata di seluruh Indonesia. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur dalam keterangan tertulisnya.

    Insiden ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi keamanan destinasi wisata, terutama di lokasi-lokasi yang sering dikunjungi wisatawan internasional seperti Ubud Monkey Forest. Kementerian Pariwisata menyatakan akan terus memantau perkembangan investigasi dan mengambil langkah proaktif untuk mencegah insiden serupa di masa depan. (rls)

    Keterangan Foto:

    Cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di Uud Monkey Forest yang menewaskan dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Prancis dan Korea Selatan. Foto: internet

  • Polresta Mataram Amankan Belasan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Lombok Barat

    Polresta Mataram Amankan Belasan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Lombok Barat

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Unit Tipidter Sat Reskrim Polresta Mataram berhasil menyita belasan ribu bungkus rokok ilegal dari berbagai merek yang melanggar aturan hukum. Barang bukti tersebut ditemukan di sebuah rumah di Dusun Lendang Re, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (9/12/2024).

    Rokok-rokok tersebut diketahui tidak dilengkapi dengan peringatan kesehatan seperti yang diwajibkan oleh Pasal 437 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

    Selain itu, sebagian besar rokok tidak memiliki cukai resmi. Pemilik rumah, seorang pria berinisial S (38), telah diminta hadir ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

    Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim, AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan pengamanan tersebut. “Kami telah mengamankan belasan ribu bungkus rokok tanpa peringatan kesehatan dan cukai resmi. Saat ini, pemilik rumah masih diperiksa sebagai saksi untuk mendalami kasus ini,” jelasnya.

    AKP Regi Halili juga menyampaikan bahwa penanganan kasus ini akan dibagi sesuai jenis pelanggarannya. “Untuk rokok tanpa peringatan kesehatan, kami akan memprosesnya sesuai dengan ketentuan kepolisian. Sementara itu, rokok tanpa cukai akan kami serahkan ke Kantor Bea Cukai untuk tindakan lebih lanjut,” tambahnya.

    Kasus ini menjadi sorotan karena selain melanggar aturan kesehatan masyarakat, juga berpotensi merugikan negara dari sisi pendapatan pajak. Kepolisian berkomitmen menindak tegas pelanggaran serupa guna meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat.

    Sebagai langkah pencegahan, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli produk rokok. Konsumen diminta memastikan bahwa produk yang dibeli sudah sesuai dengan regulasi, termasuk memiliki label cukai resmi dan peringatan kesehatan yang diwajibkan pemerintah.

    Langkah tegas ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan hukum sekaligus melindungi kesehatan publik. (nang)

  • Lombok Barat Siap Gelar Pujawali dan Perang Ketupat, Polresta Mataram Siapkan Pengamanan

    Lombok Barat Siap Gelar Pujawali dan Perang Ketupat, Polresta Mataram Siapkan Pengamanan

    MATARAM (NTBNOW.CO) – Tradisi budaya ikonik Pujawali dan Perang Ketupat di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, kembali digelar. Persiapan untuk acara tahunan ini tengah dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata Lombok Barat, dengan mengadakan rapat koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil untuk memastikan acara berjalan lancar dan sukses.

    Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Agus Gunawan, menyampaikan bahwa Pujawali dan Perang Ketupat telah masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata, yang mengukuhkan keunikan tradisi ini di tingkat nasional.

    “Pujawali dan Perang Ketupat adalah warisan budaya yang kita banggakan. Dukungan dari Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya acara ini, sehingga persiapannya harus maksimal untuk memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung,” ujar Agus Gunawan.

    Dalam rapat koordinasi, KabagOps Polresta Mataram, Kompol I Gede Sumadra Khartiawan, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara. Mengingat lokasi Pura Lingsar berada di wilayah hukum Polresta Mataram, ia memberikan sejumlah masukan strategis, seperti pengaturan parkir dan arus lalu lintas.

    “Kami mengusulkan agar Dishub menyiapkan lokasi parkir khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung seperti tahun lalu. Selain itu, stiker khusus untuk kendaraan yang dapat melintas di jalur menuju lokasi acara juga penting untuk kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.

    Kompol Gede juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, seperti Dinas Pariwisata, Dishub, dan pihak terkait lainnya, guna menciptakan pengalaman yang nyaman dan aman bagi pengunjung.

    Pujawali dan Perang Ketupat bukan sekadar tradisi lokal, tetapi juga telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Tradisi ini menggabungkan ritual sakral dengan keunikan Perang Ketupat yang melambangkan harmoni antara masyarakat Hindu dan Muslim, menjadikannya simbol kerukunan di Lombok Barat.

    Dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas instansi, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

    Rapat koordinasi turut dihadiri oleh Pj. Bupati Lombok Barat, Sekda Lombok Barat, Danramil Lingsar, Kapolsek Lingsar, Sekcam Lingsar, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

    Lombok Barat siap menyambut dunia dengan tradisi budaya yang sarat nilai dan pesona! (nang)

  • Prajaniti Hindu Indonesia NTB Gelar Rakerda Perdana dan Simakrama 

    Prajaniti Hindu Indonesia NTB Gelar Rakerda Perdana dan Simakrama 

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama dan Simakrama DPD Prajaniti Hindu Indonesia NTB. Acara ini berlangsung di kantor bersama PHDI NTB dengan tema “Dengan Semangat Tri Bakti, Kita Jalankan Ajaran Dharma”.

    Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia NTB, I Putu Dedy Saputra, S.T., M.M., menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengurus Prajaniti NTB dan organisasi masyarakat Hindu yang hadir. Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dalam mengimplementasikan Dharma Agama dan Dharma Negara.

    “Melalui rapat kerja ini, kami berharap Prajaniti NTB mampu menggerakkan pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan sesuai ajaran Dharma, yang dikenal sebagai Dharmanomics. Selain itu, masing-masing bidang di Prajaniti NTB diharapkan dapat memaparkan program kerja untuk mendukung agenda organisasi,” ungkap Putu Dedy.

    Dalam Rakerda ini, sejumlah rekomendasi penting dihasilkan, antara lain:

    Pengelolaan sumber pendanaan organisasi berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.

    Penguatan gerakan koperasi sebagai sentra sistem ekonomi umat.

    Pembentukan jaringan pengusaha Hindu Nusantara.

    Pembangunan budaya bangsa yang berlandaskan Pancasila.

    Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama NTB, I Gde Suberata, dalam sambutannya menyambut baik langkah Prajaniti NTB di awal tahun 2024 ini. “Semoga dengan Rakerda ini, umat Hindu NTB semakin harmonis sesuai ajaran Tri Hita Karana, yaitu harmonisasi dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan lingkungan sekitar,” ujar Gde Suberata.

    Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh NTB. Seperti Ketua PHDI NTB, Ketua WHDI NTB, Ketua BDDN NTB, Ketua ICHI Regional NTB, Ketua KMHDI NTB, Ketua PSN NTB, dan Ketua Puskorhindunesia NTB.

    Di akhir acara, seluruh peserta memanjatkan doa kepada Sang Hyang Widhi Wasa untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi umat Hindu di NTB. Dharmo Rakshati Rakshitah. (nang)

  • Pramuwisata NTB Semarakkan ITE Begawe Fest dengan Sentuhan Etnik Tenun Lombok

    Pramuwisata NTB Semarakkan ITE Begawe Fest dengan Sentuhan Etnik Tenun Lombok

    MATARAM (NTBNOW.CO)– Pramuwisata NTB menunjukkan perhatian khusus terhadap kegiatan ITE Begawe Fest yang digelar oleh Dinas Perindustrian NTB pada 8 Desember 2024 di Lapangan Islamic Center Mataram.

    Dalam acara ini, para anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB turut ambil bagian dalam Kenari Fashion Street, dengan menampilkan busana bertema etnik berbahan dasar tenun Lombok.

    Sebanyak 10 pramuwisata, baik pria maupun wanita, berpartisipasi dalam parade busana tersebut. Memberikan semarak dan energi positif kepada acara yang dihadiri berbagai kalangan. Partisipasi mereka tidak hanya menambah kemeriahan Kenari Fashion Street, tetapi juga menjadi pengalaman unik di tengah masa jeda kedatangan wisatawan yang cenderung menurun selama bulan Desember.

    Ketua DPD HPI NTB, Lalu Fatwir Uzali, yang juga mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mataram, menyatakan momentum seperti ini menjadi cara bagi para pramuwisata untuk tetap aktif sekaligus mempromosikan budaya lokal.

    “Teman-teman HPI terus bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan. Kami ingin para wisatawan mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama berada di NTB, khususnya di Pulau Lombok. Memang, pada bulan Desember ini ada masa jeda dengan jumlah wisatawan yang tidak sebanyak biasanya. Namun, mendekati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus wisatawan biasanya kembali meningkat,” ungkap Lalu Fatwir.

    Kegiatan ITE Begawe Fest sendiri merupakan bagian dari upaya Dinas Perindustrian NTB dalam memperkenalkan produk-produk lokal, termasuk karya seni dan kerajinan tenun khas Lombok. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, acara ini menjadi wadah kolaborasi yang memadukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di NTB. (red)

  • Discover Lombok Sumbawa Together!

    Discover Lombok Sumbawa Together!

    Lombok Sumbawa, located in West Nusa Tenggara, Indonesia, offers breathtaking natural beauty, rich culture and diverse tourism attractions. Here are key highlights:

    Natural Wonder:

    1. Beaches: Senggigi Beach, Kuta Beach, Selong Belanak Beach and Tawun Beach offer crystal-clear waters, white sand and stunning sunsets.

    2. Mount Rinjani: Indonesia’s second-highest volcano, offering trekking and breathtaking views.

    3. Waterfalls: Tiu Kelep, Sendang Gile and Jeruk Manis waterfalls showcase lush surroundings.

    4. Gili Islands: Gili Trawangan, Gili Meno and Gili Air provide snorkeling, diving and vibrant nightlife.

    Cultural Attractions

     

    1. Sasak Village: Traditional village showcasing indigenous culture and crafts.

    2. Lombok Museum: Exhibiting the island’s history, art and cultural heritage.

    3. Pura Lingsar Temple: Unique Hindu temple blending Balinese and Sasak influences.

    Adventure and Activities

    1. Surfing: World-class surf breaks at Desert Point, Scar Reef and Mawi.

    2. Diving: Explore vibrant coral reefs, shipwrecks and marine life.

    3. Trekking: Explore Mount Rinjani’s crater lake, hot springs and scenic vistas.

    4. Island-hopping: Visit nearby islands, such as Gili Kapal and Gili Lawang.

    Culinary Delights

     

    1. Sasak cuisine: Try traditional dishes like ayam taliwang (grilled chicken) and sate rembiga (beef satay).

    2. Fresh seafood: Enjoy fresh catches at local restaurants.

    3. Local markets: Explore traditional markets for unique souvenirs and flavors.

    Events and Festivals

    1. Lombok Festival: Celebrating Sasak culture, music and dance.

    2. Bau Nyale Festival: Traditional Sasak festival commemorating the arrival of nyale (sea worms).

    3. *Idul Fitri celebrations: Experience Islamic traditions and festivities.

     

    Getting There

    1. Lombok International Airport: Receive flights from major Indonesian cities and Singapore.

    2. Ferry services: Connect from Bali, Sumbawa and other nearby islands.

    Accommodations

     

    1. Luxury resorts: Brands like Oberoi, Four Seasons and Sheraton.

    2. Budget-friendly options: Guesthouses, hostels and homestays.

    3. Eco-lodges: Environmentally conscious accommodations amidst nature.

    Lombok Sumbawa offers an unforgettable blend of natural beauty, cultural richness and adventure. What specific aspect of Lombok Sumbawa tourism interests you?

    Accessibility to Lombok Sumbawa

    Accessibility to Lombok Sumbawa is relatively good. Here are various ways to reach Lombok Sumbawa:

    Air Transportation

    1. Lombok International Airport (LOP) receives flights from major Indonesian cities and Singapore.

    Sea Transportation

    1. Public ferries from Labuhan Kayangan Port (East Lombok) to Poto Tano Port (West Sumbawa) operate 24/7, taking 1-2 hours depending on weather.

    2. Ferry prices:

    – Adults: IDR 21,000 (~USD 1.40)

    – Children: IDR 13,000 (~USD 0.90)

    – Bicycles: IDR 31,500 (~USD 2.10)

    – Motorcycles: IDR 59,500 (~USD 4) for under 500cc and IDR 96,000 (~USD 6.50) for over 500cc

    Land Transportation

    1. Primary and collector roads on Lombok and Sumbawa islands are in good condition.

    Transportation Services

    1. Taxis and airport shuttle services are available at Lombok International Airport.

    2. Car and motorcycle rentals are available at various locations.

    Travel Tips

     

    1. Check ferry schedules and prices before traveling.

    2. Ensure necessary travel documents (ID, visa, etc.) are in order. (**)

    Ilustrasi Foto: bing.com