Blog

  • Penganiayaan di Turide, Polisi Dalami Kasus, Belum Ada Bukti Keterlibatan Geng Motor

    Penganiayaan di Turide, Polisi Dalami Kasus, Belum Ada Bukti Keterlibatan Geng Motor

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Isu penganiayaan di kawasan Turide, Kecamatan Sandubaya, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Dugaan keterlibatan anggota geng motor dalam insiden tersebut menarik perhatian publik, namun hingga kini polisi belum menemukan bukti yang menguatkan klaim tersebut.

    Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara, menyatakan pihaknya telah menerima laporan penganiayaan dari korban melalui Polsek Sandubaya. Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka lecet, namun penyelidikan awal mengindikasikan luka tersebut menyerupai bekas jatuh.

    Kronologi Versi Korban

    Berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi saat ia melintas di kawasan Turide. Korban merasa diikuti oleh sekelompok remaja yang diduga bagian dari klub motor. Dalam kondisi panik, korban mencoba melarikan diri, namun mengaku ditendang oleh salah satu anggota kelompok tersebut hingga terjatuh.

    Namun, Kapolresta menegaskan bahwa klaim korban masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. “Sampai saat ini, belum ada cukup bukti yang mendukung bahwa luka-luka korban disebabkan oleh penganiayaan. Penyelidikan terus kami lakukan untuk memastikan fakta sebenarnya,” jelasnya.

    Langkah Pengamanan

    Sebagai upaya menjaga keamanan, Polsek Sandubaya bersama Polresta Mataram meningkatkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli dilakukan dari pukul 00:00 hingga 04:00 pagi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

    “Kami ingin masyarakat merasa aman. Tim patroli sudah kami siapkan untuk berjaga di lokasi rawan,” ujar Kapolresta.

    Imbauan untuk Masyarakat

    Polisi mengimbau warga agar tidak terpancing isu yang beredar di media sosial dan tetap melaporkan potensi gangguan keamanan melalui jalur resmi.

    “Kami akan menindaklanjuti setiap laporan dengan serius. Kerja sama masyarakat dengan pihak kepolisian sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” kata Kapolresta.

    Dengan langkah ini, polisi berharap dapat mengurangi keresahan masyarakat dan memastikan kejelasan terkait insiden yang terjadi. Penyelidikan akan terus dilakukan hingga fakta-fakta lengkap terungkap. (nang)

    Keterangan Foto:

    Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara. (ist)

  • Dua Pengedar Shabu di Mataram Diringkus Polisi dengan Barang Bukti 5,35 Gram

    Dua Pengedar Shabu di Mataram Diringkus Polisi dengan Barang Bukti 5,35 Gram

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram berhasil meringkus dua pria berinisial MYA (40), warga Kelurahan Sayang-sayang, dan AW (33), warga Karang Bagu, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya ditangkap saat hendak melakukan transaksi Narkotika jenis Shabu.

    “Kami mengamankan kedua pelaku bersama barang bukti berupa Shabu seberat 5,35 gram yang siap diedarkan,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, Selasa (7/1).

    Hasil tes urin menunjukkan keduanya positif mengonsumsi Methamphetamine, zat aktif yang terkandung dalam Shabu. Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

    Selain Shabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, seperti alat konsumsi Shabu, alat pendukung penjualan, ponsel, dan uang tunai yang diduga berasal dari hasil transaksi Narkotika.

    Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara menanti keduanya.

    AKP Gusti menegaskan, penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Mataram dalam memberantas peredaran gelap Narkotika di wilayah hukum mereka.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan pihak Kepolisian guna memutus mata rantai peredaran Narkoba di Kota Mataram,” tutupnya. (can)

    Keterangan Foto:

    DITANGKAP: Dua pria MYA (40), dan AW (33), saat diringkus Polresta Mataram. (Susan/lombokexpress.id)

  • Peran Budaya dalam Pengembangan Pariwisata

    Peran Budaya dalam Pengembangan Pariwisata

    BUDAYA memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata. Beragam tradisi, seni, dan warisan budaya suatu daerah menjadi daya tarik utama yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

    Budaya menjadi magnet utama bagi wisatawan. Tradisi khas, seperti Tari Kecak di Bali atau Festival Bau Nyale di Lombok, mampu memberikan pengalaman unik bagi wisatawan. Hal ini menjadikan budaya sebagai elemen penting dalam mempromosikan destinasi wisata.

    Keberagaman budaya memungkinkan terciptanya produk wisata yang bervariasi. Selain wisata alam, wisatawan dapat menikmati wisata budaya seperti kunjungan ke desa adat, museum, hingga festival budaya. Hal ini memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas segmentasi pasar pariwisata.

    Pariwisata berbasis budaya turut mendukung upaya pelestarian tradisi lokal. Dana yang diperoleh dari sektor ini sering digunakan untuk melestarikan seni, musik, tarian, dan adat istiadat yang berpotensi hilang jika tidak didukung dengan baik.

    Budaya lokal yang dijadikan objek wisata memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Penjualan kerajinan tangan, kuliner tradisional, serta jasa pemandu wisata berbasis budaya membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga setempat.

    Pengembangan wisata budaya membantu memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhurnya. Hal ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keaslian budaya.

    Melalui interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal, terjadi pertukaran budaya yang mendorong saling pengertian dan toleransi. Pariwisata budaya juga menjadi sarana promosi nilai-nilai luhur yang dimiliki suatu daerah.

    Tantangan dan Solusi

    Komersialisasi yang berlebihan dapat mengurangi keaslian budaya dan mengganggu keberlanjutan. Solusi terbaik adalah mengembangkan konsep pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam pengelolaan wisata.

    Budaya memiliki peran signifikan dalam memperkuat sektor pariwisata. Dengan memanfaatkan potensi budaya secara bijaksana, destinasi wisata dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan, pariwisata berbasis budaya juga mampu melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. (red/*)

    Keterangan Foto: Salah satu budaya Sasak. (Foto: net)

  • Riau Siap Sambut HPN 2025: Menguatkan Peran Pers di Era Digital

    Riau Siap Sambut HPN 2025: Menguatkan Peran Pers di Era Digital

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Provinsi Riau akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, yang akan berlangsung pada 6 hingga 9 Februari 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi insan pers Indonesia untuk mempererat kolaborasi, memperkuat peran media, dan menjawab tantangan besar di era transformasi digital.

    Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh Panitia HPN 2025, kegiatan ini akan dihadiri oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia, bersama para pengurusnya.

    HPN 2025 dirancang dengan rangkaian agenda yang mencakup seminar, diskusi, dan konvensi nasional, di mana isu-isu strategis seperti peran media dalam pembangunan bangsa, kebebasan pers, dan tantangan etika jurnalistik akan menjadi topik utama.

    Acara akan diawali dengan Welcome Dinner, yang dirancang sebagai ajang silaturahmi antara insan pers dengan para pemangku kepentingan.

    Rangkaian kegiatan berikutnya akan meliputi seminar dan diskusi yang membahas isu-isu krusial seperti tantangan disrupsi digital dan peluang ekonomi kreatif berbasis media.

    Salah satu agenda utama adalah Konvensi Nasional Media Massa, yang diharapkan menjadi forum strategis untuk merumuskan kebijakan dan langkah nyata dalam menghadapi dinamika industri media.

    Puncak perayaan HPN 2025 dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2025, yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

    Kehadiran Presiden menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi.

    Panitia HPN 2025 telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk memastikan kenyamanan para peserta.

    Setiap PWI provinsi akan mendapatkan akomodasi berupa tiga kamar selama pelaksanaan acara, mulai dari tanggal 6 hingga 10 Februari 2025.

    Selain itu, layanan transportasi lokal termasuk penjemputan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju lokasi kegiatan juga telah disediakan.

    Zulmansyah Sekedang, Penanggung Jawab HPN 2025, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar ajang seremonial. Melainkan juga kesempatan untuk memperkuat peran pers dalam membangun bangsa.

    “HPN 2025 di Riau menjadi momentum penting untuk merayakan dedikasi insan pers sekaligus merumuskan peran strategis media dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Zulmansyah Sekedang, di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

    M. Selamet Susanto, Ketua Panitia HPN 2025 menjelaskan, dalam era digital yang penuh tantangan ini, pers menghadapi perubahan besar dalam cara informasi diproduksi, disampaikan, dan diterima oleh publik.

    Oleh karena itu, HPN 2025 diharapkan menjadi forum diskusi strategis untuk merumuskan solusi yang relevan, serta mempertegas komitmen pers sebagai pilar demokrasi yang kredibel dan berintegritas.

    “Saya berharap HPN 2025 dapat menjadi inspirasi bagi para insan pers untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” jelas Marthen.

    Informasi lebih lanjut mengenai acara ini dapat diperoleh melalui Sekretariat Panitia Pusat HPN 2025.

    Panitia mengundang seluruh Ketua PWI Provinsi dan Ketua PWI Kabupaten/Kota untuk hadir bersama pengurusnya, di mana surat undangan pemberitaan awal sudah dikirim melalui pesan WhatsApp.

    Informasi dan konfirmasi kehadiran dapat disampaikan melalui kontak panitia, yaitu:

    • Aliffia (0882-2017-0952)

    • Wachyono (0822-6063-1287)

    Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari semua pihak, HPN 2025 diharapkan menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan pers Indonesia.

    Tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan bangsa melalui media yang bertanggung jawab. ***

    Keterangan Foto: Zulmansyah Selendang, Penanggung Jawab HPN 2025. (ist)

  • Diduga Akibat Depresi, Pemuda di Cakranegara Nekat Akhiri Hidup

    Diduga Akibat Depresi, Pemuda di Cakranegara Nekat Akhiri Hidup

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)–Peristiwa memilukan terjadi di Abiantubuh Cakranegara, Kota Mataram. Seorang Pemuda berusia 28 tahun, berinisial IGARAS ditemukan tewas gantung diri di gudang rumahnya pada Sabtu siang (04/01/2025) sekitar pukul 14:15 WITA.

    Kejadian tragis ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban, berinisial IKSPY. Menurut keterangan, awalnya orang tua korban mendengar dering telepon dari kamar anaknya,.Ketika hendak menyerahkan telepon tersebut, korban tidak ditemukan di kamarnya, lalu dicari ke rumah belakang yang letaknya berada di belakang rumah.

    “Setelah memeriksa seluruh kamar, saya memutuskan untuk mengecek gudang di samping rumah. Betapa terkejutnya saya saat melihat anak saya tergantung di Plafon,” ungkap orang tua korban kepada petugas.

    Kapolsek Sandubaya Kompol Imam Maladi SIK. Menyatakan pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Personil piket fungsi Polsek Sandubaya bersama unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram segera melakukan evakuasi dan olah TKP.

    “Ketika petugas tiba di lokasi, korban sudah diturunkan oleh keluarga dan warga setempat,” jelas Kompol Imam

    Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan belakangan ini menunjukkan perubahan prilaku korban menjadi pendiam dan tampak kehilangan semangat hidup.

    “Dugaan sementara, korban mengalami depresi berat, Keluarga menyatakan ikhlas menerima musibah ini dan menolak dilakukan autopsi,”tambahnya.

    Kapolsek Sandubaya turut menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi ini dan menghimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga mereka.

    “Jika ada anggota keluarga dan kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi segera berikan perhatian lebih atau bawa mereka ke ahli untuk mendapatkan bantuan profesional,” pesannya.

    Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya dukungan mental dan emosional dalam keluarga, khususnya bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan hidup atau gangguan psikologis. (nang)

  • Tantangan Berat Pers di Era Digital: Sorotan Akhir Tahun Dewan Pers 2024

    Tantangan Berat Pers di Era Digital: Sorotan Akhir Tahun Dewan Pers 2024

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID) – Tahun 2024 menjadi ujian berat bagi dunia pers nasional. Ketatnya persaingan di era digital dan iklim industri yang kurang kondusif telah menyebabkan banyak media cetak besar gulung tikar.

    Melalui siaran Persnya, Dewan Pers menjelaskan, pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja media, termasuk jurnalis, juga terus meningkat. Data menunjukkan lebih dari 1.200 karyawan media kehilangan pekerjaan sepanjang 2023 dan 2024.

    Media lokal kini menghadapi persaingan ketat dengan platform digital global dan media sosial yang menguasai hingga 75% pangsa pasar iklan nasional. Kondisi ini mendorong Dewan Pers mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan ekosistem pers.

    Dewan Pers mendorong penerbitan Perpres Nomor 32/2024 yang mengatur tanggung jawab perusahaan platform digital dalam mendukung jurnalisme berkualitas. Perpres ini bertujuan menciptakan pembagian pendapatan iklan yang lebih adil antara media lokal dan platform global. Untuk mengawal implementasinya, Dewan Pers membentuk Komite Tanggung Jawab Platform Digital.

    Selain itu, Dewan Pers konsisten mengawal kemerdekaan pers dengan menolak draf Rancangan UU Penyiaran yang dianggap bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

    Kekerasan terhadap Wartawan

    Kasus kekerasan terhadap wartawan masih menjadi perhatian utama. Salah satu kasus tragis adalah pembunuhan wartawan Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya di Karo, Sumatera Utara. Sepanjang 2024, AJI mencatat 69 kasus kekerasan terhadap wartawan, termasuk pembakaran kantor media di Bogor.

    Indeks Kemerdekaan Pers

    Survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2024 mencatat penurunan skor dari 71,57 pada 2023 menjadi 69,36, yang masuk kategori “cukup bebas.” Penurunan ini dipengaruhi tingginya kasus kekerasan dan ketergantungan media pada pemerintah daerah.

    Peningkatan Profesionalisme Jurnalis

    Demi meningkatkan kualitas jurnalis, Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk 1.779 peserta, dengan 1.604 di antaranya dinyatakan kompeten. Total wartawan bersertifikat kompeten kini mencapai 30.074 orang.

    Dewan Pers juga menyelenggarakan Workshop Peliputan Pemilu 2024 di 34 provinsi serta menyusun pedoman penting, seperti Pedoman Pencegahan Kekerasan Seksual dan Pedoman Perilaku Pers Profesional.

    Tantangan Artificial Intelligence (AI)

    Kehadiran kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru bagi industri pers. Dewan Pers merespons dengan menyusun pedoman pemanfaatan AI di ruang redaksi serta mengadakan pelatihan bagi jurnalis dan mahasiswa.

    Anugerah Dewan Pers 2024

    Penghargaanlifetime achievement tahun ini diberikan kepada almarhum Prof. Ichlasul Amal, sementara Hendra Eka, fotografer Jawa Pos, dinobatkan sebagai wartawan terbaik. Radio Elshinta dinyatakan sebagai perusahaan pers terbaik.

    Ketua Dewan Pers, Dr. Ninik Rahayu, menutup tahun dengan harapan besar. “Mari bersama menjaga dan merawat kemerdekaan pers untuk membangun peradaban bangsa yang lebih baik,” ujarnya. (**)

    Keterangan Foto:

    Ketua Dewan Pers, Dr. Ninik Rahayu. (ist)

  • Dari Talaga Banten, Sungai Gus Ipul Mengalir Jauh

    Dari Talaga Banten, Sungai Gus Ipul Mengalir Jauh

    SERANG (LOMBOKEXPRESS.ID)– Embay Solihin Kepala Desa (Kades) Talaga bersama tokoh dan masyarakat Kampung Saung, Selasa 31 Desember 2024 menggelar pengajian dan doa bersama di tepi Sungai Taman Firdaus di Kampung Saung Desa Talaga Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

    Doa bersama tersebut dihadiri Firdaus Ketua Umum SMSI Pusat, GS. Ashok Kumar, Ketua BPD PHRI Provinsi Banten dan Pokja organisasi Konstituen Dewan Pers Provinsi Banten Fahdi Khalid, Sekretaris PWI Banten, Teguh Akbar Idham, Wakil Ketua PWI Banten, Wisnu Anggoro Ketua SMSI Kabupaten Serang.

    Pada kesempatan tersebut Embay Kades Talaga mengatakan “Terimakasih atas suport dari Abang Firdaus dan GS Ashok Kumar, Bang Opan Ketua PWI Provinsi Banten, Bang Lesman Bangun Ketua SMSI Banten sehingga Desa Talaga didatangi Gus Ipul Mensos RI, Bapak Yandri Menteri Desa dan Bapak Sony Gubernur Banten terpilih, Ibu Ratu Zaskiya Bupati Serang terpilih, Bapak Jenderal Firman Danrem 064/My dan Brigjend. Polisi Rohmad Nursahid Kepala BNN Banten,” ujar Embay.

    Embay juga menyampaikan sebagai informasi, sejak Zaman Belanda dan Jepang hingga alam Indonesia merdeka belum ada Bupati apalagi Gubernur dan Jenderal TNI atau Jenderal Polri hadir di Desa Talaga ini. “Alhamdulillah Wasilahnya Abang Firdaus dan kawan-kawan Media, Desa Talaga dapat perhatian, dan bahkan dijadikan tempat Kick Off HKSN,” ungkap Embay

    Embay juga mengutarakan, rasa syukur masyarakat Desa Talaga, memberi nama sungai yang melintas di dusun Saung dengan nama Sungai Gus Ipul. “Penyematan nama Gus Ipul tersebut, tidak lepas dari kepeloporan beliau dalam menggerakkan para pengambil kebijakan pusat dan daerah hadir di desa Telaga untuk gotong Royong, filterisasi sungai dan makan bersama Masyarakat. Semoga peristiwa ini menjadi titik balik untuk masyarakat Talaga bangkit dari keterpurukan,” urai Kades Telaga ini.

    Pada kesempatan itu juga, Embay menyampaikan permohonannya kepada Firdaus Ketum SMSI kiranya berkenan, Bukit kecil tempat Kick Off HKSN 2024 dijadikan tempat bersejarah, dimana bukit tersebut saksi bisu, dimana seorang menteri, menjadi pelopor menggerakkan dinas sosial setanah air untuk bergerak bersama dalam kerjabhakti songsong HKSN.

    Senada dengan Embay Kades Talaga, Ustadz Fahroji mengatakan dirinya bersama warga sepakat dengan memberikan nama sungai Gus Ipul, ini merupakan wujud rasa terimakasih kepada Menteri Sosial yang sudah mengunjungi dan menjadi Desa Talaga sebagai pusat peluncuran HKSN 2024.

    “Kami bersama warga sepakat menamakan sungai ini dengan nama Sungai Gus Ipul. Karena warga juga menilai jika Gus berperan besar dalam membuka mata seluruh masyarakat dan yang instansi terkait, atas kelestarian sungai di Kampung Saung ini, dimana selama ini sungai ini hanya di jadikan tempat pembuangan sampah, tetapi kini setelah kehadiran bapak-bapak menteri, Gubernur dan Bupati kini sungai ini telah membaik. Kita juga meminta kepada bapak Firdaus agar menyampaikan hal ini kepada Menteri Sosial Gus Ipul,” kata Fahroji.

    Di penutup acara sebelum dimulainya Yasinan dalam rangka selamatan menyongsong tahun baru 2025 dan penyematan nama Gus Ipul sebagai nama Sungai di dusun Saung Desa Telaga, Kecamatan Mancak Kabupaten Serang. Firdaus mengatakan, segera menyampaikan ke Gus Ipul apresiasi masyarakat tersebut.

    Sebelum acara di tutup, Kades Telaga bersama Ketum SMSI disaksikan para hadirin Embay Kades Desa Talaga bersama tokoh dan Masyarakat Kampung Saung, Selasa 31 Desember 2024 menggelar pengajian dan doa bersama di tepi Sungai Taman Firdaus di Kampung Saung desa Talaga Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. (red)

  • Menapaki Keindahan Wisata Alam Ranget di Lombok Barat

    Menapaki Keindahan Wisata Alam Ranget di Lombok Barat

    Di sudut tenang Lombok Barat, tersembunyi sebuah permata wisata alam yang memikat hati—Wisata Alam Ranget di BKPH Rinjani Barat.

    Berlokasi di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada. Obyek wisata ini menghadirkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, tradisi lokal, dan pengalaman tak terlupakan.

    Saat momen Lebaran Topat misalnya, kawasan ini menjadi destinasi favorit warga setempat. Termasuk beberapa pengurus SMSI NTB. “Alam masih sangat alami namun menarik untuk dikunjungi,” kata Humas SMSI, Anang.

    Jumlah kunjungan meningkat signifikan pada musim liburan. Dalam sehari, pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Selain itu, peningkatan juga terlihat pada hari libur biasa. “Ratusan pengunjung setiap hari,” kata Anang yang mengaku kerap berwisata ke Ranget.

    Wisata Alam Ranget dikelola melalui kolaborasi antara Dinas LHK NTB, KPH Rinjani Barat, dan Koperasi Rinjani Barat. Pengelolaan tiket dan retribusi sebesar Rp 5.000 per pengunjung ddiatur dalam Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS), dengan pembagian hasil yang melibatkan pemerintah daerah dan kelompok kerja (Pokja).

    Melangkah ke dalam kawasan ini, pengunjung disambut oleh jalur trekking yang membelah hutan tropis. Di sepanjang jalur, gemuruh air dan kesejukan angin pegunungan menciptakan harmoni yang memanjakan indera. Di beberapa sudut, air terjun kecil menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan momen penyegaran yang menyatu dengan ketenangan alam.

    Bagi pecinta agrowisata, kebun kopi, kakao, dan tanaman herbal di sekitar kawasan ini adalah daya tarik lain. Wisatawan dapat menikmati hasil bumi sekaligus mempelajari proses pengolahannya langsung dari petani lokal.

    Keindahan BKPH Rinjani Barat juga menarik perhatian para fotografer. Lanskap pegunungan yang gagah, cahaya matahari yang memancar lembut, dan panorama hijau yang memanjakan mata adalah momen-momen yang wajib diabadikan. Kawasan ini juga memiliki nilai spiritual mendalam, dengan ritual adat dan lokasi meditatif yang memperkaya pengalaman pengunjung.

    BKPH Rinjani Barat bukan sekadar destinasi wisata. Ini adalah tempat di mana keindahan alam, petualangan, dan kedamaian berpadu menjadi satu. Bagi Anda yang mencari pelarian sejenak dari rutinitas, kawasan ini adalah jawaban sempurna. Setiap langkah di sini adalah bagian dari kisah indah yang akan selalu dikenang.

    Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kunjungi Wisata Alam Ranget dan temukan pesonanya sendiri! (red)

  • BGN Sarankan Korban Penipuan Program Makan Bergizi Lapor Polisi

    BGN Sarankan Korban Penipuan Program Makan Bergizi Lapor Polisi

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat yang menjadi korban penipuan program fiktif Makan Bergizi untuk segera melapor ke polisi. Pernyataan ini merespons terungkapnya kasus puluhan pelaku usaha katering di wilayah Jawa Timur, yang tertipu oleh pihak tidak bertanggung jawab.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., melalui keterangan persnya, Sabtu (28/12/2024), menjelaskan jika program makan bergizi yang dirancang Presiden Prabowo Subianto hingga kini baru tahap uji coba. Modus yang mencatut nama institusi Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri itu, menurutnya, murni penipuan.

    “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Program makan bergizi merupakan inisiatif pemerintah, yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, bukan untuk dimanfaatkan oleh oknum jahat. Kami imbau para korban segera melapor ke polisi, agar kasus ini segera diusut,” ujar Lalu Iwan.

    Perwira Menengah (Pamen) Polri melati tiga itu menegaskan, BGN akan mendukung penuh aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus serupa di masa mendatang.

    “Program pemerintah selalu melalui prosedur resmi. Jika ada penawaran yang mencurigakan, silakan konfirmasi langsung ke instansi terkait. Jangan pernah menyerahkan uang tanpa kejelasan,” imbau Iwan.

    BGN juga menggarisbawahi komitmennya untuk segera meluncurkan program baru tahap uji coba tersebut, guna membantu masyarakat dan mencegah penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    “Kami percaya, program ini akan memberikan manfaat nyata jika dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran,” ungkapnya.

    Diinformasikan, BGN mulai tanggal 26-28 Desember 2024 melaksanakan uji coba program pemberian makan bergizi gratis, di 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan itu dilakukan serentak di enam wilayah provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, turun langsung memantau pelaksanaan uji coba di SPPG Cilandak, Jakarta Selatan.

    “Kami memastikan seluruh proses distribusi makanan bergizi ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dadang, Jumat (27/12/2024).

    “Hasil dari uji coba ini akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan di masa mendatang,” imbuhnya. (rls)

  • TPG dan THR Guru Agama Belum Dibayarkan, AGPAII NTB Desak Pemerintah Bertindak Adil

    TPG dan THR Guru Agama Belum Dibayarkan, AGPAII NTB Desak Pemerintah Bertindak Adil

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi NTB bersama pengurusnya mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB pada Jumat (27/12/2024). Langkah ini diambil sebagai respons atas ketidakadilan yang dirasakan guru agama di NTB.

    Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tahun 2023 dan 2024 hingga saat ini belum dibayarkan, berbeda dengan guru umum yang telah menerima pembayaran tersebut sejak lama.

    Pengurus AGPAII yang hadir antara lain Ketua dan Wakil Ketua DPW AGPAII NTB, Ketua DPD AGPAII Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, serta Koordinator DPW AGPAII Pulau Sumbawa yang juga menjabat Ketua DPD AGPAII Dompu.

    Ketua AGPAII NTB, Sulman Haris, menyatakan pihaknya akan terus berupaya mencari solusi bagi guru agama di NTB dengan berkoordinasi langsung dengan pemangku kebijakan di Dikbud dan Kementerian Agama.

    “Dari 10 kabupaten/kota di NTB, sejauh ini hanya Kota Mataram yang sudah mencairkan TPG dan THR. Kabupaten/kota lainnya belum merealisasikannya, dan hal ini sangat meresahkan,” ujar Sulman.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah harus bersikap adil terhadap guru agama yang telah berjasa membina akhlak dan karakter generasi muda.

    “Guru umum sudah menerima haknya, tapi guru agama sampai sekarang belum. Ini sangat disayangkan, seolah-olah kami hanya menjadi penonton saat yang lain mendapatkan haknya,” tegasnya.

    Penjelasan Regulasi

    Sulman menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kabid GTK Dikbud NTB terkait regulasi pembayaran yang merujuk pada surat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI No. S-60/PK/PK.2/2024 tentang Penyampaian Data TPG dan Tamsil untuk THR dan Gaji ke-13 Guru ASN Daerah Tahun 2024. Surat ini ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di seluruh Indonesia.

    “Kami telah mendapatkan penjelasan dari Dikbud NTB dan selanjutnya akan mendatangi Kanwil Kemenag NTB untuk memperjelas masalah ini,” ungkap Sulman.

    Perjuangan Bersama

    Perjuangan AGPAII tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi. Di tingkat kabupaten/kota, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, dan beberapa daerah di Pulau Sumbawa, langkah serupa juga dilakukan untuk menuntut hak guru agama.

    Sulman berharap pemerintah segera menyelesaikan pembayaran TPG untuk guru agama di semua jenjang pendidikan, termasuk TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB yang telah tertunda hingga 10 bulan.

    “Minggu ini, sebelum Desember berakhir, kami meminta pemerintah segera menyelesaikan pembayaran ini,” tegasnya.

    AGPAII NTB juga berencana menggandeng organisasi profesi guru lainnya, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, MGMP, PGRI, dan forum guru lainnya untuk memperjuangkan hak guru agama secara kolektif. (nang)