Blog

  • Pengabdian Kombes Ahmad Musthofa Kamal: Dari Aceh hingga Papua, Menjaga Negeri

    Pengabdian Kombes Ahmad Musthofa Kamal: Dari Aceh hingga Papua, Menjaga Negeri

    Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, lahir pada 1 September 1968, adalah sosok perwira Polri yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengabdi kepada negara. Dengan pangkat Komisaris Besar Polisi, lulusan Sepa Milsuk 1992/1993 ini kini menjabat sebagai Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Selama lebih dari 20 tahun, ia tak hanya mengemban tugas di wilayah-wilayah strategis, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan dengan profesionalisme tinggi.

    Mengawali Karier di Tengah Konflik Aceh

    Pada tahun 1993, AM Kamal memulai kiprahnya di Polda Aceh, wilayah yang saat itu berstatus sebagai Daerah Operasi Militer (DOM). Dalam Operasi DOM 7, ia bekerja sama dengan TNI untuk menjaga stabilitas di kawasan seperti Bireun, Perlak, dan Pondok Aceh Tengah. Kepemimpinan dan integritasnya mulai teruji di wilayah penuh konflik tersebut.

    Sebagai Kapolsek Padang Tiji, ia menghadapi tantangan berat karena daerah ini menjadi basis simpatisan Gerakan Aceh Merdeka. Dengan pendekatan humanis, ia berhasil membangun kepercayaan masyarakat setempat, terutama melalui penguasaan bahasa Aceh yang mempermudah komunikasi dan mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.

    Mengukir Prestasi di Wilayah Lain

    Setelah menyelesaikan pendidikan di Selapa Polri, AM Kamal bertugas di Polda Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Di Sumut, ia berhasil mengungkap kasus-kasus besar, termasuk perambahan hutan oleh korporasi besar dan penyalahgunaan BBM ilegal. Keberhasilannya dalam mengungkap kasus yang merugikan negara hingga miliaran rupiah menjadikannya figur yang diakui di lingkup Polda Sumut.

    Tahun 2008, ia dipindahtugaskan ke Polda Maluku Utara sebagai Kapolres Halmahera Selatan. Di wilayah pasca-konflik ini, AM Kamal kembali menunjukkan kepemimpinan cemerlang.

    Salah satu pencapaiannya adalah menjaga stabilitas Pilkada di tengah ancaman konflik dengan menggunakan diskresi kepolisian untuk melindungi hasil pemungutan suara.

    Menghadapi Tantangan Papua

    Tahun 2016 menjadi tonggak penting dalam karier AM Kamal. Ia ditunjuk sebagai Kabid Humas Polda Papua, wilayah yang penuh tantangan keamanan. Selama lebih dari enam tahun, ia terlibat dalam berbagai operasi besar, seperti menangani krisis busung lapar di Asmat, membebaskan sandera di Tembagapura, hingga menjadi bagian dari Satgas Nimangkawi dan Satgas Damai Cartenz. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan dari Kapolri hingga Presiden RI.

    Peran Strategis di Divisi Humas Polri

    Sejak 2022, AM Kamal menjabat sebagai Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Polri. Ia berhasil membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, institusi pendidikan, dan sektor swasta, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan profesionalisme anggota Polri.

    Figur Teladan di Kepolisian

    Dari Aceh hingga Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Berbagai tanda jasa, seperti Satyalancana Bhayangkara Nararya dan GOM VII, menjadi bukti nyata atas komitmen dan kerja kerasnya. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi perwira Polri untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa Indonesia. (red)

  • BBPOM Mataram dan Universitas Bumigora Sepakati Kerja Sama, Perkuat Edukasi Regulasi Produk Pangan

    BBPOM Mataram dan Universitas Bumigora Sepakati Kerja Sama, Perkuat Edukasi Regulasi Produk Pangan

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Bumigora melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

    Acara berlangsung di Aula Universitas Bumigora, dihadiri oleh Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan S., S.Si., Apt., dan Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D.

    Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengawasan obat dan makanan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkup kolaborasi meliputi pengembangan sumber daya manusia, pendampingan pelaku usaha, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan keamanan dan mutu produk obat dan makanan.

    “Penandatanganan MoU ini adalah langkah strategis untuk mendukung efektivitas pengawasan obat dan makanan, sekaligus memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha lokal di NTB,” ujar Yosef Dwi Irwan.

    Rektor Universitas Bumigora menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan misi universitas untuk berkontribusi pada masyarakat. “Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang regulasi produk pangan, sehingga memperkuat daya saing produk lokal,” ungkap Anthony.

    Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Manajemen Regulasi dan Sertifikasi Produk Pangan”, disampaikan oleh Kepala BBPOM Mataram. Dalam paparannya, Yosef menjelaskan pentingnya regulasi dan sertifikasi sebagai upaya memastikan keamanan, mutu, dan daya saing produk pangan, baik di pasar lokal maupun global.

    “Regulasi dan sertifikasi, seperti PIRT dan MD, bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga strategi untuk membuka peluang pasar, termasuk ekspor,” jelas Yosef. Ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pilar pentaheliks dalam pengawasan obat dan makanan.

    Mahasiswa dan dosen Universitas Bumigora yang hadir antusias mengikuti kuliah umum ini. Sesi diskusi pun berlangsung interaktif, membahas berbagai tantangan pelaku usaha lokal dalam memahami regulasi dan sertifikasi. Yosef mengajak civitas akademika untuk aktif menjadi penyambung informasi kepada masyarakat dan pendamping UMKM, sekaligus melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa.

    Rektor Universitas Bumigora mengapresiasi kuliah umum ini sebagai langkah konkret dari kolaborasi tersebut. “Kegiatan ini memberikan wawasan praktis yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mendukung industri pangan di NTB,” kata Anthony.

    Melalui kerja sama ini, BBPOM Mataram dan Universitas Bumigora berkomitmen untuk terus mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat demi meningkatkan keamanan pangan dan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional. (nang)

  • Gubernur Terpilih HLM Iqbal Disambut Barongsai dan Ribuan Pendonor Darah

    Gubernur Terpilih HLM Iqbal Disambut Barongsai dan Ribuan Pendonor Darah

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Donor darah yang digelar Perhimpunan INTI NTB dan RSUP NTB sukses besar. Dari ribuan pendaftar, panitia mencatat 1.085 kupon telah dibagikan. “Alhamdulillah, ini capaian luar biasa,” ujar Ketua Panitia Donor Darah, Rudi Hidayat.

    Sekretaris INTI NTB, Kristo Sunggara, SH, menjelaskan kegiatan tersebut menargetkan 1.000 pendonor. “Beberapa peserta juga lulus medical check-up,” tambahnya.

    Ketua Harian INTI NTB, S. Widjanarko, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk pendonor, sponsor, manajemen Epicentrum Mall, dan Dirut RSUP NTB beserta tim. “Kegiatan ini murni kerja kemanusiaan, hasilnya untuk masyarakat NTB,” katanya.

    Ketua Perhimpunan INTI NTB, Alwan S. Thero, juga memberikan penghargaan atas kontribusi semua pihak. Ia menyebut acara ini istimewa dengan kehadiran Gubernur Terpilih NTB, Dr. HL Muhammad Iqbal, serta Sekjen PP INTI, Candra Jap.

    Menurut Alwan, donor darah ini merupakan yang kesembilan sejak 2019 dan selalu ramai peserta karena banyaknya doorprize menarik. “Ke depan, kami berkomitmen untuk menyelenggarakannya dengan lebih baik,” katanya.

    Ketua Umum PP INTI, Teddy Sugianto, melalui Sekjen PP INTI, Candra Jap, berharap di bawah kepemimpinan Lalu Muhammad Iqbal, INTI dapat semakin aktif berkontribusi bagi masyarakat NTB.

    Dirut RSUP NTB, dr. HL Herman Mahaputra, yang akrab disapa Dokter Jack, mengungkapkan kerja sama kedua antara INTI dan RSUP ini menjadi awal yang baik di tahun baru. “Semoga kolaborasi ini terus berkembang,” ujarnya.

    Atraksi Barongsai Sambut Gubernur Terpilih

    Kehadiran Gubernur Terpilih NTB, Dr. HLM Iqbal, menjadi momen menarik. Dua barongsai dan penari menyambutnya di pintu masuk Epicentrum Mall. Atraksi tersebut dipersembahkan oleh Syantik Yunior dengan pembawa acara ABA alias Ko Ayank, Ko Budi, dan Ko Ari Po.

    Dalam sambutannya, Dr. HLM Iqbal meminta INTI untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan NTB di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan.

    Acara ini semakin meriah dengan penampilan para artis Chinese, seniman lokal, hingga atraksi wushu yang memukau. Tak ketinggalan, Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi, turut menghibur para peserta. Penampilan tersebut disertai banyak saweran, menambah semarak suasana.

    Donor darah ini menunjukkan bagaimana kerja sama lintas pihak mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Perhimpunan INTI NTB bertekad menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang memberikan manfaat luas. (*)

    Keterangan Foto:

    Gubernur Terpilih NTB, Dr. HL Muhammad Iqbal disambut barongsai. (ist)

  • Tujuh Bulan Prof Zudan Jabat Pj Gubernur, Pemprov Sulsel Raih 32 Penghargaan Tingkat Nasional

    Tujuh Bulan Prof Zudan Jabat Pj Gubernur, Pemprov Sulsel Raih 32 Penghargaan Tingkat Nasional

    MAKASSAR (LOMBOKEXPRESS.ID)– Prof Zudan Arif Fakrulloh resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei 2024. Selama tujuh bulan masa kepemimpinannya, ia berhasil mencatatkan berbagai pencapaian yang membuat masyarakat Sulsel merasa bangga dan kehilangan.

    Sosok yang kini diamanahkan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut meninggalkan jejak yang mendalam di hati masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulsel.

    “Sehat selalu Prof, kami masyarakat Sulawesi Selatan sangat bersyukur Bapak pernah menjadi gubernur kami dan banyak perubahan baik,” tulis seorang warga di kolom komentar Instagram.

    Selama menjabat sebagai Pj Gubernur, Prof Zudan dikenal sebagai pemimpin yang membawa perubahan nyata, terutama di bidang pelayanan publik dan kesejahteraan ASN. Salah satu warganet, akun oncho_supriyanto, menyampaikan apresiasinya, “Gaji tepat waktu, TPP juga. Selalu perhatian dengan pegawai. Saya tidak tahu nanti setelah Pak Pj Gubernur tidak di Sulsel lagi, semoga tidak kembali ke setelan pabrik.”

    Akun lainnya, bojes_ungu, juga menimpali, “Gubernur andalanku yang tidak mungkin dilupakan oleh ASN (gaji dan kinerja tepat waktu). Sehat selalu Pak Prof.”

    Prof Zudan membawa Sulawesi Selatan meraih 32 penghargaan tingkat nasional hanya dalam rentang waktu tujuh bulan, dari Juni hingga Desember 2024.

    Beberapa penghargaan yang diraih mencakup berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga pengelolaan lingkungan. Berikut adalah beberapa penghargaan tersebut:

    – Penghargaan Anubhawa Sasana Desa Tahun 2024 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

    – Penghargaan Pengembangan Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) dari Kepala Kepolisian Negara RI.

    – Pemecahan Rekor MURI Pergelaran Tari Paddupa oleh Pelajar Terbanyak dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

    – Pemecahan Rekor MURI untuk mengenakan busana baju bodo oleh pelajar terbanyak dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

    – Penghargaan BAPANAS Award 2024 dari Badan Pangan Nasional.

    – Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024 dari Mendikbudristek RI.

    – Penghargaan Pelayanan Publik Top Inovasi Kelompok Replika Tahun 2024 Program SatSet Ma di UPT RSUD Haji Makassar dari KemenPAN-RB.

    – Penghargaan Pelayanan Publik Penyelenggaraan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2024 dari KemenPAN-RB.

    – Penghargaan Insentif Fiskal Rp6,1 miliar dari Kementerian Keuangan.

    – Pengembangan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Domain Kesehatan dan Kesejahteraan Tertinggi Ke-4 Tingkat Nasional dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI

    – Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Kategori Intensitas dan Beban Kerja Urusan Pemerintah Daerah di Bidang Ketenagakerjaan Kategori Besar Terbaik Pertama dari Wakil Presiden dan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

    – Penghargaan Indeks Pembangunan (IPK) Kategori Indikator Hubungan Industrial dari Wakil Presiden dan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

    – Penghargaan Kategori Kesejahteraan Rakyat dengan Fiskal Rendah dari Kementerian Dalam Negeri.

    – Penghargaan Kategori Kinerja Total dengan Fiskal Rendah dari Kementerian Dalam Negeri.

    – Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award dari Wakil Presiden RI.

    – Penghargaan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2024 Kategori Pulau Sulawesi dari Presiden RI.

    – Penghargaan sebagai Daerah dengan Kinerja Penyaluran Pupuk Bersubsidi Terbaik tingkat Provinsi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

    – Penghargaan SDG’s Action Award 2024 berkat inovasi Pasti Beraksi.

    – Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha dari Kementerian Dalam Negeri.

    – Rekor MURI 535.500 Masyarakat Ikuti Jalan Sehat dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-355 Tahun Serentak di 24 Kabupaten dan Kota Se-Sulawesi Selatan.

    – Penghargaan EPSS Predikat Baik dari Badan Pusat Statistik.

    – Penghargaan Peringkat III Kategori Provinsi dalam Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

    – Penghargaan Peringkat V Kategori Provinsi yang Mendukung Capaian Layanan Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Stroke Uronefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

    – Penghargaan Level 3 Indeks Maturinitas Tata Kelola Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) dari Badan Standarisasi Nasional.

    – Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Evaluasi Kinerja dari Kementerian Dalam Negeri.

    – Penghargaan Indeks Reformasi Hukum Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan dari Kementerian Hukum RI.

    – Prestasi Pj Gubernur Terbaik Se-Indonesia dari Menteri Dalam Negeri

    – Kategori Daerah yang Berhasil Mendorong Transisi Energi dan Mengoptimalkan Pemanfaatan Potensi Energi Baru dan Terbarukan dari Dewan Energi Nasional

    – Predikat Penilaian Kepatutan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024 dari Ombudsman RI

    – Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kategori Pemerintah Provinsi Informatif 2024

    – APDB Award Kategori Realisasi Belanja Daerah Tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri.

    – APDB Award Kategori Rasio Belanja Terhadap Tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri.

    Kesuksesan ini tidak terlepas dari komitmen Prof Zudan dalam menciptakan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh stakeholder terkait.

    Ia dikenal sebagai pemimpin yang inovatif dan mampu merangkul berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

    Salah satu inovasi yang diimplementasikan adalah digitalisasi pemerintahan, yang mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik.

    Selain itu, pengendalian inflasi dan peningkatan ekspor menjadi fokus utama dalam memajukan perekonomian daerah.

    “Kami selalu menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun Sulawesi Selatan menjadi lebih baik,” ujar Prof Zudan.

    Dedikasinya tidak hanya diakui di tingkat daerah, tetapi juga di level nasional. Pada 4 Desember 2024, ia dinobatkan sebagai Pj Gubernur atau Kepala Daerah terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri.

    “Pencapaian ini bukanlah hasil kerja individu, tetapi buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat Sulsel,” kata Prof Zudan.

    Prof Zudan kini sudah dilantik menjadi Kepala BKN. Ia akan menghadapi tantangan baru di tingkat nasional. Meski demikian, masyarakat Sulsel berharap pemimpin penggantinya dapat meneruskan warisan positif yang telah ditinggalkan.

    Tidak dapat dipungkiri, gaya kepemimpinan Prof Zudan meninggalkan kesan mendalam. Ia tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses, dengan menanamkan nilai-nilai integritas dan keberlanjutan.

    Hal ini tercermin dalam penghargaan yang diraih Pemprov Sulsel, seperti Indeks Reformasi Hukum dan Predikat Sangat Baik dalam Evaluasi Kinerja dari Kementerian Dalam Negeri.***

  • Prof Zudan Arif Fakrulloh Dilantik jadi Kepala BKN

    Prof Zudan Arif Fakrulloh Dilantik jadi Kepala BKN

    MAKASSAR (LOMBOKEXPRESS.ID)– Prof Zudan Arif Fakrulloh resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei 2024.

    Selama tujuh bulan masa kepemimpinannya, ia berhasil mencatatkan berbagai pencapaian yang membuat masyarakat Sulsel merasa bangga dan kehilangan.

    Sosok yang kini diamanahkan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut meninggalkan jejak yang mendalam di hati masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulsel.

    “Sehat selalu Prof, kami masyarakat Sulawesi Selatan sangat bersyukur Bapak pernah menjadi gubernur kami dan banyak perubahan baik,” tulis seorang warga di kolom komentar Instagram.

    Selama menjabat sebagai Pj Gubernur, Prof Zudan dikenal sebagai pemimpin yang membawa perubahan nyata, terutama di bidang pelayanan publik dan kesejahteraan ASN.

    Salah satu warganet, akun oncho_supriyanto, menyampaikan apresiasinya, “Gaji tepat waktu, TPP juga. Selalu perhatian dengan pegawai. Saya tidak tahu nanti setelah Pak Pj Gubernur tidak di Sulsel lagi, semoga tidak kembali ke setelan pabrik.”

    Akun lainnya, bojes_ungu, juga menimpali, “Gubernur andalanku yang tidak mungkin dilupakan oleh ASN (gaji dan kinerja tepat waktu). Sehat selalu Pak Prof.”

    “Sedih bercampur bahagia, ditinggal bapa pejuang luar biasa bapa prof. susah bisa di temukan seperta bapa. smga besok lusa bapa prof. di nobatkan mentri dlm kabinet bapa presiden probowo amin,” tulis akun Tiktok @TriPutri_Tri.

    ‘Terima kasih Prof. sukses selalu, sehat sekeluarga, mudah2an dapat pemimpin yang sama kedepannya, jujur saya sedih, ditinggal Prof. mudah2an juga programnya prof di lanjutkan pemimpin berikutnya,” ujar akun @syamsuddinmapparenta.

    Dengan dilantiknya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan kini menghadapi tantangan baru di tingkat nasional. Meski demikian, masyarakat Sulsel berharap pemimpin penggantinya dapat meneruskan warisan positif yang telah ditinggalkan.

    “Semoga Pj Gubernur berikutnya dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan baik dan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat,” harap salah satu ASN di Makassar.

    Tidak dapat dipungkiri, gaya kepemimpinan Prof Zudan meninggalkan kesan mendalam. Ia tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses, dengan menanamkan nilai-nilai integritas dan keberlanjutan.

    Hal ini tercermin dalam penghargaan yang diraih Pemprov Sulsel, seperti Indeks Reformasi Hukum dan Predikat Sangat Baik dalam Evaluasi Kinerja dari Kementerian Dalam Negeri.

    “Kami bangga pernah dipimpin oleh sosok seperti Prof Zudan. Beliau adalah pemimpin yang memahami kebutuhan masyarakat dan ASN,” ujar seorang tokoh masyarakat Sulsel.

    Masa jabatan Prof Zudan sebagai Pj Gubernur Sulsel memang telah berakhir, tetapi jejak kepemimpinannya akan terus dikenang oleh masyarakat. Dengan berbagai capaian yang telah diraih, Sulawesi Selatan kini memiliki fondasi yang kuat untuk terus maju dan berkembang di bawah pemimpin berikutnya. (red)

  • Para Pinandita Lokasabha III PSN Korda Kota Mataram Resmi dan Sah

    Para Pinandita Lokasabha III PSN Korda Kota Mataram Resmi dan Sah

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Isu polemik terkait pelaksanaan Lokasabha III Pinandita Pesanggrahan Nusantara (PSN) Koordinator Daerah (Korda) Kota Mataram yang beredar di sejumlah media online, dibantah oleh Anggota PSN Korda Kota Mataram, Pinandita Istri Desak Ayu Witari Dewi.

    Dalam konferensi pers yang digelar di kediaman Guru Mangku Gede Wenten pada Jumat (10/01/2025), Ayu, yang bertindak sebagai Ketua Sidang Lokasabha, menegaskan pemberitaan tersebut tidak berdasar dan bersifat provokatif.

    “Motif dalam pemberitaan nyata-nyata tidak benar. Apalagi di sana disebutkan ada anggota PSN yang tidak ingin disebutkan namanya,” tegas Ayu.

    Ayu menambahkan, jika nama pihak yang menyebarkan informasi tersebut disebutkan, maka pihaknya berpotensi mengambil langkah hukum atas dasar penyebaran ujaran kebencian. Ia juga menekankan PSN merupakan organisasi berbasis keanggotaan resmi yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA).

    “Ada 109 anggota yang dibuktikan dengan KTA PSN Korda Kota Mataram. Banyak pinandita di Kota Mataram, tetapi tidak semuanya anggota PSN jika tidak memiliki KTA,” ujarnya.

    Ayu menjelaskan pelaksanaan Lokasabha III melibatkan 10 Koordinator Lapangan (Korlap) dari masing-masing kecamatan, yang memiliki hak suara penuh dalam proses pemilihan. Pada proses tersebut, terdapat dua calon ketua, yakni Pinandita Drs. I Ketut Susila dan Ketut Sante. Namun, Ketut Sante memutuskan untuk mundur karena merasa belum siap.

    “Melalui musyawarah mufakat, peserta Lokasabha menyetujui I Ketut Susila sebagai ketua baru. Hal ini dikuatkan dengan berita acara persetujuan Korlap dan surat keputusan yang ditandatangani ketua sidang,” jelasnya.

    Menurutnya, seluruh proses telah sesuai dengan tata tertib, AD/ART organisasi, dan nilai sila keempat Pancasila. Acara juga dibuka secara resmi oleh Ketua PSN Korwil NTB, Gusti Mangku Marjane, dengan sambutan dari Ketua PHDI Kota Mataram dan disaksikan penyuluh Kementerian Agama Kota Mataram.

    Guru Mangku Gede Wenten, selaku Penasehat PSN Korda Kota Mataram, menyesalkan adanya pernyataan dari oknum tertentu di media yang dinilai memperkeruh situasi. Ia mengajak pihak-pihak yang keberatan untuk berdiskusi langsung tanpa menjadikan hal tersebut konsumsi publik.

    “Tidak perlu melalui media. Jika ada keberatan, mari duduk bersama untuk menyelesaikannya secara baik-baik. Tugas pinandita adalah melayani umat dan menjalankan Swadharma Agama serta Swadharma Negara,” ujar Wenten.

    Ketua terpilih PSN Korda Kota Mataram, Pinandita Drs I Ketut Susila, menyatakan polemik ini tidak akan mengganggu fokusnya dalam menjalankan tugas organisasi. Ia berkomitmen untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pinandita melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan pengetahuan keagamaan.

    “Seorang pinandita harus selalu siap untuk ngayah. Inti dari program kami adalah pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya. (nang)

  • Polresta Mataram Tingkatkan Penindakan Lalu Lintas 2024, Fatalitas Kecelakaan Berkurang

    Polresta Mataram Tingkatkan Penindakan Lalu Lintas 2024, Fatalitas Kecelakaan Berkurang

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) –Polresta Mataram mencatat peningkatan signifikan dalam penindakan pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2024 sebagai upaya menekan angka fatalitas korban kecelakaan.

    Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Yozana Fajri Sidik AF, S.I.K., M.H., C.PHr., menjelaskan langkah ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas melalui pendekatan teguran langsung.

    “Pada tahun 2024, tercatat 7.661 penindakan pelanggaran lalu lintas, meningkat dari 6.977 pada tahun 2023. Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar, dengan lonjakan dari 354 kasus pada 2023 menjadi 4.572 kasus pada 2024,” ungkap AKP Yozana.

    Sebaliknya, pelanggaran oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan pekerja swasta justru mengalami penurunan. Pelanggaran PNS turun drastis dari 93 kasus pada 2023 menjadi hanya 15 kasus di 2024. Sementara itu, pekerja swasta mencatat penurunan dari 3.362 kasus pada 2023 menjadi 3.050 kasus di 2024. Namun, peningkatan terjadi pada pelanggaran oleh petani/perkebun, dari 68 kasus pada 2023 menjadi 413 kasus di 2024.

    AKP Yozana menegaskan bahwa peningkatan jumlah penindakan bertujuan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas. “Semakin banyak pelanggaran yang ditindak, kami berharap semakin berkurang risiko kecelakaan di jalan,” katanya.

    Selain penindakan, Satlantas Polresta Mataram juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar. Upaya ini bertujuan membangun hubungan positif antara masyarakat dan kepolisian serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

    Dari sisi infrastruktur, AKP Yozana melaporkan selesainya proyek pembangunan jalan di Dasan Cermen dan Jembatan Pelaga Kotor. “Akses dari Mataram menuju perbatasan Lombok Barat kini sudah dibuka, dengan kondisi jalan yang normal dan lancar,” jelasnya.

    Langkah strategis Polresta Mataram ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, menekan angka kecelakaan, dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Mataram. (nang)

  • Perjalanan Panjang Abdus Syukur di Dunia Jurnalistik

    Perjalanan Panjang Abdus Syukur di Dunia Jurnalistik

    ABDUS SYUKUR, seorang tokoh jurnalistik yang namanya telah mengakar kuat di Nusa Tenggara Barat, memulai perjalanan kariernya sejak 1989.

    Ia mengawali langkah di dunia pers dengan menulis di Koran Nusa Tenggara, media milik Kodam Udayana. Di dalamnya Syukur mendapatkan bekal awal dalam dunia jurnalistik, mulai dari teknik penulisan hingga etika jurnalistik.

    Koran ini menjadi “sekolah” pertama yang membentuk fondasi keterampilannya dalam menyampaikan berita.

    Tak lama kemudian, Syukur merambah ke tingkat nasional dengan bergabung sebagai koresponden di Suara Karya, salah satu surat kabar terkemuka di Jakarta.

    Berada di lingkungan media yang memiliki reputasi tinggi, ia memperdalam pemahamannya tentang jurnalistik profesional. Pengalaman menjadi koresponden Suara Karya bukan hanya melatihnya dalam menyajikan berita yang akurat dan berkualitas, tetapi juga memperluas jejaringnya di dunia pers, baik di level lokal maupun nasional.

    Namun, kecintaannya pada daerah membawa Syukur kembali ke Mataram. Di kota ini, ia bergabung dengan Suara Nusa, sebuah media lokal yang kemudian berubah menjadi Lombok Post, bagian dari grup besar Jawa Pos.

    Di bawah bendera Lombok Post, Syukur menunjukkan kapasitasnya sebagai wilayah perairan. Kariernya terus menanjak hingga mencapai puncak pada tahun 2012, ketika ia dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi.

    Dalam posisi ini, ia tidak hanya mengelola redaksi, tetapi juga membentuk narasi besar yang membawa pengaruh signifikan terhadap perkembangan jurnalistik di Nusa Tenggara Barat.

    Sejak tahun 2013, Syukur membuka lembaran baru dalam karirnya. Ia diamanahkan Pemimpin menjadi Umum Radar Mandalika, sebuah media lokal yang tumbuh menjadi salah satu corong informasi penting di NTB.

    Dalam peran barunya, ia hanya fokus pada pengelolaan media, tetapi juga memastikan bahwa Radar Mandalika menjadi media yang berintegritas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

    Selain mengelola media, Syukur juga aktif dalam pengembangan kualitas jurnalistik di Indonesia. Pada tahun 2023, ia ditunjuk sebagai Penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan diangkat menjadi Ahli Pers di Dewan Pers.

    Dua jabatan strategis yang menunjukkan pengakuan atas keahliannya di dunia jurnalistik. Sebagai penguji UKW, pria yang disapa pak haji itu berkomitmen mencetak wartawan yang profesional dan berintegritas, sementara mengundurkan diri sebagai Ahli Pers di Dewan Pers menempatkannya pada posisi penting untuk menjaga dan mengawal standar jurnalistik di Indonesia.

    Kini, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Abdus Syukur menjadi sosok yang “disegani” di dunia jurnalistik. Ia tidak hanya dikenal sebagai jurnalis senior, tetapi juga sebagai mentor bagi generasi muda. Perjalanannya membuktikan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme, seseorang dapat mencapai puncak karir sekaligus memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

    Abdus Syukur adalah cerminan wartawan sejati—sosok yang tidak hanya menulis sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah itu sendiri. (*)

  • Giliran Itu Pasti Datang…..

    Giliran Itu Pasti Datang…..

    Waktu terus berjalan, seiring detik yang membawa satu per satu kawan wartawan pergi ke negeri keabadian. Tak terhitung sudah berapa kali duka mengetuk pintu, membawa kabar pilu bahwa seorang teman telah mendahului. Terakhir, Rabu lalu, CEO Gaung, Ridha Rahzen, berpulang meninggalkan jejak inspirasi dan kenangan.

    Bagi kita yang masih tinggal, kehilangan mereka adalah pengingat. Setiap nama yang kembali ke pangkuan Sang Khalik membawa pesan bahwa waktu kita juga terbatas. Mereka yang telah pergi bukan sekadar nama yang hilang dari daftar hadir, tetapi jiwa-jiwa yang mengisi ruang cerita dalam perjalanan hidup kita.

    Ridha adalah sosok yang tidak hanya berkarya, tetapi mengajarkan kita tentang dedikasi. Melalui tangan dan pikirannya, ia merajut kisah yang kini abadi di hati mereka yang pernah mengenalnya. Kepergiannya adalah pukulan, namun juga panggilan bagi kita yang masih berdiri di panggung kehidupan ini.

    Apa yang kita tunggu? Giliran itu pasti datang. Kita tak tahu kapan, di mana, atau bagaimana. Tetapi sementara waktu itu belum tiba, kita punya pilihan: terus menorehkan makna, menyuarakan kebenaran, dan menebar manfaat.

    Seperti Ridha, mungkin suatu saat nama kita pun akan disebut dalam barisan kenangan. Yang tersisa hanyalah apa yang telah kita tinggalkan. Akankah itu menjadi inspirasi bagi mereka yang kita cintai?

    Dalam duka ini, mari kita renungkan. Satu per satu dari kita akan meninggalkan panggung ini. Hingga saat itu tiba, mari isi peran kita sebaik mungkin. Karena pada akhirnya, hidup adalah tentang apa yang kita tinggalkan, bukan sekadar apa yang kita miliki.

    Selamat jalan, Ridha Rahzen. Sampai jumpa di persinggahan abadi. Kami, yang masih menunggu giliran, akan terus belajar dari jejakmu yang baik. (red)

    Keterangan Foto: Ridha Rahzen (alm). Foto: istimewa.

  • Mengalahkan AI, Memanfaatkan Keunggulan Manusia

    Mengalahkan AI, Memanfaatkan Keunggulan Manusia

    BAGAIMANA manusia dapat mengalahkan kecerdasan buatan (AI)? Jawabannya bergantung pada konteks. Apakah dalam permainan, pekerjaan, atau argumen? Di sini, manusia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki AI: kreativitas, intuisi, dan pemahaman konteks.

    ————-

    AI dirancang untuk bekerja berdasarkan pola tertentu. Dengan memahami strategi AI, manusia dapat menemukan kelemahannya. Pendekatan yang tidak konvensional atau tak terduga juga dapat membingungkan AI, karena AI bekerja dengan data historis yang terprediksi. Latihan dan pengalaman manusia, ditambah kreativitas, sering kali menjadi kunci kemenangan.

    Manusia memiliki kelebihan dalam hal kreativitas dan empati—hal-hal yang sulit ditiru AI. Untuk tetap unggul, tingkatkan keterampilan unik seperti komunikasi interpersonal, pemikiran strategis, atau seni. Lebih dari itu, kolaborasi dengan AI sebagai alat pendukung akan membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

    AI mungkin mahir menggunakan logika berbasis data, tetapi sering gagal menangkap nuansa moral dan nilai-nilai manusia. Dengan menggunakan logika yang etis serta pertanyaan kompleks yang melibatkan ambiguitas, manusia dapat memperlihatkan keunggulan dalam diskusi.

    Mengenali kelemahan dalam sistem berbasis AI adalah langkah strategis untuk “mengalahkan” teknologi tersebut. Pendekatan kreatif yang tidak terduga juga sering menghasilkan solusi yang melampaui batasan AI.

    Manusia memiliki kemampuan unik untuk menciptakan ide baru, mengambil keputusan intuitif, dan memahami konteks secara mendalam—termasuk aspek emosional, sosial, atau moral yang sulit dimengerti AI. Itulah keunggulan yang membuat manusia tetap relevan di tengah perkembangan AI.

    Di era digital, nilai-nilai kemanusiaan menjadi fondasi untuk memastikan teknologi digunakan dengan cara yang memprioritaskan martabat, hak, dan kesejahteraan manusia. Berikut adalah beberapa nilai penting yang perlu dijaga.

    Meskipun teknologi mempermudah komunikasi, hubungan emosional sering kali terabaikan. Dengan empati, manusia dapat menjaga rasa kepedulian terhadap sesama, baik di dunia nyata maupun digital, seperti menghindari cyberbullying dan memberikan dukungan moral di media sosial.

    Dalam menghadapi penyebaran informasi palsu (hoaks), integritas menjadi nilai penting untuk memastikan setiap informasi yang disebarkan benar dan dapat dipercaya.

    Teknologi sering melibatkan data pribadi. Menghormati privasi dan melindungi hak individu adalah kewajiban moral setiap pengguna teknologi.

    Teknologi harus diakses secara adil oleh semua kalangan, tanpa diskriminasi. Program pendidikan digital bagi komunitas kurang mampu adalah contoh nyata penerapan nilai ini.

    Setiap tindakan online memiliki konsekuensi. Menggunakan teknologi dengan bijak dan etis adalah bentuk tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi.

    Teknologi seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan semata-mata demi keuntungan finansial.

    Teknologi membuka peluang kerja sama global untuk memecahkan tantangan besar, seperti perubahan iklim atau pandemi.

    Namun, tantangan seperti dehumanisasi, ketidakadilan digital, dan penyalahgunaan teknologi tetap perlu diatasi untuk memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.

    Nilai-nilai kemanusiaan di era digital adalah landasan utama untuk menciptakan masyarakat yang lebih manusiawi, inklusif, dan bermakna. Dengan mengutamakan empati, kejujuran, dan tanggung jawab, manusia dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik tanpa kehilangan esensi kemanusiaan. (ai/*)

    Ilustrasi Foto: bing.com