Blog

  • Forum Pemred SMSI Bahas Solusi Kemacetan Lalu Lintas dan Dampaknya pada Ekonomi

    Forum Pemred SMSI Bahas Solusi Kemacetan Lalu Lintas dan Dampaknya pada Ekonomi

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID) – Forum Pemred Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengadakan diskusi perdana bertajuk “Upaya Mengatasi Problematika Kemacetan Lalu Lintas, Dampak Kemacetan dari Sisi Ekonomi” di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (20/11/2024).

    Acara ini menjadi langkah awal Forum Pemred SMSI untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah besar yang merugikan masyarakat, khususnya di perkotaan.

    Ketua Forum Pemred SMSI, Dar Edi Yoga, menekankan pentingnya peran media siber dalam mendukung pencarian solusi atas kemacetan lalu lintas. “Kemacetan bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi,” ujar Dar Edi Yoga.

    Ia juga menyoroti dampak ekonomi seperti hilangnya produktivitas, peningkatan biaya logistik, dan penurunan daya saing investasi.

    Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Brigjen Pol Bakharuddin Muhammad Syah (Dirkamsel Korlantas Polri), Ahmad Ardiansyah (Ditjen Perhubungan Darat), Widiyatmiko Nursejati (Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Regional), dan Edison Siahaan (Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch).

    Pemaparan Solusi dari Berbagai Perspektif

    Brigjen Pol Bakharuddin menjelaskan pentingnya konsep Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009. Menurutnya, kemacetan dapat diatasi dengan pendekatan terpadu seperti pengembangan aplikasi kontrol lalu lintas, pembangunan pusat kendali, dan pengaturan waktu operasional angkutan umum.

    Ahmad Ardiansyah menyoroti dampak urbanisasi yang memicu peningkatan kemacetan. “Pada 2045, sebanyak 230 juta penduduk Indonesia diprediksi tinggal di perkotaan,” ungkapnya.

    Data dari TomTom Traffic Congestion Index mencatat bahwa Jakarta menjadi salah satu kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di dunia. Ahmad menyarankan strategi push and pull—mendorong masyarakat menaati aturan lalu lintas dan memanfaatkan transportasi umum.

    Sementara itu, Widiyatmiko Nursejati menjelaskan langkah Jasa Marga dalam menangani kepadatan di ruas tol, seperti optimalisasi teknologi, integrasi jaringan tol, dan koordinasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa Tol Dalam Kota menjadi salah satu ruas paling padat dengan lalu lintas harian mencapai 543.535 kendaraan.

    Edison Siahaan menekankan bahwa lalu lintas adalah urat nadi perekonomian. Ia menyarankan pembatasan ruang gerak kendaraan melalui kebijakan seperti ganjil-genap dan rekayasa lalu lintas. Namun, ia juga mengkritik pelaksanaan operasi rutin yang belum memberikan dampak signifikan terhadap kesadaran berlalu lintas masyarakat.

    Kolaborasi untuk Solusi Berkelanjutan

    Dar Edi Yoga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Belajar dari negara lain, Indonesia perlu mengadopsi teknologi canggih, meningkatkan transportasi publik, dan mendesentralisasi ekonomi,” ujarnya. Media siber, menurutnya, memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi berbasis data kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

    Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti BRI Insurance, Jasamarga, Polri, Kementerian Perhubungan, PT Kalbe Farma, dan lainnya. Diskusi yang dipandu Pemred Akurat.co, Aldi Gultom, ini menjadi langkah awal Forum Pemred SMSI dalam memberikan solusi nyata untuk masalah kemacetan lalu lintas yang berdampak luas. (red)

  • Poengky Indarti, Calon Pimpinan KPK dengan Komitmen Pengawasan Pasca Pemilu

    Poengky Indarti, Calon Pimpinan KPK dengan Komitmen Pengawasan Pasca Pemilu

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Di dunia advokasi hukum dan hak asasi manusia, nama Poengky Indarti sudah tak asing lagi. Sosok kelahiran Surabaya, 18 Februari 1970 ini telah malang melintang dalam berbagai kasus besar yang memperjuangkan keadilan, mulai dari kasus Marsinah pada 1993 hingga uji materiil Undang-Undang Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi.

    Selama tiga dekade kariernya, Poengky membangun reputasi sebagai pembela masyarakat marginal dan pionir dalam advokasi HAM. Kini, dengan rekam jejaknya yang panjang dan pengalamannya sebagai mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky melangkah sebagai calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membawa perubahan besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

    Poengky Indarti menjadi salah satu calon ketua KPK periode mendatang. Dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (18/11/2024), ia menegaskan visi besar untuk memperkuat peran KPK dalam pengawasan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    Poengky menyebut pemerintahan baru rentan terhadap potensi kebocoran anggaran. KPK harus mengoptimalkan pengawasan guna mencegah praktik korupsi di kalangan pemangku kebijakan yang baru dilantik. “Dengan adanya pemerintahan yang baru, potensi kebocoran anggaran oleh para pemangku kebijakan menjadi hal yang harus diantisipasi,” katanya.

    Ia juga menyoroti daerah-daerah otonomi baru (DOB) seperti Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya sebagai wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam pengawasan. “Fokus utama saya adalah melakukan pengawasan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan korupsi,” tegas Poengky.

    Sinergi dengan Aparat dan Masyarakat

    Poengky menilai kerja KPK tidak dapat dilakukan sendiri. Ia berencana memperkuat koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta menggandeng masyarakat, perempuan, dan media massa untuk berpartisipasi dalam pengawasan. “Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif,” ujarnya.

    Poengky juga menekankan pentingnya sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya, seperti Polri dan Kejaksaan Agung. Sebagai mantan anggota Kompolnas, ia merasa memiliki modal yang cukup untuk memperbaiki hubungan antar-lembaga. “KPK seharusnya tidak berjalan sendiri. Sinergi dengan Polri dan Kejaksaan adalah kunci dalam pemberantasan korupsi,” tambahnya.

    Dalam strategi pemberantasan korupsi, Poengky menekankan pentingnya pencegahan melalui pendidikan dan pembenahan sistem pengelolaan administrasi. Ia juga menyatakan koruptor harus diberikan hukuman maksimal untuk memberikan efek jera. “Pencegahan yang efektif adalah bagaimana kita meyakinkan masyarakat untuk tidak melakukan korupsi melalui pendidikan,” katanya.

    Membawa Arah Baru KPK

    Poengky menyandang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga (1993) dan Master of Laws dari Northwestern University, Amerika Serikat (2003). Kariernya dimulai di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya pada awal 1990-an.

    Poengky terlibat dalam berbagai advokasi penting, seperti kasus Marsinah (1993) dan uji materi UU Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Imparsial dan aktif dalam mendorong perdamaian di Papua melalui Jaringan Damai Papua.

    Selain itu, ia menjadi Ketua Dewan Pengawas Yayasan Museum HAM Omah Munir sejak 2018, melanjutkan cita-cita panutannya, almarhum Munir Said Thalib. Saat ini, ia juga merupakan Visiting Research Fellow di Jeonbuk National University, Korea Selatan.

    Dengan pengalaman panjang di bidang hukum dan advokasi hak asasi manusia, Poengky Indarti menawarkan pendekatan yang inklusif dan strategis untuk pemberantasan korupsi. Jika terpilih, ia bertekad membawa KPK menjadi lembaga yang lebih efektif, tidak hanya dalam penindakan tetapi juga pencegahan dan pengawasan, demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red)

  • Polisi Kembali Tangkap Pengepul Nomor Togel Online

    Polisi Kembali Tangkap Pengepul Nomor Togel Online

    MATARAM–Warga Lingkungan Karang Tanima, Kelurahan Mataram berinisial IMS diciduk Polisi. Pria (41) itu ditangkap karena kasus dugaan tindak pidana perjudian jenis togel online.

    “Pelaku ini merupakan residivis. Dulu pernah ditangkap masalah perjudian juga, divonis lima bulan,” kata Wakasatreskrim  Polresta Mataram Iptu Sang Putu Gede, Selasa 19/11.

    Dia mengungkapkan, pelaku menerima pembelian atau pesanan nomor togel dari masyarakat. Kemudian pelaku membelikan nomor togel yang dipesan tersebut ke situs bernama Garuda Toto melalui akun tersangka.

    “Jika nomor togel yang dibeli oleh pemesan tersebut keluar akan dibayarkan oleh situs itu melalui pelaku,” sebutnya.

    Pelaku mendapatkan keuntungan dari jasanya yang membelikan pemesan nomor togel. Keuntungan didapatkan dengan memotong uang pembayaran ke pemesan. Tapi berapa nominal keuntungan yang didapatkan pelaku tidak didetailkan.

    “Yang pasti, ada keuntungan yang didapatkan pelaku. Entah itu keuntungan dari orang yang memesan dan melalui situs itu. Untuk nominal pastinya, saya belum dapat informasinya,” akunya.

    Pelaku ditangkap di rumahnya, Sabtu (16/11) sekitar pukul 15.30 Wita. Penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat. Bahwa pelaku menjual nomor togel dengan modus menerima pembelian atau pesanan nomor dari orang.

    “Saat dilakukan pengecekan, benar telah terjadi transaksi pembelian nomor togel yang dilakukan pelaku. Kemudian pelaku kami amankan,” jelasnya.

    Saat digeledah, dari pelaku IMS, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti yang menguatkan aktivitas perjudian yang dilakukan pelaku.  Seperti hp, ATM, empat lembar bukti struk transfer deposit ke akun togel Garuda Toto, dua nota pembelian nomer togel, uang pecahan Rp 5 ribu dua lembar, uang pecahan Rp 10 ribu sebanyak satu lembar. Nota kosong, dompet dan akun BCA mobile banking atas nama pelaku sendiri. Dari alat bukti itu, pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan sangkaan pasal 303 KUHP, ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 25 juta.

    “Pelaku sudah kami amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya. (can)

    Keterangan Foto:

    UNGKAP KASUS: Pelaku IMS. (ist)

  • Peran Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam Mengembangkan Kinerja Pemandu Wisata

    Peran Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam Mengembangkan Kinerja Pemandu Wisata

    Oleh: Cindi Klaudia
    Nim: 21101058
    Prodi: S1 Pariwisata

    INDUSTRI pariwisata di Indonesia terus berkembang pesat, dengan semakin banyaknya wisatawan lokal dan internasional yang tertarik untuk menjelajahi kekayaan budaya, alam, dan sejarah negara ini. Di tengah pesatnya perkembangan tersebut, peran pemandu wisata atau pramuwisata menjadi sangat krusial. Pemandu wisata tidak hanya bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat, tetapi juga untuk memastikan pengalaman wisatawan menyenangkan dan berkesan. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam pengembangan pemandu wisata di Indonesia adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

    HPI adalah organisasi profesi yang dibentuk untuk memberikan wadah bagi pemandu wisata di seluruh Indonesia. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan anggotanya. Dengan peran ini, HPI turut berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan pariwisata di Indonesia. Artikel ini akan membahas bagaimana HPI membantu dalam mengembangkan kinerja pemandu wisata di Indonesia.

    1. Pelatihan dan Sertifikasi Profesional

    Salah satu peran utama HPI dalam mengembangkan kinerja pemandu wisata adalah melalui penyediaan pelatihan dan sertifikasi profesional. Pemandu wisata yang tergabung dalam HPI diharapkan memiliki pengetahuan mendalam tentang objek wisata, budaya lokal, sejarah, serta bahasa asing yang memadai untuk berkomunikasi dengan wisatawan internasional. Untuk itu, HPI menyelenggarakan berbagai pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi pemandu wisata.

    Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis seperti cara memberikan penjelasan yang menarik dan informatif, tetapi juga mengenai etika profesi dan keterampilan interpersonal. Selain itu, HPI juga melakukan sertifikasi untuk memastikan bahwa pemandu wisata yang terdaftar memenuhi standar yang ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi ini, wisatawan dapat merasa lebih percaya diri dan nyaman karena mereka tahu bahwa pemandu yang mereka temui telah memiliki kompetensi yang teruji.

    2. Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan

    Seorang pemandu wisata tidak hanya harus menguasai informasi tentang objek wisata, tetapi juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mampu memahami kebutuhan wisatawan yang berbeda-beda. HPI secara aktif mengadakan seminar, workshop, dan diskusi yang bertujuan untuk memperbarui pengetahuan anggotanya tentang tren terbaru dalam industri pariwisata.

    Selain itu, HPI juga memberikan kesempatan bagi pemandu wisata untuk belajar mengenai aspek-aspek baru dalam pariwisata, seperti pariwisata berbasis keberlanjutan, ekowisata, dan digitalisasi pariwisata. Pemandu wisata yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan semakin dihargai oleh wisatawan dan industri pariwisata secara umum.

    3. Meningkatkan Profesionalisme dan Etika Kerja

    Salah satu tantangan terbesar dalam industri pariwisata adalah menjaga kualitas pelayanan agar selalu memenuhi standar tinggi. HPI berperan dalam membentuk dan mengembangkan profesionalisme pemandu wisata melalui pembinaan etika kerja yang baik. Pemandu wisata yang profesional harus memiliki sikap yang ramah, sabar, jujur, serta mampu beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah. HPI secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan seminar yang berfokus pada peningkatan etika kerja, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan stres.

    Pemandu wisata yang terampil dalam hal ini akan dapat mengatasi berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan, serta mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan. Dalam jangka panjang, peningkatan profesionalisme ini tidak hanya akan meningkatkan kepuasan wisatawan, tetapi juga reputasi destinasi wisata itu sendiri.

    4. Menjaga Jaringan dan Kolaborasi Antar Pemandu Wisata

    Sebagai organisasi yang menghimpun para pemandu wisata dari berbagai daerah di Indonesia, HPI juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat jaringan profesional antar anggota. Pemandu wisata yang tergabung dalam HPI dapat saling bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, dan membangun hubungan yang saling menguntungkan.

    Melalui kolaborasi ini, HPI dapat menciptakan komunitas yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Indonesia. Misalnya, pemandu wisata di satu daerah dapat belajar tentang objek wisata baru atau budaya lokal dari daerah lain yang sudah lebih terkenal. Hal ini juga membuka peluang bagi pemandu wisata untuk bekerja di berbagai destinasi di Indonesia, sehingga mereka dapat terus memperluas wawasan dan pengalaman mereka.

    5. Advokasi dan Pengembangan Kebijakan

    HPI juga memiliki peran penting dalam advokasi dan pengembangan kebijakan yang mendukung kemajuan profesi pemandu wisata di Indonesia. Sebagai organisasi yang mewakili kepentingan pemandu wisata, HPI sering berinteraksi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk mengusulkan kebijakan yang menguntungkan anggotanya, baik dalam hal peningkatan kesejahteraan, perlindungan hak-hak tenaga kerja, maupun pengembangan fasilitas yang mendukung profesionalisme pemandu wisata.

    Melalui pengaruhnya, HPI dapat membantu menciptakan regulasi yang lebih baik dalam industri pariwisata dan menjamin bahwa pemandu wisata mendapatkan pengakuan dan perlindungan yang layak.

    6. Peningkatan Kesejahteraan Anggota

    Selain pelatihan dan pengembangan profesional, HPI juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemandu wisata. Salah satu caranya adalah dengan memperjuangkan hak-hak pemandu wisata, seperti tarif yang wajar, jaminan kesehatan, serta pengakuan atas kontribusi mereka dalam industri pariwisata.

    HPI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti perusahaan pariwisata dan asosiasi perjalanan, untuk membuka peluang kerja yang lebih baik bagi para anggotanya. Melalui berbagai program ini, HPI berupaya agar pemandu wisata dapat meraih kehidupan yang lebih sejahtera dan lebih dihargai dalam profesinya.

    Kesimpulan

    Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) memainkan peran yang sangat penting dalam mengembangkan kinerja pemandu wisata di Indonesia. Melalui pelatihan, sertifikasi, peningkatan profesionalisme, dan pengembangan kebijakan yang mendukung, HPI telah membantu menciptakan pemandu wisata yang berkualitas dan kompeten. Selain itu, HPI juga berfungsi sebagai wadah yang mempererat hubungan antar pemandu wisata, meningkatkan kesejahteraan anggotanya, dan berkontribusi pada kemajuan industri pariwisata Indonesia secara keseluruhan.

    Dengan peran dan kontribusi yang terus berkembang, HPI diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi industri pariwisata di Indonesia dan membantu mewujudkan pariwisata yang lebih berkelanjutan, berkualitas, dan profesional. (*)

  • Peran Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam Meningkatkan Profesionalisme Pramuwisata di NTB

    Peran Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam Meningkatkan Profesionalisme Pramuwisata di NTB

    Oleh: Astri Ningsih
    NIM: 21101059
    Prodi: S1 Pariwisata

    Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP) Mataram

    HIMPUNAN Pramuwisata Indonesia (HPI) memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pramuwisata di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam penelitian berjudul “Peran Himpunan Pramuwisata Indonesia sebagai Sarana Komunikasi Guna Meningkatkan Profesionalisme”, fokus utama adalah menggali bagaimana HPI NTB berkontribusi melalui pembinaan, pengawasan, dan mengatasi berbagai tantangan dalam menciptakan pramuwisata yang profesional.

    Peningkatan Profesionalisme melalui Pendidikan dan Pelatihan

    Hasil wawancara dengan Ketua HPI NTB, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd., mengungkapkan HPI secara aktif mengadakan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Program ini mencakup seminar, studi tour, dan pemberian materi pelatihan khusus bagi pramuwisata.

    Kegiatan ini bertujuan untuk:

    – Meningkatkan pengetahuan pramuwisata tentang budaya lokal, sejarah, dan layanan wisata.

    – Memperluas wawasan dan pengalaman, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membangun kepercayaan diri para pramuwisata.

    Tantangan dalam Meningkatkan Profesionalisme

    HPI NTB menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan tugasnya, di antaranya:

    1. Kurangnya dukungan dari pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun sektor swasta.

    2. Keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam melaksanakan program pelatihan secara menyeluruh.

    Namun, HPI terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi digital untuk memperluas akses pelatihan, sehingga semakin banyak pramuwisata yang dapat meningkatkan kemampuan mereka.

    Kontribusi HPI terhadap Pariwisata Berkualitas

    HPI tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas pramuwisata, tetapi juga berkontribusi besar dalam membangun industri pariwisata yang berkualitas. Dengan melatih pramuwisata yang memiliki etika dan keterampilan tinggi, HPI turut berperan dalam:

    – Meningkatkan citra NTB sebagai destinasi wisata unggulan.

    – Memberikan dampak positif pada pengalaman wisatawan, sehingga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

    Kesimpulan

    Peran HPI sebagai wadah komunikasi dan pengembangan pramuwisata sangat vital dalam menciptakan sumber daya manusia yang profesional di bidang pariwisata. Meskipun menghadapi tantangan, HPI terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan industri pariwisata di NTB dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Keberhasilan HPI tidak hanya meningkatkan profesionalisme pramuwisata, tetapi juga memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. (*)

  • Jejak Pena di Ujung Senja (1)

    Jejak Pena di Ujung Senja (1)

    Awal Sebuah Perjalanan

    Pagi itu, di sebuah warung kecil di sudut Kota Mataram, Taufik Harahap (nama samaran) duduk dengan secangkir kopi hitam dan sebuah buku catatan. Usianya telah melewati setengah abad, dengan garis-garis halus di wajahnya yang menjadi saksi perjalanan hidupnya sebagai seorang wartawan.

    Taufik adalah seorang legenda di dunia jurnalistik lokal. Selama lebih dari tiga dekade, ia mengabdikan dirinya untuk mengungkap kebenaran, memberitakan yang terlupakan, dan memberikan suara kepada yang tak bersuara. Namun, hari itu terasa berbeda. Ia baru saja menerima kabar dari redaksi: waktunya untuk pensiun sudah dekat.

    Pikirannya melayang ke awal kariernya. Taufik memulai segalanya pada tahun 1990-an, di sebuah surat kabar kecil bernama Pena Rakyat. Dengan gaji pas-pasan, ia rela menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor bututnya demi mengejar berita. Ia masih ingat liputan pertamanya tentang petani tembakau yang kehilangan tanah akibat proyek pemerintah.

    Waktu itu, ia masih muda, idealis, dan penuh semangat. Namun, liputan itu hampir menghancurkan segalanya. Ancaman datang bertubi-tubi, bahkan suatu malam ia menemukan rumahnya dilempari batu. Namun, Taufik tetap bertahan. Ia tahu, jika ia mundur, kebenaran yang ia perjuangkan akan hilang ditelan kebohongan. (ai/bersambung)

    Ilustrasi: bing.com

  • Kaira Hotel, Harga Terjangkau, Fasilitas Setara Hotel Berbintang

    Kaira Hotel, Harga Terjangkau, Fasilitas Setara Hotel Berbintang

    MATARAM (NTBNOW.CO)– Setelah sukses dengan Hotel Kaila 1 dan Kaila 2, keluarga besar Guru Mangku Gede Wenten kembali meresmikan hotel baru bernama Kaira Hotel di Jalan Gora, Gang Kresna nomor 02, Selagalas, Kota Mataram. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2024) ini dihadiri langsung oleh calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, atau akrab disapa Bang Zul.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi NasDem, I Nengah Sugiartha, sejumlah tokoh agama Hindu, serta keluarga besar Guru Mangku Gede Wenten.

    Dalam sambutannya, Bang Zul menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kaira Hotel yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata NTB. “Saya yakin, Guru Mangku Gede Wenten beserta istri yang sudah dikenal baik sejak dulu dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pariwisata di daerah ini,” ujarnya.

    Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, memuji kiprah Bang Zul dalam memimpin NTB, terutama selama masa sulit pasca-gempa Lombok dan pandemi COVID-19. Ia menilai Bang Zul layak untuk kembali memimpin pada Pilkada NTB 2024 karena perhatian dan kontribusinya terhadap masyarakat, termasuk umat Hindu.

    “Bang Zul sudah terbukti peduli terhadap semua lapisan masyarakat. Saya harap masyarakat NTB memberikan kesempatan kedua bagi beliau,” ungkap Wolini.

    Guru Mangku Gede Wenten mengungkapkan motivasinya membangun Kaira Hotel adalah untuk mendukung pertumbuhan pariwisata NTB, yang semakin berkembang berkat adanya Sirkuit Internasional Mandalika. Selain itu, ia ingin menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat lokal.

    “Kami juga melibatkan anak-anak magang, termasuk mereka yang putus sekolah, agar mereka bisa kembali bersekolah. Beberapa dari mereka kini sudah menjadi sarjana dan bekerja di hotel-hotel besar,” jelasnya.

    Kaira Hotel menawarkan 17 kamar dengan fasilitas setara hotel berbintang, seperti AC, televisi, jaringan WiFi 24 jam, air panas, dan kolam renang. Hotel ini juga menyediakan ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 20 orang.

    Untuk tarif, harga kamar standar mulai dari Rp150 ribu per malam, sementara kamar yang lebih luas dibanderol Rp200 ribu. Tarif tersebut dapat mengalami kenaikan 10% pada momen tertentu seperti MotoGP Mandalika.

    “Kami pastikan fasilitas dan layanan Kaira Hotel tidak kalah dengan hotel berbintang, tetapi tetap dengan harga yang terjangkau,” kata Guru Mangku Gede Wenten.

    Dengan kehadiran Kaira Hotel, diharapkan sektor pariwisata NTB terus maju, membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat. (nang)

  • Kemendagri Tingkatkan Kapasitas Pemda dalam Pengelolaan Data SDA dan Irigasi

    Kemendagri Tingkatkan Kapasitas Pemda dalam Pengelolaan Data SDA dan Irigasi

    JAKARTA (NTBNOW.CO)– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi pemerintah daerah untuk mengelola data Sumber Daya Air (SDA) dan irigasi secara lebih optimal.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Orchardz Hotel Industri, Jakarta, beberapa waktu lalu. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengumpulan, pengelolaan, serta analisis data yang relevan dengan kelembagaan pengelolaan SDA dan irigasi.

    Plh. Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Wahyu Suharto, menekankan pentingnya data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan. “Data yang akurat memungkinkan pemerintah daerah membuat perencanaan lebih tepat, mengalokasikan anggaran secara efisien, dan mengevaluasi program pembangunan secara objektif demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wahyu dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).

    Ia menambahkan, pemetaan potensi dan tantangan pengelolaan SDA dapat membantu perumusan solusi yang efektif. “Dengan data akurat, alokasi anggaran bisa lebih proporsional, tepat sasaran, dan sesuai prioritas pembangunan. Pemerintah daerah harus meningkatkan kapasitas dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data SDA serta irigasi,” imbuhnya.

    Dukungan Kementerian PU dan Bappenas

    Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyoroti pentingnya sistem informasi pengelolaan air yang efektif untuk menghadapi tantangan pembangunan. Sistem Informasi SDA (SISDA) diharapkan mampu mengintegrasikan data air dari seluruh wilayah Indonesia. “SISDA dapat membantu pengambilan keputusan cepat, terutama dalam mengatasi masalah neraca air dan persaingan penggunaan air di berbagai sektor,” ujar perwakilan Kementerian PU.

    Sementara itu, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas menyebutkan bahwa pemetaan data SDA berbasis teknologi informasi menjadi kunci sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sistem ini memungkinkan perencanaan yang terkoordinasi dan real-time, menghindari tumpang tindih kebijakan, serta memprioritaskan sumber daya sesuai kebutuhan lokal.

    Teknologi Digital untuk Pengelolaan SDA

    Dalam pelatihan ini, peserta juga dikenalkan pada aplikasi digital untuk pengelolaan data SDA dan irigasi. Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pengumpulan dan analisis data, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.

    “Saya berharap langkah strategis ini dapat meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Hal ini akan mendukung terciptanya perencanaan pembangunan yang efektif dan efisien, serta menjawab tantangan pengelolaan SDA di era digital,” kata Wahyu.

    Kemendagri berharap, upaya ini dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan SDA yang berkelanjutan. (rls)

  • DPD HPI NTB: Tingkatkan Kompetensi dan Perlindungan Hukum Pramuwisata 

    DPD HPI NTB: Tingkatkan Kompetensi dan Perlindungan Hukum Pramuwisata 

    Oleh: Muhamad Faisal

    Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

    NIM: 22101052

    PARIWISATA Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkembang sebagai salah satu sektor andalan yang mendongkrak perekonomian daerah. Dengan kekayaan alam seperti pantai, gunung, hingga taman nasional, NTB menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara.

    Namun, perkembangan ini membutuhkan peningkatan kualitas layanan, khususnya dari para pramuwisata yang menjadi ujung tombak sektor ini.

    Pramuwisata bertugas memberikan informasi, panduan, dan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Oleh karena itu, kualitas mereka sangat memengaruhi citra pariwisata NTB.

    Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2016, setiap pramuwisata di NTB diwajibkan memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) serta sertifikat kompetensi. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mereka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

    DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB berperan penting dalam mengembangkan kompetensi para anggotanya.

    Ketua HPI NTB, H. Lalu Fatwir Uzali menyebutkan organisasi ini berfokus pada pelatihan, seminar, diskusi, dan studi banding untuk meningkatkan kemampuan para pramuwisata.

    HPI NTB saat ini memiliki 500 anggota aktif, dengan keahlian dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Jerman, Prancis, hingga Jepang. Kompetensi ini menjadi modal besar untuk melayani wisatawan dari berbagai negara.

    Selain pelatihan, HPI NTB memberikan perlindungan hukum kepada anggotanya melalui perlindungan finansial yang menjamin penghasilan, termasuk dalam situasi sulit. Perlindungan sosial juga diberikan melalui akses kesehatan dan jaminan sosial. Perlindungan teknis turut memastikan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pramuwisata.

    Kerja sama dengan organisasi seperti BPPD NTB, PHRI, hingga ASITA juga dilakukan untuk memajukan pariwisata NTB.

    Pengawasan dan Penegakan Hukum terhadap Pramuwisata Liar

    Ketua DPD HPI menegaskan hanya pramuwisata yang memiliki KTPP dan sertifikasi yang diizinkan beroperasi. Biro perjalanan wisata juga diwajibkan mempekerjakan pramuwisata yang terdaftar.

    Pramuwisata ilegal atau tanpa izin akan dikenakan sanksi sesuai Perda. Berupa pidana kurungan hingga enam bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Kebijakan ini bertujuan menciptakan kesadaran hukum dan meningkatkan profesionalisme sektor pariwisata.

    HPI NTB berperan strategis dalam menjaga kualitas pramuwisata melalui pelatihan, perlindungan hukum, dan pengawasan. Dukungan pemerintah dan regulasi yang ketat memastikan pariwisata NTB berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, NTB siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. (**)

  • DPD HPI NTB: Tingkatkan Kompetensi dan Perlindungan Hukum Pramuwisata 

    DPD HPI NTB: Tingkatkan Kompetensi dan Perlindungan Hukum Pramuwisata

    Oleh: Muhamad Faisal

    NIM: 22101052

    Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

    PARIWISATA Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkembang sebagai salah satu sektor andalan yang mendongkrak perekonomian daerah. Dengan kekayaan alam seperti pantai, gunung, hingga taman nasional, NTB menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, perkembangan ini membutuhkan peningkatan kualitas layanan, khususnya dari para pramuwisata yang menjadi ujung tombak sektor ini.

    Pramuwisata bertugas memberikan informasi, panduan, dan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Oleh karena itu, kualitas mereka sangat memengaruhi citra pariwisata NTB. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2016, setiap pramuwisata di NTB diwajibkan memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) serta sertifikat kompetensi. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mereka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

     

    DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB berperan penting dalam mengembangkan kompetensi para anggotanya. Ketua HPI NTB, H. Lalu Fatwir Uzali menyebutkan organisasi ini berfokus pada pelatihan, seminar, diskusi, dan studi banding untuk meningkatkan kemampuan para pramuwisata.

    HPI NTB saat ini memiliki 500 anggota aktif, dengan keahlian dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Jerman, Prancis, hingga Jepang. Kompetensi ini menjadi modal besar untuk melayani wisatawan dari berbagai negara.

     

    Selain pelatihan, HPI NTB memberikan perlindungan hukum kepada anggotanya melalui perlindungan finansial yang menjamin penghasilan, termasuk dalam situasi sulit. Perlindungan sosial juga diberikan melalui akses kesehatan dan jaminan sosial. Perlindungan teknis turut memastikan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pramuwisata.

     

    Kerja sama dengan organisasi seperti **BPPD NTB**, **PHRI**, hingga **ASITA** juga dilakukan untuk memajukan pariwisata NTB.

    Pengawasan dan Penegakan Hukum terhadap Pramuwisata Liar

    Pemerintah NTB menegaskan bahwa hanya pramuwisata yang memiliki KTPP dan sertifikasi yang diizinkan beroperasi. Biro perjalanan wisata juga diwajibkan mempekerjakan pramuwisata yang terdaftar.

    Pramuwisata ilegal atau tanpa izin akan dikenakan sanksi sesuai Perda, berupa pidana kurungan hingga enam bulan atau denda maksimal Rp50 juta. Kebijakan ini bertujuan menciptakan kesadaran hukum dan meningkatkan profesionalisme sektor pariwisata.

    HPI NTB berperan strategis dalam menjaga kualitas pramuwisata melalui pelatihan, perlindungan hukum, dan pengawasan. Dukungan pemerintah dan regulasi yang ketat memastikan pariwisata NTB berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, NTB siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. (**)