Blog

  • Gelar Rakernas Sambut HPN, SMSI Menuju Portal NKRI

    Gelar Rakernas Sambut HPN, SMSI Menuju Portal NKRI

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta pada Senin (19/2/2024).

    Rakernas diselenggarakan menyongsong puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang tahun ini dirayakan pada Selasa (20/2/2024) di lokasi lain di kawasan wisata Ancol, sebagai bagian dari agenda besar HPN 2024.


    Mengangkat tema ‘SMSI Portal NKRI: Mengembangkan Media untuk Bangsa’, Rakernas SMSI melakukan penguatan peran media siber dalam proses pembangunan dan kemajuan Indonesia.

    Ketua Umum SMSI, Firdaus, menyoroti tanggung jawab besar yang diemban SMSI dalam menjaga keberlanjutan demokrasi, menyajikan informasi yang akurat, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

    Konsep ‘SMSI Portal NKRI’ dipilih untuk menegaskan peran penting media siber dalam memaknai kesatuan dan keberagaman bangsa Indonesia dengan SMSI sebagai pintu gerbang yang mengangkat kekayaan budaya dan alam Indonesia.

    Lebih khusus Rakernas SMSI menjadi momentum untuk membahas penyempurnaan AD/ART, rekomendasi terkait iuran anggota, dan strategi keberlanjutan Siberindo.

    “Partisipasi aktif dari anggota SMSI mencerminkan komitmen kuat dalam memenuhi peran penting media siber di Indonesia,” ungkap Firdaus saat membuka rakernas yang dihadiri pengurus pusat dan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia.

    Hadir dalam acara rakernas ini Ketua Dewan Pertimbangan SMSI, Mohammad Dawam, yang juga merupakan Anggota Kompolnas, serta sejumlah tokoh lainnya seperti Wakil Ketua Dewan Penasihat SMSI ABG Satria Naradar, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KH Maksum, Sekretaris Dewan Pakar Hersubeno Arif, Wakil Sekretaris Dewan Pakar Zulmansyah Sekedang, dan Wakil Sekretaris Dewan Penasihat Dar Edi Yoga.

    Rakernas SMSI juga mendapat kehormatan dengan hadirnya narasumber dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia, Steve Sheng-Pheng CHEN, Wakil Perwakilan, dan Morgan Yang, Ph D, Divisi Informasi Pers.

    “Dengan tekad yang kuat untuk memberikan kontribusi maksimal, SMSI berkomitmen akan terus menghadirkan informasi berkualitas, akurat, dan seimbang demi mendukung pembangunan bangsa,” tegas Firdaus.

    Melengkapi sambutannya, Firdaus menyampaikan terima kasih kepada sponsor acara ini; Mind ID, BRI Pusat, BNI Pusat, SIG (Semen Indonesia), BRI Insurance, Bank Banten, Bank BJB, PT Pembangunan Perumahan (PP), Walikota Batam, Loreal Paris, dan PT Bumi Siak Pusako. (*)

  • Bukan Perpres Publisher Right, Tetapi Tata Ulang Pers Indonesia dengan Perpu

    Bukan Perpres Publisher Right, Tetapi Tata Ulang Pers Indonesia dengan Perpu

    Oleh: Ketua SMSI, Firdaus

    INI cerita tentang ibu bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berusaha menyelamatkan hidup anak-anaknya, 2.000 lebih media start up dan media kecil yang dinaunginya.

    Meskipun seringkali dianggap kecil dan hanya sebagai komoditas alias alat tawar-menawar, di era revolusi informasi ini, konsep besar dan kecil telah bergeser, media besar dan kecil sama-sama punya hak hidup.

    Sekarang ini terdapat perubahan perilaku. Masyarakat menjadi yang memproduksi informasi, bahkan kemudian mengubah media menjadi konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa media yang tidak beradaptasi akan tertinggal.

    Dengan bergesernya peran media, kemudian diperparah dengan lahirnya konsep Perpres tentang Publisher Right yang menjadi ancaman terhadap kemerdekaan pers dan bisnis ribuan media start up. Perpres tersebut tampaknya lebih melindungi media arus utama dan para pemegang kepentingan besar, sehingga mengancam eksistensi media start up dan mengurangi esensi media sebagai pilar keempat.

    “Negara ini sedang tidak baik-baik saja. Negara ini sakit karena persnya sakit. Penting adanya penataan ulang,” demikian seperti terlontar dalam Rakernas SMSI di Ancol, Jakarta Utara, Senin (18/2/2024) malam.

    Pengurus SMSI yang dinobatkan MURI sebagai organisasi media siber terbesar di dunia ini berjuang untuk menghapuskan pasal verifikasi dalam Perpres, sementara ribuan anggotanya di daerah terus bertahan.

    Forum rakernas yang diikuti seluruh pengurus pusat dan perwakilan 38 provinsi itu memandang Perpres Publisher Right berbanding terbalik dengan penerbitan perpu UU kedaulatan digital yang menjadi penting karena mencerminkan kerangka hukum yang lebih baik untuk mengatur lingkungan digital yang terus berkembang pesat. UU kedaulatan digital dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang timbul dalam dunia digital, seperti keamanan data, privasi, kejahatan cyber, dan pengaturan konten online.

    UU kedaulatan digital merupakan undang-undang yang bertujuan untuk mengatur dan melindungi kedaulatan negara dalam ranah digital. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengaturan penggunaan data, perlindungan privasi online, keamanan cyber, regulasi platform digital, serta pengelolaan konten digital yang sesuai dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

    Dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital, pemerintah dapat memberikan kerangka hukum yang jelas dan kuat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan digital. Ini akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, terpercaya, dan dapat diandalkan bagi masyarakat dan bisnis.

    Selain itu, UU kedaulatan digital juga dapat menjadi landasan bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi di era digital ini, dengan memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis dan investor dalam mengembangkan teknologi dan layanan digital.

    UU kedaulatan digital relevan dengan persoalan yang dihadapi media start up terkait dengan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi, hak cipta, dan keberlanjutan bisnis mereka dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.

    Jika Perpres Publisher Right diberlakukan tanpa kerangka hukum yang kuat seperti UU kedaulatan digital, media start up rentan terhadap dampak negatif, termasuk:

    Pembatasan hak cipta: Perpres Publisher Right memberikan keleluasan yang lebih besar kepada penerbit arus utama atas konten yang dihasilkan, mengurangi akses dan kemampuan media start up untuk menggunakan dan mendistribusikan konten secara bebas. UU kedaulatan digital dapat membantu memastikan bahwa hak cipta diatur dengan adil dan seimbang, melindungi kepentingan media start up.

    Ketergantungan pada platform besar: Media start up mungkin terpaksa mengandalkan platform besar yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi distribusi konten online. UU kedaulatan digital dapat mengatur platform-platform ini untuk memastikan bahwa kepentingan media start up diakui dan dilindungi dalam lingkungan digital.

    Pembatasan yang diakibatkan oleh Perpres Publisher Right dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis media start up, mengurangi pluralitas media dan keragaman opini dalam masyarakat. UU kedaulatan digital dapat menciptakan kerangka hukum yang mendukung inovasi dan pertumbuhan media start up, sehingga memastikan keberlanjutan ekosistem media yang sehat dan beragam.

    Dengan demikian, UU kedaulatan digital menjadi penting dalam melindungi kepentingan media start up dan memastikan keberlangsungan mereka dalam menghadapi tantangan dari regulasi seperti Perpres Publisher Right.

    Pada bagian lain penerbitan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers penting untuk menata ulang kehidupan pers di Indonesia karena adanya kebutuhan akan kerangka hukum yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman, terutama dalam era digital seperti sekarang ini. Selain itu, perpu ini penting,

    Agar masyarakat pers, tidak tercerabut dari akar kemerdekaan pers akibat ulah “predator” media yang berwajah pers.

    Perlunya adaptasi kemerdekaan pers terhadap perkembangan teknologi merupakan salah satu alasan mengapa hal ini harus dilakukan.

    UU No. 40 tentang Pers yang telah ada mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh industri pers di era digital. Dengan menerbitkan perpu sebagai penggantinya, pemerintah dapat menciptakan regulasi yang lebih relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat.

    Selain itu UU pengganti ini memberi perlindungan terhadap kebebasan pers sebagai aspek yang sangat penting dalam demokrasi. Dengan menata ulang kehidupan pers melalui perpu, pemerintah dapat memastikan bahwa kebebasan pers tetap terjaga dan dilindungi, sambil tetap memperhatikan aspek-aspek lain seperti tanggung jawab sosial dan etika jurnalistik.

    Perpu baru juga dapat mencakup ketentuan-ketentuan yang lebih kuat dalam melindungi jurnalis dan media dari tekanan atau intervensi yang tidak semestinya, baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta. Hal ini penting untuk menjaga independensi dan integritas profesi jurnalistik.

    Dengan menciptakan kerangka hukum yang lebih kondusif, perpu baru dapat memberikan insentif bagi inovasi dan pertumbuhan industri pers, termasuk media start up. Ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan kompetitif bagi pelaku industri pers di Indonesia.

    Dengan demikian, penerbitan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers dapat menjadi langkah penting dalam menata ulang kehidupan pers di Indonesia agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman.

    Oleh karena itu, forum rapat kerja nasional SMSI yang memenuhi Aula Hotel Candi Bentar Ancol mengajukan permintaan kepada Presiden:

    Pertama, membuat perpres baru atau memperbarui UU IT dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital.

    Kedua, mengatur kembali kehidupan masyarakat pers dengan menerbitkan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers. (*)

  • Taiwan: Pengusiran Kapal Penangkap Ikan Ilegal China Sepenuhnya Legal

    Taiwan: Pengusiran Kapal Penangkap Ikan Ilegal China Sepenuhnya Legal

    JAKARTA, LOMBOKEXPRESS.ID – Pemerintah Taiwan menyatakan, pengusiran kapal penangkap ikan China yang melakukan penangkapan ikan di Laut Taiwan sepenuhnya legal dan sah.

    Keterangan pers Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, Sabtu (17/2/2024) menyebutkan, pada 14 Februari 2024 sekitar pukul 13.00 sebuah kapal penangkap ikan dari China melanggar batas masuk ke perairan dekat Pulau Beiding di Kinmen Taiwan untuk menangkap ikan secara ilegal.

    Petugas Patroli Laut Taiwan segera mengambil langkah tegas dengan mengirimkan kapal patroli untuk melakukan pemeriksaan, tetapi kapal penangkap ikan China menolak pemeriksaan, menghindar, dan melarikan diri, menyebabkan kapal penangkap ikan itu terbalik dan empat nelayan China jatuh ke laut.

    Petugas patroli Taiwan segera melakukan penyelamatan dan mengirim mereka ke rumah sakit di Kinmen untuk pengobatan. Dua diantara para nelayan China tersebut meninggal dunia setelah upaya penyelamatan. Kasus ini melibatkan petugas patroli laut Taiwan yang melakukan tugas mereka sesuai hukum tanpa melakukan tindakan yang tidak pantas.

    Akan tetapi Kantor Urusan Taiwan dari pemerintah China tidak membedakan mana yang benar dan mana yang salah dengan menuduh petugas patroli laut Taiwan melakukan cara yang kasar dan berbahaya sehingga menyebabkan kejadian tragis itu.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa China murni melakukan pembelaan terhadap kapal penangkap ikannya yang melakukan penangkapan ikan ilegal di luar wilayahnya dan dengan sengaja menyalahkan Taiwan dalam upaya untuk menciptakan ketegangan antara kedua sisi selat.

    Taiwan mengecam keras tindakan tersebut. China disebutkan seringkali membiarkan kapal penangkap ikan mereka secara ilegal masuk ke perairan Taiwan untuk menangkap ikan, menggunakan bom ikan, menggunakan zat beracun pada ikan, mengambil pasir dari laut, dan membuang sampah laut yang semuanya merusak ekosistem laut.

     

    Meskipun pemerintah Taiwan telah berkali-kali meminta pihak China untuk mengendalikan diri, namun belum terlihat adanya perbaikan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kapal penangkap ikan dari China secara ilegal memasuki perairan Taiwan untuk menangkap ikan berharga tinggi secara ilegal yang tentunya merugikan hak-hak nelayan Taiwan dan kehidupan masyarakat pesisir.

    Masyarakat Taiwan telah berkali-kali melaporkan kejadian Tersebut dan meminta Otoritas Taiwan untuk bertindak sesuai hukum dengan mengusir mereka. Petugas patroli laut Taiwan bertugas melindungi hak-hak nelayan Taiwan dan mempertahankan kedaulatan negara.

    Menurut data statistik, dari tahun 2016 hingga 2023, total ada lebih dari 9.000 kapal penangkap ikan dari China yang telah disita dan dicegah beroperasi oleh Taiwan karena melakukan berbagai tindakan ilegal seperti penangkapan ikan di luar batas, pencurian pasir laut, dan penyelundupan. Beberapa di antaranya bahkan menghilangkan atau menutupi nama kapal untuk menghindari pemeriksaan, bahkan sampai menabrak atau menyerang petugas patroli laut Taiwan.

    Taiwan menyesalkan kejadian yang melibatkan penolakan awak kapal China untuk bekerja sama dengan otoritas Taiwan dalam penegakan hukum, yang berujung pada kejadian tragis dengan cara yang berbahaya.

    Pemerintah Taiwan berharap bahwa otoritas China akan memperketat pengawasan terhadap tindakan ilegal semacam itu agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali, demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kedua sisi selat. (red)

    Keterangan foto: Petugas patroli Taiwan sedang melakukan upaya penyelamatan pada nelayan China yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Taiwan baru-baru ini (Foto: Dok. TETO)

  • Ini Dia Tujuh Poin Deklarasi Damai 2024 BEM se-Riau

    Ini Dia Tujuh Poin Deklarasi Damai 2024 BEM se-Riau

    PEKANBARU, LOMBOKEXPRESS.ID- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau memperlihatkan komitmen mendukung kondusivitas jelang, saat dan pasca Pemilu 2024 dengan menggelar Deklarasi Pemilu Damai.

    Acara tersebut digelar di Lantai 2 di salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Senin (12/2/2024).

    Kegiatan ini menjadi wadah bagi pengurus BEM Riau dan mahasiswa se Provinsi Riau untuk bersama-sama menyuarakan pentingnya keamanan dan kedamaian dalam proses demokrasi.

    Salah satu kerawanan Pemilu terdapat pada dimensi partisipasi yang berhubungan dengan keterlibatan masyarakat pemilih yaitu kerawanan terjadi sejak pencalonan sampai konflik antar kontestan dan massa pendukung saat kampanye.

    Sehingga pemilu yang damai dan demokrasi bermartabat hanya dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dan kerja sama yang baik seluruh anak bangsa.

    Pemerintah, penyelenggara Pemilu, partai politik, seluruh elemen bangsa, dan warga negara mempunyai posisi dan pengaruh yang penting untuk memajukan proses demokrasi dan menyukseskan Pemilu yang damai dan bermartabat.

    “Di beberapa waktu ini timbul indikasi, bahwasannya pencinderaan demokrasi sekaligus tercemarnya kampus yang dimana hari ini kita ketahui sebagai ranah akademik atau kampus merupakan tempat yang paling murni tanpa politik praktis didalamnya. Maka dari itu kegiatan ini kita adakan untuk mengawal isu-isu terkini yang timbul di tengah masyarakat,” kata Alfikri Habibullah selaku Korpus BEM se-Riau.

    Komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan proses demokrasi yang berintegritas dan menghasilkan pemimpin yang dipilih secara adil dan transparan.

     

    DEKLARASI PEMILU DAMAI

    1. Berkomitmen untuk menjaga dan mengawal proses demokrasi, sesuai tahapan Pemilu 2024 agar berjalan dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

    2. Mengajak semua komponen bangsa untuk berpartisipasi aktif mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024.

    3. Mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa Provinsi Riau yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab.

    4. Mengajak semua pihak untuk ikut aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan Pemilu agar berjalan sesuai aturan, berlangsung secara aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

    5. Menolak segala bentuk upaya provokasi, penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian serta berkomitmen untuk tidak ikut serta dalam penyebaran berita hoax yang dapat mengganggu jalannyaPemilu 2024.

    6. Mendesak seluruh komponen bangsa baik Pemerintah, peserta Pemilu maupun masyarakat untuk menerima hasil Pemilu yang telah dilaksanakan dengan netral, jujur, adil dan bermartabat.

    7. Mendesak seluruh tokoh akademisi di Provinsi Riau untuk tidak melakukan politik praktis, dan tidak menjadikan kampus sebagai wadah untuk melakukan kegiatan politik praktis. ***

  • PLN Icon Plus Tawarkan SPKLU di Pusat Perbelanjaan Pekanbaru

    PLN Icon Plus Tawarkan SPKLU di Pusat Perbelanjaan Pekanbaru

    PEKANBARU, LOMBOKEXPRESS.ID– Sebagai subholding, PLN Icon Plus mendapat mandat dari PT PLN (Persero) untuk mengembangkan bisnis di luar ketenagalistrikan atau yang disebut dengan istilah Beyond kWh.

    Hal ini juga mencakup pengembangan solusi digital untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan layanan terkait Electric Vehicle (EV) lainnya yang terintegrasi dengan layanan kelistrikan dalam sebuah platform bernama PLN Mobile.

    Bahru Rodi Ilmawan, General Manager PLN Icon Plus Strategic Business Unit (SBU) Regional Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) menjelaskan, selain fokus pada konektivitas dan solusi digital, kini PLN Icon Plus juga tengah mengembangkan solusi energi bersih (green energy) salah satunya mendorong pertumbuhan EV dan ekosistemnya dengan konsep Smart & Green.

    “Demi mendorong pertumbuhan kendaraan listrik, ada beberapa jenis SPKLU yang disediakan yaitu Slow Charging, Medium Charging, Fast Charging, dan Ultra Fast Charging,” jelas Bahru.

    Dalam upaya hal tersebut, PLN Icon Plus Sumbagteng Unit Layanan Riau bersama dengan PLN UP3 Pekanbaru melakukan kunjungan ke Mal Pekanbaru sebagai salah satu pelanggan PLN untuk silaturahmi dan sosialisasi layanan terbaru dari PLN group.

    Pada pertemuan tersebut, Manajer Unit Layanan Riau PLN Icon Plus Sumbagteng, Pendi Erixon menyampaikan, penyediaan layanan SPKLU di kawasan pusat perbelanjaan Mal Pekanbaru untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik di Pekanbaru yang sangat cepat.

    “Pusat perbelanjaan, hotel, dan rumah sakit di Pekanbaru harus menangkap peluang bisnis SPKLU yang dihadirkan PLN Group,” ujar Pendi.

    Megawati, General Manager Mal Pekanbaru menyambut baik kunjungan tersebut.
    “Kami menyambut baik kunjungan ini, dan akan menjadi pertimbangan kami untuk menyediakan layanan SPKLU yang ditawarkan oleh PLN Icon Plus,” ujar Megawati.

    Di lain kesempatan, Ari Rahmat Indra Cahyadi, Direktur Utama PLN Icon Plus mengatakan, saat ini di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam hal adopsi transportasi kendaraan listrik.

    “Ke depan, pertumbuhan industri kendaraan listrik akan semakin berkembang pesat, dan oleh karenanya PLN Icon Plus akan terus mengembangkan bisnis Beyond kWh terutama untuk mendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai beserta seluruh ekosistemnya,” pungkas Ari Rahmat.

    Penyediaan SPKLU ini juga sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perdagangan No. 03 Tahun 2023 tentang Penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan Pemberian Parkir Prioritas untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Batere di pusat perbelanjaan, dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 9 Tahun 2021 tentang Riau Hijau. ***

    Keterangan foto: Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN Icon Plus SBU Sumbagteng. (f: Humas PLN Icon Plus Sumbagteng)

  • Ketua Umum PWI Pusat Wisuda Lulusan SJI Versi Baru

    Ketua Umum PWI Pusat Wisuda Lulusan SJI Versi Baru

    BANDUNG, LOMBOKEXPRESS.ID–Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) telah meluluskan 33 peserta kelas muda di Bandung. Ke-33 lulusan angkatan pertama itu diwisuda langsung oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Pusat Hendry Ch Bangun, di Aula Gedung PWI Jawa Barat, Jl Wartawan II Bandung, Sabtu (10/2/2024) sore.

    SJI versi baru untuk kelas muda berlangsung selama lima hari sejak Selasa (6/2/2024), diikuti oleh 33 wartawan muda yang berasal dari kabupaten/kota di seluruh Jabar selain dari Bandung sendiri.

    Melalui ujian yang berlangsung dari pagi hingga menjelang sore, keseluruhan peserta dinyatakan lulus. Dari 33 lulusan, lima orang berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu Ade Hadeli dari Koran Gala, Mulya Hermawan dari Suarasukabumi.id, Rifat dari DetikJabar, Shelly Silvisna Dahlia dari Zonabandung.com, dan Adam Sumanto dari Pasundan Ekspres.

    Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dalam sambutannya menyatakan, PWI akan mengevaluasi penyelenggaraan SJI ini ke depan. SJI menjadi prioritas program PWI di bawah kepemimpinan Hendry setelah mengalami vakum selama 5 tahun.

    Dalam waktu dekat, SJI yang didirikan PWI ini akan melanjutkan kegiatan pendidikan di Malang, Jawa Timur, dan Lampung. Di Bandung sendiri, program SJI akan berlanjut dengan dua kali gelombang untuk kelas muda, dan kemudian akan ditingkatkan untuk kelas madya.

    Di kalangan wartawan, SJI adalah ikon dari PWI yang sudah berjalan sejak lama. “Pada saat itu, pertama kali diadakan di Palembang tahun 2010 dengan pemberi kuliah pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk kali ini, multi tasking jurnalisme menjadi andalan silabus SJI. Termasuk berpikir kritis, berwawasan kebangsaan, dan menjaga integritas,” ungkap Hendry saat peluncuran SJI yang dibuka Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, 6 Februari lalu.

    Menurut Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Mohammad Nasir, SJI merupakan program pendidikan bagi wartawan anggota PWI yang dilaksanakan secara mobile (keliling) dari provinsi ke provinsi. Tujuannya, untuk mendekatkan SJI dengan para wartawan yang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan jurnalisme terbaru, dengan mempertajam multi-tasking, integritas, kebangsaan, dan critical thinking.

    Sementara itu, Direktur SJI Ahmed Kurnia, menambahkan tentang proses rekrutmen untuk pengajar SJI yang dipilih adalah para wartawan senior yang memiliki jam terbang tinggi. “Selain punya pengalaman, mereka juga punya wisdom yang bisa dibagikan kepada wartawan muda,” katanya.

    Pada kesempatan terpisah Zarman Syah, pengajar SJI yang juga peneliti di lembaga internasional UNITAR (United Nation Training and Research) mengatakan, kehadiran SJI sudah tepat pada zamannya.

    “Sekarang ini ada ancaman terhadap profesionalisme wartawan dengan kehadiran mesin pintar AI. Maka tidak bisa dielakkan lagi kemampuan dan pengetahuan serta keterampilan wartawan harus terus-menerus ditingkatkan,” kata Zarman. (rls)

  • Perkuat Sinergi, Lapas Lobar Gelar Media Gathering

    Perkuat Sinergi, Lapas Lobar Gelar Media Gathering

    LOBAR, NTBNOW.CO–Untuk memperkuat dan mempererat sinergi, Lapas Kelas IIA Lombok Barat (Lobar), Kanwil Kemenkumham NTB menggelar Media Gathering bersama sejumlah awak media, baik cetak, elektronik dan online.

    Kegiatan itu untuk memperkuat dan mempererat sinergi yang selama ini telah berjalan sangat baik, Rabu (7/1), di Saung, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Lombok Barat.

    Media Gathering yang bertajuk “Perkuat Sinergi Semakin Pasti dan Berakhlak untuk Kinerja Kemenkumham Yang Berdampak” ini, turut dihadiri seluruh Pejabat Struktural dan Tim Humas Lapas Lombok Barat.

    Kalapas Lombok Barat, M Fadli mengungkapkan peran media sangat penting dalam penyebaran informasi terkait kegiatan pembinaan di Lapas Lobar.

    “Kami sangat memahami peran media sangat strategis dan sangat penting. Apalagi kegiatan-kegiatan pembinaan di Lapas tentu kita membutuhkan support-support dari stakeholder yang lain termasuk media,” ungkapnya saat membuka kegiatan Media Gathering.

    Ia menyadari keberadaan dan dukungan media massa sangat penting dan dapat dirasakan perbedaannya ketika tanpa support media.

    “Kami merasa tidak lengkap saja jika banyak kegiatan positif yang kita laksanakan disini tanpa dukungan teman-teman media,” ujarnya.

    Ia berharap, ke depannya pihaknya terus bersinergi dengan media guna memastikan kinerja Kemenkumham dan Lapas Lobar benar benar berdampak . Karena disadari bahwa dibutuhkan dukungan dan peran media dalam pemberitaan positif sebuah instansi.

    Sementara dari perwakilan salah satu awak media (LR) sangat mengapresiasi kegiatan ini.

    Menurutnya Lapas Lobar harus memfasilitasi media dalam mendapatkan informasi terkait setiap kegiatan yang positif di Lapas secara cepat agar dapat disampikan dalam bentuk berita kepada masyarakat luas.

    “Sebagai media yang bergerak dalam bidang informasi ini juga bisa untuk menangkal hoaks,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan itu juga dilakukan sesi tanya jawab, dimana sejumlah awak media berkesempatan melontarkan berbagai pertanyaan terkait Pembinaan dan Kegiatan di Lapas. (ijw/red)

  • Setelah Dibuka Menteri Pendidikan, Semangat SJI Membara

    Setelah Dibuka Menteri Pendidikan, Semangat SJI Membara

    BANDUNG, LOMBOKEXPRESS.ID- Proses belajar-mengajar Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), Rabu (7/2) memasuki hari kedua. SJI langsung berjalan setelah dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Selasa (6/2/2024).

    Nadiem Makarim mengatakan keberadaan SJI yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan langkah yang tepat, mengingat perkembangan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan terus bergerak maju. Para wartawan harus dibekali keterampilan menghadapi semua perkembangan teknologi.

    Setelah pembukaan SJI, langsung dilanjutkan dengan kuliah kebangsaan yang berikan oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch. Bangun dan kuliah filosofi profesi wartawan oleh Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat Marah Sakti Siregar.

    Rabu (7/2) pagi dilanjutkan dengan kuliah integritas yang disampaikan Prof Ibnu Hamad dari Universitas Indonesia, lalu dilanjutkan dengan kuliah multi tasking, perencanaan berita, dan berpikir kritis.

    Sebelum menyampaikan materi, pengajar SJI berkumpul men-sinkron-kan materi ajar yang akan mereka sampaikan masing-masing. Para pengajar yang hadir pada hari kedua antara lain Ahmed Kurnia (pengajar dan Direktur SJI), Iman Handiman (Wakil Direktur), Marah Sakti Siregar (pengajar SJI- Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat), dan para pengajar lainnya Dr Zarman Syah dan Dr Suprapto, Dr Imam JP, Haryo Ristamaji, M.Kom.

    SJI mengambil tempat di Gedung PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan II, Kota Bandung. Para siswanya berasal dari Bandung dan kota/kabupaten se-Jawa Barat.

     

    Teknologi Telah Mengubah

    Menteri Nadiem Makarim dalam kesempatan pembukaan SJI mengatakan, keberadaan SJI yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (SJI) merupakan langkah yang tepat, mengingat perkembangan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan terus bergerak maju.

    “Teknologi telah merubah segala aspek sektor jurnalisme. Tapi itu bukan alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme. Kita harus berkompetisi dengan kecerdasan buatan sekarang. Kita harus berintegritas, berpikiran kritis, kita harus menulis dengan hati nurani, karena itu yang tidak dimiliki oleh mesin kecerdasan buatan,” kata Nadiem yang datang ke Bandung dengan menggunakan kereta api cepat Whoosh Jakarta- Bandung.

    Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch. Bangun menyebut SJI merupakan lanjutan dari program yang sebelumnya sudah digagas tahun 2010.

    Di depan Nadiem Makarim dan PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi ternama di Bandung, jajaran pengurus PWI Jawa Barat yang diketuai H. Hilman Hidayat, serta para siswa SJI, Hendry Ch Bangun mengatakan, SJI merupakan program peningkatan kompetensi dan wawasan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

    Di kalangan wartawan, SJI adalah ikon dari PWI yang sudah berjalan sejak lama. “Pada saat itu, pertama kali diadakan di Palembang tahun 2010 dengan pemberi kuliah pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk kali ini, multi tasking jurnalisme menjadi andalan silabus SJI. Termasuk berpikir kritis, berwawasan kebangsaan, dan menjaga integritas,” ungkap Hendry yang hadir ke Bandung bersama Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandarsyah dan pengurus lainnya.

    Menurut Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Mohammad Nasir, SJI merupakan program pendidikan bagi wartawan anggota PWI yang dilaksanakan secara mobile (keliling) dari provinsi ke provinsi. Tujuannya, untuk mendekatkan SJI dengan para wartawan yang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan jurnalisme terbaru, dengan mempertajam multi-tasking, integritas, kebangsaan, dan critical thinking.

    Sementara itu, Direktur SJI Ahmed Kurnia, menambahkan tentang proses rekrutmen untuk pengajar SJI yang dipilih adalah para wartawan senior yang memiliki jam terbang tinggi. “Selain punya pengalaman, mereka juga punya wisdom yang bisa dibagikan kepada wartawan muda,” katanya.

    Pada kesempatan terpisah Zarman Syah, pengajar SJI yang juga peneliti di lembaga internasional UNITAR (United Nation Training and Research) mengatakan, kehadiran SJI sudah tepat pada zamannya.

    “Sekarang ini adanya ancaman terhadap profesionalisme wartawan dengan kehadiran mesin pintar AI. Maka tidak bisa dielakkan lagi kemampuan dan pengetahuan serta keterampilan wartawan harus terus-menerus ditingkatkan,” kata Zarman. (*) ‎

  • Danrem 162/WB Dampingi Pangdam IX/Udayana, Buka Kegiatan PERSAMI Pramuka Saka Wira Kartika

    Danrem 162/WB Dampingi Pangdam IX/Udayana, Buka Kegiatan PERSAMI Pramuka Saka Wira Kartika

    LOBAR, LOMBOKEXPRESS.ID–Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc membuka Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Saka Wira Kartika 2024 dalam upacara yang digelar di Bumi Perkemahan Gunung Jae Desa Sedau dan di Dusun Pesak Selatan Desa Presak Kec. Narmada Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (3/2/2024).

    Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dengan Alam Rehabilitasi Kawasan Hutan dan Lahan Basah” ini diikuti ratusan peserta Pramuka Saka Wira Kartika binaan Kodim sejajaran Korem 162/WB, yang dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 3 hingga 4 Februari 2024.

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pangdam IX/Udayana, mengatakan, Persami Saka Wira Kartika 2024 dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Dalam perannya sebagai pembina, diakuinya, TNI AD memiliki tanggung jawab moral yang besar. Bukan hanya untuk mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan Gerakan Pramuka bagi seluruh peserta, tapi juga meningkatkan pemahaman terhadap kesadaran pelestarian lingkungan dan alam bagi generasi muda.

    “Mengapa kegiatan ini penting dilaksanakan? Sebab TNI AD sebagai Pembina Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab moral menciptakan generasi muda sadar kelestarian lingkungan dan alam, memiliki karakter dan kesadaran kebangsaan yang kuat, serta menjadi Warga Negara Indonesia yang senantiasa bertindak dengan berpedoman pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila,” ungkap Jenderal TNI Maruli dalam sambutan tertulisnya.

    Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M,Sc., menyampaikan saat diwawancara oleh awak media, kegiatan perkemahan sabtu, minggu yang kita kenal dengan persami saka Wira Kartika, pembinanya adalah Kepala Staf Angkatan Darat, Persami di Jajaran Kodam IX/Udayana kita laksanakan di tiga tempat pertama di Bali kedua Lombok ketiga di NTT, dengan jumlah peserta anggota saka wira kartika binaan Kodam IX/Udayana sebanyak 3.115 orang, terang Mayjen TNI Harfendi.

    Ini adalah pembinaan terhadap generasi muda, supaya mereka mempunyai bela negara, cinta tanah air dan juga cinta alam, kita harus ikut melestarikan alam karena alam adalah titipan yang harus kita jaga, kegiatan hari ini dimulai dari upacara, pengobatan massal, penanaman pohon, dan bantuan untuk rekan-rekan kita yang kurang mampu, papar Pangdam IX/Udayana.

    Pada kesempatan yang sama Danrem 162/WB, Brigjen TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta mendukung kegiatan ini. Beliau pun meminta seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik, supaya ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diterima dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

    Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, penanaman bibit pohon, peninjauan posko pelayanan kesehatan, serta mengikuti konferensi video upacara pembukaan Persami Saka Wira Kartika Nasional 2024 dari Subang, Jawa Barat.

    Turut hadir pada acara tersebut Asisten 2 Propinsi NTB, H. Fathul Gani. Danlanud ZAM Kolonel PNB Erwin Sugiandi, Danlanal di Wakili Lettu Laut (P) Patmo, Aslog Kasdam IX/Udyana Kolonel Kav Soleh, S.Sos, Aster Kasdam IX/Udy Kolonel Inf Puji Hartono, S.I.P, Dandim 1606/Mataram Letkol Arm Muh. Saefudin Khairuzzamani, S.Sos., M.Han, Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, SH, Kasrem 162/WB Kolonel Inf Susanto Lastua Manurung dan seluruh Kasi Korem 162/WB. (Penrem 162/WB)

  • Kapolresta Mataram Tegaskan Netralitas Harus Tetap Dijunjung 

    Kapolresta Mataram Tegaskan Netralitas Harus Tetap Dijunjung 

    MATARAM, LOMBOKEXPRESS.ID-Jelang Pemilihan umum (pemilu) serentak 14 Febuari 2024 mendatang, Polresta Mataram terus ingatkan personel polisi harus tetap memiliki sikap netralitas.

    “Yang jelas kami tegaskan harus netral. Netralitas itu nomor satu, yang paling utama. Jangan sampai terlibat politik-politik yang praktis,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, usai silaturahmi dengan Media, Sabtu, 27/1/2024 di Mataram.

    Ia mengungkapkan, netralitas dalam pemilu sudah memiliki aturan yang di sampaikan oleh Kapolri beberapa waktu lalu dangan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri Pasal 5 Huruf B, dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Polri dilarang melakukan kegiatan Politik Praktis.

    “Jelas itu kode etik ada, sudah masuk dalam ranah kode etik,” ungkapnya.

    Disinggung terkait istri anggota polisi yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, mantan Kabagbinkar SDM Polda Sumatera Selatan ini menegaskan tidak ada aturan tersebut dan hal tersebut tidak boleh dilakukan anggota kepolisian.

    “Alhamdulillah termasuk juga tadi yang disampaikan ada juga anggota yang bukan di wilayah kita yang istrinya juga mencalonkan diri. Tapi ya sebagai anggota polri kita tidak boleh, ya karena emang anggota polri ini sifatnya dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan. Kapan dia sebagai anggota polri, kapan dia sebagai suami itu bisa dibedakan. Tapi dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. Nah itu yang harus di pahami oleh rekan-rekan semua dan anggota,” tegasnya.

    Sedangkan untuk wilayah rawan di Mataram dan Lombok Barat, Arief menambahkan titik rawan sampai saat ini tidak ada. Yang ada hanya kekhawatiran jarak yang lumayan jauh dari jangkauan pengamanan kepolisian.

    “Kalau sampai sekarang secara umum yang jauh aja, jauh jangkauan, ya Gunung Sari Narmada, Lingsar itu yang paling jauh, tapi kalau di dalam kota ini Alhamdulillah situasi sama aman,” pungkasnya. (can)

    Keterangan foto: Wawancara Kapolres Mataram Kapolres Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, usai silaturahmi dengan Media, Sabtu, 27/1/2024 di Mataram. (Dokumen Humas Polresta Mataram)