Memahami Fenomena Sehari-hari dengan Bahasa Sederhana
Ada banyak hal yang kita lihat, rasakan, dan alami setiap hari. Namun, sering kali kita tidak pernah bertanya mengapa semua itu terjadi.
Mengapa udara tidak terlihat? Ke mana air laut yang menguap? Mengapa langit berwarna biru? Mengapa tubuh menggigil ketika kedinginan? Mengapa pesawat yang begitu berat bisa terbang?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.
Melalui serial “Sains di Sekitar Kita”, kita akan membahas berbagai fenomena sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami siapa saja.
BAGIAN 1
Ke Mana Perginya Air Laut yang Menguap?
Setiap hari Matahari memanaskan permukaan laut. Sebagian air kemudian berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.
Pertanyaannya, kalau air laut menguap, ke mana perginya?
Apakah air tersebut hilang?
Tentu tidak.
Air hanya berubah bentuk.
Ketika menerima panas dari Matahari, molekul air di permukaan laut mendapatkan energi. Sebagian molekul bergerak cukup cepat untuk meninggalkan permukaan air dan berubah menjadi uap air.
Uap air kemudian naik ke atmosfer.
Semakin tinggi, suhu udara umumnya lebih rendah. Uap air kemudian dapat mengalami pendinginan dan berubah menjadi butiran air yang sangat kecil. Proses ini disebut kondensasi.
Butiran-butiran air tersebut berkumpul dan membentuk awan.
Ketika butiran air semakin besar dan berat, air akhirnya jatuh kembali ke permukaan Bumi sebagai hujan.
Air yang turun kemudian mengalir ke sungai, danau, tanah, dan akhirnya sebagian besar kembali menuju laut.
Inilah yang disebut siklus air.
Jadi, air laut yang menguap sebenarnya tidak menghilang.
Ia melakukan perjalanan:
laut → menguap → atmosfer → awan → hujan → sungai/tanah → laut kembali.
Siklus tersebut berlangsung terus-menerus.
Air yang kita minum hari ini, secara sederhana, bisa saja pernah menjadi bagian dari laut, sungai, hujan, atau bahkan berada di atmosfer pada masa lalu. (ai/beraambung)
