Gubernur NTB Percepat Program Desa Berdaya, Penanganan Kekeringan Jadi Prioritas di Lombok Selatan

MATARAM (LE.ID)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat pelaksanaan Program Desa Berdaya sekaligus memperkuat penanganan kekeringan di sejumlah wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan.

Saat meninjau Desa Pandan Indah, Desa Mangkung, dan Desa Sengkol di Kabupaten Lombok Tengah, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, terutama di kawasan selatan yang berkembang pesat seiring hadirnya kawasan pariwisata Mandalika.

“Kami memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama menikmati hasil pembangunan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegas Miq Iqbal.

Sebagai bentuk nyata, Pemprov NTB mengalokasikan hampir Rp3 miliar melalui Program Desa Berdaya Transformatif untuk memberdayakan sekitar 350 kepala keluarga di Desa Mangkung dan Desa Sengkol. Bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing keluarga, mulai dari perdagangan, pengolahan pangan, hingga peternakan unggas.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), meningkatkan layanan kesehatan, serta memperkuat pembangunan infrastruktur dasar sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menghadapi musim kemarau, Pemprov NTB turut memprioritaskan penanganan kekeringan di wilayah Lombok Selatan dan Sumbawa Selatan. Bersama BNPB, pemerintah melakukan asesmen pembangunan sumur bor di daerah rawan kekeringan, sementara distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada mobil tangki milik Dinas Sosial, BPBD, dan Biro Umum.

Di sektor infrastruktur, Pemprov NTB juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mempercepat perbaikan check dam yang rusak, peninggian elevasi jembatan lama, serta pembangunan tanggul pengaman sungai guna mengurangi risiko banjir yang setiap tahun mengancam permukiman warga.

Miq Iqbal menegaskan, pesatnya pembangunan kawasan Mandalika harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, pelaku UMKM, Karang Taruna, dan masyarakat desa didorong terlibat aktif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan. (kominfotik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *