MATARAM (LE.ID) – Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pers kembali ditegaskan. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTB bekerja sama dengan Solopos Institute pada 28–29 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi jajaran Pengurus SMSI NTB di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026). Dalam pertemuan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Selain membahas pelaksanaan UKW, pertemuan juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun ekosistem pers yang profesional, berintegritas, dan mampu mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang berkualitas.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi langkah SMSI NTB yang terus berupaya meningkatkan kompetensi wartawan melalui pelaksanaan UKW. Menurutnya, peningkatan kapasitas insan pers merupakan investasi penting untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi ikhtiar SMSI NTB meningkatkan kualitas wartawan. Silakan gunakan gedung Kantor Bank NTB Syariah untuk pelaksanaan UKW, termasuk kebutuhan konsumsi. Soal dukungan lain akan kami upayakan, lalu ditindaklanjuti bersama Dinas Kominfotik,” ujar Gubernur.
Tidak hanya memberikan izin penggunaan gedung, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal juga berkomitmen mengupayakan berbagai bentuk dukungan lainnya agar pelaksanaan UKW berjalan lancar. Seluruh kebutuhan teknis selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Dinas Kominfotik NTB.
Dukungan tersebut disambut positif oleh jajaran SMSI NTB. Ketua SMSI NTB H. Abdus Syukur, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap penguatan kualitas pers di daerah.
Ia menjelaskan, UKW merupakan program strategis untuk meningkatkan kompetensi wartawan sesuai standar Dewan Pers. Melalui uji kompetensi, wartawan diharapkan semakin profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistik sekaligus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
“Kami ingin memperkuat kualitas SDM pers agar mampu menghadirkan informasi pembangunan yang akurat, objektif, edukatif, dan konstruktif,” kata Abdus Syukur.
Ia menambahkan, keberadaan wartawan yang kompeten akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi dunia pers, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat. Informasi yang disajikan media akan semakin berkualitas sehingga mampu menjadi sarana edukasi publik sekaligus pengawas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, SMSI NTB juga mengajukan dukungan moril dan bantuan pendanaan kepada Pemerintah Provinsi NTB sesuai kemampuan daerah. Selain itu, pengurus SMSI berharap Gubernur NTB berkenan hadir sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan UKW pada 28 Juli 2026.
Pelaksanaan UKW hasil kolaborasi SMSI NTB dan Solopos Institute ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalisme wartawan media siber di Nusa Tenggara Barat. Dengan semakin banyak wartawan yang kompeten, kualitas pemberitaan di daerah diharapkan semakin baik sehingga mampu mendukung terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Sekretaris SMSI NTB M. Tajir Asyjar Djr, Ketua SMSI Kota Mataram Sofiana Mufidah, Ketua SMSI Lombok Barat Idrus Jalmonadi, Ketua Panitia UKW SMSI NTB I Made Sanakumara, serta sejumlah pengurus SMSI NTB lainnya. (red)












