Blog

  • Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia

    Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia

    Catatan Hendry Ch Bangun (Anggota Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia/SMSI)

    Kita berdukacita atas tragedi yang menewaskan 134 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, buntut dari pertandingan Persebaya dengan Arema, hari Sabtu 1 Oktober 2022.

    Mari kita mendoakan agar arwah mereka diterima baik di sisiNya dan semoga kejadian menyedihkan seperti itu tidak terjadi lagi di negara kita, atau dimana pun.

    Bermain sepakbola mestinya adalah peristiwa menggembirakan sehingga baik pemain maupun penonton harus  menerima hasil dengan apa adanya, walaupun ada sisi persaingan untuk mendapatkan kemenangan dari dua tim yang bermain di lapangan. Dan kita menyaksikan pertandingan di liga-liga  besar di Eropa, Amerika Latin ataupun Asia, Afrika, sportivitas sangat dijaga.

    Hal itu antara lain ditunjukkan oleh pemain, yang kalah ataupun menang, yang menyampaikan terima kasih ke pendukung mereka. Tentu saja selalu ada penyimpangan dan dampak, tapi itu sangat sedikit.

    Di Indonesia, seperti juga di kebanyakan negara di dunia, sepakbola adalah olahraga popular yang disukai siapapun, tua muda, laki-laki atau perempuan, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

    Entah kapan mulai masuknya ke negeri ini, tetapi  karena ini olahraga orang Eropa, diyakini bahwa yang membawanya adalah Belanda, ketika mereka masuk dan kemudian menguasai Hindia Belanda.

    Menurut penelurusan yang saya lakukan belasan tahun lalu, meskipun sudah ada permainan sepakbola di kampung-kampung, pertandingan “resmi” antarperkumpulan baru dimulai pada tahun 1906.

    Saya melakukan studi kepustakaan, menjelajah koran-koran berbahasa Melayu untuk mencari berita-berita tentang olahraga yang mereka muat. Dan akhirnya menyimpulkan bahwa berita pertandingan resmi antarklub sepakbola  diadakan hari Minggu 5 Agustus 1906, seperti diberitakan oleh Pemberita Betawi terbitan 4 Agustus 1906.

    Sepakraga (Voetbaal)

    Besok hari Minggoe di tanah lapang Singa ada orang bermain voetbal.
    Perhimpoenan B.V.C dengan Sparta, dan perhimpoenan Achilles dengan Hercules.

    Beritanya singkat, seperti pengumuman saja, tetapi sudah menunjukkan setidaknya pada waktu itu ada empat perhimpunan sepakbola yang ikut kejuaraan walau ada belasan klub Eropa ada di Betawi.

    Melihat nama-namanya klub yang ada ini merupakan perkumpulan sepakbola milik atau berisikan pemain Belanda atau Eropa meski dari waktu ke waktu orang Melayu, dan Tionghoa juga ikut menjadi pemain sepakbola.

    BVC adalah Batavia Voetbal Club, sedang Sparta, Achilles, Hercules, Vios, dapat diketahui adalah nama klub yang ada di Belanda dan ditiru namanya di Hindia Belanda.

    Agar diingat pada masa itu pemerintah kolonial membagi tiga kelompok masyarakat, yaitu kelompok Eropa, orang Asing (Asia yakni Arab dan Tionghoa), dan orang Slam (maksudnya Islam).

    Klub pribumi nanti memiliki nama-nama seperti Tjahja Betawi, Tegoeh Setia, Bintang Timur, Sinar Kota, Seri Gunawan, Raksasa, Sinar Boelan, bahkan Tamba Loemajan.

    Sedangkan klub Tionghoa, misalnya Tiong Hoa Voetbal Club, Tiong Hoa Sport Vereenniging, Thien Nien Hui, Chung Hua, atau bernama netral seperti Union Makes Strength (UMS) yang sampai sekarang tetap eksis.

    Tidak hanya di sepakbola, perkumpulan olahraga orang Tionghoa untuk bulutangkis bahkan lebih banyak lagi. Oleh kalangan Tiong Hoa, olahraga dianggap sebagai sarana untuk menunjukkan kekuatan mereka, khususnya terhadap pemerintah kolonial bahwa mereka adalah bangsa yang tangguh meski kerap direndahkan bangsa Eropa.

    ***

    Di Jawa Timur, pertandingan sepakbola di tahun 1930an sudah ramai dilakukan. Ada kompetisi antarklub di Surabaya, yang sudah menggabungkan perkumpulan semua bangsa, di bawah Nederlands Indie Voetbal Bond (NIVB). Nanti belakangan, ketika PSSI  (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia) berdiri pada 19 April 1930 di Mataram,  ada juga perkumpulan sepakbola khususnya pribumi hanya mau berkompetisi di bawah naungan PSSI.

    Dualisme ini terus berlangsung dalam kondisi tidak seimbang karena NIVB disokong pemerintah sementara PSSI ditopang dukungan masyarakat yang terbatas kemampuan finansial meskipun semangat sepakbolanya tinggi sehingga kualitasnya kadang lebih bermutu, ditunjukkan dengan, bila ada klub luar negeri yang bermain PSSI menang sedang NIVB kalah.

    Sebagai dua kota terbesar di Jawa Timur, Surabaya dan Malang memiliki pemain-pemain sepakbola handal. Dari berita yang dimuat di koran Sin Po terbitan 16 Februari 1934, ditulis tentang pertandingan antara Surabaya dan Malang di lapangan Tiong Hoa, untuk kompetisi NIVB yang berkesudahan 6-0 untuk tuan rumah Surabaya.

    Dari susunan pemain terlihat bahwa dua kesebelasan terdiri dari bangsa Eropa, Melayu, dan Tionghoa. Pemain untuk pertandingan kedua kota ini berasal dari klub di kota masing-masing. Harings misalnya bermain untuk klub Thor, Kwai Sing dari klub Tiong Hoa.

    Surabaya menampilkan De Wilde (kiper), Baumgarten dan Chin Hoat (bek), Achmad, Sie Liong, Nawir (gelandang), Harings, Hian Gwan, Lohy, Kwai Sing, Hong Djin (penyerang).

    Malang juga memakai formasi sama, dengan Mo Heng sebagai kiper, dia ini yang menjadi penjaga gawang tim nasional ketika Hindia Belanda tampil di Piala Dunia Perancis tahun 1939. Pemain lainnya adalah Thong Thjiang, Dorms (bek), Mespelblom, Meyer, Schuurman/Bing Lie (gelandang), Goudsmit, Giok Tjoe, Moestamie, Van de Steegh, Polihury (penyerang).

    Untuk mendapatkan gambaran tentang berita pertandingan tersebut dan juga acara pemberitaan pada tahun 1934 itu, berikut saya kutipkan beberapa alinea, sesuai aslinya:
    Boeat ronde kadoea dari afdelingwedstrijd NIVB antara Soerbaja dan Malang telah dibikin ini hari di bawah pimpinan refree Hartog dari Semarang. Sajang sekali ini wedstrijd diganggoe oleh oedjan,  maskipoen pertandingan dilandjoetkan teroes, tetapi spelkwaliteit ada toeroen. Soerabaja ada banjak lebih koeat.  Technisch dan tachtiesch spelers Soerabaja ada banjak lebih oenggoel.
    Ada menarik hati, bagaimana goal pertama ditjitak oleh Kwai Sing, jang di ini wedstrijd ada sanget favorite dan saban-saban dapet kaokan dari publiek Eropa.
    Itu goel ada bagoes. Dari tengah di waktu refree tioep fluit pertama, bola oleh Sie Liong disontek pada Kwai Sing dan ngiprit sendirian dengan temboesin antero pendjagahan Malang sampe bisa deketin doel. Satoe tembakan bikin djalanya Malang tergeter.
    Doea menit baroe maen goal sudah ditjitak. Tapi ada satoe-satoenya goal di periode pertama, sebab sampai pause stand tetap 1-0.
    Sebentar lagi oedjan toeroen, tapi Tiong Hoa veld tida takoet aer, djadi pertandingan bisa dimaenkan teroes. ……
    Satoe koetika bola oleh Harings didjedjelken masoek. Hian Gwan seperti kilat menjamber pada bola jang menembak dengan direct. Bola dengen keras mandek dalam djaring, 5-0.
    Malang soeda djadi down. Soerabaja berkoeasa betoel-betoel di atas lapangan.  Satoe vrij schop ditembak ka samping.
    Oerang doega Soerabaja masih aken bisa tjitak lagi satoe goal, sebab saban-saban bola menoedjoe ka benteng Malang. Satoe tembakan dari Haring ditahan oleh keeper. Bola mental ka tengah dimana Lohy bersedia.  Bola dari badannja Lohy balik ka dalem doel dan stand 6-0. Tidak lama kamoedian pertandingan brenti.

    Saya tidak menemukan berita dan hasil pertandingan pertama, yang mestinya diadakan di Malang, beberapa hari sebelumnya. Dan di berita ini sendiri tidak muat hasil pertandingan kandang dan tandang, untuk menentukan hasil akhir pertemuan Surabaya dan Malang.

    ***

    Bahwa hasil pertandingan tidak selalu sesuai harapan, akan selalu ada, tetapi berkaca dari sebuah pertandingan di Betawi pada tahun 1930 dapat menjadi teladan. Klub UMS di kompetisi divisi 2 mestinya sudah ditetapkan sebagai juara tetapi karena menang 2-1, namun kemenangann itu diprotes karena ada gol yang semula dianulir dianggap sah,  Protest Commisie VBO menerimanya dan hasil akhir ditetapkan 2-2.

    Di pertandingan kedua UMS kembali menang 2-1, tetapi lagi-lagi diprotes lawan, karena di dalam Peraturan VBO, tidak ada aturan bahwa penentuan pemenang pertandingan dilakukan lewat perpanjangan waktu. Protes ini pun diterima, sehingga VBO menetapkan ada pertandingan ketiga.

    Pengurus, pemain, dan supporter UMS pusing bukan kepalang. Sudah dua kali menang di lapangan tetapi dua-duanya seperti tidak berarti, mereka harus berjuang untuk ketiga kalinya. Begini berita di koran Djawa Tengah terbitan 14 April 1930:
    Dalam doenia voetbal di Batavia, baroe ini kali kita alamken satoe keada’an di mana kampioenschap klas doea dipereboetin begitoe poenja soesa. Tida koerang dari tiga kali moesti diadaken beslissingwedstrijd boewat itoe.
    Liwat tiga minggoe ada kita wartaken tentang beslissingwedstrijd pertama antara UMS 2 versus B (ataksche) V (oetbal) V (ereeniging) yang berkasoedahan 2-1 boeat kaoentoengannja UMS, kamoedian ini uitslag diroba djadi 2-2, kerna protesnya BVV atas satoe goal jang oleh referee tidak didjadiken diakoeh sah oleh Protest Commisie VBO. Lantaran demikian djadi ini pertandingan moesti dioelangin lagi.
    Beslissingwedstrijd kadoea seperti djoega kita soeda kabarken, dilakoekan pada minggoe berselang, 6 April, dan kasoedahannja djoeda 2-1 boeat kamenagannya itu perkumpulan Tionghoa sasoedanja doea kali verlenging dan itoe goal kemenangan boeat UMS ditjitak dalam verlenging kadoea. Itoe kasoedahan djoega tida ditrima baek oleh BVV beralesan katanja dalam Reglement VBO tidak ada verlenging same doea kali dan djoega kenapa dalam match pertama tidak diverlengd. Protest Commisie VBO kombali trima baek BVV poenja protest hingga beslissingwedstrijd jang katiga harus diadaken.
    Tidakkah pembatja djadi goleng kepala menampak keadaan demikian?

    UMS akhirnya tetap menjadi juara divisi dua setelah di pertandingan ketiga pada 13 April 1930 di lapangan BVC, berhasil lagi-lagi menang dengan skor 2-1. Mereka meskipun dikerjai lawan yang didukung pengurus asosiasi, UMS tetap sabar, berjuang, dan menang. Begitulah cara menghadapi persoalan yang elegan, bukan dengan marah, patah arah, apalagi melakukan tindakan anarkis dan memalukan.

    Petasan boeat katiga kalinja disoeloet dan ini kali ada jang paling lama, hingga asepnya seperti taboenan!…
    UMS 2 tetep boleh gondola itoe gelaran Kampioen, kerna sekarang tidak ada portas-portesss lagi! Kitapoenja pengatoeran slamet jang kadoe kalinja…

    Bisa jadi kita menengok kembali ke masa lalu yang baik, untuk memetik pelajaran untuk maju di masa mendatang. Entah itu PSSI yang kerap sesuka hatinya membuat aturan—bergantung pada kemauan sponsor–, atau perkumpulan yang seharusnya mendisiplinkan diri dalam semua hal dalam menjaga sportivitas, dan tentu saja masyarakat yang seharusnya menikmati pertandingan dan bukan menjadi korban yang tak perlu.***

    Ciputat, 4 Oktober 2022.

  • Perkuat Sosialisasi dan Edukasi Anti Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

    Perkuat Sosialisasi dan Edukasi Anti Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

    BNPT RI dan Yayasan Dewa Dewi Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman

    JAKARTA (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Yayasan Dewa Dewi Indonesia di Kantor BNPT Jakarta pada Senin (3/10).

    Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., berharap Yayasan Dewa Dewi Indonesia bisa terlibat aktif dalam sosialisasi dan edukasi ke masyarakat agar tidak mudah terpengaruh paham radikalisme dan terorisme, bahkan juga dapat bekerjasama dalam aspek ekonomi yang nantinya dapat mensejahterakan para mitra deradikalisasi, penyintas dan masyarakat.

    “Insya Allah menjadi bagian kerja sama terutama dalam hal sosialisasi dan edukasi ke masyarakat ataupun bidang-bidang pemberdayaan ekonomi misalnya seperti program pencegahan deradikalisasi berbasis kesejahteraan di wilayah KTN (Kawasan Terpadu Nusantara),” katanya.

    Kepala BNPT RI turut menjelaskan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Yayasan Dewa Dewi Indonesia dalam rangka menyebarluaskan lima vaksin pencegahan penyebaran virus intoleransi, radikalisme dan terorisme yang menjadi musuh bersama.

    Lebih lanjut Boy Rafli menguraikan kelima vaksin anti intoleransi, radikalisme dan terorisme yaitu melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, akar budaya bangsa dan pembangunan kesejahteraan.

    “Bagi BNPT penandatanganan nota kesepahaman dengan Yayasan Dewa Dewi ini bagian dari semangat kerja sama multipihak (pentahelix) dalam upaya penanggulangan terorisme dari aspek pencegahan. Lima vaksin dalam mencegah terorisme ini, kita bisa kerja sama kan dengan Yayasan Dewa Dewi Indonesia,” jelasnya.

    Sepakat dengan apa yang diutarakan Kepala BNPT RI, Pembina Yayasan Dewa Dewi Indonesia, Hj. Siti Mamduhah Ma’ruf Amin, mengatakan siap membantu BNPT dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Menurutnya virus radikalisme dan terorisme sangat berbahaya karena memecah belah umat, bangsa dan negara.

    “Kami sambut baik penandatanganan ini. Terorisme memecah belah umat, bangsa dan nagara. Kami ingin Indonesia bersatu, lebih baik dan berkembang, pastinya aman dari terorisme. Kami siap kerja sama dan berperan serta dalam penanggulangan terorisme,” jelasnya.

    Dewi juga menyampaikan jika Yayasan Dewa Dewi Indonesia menyambut baik kerja sama yang dibangun, karena tentunya semua ingin Indonesia terus menjadi satu, sehingga negara Indonesia tercinta aman dari tindakan radikalisme dan terorisme. (has/bnpt)

  • Sosok Wartawan Peduli Pendidikan Berpulang, Selamat Jalan Bung Hermansjah

    Sosok Wartawan Peduli Pendidikan Berpulang, Selamat Jalan Bung Hermansjah

    KALANGAN wartawan dan organisasi pers di seluruh Indonesia berduka atas meninggalnya Hermansjah mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2015-2021.

    Tokoh pers Sumatera Utara (Sumut) yang peduli terhadap pendidikan wartawan itu berpulang untuk selamanya pada hari Jumat (30 September 2022) pukul 09.31 WIB di Rumah Sakit Royal Prima, Medan.

    Sebelum dimakamkan di dekat
    rumahnya, Jalan Bromo, Medan, jenazah Hermasjah disemayamkan di rumah duka Jalan Bromo Gang Tertib No 1, Medan.

    Kabar duka menjalar dengan cepat hingga seluruh Tanah Air. Ketua Umum PWI Pusat H. Atal S Depari, dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta seluruh jajaran kepengurusan dan staf menyampaikan doa dan ucapan duka cita yang mendalam atas kepergian Hermansjah. Semoga keluarga almarhum diberi ketabahan berlipat.

    “Kami benar-benar kehilangan atas kepergian pengurus PWI yang baik, Hermansjah. Tidak mendengar sakitnya, tiba-tiba ada kabar dia meninggal,” kata Atal.

    Menurut Atal, Hermansjah merupakan pribadi yang hebat, ringan kaki, peduli pada pendidikan wartawan, dan peduli pada kehidupan sosial serta kesejahteraan wartawan.

    Sederet kehebatan itu Hermansjah tunjukkan ketika menjadi ketua PWI Sumut. “Ia kunjungi teman-temannya di daerah-daerah, dan mengajak para wartawan meningkatkan profesionalitas melalui pendidikan,” kenang Atal.

    “Penekanannya pada pendidikan. Wartawan di Sumatera Utara harus betul-betul profesional, karena tekanan dan perlawanan terhadap wartawan di daerah ini sangat tinggi. Penganiayaan, penembakan wartawan sering terjadi di Sumut,” tambah Atal.

    Atal menuturkan, ada contoh baik lainnya dari Hermansjah yang harus diteruskan oleh pengurus PWI Sumut sekarang, yaitu kepedulian sosial. Almarhum sudah merintis bekerja sama dengan sebuah asuransi untuk jaminan sosial bagi para anggota PWI di Sumut.

    Kepedulian almarhum di bidang kesejahteraan juga dituturkan oleh Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat PWI Pusat Mohammad Nasir.

    “Pak Hermansjah itu begitu gigih memperjuangkan wartawan- wartawan anggota PWI untuk bisa masuk program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) kerja sama Dewan Pers dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di masa Pandemi Covid-19. Mulai dari pendaftaran, sampai pengurusan honornya. Alhamdulillah semuanya beres,” kata Nasir yang saat itu ditugaskan oleh PWI Pusat di FJPP.

    Rasa kehilangan sosok almarhum yang disertai doa juga mengalir dari Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat H. Ilham Bintang, para ketua PWI Provinsi dan pengurus di seluruh Indonesia.

    Di jajaran pengurus PWI Pusat juga banyak yang memberi perhatian atas meninggalnya Hermansjah lewat WhatsApp. Mereka antara ain Dr Suprapto, Zulkifli Gani Otto, Yusuf Susilo Hartono, Nurcholis MA Basyari, Raja Pane, Hendro Basuki, Rita Sri Hastuti, Wawan Djuwarna dan Fachri Mohamad, serta sejumlah senior seperti Naungan Harahap, dan AR Loebis.

    Dari organisasi pers di luar PWI juga mengalir doa dan ucapan duka cita untuk almarhum, yang disampaikan lewat jaringan aplikasi media sosial, karangan bunga, maupun pemberitaan di media pers. Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus dan Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung bersama Sekretaris Erris J Napitupulu juga secara khusus memberikan pernyataan duka cita yang dimuat di media massa.

    Berpulangnya Hermansjah juga mendapat perhatian Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Hermansjah, mantan Ketua PWI Sumut.

    “Bung Herman ikut mendorong kami untuk memimpin Sumatera Utara. Waktu itu saat dia menjadi Ketua PWI Sumut bersama pengurus lainnya datang ke kantor saya di Kostrad dan memberi dorongan untuk menjadi Gubsu,” kata Edy Rahmayadi.

    Gubsu juga mendoakan Hermansjah mendapat tempat di sisi Allah SWT dan Insya Allah husnul khotimah. “Mudah-mudahan amal baiknya dalam dunia jurnalistik yang digeluti sepanjang hidupnya bermanfaat bagi masyarakat Sumut,” ujarnya lagi.

    Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik juga menyampaikan rasa belasungkawa dan menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum.

    Selama hidupnya Farianda mengenal sosok Hermansjah adalah orang yang bersahaja, baik, dan telah berbuat yang terbaik untuk kemajuan PWI Sumut.

    Hermansjah mulai merintis karirnya di Harian Analisa sejak 1983. Diawali menjadi reporter dan bertugas di Pemko Medan, menjadi asisten Redaktur Minggu, Redaktur Sumatera Utara, Redaktur Kota Medan, Kordinator Liputan Medan – Riau. Sampai akhirnya Pemimpin Umum Analisa Supandi Kusuma mempercayainya memimpin media online, analisadaily. com.

    Bang Haji, panggilan akrab Hermansjah pernah menjadi sekretaris PWI dua periode di masa Ketua PWI Sumut 2001-2010 saat dijabat H Muchyan AA (almarhum), dan menangani seksi Pemerintahan, Politik dan Keamanan di masa kepengurusan yang diketuai oleh HM Zaki Abdullah (almarhum) selama 20 tahun.

    Sejak tahun 2013, Hermansjah juga ditetapkan PWI Pusat menjadi penguji nasional Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI berkedudukan di Medan.

    Almarhum telah menerima Press Card Number One (PCNO) dari PWI Pusat pada tanggal 4 Maret 2020.
    Hermansjah juga tercatat sebagai Penasehat PWI Sumut periode 2021-2026.

    “Kami keluarga besar PWI Sumut menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya H Hermansjah semoga mendapat tempat yang terbaik bersama orang-orang beriman, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan ikhlas mengahadapi musibah ini,” ujar Farianda
    Sinik.

    “Selamat jalan Bung Haji Herman, semoga amal baikmu membangun dan membesarkan PWI Sumatera Utara menjadi kenangan abadi bagi kami,” ucap Farianda Sinik. (***)

  • Hadiri Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Kepala BNPT: Pancasila adalah Ideologi Terbaik di Dunia

    Hadiri Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Kepala BNPT: Pancasila adalah Ideologi Terbaik di Dunia

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia ( BNPT RI ), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar,M.H menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Sabtu (01/10).

    Dia menyebutkan jika Pancasila adalah ideologi terbaik di dunia yang mampu menyatukan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

    “Ideologi pancasila, adalah ideologi terbaik di dunia. Ideologi yang mempersatukan kita semuanya, dari sabang hingga Merauke,” ujar Boy Rafli.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Puan Maharani turut berperan dalam upacara sakral ini sebagai pembaca ikrar.

    “Ikrar, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini, menyadari sepenuhnya, bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada tanggal 17 agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terhadap NKRI,” kata Puan.

    Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden RI merupakan momentum meresapi kembali kebenaran, keunggulan serta kesaktian Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa. Falsafah hidup yang menuntun bangsa ditengah gempuran tantangan krisis nasionalisme dan ideologi pemecah persatuan. (has/bnpt)

  • Cegah Virus Radikalisme dan Terorisme, BNPT Gandeng Rumah Komunikasi Lintas Agama

    Cegah Virus Radikalisme dan Terorisme, BNPT Gandeng Rumah Komunikasi Lintas Agama

    SENTUL (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) di Kantor BNPT, Sentul Kabupaten Bogor pada Jumat (30/9).

    Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari kerja sama multi pihak (Pentahelix) yang dibangun BNPT RI dengan sejumlah organisasi masyarakat salah satunya dengan RLKA dalam rangka pencegahan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme.

    “Hari ini dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan RKLA, kita melanjutkan kerja-kerja dengan komunitas, civil society dan masyarakat. BNPT dengan tugas- tugasnya dari hulu ke hilir termasuk khusus pencegahan dengan semangat kerja sama Pentahelix (multipihak) , baik kita diminta atau minta, kami sangat welcome dengan kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H.

    Kepala BNPT menambahkan kerja sama yang dibangun dengan nota kesepahaman ini akan memperkuat usaha penyebaran vaksin pencegahan radikalisme terorisme yang terdiri dari penguatan nilai-nilai Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Budaya Nusantara, Moderasi Beragama dan Kesejahteraan.

    “Radikal terorisme ini merupakan musuh bersama. Harus kerja sama dengan semua pihak dalam rangka penguatan semangat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

    Sementara itu Dewan Pengurus Pusat (DPP) RKLA Hj Bunda Indah mengatakan RKLA siap dalam upaya bersama BNPT menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman virus radikalisme dan terorisme.

    “Suatu keistimewaan bagi kami. Kami siap bekerjasama dengan BNPT. Mudah-mudahan berkah buat MoU kita. NKRI harga mati,” katanya. (bnpt/has)

  • Kepala BNPT: Kumandangkan Persatuan Dalam Melawan Potensi Radikalisme

    Kepala BNPT: Kumandangkan Persatuan Dalam Melawan Potensi Radikalisme

    SENTUL (Lombokexpess.id)–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar M.H., mengatakan sangat penting terus mengumandangkan semangat persatuan dan kesatuan.

    Hal itu dilakukan dalam rangka melawan potensi -potensi berkembangnya paham radikalisme yang dimulai dari sikap tidak toleran terhadap sesama atau intoleran.

    “Kita ajak bangsa Indonesia yang beragam ini untuk terus bersatu melawan potensi ancaman terorisme yaitu intoleransi,” kata Boy Rafli ketika memimpin personil BNPT RI dalam kegiatan olah raga bersama di Sentul,Kab Bogor (30/9)

    Boy juga mengatakan jika bangsa Indonesia harus memiliki karakter yang baik dan kuat dalam membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan menuju generasi emas di tengah kekayaan bangsa yang begitu beragam.

    Pria yang baru saja memperoleh penghargaan Rakyat Merdeka Award ini juga menuturkan dalam mewujudkan Indonesia yang Harmoni, perlu sebuah Kerjasama dan sinergitas dari banyak pihak. Setiap anak bangsa harus turut mencegah berkembangnya paham-paham yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa ditengah arus informasi yang begitu bebas.

    “Membangun sinergitas dan Kerjasama serta mengajak semua untuk melawan,” ujar Kepala BNPT. (has/bnpt)

  • Bakal Tampil pada HUT Ke 77 TNI, Kasad Cek Kesiapan Drumband Canka Panorama

    Bakal Tampil pada HUT Ke 77 TNI, Kasad Cek Kesiapan Drumband Canka Panorama

    BANDUNG- Drumband Canka Panorama Secapa AD bakal tampil dalam memeriahkan upacara HUT ke 77 TNI di Istana Negara pada 5 Oktober 2022 yang akan datang. Tampilnya Drumband yang berada di bawah binaan Komandan Secapa AD ini, merupakan perintah langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

    Untuk memastikan perintah pimpinan telah dilaksanakan dengan baik, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman mengecek secara langsung kesiapan personel, materiel dan latihan Drumband Canka Panorama di Seskoad. Rabu, (28/9/2022).

    Drumband Canka Panorama Secapa AD dibentuk pada tahun 2007. Nama Canka Panorama berarti suara merdu dari alam. Drumband Canka Panorama berkekuatan 87 orang prajurit yang terdiri dari 82 orang prajurit pria dan 5 orang prajurit wanita (Kowad).

    Pengecekan Kasad ini juga, untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anggota yang terlibat dalam Drumband Canka Panorama agar dapat memberikan penampilan yang maksimal pada upacara HUT ke 77 TNI nantinya. (Dispenad)

  • Kepala BNPT Dianugerahi RM Award 2022 sebagai Tokoh Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

    Kepala BNPT Dianugerahi RM Award 2022 sebagai Tokoh Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme

    JAKARTA (Lombokexpress.id)- Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., memperoleh penghargaan Rakyat Merdeka Award 2022 sebagai tokoh penanggulangan radikalisme dan terorisme kategori Politik, Hukum dan Keamanan pada Rabu (28/9).

    Boy Rafli dianggap berhasil memberantas intoleransi, radikalisme dan terorisme, selain itu pria kelahiran Sumatera Barat ini juga dianggap berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi melalui Kawasan Terpadu Nusantara (KTN).

    KTN sendiri merupakan inovasi penanggulangan terorisme berbasis soft-approach yang dibangun di lima lokasi diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah. Kawasan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat integrasi sosial antara mitra deradikalisasi, penyintas dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejateraan para penerima manfaat.

    Boy Rafli mengatakan jika BNPT RI membangun kekuatan kolektif bangsa dengan semangat pentahelix atau multipihak. Seluruh elemen di negeri ini berkontribusi dalam menanggulangi terorisme dari hulu ke hilir.

    “BNPT membangun kekuatan kolektif dalam melawan intoleransi, radikalisme, terorisme dengan semangat pentahelix,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut jenderal bintang tiga ini menyampaikan apresiasinya kepada jajaran menteri kabinet Indonesia Maju yang telah menjadi mitra BNPT RI dalam melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme di tanah air.

    “Terima kasih jajaran pemerintah dan tokoh bangsa yang sudah berkolaborasi dengan kami,” ungkap Boy.

    Melihat keberhasilan pemerintah dan masyarakat dalam melawan virus Covid-19, dia pun optimis virus radikalisme dan terorisme juga dapat dilawan dengan transformasi wawasan kebangsaan, penguatan nilai luhur Pancasila, moderasi beragama, penguatan nilai budaya bangsa, dan pembangunan kesejahteraan.

    Selain Kepala BNPT RI, sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju dan tokoh bangsa juga turut hadir menerima penghargaan Rakyat Merdeka Awards 2022 atas kontribusinya dalam penanggulangan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. (bnpt/has)

  • Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Gelar Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN

    Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Gelar Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN

    LOMBOK TIMUR (Lombokexpress.id)– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur menggelar Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara), Rabu (28/9/2022) di Hotel Grand Ory Tetabatu.
    Sosialisasi yang dibuka Ketua Bawaslu Lombok Timur DR. Retno Sirnopati, SH.,MH, ini menghadirkan narasumber; Umar Ahmad Seth, SH.,MH. Anggota Bawaslu Provinsi NTB Periode 2017-2022, DR. H. Mugni SN, SS., M.Pd. Kepala BPKPSDM Lombok Timur.

    Hadir seluruh Kepala OPD se Kabupaten Lombok Timur, Unsur Kodim 1615 dan Polres Lombok Timur dengan moderator Halidi, S.Pt.

    Seperti diberitakan radarselaparang.com, Ketua Bawaslu Lombok Timur Retno Sirnopati ketika membuka sosialisasi mengatakan, adalah Kegiatan ini upaya pencegahan terhadap pelanggaran bagi ASN dan diharapkan kepada Kepala OPD terundang untuk mensosialisasikan kepada ASN yang ada dilingkungan masing-masing untuk memberikan sosialisasi pentingnya netralitas ASN.

    Menjadi kewajiban pimpinan institusi yang memiliki ASN, TNI dan Polri untuk penyampaian informasi terkait netralitas dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Bagi Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu, sosialisasi ini sebagai bentuk tugas pencegahan selain tugas pengawasan dan penindakan.

    “Kegiatan ini kami harapkan menjadi pemicu bagi instansi lain untuk bisa melakukan kegiatan serupa. Dari tiga tugas Bawaslu, pencegahan pengawasan dan penindakan, kami juga berkepentingan agar instansi-instansi ASN, TNI dan POLRI bisa melaksanakan sosialisasi serupa di lingkungannya” harapnya.

    Dengan begitu, dia berhadap, Kabupaten Lombok Timur bisa jadi barometer bagi daerah lain untuk ikut meningkatkan kesadaran terhadap sikap netralitas ASN ditengah masyarakat.

    Sementara itu, Umar Ahmad Seth Anggota Bawaslu Provinsi NTB Periode 2017-2022 menjelaskan bahwa Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tepatnya pasal 282 bahwa pejabat negara, pejabat struktural, dan Pejabat fungsional dalam negeri, serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye.

    Sedangkan Kepala BPKPSDM Lotim DR. H. Mugni, mengurai larangan bagi ASN untuk berpolitik praktis.

    Menurut Mugni, netralitas merupakan salah satu asas penting dalam penyelenggaraan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas pembangunan.

    “Setiap ASN harus bersikap netral untuk dapat menjalankan tugas secara profesional,” ungkapnya.

    Ia mengharapkan agar ASN, TNI dan Polri bisa menjaga netralitas sehingga menghasilkan Pemilu yang aman, damai, tenteram dan berkualitas.

    Dasar hukum pengawasan netralitas ASN adalah Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS revisi PP nomor 53 tahun 2020.

    Diakhir paparan materi narasumber dilanjutkan dengan tanya jawab, dan kegiatan ini berlangsung sampai Kamis besok. (RS/MF)

  • Lanjutan Touring Berbagi Kasih, Koramil Wilayah Kota Mataram Sasaran

    Lanjutan Touring Berbagi Kasih, Koramil Wilayah Kota Mataram Sasaran

    MATARAM (Lombokexpress.id) – Masih dalam suasana jelang Ulang Tahun TNI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober mendatang, sejumlah agenda kegiatan dilaksanakan di jajaran Korem 162/WB.

    Melanjutkan Touring sebelumnya ke Koramil Sekotong dan Gerung, hari ini Selasa (27/9/22), Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aries Nurcahyo,S.sos.,M.M. bersama Kepala BNNP NTB Brigjen Polisi Gagas Nugraha, Wakapolda NTB Brigjen Polisi Ruslan Aspan dan sejumlah perwira jajaran TNI AD dan Kepolisian melaksanakan Touring pembagian Bantuan Sembako ke koramil-Koramil diwilayah Kota Mataram.

    Kunjungan awal rombongan touring tiba di koramil Ampenan Kota Mataram.
    Rombongan menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat  sekitar khususnya para lansia.

    Dari Koramil Ampenan Rombongan kemudian bertolak menuju koramil Mataram dan lanjut rombongan meneruskan perjalanan ke Koramil Narmada.

    Dalam kesempatan penyerahan bantuan yang berlangsung di Koramil Wilayah Kota Mataram, Brigjen Aris menyampaikan bahwa Berbagi kepedulian yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Perayaan Ulang Tahun ke 77 TNI tahun ini, adalah salah wujud kepedulian TNI terhadap Masyarakat.

    Menurut Danrem, kegiatan ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah tugas Korem 162, serta Danrem juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda NTB, BNNP NTB yang turut serta melaksanakan Touring berbagi kasih.

    Paket sembako bantuan  yang diserahkan di masing masing wilayah, berjumlah sekitar 20 paket dan diterima oleh para orang tua jompo yang membutuhkan perhatian.

    Simpati dan perhatian sebagai wujud Sinergitas antara TNI dengan Kepolisian ditunjukkan oleh Wakapolda NTB Brigjen Polisi Ruslan Aspan yang juga menyiapkan Paket Bantuan yang diserahkan kepada para Jompo dilokasi yang dikunjungi dalam Kegiatan Touring  motor bike tersebut.

    Ucapan terima kasih atas kerjasama TNI dengan Polri selama ini cukup membantu kedua pihak sehingga situasi diwilayah NTB tetap Kondusip.
    Kami dari atas nama Polda NTB mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun TNI yang ke 77 TNI adalah Kita.
    “Ucap Wakapolda NTB sebelum meninggalkan Koramil Narmada bersama rombongan lainnya. (has/pen)