Blog

  • Dukung Transformasi Nilai Kebangsaan di Kampus, BNPT dan Universitas Brawijaya Sepakat Bekerjasama

    Dukung Transformasi Nilai Kebangsaan di Kampus, BNPT dan Universitas Brawijaya Sepakat Bekerjasama

    MALANG (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendukung transformasi wawasan kebangsaan di perguruan tinggi melalui Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang diperkuat dengan penyampaian nilai Pancasila, akar kebudayaan bangsa, moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan.

    Menurut Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., proses perkuliahan di perguruan tinggi tidak hanya sekadar meningkatkan kemampuan intelektual saja tetapi juga jiwa nasionalisme anak didik. Sebagai universitas kelas dunia, Universitas Brawijaya harus mencetak generasi penerus yang cinta tanah air dan tangguh menghadapi gempuran ideologi transnasional yang bertentangan dengan nilai konsensus negeri ini.

    “Ilmu pengetahuan itu perlu diiringi dengan semangat nasionalisme yang tidak boleh diabaikan begitu saja,” ucap Kepala BNPT saat memberikan materi untuk dosen pengampu MKWK di Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (18/7).

    Sebagai langkah konkrit pencegahan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus, dalam kunjungan ini, BNPT dan Universitas Brawijaya juga menyepakati Perjanjian Kerja Sama tentang Pencegahan Paham Radikal dan Intoleransi. PKS ini ditandatangani oleh Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP., dan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.

    Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., mengatakan tantangan generasi muda di masa yang akan datang tidaklah sederhana. Kerja sama dengan BNPT menjadi langkah yang strategis dalam menyiapkan anak didik Universitas Brawijaya untuk membangun Indonesia.

    “Tantangan ke depan tidak sederhana, tidak hanya terjadi perang fisik tetapi juga ideologis. Potensi ini sangat penting untuk kita ketahui karena ini tanggung jawab bersama membangun negeri ini untuk mencapai negara yang adil dan makmur,” kata Sasmito.

    Penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting bagi generasi muda saat ini dan generasi muda yang akan datang mengingat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dan tantangan sebelum menuju Indonesia emas pada saat genap berumur 100 tahun pada 2045. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah paparan dan internalisasi paham intoleran dan radikalisme yang menyasar anak-anak muda. Oleh sebab itu perlu kesadaran seluruh pihak dalam menangkal paham transnasional dengan bergandengantangan diantaranya masyarakat, akademisi dengan pemerintah. (bnpt/has)

  • 40 Napiter Ikrar Setia NKRI, Kepala BNPT: Jadi Hadiah di Hari Kemerdekaan Indonesia

    40 Napiter Ikrar Setia NKRI, Kepala BNPT: Jadi Hadiah di Hari Kemerdekaan Indonesia

    BOGOR (Lombokexpress.id)– Menyambut HUT RI ke-77, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menyelenggarakan Ikrar Setia NKRI terhadap 40 orang narapidana terorisme (napiter) di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor (15/8). Ikrar ini merupakan tekad dan pembuktian napiter untuk meninggalkan segala bentuk aktivitas terorisme.

    Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengatakan ikrar setia 40 napiter ini menjadi hadiah bagi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 tahun.

    “Bertepatan dengan hari kemerdekaan 77 tahun Indonesia ini menjadi hadiah yang luar biasa untuk masyarakat, bangsa dan negara, jangan ragu-ragu menjalankan dan mengamalkan itu” kata Boy Rafli.

    Dalam momentum yang berkesan ini, Kepala BNPT mengajak napiter untuk mengamalkan ikrar yang sudah diucapkan dan nantinya menjadi mitra BNPT dalam mencerahkan keluarga dan kelompok mereka, serta menghambat proses penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan terorisme.

    “Kami mohon rekan-rekan menjadi mitra BNPT untuk melakukan kontra narasi dalam mengedukasi masyarakat luas,”tutur pria lulusan Akpol 1988.

    Empat puluh orang napiter yang terafiliasi dengan jaringan JI dan JAD mengikrarikan janji setianya untuk berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, tulus dan setia kepada NKRI, serta meningkatkan kesadaran bela negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Kemenkumham, Thurman Saud Marojahan Hutapea, Bc.IP., S.H., M.Hum., berpesan agar napiter yang telah berikrar memiliki hak dan kewajiban sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

    “Ini menjadi awal warga binaan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban, bersikap menjadi insan Tuhan yang menggunakan cita dan karsa secara tepat, patuh terhadap perundang-undangan dan menjadi warga negara yang membawa diri secara tepat kepada masyarakat,” pesan Thurman Saud. (has/bnpt)

  • BNPT dan IPB Teken Kerja Sama Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, Bahas Dukungan di Bidang Pertanian Untuk Mitra Deradikalisasi

    BNPT dan IPB Teken Kerja Sama Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, Bahas Dukungan di Bidang Pertanian Untuk Mitra Deradikalisasi

    BOGOR (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Gedung Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB Kabupaten Bogor pada Senin (15/8).

    Dalam kegiatan ini, BNPT dan IPB membicarakan kerja sama dalam deradikalisasi berbasis kesejahteraan pemberdayaan Mitra Deradikalisasi (Eks-Napiter) dengan pelatihan pertanian dan peternakan.

    “Dalam kaitannya dengan pembangunan deradikalisasi berbasis kesejahteraan, sinergisitas dapat dijalin dengan IPB dalam mendukung program pertanian dan peternakan yang dikembangkan dalam program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN),” jelas Kepala BNPT Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H.

    Sementara itu BNPT dan IPB juga membicarakan kerja sama dalam pencegahan tindak pidana terorisme kepada mahasiswa IPB. Kepala BNPT menjelaskan generasi muda khususnya para mahasiswa merupakan target propaganda ideologi radikalisme dan terorisme. Untuk itu, para mahasiswa IPN jangan sampai ada yang terjerumus dengan radikalisme dan terorisme yang bertujuan memecah belah bangsa.

    “Kita bangun sinergi dengan IPB agar sumber daya manusia (SDM), para mahasiswa IPB yang tidak sedikit jumlahnya ini tidak terpengaruh paham radikalisme dan terorisme agar sehingga dapat menjadi generasi muda yang cinta kepada bangsanya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

    Dengan perjanjian ini sosialisasi pencegahan paham radikal dan terorisme akan diadakan dengan kegiatan dialog kebangsaan dan Wadah Akur Rukun Usaha Naruni Gelorakan NKRI (Warung NKRI) di lingkungan kampus IPB.

    Sementara itu Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si., membuka lebar peluang kerja sama antara BNPT dan IPB. Menurutnya, selama ini IPB telah menjalin komunikasi yang baik dengan BNPT dan siap mendukung deradikalisasi berbasis kesejahteraan terutama di bidang pertanian dan peternakan.

    “Kami siap bersinergi dengan BNPT. Tidak hanya berkaitan dengan mahasiswa dalam pencegahan radikalisme dan terorisme tapi juga mendukung bidang pertanian sebagai jalan keluar bagi mantan mantan terorisme dalam program deradikalisasi berbasis kesejahteraan,” ujarnya. (has/bnpt)

     

  • BNPT Ajak Mitra Deradikalisasi Berpartisipasi dalam Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya

    BNPT Ajak Mitra Deradikalisasi Berpartisipasi dalam Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya

    SURABAYA (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut berpartisipasi dalam Gerakan Pembagian 10 juta bendera dengan melibatkan mitra deradakalisasi sebagai wujud nasionalisme dan kembalinya para mitra deradikalisasi ini ke pangkuan NKRI.

    “Kami bangga BNPT bisa menjadi salah satu pendukung penyebaran 10 juta bendera dan pelibatan mitra deradikalisasi sebagai simbol rasa nasionalisme dan kembalinya ke NKRI,” ujar Irjen. Pol. Ibnu Suhendra, S.I.K. Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di Gedung Grahadi – Surabaya (14/08)

    Jendral bintang dua ini menuturkan jika BNPT sangat mendukung acara yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri ini dalam rangka menyemarakkan hari kemerdekaan RI yang Ke 77.

    “Kegiatan penyerahan dan pengibaran 10 juta bendera di seluruh Indonesia bersifat masif dan BNPT salah satu institusi negara yang mendukung kegiatan ini dan diprakarsai oleh Kemendagri dalam hal ini Bapak Tito Karnavian” ujar Ibnu.

    Kegiatan dalam menyambut HUT RI ini merupakan momentum dalam menjaga persatuan bangsa dimana NKRI memiliki potensi terjadinya konflik di atas keberagaman. Meski potensi konflik atas keberagaman cukup tinggi, Indonesia masih memiliki modal besar dalam merawat persatuan yaitu semangat pluralisme, toleransi dan rasa persatuan serta kesatuan.

    Dengan adanya gerakan pembagian 10 juta bendera ini, diharapkan dapat memupuk rasa kebangsaan seluruh masyarakat Indonesia. Spirit kebangsaan ini pula harus teguh berdiri dan menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. Memupuk sprit kebangsaan merupakan salah satu strategi pencegahan yang melibatkan masyarakat sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2019. (has/bnpt)

  • Kepala BNPT Ajak UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Sebarkan Moderasi Beragama pada Mahasiswa

    Kepala BNPT Ajak UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Sebarkan Moderasi Beragama pada Mahasiswa

    SERANG (Lombokexpress.id)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol. Boy Rafli Amar bertemu dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Prof. Dr. Wawan Wahyuddin, M.Pd di Serang Banten pada Jumat (12/8).

    Dalam pertemuan ini, Kepala BNPT berharap UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dapat berkontribusi luas dalam menyebarkan pengajaran moderasi beragama kepada peserta didik (mahasiswa).

    “UIN Sultan Maulana Hasanuddin di Banten ini dapat meningkatkan program moderasi beragama kepada mahasiswa,” jelas Kepala BNPT.

    Menurut Kepala BNPT, moderasi beragama merupakan salah satu dari tiga ‘vaksin’ ampuh dalam mencegah terpaparnya generasi muda Indonesia dari paparan virus radikalisme dan terorisme.

    “Ada tiga vaksin pertama penguatan wawasan kebangsaan, moderasi beragama dan budaya bangsa,” jelasnya.

    Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Prof dr Wawan Wahyuddin, M.Pd., menjelaskan kesiapannya dalam rangka kerjasama dengan BNPT khususnya dalam rangka pencegahan terorisme di kalangan mahasiswa.

    “Kami siap bekerjasama dengan BNPT. Kerja sama ini dapat kita tuangkan dalam MoU. UIN siap berkolaborasi dan bersinergi dengan BNPT demi Indonesia Emas,” jelasnya.

    Sebagai komitmen anti radikalisme dan terorisme Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin berencana akan memasukkan pelajaran pencegahan radikalisme dan terorisme kepada mahasiswa baru angkatan 2022/2023. (has/bnpt)

  • BNPT Ajak Warga Mathlaul Anwar Didik Anak Muda isi Ruang Digital dengan Pesan Perdamaian dan Persatuan

    BNPT Ajak Warga Mathlaul Anwar Didik Anak Muda isi Ruang Digital dengan Pesan Perdamaian dan Persatuan

    PANDEGLANG (Lombokexpress.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak warga Mathlaul Anwar (MA) untuk ikut dalam upaya bersama menyelamatkan masyarakat Indonesia dari pengaruh radikalisme dan terorisme.

    Dalam ajakan ikhtiar baik tersebut, warga MA diimbau untuk mendidik anak muda agar mengisi ruang digital dengan pesan-pesan perdamaian dan semangat persatuan dan kesatuan dan tidak terpengaruh paham radikalisme dan terorisme.

    “Bekali anak didik muda kita dalam bermain media sosial agar dapat ilmu bermanfaat bukan buruknya, jangan sampai anak muda terpapar paham intoleransi, radikalisme dan terorisme,” jelas Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H., saat melakukan Silahturahmi Kebangsaan BNPT dengan Mathlaul Anwar dalam Rangka Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di Perguruan Mathlaul Anwar Pusat Menes, Pandeglang Provinsi Banten pada Kamis (11/8).

    Warga MA juga diajak untuk selalu merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Mari kita menjaga selalu nilai persatuan dan kesatuan sebagaimana yang telah diajarkan pendiri negara kita dan alim ulama yang ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,” katanya.

    Merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan menjadi penting ditengah upaya-upaya memecah belah bangsa yang selama ini digaungkan dari propaganda radikalisme dan terorisme.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Mathlaul Anwar, KH Embay Mulya Syarief menjelaskan komitmen MA sebagai organisasi masyarakat berbasis Islam yang fokus dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial untuk melawan radikalisme dan terorisme.

    “Mathlaul Anwar telah berada di tengah- tengah masyarakat terus berkontribusi dalam dakwah dan pendidikan dengan terus merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

    Mathlaul Anwar sejak berdiri di tahun 1916 kini telah memiliki lembaga pendidikan berbasis keislaman sebanyak 900 lebih madrasah di Banten dan di 34 provinsi lainnya. Tepat di bulan Agustus ini, MA genap berusia 109 tahun. (bnpt/has)

  • Kepala BNPT Ajak Mahasiswa Baru UPN Veteran Jakarta Aktif Sebarkan Narasi Positif di Dunia Maya

    Kepala BNPT Ajak Mahasiswa Baru UPN Veteran Jakarta Aktif Sebarkan Narasi Positif di Dunia Maya

    JAKARTA (Lombokexpress.id)– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengajak mahasiswa baru dan civitas akademika UPN Veteran Jakarta untuk tidak terpengaruh propaganda negatif pengusung ideologi kekerasan dan aktif melakukan kontra narasi di media sosial.

    “Kita butuh partisipasi aktif anak muda Indonesia dengan tidak mengikuti mereka (kelompok teroris) yang menghasut, membenci ideologi negara kita, mari kita bersama-sama membuat dan menyebarkan konten positif di dunia maya,” kata Boy Rafli saat memberikan kuliah umum kepada 3.900 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta bertempat di Tennis Indoor Senayan, Rabu (10/8).

    Partisipaso aktif mahasiswa ini perlu dilakukan mengingat kian maraknya propaganda radikal terorisme di dunia maya.

    “Pengguna cyberspace termasuk kaum intoleran radikal terorisme sadar media sosial digunakan untuk diseminasi pesan-pesan intoleran, membawa berbagai isu yang intinya adalah menginginkan adanya disintegrasi sosial, tidak ragu menggunakan narasi agama yang menciptakan polarisasi dalam masyarakat,” kata Kepala BNPT.

    Di depan ribuan mahasiswa baru, Kepala BNPT juga mengingatkan pentingnya karakter Bela Negara sebagai vaksin ampuh dalam melawan virus radikal terorisme.

    “Selain menuntut ilmu, karakter bela negara itu yang membuat anda berdiri tegak, menjadi orang Indonesia yang hebat, kuat dan tangguh, kampus bela negara harus mengamalkan sistem nilai warisan leluhur yang diyakini sebagai vaksin terbaik dalam menghadapi virus intoleransi, radikalisme, terorisme,” ujarnya.

    BNPT terus meningkatkan kerja sama dengan institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dalam mencegah radikalisme terorisme. Kerja sama ini diharapkan dapat membangun SDM yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia emas 2045. (has/bnpt)

  • BNPT Bersinergi Dengan Kalbis Institute Tangkal Intoleransi di Kampus

    BNPT Bersinergi Dengan Kalbis Institute Tangkal Intoleransi di Kampus

    JAKARTA (Lombokexpress.id)–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersinergi dengan Kalbis Institute dalam upaya pencegahan radikal terorisme lewat Penandatanganan Perjanjian Kerja sama di Jakarta pada Rabu (10/8).

    Kerjasama ini dilakukan mengingat ideologi radikal terorisme menyasar semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali intelektual muda yakni mahasiswa.

    “Penyebaran ideologi radikal terorisme tidak memandang tingkat intelektualitas seseorang, siapa saja bisa terpapar,” jelas Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP.

    Menurutnya, dalam pencegahan radikalisme di kalangan mahasiswa, pemahaman terkait 4 Konsensus Kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang – Undang harus ditingkatkan.

    “Intoleran adalah akar masalah kemudian batang dan ranting nya adalah radikalisme dan buah nya adalah aksi terorisme. Maka untuk menanggulanginya kita harus senantiasa meningkatkan pemahaman terkait PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang – Undang). Kalau kita memahami betul 4 konsensus bangsa ini lah yang akan menjadi vaksin ideologi radikal terorisme dan akan memperbaharui sikap kita,” jelas Dedi.

    Kalbis Institute merupakan sebuah Corporate Based University di Indonesia yang mendorong 1200 mahasiswanya serta 150 tenaga pendidiknya tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan kognitif yang tinggi namun juga memiliki karakter – karakter persatuan.

    Sementara itu Rektor Kalbis Institute Naik Henokh Parmenas, S.H., M.M., Ph.D (cand) nilai-nilai persatuan harus menjadi landasan karakter bagi mahasiswa.

    “Seseorang yang memiliki kemampuan intelektual dan kogintif yang tinggi belum tentu dapat bertahan di industri pekerjaan tapi juga nilai – nilai persatuan sebagai landasan karakter. Dalam pemahaman saya hambatan terbesar dari pembangunan bangsa adalah persatuan bangsa. Maka, Tujuan bangsa tidak akan tercapai kalau tidak ada rasa persatuan,” jelasnya.

    Rektor Kalbis Institute juga menjelaskan jika pihaknya telah membentuk satgas intoleran sebagai upaya penanganan masalah yang mengancam keutuhan bangsa ini.

    “Berdasarkan penelitian, 30 persen lebih mahasiswa di Indonesia itu intoleran. Itulah pintu masuknya teror. Aksi teror tidak terbentuk dalam waktu satu hari, kami punya satgas intoleransi. Disana kita brainwash kita balik pemikiran mereka,” ujar dia.

    Implementasi perjanjian kerjasama ini akan berupa penyelenggaraan pelatihan terkait pencegahan tindak pidana terorisme, pendampingan penyusunan pedoman internal, pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleransi dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sosialisasi terkait pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleransi kepada seluruh mahasiswa, pegawai dan/atau dosen serta pemanfaatan dan perlindungan sarana dan prasarana, juga peningkatan sumber daya manusia.

    Aksi – aksi nyata dalam Perjanjian Kerjasama ini diharapkan dapat diterapkan baik dalam perkuliahan, diluar perkuliahan maupun dalam setiap kebijakan kampus yang mendukung terciptanya iklim kampus yang damai, toleran dan berwawasan multikultural. Hal tersebut merupakan upaya preventif dan persuasif dalam mencegah tumbuhnya paham-paham radikal di dunia kampus. (has/bnpt)

  • Pastikan Program Deradikalisasi Berbasis Kesejahteraan Berhasil, BNPT Berkomitmen Kembangkan Kualitas dan Kuantitas KTN

    Pastikan Program Deradikalisasi Berbasis Kesejahteraan Berhasil, BNPT Berkomitmen Kembangkan Kualitas dan Kuantitas KTN

    JAKARTA (Lombokexpress.id)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) merupakan wujud ‘Negara Hadir’ dalam menekan sel-sel radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.

    “Ini caranya menekan radikalisme, melemahkan sel-sel radikalisme dan intoleransi karena negara hadir,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H. saat Rapat Pimpinan bersama jajaran pejabat BNPT di Jakarta pada Selasa (9/8).

    KTN menjadi salah satu strategi pencegahan radikalisme terorisme soft approach dengan sasaran utama mitra deradikalisasi dan penyintas. Agar tujuan program KTN dapat berhasil dan berdampak luas dalam proses deradikalisasi, Kepala BNPT berkomitmen akan terus mengembangkan kualitas dan kuantitas KTN.

    “Dengan grand strategy pentahelix, kerja-kerja kita harus out of the box, harus ada sebuah aksi, menyentuh mereka berarti meniadakan benih-benih radikalisme di daerah itu,” lanjutnya.

    Boy Rafli memerintahkan jajarannya untuk konsisten dalam menggarap KTN bersama unsur terkait. BNPT selama ini telah merangkul unsur pemerintah di level pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas/masyarakat, akademisi, dan media dalam membangun kawasan ekonomi, pariwisata dan edukasi yang terintegrasi. Keduanya dilibatkan langsung dalam aktivitas KTN bersama masyarakat setempat.

    Saat ini KTN telah hadir di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di tiap lokasi KTN, BNPT membangun koperasi demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota koperasi dan masyarakat di sekitarnya.

    Dalam waktu dekat, BNPT akan kembali melakukan penanaman bibit jagung di KTN Turen, Jawa Timur. Penanaman ini merupakan aksi lanjut dari panen raya yang dilakukan pada Juli 2022 lalu. Selain itu BNPT juga akan meresmikan KTN di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada akhir September mendatang. (has/bnpt)

  • Cegah Radikalisme Demi Tuju Indonesia Emas 2045, Kepala BNPT Ajak 9.000 Civitas Akademika UI Rawat Karakter Keindonesiaan

    Cegah Radikalisme Demi Tuju Indonesia Emas 2045, Kepala BNPT Ajak 9.000 Civitas Akademika UI Rawat Karakter Keindonesiaan

    DEPOK (Lombokexpresa.id)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengajak civitas akademika Universitas Indonesia membangun dan merawat karakter keindonesiaan sebagai semangat bela negara. Hal tersebut dikatakan saat mengisi kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru UI (PKKMB) 2022. Kegiatan diikuti oleh 9.000 mahasiswa baru yang hadir secara luring maupun daring.

    “Disamping ilmu yang diperoleh, yang tidak kalah penting adalah membangun dan menjaga karakter keindonesiaan yang majemuk, toleran, berjiwa patriot, memiliki semangat bela negara adalah bagian yang tidak boleh diabaikan,” kata Boy Rafli.

    Derasnya arus kemajuan teknologi dan penyebaran ideologi transnasional menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah perjalanan menuju Indonesia emas 2045. Boy menjelaskan 60% pengguna media sosial merupakan generasi Y dan Z. Kelompok ini rentan terpapar radikalisme terorisme saat berinteraksi di dalamnya.

    Dia menjelaskan karakteristik propaganda diantaranya bertentangan dengan konstitusi negara, memiliki tujuan tertentu seperti motif politik, menghalalkan segala cara termasuk cara-cara kekerasan dalam mencapai suatu tujuan.

    Berkaca dari kasus yang pernah terjadi di Indonesia, pelaku masih berusia muda dan terpengaruh dari konten-konten radikal terorisme. Oleh karena itu, Kepala BNPT mengimbau mahasiswa baru untuk lebih selektif dan waspada terhadap konten yang dikonsumsi setiap hari.

    “Kita perlu waspada, beberapa peristiwa di negara kita yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri tidak lepas dari usia remaja dan pemuda, terutama rentang umur 17 sampai 30 tahun,” lanjut dia.

    Menutup kuliah umum, Boy Rafli berharap mahasiswa UI menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Indonesia dan mengamalkan 4 konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

    “Sebagai peserta didik di UI yang memakai nama Indonesia, keindonesiaannya itu harus menjadi identitas yang pluralis, toleran, mengedepankan persatuan dan kesatuan, kita berharap mahasiswa world class university ini menjadi terdepan dalam menjaga bangsa dari ideologi yang bertentangan dengan bangsa kita,” tutup mantan Kadiv Humas Polri ini.

    Selain Kepala BNPT, kuliah umum PKKMB UI 2022 juga diisi oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, Ph.D., dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Habib Luthfi bin Yahya. (has/bnpt)