Blog

  • SKUAD INDEMO Kunjungi Tempo, Desak Pengusutan Tuntas Teror Kepala Babi dan Tikus

    SKUAD INDEMO Kunjungi Tempo, Desak Pengusutan Tuntas Teror Kepala Babi dan Tikus

    JAKARTA (NTBNOW.CO)– Sekolah Kaderisasi Untuk Aktivis Demokrasi (SKUAD) Indonesian Democracy Monitor (INDEMO) memberikan dukungan moril kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), korban aksi teror berupa kiriman kepala babi dan enam bangkai tikus tanpa kepala. Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan langsung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah, Jakarta, pada Selasa (25/3/2025).

    Dalam kunjungan itu, perwakilan SKUAD INDEMO diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, Bagja Hidayat, serta tim redaksi lainnya seperti Stefanus Pramono, Husein Abri Yusuf, Egi Adyatama, dan Cica yang juga dikenal sebagai host Podcast Bocor Alus Politik Tempo.

    Solidaritas dan Desakan Keadilan

    Swary Utami Dewi, salah satu aktivis SKUAD INDEMO, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk solidaritas terhadap Cica dan seluruh jurnalis yang tengah berjuang menjaga kebebasan pers.

    “Tindakan teror seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan kepada korban,” tegas Swary.

    Aktivis lainnya, Desyana, menyoroti insiden ini dari perspektif gender. Menurutnya, aksi teror ini juga merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan.

    “Sebagai perempuan, saya sangat prihatin. Ini bentuk kekerasan berbasis gender yang harus dilawan bersama,” ujarnya.

    SKUAD INDEMO juga menyerukan agar kasus ini dilaporkan kepada Komnas Perempuan dan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis perempuan.

    Tempo: Teror Ini Bukan Aksi Biasa

    Wapemred Tempo, Bagja Hidayat, mengungkapkan bahwa pelaku teror kemungkinan memiliki pengetahuan simbolik yang mendalam dan sengaja merancang aksinya untuk mengintimidasi.

    “Ini bukan sekadar aksi iseng. Ini adalah bentuk nyata ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia,” ujarnya.

    Tempo juga mencatat meningkatnya serangan terhadap jurnalis, termasuk praktik doxing dan penyensoran terhadap kata-kata kunci dalam rilis pers.

    Kekhawatiran atas Ruang Demokrasi yang Menyempit

    Aktivis muda SKUAD INDEMO turut menyampaikan kekhawatirannya atas makin menyempitnya ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat. Mereka menilai aksi teror semacam ini berpotensi memicu praktik persekusi yang lebih serius.

    “Jika kepala babi dan tikus tidak ditindak serius, bisa jadi akan berlanjut pada aksi yang lebih ekstrem, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah kelam kita,” kata salah satu aktivis.

    Cerita Cica: Ancaman Tak Hanya Menyasar Diri Sendiri

    Jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana, menyampaikan bahwa tekanan terhadap jurnalis perempuan sering kali menyasar sisi pribadi, termasuk ancaman terhadap keluarga.

    “Di Jakarta saya mungkin mendapat perlindungan, tapi bagaimana dengan keluarga saya di luar sana? Itulah yang paling saya khawatirkan,” ungkap Cica.

    Ia juga mengangkat kasus kematian janggal seorang jurnalis perempuan bernama Juwita yang sedang menulis tentang skandal perusahaan di Kalimantan, serta kasus doxing terhadap jurnalis lain yang hanya mengutip data resmi dari BPS.

    Tempo Apresiasi Dukungan SKUAD INDEMO

    Tempo menyambut hangat solidaritas dari jaringan aktivis muda lintas organisasi. Menurut Bagja Hidayat, dukungan ini menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian kuat terhadap demokrasi dan kebebasan pers.

    “Solidaritas ini membuktikan bahwa kebebasan pers adalah nilai yang dijaga bersama. Teror boleh datang, tapi kebenaran tak akan pernah padam,” ujar Bagja.

    Sejarah panjang pers Indonesia telah membuktikan bahwa jurnalisme tak bisa dibungkam oleh teror. Sebagaimana dikatakan Goenawan Mohamad, “Kata-kata tidak bisa dibunuh.” Melalui dukungan dan keberanian, perjuangan melawan ketakutan terus berlanjut. (rls)

  • Gubernur NTB Dijadwalkan Hadiri Parade Ogoh-Ogoh 2025, Aliansi Pemuda Hindu Lombok Gaungkan Toleransi Antarumat Beragama

    Gubernur NTB Dijadwalkan Hadiri Parade Ogoh-Ogoh 2025, Aliansi Pemuda Hindu Lombok Gaungkan Toleransi Antarumat Beragama

    MATARAM (NTBNOW.CO)– Parade Ogoh-ogoh 2025 yang akan digelar menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi antarumat beragama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan budaya yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB.

    Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, menyampaikan apresiasi atas diterimanya audiensi oleh Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariyadi, di Kantor Gubernur NTB. Dalam pertemuan tersebut, dibahas kesiapan pelaksanaan Parade Ogoh-ogoh 2025 yang diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda Hindu Lombok menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Meski parade ini bertepatan dengan Ramadan, kami berharap kegiatan ini bisa berjalan damai dan menjadi simbol harmoni antarumat beragama di NTB,” ujarnya.

    Sekda NTB, Lalu Gita Ariyadi, menyambut baik semangat toleransi yang ditunjukkan oleh pemuda Hindu. Ia menegaskan bahwa Parade Ogoh-ogoh harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan saling menghargai dalam masyarakat multikultural NTB.

    “Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dijadwalkan hadir dan melepas langsung Parade Ogoh-ogoh 2025. Ini bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan kerukunan antarumat di daerah ini,” kata Sekda.

    Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Penglingsir Puri Agung Cakranegara, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan parade. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persatuan dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

    Dengan kehadiran Gubernur NTB dalam Parade Ogoh-ogoh 2025, diharapkan acara ini tidak hanya menjadi perayaan budaya umat Hindu, tetapi juga menjadi simbol toleransi, persatuan, dan keharmonisan di tengah masyarakat NTB yang beragam. (nang)

  • Polresta Mataram Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Pawai Ogoh-Ogoh 2025, Ini Jalur yang Perlu Dihindari

    Polresta Mataram Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Pawai Ogoh-Ogoh 2025, Ini Jalur yang Perlu Dihindari

    MATARAM  (LOMBOKEXPRESS ID)-– Menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram akan menerapkan rekayasa lalu lintas pada Jumat, 28 Maret 2025. Langkah ini dilakukan guna mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh 2025 di wilayah Kota Mataram.

    Kapolresta Mataram melalui Kasat Lantas AKP Yozana Fajri Sidik AF., S.I.K., M.H., C.PHR. menyampaikan bahwa pengalihan arus akan dimulai pukul 14.00 hingga 18.00 WITA.

    “Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menghindari kemacetan dan menjaga kenyamanan masyarakat serta peserta pawai Ogoh-Ogoh, yang merupakan agenda budaya penting di Mataram,” ujarnya.

    Berikut titik-titik rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan:

    Simpang 4 Pos Polisi Buaya akan ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Hos Cokroaminoto dan Jalan WR Supratman.

    Simpang Karang Jangkong akan ditutup sepenuhnya mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WITA.

    Penyekatan dilakukan di Simpang 4 Jalan Pejanggik, mulai dari Simpang 4 Karang Jangkong hingga Taman Mayura.

    Arus lalu lintas dari Jalan Selaparang ke arah Taman Mayura akan dialihkan menuju Jalan Peternakan dan Jalan Tumpang Sari.

    Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

    Kasat Lantas mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan yang akan ditutup dan memilih jalur alternatif, terutama bagi yang memiliki aktivitas penting di sekitar pusat kota.

    “Rekayasa ini bersifat situasional. Petugas akan berjaga dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Kami minta kerja sama masyarakat agar kegiatan berjalan lancar,” jelas AKP Yozana.

    Ia menambahkan, Pawai Ogoh-Ogoh bukan hanya milik umat Hindu, tetapi telah menjadi bagian dari keberagaman budaya Kota Mataram yang dinantikan oleh seluruh warga.

    “Bagi warga yang ingin melintasi area pawai, silakan atur jadwal perjalanan dan pilih rute terbaik agar perjalanan tetap lancar,” pungkasnya. (rls)

    Keterangan Foto:

    Kasat Lantas Polresta Mataram
    AKP Yozana Fajri Sidik AF., S.I.K., M.H., C.PHR. (ist)

  • Kemendagri Kawal Hasil Rakortekrenbang 2025 Jadi Input dalam Penyusunan RKP

    Kemendagri Kawal Hasil Rakortekrenbang 2025 Jadi Input dalam Penyusunan RKP

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah mengadakan Rakortekrenbang (Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan) tahun 2025, Jumat (21/3/2025).

    Rakortekrenbang dilaksanakan dalam rangka melakukan sinkronisasi kebijakan pembangunan tahunan nasional dan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk antardaerah, sekaligus mengintegrasikan dua hal itu dan yang kedua adalah menyelaraskan target pembangunan nasional antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.

    Selama pelaksanaan Rakortekrenbang, rangkaian kegiatan tahap pertama diawali pra-Rakortekrenbang tingkat pusat dan tingkat daerah pada tanggal 3 hingga 4 Februari 2025, kickoff Rakortekrenbang tahun 2025 yang dilaksanakan pada 17 Februari 2025.

    Selanjutnya, pelaksanaan pembahasan desk urusan yang berlangsung pada 18 hingga 28 Februari 2025. Selanjutnya tahap kedua, diawali dengan acara Arahan dan Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahun 2026 oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada 12 Maret 2025, yang dilanjutkan pembahasan desk tematik kewilayahan dan desk makro yang berlangsung hingga 21 Maret 2025.

    “RPJPN tahun 2025-2029 menjadi salah satu fondasi strategis dalam penyusunan dokumen perencanaan lima tahunan, yang mengarahkan RPJMN serta strategikewilayahan dan tata kelola pelaksanaan pembangunan,” ujar Iwan Kurniawan selaku Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Ditjen Bina Bangda.

    Selain itu Iwan, mengatakan beberapa konsep perbaikan dan transformasi dalam forum perencanaan pembangunan yang mencakup tahapan proses, substansi pembahasan, timeline, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, serta pendampingan. Hal ini perlu kolaborasi antara PPN/Bappenas dan Kemendagri guna meningkatkan kualitas perencanaan di daerah serta memastikan keselarasan antara perencanaan pusat dan daerah.

    Seperti yang telah disampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% telah dipetakan berdasarkan hasil Rakortekrenbang, dengan masing-masing daerah memiliki targetnya sendiri.

    “Pentingnya mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebagai sumber pendapatan daerah sehingga ruang fiskal daerah dan perekonomian masyarakat juga meningkat. Tentunya, pencapaian target ini memerlukan dukungan dan komitmen penuh dari pemerintah daerah agar dapat diwujudkan secara optimal. Harapan kita semua, dokumen ini dapat diimplementasikan secara efektif dan menjadi pedoman bagi daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah,” kata Iwan Setiawan, selaku Direktur Dana Transfer Umum, Kementerian Keuangan.

    Sementara itu, Medrilzam, selaku Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas mengatakan PPN/Bappenas melihat pelaksanaan Rakortekrenbang tahun 2025 yang telah dipilih/ diusulkan 717 RO (Rincian Output) prioritas dari 83 kegiatan prioritas utama dalam RPJMN tahun 2025-2029.

    Medrilzam menambahkan, PPN/Bappenas sedang mempersiapkan form lanjutan untuk pembahasan usulan-usulan yang belum terbahas sekaligus melakukan pengawalan agar usulan yang telah direkomendasikan dapat masuk dalam pembangunan tahun 2026.

    Dirjen Bina Bangda Restuardy Daud menekankan pentingnya mengawal bersama terhadap hasil dari Rakortekrenbang tahun 2025 tidak hanya oleh pemerintah pusat, tapi juga oleh pemerintah daerah.

    “Pemerintah Pusat diharapkan dapat mengawal dan memastikan hasil dalam Rakortekrenbang menjadi input dalam penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan Rencana Kerja K/L,” tegas Restuardy.

    Sebagai penutup, Restuardy menambahkan Kemendagri akan terus memperbaiki tata kelola penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah agar dapat mempermudah dan memastikan sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat dan daerah melalui aplikasi SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah).

    KETERANGAN FOTO: Dirjen Bina Bangda Restuardy Daud. (ist)

  • Selamat! Prodi Doktoral Linguistik Terapan Raih Predikat Unggul

    Selamat! Prodi Doktoral Linguistik Terapan Raih Predikat Unggul

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS ID)– Program Studi Doktoral Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

    Keputusan ini ditetapkan melalui SK/LAMDI/ak/D/III/2025 pada tanggal 24 Maret 2025, berlaku mulai tanggal 24 Maret 2025 sampai dengan 23 Maret 2030, setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan dan dedikasi.

    Proses asesmen lapangan sendiri berlangsung pada tanggal 5-6 Maret 2025 bukanlah hal yang mudah. Butuh lebih dari satu tahun untuk mengumpulkan data, menyusun dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), serta menyelesaikan Laporan Evaluasi Diri (LED). Namun, hasilnya sangat memuaskan dan menjadi kebanggaan bagi UNJ.

    Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kaprodi Linguistik Terapan, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., serta seluruh tim dosen dan mahasiswa yang telah bekerja keras untuk meraih predikat “Unggul” ini.

    “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah ini. Predikat ‘Unggul’ adalah bukti kerja keras dan komitmen seluruh tim,” ujar Prof. Dedi.

    Wakil Rektor 1 UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, termasuk Rektor, Wakil Rektor, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), serta seluruh civitas akademika UNJ.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Akreditasi ini bukan hasil kerja individu, tetapi kerja sama kolektif yang luar biasa. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik,” kata Prof. Ifan.

    Kaprodi Linguistik Terapan, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., juga mengungkapkan kebahagiaannya. Menurutnya, pencapaian ini menjadi hadiah spesial bagi program studi di bulan Ramadan. Namun, ia menegaskan bahwa predikat “Unggul” bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan pelayanan kepada masyarakat.

    Ke depan, Prodi Doktor Linguistik Terapan berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi akademiknya. Evaluasi dari asesor LAMDIK memberikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan, seperti peningkatan kerja sama internasional, realisasi kelas internasional, serta integrasi penelitian dosen dalam proses pendidikan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga perlu diperkuat agar selaras dengan proses pembelajaran.

    Masa studi mahasiswa program doktor yang telah menunjukkan tren positif juga diharapkan dapat lebih dipercepat melalui program percepatan penyelesaian studi yang dirancang secara efektif.

    Dengan capaian ini, Universitas Negeri Jakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.

    Predikat “Unggul” ini menjadi pijakan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia akademik dan masyarakat luas. (rls)

  • DCab-ID NTB Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan: Santuni Anak Yatim dan Bagikan Paket Buka Puasa

    DCab-ID NTB Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan: Santuni Anak Yatim dan Bagikan Paket Buka Puasa

    LOTENG (LOMBOKEXPRESS.ID)-– Komunitas Double Cabin Chapter Nusa Tenggara Barat (DCab-ID NTB) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah/2025 Masehi. Pada Minggu, 23 Maret 2025, komunitas ini menyantuni anak yatim piatu serta membagikan paket buka puasa dan snack di kawasan wisata Benang Stokel, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

    Ketua DCab-ID Chapter NTB, Prakoso Dwi Wibowo yang akrab disapa Om Pras, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian komunitas pecinta mobil double cabin (4×4) terhadap masyarakat sekitar.

    “Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini. Melalui santunan anak yatim dan pembagian paket buka puasa, kami berharap bisa membantu meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat di bulan Ramadhan,” ujar Om Pras.

    Seluruh dana kegiatan ini berasal dari donasi para anggota DCab-ID NTB. Paket buka puasa dan snack yang dibagikan merupakan hasil dari sumbangan yang dikumpulkan secara gotong royong.

    Ketua Panitia Baksos DCab-ID NTB, Susilo atau yang akrab disapa Mbah Bro, menambahkan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Seduluran Saklawase” yang berarti “Bersaudara Selamanya”.

    “Di DCab-ID, kami tidak hanya menyalurkan hobi otomotif, tetapi juga membangun solidaritas dan kepedulian sosial. Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi identitas komunitas kami,” jelas Mbah Bro.

    Melalui aksi sosial ini, DCab-ID NTB berharap dapat terus mempererat hubungan antaranggota dan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi, terutama di momen spesial seperti bulan Ramadhan.

    Dengan semangat “Seduluran Saklawase”, komunitas DCab-ID NTB berkomitmen untuk terus menyebarkan kebaikan dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. (nang)

  • Parade Ogoh-Ogoh Siap Digelar, Muda-Mudi Hindu Lombok Komitmen Rawat Toleransi Antarumat Beragama

    Parade Ogoh-Ogoh Siap Digelar, Muda-Mudi Hindu Lombok Komitmen Rawat Toleransi Antarumat Beragama

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Seka teruna-teruni se-Pulau Lombok menghadiri koordinasi dan pengarahan oleh Aliansi Pemuda Hindu Lombok di Taman Mayura, Cakranegara, pada 23 Maret 2025. Acara tersebut digelar dalam rangka persiapan Parade Ogoh-Ogoh yang akan berlangsung bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan.

    Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, menyampaikan pesan penting terkait pelaksanaan parade tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, dan saling menghargai antarumat beragama.

    “Kita buktikan bahwa pemuda Hindu Lombok mampu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi,” ujar I Nyoman Loji Sagita.

    Dalam pertemuan itu, Kapolresta Mataram melalui Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan, S.H., M.H., menyampaikan momentum Nyepi kali ini dapat menjadi ajang untuk saling menghargai antarumat beragama. Ia juga memaparkan layout jalur keluar-masuk parade yang telah disepakati oleh TNI, Polri, dan Pemkot Mataram.

    “Jumlah keseluruhan Ogoh-Ogoh mencapai 114 unit. Semoga momen toleransi ini tetap menjaga kerukunan umat beragama,” tutur Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan.

    Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Penglingsir Puri Agung Cakranegara, Kodim, Penyelenggara Bimas Hindu, dan sejumlah organisasi umat Hindu lainnya.

    Berdasarkan laporan panitia, jumlah peserta Ogoh-Ogoh hingga hari ini mencapai sekitar 114 unit. Acara pembukaan akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Mataram pada pukul 13.00 WITA.

    Anak Agung (AA) Made Jelantik Agung Barayang Wangsa, keturunan Kerajaan Cakranegara ke-IX, menyampaikan komitmen umat Hindu di Lombok dalam menjaga toleransi dengan umat Islam selama perayaan Nyepi.

    “Kami sangat menghormati Bulan Suci Ramadhan, sehingga parade ini diatur agar tidak mengganggu ibadah saudara-saudara Muslim. Ini adalah bentuk nyata toleransi yang telah lama terjalin di Lombok,” ujar AA Made Jelantik Agung Barayang Wangsa.

    Diharapkan Parade Ogoh-Ogoh tetap menjadi ajang pelestarian budaya yang meriah tanpa mengurangi makna spiritual bagi umat Hindu, sekaligus menjaga kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Mataram. (nang)

    Keterangan Foto:

    Seka teruna-teruni se-Pulau Lombok ketika menghadiri koordinasi dan pengarahan oleh Aliansi Pemuda Hindu Lombok di Taman Mayura, Cakranegara, pada 23 Maret 2025. (ist)

  • Prajaniti NTB Gelar Saka Bhoga Sevanam, Bagikan Takjil Ramadan untuk Perkuat Toleransi

    Prajaniti NTB Gelar Saka Bhoga Sevanam, Bagikan Takjil Ramadan untuk Perkuat Toleransi

    MATARAM  (LOMBOKEXPRESS.ID)– Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama organisasi masyarakat Hindu lainnya menggelar kegiatan sosial bertajuk Saka Bhoga Sevanam dengan membagikan takjil Ramadan kepada masyarakat.

    Kepala Bidang Agama dan Lintas Iman Prajaniti NTB, I Dewa Bagus Caka Putra, mengungkapkan bahwa kegiatan pembagian takjil Ramadan 1446 H ini merupakan wujud nyata toleransi beragama.

    “Sore ini kita pembagian takjil, istilahnya (untuk) toleransi beragama,” ujar I Dewa Bagus Caka Putra saat ditemui di sela-sela kegiatan yang berlangsung belum lama ini.

    Dua Lokasi Pembagian Takjil

    Kegiatan Saka Bhoga Sevanam dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Pertama, pembagian takjil dilakukan di depan Sekretariat Bersama (Sekber) PHDI NTB di Jalan Bung Hatta, Mataram. Lokasi kedua berada di depan Pura Meru, Jalan Selaparang, Kota Mataram.

    “Kita bagikan di depan Pura Meru dan di depan kesekretariatan bersama PHDI NTB,” tambahnya.

    Program Serentak Nasional

    Saka Bhoga Sevanam merupakan kegiatan sosial serentak di seluruh Indonesia dengan tema “Dharma tidak hanya tentang berdoa, tetapi juga bertindak. Hidup yang bermakna adalah hidup yang memberi. Mari jadikan kepedulian sebagai jalan dharma untuk menyejahterakan sesama”.

    Selain pembagian takjil, kegiatan ini juga meliputi pembagian sembako kepada para lanjut usia (lansia) dan tokoh umat Hindu di Kabupaten Lombok Barat.

    “Saka Bhoga Sevanam ini merupakan edaran dari PHDI pusat. Selain berbagi takjil, kita juga berkegiatan di Lombok Barat dengan membagikan sembako,” jelas I Dewa Bagus Caka Putra.

    Rangkaian Perayaan Hari Suci Nyepi

    Sekretaris PHDI NTB, Nyoman Widi Arsana, menjelaskan bahwa Saka Bhoga Sevanam merupakan program sosial dari PHDI pusat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947/2025 Masehi.

    “Kami melaksanakan Saka Bhoga Sevanam sebagai instruksi dari Parisada Hindu Dharma Indonesia. Prinsipnya membangun soliditas kemanusiaan,” tegasnya.

    Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata kepedulian dan toleransi antarumat beragama di Provinsi NTB. (nang)

  • Kemendagri Kawal Hasil Rakortekrenbang 2025 Jadi Input dalam Penyusunan RKP

    Kemendagri Kawal Hasil Rakortekrenbang 2025 Jadi Input dalam Penyusunan RKP

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah mengadakan Rakortekrenbang (Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan) tahun 2025, Jumat (21/3/2025).

    Rakortekrenbang dilaksanakan dalam rangka melakukan sinkronisasi kebijakan pembangunan tahunan nasional dan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk antardaerah, sekaligus mengintegrasikan dua hal itu dan yang kedua adalah menyelaraskan target pembangunan nasional antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.

    Selama pelaksanaan Rakortekrenbang, rangkaian kegiatan tahap pertama diawali pra-Rakortekrenbang tingkat pusat dan tingkat daerah pada tanggal 3 hingga 4 Februari 2025, kickoff Rakortekrenbang tahun 2025 yang dilaksanakan pada 17 Februari 2025.

    Selanjutnya, pelaksanaan pembahasan desk urusan yang berlangsung pada 18 hingga 28 Februari 2025. Selanjutnya tahap kedua, diawali dengan acara Arahan dan Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahun 2026 oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada 12 Maret 2025, yang dilanjutkan pembahasan desk tematik kewilayahan dan desk makro yang berlangsung hingga 21 Maret 2025.

    “RPJPN tahun 2025-2029 menjadi salah satu fondasi strategis dalam penyusunan dokumen perencanaan lima tahunan, yang mengarahkan RPJMN serta strategikewilayahan dan tata kelola pelaksanaan pembangunan,” ujar Iwan Kurniawan selaku Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Ditjen Bina Bangda.

    Selain itu Iwan, mengatakan beberapa konsep perbaikan dan transformasi dalam forum perencanaan pembangunan yang mencakup tahapan proses, substansi pembahasan, timeline, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, serta pendampingan. Hal ini perlu kolaborasi antara PPN/Bappenas dan Kemendagri guna meningkatkan kualitas perencanaan di daerah serta memastikan keselarasan antara perencanaan pusat dan daerah.

    Seperti yang telah disampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% telah dipetakan berdasarkan hasil Rakortekrenbang, dengan masing-masing daerah memiliki targetnya sendiri.

    “Pentingnya mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebagai sumber pendapatan daerah sehingga ruang fiskal daerah dan perekonomian masyarakat juga meningkat. Tentunya, pencapaian target ini memerlukan dukungan dan komitmen penuh dari pemerintah daerah agar dapat diwujudkan secara optimal. Harapan kita semua, dokumen ini dapat diimplementasikan secara efektif dan menjadi pedoman bagi daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah,” kata Iwan Setiawan, selaku Direktur Dana Transfer Umum, Kementerian Keuangan.

    Sementara itu, Medrilzam, selaku Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas mengatakan PPN/Bappenas melihat pelaksanaan Rakortekrenbang tahun 2025 yang telah dipilih/ diusulkan 717 RO (Rincian Output) prioritas dari 83 kegiatan prioritas utama dalam RPJMN tahun 2025-2029.

    Medrilzam menambahkan, PPN/Bappenas sedang mempersiapkan form lanjutan untuk pembahasan usulan-usulan yang belum terbahas sekaligus melakukan pengawalan agar usulan yang telah direkomendasikan dapat masuk dalam pembangunan tahun 2026.

    Dirjen Bina Bangda Restuardy Daud menekankan pentingnya mengawal bersama terhadap hasil dari Rakortekrenbang tahun 2025 tidak hanya oleh pemerintah pusat, tapi juga oleh pemerintah daerah.

    “Pemerintah Pusat diharapkan dapat mengawal dan memastikan hasil dalam Rakortekrenbang menjadi input dalam penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan Rencana Kerja K/L,” tegas Restuardy.

    Sebagai penutup, Restuardy menambahkan Kemendagri akan terus memperbaiki tata kelola penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah agar dapat mempermudah dan memastikan sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat dan daerah melalui aplikasi SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah).

    KETERANGAN FOTO: Dirjen Bina Bangda Restuardy Daud. (ist)

  • WANARMA Dekorwil NTB, Wujud Nyatakan Tri Hita Karana Melalui Aksi Sosial Bagi Takjil

    WANARMA Dekorwil NTB, Wujud Nyatakan Tri Hita Karana Melalui Aksi Sosial Bagi Takjil

    GUNUNGSARI (LOMBOKEXPRESS.ID)– Dalam semangat mewujudkan ajaran Tri Hita Karana, Bidang Kepemudaan atau Yowana Dharma (Wanarma) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dekorwil NTB menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil pada hari ke-20 puasa umat Muslim, Kamis (20/03/2025).

    Aksi sosial ini berlangsung di Desa Gunungsari dan melibatkan sekitar 25 orang Relawan Dharma, yang terdiri dari anggota aktif, relawan, serta para pendukung dari berbagai bidang di Puskor Hindunesia Dekorwil NTB. Sebanyak 300 takjil dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

    Kegiatan tersebut di dampingi langsung oleh Sekretaris Dekorwil NTB, IM. Putu Sudiartha H., S.Si, MBA, M.AP. Ketua Wanarma Puskor Hindunesia Dekorwil NTB, I Ketut Pena Palintina, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan perwujudan nyata ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.

    “Selain untuk menjaga silaturahmi dan berbagi dengan saudara-saudara kami umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa, tujuan dari kegiatan ini juga dalam rangka menjalankan Tri Hita Karana,” ujar Ketut Pena Palintina.

    Tri Hita Karana sendiri merupakan konsep dalam agama Hindu yang mengajarkan tentang keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama manusia (Pawongan), dan manusia dengan alam lingkungan (Palemahan).

    Pena juga menjelaskan bahwa dana kegiatan ini diperoleh dari kontribusi para anggota Wanarma, di mana masing-masing anggota menyumbang sebesar Rp 5.000. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai bidang di Puskor Hindunesia.

    Ketua Dekorwil NTB Puskor Hindunesia, Ni Komang Puspita, mengapresiasi inisiatif dan kepedulian para pemuda dalam aksi sosial ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari toleransi dan keharmonisan antarumat beragama, terlebih menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi yang waktunya berdekatan.

    “Momentum acara ini sangat tepat, apalagi Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di akhir bulan ini waktunya berhimpitan. Tentu saja hal ini bisa dijadikan tolok ukur keharmonisan beragama di NTB, khususnya di Kota Mataram,” ujar Puspita.

    Dengan adanya kegiatan ini, Wanarma Puskor Hindunesia Dekorwil NTB berharap dapat terus memperkuat rasa toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah NTB, sekaligus memperkokoh peran pemuda dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. (nang)