Blog

  • Pemerintah Perkuat Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk Masyarakat

    Pemerintah Perkuat Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk Masyarakat

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) guna meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan didukung penuh oleh berbagai kementerian serta lembaga terkait.

    Dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (27/2), terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam implementasi PKG, antara lain: penggunaan aplikasi SatuSehat, jadwal pemeriksaan, validasi data kependudukan (KTP), serta kualitas layanan di puskesmas. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian/Lembaga (K/L) guna memastikan kelancaran program ini.

    Pemerintah tengah menyusun Rencana Instruksi Presiden (RInPres) PKG sebagai langkah strategis dalam mempercepat dan memperjelas pelaksanaan program ini.

    “Penyusunan RInPres yang jelas dan terarah akan memastikan program ini berjalan sesuai rencana serta meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat,” ujar Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK dalam Rakor Teknis Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan PKG yang berlangsung secara daring beberapa waktu lalu.

    Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai tantangan dan solusi terkait pelaksanaan PKG dibahas secara mendalam. Sejumlah kementerian dan lembaga turut menyampaikan masukan guna mempercepat implementasi program ini.

    Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap usulan RInPres PKG, guna memastikan program ini berjalan dengan efektif di seluruh daerah.

    Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memberikan kontribusi positif, terutama dalam dukungan pelaksanaan PKG di tingkat daerah. Kemendagri bersama Kemenkes juga tengah membahas mekanisme pelaporan yang lebih jelas terkait pelaksanaan program ini, sebagaimana telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Mendagri.

    Selain itu, Kemendagri baru saja menerbitkan SE terkait penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah dalam APBD 2025, yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mendukung program PKG.

    “Dengan langkah-langkah ini, Kemendagri berharap dapat terus mendukung program prioritas Presiden dan memastikan PKG berjalan optimal di seluruh Indonesia,” ujar Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri, TB Chaerul Dwi Septa.

    Dengan adanya peningkatan koordinasi dan evaluasi berkelanjutan, pemerintah optimistis PKG dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

    Diharapkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan gratis semakin meningkat, sehingga tercipta kondisi kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (red)

    Keterangan Foto:

    1. Rapat Koordinasi Teknis Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan PKG secara daring (atas).

    2. Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri, TB Chaerul Dwi Septa (kiri)

  • Prodi Linguistik Terapan UNJ dan Tantangan AI, Ini Kata Prof. Endry

    Prodi Linguistik Terapan UNJ dan Tantangan AI, Ini Kata Prof. Endry

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)– Program Studi Linguistik Terapan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus berinovasi dalam mencetak lulusan berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tak sedikit alumni program ini yang kini berkarier di berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan industri.

    Mahasiswa Prodi Linguistik Terapan UNJ kelas A 2024 pun ingin mengikuti jejak para seniornya dengan menggelar webinar bertajuk AlphaByte: Karir di Era AI melalui platform Zoom pada Kamis (27/2). Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang peran Linguistik Terapan dalam menghadapi transformasi digital di era Artificial Intelligence (AI).

    UNJ Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    Koordinator Program Studi S3 & S2 Linguistik Terapan Pascasarjana UNJ, Prof Dr Endry Boeriswati, MPd., menegaskan bahwa webinar ini sejalan dengan visi UNJ yang mengusung tagline Intelligentia-Dignitas, yaitu mencerdaskan dan memartabatkan.

    “Kampus memiliki tanggung jawab besar memastikan lulusan UNJ menjadi aktor masa depan di berbagai sektor, baik nasional maupun global,” ujar Prof Endry.

    Ia juga menyoroti perkembangan AI yang bukan hanya menawarkan peluang baru, tetapi juga menantang pekerjaan konvensional. Oleh karena itu, mahasiswa Linguistik Terapan dibekali pemahaman mendalam tentang AI agar dapat beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung karier mereka.

    Peran AI dalam Public Speaking dan Konten Kreatif

    Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli:

    1. Tri Edliani Lestari, S.Pd., M.Pd. – Praktisi wicara publik

    2. Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum. – Tenaga Ahli Muda Kemendesa RI

    Tri Edliani menyoroti bagaimana teknologi AI dapat meningkatkan efektivitas public speaking melalui analisis suara dan penyusunan naskah otomatis. “AI membantu pembicara mendapatkan umpan balik objektif tentang kualitas vokal, tempo bicara, hingga intonasi,” jelasnya. Selain itu, AI juga mempermudah penyusunan materi presentasi dengan struktur yang lebih sistematis dan efisien.

    Sementara itu, Novanda Alim Setya Nugraha mendorong mahasiswa untuk menciptakan konten kreatif berbasis nilai lokal yang dapat memberdayakan masyarakat desa. Ia juga merekomendasikan beberapa aplikasi pengeditan video terbaik tahun 2024, seperti Adobe Premiere Pro, Canva, DaVinci Resolve, dan CapCut.

    “Kreativitas mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam memperkuat identitas bangsa di era digital,” ujarnya.

    Antusiasme Peserta Webinar Meningkat

    Webinar ini mendapat sambutan luar biasa, dengan jumlah peserta yang awalnya 173 orang meningkat hingga lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Kehadiran akademisi dari UNJ, Universitas Telkom Purwokerto, Universitas Negeri Gorontalo, hingga STAIN Mandailing Natal menunjukkan tingginya minat terhadap kolaborasi Linguistik Terapan dan AI dalam dunia profesional.

    Tak lupa, Novanda juga memberikan apresiasi kepada Rektor UNJ, Prof. Komarudin, dan Wakil Rektor 1, Prof. Ifan Iskandar, yang terus mendukung kegiatan akademik inovatif ini.

    Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Program Studi Linguistik Terapan UNJ semakin membuktikan relevansinya dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan karier di era AI. (rls)

  • Polres Lombok Utara Bubarkan Judi Sabung Ayam di Sambik Bangkol Jelang Ramadan

    Polres Lombok Utara Bubarkan Judi Sabung Ayam di Sambik Bangkol Jelang Ramadan

    LOTARA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Menjelang bulan suci Ramadan, Polres Lombok Utara mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas perjudian. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) membubarkan judi sabung ayam yang berlangsung di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis sore, 27 Februari 2025.

    Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Punguan S.Tr.K, S.I.K., menegaskan bahwa kepolisian segera merespons laporan warga demi menjaga ketertiban dan keamanan menjelang Ramadan.

    “Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung bertindak membubarkan aktivitas judi sabung ayam ini. Menjelang bulan puasa, kami berkomitmen menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Lombok Utara,” ujar AKP Punguan.

    Polres Lombok Utara mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian serta segera melaporkan jika menemukan kegiatan serupa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. (nang)

  • BPPD NTB Matangkan Program Kerja 2025, Fokus Digitalisasi dan Promosi Pariwisata

    BPPD NTB Matangkan Program Kerja 2025, Fokus Digitalisasi dan Promosi Pariwisata

    MATARAM (NTBNOW.CO)– Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menggelar rapat kerja di kantor BPPD NTB dengan agenda membahas program kerja tahun 2025. Rapat ini dihadiri oleh Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh beserta jajaran pengurus lainnya di Kantor BPPD, Kamis, 27/02.

    Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menyampaikan beberapa prioritas dalam program kerja 2025. Termasuk penguatan digital marketing dan media promosi. Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan meliputi, publikasi destinasi wisata melalui video promosi, flyer digital, dan iklan di media massa.

    “Optimalisasi media sosial dengan alokasi khusus untuk tim digital,” kata Sahlan.

    Selain itu, BPPD NTB juga akan ikut serta dalam berbagai pameran pariwisata internasional, seperti Matta Fair pada April 2025 dan BBTF Bali, guna memperluas jaringan dan mempromosikan NTB ke pasar internasional, terutama Asia.

    Program Penguatan dan Evaluasi Kinerja

    Sementara itu, anggota BPPD Dr Ali Muhtasom menegaskan dampak ekonomi harus menjadi ukuran utama keberhasilan pariwisata, bukan sekadar jumlah kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, BPPD NTB akan mulai merapikan data terkait kunjungan wisatawan, destinasi unggulan, serta menyusun indikator kinerja utama (KPI).

    Sementara itu, M. Mustamar Natsir dan H. Abdus Syukur bertanggung jawab dalam pengelolaan media dan digital, dengan penyusunan proposal anggaran untuk optimalisasi promosi.

    Manajemen Kantor dan Administrasi

    Dalam rapat ini juga dibahas beberapa aspek administratif, seperti Sistem absensi digital untuk meningkatkan kedisiplinan.

    Perpanjangan sewa kantor BPPD NTB yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata NTB.

    Penjadwalan ulang pertemuan dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Pariwisata, untuk akses informasi dan potensi tambahan anggaran promosi.

    Rapat ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, antara lain, prioritas penguatan digital marketing dan promosi destinasi wisata. Penyusunan KPI untuk setiap program kerja BPPD NTB guna memastikan efektivitas dan dampak ekonomi. Partisipasi dalam event pariwisata internasional, termasuk Matta Fair dan BBTF Bali.

    Tidak hanya itu, optimalisasi koordinasi dengan wartawan dan media untuk meningkatkan publikasi pariwisata NTB. Evaluasi efektivitas perjalanan dinas agar lebih produktif dan sesuai dengan kebutuhan promosi pariwisata.

    Dengan berbagai strategi ini, BPPD NTB optimistis dapat meningkatkan daya saing pariwisata NTB di tingkat nasional dan internasional. (red)

    Keterangan Foto:

    Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menggelar rapat kerja di kantor BPPD NTB dengan agenda membahas program kerja tahun 2025, Kamis, 27/02/2025.

  • Zulmansyah Terbitkan SK Perubahan Pengurus PWI Sumsel 2024-2029, Jon Heri Ditunjuk sebagai Plt Ketua

    Zulmansyah Terbitkan SK Perubahan Pengurus PWI Sumsel 2024-2029, Jon Heri Ditunjuk sebagai Plt Ketua

    PALEMBANG (LOMBOKEXPRESS.ID)– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah, secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait perubahan susunan pengurus PWI Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2024-2029.

    SK PWI Pusat Nomor 132-PGS/A/PP-PWI/II/2025 ini menetapkan pemberhentian Kurnaidi ST dari jabatannya sebagai Ketua PWI Sumsel 2024-2029 dan menunjuk Jon Heri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sumsel.

    Poin-Poin dalam SK Perubahan Pengurus PWI Sumsel

    Dalam SK tersebut, terdapat beberapa keputusan penting, antara lain:

    1. Pengesahan perubahan pengurus PWI Sumsel sisa masa bakti 2024-2029.

    2. Pemberhentian Kurnaidi dari jabatan Ketua PWI Sumsel.

    3. Pengangkatan Jon Heri sebagai Plt Ketua PWI Sumsel.

    4. Tugas Plt Ketua PWI Sumsel, yakni melakukan pendataan dan verifikasi anggota serta menyelenggarakan Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sumsel dalam jangka waktu paling lambat enam bulan setelah SK diterbitkan.

    SK ini mulai berlaku sejak 21 Februari 2025 dan dapat direvisi apabila terdapat kekeliruan.

    Alasan Pemberhentian Kurnaidi

    Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah, Ketua Bidang Organisasi Mirza Zulhadi, dan Sekretaris Jenderal Wina Armada Sukardi, disebutkan bahwa pemberhentian Kurnaidi didasarkan pada dua hal utama:

    1. Tidak mendukung PWI hasil KLB di Jakarta pada 18 Agustus 2024.

    2. Menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Kalimantan Selatan tanpa melalui Rapat Pleno PWI Sumsel.

    “Itu dasar pertimbangan kami untuk memberhentikan Kurnaidi sebagai Ketua PWI Sumsel periode 2024-2029 serta menunjuk Jon Heri sebagai Plt Ketua PWI Sumsel. Plt Ketua juga diwajibkan menggelar KLB dalam waktu enam bulan,” ujar Zulmansyah saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (24/2/2025).

    Keputusan ini menjadi langkah strategis PWI Pusat dalam menata kepengurusan organisasi di Sumatera Selatan. (rls)

    Keterangan Foto:

    Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah. (ist)

  • BNN Kota Mataram Gelar Razia di Kos-Kosan dan Warnet, Lakukan Tes Urine dan HIV

    BNN Kota Mataram Gelar Razia di Kos-Kosan dan Warnet, Lakukan Tes Urine dan HIV

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)-– Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram menggelar razia di sejumlah kos-kosan dan warung internet (warnet) di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pada Selasa (25/2/2025). Operasi ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba serta penyebaran penyakit menular di lingkungan masyarakat.

    Razia ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Camat Sekarbela Cahya Samudra, Kapolsek Ampenan AKP Gede Sukarta, personel TNI, Linmas, serta Lurah Tanjung Karang dan lima lurah lainnya. Petugas menyisir enam lokasi pondokan dan satu warnet untuk melakukan pemeriksaan terhadap penghuni kos dan pengunjung warnet.

    Dalam pemeriksaan tersebut, sebanyak 105 orang menjalani tes urine untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkoba. Hasilnya, tidak ditemukan pengguna narkoba. Namun, satu orang dinyatakan reaktif HIV.

    Kepala BNN Kota Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia Sari, menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberantas peredaran narkoba dan mencegah penyakit menular di lingkungan yang rawan.

    “Kami ingin memastikan lingkungan ini tetap bersih dari narkoba dan penyakit menular. Dari hasil pemeriksaan malam ini, seluruh tes urine narkoba menunjukkan hasil negatif. Terima kasih kepada Camat, Lurah, TNI, dan Polsek Ampenan yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Yuanita Amelia Sari.

    Sinergi Aparat dan Masyarakat Diperkuat

    Camat Sekarbela, Cahya Samudra, mengapresiasi sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

    Kapolsek Ampenan, AKP Gede Sukarta, juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan narkoba dan penyakit menular. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Sebagai tindak lanjut, pihak berwenang menghimbau pengelola pondokan agar lebih ketat dalam memantau penghuni dan menerapkan aturan keamanan, termasuk larangan penggunaan narkoba, minuman keras, serta praktik seks bebas.

    Dengan adanya razia ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan bebas dari narkoba dan penyakit menular semakin meningkat. Selain itu, sinergi antara aparat dan warga diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan kondisi yang kondusif menjelang Ramadan. (nang)

  • TEKTOK PERGASINGAN

    TEKTOK PERGASINGAN

    Oleh: FATHUL RAKHMAN

    Setelah 10 tahun, saya kembali mendaki Bukit Pergasingan. Sudah jarang olahraga berat, usia bertambah, berat badan naik. Semangat bersama para sahabat yang memungkinkan saya bisa mendaki tektok (naik dan turun pada hari yang sama). Malu juga kalau harus menyerah.

     

    ***

    Pertama kali mendaki Pergasingan tahun 2015. Beruntung catatan pendakian tahun itu masih tersimpan rapi di hardisk eksternal saya. Begitu juga foto-foto yang saat itu diabadikan oleh adik saya, Adul Hayyi Muslim. Pendakian ke Pergasingan itu adalah travelling pertama kali bersama adik kandung. Pada 2025 saya mendaki bersama adik bungsu Husna Ardiana. Ini juga pendakian bareng pertama bersama adik saya, yang sebenarnya lebih sering mendaki ketimbang saya. Ya malu juga kalau menyerah di perjalanan di hadapan adik sendiri..

    Pilihan pendakian kami adalah tektok, istilah populer mendaki dan turun pada saat yang sama. Awalnya saya merencanakan ingin ke Gedong. Saya menghubungi Suyud Saputra Bakti, teman relawan di Kelas Inspirasi Lombok. Dia sering mendaki bukit-bukit yang masuk dalam Sembalun 7 Summits. Saya meminta pertimbangannya.

    Karena awal tahun masih sering hujan, Bakti menyarankan ke Pergasingan saja. Pada kondisi sering hujan, Gedong sering kabut. Tidak ada pemandangan yang bisa dinikmati. Sementara Pergasingan, masih bisa melihat sawah, walaupun kadang turun kabut. Pilihan lainnya, Pergasingan relatif lebih landai. Jadi pilihan kami Pergasingan. Saya memasung status WA, menghubungi beberapa orang teman. Taraaaaa dua sahabat teman mendaki pada 2015 : Suriani dan Susan mau bergabung.

    Hujan cukup deras ketika kami tiba di Sembalun. Warung Mak Via, tak jauh dari masjid di depan gerbang Geopark Rinjani menjadi pilihan kami mengisi perut. Warung ini jadi warung favorit para pendaki. Bisa mengambil sendiri nasi dan lauk pauknya. Menyesuaikan porsi. Harganya juga relatif murah. Saya mengisi perut dengan setengah nasi, telur, sayur, teri. Tidak mengguyur nasi dengan sayur bersantan. Khawatir terlalu lancar pencernaan. Kurang nyaman jika harus buang hajat di pendakian. Apalagi pendakian hanya setengah hari.

    Dibandingkan pendakian pertama saya tahun 2015, perubahan yang terasa adalah akses jalan. Jalan di persimpangan gang di mushola menuju loket pendakian dulunya masih jelek, kiri-kanan jalan belum banyak bangunan. Pagar pembatas lahan berupa tanaman bunga kuning yang disebut pepait. Parkir kendaraan dititip di rumah warga. Sekarang penitipan kendaraan dekat dengan loket, jalan sudah mulus dan lebih lebar sedikit. Jembatan yang membelah sungai sebelum masuk ke tangga pendakian sudah diperbaiki. Tapi saya tidak menemukan gerbang pendakian Pergasingan, seperti pendakian 10 tahun silam.

     

    Karena masih sesekali bersepeda, langkah kaki di tangga pendakian Pergasingan tidak menyulitkan saya. Lutut masih kuat. Susan yang terengah-engah, selalu di bagian belakang. Di pertengahan perjalanan kami bertemu para pendaki belia. Dari wajah mereka terlihat usianya. Mereka anak-anak SMP dan SMA. Mereka menginap pada malam sebelumnya. Kami juga bertemu dengan rombongan mbak-mbak, yang sepertinya naik Pergasingan untuk bikin konten. Kostum yang mereka kenakan lebih cocok untuk aktivitas ke mall. Mereka kesulitan ketika turun karena sandal yang mereka kenalan, lebih bagus jika dibawa nongkrong di café. Suriani mengomentari jika sandal itu sedang trend, pengaruh dari film Korea.

    “Bagaimana tidak ngesot cara turunnya, mereka salah pakai sandal. Salah sedikit bisa terpeleset dan kaki keseleo,’’ kata kawan yang sekarang jadi dosen di UIN Mataram ini.

    ***

    Pendaki alay, kira-kira begitu disematkan pada pendaki pemula yang kadang tidak terlalu memerhatikan keselamatan dan kenyamanan ini. Kadang mereka kerap dituding sebagai biang kerok sampah yang menumpuk di gunung. Mereka dituding sebagai pendaki hanya untuk liburan, sekadar foto-foto atau bikin konten. Bukan pendaki militant layaknya pecinta alam yang sudah dididik untuk menjaga gunung. Beberapa anggapan itu mungkin saja benar, terutama mendaki tanpa memerhatikan perlengkapan. Tapi kalau urusan sampah di gunung, tidak adil rasanya hanya menyalahkan mereka. Yang pasti, sampah di gunung pasti dibawa oleh pendaki.

    Perjalanan kami banyak bergosip tentang pendaki alay ini. Kostum yang mereka kenakan memang sangat mencolok. Berbeda misalnya dengan pendaki di bawah tahun 2015. Gear pendakian mereka benar-benar diperhatikan, sesuai standar kenyamanan dan keselamatan. Saat mendaki Pergasingan 2015 pun saya jarang menjumpai pendaki yang rada-rada aneh kostumnya. Tapi di 2025 ini, seperti masuk ke sebuah pusat perbelanjaan. Memaki sneakers, memakai celana jeans ketat, baju yang sekadar menempel di tubuh. Apa tidak kedinginan ya ? Belum lagi dengan berbagai perlengkapan tambahan, headset, aneka aksesoris untuk kebutuhan konten. Tapi para pendaki inilah yang banyak meramaikan destinasi wisata. Berkat mereka juga berbagai lokasi wisata semakin dikenal. Mereka aktif di media sosial. Mereka berkontribusi mempromosikan destinasi wisata. Di era media sosial, bidang promosi pariwisata di pemerintahan bisa istirahat, bahkan jika bidang itu ditiadakan, konten promosi pariwisata akan tetap banyak.

    Tak terasa karena sibuk berbincang kami sampai juga di puncak Pergasingan. Ditandai dengan tugu Sembalun 7 Summits. Kami harus rela antri untuk foto. Beberapa pendaki berpose dengan berbagai gaya, dan ada juga yang sempat ganti kostum. Tugu ini menandai puncak tertinggi Pergasingan. Viewnya biasa saja. Pepohonan. Pemandangan baru yang menganggu adalah sampah. Botol bekas minuman, tisu basah, plastik bungkus makanan. Sebenarnya sampah-sampah itu bisa dimasukkan ke dalam botol minuman yang mereka bawa. Seperti yang saya lakukan. Saya membawa air mineral 600 ml. Ketika kosong semua bungkus makanan ringan yang kami bawa dimasukkan ke dalam botol itu. Irit tempat, sampah dibawa turun.

    ***

    Susan balas dendam. Jika pada pendakian dia selalu di posisi paling belakang, saat turun, jurnalis di Mataram ini paling ngebut. Dia mengakui kalau saat mendaki tenaganya kurang, tapi ketika turun bisa diadu. Memiliki tulang betis yang kokoh menjadi kekuatannya. Kami menyerah jika lomba turun.

    Di perjalanan turun kami banyak berjumpa pendaki yang baru naik. Pendaki siput. Selalu bertanya apakah puncak masih jauh atau dekat. Rupanya mereka pertama kali mendaki Pergasingan, dan mungkin pertama kali mendaki. Lagi-lagi kostum yang mereka kenakan cukup memprihatinkan. Jika hujan turun, mereka bisa basah kuyup. Saya berpikir pentingnya pendidikan bagi calon pendaki. Jika mereka tidak ikut klub pecinta alam, setidaknya teredukasi tentang keselamatan dan kenyamanan saat mendaki.

    Dua hal ini wajib. Selamat dan nyamat. Keselamatan berarti membawa perlengkapan, yang melekat di badang, logistik, penunjang pendakian. Kenyamanan, jika salah gunakan kostum,misalnya saja sepatu kekecilan, sandal masuk mall, pendakian menjadi kegiatan menyiksa. Tidak apa-apa repot dengan perlengkapan, tapi setidaknya pendakian tidak menjadi malapetaka. Saya memiliki ingatan tramautik tentang ini. Sahabat saya ketika kuliah di Makassar, anak Lombok, meninggal dunia ketika mendaki gunung. Meninggal karena kedinginan.

    Ini penting menjadi catatan bagi pengelola bukit atau tempat wisata. Sudah sering kita mendengar berita tentang wisatawan yang kecelakaan bahkan sampai meninggal dunia karena kecelakaan di tempat wisata. Jatuh, kedinginan, kurang logistik, tidak membawa obat-obatan, dan berbagai kasus lainnya. Pergasingan, walaupun pendek, 5 jam tektok, tetap harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan itu. Kita tidak tahu cuaca sering berubah-ubah, kita tidak tahu ketika mendaki terjadi bencana yang mengharuskan kita tinggal lebih lama di lokasi. Jika semua perlengkapan siap, pendakian kita selamat. Jangan sampai liburan menjadi petaka. (**)

  • BNNK Mataram Razia Kos-Kosan di Cakranegara, 4 Orang Terjaring, Termasuk Selebgram Lombok

    BNNK Mataram Razia Kos-Kosan di Cakranegara, 4 Orang Terjaring, Termasuk Selebgram Lombok

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram bersama aparat kecamatan, kelurahan, serta unsur TNI-Polri menggelar razia di sejumlah rumah kos di wilayah Cakranegara pada Senin (24/2/2025). Razia ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba serta memastikan lingkungan kos-kosan tetap aman dan kondusif.

    Kepala BNNK Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia Sari, menegaskan operasi ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika, mengingat kawasan kos-kosan kerap menjadi tempat persembunyian bagi pengguna maupun pengedar narkoba.

    “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Razia ini adalah bentuk sinergi antara BNNK Mataram dan pemerintah daerah agar tempat tinggal sementara seperti kos-kosan tidak disalahgunakan oleh pelaku penyalahgunaan narkoba,” ujar Yuanita Amelia Sari.

    Dalam operasi tersebut, petugas BNNK Mataram bersama aparat kecamatan dan kepolisian melakukan pemeriksaan identitas penghuni kos, tes urine secara acak, serta penyisiran terhadap barang-barang yang mencurigakan. Hasilnya, empat penghuni kos terindikasi positif narkoba, termasuk seorang selebgram asal Lombok berinisial DQA. Keempatnya langsung dibawa ke kantor BNNK Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Camat Cakranegara, Irfan Syafindra, menyampaikan dukungannya terhadap langkah BNNK Mataram dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengimbau pemilik kos agar lebih selektif dalam menerima penghuni dan aktif berperan dalam pengawasan lingkungan.

    “Kami mengajak seluruh pemilik kos untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. Pengawasan bersama sangat penting agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas,” kata Irfan Syafindra.

    Selain razia, BNNK Mataram juga memberikan edukasi kepada penghuni kos mengenai bahaya narkoba serta pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Masyarakat pun menyambut baik operasi ini dan berharap razia serupa terus dilakukan guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

    Dengan adanya tindakan preventif ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat serta lingkungan kos-kosan di Mataram tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. (nang)

  • Nuswantara Fest 2025 Sukses Dorong Tenun Lokal Mendunia

    Nuswantara Fest 2025 Sukses Dorong Tenun Lokal Mendunia

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Nuswantara Fest 2025, yang digelar di Taman Mayura, Puri Agung Cakranegara, Kota Mataram, pada Sabtu (22/02/25), berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mempromosikan seni dan budaya lokal..Tetapi juga mendorong tenun tradisional NTB tampil modern dan mendunia. Acara ini diinisiasi oleh Real Muda Creative dan mendapat apresiasi besar dari berbagai pihak.

    Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, menyampaikan kebanggaannya atas suksesnya acara ini. Ia menilai Nuswantara Fest 2025 sebagai wadah yang mampu menampilkan kreativitas anak muda sekaligus membuktikan bahwa tenun lokal dapat diolah menjadi produk fashion modern yang sesuai dengan selera generasi muda.

    “Saya sangat mengapresiasi event ini. Ternyata tenun kita tidak hanya cocok untuk desain tradisional, tetapi juga dapat di-upgrade menjadi produk modern yang kekinian,” ujar Nuryanti, yang mewakili Wakil Gubernur NTB dalam pembukaan acara.

    Dinas Perindustrian NTB kini fokus meningkatkan daya saing produk lokal dengan memberdayakan para desainer. Nuswantara Fest 2025 diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para desainer untuk menciptakan produk tenun yang tidak hanya menarik di pasar nasional, tetapi juga memiliki daya saing internasional.

    “Kami akan memberikan sertifikasi kompetensi kepada para desainer agar mereka mampu menghasilkan produk tenun yang sesuai dengan tren global. Harapannya, NTB dapat menjadi pusat tren fashion berbasis tenun,” tambahnya.

    Gelaran ini juga mendukung sektor pariwisata dan industri kreatif di NTB. Dengan tema besar ‘NTB Makmur Mendunia,’ acara ini diharapkan dapat menjadi event rutin yang terus berkembang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara seni, budaya, dan industri pariwisata.

    “Pariwisata NTB yang kaya akan unsur etnik dan budaya membutuhkan desain tenun yang mampu bersaing di pasar. Dengan inovasi yang tepat, tenun NTB bisa menjadi salah satu unggulan dalam sektor fashion internasional,”* jelas Nuryanti.

    Nuswantara Fest 2025 juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda NTB Anak Agung A.A Made Jelantik Barayawangsa, keluarga besar Puri Agung Cakranegara, perwakilan dari Find NTB, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, IWAPI Kota Mataram, serta sejumlah tokoh penting lainnya.

    Event ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor, termasuk PLN Icon Plus, Nong Auto Care (NAC), Tuwa Kawa Coffee, Skintific, serta partner event seperti LIM Models dan Inges Boutique. Dukungan ini menegaskan komitmen berbagai pihak untuk menjadikan tenun NTB sebagai ikon fashion mendunia.

    Dengan antusiasme yang tinggi, Nuswantara Fest 2025 membuktikan bahwa industri kreatif NTB memiliki potensi besar untuk terus berkembang, membawa seni dan budaya lokal menuju panggung dunia. (Nang)

  • Kisah Inspiratif OSMB UT Mataram: Mahasiswa 66 Tahun Buktikan Belajar Tanpa Batas

    Kisah Inspiratif OSMB UT Mataram: Mahasiswa 66 Tahun Buktikan Belajar Tanpa Batas

    UNIVERSITAS Terbuka (UT) Mataram sukses menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) pada Sabtu, 22 Februari 2025, di Hotel Golden Palace. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem perkuliahan jarak jauh yang diterapkan oleh UT.

    Acara OSMB dihadiri ratusan mahasiswa baru dari berbagai program studi. Sejumlah narasumber turut hadir, termasuk Direktur UT Mataram, Manager Marketing dan Registrasi, Manager Pembelajaran dan Ujian, serta Kasubbag Tata Usaha. Mereka memberikan wawasan, motivasi, dan arahan kepada peserta agar siap menghadapi perkuliahan di UT.

    Dalam sambutannya, Direktur UT Mataram menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah awal untuk meraih kesuksesan akademik. “OSMB adalah gerbang awal bagi kalian untuk mengejar mimpi. Universitas Terbuka memberikan kesempatan belajar tanpa batasan usia dan waktu,” katanya.

    Yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah kehadiran seorang mahasiswa berusia 66 tahun. Beliau merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Mataram, yang telah meraih gelar Doktor. Dengan semangat belajar yang luar biasa, ia menjadi inspirasi bagi peserta lainnya. “Saya ingin membuktikan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan mencapai cita-cita,” ungkapnya.

    Selama OSMB, peserta dibekali informasi lengkap tentang Universitas Terbuka, termasuk sistem pembelajaran jarak jauh, layanan akademik, serta tips untuk sukses belajar di UT. Peserta juga diperkenalkan pada platform e-learning, aplikasi mobile UT, dan berbagai sumber belajar digital, yang menjadi alat pendukung utama dalam pembelajaran daring.

    Antusiasme mahasiswa baru terlihat sepanjang acara. Mereka menyatakan kesiapan untuk memulai perjalanan akademik di Universitas Terbuka. Salah seorang peserta mengungkapkan, “Saya sangat bersemangat memulai kuliah di UT. Saya yakin ini adalah pilihan terbaik untuk saya.”

    Universitas Terbuka Mataram terus berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat luas. Dengan sistem pembelajaran fleksibel, UT membuka peluang bagi siapa saja untuk meraih gelar sarjana, tanpa batas usia dan waktu.

    Kisah inspiratif dari mahasiswa berusia 66 tahun ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas. UT Mataram kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. (nang)