Blog

  • Kemendagri Inisiasi Pengembangan Model PPT-Kespro untuk Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu

    Kemendagri Inisiasi Pengembangan Model PPT-Kespro untuk Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–Dirjen Bina Bangda, Kemendagri, Restuardy Daud, menyampaikan bahwa, perencanaan program kesehatan ibu dan keluarga berencana berbasis hak di berbagai daerah masih lemah dan belum menjadi prioritas utama.

    Ini dinilai dapat menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

    Salah satu penyebab utama dari lemahnya perencanaan ini adalah keterbatasan pemahaman dan komitmen para pemimpin daerah terkait pentingnya kesehatan reproduksi.

    “Pentingnya kesehatan reproduksi sering kali belum disadari oleh para pemimpin daerah, padahal kontribusinya sangat besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah,” katanya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (10/6).

    Hal tersebut disampaikan Restuardy mewakili Wamendagri saat membuka acara Bridging Leadership terkait Perencanaan dan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro) untuk Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu – Program Kerja Sama Pemerintah RI-UNFPA Siklus-10 (2021-2025) di Hotel Borobudur, Jakarta.

    Menyikapi lemahnya perencanaan program kesehatan ibu dan keluarga berencana di daerah, Pemerintah melalui Program Kerja Sama Pemerintah RI-UNFPA Siklus-10 (2021-2025) menginisiasi pengembangan model Perencanaan dan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PPT-Kespro).

    Program PPT-Kespro dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pemimpin daerah terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dalam pembangunan sumber daya manusia.

    Sebelumnya, PPT-Kespro telah diujicobakan di lima kabupaten piloting, yaitu Kabupaten Lombok Timur (NTB), Kabupaten Jember (Jawa Timur), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), Kabupaten Garut (Jawa Barat), dan Kabupaten Serang (Banten).

    Uji coba ini memberikan pembelajaran penting kepada pemerintah daerah dalam proses koordinasi perencanaan dan penganggaran serta tata laksana program kesehatan reproduksi.

    Melalui koordinasi lintas sektor yang optimal, diharapkan model ini dapat berjalan efektif dan mencapai hasil yang diinginkan.

    Pengembangan dan diseminasi model PPT-Kespro menjadi langkah strategis dalam memperbaiki perencanaan dan implementasi program kesehatan reproduksi di daerah.

    Dengan replikasi model ini, pemerintah berharap dapat mencapai penurunan Angka Kematian Ibu yang signifikan dan memastikan kualitas kesehatan reproduksi yang lebih baik di seluruh Indonesia.

    “Kami memandang perlu dilakukan diseminasi ke seluruh daerah, khususnya 545 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak secara nasional dan memiliki periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang akan berakhir pada tahun 2024,” ujarnya.

    Kemendagri berharap, dengan mengadopsi model PPT-Kespro secara luas, akan tercapai penurunan Angka Kematian Ibu yang signifikan dan kualitas kesehatan reproduksi yang lebih baik di seluruh Indonesia, mendukung pertumbuhan penduduk yang seimbang dan kualitas sumber daya manusia yang optimal. (rls)

  • Disrupsi BSI

    Disrupsi BSI

    Oleh M. Gunawan Yasni*

    Menyoal Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan surviving entity Bank BRI Syariah (BRIS) yang merupakan penggabungan tiga bank yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BNI Syariah (BNIS), dan BRIS benar-benar memerlukan hal-hal solutif.

    Sejak awal berdirinya, Buya Anwar Abbas sebagai salah satu petinggi di Pengurus Pusat Muhammadiyah, khususnya di Majelis Ekonomi, menyatakan keberatannya atas merger tiga bank syariah BSM, BNIS, dan BRIS.

    Kenapa? Tak lain karena kekhawatiran ketidakfokusan BSI ke sektor Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang sebelumnya dikerjakan BRIS, dan sebagian bank syariah lainnya akan pupus setelah bank merger ini membesar di bawah induk baru mayoritasnya yaitu Bank Mandiri.

     

    Perubahan Kiprah Bank

    Per RUPS 17 Mei 2024 tidak ada lagi Dewan Pengawas Syariah (DPS) ex BRIS di BSI (sebelumnya masih ada Prof. Didin Hafidhuddin) dan tidak ada lagi Direksi ex BRIS.

    Bahkan kalau melihat kepada existing karyawan-karyawati ex BRIS yang sebelum di BSI sudah dalam posisi Kepala Divisi dan Kepala Departemen, maka jumlahnya bisa dibilang menjadi lebih insignifikan dari waktu ke waktu selama lebih dari tiga tahun keberadaan BSI.

    Merger tiga bank syariah ke BSI yang surviving entity-nya adalah BRIS tidak membuat Sumber Daya Insani (SDI) ex BRIS bertahan. Salah satu hal yang membuat ketidakbertahanan SDI ex BRIS bisa jadi adalah kultur induk ke-Bank Mandiri-an yang menggusur ke-BRIS-an yang guyub dan lebih pas untuk berkiprah di UMKM.

     

    Disrupsi Teknologi Informasi

    Kekhawatiran Buya Anwar sangat beralasan, bahkan karena memang menggejala sepanjang yang penulis alami sebagai advisor governing board BSI (di tahun pertama BSI), lalu sebagai anggota komite audit (di tahun kedua s.d. ketiga BSI) yang sebelumnya adalah anggota DPS BRIS (ex legacy BSI) selama 12 tahun lebih (November 2008 s.d Desember 2020).

    Memasuki tahun ketiga BSI, tepatnya Senin dinihari 8 Mei 2023 terjadi musibah Teknologi Informasi (TI) BSI yang merupakan disrupsi luar biasa di Daerah Istimewa Aceh, khususnya karena BSI bisa dikatakan sebagai perbankan utama yang menjadi andalan Aceh setelah berlakunya qanun Aceh.

    Secara umum Virus Ransomware Lockbit 3.0 edisi tahun 2023 yang menyerang membuat banyak pihak internal BSI dibantu Bank Mandiri berjibaku mengantisipasi kerusakan yang ditimbulkan selama beberapa hari di seluruh jaringan BSI se-Indonesia dan menyebabkan kelumpuhan infrastruktur digital BSI, bahkan sebenarnya beberapa bulan ke depan setelahnya jika ingin dikatakan baru benar-benar kembali seperti sebelum terserang virus tersebut.

    Sebenarnya di tahun 2022 internal BSI membuat rapat kerja khusus beberapa hari membahas bidang TI yang dihadiri manajemen puncak (Dewan Direksi dan Komisaris) beserta perangkat timnya untuk meng-update dan meng-upgrade TI BSI dengan segala kemungkinan ancaman dan acuan digitalisasi yang cenderung kebablasan jika kurang berhati-hati.

    Namun acuan sistem blockchain dengan Multiple Simultaneous Data Live Center yang sempat diusulkan untuk mengantisipasi kemungkingan adanya serangan terhadap Conventional Two Model Data Live Center dan Data Recovery Center yang cenderung kurang aman di masa digitalisasi yang kebablasan itu kurang mendapat perhatian.

    Antisipasi TI BSI reaktif atas kejadian truncated process di Ramadhan 2022 lebih menjadi fokus utama di 2023. Virus Ransomware Lockbit 3.0 edisi tahun 2023 diduga dormant (aktif) di dalam sistem TI BSI sejak Ramadhan 2023 sehingga Ramadhan tersebut masih bisa dilewati baik oleh BSI. Kemudian terjadi serangan virus tersebut yang merupakan disrupsi terbesar TI BSI pada Senin dinihari 8 Mei 2023.

    Penulis sendiri sudah mulai merasakan keanehan TI BSI sejak Jumat sore 5 Mei 2023 dengan beberapa signifikan kegagalan transaksi beberapa kartu ATM di beberapa lokasi ATM yang mengindikasikan sistem TI BSI tidak mengenali sama sekali kartu ATM dengan peringatan ‘rekening tidak dikenal’.

    Penggunaan ATM ini semata karena TI BSI Mobile ketika digunakan dalam tahap proses transaksi selalu keluar peringatan ‘informasi kehabisan waktu’. Laporan penulis kepada Customer Care BSI terkait keluhan TI ini tidak terantisipasi dengan seseksama mungkin dikarenakan sudah mendekati selesainya jam kantor BSI di hari Jumat tersebut.

     

    Disrupsi Kesantunan

    Disrupsi BSI di tahun 2024 tidak hanya dipicu oleh miles stones kegagalan TI, namun juga kegagalan sikap santun organisasi BSI terhadap banyak pihak seperti terhadap unit-unit usaha Muhammadiyah di daerah-daerah (rumah-rumah sakit / kesehatan dan sekolah-sekolah Muhammadiyah).

    Pihak Muhammadiyah sebagai pemegang rekening dana pihak ketiga (DPK) di BSI kurang terpelihara kepentingannya dengan pemberian pembiayaan yang memadai dan sebanding dengan penempatan DPK-nya.

    Dalam hal ini BSI sangat kurang santun menjalankan strategi akuisisi, retensi dan loyalty (kesetiaan) yang sebenarnya adalah pemberian hygiene factor utama atas pemegang rekening DPK yang signifikan.

    Organisasi BSI cenderung jor-joran memberi benefit kepada pihak-pihak baru untuk menempatkan DPKnya di BSI yang tidak diberikan justru ke pemegang rekening DPK yang setia selama ini, bahkan dari sejak bank-bank syariah ex legacy BSI masih ada.

    Hal lain seperti New Cash Management System (CMS) yang ‘creating new problems’ karena kurang disosialisasikan dan dirasakan oleh institusi-institusi masjid, organisasi-organisasi massa, dan Bank-Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang menjadi rekanan BSI.

    Ini sangat terasa oleh penulis yang juga adalah Bendahara di Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI), dan banyak pihak mengadukannya kepada penulis karena mengetahui penulis pernah menjadi bagian internal BSI. Kawan-kawan pengurus Muhammadiyah di berbagai daerah juga merasakan hal ini.

    Semoga problem seperti New CMS ini yang sangat kurang sosialisasinya sebelum migrasi dari Classic CMS ke New CMS tidak terjadi pada apa yang digadang-gadang BSI sebagai Super Apps / New BSI Mobile menggantikan BSI Mobile yang masih digunakan sampai tulisan ini dibuat.

     

    Harapan Perbaikan

    Sebenarnya adanya Surat PP Muhammadiyah yang berisikan agar unit-unit usaha RS dan Pendidikan serta yang lainnya di Muhammadiyah berproses migrasi ke DPK, dan pembiayaan dari BSI ke Bank Syariah lain adalah implikasi ketidakpuasan unit-unit Muhammadiyah di daerah-daerah sejak beberapa waktu lalu.

    Musibah TI membuat bukan hanya Muhammadiyah mempertanyakan security core banking BSI. Pernyataan terserang virus tidak diikuti oleh hygiene factor semisal free monthly admin dan lain-lainnya dalam gesture permintaan maaf, namun hanya free part of cost transfer temporer.

    Sebagian DPK merasa tidak puas termasuk Muhammadiyah. Setelah RUPS 17 Mei yang tidak mengakomodasi keterwakilan Muhammadiyah di Dekom/DPS serta pemberlakuan New Cash Management System yang tidak tersosialisasi dengan baik dan hanya diberi waktu keharusan migrasi beberapa waktu singkat.

    Masalah ini bukan hanya terjadi di unit-unit usaha Muhammadiyah, namun juga di institusi-institusi lain, dan nampaknya menjadi pemicu yang menguatkan proses penarikan sebagian DPK di BSI, bukan hanya oleh Muhammadiyah (tidak sesignifikan karena total Muhammadiyah, walaupun belum masuk 10 besar DPK di BSI, jumlahnya sudah mencapai belasan trilyunan rupiah).

    Sebagai individu yang pernah menjadi DPS di surviving entity BSI yaitu BRIS (kode bursa semata), Bendahara DSN – MUI, dan cucu pendiri Muhammadiyah Padang Panjang Datuk Darwis Abdul Muin serta anak kontributor utama pendirian Universitas HAMKA dan Muhammadiyah Jakarta Dr. Zainul Yasni, terus terang saya sangat sedih merasakan kekurang-santunan institusi BSI. Semoga ke depan masalah kekurang-santunan ini bisa diperbaiki terus- menerus oleh BSI.

    Sangat wajar jika Buya Anwar Abbas selaku salah satu petinggi di PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua MUI menjelaskan bahwa logika Muhammadiyah menarik dananya dari BSI adalah upaya menyebarkan penempatan DPKnya di bank-bank syariah mana saja, tidak hanya di BSI untuk memitigasi bermacam risiko keuangan unsistematis maupun sistematis yang bisa timbul jika hanya menempatkan sebagian besar dananya di satu bank syariah.

    Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah. Aamiin.

     

    *M. Gunawan Yasni adalah Ahli Keuangan Syariah.

  • Peringati Hari Anak Internasional, PLN Lakukan Survei Kelayakan Program TJSL Pendidikan di Lombok

    Peringati Hari Anak Internasional, PLN Lakukan Survei Kelayakan Program TJSL Pendidikan di Lombok

    LOMBOK (LOMBOKEXPRESS.ID) – Memperingati Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, PT PLN (Persero) UIW NTB melakukan survei kelayakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di dua lokasi berbeda di Lombok: Tetebatu, Lombok Timur, dan Dusun Samang, Desa Jenggik, Kecamatan Terara.

    Survei ini bertujuan untuk menilai kelayakan dan efektivitas program TJSL yang direncanakan di dua lokasi tersebut.

    Melalui PLN UP2B NTB, PLN UIW NTB berkolaborasi dengan Sekolah Literasi Rinjani untuk menerapkan program digitalisasi perpustakaan komunitas. Program ini bertujuan untuk menyediakan bahan bacaan dan edukasi dalam format digital yang menarik, meliputi teks, visual, dan audiovisual. Sasaran program mencakup beragam kelompok, mulai dari sekolah formal hingga masyarakat umum. Kegiatan pendukung seperti workshop dan penyediaan perlengkapan digital juga diimplementasikan.

    Di sisi lain, melalui PLN UP2D NTB, PLN UIW NTB menjalin kerja sama dengan Lombok Eco International Connection untuk melaksanakan survei dan penilaian kelayakan program TJSL untuk Sekolah Alam Terara. Program ini ditujukan untuk memberikan pendidikan informal untuk bagi anak-anak dan kaum rentan di Dusun Samang, dengan fokus pada kelestarian lingkungan dan pengembangan keterampilan baru.

    Survei ini memperhatikan aspek teknis serta kebutuhan sosial dan lingkungan setempat untuk memastikan keberhasilan program. Diharapkan bahwa program digitalisasi perpustakaan akan meningkatkan minat baca pada semua usia melalui bahan bacaan digital yang menarik dan edukatif. Sementara program Sekolah Alam Terara diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ank-anak dan kaum rentan, memperkuat jaringan sosial, dan membangun komunitas yang lebih solid.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menekankan pentingnya program ini, “Kami berharap program digitalisasi perpustakaan dapat meningkatkan minat baca dan pengetahuan budaya, serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi anak-anak dan kaum rentan. Pelatihan ini juga akan membangun komunitas yang solid dan memperkuat jaringan sosial.” kata Sudjarwo.

    Dengan upaya ini, PLN UIW NTB berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL yang inovatif dan berkelanjutan, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. Program TJSL ini masuk kedalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) kategori 4 yakni, pendidikan berkualitas. Sasarannya adalah membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan yang ramah anak, ramah penyandang cacat dan gender, serta menyediakan lingkungan belajar yang nyaman anti kekerasan inklusif dan efektif bagi semua. (rls)

  • ADI Bersyukur, UNTAN Deklarasikan Kampus Merdeka Bersih Narkoba

    ADI Bersyukur, UNTAN Deklarasikan Kampus Merdeka Bersih Narkoba

    JAKARTA (NTBNOW.CO) – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (DPP-ADI) Dr. Titik Haryati, M.Ap., M.Pd mengapresiasi dan menyatakan bersyukur Universitas Tanjungpura (UNTAN) di Kalimantan Barat telah mendeklarasikan diri sebagai “Kampus Merdeka, Bersih Narkoba, dan Hidup Sehat”.

    “Saya bersyukur UNTAN sebagai Perguruan Tinggi pertama di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain telah mendeklarasikan ‘Kampus Merdeka, Bersih Narkoba, dan Hidup Sehat’,” kata Dr. Titik dalam perbincangaan dengan wartawan di Jakarta, Minggu (9/6/2024).

    Ketua Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Radikalisme, dan Perlindungan Penyalahgunaan Narkotika di Perguruan Tinggi DPP ADI itu mengemukakan keterangan tersebut sehubungan adanya Deklarasi UNTAN sebagai “Kampus Merdeka, Bersih Narkoba, dan Hidup Sehat” pada 6 Juni 2024.

    Kegiatan tersebut dirangkain dengan Seminar Nasional bertema “Strategi pertahanan perbatasan wilayah Kalimantan Barat dalam memberikan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”.

    Menurut Dr. Titik, hasil seminar dijadikan masukan bagi pemerintah terkait pertahanan wilayah perbatasan dari P4GN, dan deklarasi serta roadshow akan dilanjutkan ke propinsi wilayah perbatasan lainnya, sehingga kegiatan itu sangat penting dari sisi strategi pertahanan.

    Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI) itu menyatakan komitmennya untuk konsisten serta terus berjuang dan mengajak Perguruan Tinggi untuk mendeklarasikan gerakan anti narkoba serta hidup sehat dalam upaya menyelamatkan generasi berkualitas menuju “Indonesia Emas”.

    Ia menjelaskan, narkotika sebagai barang terlarang sudah banyak beredar di Indonesia (termasuk di lingkungan perguruan tinggi) pada rentang usia 15 sampai 64 tahun dan mencapai 1,8 persen atau sekitar 3,4 juta dari jumlah penduduk, dan jumlah yang tidak termonitor pasti jauh lebih banyak alias sangat fantastis.

    “Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah kelemahan karakter yang menyebabkan kelemahan ketahanan masyarakat sebagai awal kehancuran suatu bangsa,” tegasnya.

    Dalam kaitan ini, lanjutnya, ADI sebagai organisasi profesi ikut membantu program pemerintah dalam mewujudkan “Indonesia Emas 2045” melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan Perguruan Tinggi.

    Maka, “Kampus merdeka bersih narkoba dan hidup sehat” menjadi slogan untuk mewujudkan Indonesia kondusif terbebas dari narkoba.

    Kemudian, berbagai gangguan, tantangan dan hambatan akan terus terjadi sehingga diperlukan adanya strategi peran dosen melalui pembelajaran dengan memberikan informasi dan edukasi melalui Pencegahan, Pemberantasan Pengalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara utuh dan terintegrasi.

    Kegiatan itu harus melibatkan berbagai pihak dalam bentuk kerjasama dan komitmen seluruh sivitas akademika dan para intelektual, juga mahasiswa serta para stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya.

    Menurut Dr. Titik, Deklarasi “Kampus Merdeka, Bersih Narkoba, dan Hidup Sehat” dan Seminar “Strategi pertahanan perbatasan wilayah Kalimantan Barat dalam memberikan P4GN” terlaksana berkat adanya dukungan dari berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

    Para tokoh yang hadir dalam acara itu di antaranya Drs. Alexander Rombonang, MMA., selaku Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM Setda Provinsi Kalbar yang mewakili Pj. Gubernur Kalimantan Barat.

    Hadir pula Irjen. Pol. Dr. Drs. Richard M Nainggolan, S.H., M.M., MBA, mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Rektor UNTAN, diwakili Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNTAN Dr. Sy. Hasyim Azizurrahman, S.H., M. Hum.

    Pejabat lain yang hadir adalah Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jendral TNI Iwan Setiawan, SE., MM; Kepala Bea Cukai Kalimantan Barat Imik Eko Putro, S.E; Kapolda Kalbar yang diwakili Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar AKBP Bermawis, S.H., M.H; Ketua MUI Propinsi Kalbar Drs. KH. Basri; Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Propinsi Kalbar Dr. H. Hamzah Tawil.

    Adapun nara sumber dalam seminar adalah Purnawirawan PATI TNI Dr. (HC) Herwin Suparjo S. Sos., SH., Prof. Sri Haryaningsih, M.Si (Guru Besar FISIP UNTAN), Irjen. Pol. Dr. S. Richard M Nainggolan SH., MM., MBA (Deputi Pencegahan BNN-RI), Dr. Titik Haryati, M.Ap., M.Pd. (DPP-ADI), dan Dwi Hartono (Guruku.com). (red)

    Keterangan foto: P

    Pengurus DPP-ADI Dr. Titik Haryati, M.Ap., M.Pd. (kanan) bersama Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si (kiri). (Foto: Dok. pribadi).

  • OBITUARI: Pak Ismet Rauf, Kami Kirim Doa dari Rangkasbitung…

    OBITUARI: Pak Ismet Rauf, Kami Kirim Doa dari Rangkasbitung…

    PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) kehilangan wartawan senior yang terus-menerus memberi keteladanan hingga akhir hayat. Wartawan kawakan berkelas internasional itu adalah Ismet Rauf.

    Pria kelahiran Payakumbuh ini pernah menitipkan biodatanya yang ia tulis sendiri pada saya. Begini biodatanya:

    “Ismet Rauf (Wartawan Kantor Berita Antara 1967 -2002), antara lain pernah jadi Koresponden Antara di Kuala Lumpur, Wina ; —
    tim penulis buku 30 Tahun Konperensi Asia Afrika (Antara, 1985) — Diplomasi Indonesia (Kemlu RI 1995, lima jilid), — staf khusus Menkominfo bidang multimedia (2006) —
    Wartawan Utama, penguji UKW (2012), penerima Lifetime Achievement Award (Antara. 2011) — anugerah ini Press Card Number One (2012), Penasehat Pengurus Pusat PWI (2018-2023) — Pemred Kantor Berita MINA sejak 2014 (Terbit dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab)”.

    Saya memang pernah bilang pada beberapa kawan wartawan agar menulis riwayat hidup yang lengkap berikut pencapaian- pencapaianya supaya kalau meninggal catatan itu bisa digunakan bahan menulis obituari atau in memoriam.

    Singkat kata saya bermaksud mengajak kawan-kawan menyiapkan catatan obituari sendiri. Titip kan pada siapa saja. Kita sendiri lah yang lebih tahu tentang perjalanan dan pencapaian sendiri.

    Pak Ismet mendukung gagasan saya. Dia lalu kirim biodata ke kami. Katanya boleh untuk keperluan apa saja.

    Salah satunya biodata Ismet kami gunakan untuk pembuatan brosur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Fakultas Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta, tempat ia mengabdi sebagai penguji.

    Ismet Rauf meninggal Rabu 5 Juni 2024 di rumahnya di Depok, Jawa Barat dalam usia 79 tahun.

    Pencinta buku dan penulis yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat pada 15 November 1945 itu meninggalkan seorang istri, Yunidar Ismet, dan tiga anak laki-laki yaitu Rully R Ismet, Reza T Ismet, dan Aga W Ismet.
    Alamarhum meninggal pukul 08.00 dan dikebumikan pukul 14.30 di Tempat Pemakaman Umum Rawa Geni Kecamatan Cipayung, Kota Depok dengan diantar keluarga dan rekan-rekan almarhum sesama wartawan.

    Ucapan duka cita dan doa mengalir dari mana-mana, terutama dari para wartawan senior.

    Ada yang menyampaikan dalam bentuk bunga, tulisan duka cita lewat media sosial, hingga pemuatan press release In Memoriam seperti yang ditulis teman sejawatnya, mantan wartawan Antara, Aat Surya Safaat.

    Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun melalui WhatsApp group PWI juga turut menyampaikan ucapan duka cita.

    “Innalilahi wa innailaihi rojiun. Senior PWI produktif, penulis buku Sejarah PWI, dan banyak lagi di setiap penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Semoga arwah almarhum diterima baik di sisiNya dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Alfatihah,” tulis Hendry Ch. Bangun setelah lsmet menghembuskan napas terakhir.

    Ketika itu kami sedang mempersiapkan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di aula sebuah hotel sangat sederhana di Rangkasbitung, Banten.

    Jarak Jakarta- Rangkasbitung sekitar 100 kilometer. Karena jarak inilah yang membuat kami merasa bersalah karena tidak bisa hadir takziah.

    Rangkasbitung sebuah lokasi yang menginspirasi Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang mengecam bangsanya sendiri, bangsa Belanda yang menjajah Indonesia.

    Kecaman dan perlawanan disampaikan lewat tulisan melalui novelnya berjudul Max Havelaar Novel ini pertama kali terbit pada 1860 dan terkenal di Belanda.

    Di aula hotel tersebut telah hadir Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat Dr Firdaus Komar, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra, sejumlah penguji UKW, PJ. Bupati Lebak Iwan Kurniawan, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lebak dr Anik Sakinah, M.Si.

    Rasa bersalah sedikit terobati pada keesokan harinya ketika penutupan UKW. Di ujung kegiatan, panitia UKW mengajak berdoa bersama khusus untuk almarhum Ismet Rauf.

    Hopip, salah seorang penguji UKW yang sering kami sapa “ustadz”tampil ke depan dan memimpin doa khusus untuk almarhum Ismet.

    “Ya itu tadi kiriman doa dari rekan-rekan PWI Banten,” kata Rian Nopandra yang berjalan keluar aula berdampingan dengan Firdaus, penguji yang juga Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia.

    Ismet dalam kesaksian saya adalah wartawan senior yang baik. Ia disiplin, get things done (bekerja tuntas), dan sholat tepat waktu.
    Kami belum pernah mendengar dia membicarakan kekurangan orang lain.

    Belakangan dia tercatat sebagai penguji UKW di lembaga UKW Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama).

    Sering menguji bersama kami di beberapa daerah. Bahkan dia sering “dipasangkan” tidur sekamar di hotel dengan saya.

    Entah apa yang dipikirkan oleh panitia antara saya dan Ismet sehingga sering ditempatkan di satu kamar.

    Saya sih manut (ikut) apa kata panitia. Lagi pula saya senang bersama pak Ismet. Dia tidak merokok.

    Selama di kamar, dia lebih banyak diam. Ketika saya pancing-pancing dengan pertanyaan, dia baru bercerita. Cerita pengalamannya sebagai wartawan.

    Dia pernah ditugaskan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara di berbagai belahan dunia seperti yang ia tulis sendiri dalam biodatanya.

    Saya senang mendengarkan Ismet bercerita sampai menjelang tidur. Kalau sudah mau tidur, Ismet bersiap-siap, selimutnya ditata sedemikian rupa, rapih.

    Tidak seperti saya. Tidur dengan posisi sekenanya. Seringkali tidak memperdulikan selimut.

    Karena sering tidur sekamar di tempat tidur dobel, saya hapal kebiasaannya di malam hingga pagi. Ketika menjelang waktu subuh, dia bangun dan segera sholat.

    Saya juga tahu dia sering mengego. Pernah ia teriak keras dalam tidurnya. Saya bangunkan, “Pak Pak, ada apa”.

    “Enggak ada apa-apa” tuturnya sambil membalik bantal di kepalanya.

    Kini rekan Ismet Rauf telah berpulang untuk selamanya. Misi mulianya sebagai wartawan sudah dilaksanakan. Selamat jalan senior. (Mohammad Nasir, pensiunan wartawan Harian Kompas).

  • Pererat Silaturahmi, Ex Paspampres Gelar Reuni

    Pererat Silaturahmi, Ex Paspampres Gelar Reuni

    BOGOR (LOMBOKEXPRESS.ID)– Acara Temu Kangen personil Ex Paspampres yang diikuti sekitar 365 orang berlangsung meriah pada hari Sabtu, 8 Juni 2024, di Vila Bin Ali, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

    Acara ini dihadiri para Prajurit TNI/Polri dan PNS, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, yang pernah bertugas di Paspampres sejak zaman Presiden Pertama hingga Presiden ke Tujuh.

    Reuni ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kerukunan antara sesama mantan anggota Paspampres. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan hubungan baik dan rasa kekeluargaan antar anggota dapat terus terjaga, baik bagi mereka yang masih aktif bertugas maupun yang sudah purna tugas.

    Ketua panitia silaturahmi, Letkol CPM (Purn) Rajim, mengatakan, acara ini telah direncanakan dengan matang untuk memberikan momen kebersamaan yang berarti.

    “Kami ingin semua yang pernah bertugas di Paspampres dapat berkumpul dan mengingat kembali masa-masa kebersamaan kami,” ujarnya.

    Letkol Cku H. Nurhali, sebagai penanggung jawab acara sekaligus pemilik vila, menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan contoh positif kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga silaturahmi.

    “Kami berharap, semangat kebersamaan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” katanya.

    Acara reuni Ex Paspampres diisi dengan berbagai kegiatan yang sarat makna. Di antaranya adalah pemberian santunan kepada anak yatim piatu, yang menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial para mantan anggota Paspampres. Selain itu, terdapat sesi kesan dan pesan dari perwakilan empat matra (Darat, Laut, Udara, dan Polisi) serta sambutan dari perwakilan senior.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan tausiah dan doa bersama, yang bertujuan untuk mengingatkan pentingnya spiritualitas dan rasa syukur. Setelah sesi formal, para peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah ini, dilanjutkan dengan ramah tamah yang penuh kehangatan.

    Sebagai penutup, acara hiburan dan pembagian doorprize membuat suasana semakin meriah. Tawa dan canda mewarnai akhir pertemuan, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di antara para mantan anggota Paspampres tetap hidup dan terus berkembang.

    Dengan suksesnya acara ini, diharapkan reuni Ex Paspampres dapat terus menjadi tradisi yang akan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, memperkuat ikatan dan semangat kekeluargaan di antara mereka. (rls)

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Srikandi PLN dan Komunitas Peduli Lingkungan Berjibaku Kumpulkan Sampah

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Srikandi PLN dan Komunitas Peduli Lingkungan Berjibaku Kumpulkan Sampah

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Srikandi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB turut berperan aktif dalam kegiatan Green Employee Involvement yang diselenggarakan oleh PLN UIW NTB. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta, termasuk pegawai PLN, Pemerintah Kota dan Kabupaten, serta berbagai komunitas setempat, yang tersebar di beberapa lokasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

    Srikandi PLN, yang merupakan gugus tugas yang dibentuk untuk membantu organisasi memastikan pelaksanaan program pengarusutamaan gender dan women empowerment di seluruh PLN Group, ikut ambil bagian dalam aksi peduli lingkungan ini. Mereka tidak hanya terlibat dalam pengumpulan sampah di sepanjang pantai dan sungai, tetapi dalam acara ini juga melakukan kegiatan penanaman pohon.

    Bersama dengan komunitas seperti Bank Sampah NTB Mandiri, Musuh Bebenes, Kopa Mbojo, dan Bank Sampah Karaso Rasa, kegiatan ini berhasil dikumpulkan lebih dari 3 ton sampah, dengan rincian 1.829 kg sampah organik dan 1.324 kg sampah anorganik. Selain itu, puluhan pohon berhasil ditanam untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

    Kegiatan yang berlangsung di beberapa titik lokasi, seperti Pantai Tanjung Karang di Lombok, Sungai Taman Ria di Bima, serta Pantai Sepanjang dan Pantai Balad Taliwang di Sumbawa, ini juga dihadiri oleh General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, beserta jajaran Senior Manager dan seluruh Manager Unit Pelaksana dan Manager Unit Layanan baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

    Sudjarwo menegaskan bahwa keterlibatan aktif Srikandi PLN dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen PLN terhadap kebersihan lingkungan. “Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pegawai laki-laki, tetapi juga para Srikandi PLN yang bersemangat dalam menjaga lingkungan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan tidak mengenal gender. Selain mengumpulkan sampah, penanaman pohon juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Sudjarwo.

    Erika, perwakilan Srikandi PLN, menyampaikan rasa bangganya dalam mengikuti kegiatan ini. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan ini. Sebagai bagian dari Srikandi PLN, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di NTB. Dengan kegiatan ini kami ingin menginspirasi sekitar tentang pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau,” kata Erika.

    Alfi Laili Fauziah, sebagai Ketua Srikandi PLN NTB, mengungkapkan, “Keterlibatan aktif Srikandi PLN dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kami untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan mengolah sampah dan menanam pohon, kami berharap bisa menjadi bagian peduli pada lingkungan. Tujuan kami sederhana, menjaga lingkungan agar lebih bersih dan hijau untuk masa depan yang lebih baik.” kata Alfi.

    Aksi dari Srikandi PLN mendapat apresiasi dari Aisyah, Pendiri Bank Sampah Mandiri, “Selama sembilan tahun bekerja sama dengan PLN, peran PLN dalam menjaga kelestarian lingkungan sangat luar biasa, terutama dalam pengelolaan sampah. Melalui berbagai inisiatif, PLN telah berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, peran Srikandi PLN sangat penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui aksi nyata seperti hari ini.” kata Aisyah.

    Dengan adanya peran Srikandi PLN, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan. “Kami berharap, dengan peran Srikandi PLN, kita semua semakin sadar dan mencintai lingkungan, mengambil langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.” tutup Sudjarwo. (rls)

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIW NTB Kumpulkan Lebih dari 3 Ton Sampah

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIW NTB Kumpulkan Lebih dari 3 Ton Sampah

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID) –Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB menggelar aksi peduli lingkungan dengan melibatkan lebih dari 500 peserta. Kegiatan yang berlangsung di beberapa lokasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini diikuti oleh pegawai PLN, pemerintah Kota dan Kabupaten, serta berbagai komunitas setempat.

    Lebih dari 500 peserta yang terdiri dari 504 pegawai PLN yang ikut serta dalam program Green Employee Involvement, turut dihadiri pula oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota dan Kabupaten, serta komunitas seperti Bank Sampah NTB Mandiri, Musuh Bebenes, Kopa Mbojo, dan Bank Sampah Karaso Rasa, turun langsung untuk mengumpulkan sampah di sepanjang pantai dan sungai. Kegiatan ini juga dihadiri oleh General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, beserta jajaran Senior Manager dan seluruh Manager Unit Pelaksana baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa

    Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di beberapa titik lokasi yaitu Pantai Tanjung Karang di Lombok, Sungai Taman Ria di Bima, serta Pantai Sepanjang dan Pantai Balad Taliwang di Sumbawa.

    Dalam aksi ini, para peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton sampah, dengan rincian 1.829 kg sampah organik dan 1.324 kg sampah anorganik. Sampah organik akan diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup masing-masing kota dan kabupaten. Sedangkan sampah anorganik akan diolah kembali untuk didaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat. Lebih spesifik, untuk sampah plastik, Bank Sampah NTB Mandiri rencananya akan mengolah menjadi batako yang lebih fungsional untuk digunakan kembali.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan bahwa kegiatan Green Employee Involvement tidak hanya dilakukan di Lombok, namun juga di Pulau Sumbawa. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa PLN sangat berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian kawasan wisata yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat. Selain itu, pengetahuan tentang pemilahan sampah sangat penting agar pengolahan sampah dapat lebih bernilai,” ujar Sudjarwo.

    Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram yang diwakili oleh Pengendali Lingkungan Hidup, I Made Wibisana Gunaksa, S.STP, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Di semua bantaran sungai dan pantai di Lombok, hampir semua sampah yang ada adalah sampah plastik dengan volume mencapai 270 ton setiap harinya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PLN hari ini dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian dan kecintaan kita terhadap lingkungan,” kata Made.

    Perwakilan dari komunitas Musuh Bebenes, Solihin, juga memberikan apresiasinya. “Kegiatan ini sangat luar biasa. Masih banyak masyarakat yang belum peduli dengan lingkungan. Terima kasih PLN. Kami berharap inisiatif PLN ini dapat mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan, setidaknya dimulai dari diri sendiri,” ungkap Solihin.

    Melalui kolaborasi semua pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah NTB. “PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan bersih.” tutup Sudjarwo. (rls)

  • Sukses Menambah Pelanggan, Terbanyak dari Golongan Rumah Tangga

    Sukses Menambah Pelanggan, Terbanyak dari Golongan Rumah Tangga

    JAKARTA (LOMBOKEXPRESS.ID)–PT PLN (Persero) sukses mencatatkan penambahan pelanggan sebanyak 3,5 juta menjadi total 89,15 juta pelanggan di tahun 2023. Keberhasilan ini pun turut mengantarkan PLN meraih keuntungan terbesar dalam sejarah perseroan dengan laba bersih sebesar Rp22,07 triliun pada tahun 2023, sekaligus mencetak _hattrick_ rekor laba bersih tertinggi selama tiga tahun berturut-turut sejak 2021.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN secara konsisten melakukan transformasi dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan. PLN tidak hanya berfokus pada peningkatan _supply_ listrik tetapi juga berorientasi pada kepuasan pelanggan.

    “Kami melakukan transformasi digital secara _end-to-end_ dalam layanan pelanggan, sehingga membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan akses listrik. Jika dahulu kami hanya berorientasi pada _supply_ listrik, sekarang orientasi kami untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan,” ujar Darmawan.

    Darmawan merinci pertumbuhan jumlah pelanggan disumbang paling besar dari tarif rumah tangga sebanyak 3.223.603, kemudian disusul tarif bisnis sebanyak 181.533 pelanggan. Sementara itu penambahan pelanggan tarif sosial sebanyak 72.311 pelanggan, tarif pemerintahan 28.393 pelanggan, dan tarif industri 27.217 pelanggan.

    “Sehingga total pelanggan PLN sampai dengan 2023 sebesar 89.153.278 dengan rincian pelanggan rumah tangga sebanyak 81.551.325 pelanggan atau 91,47 persen dari total pelanggan, kemudian diikuti pelanggan tarif bisnis sebesar 4.706.947 pelanggan atau sebesar 5,28 persen dan pelanggan tarif sosial sebesar 1.993.101 atau sebesar 2,24 persen dari total keseluruhan pelanggan,” imbuh Darmawan.

    Sementara itu total pelanggan golongan tarif pemerintahan sebanyak 595.941 atau sebesar 0,67 persen dari jumlah pelanggan dan tarif industri sebesar 206.770 atau sebesar 0,23 persen dari total pelanggan.

    Darmawan mengatakan peningkatan jumlah pelanggan di tahun 2023 ditopang oleh kecepatan penyelesaian daftar tunggu pelanggan di mana pengendalian material distribusi utama (MDU) dan kecepatan eksekusi penyambungan menjadi kunci utamanya. Dengan upaya ini, penyambungan pelanggan di tahun 2023 dapat terealisasi sebesar 3,5 juta sambungan pelanggan.

    “Tren daftar tunggu tahun 2023 terus menurun. PLN berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, salah satu langkah yang dilakukan yaitu kecepatan penyambungan lebih baik dari tahun ke tahun dengan melakukan pengelolaan MDU, digitalisasi _monitoring_ penyambungan melalui _Virtual Command Center_ dan optimalisasi eksekusi penyambungan,” ujarnya.

    Selain itu, lanjut Darmawan, pertumbuhan pelanggan dari golongan tarif rumah tangga juga didukung hadirnya program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada keluarga prasejahtera yang tersebar di tanah air. Sepanjang tahun 2023 PLN telah menyambung program BPBL secara gratis bagi 131.600 keluarga prasejahtera.

    Tak hanya itu, PLN juga menginisiasi program Light Up the Dream yakni sambung baru secara gratis kepada keluarga prasejahtera. Program yang berasal dari donasi pegawai PLN ini telah berhasil menyambung 20.942 keluarga.

    Berbagai staregi untuk peningkatan jumlah pelanggan inipun berkontribusi pada peningkatan rasio elektrifikasi (RE) nasional menjadi 99,79% pada 2023 setelah sebelumnya RE Nasional menyentuh angka 99,63% di tahun 2022.

    “Listrik ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Maka dari itu, PLN akan terus memberikan listrik andal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Darmawan.

    *Sekilas Tentang PLN*
    _PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore. (rls)

  • In Memoriam: Wartawan Senior dan Pencinta Buku, Ismet Rauf

    In Memoriam: Wartawan Senior dan Pencinta Buku, Ismet Rauf

    Oleh Aat Surya Safaat*

    “Tulisan, bagaimanapun, demikian berguna bagi kehidupan masyarakat secara luas. Tidak mudah memang. Perlu ketekunan dan kerja keras agar kita pandai menulis. Tetapi sejatinya kita pasti bisa! Karenanya perlu pula disadari bahwa menulis adalah ibadah dan menuangkan pikiran melalui tulisan adalah juga bernilai sedekah.”

    Demikian kata-kata bijak dari almarhum Ismet Rauf, wartawan senior yang juga penulis handal dalam satu kesempatan bincang-bincang dengan beberapa wartawan yunior di Jakarta beberapa waktu lalu.
    Ismet Rauf berpulang ke Rahmatullah pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2024 di kediamannya di Depok Jawa Barat dalam usia 79 tahun.

    Pencinta buku dan penulis yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat pada 15 November 1945 itu meninggalkan seorang istri, Yunidar Ismet, dan tiga anak laki-laki yaitu Rully R Ismet, Reza T Ismet, dan Aga W Ismet.
    Alamarhum meninggal dunia pada pk. 08.00 dan dikebumikan pada pk. 14.30 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Geni Kecamatan Cipayung Kota Depok Jawa Barat dengan diantar oleh keluarga dan sanak famili serta rekan-rekan almarhum sesama wartawan.

    Khusus di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan di komunitas wartawan pada umumya, siapa tak kenal Ismet Rauf. Almarhum adalah peraih Anugerah “Press Card Number One” dari PWI dan penerima Penghargaan “Long Life Achievement” dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, tempatnya mengabdi sejak 1967 hingga 2002.

    Almarhum saat aktif sebagai wartawan Antara sering menjuarai lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga di Jakarta. Tulisannya yang berupa feature (karangan khas) selalu “interesting”, “inspiring” dan “motivating”, sehingga tak heran almarhum menjadi teladan bagi para wartawan yunior di kantor berita tersebut.

    Jurnalis senior itu kenyang pengalaman sebagai wartawan, baik di dalam maupun di luar negeri. Dia pernah menjadi Kepala Biro LKBN Antara di Kuala Lumpur Malaysia dan pernah melaksanakan tugas jurnalistik ke belasan negara, dari negara tetangga terdekat Singapura hingga Australia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

    Semasa hidupnya almarhum juga banyak menulis buku, baik secara individu maupun bersama tim, di antaranya “Perjalanan Panjang PWI” yang diterbitkan oleh PWI Pusat pada September 2018 dengan editor Wartawan Senior Djunaedi Tjunti Agus dan Widodo A.

    Wartawan senior yang sering mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Juri pada lomba karya tulis di Pusat Bahasa itu juga menjadi Ketua Tim Penulis Buku “Diplomasi Indonesia dari Masa Ke Masa” (lima jilid) yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri RI pada 1997.
    Sebelumnya, Ismet Rauf bersama Wartawan Senior Saleh Dani Adam dan Riyanto D Wahono (semuanya sudah almarhum) menulis buku “Siapa Siapa Wartawan Jakarta”. Buku dengan editor Wartawan Senior Marah Sakti Siregar itu diterbitkan PWI Jaya pada 2003. Ia juga menjadi editor buku “Liku-liku Kisah Wartawan” yang terbit pada Januari 2020.

    Mengingat kompetensi dan profesionalismenya sebagai wartawan, almarhum mendapatkan amanah pada beberapa posisi strategis, baik di PWI Jaya maupun di PWI Pusat, antara lain pernah menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya dan Ketua Departemen Jurnal dan Buku PWI Pusat.

    Sampai akhir hayatnya, almarhum masih bekedudukan sebagai Pemimpin Redaksi LINTAS, sebuah majalah yang berfokus pada hal-hal terkait infrastruktur dan transportasi di Indonesia dan masih tercatat sebagai Penguji pada Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

    Selain itu almarhum masih menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA sejak 2015. MINA sendiri adalah kantor berita umum yang berlandaskan Islam dan menyiarkan berita secara online dalam tiga bahasa, yaitu bahsa Indonesia, Arab dan Inggris, dengan tagline “Peace in Palestine, Peace in the World” (Damai di Palestina, Damai di Dunia).

    Terkait kunci sukses Ismet Rauf sebagai wartawan, penulis yang merupakan yuniornya di LKBN Antara melihat bahwa almarhum adalah wartawan yang banyak membaca, selain pandai bergaul dengan berbagai kalangan.

    “Kunci pandai menulis adalah banyak membaca. Dengan banyak membaca, pasti banyak pula yang bisa kita tulis. Kalau kita kurang membaca, tak ubahnya seperti teko kosong. Mau diisikan ke gelas yang kosong, pasti tidak ada isinya,” kata almarhum pada suatu kesempatan.

    Seorang penulis, lanjutnya, dapat membantu meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis seseorang. Dengan menulis, seseorang akan belajar untuk mengatur ide-ide serta menghasilkan gagasan-gagasan baru dan menarik untuk dibagikan kepada pembaca.

    Selain itu, menjadi seorang penulis, menurut almarhum, juga memiliki potensi untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

     

    *Aat Surya Safaat adalah Penguji pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI. Penulis pernah menjabat sebagai Direktur Pemberitan LKBN Antara (2016) dan menjadi Kepala Biro Antara di New York AS (1993-1998).