Di sudut sunyi emosi yang sesak,
ada rasa yang tak sempat diucap,
kata-kata tersangkut di dada,
lalu pecah… menjadi amarah.
Tangis itu bukan sekadar suara,
ia adalah bahasa yang belum terbaca,
tentang kecewa yang tak dimengerti,
tentang ingin yang tak terpenuhi.
Tangan kecil menghentak lantai,
atau suara lantang menembus sepi,
bukan ingin melawan dunia,
hanya tak tahu cara berkata.
Kadang ia hadir di jiwa dewasa,
dengan wajah berbeda rupa,
amarah yang meledak tiba-tiba,
karena hati tak sempat ditata.
Tantrum… bukan sekadar marah,
ia adalah perasaan yang tumpah,
ketika jiwa belum belajar,
bagaimana tenang dalam gelombang sabar.






