MATARAM – PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi melakukan restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pada Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan sport tourism sekaligus meningkatkan penyelenggaraan event internasional di Pertamina Mandalika International Circuit.
Dalam susunan manajemen terbaru tersebut, RM. Gusthilantika Marrel Suryokusumo dipercaya menjabat Komisaris Utama. Sementara posisi komisaris ditempati Sabolah Al Kalamby dan Quinta Komara. Adapun posisi Direktur Utama MGPA kini diemban oleh Ananda Mikola.
Masuknya Sabolah Al Kalamby ke jajaran komisaris MGPA menjadi perhatian publik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain dikenal sebagai putra daerah, Sabolah juga merupakan aktivis senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) NTB dan saat ini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Pimpinan Pusat.
Penunjukan tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan nasional maupun internasional. Dengan pengalaman Mandalika menggelar berbagai ajang balap dunia, MGPA kini diarahkan tidak hanya fokus pada motorsport, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Dalam keterangannya, Sabolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan Mandalika, khususnya Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjadikan Mandalika sebagai ikon pariwisata Indonesia di mata dunia.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan Mandalika tidak cukup hanya sukses dalam penyelenggaraan event internasional, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat NTB, terutama pelaku UMKM dan warga di sekitar kawasan.
Ke depan, MGPA diproyeksikan akan memperbanyak agenda internasional di Sirkuit Mandalika guna meningkatkan jumlah wisatawan, memperluas dampak ekonomi daerah, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Restrukturisasi manajemen MGPA ini sekaligus menjadi sinyal optimisme baru bagi perkembangan ekosistem sport tourism di Mandalika yang selama ini menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor pariwisata dan olahraga. (red)











